Lemon (Citrus limon L)
1. Klasifikasi Taksonomi
Kingdom : Plantae
Subkingdom : Spermatophyta
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Subkelas : Rosidae
Ordo : Sapindales
Famili : Rutaceae
Marga : Citrus
Jenis : Citrus limon (L) (Chaturvedi et al, 2016)
2. Nama Tanaman (Muaris,2013)
Nama latin : Citrus limon (L)
Nama Indonesia : Jeruk Lemon
Nama Daerah : Jeruk tangan, jeruk honje (Sunda), jeruk sitrun
(jawa) jeruk lemon, dan jeruk sikade
3. Penggunaan tradisional dan aktifitas farmakologi yang telah terbukti secara
praklinis
1. Lemon menghambat antibakteri Escherichia coli (Nisa’, 2018).
2. Lemon dan madu sebagai antibakteri pada Propionibacterium Acne
(Indriani, et all, 2015)
3. Lemon sebagai Analgetik (Wijaya, 2008)
4. Lemon, labu siam, kurma deglet nour, jahe merah dan daun mint sebagai
antihipertensi (Handini, 2018)
4. Kandungan kimia
Jeruk lemon memiliki kandungan vitamin C yang tinggi serta sebagai
sumber vitamin A, B1, B2, fosfor, kalsium, pektin, minyak astiri 70% limone,
felandren, kumarins bioflavonoid, geranil asetat, asam sitrat, linalil asetat,
kalsium, dan serat. Lemon mengandung flafonoid yaitu quersetin yang
berfungsi sebagai antioksidan penangkal radikal bebas. (Muaris,2013).
(DKBM Depkes,2005)
5. Metode uji Aktivitas Antioksidan dan Hasil (Krisnawan, et all. 2017)
Buah lemon yang digunakan dalam penelitian ini adalah lemon
impor yang diperoleh dari supermarket yang di impor dari Australia dan
lemon lokal yang diperoleh dari daerah Kota Jombang Jawa Timur. Bagian
yang digunakan adalah kulit yang diekstraksi menggunakan pelarut etanol
96% dan perasan daging buah. Ekstrak kulit buah diperoleh dengan cara
pemisahan kulit dari daging buah, pengeringan kulit buah dengan diangin-
anginkan, pengecilan ukuran, pengayakan, kemudian dilakukan ekstraksi
dengan cara metode maserasi.
Ekstrasi maserasi kinetik dilakukan selama 1 jam kemudian
didiamkan selama 24 jam. Dilakukan remaserasi sebanyak 2 kali. Hasil dari
ekstraksi dipekatkan dengan Rotary evaporator dan waterbath. Perasan
daging buah diperoleh dengan cara disaring menggunakan pemeras jeruk.
Pengujian Antioksidan
Pengujian kualitatif dilakukan menggunakan reaksi warna dengan
pembuatan beberapa konsentrasi larutan uji yang akan direaksikan dengan
larutan DPPH dalam etanol 96% yang berwarna ungu. Uji kuantitatif
metode DPPH dengan metode spektrofotometri visible menggunakan
parameter EC50 yaitu konsentrasi yang efektif untuk menghambat atau
meredam 50% jumlah radikal bebas. Metode spektrofotometri visible
terlebih dahulu dilakukan penentuan panjang gelombang maksimal DPPH
dan penentuan waktu reaksi. Dibuat beberapa konsentrasi larutan uji yang
akan direaksikan dengan larutan DPPH, kemudian dilakukan pengukuran
absorbansi dan perhitungan persen peredaman. Dari hasil uji diperoleh
persamaan regresi linier antara konsentrasi dengan persentase peredaman
terhadap DPPH, kemudian ditentukan nilai EC50.
