PRAKTIMUM
PERENCANAAN DAN PENGENDALIAN
PRODUKSI
MODUL 2
PERENCANAAN PRODUKSI
AGGREGAT
MODUL 2
PERENCANAAN PRODUKSI AGGREGAT
2.1 Tujuan
1. Mampu melakukan perencanaan agregat.
2. Mampu melakukan proses disagregasi.
3. Mampu membuat jadwal induk produksi.
4. Mampu melakukan analisis mengenai besarnya ongkos perencanaan yang akan
terjadi di perusahaan.
2.2 Alat dan Bahan
1. Alat Tulis
2. Kalkulator
3. Buku Hard Cover Folio F4
2.3 Materi Pendukung
2.3.1 Perencanaan Agregat
Penjadwalan agregat (juga dikenal dengan sebutan perencanaan agregat)
menyangkut penentuan jumlah dan kapan produksi akan dilangsungkan dalam waktu dekat,
sering kali 3 sampai 18 bulan kedepan. Manager operasi berupaya untuk menentukancara
terbaik untuk memenuhi ramalan permintan dengan menyesuaikan tingkat produksi, tingkat
kebutuhan tenaga kerja, tingkat persediaan, waktu lembur, tingkat nilai subkontrak dan
semua variable lain yang dapat dikendalikan. Tujuan proses produksi biasanya adalah
meminimasi biaya sepanjang periode perencanaan. Meskipun begitu isu-isu strategis lainnya
mungkin lebih penting daripada biaya yang rendah. Strategi-strategi ini mungkin tercakup
usaha memuluskan tingkat kebutuhan tenaga kerja menurunkan tingkat persediaan atau
mencapai tingkat pemenuhan kebutuhan konsumen yang tertinggi tanpa memandang berapa
biaya yang dikeluarkan.
Perencanaan produksi menggunakan satuan produk pengganti (surrogate product)
sehingga berbagai produk yang dibuat oleh perusahaan dapat diwakili oleh hanya satu jenis
produk.
Tujuan perencanaan agregat adalah menggunakan secara produktif sumber daya
produksi (tenaga kerja dan sarana produksi) yang dimiliki perusahaan.
A. Metode Perencanaan Agregat
1. Optimasi :
Transportasi
Programa linier
Aturan HMMS (linier decision rule)
Search decision rule
2. Heuristik :
Metode grafis
Metode koefisien manajemen
Metode parametrik
Dari hasil perencanaan agregat selanjutnya dilakukan disagregasi, sehingga didapatkan
jadwal induk produksi yang merupakan masukan pokok untuk Material Requirement
Planning (MRP).
2.3.2 Proses Perencanaan
Peramalan perrmintaan dapat mengedepankan masalah-masalah jangka pendek,
menengah dan panjang. Peramalan jangka panjang membantu para manager dalam
mengatasi isu-isu kapasitas dan strategis dan merupakan tanggung jawab dari manajemen
puncak. Manajemen puncak merumuskan pertanyaan-pertanyaan yang terkait dengan
kebijakan, seperti lokasi fasilitas dan expansi fasilitas, pengembangan produk baru,
pendanaan riset dan investasi sepanjang periode yang bertahun-tahun.
Perencanaan jangka menengah dimulai saat keputusan mengenai kapasitas jangka
panjang yang dibuat. Keputusan penjadwalan mencakup perumusan rencana-rencana
bulanan dan kuartalan yang mengedepankan masalah mencocokan produkvitas dengan
permintaan yang berfluktuasi. Semua rencana ini perlu konsisten dengan strategi dan kerja
jangka panjang manajemen puncak dalam lingkup sumber daya- sumber daya yang
dialokasikan menurut keputusan-keputusan strategis yang telah ditetapkan lebih awal. Inti
dari rencana jangka menengah adalah rencana produksi agregat.
Perencanaan jangka pendek meluas sampai waktu satu tahun tetapi biasanya kurang dari
tiga bulan. Taktik-taktik dalam menangani rencana jangka pendek yang meliputi kegiatan
urutan produksi, pelaksanaan produksi dan penyesuaian kegiatan produksi.
