0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5K tayangan9 halaman

Ringkasan Materi Kepemimpinan

Dokumen tersebut membahas tentang kepemimpinan, mulai dari definisi, pengertian, ciri-ciri pemimpin yang berhasil, karakteristik pemimpin, teori kepemimpinan, tugas dan peran kepemimpinan, hingga model proses pengaruh kepemimpinan.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5K tayangan9 halaman

Ringkasan Materi Kepemimpinan

Dokumen tersebut membahas tentang kepemimpinan, mulai dari definisi, pengertian, ciri-ciri pemimpin yang berhasil, karakteristik pemimpin, teori kepemimpinan, tugas dan peran kepemimpinan, hingga model proses pengaruh kepemimpinan.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Nama : Rahma Fauziah

NPM : 192207030

Ringkasan Materi Kepemimpinan

1. Definisi Kepemimpinan

Berdasarkan pendapat para ahli tersebut, dapat dikemukakan beberapa definisi pengertian
kepemimpinan (Leadership) yang mudah dipahami sebagai berikut:

a) Kepemimpinan adalah proses pengaruh social dalam; hubungan interpersonal, penetapan


keputusan, dan pencapain tujuan.

b) Kepemimpinan adalah proses mempengaruhi perilaku orang lain kea rah pencapaian tujuan.

2. Pengertian kepemimpinan

Kepemimpinan (Leadership) adalah salah satu faktor organisasi, atau sebagian salah satu fungsi
manajemen, oleh karena itu merupakan masalah yang sentral dan strategis. Organisasi adalah
suatu kelompok orang yang sedang bekerja kearah tujuan bersama di bawah kepemimpinan.

Kepemimpinan (Leadership) merupakan proses pengaruh social yaitu suatu kehidupan yang
mempengaruhi kehidupan lain, kekuatan yang mempengaruhi perilaku orang lain kearah
pencapaian tujuan tertentu.

3. Ciri Umum Pemimpin Yang Berhasil

1. Kelancaran berbicara

Perbendaharaan kata yang luas. Kemampuan berkomunikasi baik (= dalam bahasa anggotanya)

2. Kemampuan untuk memecahkan masalah

Masalah sama dengan persoalan anggota

3. Kesadaran akan kebutuhan anggota

Kebutuhan anggota sering dinyatakan atau tidak. Memberi suasana sehingga anggota percaya
pada pemimpin.

4. Keluwesan

Fleksibel-mudah menyesuaikan diri. Mampu memecahkan akibat perubahan dengan cara


kreatif.
5. Kesediaan menerima tanggung jawab

Mampu menyelesaiakan tugas dan menyerahkan hasil kepada anggota.

6. Ketrampilan sosial

Menghadapi orang lain/pendapatatnya.

7. Kesadaran akan diri dan lingkungannya.

Mengenal diri dengan baik; Asertif; Peka terhadap lingkungan.

4. Karakteristik Utama Pemimpin yaitu :

1. Jujur

Kejujuran Anda hal yang sangat penting dalam kepemimpinan. Seorang pemimpin yang baik
akan selalu jujur pada anggota tim atau kliennya atas setiap risiko atau keuntungan yang ada.
Anda harus mementingkan kepentingan tim dan klien Anda daripada diri Anda sendiri.
Berusaha untuk terbuka dalam setiap situasi dan kondisi justru akan mempererat relasi Anda.
Kejujuran adalah dasar utama untuk seorang pemimpin.

2. Cerdas

Pengetahuan adalah kekuatan Anda! Seorang pemimpin harus memiliki berpengetahuan luas.
Anda harus menjadi akses atas kepada setiap informasi yang berhubungan dengan bidang Anda
termasuk setiap peraturan dan kondisi perusahaan.

3. Inspiring

Seorang pemimpin juga harus menginspirasi. Menginspirasi tindak nyata kepada orang lain. Hal
ini akan berdampak positif dan memotivasi bawahan maupun orang lain. Mempengaruhi orang
lain memang hal yang sulit tetapi bukan hal yang mustahil.

4. Visioner

Merumuskan dan menjual visi serta mengelola organisasi secara profesional. Mendapatkan
respek dan kepercayaan dari anggota kelompok untuk merealisasikan visi yang ditetapkan.
Memiliki integritas, kompetensi, konsistensi, loyal dan terbuka.

5. Adil
Merupakan salah satu sifat dan sikap pemimpin yang sangat penting, selain jujur, bertanggung
jawab, kreatif, visioner, perduli, komunikatif, dan sebagainya.

6. Suportif 

Adalah gaya kepemimpinan yang bersahabat dengan bawahan, mudah didekati dan memiliki


perhatian terhadap bawahannya. Fenomena yang terjadi adalah pemimpin tidak senang
menjelaskan tugas kepada bawahan dan tidak mudah untuk didekati.

5. Tantangan Besar Kepemimpinan yaitu :

1. Visi organisasi yang lemah.

2. Perilaku kepemimpinan yang inkonsisten.

3. Kurang nya kader pemimpin.

4. Kompetensi manajemen yang usang.

5. Buruknya “keterkaitan”antara unit-unit kerja dengan tujuan organisasi.

6. Kurangnya kesatuan dan kerja sama.

7. Ketidakmampuan untuk mengelola konflik secara efektif.

6. Teori Kepemimpinan yaitu :

1. Teori Sifat:

Teori kepemimpinan yang satu ini mengacu pada sifat-sifat yang harus dimiliki oleh setiap
pemimpin untuk menjamin efektifitas kepemimpinannya. Sifat yang dimaksud meliputi
kepribadian yang lebih baik dari bawahan, intelegensi yang lebih tinggi dan kondisi fisik yang
lebih baik dari bawahan.

