0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
99 tayangan17 halaman

Macam dan Fungsi Termometer Laboratorium

Makalah ini membahas tentang macam-macam termometer, kegunaan, dan cara perawatannya. Ada beberapa jenis termometer yang dijelaskan seperti termometer zat cair, termometer hambatan listrik, termometer gas, dan termometer bimetal. Setiap jenis termometer memiliki kegunaan tersendiri sesuai dengan skala suhu dan akurasi yang dibutuhkan. Makalah ini juga menjelaskan sejarah penemuan termometer oleh Galileo Galilei pada abad ke-16

Diunggah oleh

RENHOAR COM
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
99 tayangan17 halaman

Macam dan Fungsi Termometer Laboratorium

Makalah ini membahas tentang macam-macam termometer, kegunaan, dan cara perawatannya. Ada beberapa jenis termometer yang dijelaskan seperti termometer zat cair, termometer hambatan listrik, termometer gas, dan termometer bimetal. Setiap jenis termometer memiliki kegunaan tersendiri sesuai dengan skala suhu dan akurasi yang dibutuhkan. Makalah ini juga menjelaskan sejarah penemuan termometer oleh Galileo Galilei pada abad ke-16

Diunggah oleh

RENHOAR COM
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

MAKALAH TEKNIK LABORATORIUM

MACAM-MACAM TERMOMETER,KEGUNAAN, dan CARA PERAWATANNYA

DI SUSUN OELH :

WAFIQ AZIZAH

NIM : 143278405191010

SEKOLAH TINGGI KEGURUAN dan ILMU PENDIDIKAN MUHAMMADIYAH


MANOKWARI (STKIP MM) 2020-2021
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat ALLAH SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayat-Nya
sehingga saya dapat menyelesaikan tugas makalah Teknik Laboratorium (Macam-Macam
Termometer,Kegunaan, Dan Cara Perawatannya)

Tujuan dari penulisan makalh ini adalah untu memenuhi tugas adri Dosen. Selain itu
bertujuan untuk menambah wawasan tentang Macam-Macam Termometer,Kegunaan, Dan Cara
Perawatannya bagi para pembaca dan para penulis.

Saya menyadari makalah yang saya tulis ini masih jauh dari kata sempurna. Oleh Karena
itu, kritik dan saran saya nantikan demi kesempurnaan makalah ini dan yang akan dating.

Akhir kata saya ucapkan terimah kasih.


Daftar Isi

Kata pengantar

BAB I : Pendahuluan

A. Latar Belakang

B. Rumusn Masalah

C. Tujuan

BAB II : Pembahasan

A. Pengertian Termometer
B. Sejarah Penemuan Termometer
C. Jenis-Jenis Termometer dan Fungsinya
D. Cara Perawatan dan Pemeliharaan Termometer

BAB III : Penutup

A. Penutup

B.
BAB : I

Pendahuluan

[Link] Belakang

Termometer adalah alat yang digunakan untuk mengukur suhu (temperatur), ataupun
perubahan suhu. Istilah Termometer berasal dari Bahasa latin thermo yang berarti panas dan
meter yang berarti untuk mengukur.

[Link] Masalah

1) Apa yang di maksud dengan termometer


2) Bagaimana sejarah penemuan termometer
3) Sebutkan fungsi-fungsi dari setiap termometer
4) Sebutkan macam-macam thermometer
5) Mengetahui cara kerja thermometer

[Link] Penulisan

1) Mengetahui Definisi Dari Fungsi Dari Termometer


2) Mengetahui Masing-Masing Fungsi Termometer
3) Mengetahui Macam-Macam Termometer
4) Mengetahui Cara Kerja Dari Termometer
BAB II

Pembahasan

A. Pengertian Termometer

Termometer adalah alat yang dapat digunakan dalam mengukur suhu atau temperatur pada
perubahan suhu. Istilah pada termometer berasal dari bahasa Latin yang berarti thermo, artinya
panas dan meter untuk mengukur.