2.3.3 Karakteristik Penjadwalan Agregat
Sebagaimana yang diisyaratkan dengan istilah agregat, rencana agregat berarti
menggabungkan sumber daya , sumber daya yang sesuai ke dalam isilah-istilah yang lebih
umum dan menyeluruh. Dengan adanya ramalan permintaan, serta kapasitas fasilitas, tingkat
persediaan, jumlah tenaga kerja, dan input produksi yang berkaitan, perencanaan harus
memilih tingkat output untuk fasilitas sepanjang yang berkaitan 3 sampai 18 bulan
mendatang. Perencanaan agregat merupakan bagian dari sistem perencanaan produksi yang
lebih besar, sehingga pemahaman mengenai keterkaitan antar rencana dan beberapa faktor
eksternal dan internal merupakan sesuatu yang berguna.
2.3.4 Strategi-Strategi Penjadwalan Agregat
Strategi ini mencakup manipulasi tingkat persediaan, produksi, tingkat tenaga kerja,
kapasitas dan variabel-variabel lain yang dapat dikendalikan. Lima pilihan yang pertama
disebut pilihan kapasitas karena pilihan ini tidak mencoba untuk mengubah permintaan,
tetapi berupaya untuk menyerap fluktuasi permintaan. Tiga pilihan yang terakhir merupakan
pilihan permintaan agar dapat memuluskan perubahan-perubahannya sepanjang periode
parencanaannya.
Pilihan Kapasitas
Pilihan kapasitas mendasar dapat dipilih sebagai berikut:
1. Tingkat persediaan yang berubah-ubah.
Manajer dapat menambah persediaan sepanjang suatu periode dimana tingkat
permintaan rendah, untuk memenuhi tingkat permintaan yang tinggi, pada periode-
periode dimasa yang akan datang.
2. Mengubah jumlah tenaga kerja dengan cara memperkerjakan pekerja atau
memberhentikan pekerja.
Satu cara untuk memenuhi permintaan adalah memperkerjakan atau memberhentikan
para pekerja produksi untuk menyesuaikan dengan tingkat produksi.
3. Mengubah tingkat produksi melalui waktu lembur atau waktu kosong.
Kadangkala mungkin bagi kita untuk mempertahankan jumlah tenaga kerja yang kostan,
tetapi jam kerjanya yang diubah. Meskipun demikian, ketika permintaan konsumen
dalam kondisi meningkat, waktu lembur yang realistis tentu ada batasannya.
4. Subkontrak
Kapasitas sementara dapat diperoleh dengan melakukan subkontrak terhadap beberapa
pekerjaan selama periode dimana permintaan konsumen berada ditingkat puncak.
Meskipun demikian tindakan melakukan subkontrak dpat merugikan. Pertama,
subkontrak memakan biaya; kedua, subkontrak membuka kemungkinan bahwa klien
akan lari ke pesaing; ketiga, sering kali sulit untuk menemukan pemasok subkontrak
yang sangan tepat yaitu pemasok yang selalu memasok produk yang bermutu baik tepat
pada waktunya.
5. Memperkerjakan tenaga-tenaga separuh waktu
Khususnya disektor jasa, pekerja paruh waktu dapat mengisi kebutuhan akan pekerjaan-
pekerjaan tak terlatih.
Pilihan Permintaan
1. Mempengaruhi permintaan
2. Pesanan cadangan dalam memenuhi permintaan pada periode permintaan tinggi
3. Product mix antarmusim.
2.3.5 Proses Disagregasi
Output dari proses perencanaan agregat biasanya berupa jadwal produksi untuk
pengelompokan produk berdasarkan “family”. Sebagai contoh untuk produsen baja output
memberikan informasi mengenai berapa ton baja yang harus diproduksi, tetapi tidak
membeda-bedakan lempeng baja dari lembar baja. Meskipun demikian perusahaan tetap
memerlukan sebuah rencana dalam menangani produk tertentu: berapa jumlah masing-
masing produk yang harus diproduksi, dan pada tanggal berapa harus selesai? Proses
pemisahan rencana agregat menjadi rencana yang lebih rinci disebut disagregasi.
Disagregasi menghasilkan Jadwal Induk Produksi (JIP).
Jadwal Induk Produksi (JIP) merupakan rencana produksi yang sudah di-breakdown
dalam bentuk end item berdasarkan perencanaan produksi agregat. Dengan kata lain proses
disagregasi merupakan proses perencanaan yang dibuat untuk seluruh produk yang
menggunakan unsur yang sama dan dirinci ke dalam masing-masing produk yang berbeda.
