Penilaian Rencana Investasi Syariah
Penilaian Rencana Investasi Syariah
Disusun oleh :
Dosen Pembimbing:
Andis Febrian
2020M /1441 H
KATA PENGANTAR
Segala puji bagi Allah Tuhan seru sekalian alam yang telah melimpahkan Rahmat
serta Hidayahnya kepada penulis, sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini.
Shalawat dan salam semoga tetap tersanjungkan pada baginda Rasulullah SAW yang dengan
jerih payahnya telah mampu merubah peradaban yang tidak mengenal perikemanusiaan
menuju peradaban yang penuh kebaikan.
Dalam kesempatan ini dengan penuh rasa suka cita penulis mengucapkan terima kasih
kepada seluruh pihak yang telah membantu dalam pembuatan makalah ini, terutama kepada
Bapak selaku dosen mata kuliah Manajemen keuangan syariah yang telah memberikan
kepercayannya kepada kami untuk membuat makalah yang kami beri Kebijakan Investasi
Syariah.. Penulis menyadari bahwa dalam laporan yang telah dibuat ini masih banyak
kesalahan yang harus diperbaiki, oleh karena itu penulis mengharapkan kritik dan saran dari
para pembaca yang budiman agar dalam pembuatan laporan yang berikutnya tidak terjadi
kesalahan serupa.
Pemakalah
i
DAFTAR ISI
Kata pengantar.................................................................................................................. i
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar belakang......................................................................................................... 1
B. Rumusan masalah ................................................................................................... 1
C. Tujuan masalah ....................................................................................................... 1
BAB II PEMBAHASAN
A. Kesimpulan ............................................................................................................ 14
B. Saran ...................................................................................................................... 14
Daftar pustaka................................................................................................................... 15
ii
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Islam merupakan agama yang bersifat universal serta dapat memberikan tuntunan
dan panduan bagi kehidupan umat manusia. Sebagai agama yang bersifat paripurna dan
juga komprehensif, Islam juga memiliki aturan-aturan yang dapat diterapkan secara
universal tanpa memandang agama ataupun kepercayaan yang dianut oleh seseorang.
Termasuk mengatur aktivitas manusia dalam bidang perekonomian. Investasi merupakan
sebuah penundaan konsumsi masa kini yang dimasukkan ke dalam proses produksi yang
produktif dan hasilnya untuk konsumsi mendatang. Secara utuh pemahaman manajemen
investasi syariah dapat dirangkum pengertiannya menjadi suatu kegiatan atau seni
mengelola modal atau sumber-sumber penghidupan ekonomi maupun sumber daya, secara
profesional untuk masa depan, baik di dunia maupun di akhirat sesuai dengan syari’at dan
prinsip-prinsip yang telah diajarkan oleh rasulullah SAW.
B. Rumusan Masalah
1. Apa pengertian dan kriteria kebijakan investasi syariah?
2. Bagamaimana manajemen investasi dalam islam?
3. Bagaimana penilaian rencana investasi syariah?
4. Apa resiko dalam investasi syariah?
5. Bagaimana ragam investasi syariah?
C. Tujuan Masalah
1. Untuk mengetahui apa pengertian dan kriteria kebijakan investasi syariah?
2. Untuk mengetahui bagamaimana manajemen investasi dalam islam?
3. Untuk mengetahui bagaimana penilaian rencana investasi syariah?
4. Untuk mengetahui apa resiko dalam investasi syariah?
5. Untuk mengetahui bagaimana ragam investasi syariah?
1
BAB II
PEMBAHASAN
1. Pengertian
Kata manajemen berasal dari bahasa Prancis kuno ménage-ment, yang memiliki
arti : seni melaksanakan dan mengatur. Sedangkan Investasi pada hakikatnya
merupakan penempatan sejumlah dana pada saat ini dengan harapan untuk memperoleh
keuntungan di masa mendatang. Manajemen Investasi adalah manajemen profesional
yang mengelola beragam sekuritas atau surat berharga seperti saham, obligasi, dan asset
lainnya seperti properti dengan tujuan untuk mencapai target investasi yang
menguntungkan bagi investor. Investor tersebut dapat berupa institusi (perusahaan
asuransi, dana pensiun, perusahaan, dll). Ataupun dapat juga merupakan investor
perorangan, dimana sarana yang digunakan biasanya berupa kontrak investasi atau yang
umumnya digunakan adalah kontrak investasi kolektif (KIK) seperti, rekasadana.