B. Sejarah Penemuan Termometer

Galileo Galilei (lahir di Pisa, Toscana, 15 Februari 1564 – meninggal di Arcetri, Toscana, 8
Januari 1642 pada umur 77 tahun) adalah seorang astronom, filsuf, dan fisikawan Italia yang
memiliki peran besar dalam revolusi ilmiah. Ia juga seorang penemu alat yang sangat berguna
saat ini yaitu alat pengukur suhu atau dikenal dengan “Termometer”.

Sebelum termometer ditemukan, ahli astronomi dan ahli ilmu alam melakukan berbagai usaha
untuk dapat menciptakan alat yang dapat mengukur suhu.

Pada tahun 1593, Galileo Galilei berusaha membuat pengukuran termometer dengan
menggunakan pemuaian udara. Alat yang diciptakan oleh Galileo ini kemudian disebut
termoskop. Walaupun masih tergolong sangat sederhana, namun secara kasar alat ini sudah dapat
mengukur temperatur. Penemuannya ini menjadi dasar pengembangan termometer selanjutnya.

Termometer adalah alat yang digunakan untuk mengukur suhu (temperatur), ataupun perubahan
suhu. Istilah termometer berasal dari bahasa Latin thermo yang berarti panas dan meter yang
berarti untuk mengukur. Prinsip kerja termometer ada bermacam-macam, yang paling umum
digunakan adalah termometer air raksa.
Saat ini termometer memiliki banyak macam, berikut macam-macam termometer menurut cara
kerjanya:

 Termometer raksa
 Termokopel
 Termometer inframerah
 Termometer Galileo
 Termistor
 Termometer bimetal mekanik
 Sensor suhu bandgap silikon
 merkuri termo
 Termometer alkohol
 Termometer badan
 termometer laboratorium

Selain menemukan termometer, Galileo Galilei juga berhasil mengembangkan teleskop dan juga
berhasil mengubah berbagai pendapat para ahli sebelumnya, contohnya pendapat Aristoteles
mengenai kecepatan benda jatuh.
C. Jenis dan Fungsi Termometer
1. Termometer Zat Cair

Termometer ini merupakan sebuah pipa kaca sempit yang tertutup berisi zat cair dan
memiliki sebuah skala. Cara kerja termometer ini pada pengaruh perubahan suhu dengan
perubahan volumenya. Coba anda perhatikan pada volume air yang telah dipanaskan. Pada saat
air dipanaskan, maka suhu air meningkat.

kemudian yang akan terjadi adalah volume air itu akan meningkat juga. Begitu juga
sebaliknya, ketika air didinginkan maka volume air akan menurun. Selain dengan air, dapat
terjadi dengan zat lain, yaitu raksa dan alkohol yang dapat digunakan untuk bahan termometer.

Contoh termometer ini yaitu berskala celcius, fahrenheit, reamur, kelvin, termometer
badan, termometer ruangan dan juga termometer maksimum-minimum.
2. Termometer Hambatan Listrik

Termometer Hambatan Listrik bisa disebut dengan nama lain yaitu termometer platina.
Cara kerja termometer ini yaitu ketika suhu naik, maka hambatan listrik platina akan naik.

Bahan penghantar listrik termometer ini terbuat dari platina sehingga tahan dari panas.
Apabila jika suatu suhu semakin besar, maka pada harga takaran juga semakin besar sehingga
membuat daya hantar listrik menjadi berkurang.

Keuntungan termometer ini yaitu dapat membuat jangkauan suhunya sangat lebar, sekitar –
250°C sampai 1500°C, sehingga termometer platina ini sangat banyak digunakan oleh industri-
industri. Tetapi kekurangannya adalah suhu tidak dapat langsung terbaca, pembacaannya sangat
lambat sehingga tidak sesuai dalam mengukur suhu yang berubah.
3. Termokopel

Termometer ini terbuat dari dua kawat yang bahannya dari logam, jenisnya ini berbeda
dan dihubungkan pada sebuah amperemeter. Cara kerjanya yaitu ketika suhu berbeda maka akan
mengeluarkan arus listrik yang berbeda juga.