Hasil yang diperoleh dari proses disagregasi yaitu :
Demand tiap end item
On Hand tiap end item
Master Production Schedule
Metode yang digunakan dalam proses disagregasi yaitu :
a. Metode Heuristik
b. Metode Analitik
Linier Proggamming Method
Integer Proggamming Method
Familiy Set Up Method
Familiy Set Up ini dikembangkan oleh Hax & Meal, kemudian dikembangkan oleh Hax &
Britain.
Tahap-tahap proses disagregasi (Hax&Meal)
1. Menetukan famili yang akan diproduksi.
2. Menentukan jumlah item dan famili yang akan diproduksi.
a. Menentukan ukuran kuantitas manufakturing yang ekonomis untuk setiap item
(EDM).
b. Hitung kuantitas produk agregat setiap item
𝐐𝐢𝐣 (agg) = 𝐐𝐢𝐣 ∗ 𝐊 𝐢𝐣 ; 𝐊 𝐢𝐣 𝐅𝐚𝐤𝐭𝐨𝐫 𝐤𝐨𝐧𝐯𝐞𝐫𝐬𝐢
c. Jika ∑ ∑𝐐𝐢𝐣 > Pt maka harus dilakukan penyesuaian.
d. Hitung kuantitas produk setiap item.
𝐐𝐢𝐣 = f 𝐐𝐢𝐣 ∗
e. Hitung kembali kuantitas produk agregat
𝐐𝐢𝐣 (agg)* = 𝐐𝐢𝐣 𝐊 𝐢𝐣
Terminologi Metode Disagregasi Hax & Meal (Bedwort,1984)
𝐃𝐢𝐣 t : Demand item j famili i pada periode t
𝐒𝐬𝐢𝐣 : Safety stock item j famili i
𝐈𝐢𝐣 𝑡 : Persediaan item j famili i pada periode t
Ni : Frekuensi run out item untuk famili i dalam 1 horison
perencanaan
𝐐𝐢𝐣 : Jumlah item j famili yang diproduksi dalam 1 kali run out
𝐓𝐢𝐣 : Permintaan item j famili i dalam 1 kali run out
𝐂𝐢𝐣 : Ongkos per unit item famili i
𝐒𝐢 : Ongkos set up famili
𝐡𝐢𝐣 : Ongkos simpan item j famili i per unit per tahun
r : Suku bunga per tahun
𝐊 𝐢𝐣 : Faktor konversi item j famili i terhadap produk agregat
𝐪𝐢𝐣 : Expected quality item j famili i
2.4 Prosedur Praktikum Modul 2
1. Menyediakan data yang dibutuhkan
2. Menentukan surrogate produk
3. Menentukan faktor konversi
4. Melaksanakan perencanaan produksi agregat dengan metode grafis yaitu dengan
strategi Tenaga Kerja Tetap – Produksi Konstan, perubahan tenaga kerja,
penggunaan persediaan, penggunaan subkontrak, dan mixed strategi.
5. Membandingkan ongkos yang diperoleh dari metode perencanaan agregat diatas.
6. Melakukan proses disagregasi sampai mendapatkan Jadwal Induk Produksi (JIP).
7. Data disagregasi untuk tiap produk,dijadikan bahan masukan untuk perhitungan
kebutuhan material.
2.5 Langkah Pengerjaan
1. Pengumpulan Data
Tebel Data peramalan 12 bulan ke depan
Ft
Periode
Kursi Meja Lemari
13
14
15
:
:
24
Dengan diperolehnya data peramalan permintaan 12 bulan kedepan , maka PT.X perlu
menentukan kebijakan mengenai ongkos tenaga kerja dan kapasitas produksi. Dimana dalam
menetukan keduanya diperlukan data-data yang berasal dari revisi yang bersangkutan yaitu
sebagai berikut :
1) Data dari bagian Produksi
a) Jam kerja reguler (reguler time)
b) Biaya over time
c) Kapasitas over time
d) Jumlah tenaga kerja yang ada saat ini adalah 40 orang
e) Gaji tenaga kerja langsuing adalah Rp.10.000 / jam
f) Biaya persiapan pekerjaan adalah RP. 5.000 / jam
g) Perusahaan memungkinkan ntuk tidak melakukan kegiatan produksinya selama
beberapa hari.