Investasi merupakan kata yang sering dan banyak kita dengar dalam berbagai
kesempatan. Kata investasi itu sendiri merupakan bahasa yang berasal dari bahasa
inggris, yaitu investment.
1
Nurul huda dan Mustafa edwin nasution, investasi pada pasar modal syariah, (kencana :
Jakarta,2007), hal. 3
2
dananya dengan pertimbangan pertimbangan finansial, yaitu mempertimbangkan
imbal hasil (return)dan risiko risk semata.2
3. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, Investasi adalah penanaman uang atau modal
dalam suatu perusahaan atau proyek untuk tujuan memperoleh keuntungan.
4. Dalam kamus istilah Pasar Modal dan Keuangan, kata Investasi diartikan sebagai
menanamkan uang atau modal dalam suatu perusahaan atau proyek untuk tujuan
memperoleh keuntungan.
6. Investasi adalah pengorbanan nilai tertentu yang berlaku saat ini untuk mendapatkan
nilai di masa datang yang belum dapat dipastikan besarnya.
Berbagai macam kegiatan investasi tersebut di atas pada umumnya memiliki tujuan
yang sama, profitabilitas atau penghasilan (return). Untuk sampai pada tujuan akhir
yang diharapkan, seorang investor harus mengambil keputusan yang tepat untuk
memilih objek serta mempertimbangkan waktu dan kondisi. Pada umumnya hubungan
antara risiko (risk) dan tingkat pengembalian yang diharapkan (expected rate of return)
bersifat linier. Artinya, semakin tinggi tingkat risiko, maka semakin tinggi pula tingkat
pengembalian yang diharapkan. Sedangkan Manajemen syariah adalah seni dalam
mengelola semua sumber daya yang dimiliki dengan tambahan sumber daya dan
metode syariah yang telah diajarkan oleh nabi Muhammad SAW.
Ada beberapa kriteria suatu investasi dapat digolongksn sebagai investasi yang Islami
yaitu:
2
Ida Syafrida, Indianik Haminah dan Bambang Waluyo, “Perbandingan Kinerja Instrumen Investasi
Berbasis Syariah dengan Konvensional pada Pasar Modal di Indonesia, Al Iqtishad, Volume VI No 2, Hal. 196
3
a. Perusahaan industry
Perusahaan yang memiliki struktur modal (laverage ratio) atau rasio utang dengan
modal sendiri melebihi 30% adalah dilarang menurut fatwa hukum Islam.
Adalah perusahaan yang memiliki struktur aktiva kas 100% atau piutang dagang
melebihi 50% adalah dilarang menurut fatwa hukum Islam.
Sebagai agama yang bersifat paripurna dan juga komprehensif, Islam juga memiliki
aturan-aturan yang dapat diterapkan secara universal tanpa memandang agama ataupun
kepercayaan yang dianut oleh seseorang. Termasuk mengatur aktivitas manusia dalam
bidang perekonomian. Termasuk juga kegiatan investasi, Investasi merupakan salah satu
ajaran dari konsep Islam yang memenuhi proses tadrij dan trichotomy pengetahuan.
Konsep investasi selain sebagai pengetahuan juga bernuansa spritual karena menggunakan
norma syariah, sekaligus merupakan hakikat dari sebuah ilmu dan amal. Oleh karenanya
investasi sangat dianjurkan bagi setiap muslim. Banyak yang tidak percaya bahwa konsep
syariah Islam juga mengatur tentang investasi. Yang sebaliknya adalah justru investasi
merupakan bagian dari konsep ajaran islam. Dalam islam dikenal konsep bahwa kita
selaku umat manusia diajarkan untuk tidak hanya memikirkan kehidupan yang kita jalani
sekarang ini, akan tetapi juga kehidupan yang akan kita jalani di kemudian hari (here
after/afterlife). Hal ini disebutkan dalam [Link] Hasyr ayat 18 yang berbunyi:
“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap
diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan
4
bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu
kerjakan”.