Keuntungan pad termokopel yaitu pada jangkauan suhu luas dari –100°C sampai 1500°C,
selain memiliki jangkauan yang luas, termometer termokopel ini bisa juga mengukur suatu suhu
dengan cepat dan bisa dihubungkan pada rangkaian lain seperti komputer.
4. Termometer Gas

Termometer gas seperti bola kaca dan berisi sebuah gas yang disambungkan pada
manometer. Cara kerjanya yaitu ketika bola gas terkena panas maka gas yang berada di dalam
tabung kaca akan terurai dan menekan zat cair yang terdapat pada mano-meter.

Kenaikan zat cair itu dipakai dalam mengetahui suhu yang ada di sekitar bola kaca.

Termometer gas berfungsi berdasarkan pada sifat pemuaian gas. Contoh gas yang dapat
dipakai yaitu gas hidrogen dan helium yang memiliki tekanan yang rendah, jika gas itu terkena
panas maka volume gas akan bertambah.

keuntungan pada termometer gas yaitu lebih teliti dibanding termometer cairan. Termometer
gas bisa digunakan dalam mengukur suatu suhu yang sangat tinggi dan mengukur suhu yang
sangat rendah, yang lebar jangkauannya yaitu sekitar –250°C sampai 1500°C.
5. Termometer Klinis

Termometer klinis atau nama lain termometer badan. Termometer ini sering sekali
dipakai oleh para dokter dan perawat pada rumah sakit untuk mengukur suhu badan manusia atau
demam.

Cairan yang dipakai dalam mengisi termometer klinis yaitu air raksa. Skala pada
termometer ini sekitar 35°C sampai 42°C. Cara menggunakannya, termometer ini diletakkan
pada ketiak atau mulut sekitar 2 menit.
6. Termometer Dinding

Termometer dinding atau nama lain termometer ruangan. Pada umumnya, termometer
dinding ini diletakan tegak pada dinding sebuah ruangan dan pemakaiannya untuk mengukur
suhu pada ruang.

Angka-angka yang berada pada skala termometer dinding yaitu mencakup suhu di atas
dan di bawah pada ruangan dalam bentuk derajat Celcius atau Fahrenheit. jangkauannya sekitar
-30°C sampai 50°C.
7. Termometer Maksimum dan Minimum

Termometer satu ini sering dipakai pada pengamat cuaca dalam mengetahui suhu
tertinggi dan suhu terendah di jangka waktu tertentu. Termometer maksimum dan minimum
terdiri dari pipa U yang masing-masing bagian terisi alkohol dan air raksa.

Termometer maksimum-minimum mempunyai 2 skala yakni skala minimum di kolom


bagian kiri dan skala maksimum di kolom bagian kanan sehingga suhu akan terbaca sesuai pada
ketinggian kolom raksa.

Termometer ini bisa juga dipakai dalam mengukur suhu pada sebuah rumah kaca,
maksudnya rumah yang dipakai pada tanaman sebagai bahan penelitian. Suhu minimum terjadi
di malam hari dan suhu maksimum terjadi di siang hari.
8. Termometer Optik (Pyrometer)

Termometer optik adalah termometer yang fungsinya berdasarkan spektrum cahaya


seperti perubahan warna logam yang diakibatkan pada perubahan suhu.

Termometer optik atau juga pirometer sering digunakan dalam mengukur suhu yang
sangat tinggi sekiar 1000°C keatas. Cara kerja termometer optik ini mengukur suhu tetapi tidak
menyentuh benda secara langsung.

Contohnya mengukur suhu bintang atau mengukur pada suhu tungku pengecoran logam.
Pada spektrum berwarna biru artinya lebih panas daripada spektrum yang berwarna merah.
9. Termometer Bimetal

Termometer bimetal yaitu termometer yang dapat memanfaatkan perbedaan pemuaian


pada dua jenis logam. Termometer ini seperti dua buah keping logam yang fungsi pemuaiannya
berbeda, sehingga jika terkena perubahan suhu maka termometer bimetal akan terjadi
pelengkungan menuju arah tertentu.