2) Data bagian gudang
- Gudang yang dimiliki PT.X mampu menampung persediaan bahan baku dengan
kapasitas yang cukup tinggi. Nahan baku yang tersedia saat ini di gudang PT.X
adalah sebanyak 50 untuk kursi, 60 untuk meja dan 55 untuk lemari.
- Biaya bahan baku untuk produk 1, 2 dan 3 adalah sebagai berikut :
- Biaya bahan baku : cek praktikum APK 1 dan prak. APK 2
- Biaya perawatan (ongkos simpan) untuk masing-masing produk dibebani sebesar
RP. 5.000.
3) Data biaya-biaya lain yang dikeluarkan PT.X adalah :
1. biaya yang dikeluarkan setiap bulannya :
biaya listrik : Rp.2.500.000
biaya telepon : Rp.3.000.000
administrasi : Rp. 1.000.000
biaya TK tak langsung : Rp. 6.000.000
biaya lain-lain : Rp 800.000
2. Biaya perekrutan :
Pemasangan iklan : Rp. 120.000
Wawancara : Rp. 240.000
Biaya Pelatihan : Rp. 625.000
Biaya pemecatan tenaga kerja adalah 3 x gaji pokok
4) Biaya Subkontrak :
PT.X hanya mempunyai satu perusahaan kontraktor yang memiliki kapasitas produksi
tak terbatas. Ongkos subkontrak untuk produk 1 dan 2 adalah Rp.200.000 dan untuk
produk 3 adalah Rp.350.000
2. Pengolahan Data
Tabel Aggregat Planing
Kursi Meja Lemari
WB
Faktor
Konversi
[Link]
PEMBULATAN
Periode DEMAND JUMLAH
JUMLAH
13 C0
14
15
16
:
24
Keterangan :
1) Faktor Konversi (FK) = WB produk/WB terkecil
2) Demand = Ft * FK
3) Pembulatan dilakukan keatas
4) [Link] = sisa penjualan / FK
Data yang diperlukan :
Inventori awal : Total sisa penjualan
Jumlah TK :
[Link] :
[Link] : M
Waktu Baku : WB kursi
Ongkos Reguler :
Ongkos OverTime :
Ongkos Subkontrak :
Hiring Cost :
Firing Cost :
Jam kerja :
Contoh Pegerjaan :
WB 1.47 1.58 2.67
[Link] 1 1.075 1.82
Inv Awal 50 60 119
Periode Kursi Meja Lemari Jumlah Pembulatan
13 1082.70 1088.57 1872.76 4044.03 4045
14 1113.51 1093.76 1879.50 4086.77 4087
15 1144.32 1098.95 1886.23 4129.50 4130
16 1175.13 1104.14 1892.96 4172.23 4173
17 1205.94 1109.34 1899.70 4214.98 4215
18 1236.75 1114.53 1906.43 4257.71 4258
19 1267.56 1119.72 1913.17 4300.45 4301
20 1298.37 1124.91 1919.90 4343.18 4344
21 1329.18 1130.10 1926.63 4385.91 4386
22 1359.99 1135.30 1933.37 4428.66 4429
23 1390.80 1140.49 1940.10 4471.39 4472
24 1421.61 1145.68 1946.84 4514.13 4515
Jumlah 15025.86 13405.49 22917.59 51348.94 51355.00
1. [Link]
WB Produk 1.47
Produk 1 (Kursi) = WB Terkecil = 1.47 = 1
WB Produk 1.58
Produk 2 (Meja) = WB Terkecil = 1.47 = 1.0748 ≈1.075
WB Produk 2.67
Produk 3 (Lemari) = WB Terkecil = 1.47 = 1.816 ≈ 1.82
2. [Link]
Produk 1 (Kursi) = Sisa Kursi x [Link]
= 50 x 1 = 50
Produk 2 (Meja) = Sisa Meja x [Link]
= 55 x 1.075 = 60
Produk 3 (Lemari) = Sisa Lemari x [Link]