Ayat tersebut menjelaskan bahwa kita sebagai manusia diharuskan untuk melakukan
investasi yang akan berguna untuk kehidupan yang akan kita jalani di kemudian hari. Hal
yang sama juga ditegaskan oleh Allah SWT dalm QS. Lukman ayat 34 dengan penegasan
bahwa manusia tidak akan mengetahui apa yang akan dia usahakan dalam hari esok.
Dapat kita simpulkan bahwa kegiatan investasi merupakan bagian dari kegiatan
ekonomi, dan kegiatan ini tidak bisa dilepaskan dari prinsip-prinsip syariah. Investasi yang
dilakukan secara syariah adalah investasi yang dilakukan berdasarkan prinsip-prinsip
syariah, baik investasi yang dilakukan pada sektor riil maupun sektor keuangan .dalam
syariah Islam, investasi yang dilakukan diharapkan adalah investasi yang akan
memberikan manfaat bagi banyak pihak, dan bukan investasi yang hanya menguntungkan
satu pihak saja, sementara pihak lain akan mengalami kerugian yang sangat besar
(zerosum game).3
3
Mohammad Heykal, Tuntunsan dan Aplikasi Investasi, (PT. Elex Media Kompitindo, 2012) hal. 22
5
investasi lebih banyak dipengaruhi oleh pertimbangan sosial atau politis dibandingkan
dengan pertimbangan ekonomi. 4
Kedua, untuk sebagian besar waktu, diasumsikan, bahwa pertimbangan investasi
merupakan sesuatu yang terjadi secara alamiah seperti periode investasi yang diikuti
oleh periode pengambilan.
Ketiga, manfaat dan biaya-biaya dapat dijelaskan ada saat periode waktu,
sehingga arus kas (cash flow) tidak berlangsungpada waktu tertentu.
Keempat, periode waktu mungkin dinyatakan pada periode waktu tertentu,
misalnya satu tahun, satu bulan, satu minggu, atau satu hari.
Kelima, ekonomi yang akan dianalisis adalah ekonomi bebas riba.
2. Analisis ringkasan tentanf praktik analisis investasi konvensional
Suatu organisasi mempunyai kreteria yang berbeda untuk investasi sehingga
mereka mengadopsi metode untuk analisis usulan pengeluaran modal. Seringkali suatu
metode dilengkapi dengan dua metode atau lebih untuk memastikan suatu keputusan
investasi yang tepat. Dengan cara yang sama, kebutuhan suatu organisasi, kadang-
kadang membutuhkan modifikasi terhadap metode yang biasa digunakan dan cakupan
modifikasi seperti itu sangat luas.
Metode yang paling banyak digunakan dalam analisis investasi konvensional adalah:
a. Metode payback
Metode ini berarti dalam banyak waktu investasi akam membayar kembali
biayanya. Biasanya dalam hitungan tahun, meskipun periode yang lebih pendek
juga diambil sebagai ukuran. Investasi cara ini lebih baik dilakukan dengan cara
membayar kembali biaya-biaya awalnya lebih awal.
b. Accountants rate of return
Metode ini adalah ukuran sederhana menyangkut keuntungan investasi. Metode
ini berhubungan dengan tingkat pengembalian modal.
c. Discounted Cash Flow Rate of Return (DCFR)
Metode DCFR dibuat dengan memperhitungkan waktu pengeluaran dan waktu
berjalan. Ada tiga pertimbangan untuk membuat metode ini.