Pada suhu yang meningkat, maka keping termometer bimetal akan melengkung pada arah
logam yang mempunyai koefisien muai lebih rendah.

Tetapi jika suhu menurun, maka keping termometer bimetal akan melengkung pada arah
logam yang mendapati koefisien muai lebih tinggi. Termometer bimetal ini dipakai dalam
mengukur suhu oven kompor, termostat, pemanggang, atau circuit breakers.

10. Termometer Termistor


termometer satu ini memakai termistor untuk sensornya. Termistor merupakan suatu alat
atau komponen sensor elektronika yang digunakan dalam mengukur suhu.

Jika perubahan suhu naik, maka hambatan pada termistor akan turun. Hambatan listrik
diukur pada rangkaian skala didalam derajat suhu. Kelebihannya bisa dihubungkan pada
komputer. Kekurangannya yaitu jangkauan suhunya sangat terbatas sekitar -25°C sampai 180°C.

Cara perawatan thermometer

Termometer dikenal sebagai alat untuk mengukur suhu tubuh terlebih ketika seseorang
angah mengalami lemah tubuh semisal demam serta flu. Umumnya termometer dipergunakan
dengan cara menempelkan langsung ke bagian tubuh tertentu semisal termometer oral,
termometer telinga serta termometer dubur. Karena penggunaannya yang amat personal inilah,
bahwa termometer memerlukan langkah perawatan secara khusus supaya kondisinya tetap steril
serta tak menyimpan kuman sewaktu digunakan kembali.

Termometer juga diciptakan dengan menggunakan bahan baku yang berbeda-beda,


seperti plastik dan kaca, oleh karena itu juga benda ini tidak bisa diperlakukan sembarangan.
Meskipun merupakan alat bantu kesehatan yang memiliki fungsi sebagai pengukur suhu, tapi
tidak berarti bahwa termometer pasti bisa bertahan di suhu tinggi untuk membunuh kuman yang
menempel.

Merawat termometer sama sensitifnya seperti merawat bayi sebab sewaktu dibersihkan
memakai air panas, akan terjadi ketidakstabilan suhu pada termometer yang kemudian membuat
termometer kehilangan fungsinya. Ketika hendak melakukan perawatan pada termometer,
sebaiknya Anda mengetahui bagian mana yang disebut pengukur suhu (ujung) serta bagian yang
disebut pegangan. Termometer dapat dibersihkan dengan cara mencelupkannya pada air hangat.
Namun ingat, yang dicelupkan ialah pegangan termometernya saja.

Apabila proses pencelupan sudah selesai, setelah itu cucilah termometer dengan
menggunakan air bersabun serta bersihkanlah dengan telapak tangan. Apabila termometer yang
Anda miliki termasuk ke dalam termometer digital, maka berhati-hatilah untuk tak merusak
bagian elektroniknya. Kemudian usapkanlah cairan antibakteri semisal alkohol ataupun jenis
larutan yang lainnya. Usapkanlah secara perlahan supaya kuman yang menempel pada
termometer benar-benar mati dan tak menempel kembali. Larutan yang menempel mesti dicuci
ulang dengan menggunakan air hangat, sehingga takkan ada bahan-bahan kimia alkohol yang
mungkin saja bisa masuk ke tubuh pemakai termometer yang selanjutnya. Langkah pembilasan
sebaiknya dilakukan dua kali.

Apabila termometer sudah dibersihkan seluruhnya, maka pakailah plastik baru guna
menyimpan termometer serta tempatkanlah termometer di kotak yang bersih dan kering.
Termometer yang bersih pun sebelum dipergunakan mesti dicuci kembali sebab proses
penyimpanan pun bisa memungkinkan debu untuk menempel.

Cara membersihkah seperti di atas hanyalah untuk membersihkan termometer standar


saja. Bagaimana, merawat termometer tidak sulit bukan ? Termometer yang kerap dipergunakan
untuk mengukur suhu tubuh tak dapat diabaikan perawatannya. Semakin steril termometer, maka
akan semakin berkurang pula kemungkinan kuman akan menular.

Anda mungkin juga menyukai