= 65 x 1.82 = 119
TABEL JAM KERJA REGULER
HARI KERJA
PERIODE Jumlah
Senin-kamis Jumat
Nov 17 a b C1
Des 17
Jan 18
:
Sep 18
TOTAL
Keterangan :
C = (a x jam kerja) + (b x jam kerja)
Lihat kalender tahun 2020 dan 2021
TABEL JAM KERJA OVERTIME
HARI KERJA
PERIODE Jumlah
Senin-kamis Jumat
Nov 17 a b C2
Des 17
Jan 18
:
Sep 18
TOTAL
Keterangan :
C = ((a x jam kerja) + (b x jam kerja)) x 25%
Alternatif 1 Tenaga Kerja Tetap-Konstan)
Jum RMH
Periode Jam Demand (jam
UPRT UPOT SK [Link]
(Unit) (Unit) (Unit) (Unit) (Unit)
Kerja orang)
Okt-17 A b c D e f g
Nop-17
:
Sep 18
jumlah
Keterangan :
a = C1
Demand (b) = C0 dari tabel aggregat planning
RMH (c) (jam per orang) = jumlah jam kerja * jumlah tenaga kerja
UPRT (d) = RMH / WB produk 1
UPOT (e) = 25 % * UPRT
Subkontak (f) = Demand – (UPRT + UPOT + [Link])
Inv. Akhir (g) = Inc. Awal - (UPRT + UPOT)
Contoh Pengerjaan Perhitungan:
Perhitungan :
RMH = Jumlah jam Kerja x Jumlah Tenaga kerja
RMH1 = 172 x 40 = 6880
UPRT = RMH : 1.47
UPRT1 = 6880 ; 1.47 = 4681
UPOT = 25% x UPRT
UPOT1 = 25% x 4681 = 1171
SK = Demand – (UPRT + UPOT + [Link])
SK1 = 4045 – (4681 + 1171 + 229)
= 4045 – 6081 = -2036
Inventory Akhir = (UPRT + UPOT)- Demand
Inventory Akhir1 = (4681 + 1171) – 4045 =1087
Alternatif 2 (Perubahan Tenaga Kerja)
Ongkos Ongkos Total
Periode Demand JTK JTK (+)/ (-) TK
(+) (-) Ongkos
Okt-17 a b c d1 e f g h
Nop-17 d2
:
Sep 18
TOTAL Rp
Keterangan :
Demand (a) = C0 dari tabel aggregat planning
JTK (jumlah Tenaga Kerja yang di butuhkan)(b) = (a * WB)/ Juml. Jam kerja (C1))
c = pembulatan ke atas b
d1 = TK yang tersedia
d2 = d1 + e atau d1 – e
e = TK ditambah atau dikurang
f = hiring cost * e
g = firing cost * e
h=f+g
Contoh Pegerjaan:
𝐝𝐞𝐦𝐚𝐧𝐝 𝐱 𝐖𝐁
JTK yang dibutuhkan =𝐣𝐮𝐦𝐥𝐚𝐡 𝐣𝐚𝐦 𝐤𝐞𝐫𝐣𝐚
4045 x 1.47
JTK 1 = = 34.5 ≈ 35
172
TK = JTK yang dibutuhkan - JTK
TK1 = 35 - 40 = -5
Ongkos Penambahan
Ongkos Tambahan = -6 x Rp.985.000 = Rp.5910.000
Ongkos Pengurangan
Ongkos Pengurangan = 5 x Rp.2955.000 = Rp.14.775.000
Alternatif 3 (Penggunaan Subkontrak)
Unit Ongkos
Periode Demand Produksi
Subkontrak Subkontrak
Okt-17 a b c d
Nop-17
:
Sep 18
TOTAL
Keterangan :
a = C1
b = UPRT
c= a–b
ongkos subkontrak (d) (Rp) = c * ongkos subkontrak
Cara Pengerjaan:
Unit Subkontrak = Demand – Produksi
November-17 = 4045 – 4681 = -636
Ongkos subkontrak = unit subkontrak x ongkos subkontrak
Desember-17 = 59 x Rp.350.000 = Rp.20,650,000
Alternatif 4 (Penggunaan Persediaan)
Akumulasi Akumulasi Penyesuaian Ongkos
Periode Demand Produksi Inventory
Demand Produksi Inventory Simpan
Okt-17
Nop-17
:
Sep 18
TOTAL
Keterangan :