Pertama, mata uang rupiah hari ini lebih berharga dari satu tahun ke depan,
dalam kaitannya dengan inflasi yang mengurangi nilai mata uang dari waktu ke
[Link], semakin dekat dengan hari pengembalian investasi, semakin
4
Nurul Aulia, Penilaian rencana investasi syariah,[Link]
[Link]?m=1, diakses pada tanggal 6 november 2020, pukul 17.31
6
sedikit nilai ketidakpastian, sebab jarak waktu sering menimbulkan
ketidakpastian. Ketiga, dana yang dihasilkan suatu proyek pada tanggal lebih
awal akan tersedia untuk investasi kembali.
d. Net Present Value Method (NPV)
Pendekatan lain untuk mengevaluasi proposal investasi adalah NPV. Ada
perbedaan sedikit antara DCFR dan NPV dan keduanya diterima sebagai
perangkat yang paling pantas untuk penggangguran modal (budgeting). Tetapi
NPV tidak bisa diterima untuk alasan-alasan yang dibuat dibawah DCFR.
e. MUCHINERY Allied Product Institute Method (MAPI)
Metode ini digunakan untuk mengevaluasi modal proyek yang kecil dan
pengeluarannya tidak besar. Metode ini dengan bantuan tabel kalkulasi
terperinci memikirkan tujuan tertentu dengan membagi rata-rata keuntungan
dengan rata-rata investasi dan menemukan suatu tingkat nilai yang dikenal
sebagai MAPI.
3. Evaluasi Investasi Dalam Kerangka Syariah
Ketika gagasan dasar bahwa waktu mempunyai nilai dan mempertimbangkan
waktu dalam arus kas adalah sesuatu yang bisa diterima, analisis teknik pengeluaran
modal sudah menggunakan konsep modal tetap yang tidak islami.
Jika ada kepentingan untuk membuat rumusan alternatif, disamping keinginan
untuk membuat sebuah karakter yang sederhana dan rasional dengan melibatkan uang
sebagi fungsi waktu. Terkait dengan hal ini, maka perlu adanya metodr yang dapat
digunakan untuk menilai atau mengevaluasi proyek sesuai dengan kerangka syariah.
4. Keuntungan ISM dibandingkan metode lain
a. Dibanding Metode Payback
1) ISM mengukur keuntungan proyek, sedangkan metode payback tidak.
2) Payback mempunyai suatu penyimpangan terhadap investasi longer-lived (jangka
panjang) sedangkan ISM tidak.
3) Payback tidak mempertimbangkan arus kas setelah biaya ditutupi sedangkan ISM
mempertimbangkan semua arus kas selamanya proyek berlangsung.
4) Payback mengabaikan nilai uang sebagai fungsi waktu sedangkan ISM
memperhitungkan kartu pengeluaran dan waktu berjalan.
b. Dibandingkan dengan ARR
ISM mempertimbangkan nilai uang sebagai fungsi waktu, ARR tidak.
c. Dibandingkan dengan DCFR dan NPV
7
1) Kedua metode dipahami dalam kerangka kapitalistik dimana riba digunakan
untuk pemotongan arus kas.
2) ISM lebih sederhana untuk dipahami dan diterapkan dibandingkan kedua metode
ini.
d. Dibandingkan MAPI
MAPI sukar digunakan dan tidak mempertimbangkan nilai uang sebagai fungsi
waktu. ISM mudah digunakan dan juga mempertimbangkan pemilihan arus kas.
D. Resiko dalam investasi syariah
Risiko adalah kenyataan yang tidak sesuai dengan yang diharapkan. Berikut
merupakan jenis-jenis risiko yang mungkin terjadi dalam investasi.
1. Risiko suku bunga
Risiko yang di alami akibat dari perubahan suku bunga yang terjadi di pasaran,
yang mampu memberi pengaruh bagi pendapatan investasi. Contoh : pada tanggal 30
januari 2009 pemerintah indonesia mengeluarkan instrumen keuangan baru yang
disebut sukuk ritel. Sukuk ritel adalah obligasi syariah yang menganut prinsip syariah.