Hasil pengujian kualitatif menunjukkan aktivitas antioksidan, hasil
peredaman radikal bebas DPPH yang ditandai dengan perubahan warna dari
ungu menjadi pudar sampai kekuningan. Empat sampel uji yaitu ekstrak
kulit buah dan perasan daging buah lemon lokal dan impor, menunjukkan
aktivitas antioksidan. Warna DPPH awal adalah ungu, ketika diberikan
larutan uji dan warna ungu memudar, maka reaksi peredaman radikal bebas
(DPPH) telah terjadi. Semakin muda warna ungu yang dihasilkan, semakin
besar daya peredamannya, sehinnga antioksidan yang dihasilkan oleh
larutan uji semakin tinggi (Jothy et al., 2011).
Pengujian secara kuantitatif didapatkan Nilai EC50 pada ekstrak
kulit buah lemon lokal sebesar 1002.57 bpj dan lemon impor 269.38 bpj,
sedangkan untuk perasan buah lemon lokal sebesar 19205.96 bpj dan lemon
impor 5388.58 bpj. Uji statistik menggunakan one-way ANOVA
menunjukan bahwa ada perbedaan yang signifikan dari nilai-nilai EC50
tersebut.
Semakin rendah nilai EC50, semakin
kuat daya antioksidannya (Blois,
1958). Ekstrak kulit buah dan
perasan daging buah Lemon impor
(C. limon) lemon lokal (C. lemon L.
Burm. F. var. Lisbon)
mempunyai daya
antioksidan yang dapat melawan radikal bebas dari DPPH, dengan lemon
impor memiliki potensi antioksidan lebih tinggi dari pada lemon lokal,
sedangkan ekstrak kulit buah memiliki potensi yang lebih tinggi dari pada
perasan buah lemon. Perlu peningkatan kualitas produk untuk
meningkatkan daya antioksidan buah lemon lokal supaya lebih baik dari
pada produk impor.
6. Daftar Pustaka
Blois, M.S. 1958. Antioxidant Determinations by the Use of Stable Free
Radical. Nature, Vol. 181: 1199 – 1200. Hajimahmoodi
Chaturvedi Dev et all. 2016. Basketeful Benefit Of Citrus Limon.
International Research Journal Of Pharmacy. India.
DKBM. 2005. Daftar Komposisi Bahan Makanan untuk Kalangan Sendiri.
Program Studi Gizi Fakultas Ilmu Kedokteran Universitas
Muhammadiyah Surakarta. Surakarta.
Handini, Selly. 2018. Infused Water Dengan Kombinasi Labu Siam, Lemon,
Kurma Deglet Nour, Jahe Merah Dan Daun Mint Sebagai Minuman
Alternatif Antihipertensi. Institut Pertanian Bogor. Bogor
Indriani, Yeni. 2015. Uji aktivitas antibanteri air perasan buah jeruk lemon
dan madu hutan terhadap Propionibacterium Acne. Unisba. Bandung
Jothy, S.L., Z. Zuraini, S. Sasidharan. 2011. Phytochemicals Screening,
DPPH Free Radical Scavenging and Xanthine Oxidase Inhibitory
Activities of Cassia fistula Seeds Extract. Journal of Medicinal Plants
Research, Vol. 5 (10): 1941 – 1947.
Krisnawan, et all. 2017. Potensi Antioksidan Ekstrak Kulit Dan Perasan
Daging Buah Lemon (Citrus Lemon) Lokal Dan Impor. Fak. Pertanian
UMY. Surabaya.
Muaris, Hindan J. 2013. Khasiat Lemon Untuk Kestabilan Kesehatan. PT.
Gramedia Pustaka Utama Anggota Ikapi. Jakarta.
Nisa’, Nayla Zahrotin, 2018. Daya Hambat Air Perasan Jeruk Lemon pada
pertumbuhan bakteri Escherichia coli. Stikes ICMe. Jombang
Wijaya, Yohanes Andi. 2008. Daya Analgesik sari Buah Jeruk lemon (citrus
limon(L)Burm, F) pada mencit putih betina. Universitas Sanata
Dharma. Yogyakarta
Padang, 6 Agustus 2019
Penulis
Anggi Mutia Annisa
29 05 023