Inventori = akumulasi produksi – akumulasi demand
Cara Pengerjaan:
Akumulasi Demand
AD1 = D1 = 4045
AD2 = AD1 + D2 = 4045 + 4087 = 8132
Akumulasi Produksi
AP1 = P1 = 4681
AP2 = AP1 + P2 = 4681+ 4028 = 8709
inventory = Akumulasi Produksi – Akumulasi Demand
inventory 1 = 4681 -4045 = 636
Penyesuaian Inventori
Penyesuaian Inventory1 = Inventory1 = 636
Penyesuaian Inventory2 = Penyesuaian Inventory1 + Inventory2
Ongkos Simpan = Inventory x Ongkos Simpan
November-17 = 636 x Rp.20.000 = Rp.12.720.000
Alternatif 5 (Mixed Strategy)
Keku- Ongkos Peruba Ongkos
Produksi Setelah Ongkos Total
Periode Demand Produksi Kekurangan rangan Persedia han Perubah
OT Normal OT Ongkos
OT an TK an TK
Sep-13 a b c D e f g h i j k
Okt-13
Nop-13
Des-13
Jan-14
Feb-14
TOTAL Rp
Keterangan :
c=a-b
e = kekurangan – d
f = setelah normal bernilai 0,
g = ongkos simpan * kekurangan OT
Contoh Perhitungan:
Kekurangan OT = Demaind – Produksi
November-17 = 4045 – 4681 = -636
Produksi OT = 25% x Produksi
November-17 = 25% x 4681 = 1171
Kebutuhan OT = Kekurangan OT – Produksi OT
November-17 = -636 – 1171 = -1807
Ongkos OT = Produksi OT x Ongkos OT
November-17 = 1171 x Rp.200.000 = Rp.234.200.000
Total ongkos = Ongkos OT + Ongkos perubahan TK
November-17 = Rp.234.200.000 + Rp.14.775.000 = Rp.248.975.000
KAPASITAS PRODUKSI
Tabel Kapasitas
Kapasitas
Periode
RT OT SK
Sep-13 a b c
Okt-13
Nop-13
Des-13
Jumlah K1 K2
Tabel Rincian Perhitungan Biaya Total
PERHITUNGAN BIAYA PERIODE DESEMBER – MEI 2007
Kegiatan Jumlah (unit) Ongkos (Rp) Total (Rp)
RT a c e
OT b d f
SK
Sisa
Total Cost
a = k1
b = k2
∑𝐑𝐌𝐇 𝐱 𝐎𝐧𝐠𝐤𝐨𝐬 𝐑𝐓
c= + Biaya Bahan Baku
∑𝐑𝐓
∑𝐑𝐌𝐇 𝐱 𝟐𝟓% 𝐱 𝐎𝐧𝐠𝐤𝐨𝐬 𝐎𝐓
d= + Biaya Bahan Baku
∑𝐎𝐓
e=a*c
f= bxd
Transportasi Land Untuk n orang Tenaga Kerja
Periode Kapasitas Kapasitas
Periode Tidak
1 2 3 4 5 6 Produksi
Terpakai
Ongkos Simpan
Inventory Awal
Reguler
X1
Time
1 Over
Time X2
Sub
Kontrak X3
Reguler
Time
Over
2
Time
Sub
Kontrak
Reguler
Time
Over
3
Time
Sub
Kontrak
Reguler
Time
Over
4
Time
Sub
Kontrak
Reguler
Time
Over
5
Time
Sub
Kontrak
Reguler
Time
Over
6
Time
Sub
Kontrak
Demand 3469 3541 3613 3685 3757 3829 0
Rekapitulasi Transportasi Land
Tabel Rekapitulasi 1
Kegiatan Jumlah Ongkos Total
RT
OT
SK
Kapasitas
tidak
terpakai
Total cost
DISAGREGASI
Tabel Disaggregasi
Periode 1 Pt = RT+OT
Inventor WB Demand Set
Ssi Ki Simpa qij qijt < Qij Qij(adj Inventory
Family Item y Awal (menit up Qij(adj) f Qij
j j n (hij) t Ssij * )* Akhir
Iij (t-1) ) 1 2 3 4 5 6 (Si)
Kursi
Meja
Ftr
Lemar
i
Menentukan jumlah item dan famili yang akan diproduksi.
a. Menentukan ukuran kuantitas manufakturing yang ekonomis untuk setiap item (EDM).