Sukuk ritel kemudian menjadi masalah bagi penerbit obligasi lainnya karena suku
bunga yang ditawarkan 12% jauh di atas rata-rata suku bunga obligasi pada umumnya,
yaitu 8-10% sehingga investor lebih tertarik untuk membeli sukuk ritel tersebut. Hal ini
di dukung dengan risiko dalam investasi ini mendekati 0%. Adapun strategi yang bisa
dilakukan oleh para penerbit obligasinya lainnya adalah menaikkan suku bunga lebih
tinggi dari sukuk ritel.
2. Risiko pasar
Risiko pasar adalah fluktuasi pasar yang secara keseluruhan memengaruhi
variabilitas return suatu investasi, bahkan mengakibatkan investor mengalami capital
loss. Perubahan ini dapat disebabkan oleh banyak faktor, seperti munculnya resesi
ekonomi, kerusuhan, isu, spekulasi atau perubahan politik. Contoh : isu kesehatan
presiden pada November/Desember 1997 menyebabkan adanya fluktuasi nilai rupiah
terhadap USD yang sangat besar mendukung naiknya kurs USD sehingga mencapai
sekitar Rp6000/ USD.
Strategi untuk menjaga kestabilan nilai tukar rupiah terhadap USD pemerintah bisa
melakukan intervensi melalui berbgai kebijaksanaan moneter dan fiskal, salah satunya
melalui managed float sytem.
3. Risiko inflasi
8
Risiko inflasi adalah risiko potensi kerugian daya beli investasi karena terjadinya
kenaikan rata-rata harga konsumsi. Misalkan, laju inflasi pada 2012 bisa mencapai
7,1% apabila pemerintah melakukan penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM)
bersubsidi. Apabila ada kenaikan harga BBM sebesar Rp1.000 per liter terjadi sebesar
6,8%, sedangkan apabila ditetapkan subsidi konstan sebesar Rp2.000 per liter maka
terjadi terjadi inflasi 7,1%. Jika harga BBM-nya Rp1.000 itu inflasi 6,8%, tetapi jika
subsidi di batasi konstan Rp2.000 per liter, ada peluang naik, tetapi inflasi di 7,1%.
Dengan adanya rencana kenaikan BBM yang bisa menyebabkan inflasi, para investor
pun enggan untuk berivestasi.
Untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah melalui kebijakannya mengoptimalkan
bauran kebijakan dari suku bunga, nilai tukar, pengelolaan likuiditas, dan kebijakan
makroprodensial. Dampak kebijakan subsidi BBM ke inflasi masih memungkinkan
ditekan lebih rendah dengan menerapkan subsidi ke sektor transportasi dan komunikasi
kebijakan yang baik untuk meminimalkan efek psikolog.
Adapun yang bisa dilakukan oleh investor sebagai alternatif investasi, yaitu:
a. Menabung, menabung di bank dapat men-back up inflasi, karena bunga yang
diterima bisa mem-back up inflasi.
b. Investasi emas, dengan berinvestasi emas, investor akan terhindar dari risiko inflasi
yang akan mengerogoti nilai mata uang. Apabila terjadi inflasi tinggi, harga ema pun
akan tinggi.
4. Risiko likuiditas
Resiko ini berkaitan dengan kecepatan suatu sekuritas yang diterbitkan
perusahaan bisa diperdagangkan dipasar sekunder. Semakin cepat suatu sekuritas
diperdagangkan, semakin likuid kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban
jangka pendek atau jatuh tempo dengan menggunakan aset yang ada. Risiko ini dapat
dikaitkan dengan krisis yang melanda indonesia, mulai mengenai perbankan dengan
timbulnya masalah kekurangan likuiditas (liquidity mismatch), semula dialami oleh
beberapa bank, kemudian menjadi sistematis.