2Tij 2 Si
Qij =
hij Tij
b. Hitung kuantitas produksi agregat setiap item.
Qij(agg) = Qij*Kij ; Kij faktor konversi.
c. Jika Q ij > Pt maka harus dilakukan penyesuaian.
Pt
f=
Qij ( adj)
i j
d. Hitung kuantitas produksi setiap item.
Qij = f Qij*
e. Hitung kembali kuantitas produksi agregat.
Qij(agg)* = Qij Kij
Terminologi Metode Disagregasi Hax & Meal (Bedwort,1984)
Dijt : Demand item j famili i pada periode t
Ssij : Safety stock item j famili i
Iijt : Persediaan item j famili i pada periode t
Ni : Frekuensi run out item untuk famili i dalam 1 horison perencanaan
Qij : Jumlah item j famili yang diproduksi dalam 1 kali run out
Tij : Permintaan item j famili i dalam 1 kali run out
Cij : Ongkos per unit item famili i
Si : Ongkos set up famili
hij : Ongkos simpan item j famili i per unit per tahun
r : Suku bunga per tahun
Kij : Faktor konversi item j famili i terhadap produk agregat
qij : Expected quality item j famili
Contoh Pengerjaan:
Pt = Reguler Time + Over Time (Lihat Rekapitulasi Biaya Transportasi Land Per-
Periode )
Pt = 3816 + 59 = 3875
Tij = ∑ Demand
qijt = inventory awal – demand ke-1
qijt kursi = 50 – 1082.70 = -1032.70
qijt meja = 55 – 1012.62 = - 957.62
qijt lemari = 65 – 1028.99 = - 963.99
2Tij 2 Si
Qij * =
hijTij
∗ 2 x (15025.86)2 x 1000.500
𝑄𝑖𝑗 (kursi) = √
(15025.86 x 20000) + (12470.22 x 20000) + (12592.08 x 20000
= 𝟕𝟔. 𝟖𝟗𝟗𝟗𝟑
2 x (12470.22)2 x 1000.500
𝑸𝒊𝒋 ∗ (Meja) = √
(15025.86 x 20000) + (12470.22 x 20000) + (12592.08 x 20000 )
= 𝟔𝟑. 𝟖𝟐𝟎𝟓𝟕
2 x (12592.08)2 x 1000.500
𝑸𝒊𝒋 ∗ (Lemari) = √
(15025.86 x 20000) + (12470.22 x 20000) + (12592.08 x 20000 )
= 𝟔𝟒. 𝟒𝟒𝟒𝟐𝟑
Qij(adj) = Qij* x Kij
Qij(adj) Kursi = 76.89993 x 1 = 76.89993
Qij(adj) Meja = 63.82057 x 1.075 = 68.60712
Qij(adj) Lemari = 64.44423 x 1.82 = 117.2885
∑ Qij (adj) = 76.89993 + 68.60712 + 117.2885 = 262.8
Pt 𝟑𝟖𝟕𝟓
f= 𝒇 = 𝟐𝟔𝟐.𝟖 = 𝟏𝟒. 𝟕𝟒𝟓𝟑𝟎𝟑𝟏
Qij ( adj)
i j
Qij = f x Qij*
Qij kursi = 14.7453031 x 76.89993 = 1133.913
Qij meja = 14.7453031 x 63.82057 = 941.0537
Qij Lemari = 14.7453031 x 64.44423 = 950.2498
Qij(adj)* = Qij x Kij
Qij(adj)* = 1133.913 x 1 = 1133.913
Qij(adj)* = 1011.633 x 1.075 = 1011.633
Qij(adj)* = 950.2498 x 1.82 = 1729.455
∑Qij(adj) = 1133.913 + 1011.633 + 1729.455 = 3875.001 ≈ 3875
Inventory Akhir = qijt + Qij
Inventory Akhir (Kursi) = -1032.70 + 1133.913 = 101.21
Inventory Akhir (meja) = - 957.62+ 941.0537 = -16.57
Inventory Akhir (Lemari) = - 963.99+ 950.2498 = - 13.74
∑ Inventory Akhir = 101.21 + (-16.57) + ( - 13.74) = 70.90