Krisis likuiditas secara sistematis yang dialami perbankan dimulai sekitar
pelaksanaan kebijaksanaan pencabutan izin usaha atau likuidasi 16 bank tanggal 1
november 1997. Kepercayaan terhadap rupiah yang menurun sejak terjadinya gejolak
moneter bulan juli 1997 menjadi lebih buruk lagi setelah diterapkan sistem nilai tukar
yang mengembang secara bebas pada pertengahan agustus 1997. Pembelian mata uang
9
dolar (USD) atau penjualan aset rupiah ramai dilakukan, dimulai oleh pelaku pasar
asing, kemudian diikuti oleh pemain pasar dalam negeri dan pemilik dana dalam negeri.
5. Risiko nilai tukar mata uang (valas)
Risiko ini bersangkutan dengan fluktuasi nilai tukar mata uang domestik dengan
nilai mata uang negara lainnya. Resiko ini juga dikenal dengan nama currency risk atau
exchange rate risk.
6. Risiko Negara
Risiko ini juga disebut sebagai risiko politik karena sangat berkaitan dengan
kondisi perpolitikan suatu negara. Risiko politik juga berkaitan dengan kemungkinan
adanya perubahan ketentuan perundangan yang berkaitan turunnya pendapatan yang
diperkirakan dari suatu investasi atau akan terjadi kerugian total dari modal yang
diinvestasikan. Begi perusahaan yang beroperasi di luar negeri, stabilitas ekonomi dan
politik negara bersangkutan akan sangat perlu diperhatikan untuk menghindari risiko
negara yang terlalu tinggi.
7. Risiko Reinvestment
Risiko terhadap penghasilan suatu aset keuangan yang harus di re-invest dalam
aset yang berpendapatan rendah (risiko yang memaksa investor menempatkan
pendapatan yang diperoleh dari bunga kredit atau surat-surat berharga ke investasi yang
berpendapatan rendah akibat turunnya tingkat bunga).5
E. Ragam Investasi Syariah
Adanya kepatuhan terhadap aturan syariah merupakan kelebihan investasi syariah. Hal
yang penting terutama dari muslim yang menginginkan kehalalan pada setiap aspek
kehidupannya.
1. Jangka waktu investasi
Investasi dapat dibedakan menurut jangka waktu pengambilan keuntungan atau
hasilnya. Berdasarkan jangka waktunya, maka investasi dapat dibedakan menjadi 3
yaitu:
a. Jangka pendek
Yaitu investasi yang rentang waktunya antara 6 bulan hingga 1 tahun.
b. Jangka menengah
Yaitu investasi yang rentang waktunya antara 1 sampai dengan 3 tahun.
c. Jangka panjang
5
Boedi Abdullah, manajemen keuangan syariah, (CV Pustaka Setia : Bandung, 2017) hal. 290-294
10
Yaitu investasi yang retan waktunya lebih dari 3 tahun atau ada yang mengatakan
lebih dari 5 tahun.
2. Potensi risiko investasi
Investasi adalah kegiatan yang berhubungan dengan masa depan. Bicara masalah masa
depan sangat berkaitan dengan risiko yang akan terjadi. Dengan demikian, potensi
risiko yang terjadi dalam suatu investasi dapat diklasifikasi menjadi tiga macam, yaitu:
a. Investasi risiko rendah
Investasi yang memiliki exposure risiko rendah antara lain: investasi dalam bentuk
deposito, investasi dalam reksadana pendapatan tetap. 6
b. Investasi risiko sedang atau menengah
Investasi yang mempunyai exposure sedang atau menengah adalah investasi dalam
obligasi syariah, reksadana campuran dan pasar uang syariah.
c. Investasi risiko tinggi
Investasi yang mempunyai exposure risiko tinggi antara lain investasi dalam bentuk
saham dan reksadana saham.
3. Pola investasi syariah
Menurut pola investor dalam melakukan kegiatan investasi dapat diklasifikasikan
menjadi dua, yaitu:
a. Investasi langsung
Adalah investasi yang mana pemilik dana dan pengelola bisnis langsung melakukan
kesepakatan kerjasama investasi. Contohnya adalah investasi disektor rill dan
investasi dipasar modal.
b. Investasi tidak langsung
Adalah investasi yang mana pemilik modal dan pengelola bisnis tidak langsung
berhubungan dalam melakukan kesepakatan kerjasama investasi. Investasi tidak
langsung dijalankan dengan menggunakan perantara pihak ketiga. Contohnya
investasi di sektor perbankan.
4. Sektor investasi syariah
Pada umumnya investasi dibedakan menjadi dua yaitu investasi pada financial
asset dan investasi real aset. Investasi pada financial aset dilakukan dipasar uang,
misalnya berupa sertifikat deposito, commercial paper, surat berharga pasar uang, dan
lainnya.
6
[Link]
20syariah&language=84
11
Investasi juga dapat dilakukan dipasar modal, misalnya berupa saham, obligasi,
warrant, opsi dan yang lainnya. Sedangkan investasi pada real aset dapat dilakukan
dengan pembelian aset produktif, pendirian pabrik, pembukaan pertambangan,
perkebunan, dan yang lainnya.
5. Investasi dalam sektor riil syariah
Sektor rill adalah bentuk investasi yang bisa dikatakan sebagai jangka panjang.
Hal yang menjadi momok pada investasi ini adalah membutuhkan dana yang cukup
besar dan tentunya hanya bisa di jalani oleh sebagian orang berduit alias kaya. Investasi
sektor rill merupakan sebuah investasi sebuah investasi yang cenderung kita harus
melakukan pembangunan sebuah insfrastruktur tersebut bisa mendatangkan pendapatan
yang kontinu yang di masa depan. Dari berbagai faktor yang menghambat tersebut, ada
3 faktor utama yang menjadi kendala, yaitu:
a. Kebijakan di bidang industri yang masih lemah dan tidak terfokus, seperti: stabilitas
politik dan penegak hukum, peraturan ketenagakerjaan, bidang energi, kebijakan
lingkungan, pengawan barang beredar dan impor ilegal dan lain sebagainya yang
menyebabkan iklim usaha dalam negeri tidak kondusif.
b. Kebijakan fiskal yang tidak komperhensif, karena lebih difokuskan pada upaya
mencapai target penerimaan negara sesat, sedangkan jangka panjangnya tidak
terpikirkan.
c. Kebijakan moneter yang masih belum memihak yang masih belum memihak sektor
rill karena beberapa sektor dinilai berisiko tinggi.
6. Investasi dalam sektor keuangan syariah
a. Perbankan syariah
Produk-produk investasi yang dapat diambil di perbankan syariah diantaranya
adalah :
1) Tabungan bagi hasil (mudharabah)
2) Deposito bagi hasil (mudharabah)
3) Investasi khusus (mudharabah miqayyadah)
b. Perbankan modal syariah
Secara umum merupakan suatu tempat bertemunya para penjual dan pembeli untuk
melakukan transaksi dalam rangka memperoleh modal. Modal yang diperdagangkan
dalam pasar modal merupakan modal yang bila diukur dari waktunya merupakan
modal jangka panjang. Oleh karena itu bagi emiten sangat menguntungkan
12
mengingat masa pengembaliannya relatif panjang, baik yang bersifat kepemilikan
maupun yang bersifat untung.
13
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Di dalam melakukan muamalah dalam hal investasi maka Islam telah mengatur
bahwa ada beberapa hal-hal yang tidak diperbolehkan yakni tidak mencari rizki pada hal
yang haram, baik dari segi zatnya maupun cara mendapatkannya, serta tidak
menggunakannya untuk hal-hal yang haram, tidak mendzalimi dan tidak didzalimi,
keadilan pendistribusian kemakmuran, transaksi dilakukan atas dasar ridha sama ridha,
tidak ada unsur riba, maysir (perjudian/spekulasi), dan gharar (ketidakjelasan/samar-
samar). Sehingga tercipta suatu iklim investasi yang saling menguntungkan antra satu
dengan yang lainnya
B. Saran
Dari makalah ini penulis selalu berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat dan
berguna untuk pembaca. Saya menyadari sepenuhnya bahwa makalah ini jauh dari kata
sempurna.
14
Daftar pustaka
15