2. Teori Perilaku

Teori ini memfokuskan pada perilaku apa yang dimiliki oleh pemimpin, yang membedakan
dirinya dari non-pemimpin. Jika perilaku pemimpin dapat diidentifikasi, maka pemimpin yang
akan menjadi pemimpin dapat mempelajari perilaku tersebut supaya dia menjadi pemimpin
yang efektif. Dengan demikian teori perilaku kepemimpinan lebih sesuai dengan pandangan
bahwa pemimpin dapat dipelajari.

3. Teori Situasional
Situasi memainkan peranan penting dalam efektivitas kepemimpinan. Pendekatan situasional
(Contingency) dalam teori kepemimpinan mencakup beberapa faktor: (1) pekerjaan (2)
pengharapan dan perilaku teman sekerja (3) sifat atau karakterisistik, pengharapan, dan
perilaku karyawan (4) budaya dan kebijaksanaan organisasi.

4. Teori Jalan-Tujuan

Kepemimpinan telah dikembangkan untuk menjelaskan bagaimana perilaku seorang pemimpin


mempengaruhi kepuasan dan kinerja bawahannya.

5. Teori Kharismatik 

Gaya kepemimpinan yang menonjolkan karisma. ... Ini adalah salah satu gaya yang berpusat
pada pemimpin, selain kepemimpinan otoritatif dan transaksional. Maksudnya disini
adalah pemimpin lebih percaya pada visi dan kemampuannya sendiri daripada pada para
pengikut.

7. Pemimpin yang melayani yaitu :

Bagi pemimpin, melayani para bawahan atau staf adalah yang utama, dan bukan minta dilayani.
Pemimpin yang efektif menggerakkan orang lain dengan kekuatan hati, selain dengan
kecerdasan otaknya. Ia menggunakan kekuatan hati untuk melayani para bawahannya, karena
ia yakin hanya dengan melayani para bahawannya dengan baik ia akan dapat mengajak orang
lain bekerja sama dengannya untuk mencapai tujuan dan sasaran yang telah ditetapkannya.
Dengan memberikan pelayanan yang baik, pemimpin yang efektif yakin bahwa para bawahan
akan dapat bekerja dengan baik, lebih produktif, dan efektif. Menurut Polar, ciri-ciri pemimpin
yang melayani adalah bukan yang paling tinggi bayarannya dalam kelompok, tetapi
pengambilan risiko; bukan orang yang mempromosikan diri sendiri, tetapi yang
mempromosikan orang lain : dia adalah si palayan bagi orang lain; baginya, kepemimpinan
aalah pelayanan.

8. Karakteristik Servant Leadership yaitu :

1. Mendengarkan (Listening)

2. Empati (Empathy)

3. Penyembuhan (Healing)

4. Kesadaran (Awareness)

5. Persuasi (Persuasion)
6. Konseptualisasi (Conceptualization)

7. Kejelian (Foresight)

8. Keterbukaan (Stewardship)

9. Komitmen untuk Pertumbuhan (Commitment to the Growth of People)

10. Membangun Komunitas (Building Community)

9. Dimensi servant leadership adalah sebagai berikut:

1. Altruistic calling

2. Emotional healing

3. Wisdom

4. Persuasive mapping

5. Organizational stewardship

6. Humility

7. Vision

8. Service

10. Tugas dan peran kepemimpinan :

Dalam aspek kehidupan, kepemimpinan mempunyai peran yang sangat penting dan strategis.
Pemimpin menetapkan arah dengan mengembangkan suatu visi dan misi terhadap masa
depan, mengorganisir orang, dan mengelola pembaharuan atau reformasi dan perubahan.
Maju mundurnya, dinamis statisnya, serta mati hidupnya suatu lembaga, organisasi,
pemerintahan, ditentukan oleh kepemimpinan.

Dalam sebuah Lembaga pemimpin memiliki kekuasaan dan politik. Kekuasaan (power)
merupakan kekuatan untuk menggerakkan, memperdayakan, mengarahkan, mendapatkan,
memanfaatkan, dan menguasai sumber daya 6 M (Men, Money, Materials, Machines,
Methodes, Markets). Sedangkan politik adalah tindakan berdasarkan kekuasaan untuk
mencapai tujuan. Disamping itu pemimpin berfungsi antara lain sebagai promotor, motivator,
delegator, komunikator, mediator, dan integrator.

11. Prinsip-prinsip dasar kepemimpinan sebagai berikut:


1. Seorang yang belajar seumur hidup

2. Berorientasi pada pelayanan

3. Membawa energi yang positif. Contohnya sebagai berikut :

a. Percaya pada orang lain

b. Keseimbangan dalam kehidupan

c. Melihat kehidupan sebagai tantangan

d. Sinergi

e. Latihan mengembangkan diri sendiri

12. Sembilan jenis yang biasa digunakan dalam meningkatkan pengaruh pemimpin dalam
organisasi (Hughes et all, 2009), yaitu :

1. Persuasi rasional (Rational Persuation Tactics)

Mempengaruhi dengan menggunakan argumentasi logis dan bukti factual yang masuk akal,
sehingga anggota/pengikut melaksanakan apa yang diinginkan oleh pemimpin.

2. Permintaan inspirasional (Inspirational Appeals Tactics)

Mempengaruhi dengan menggunakan perminataan yang membangun dan mengingkatkan rasa


percaya diri bagi anggota/pengikut untuk melaksanakan apa yang diinginkan oleh pemimpin.

3. Konsultasi (Consultation Tactics)

Memengaruhi dengan mencari dan menggunakan partisipasi dari anggota/pengikut untuk


melaksanakan apa yag diinginkan oleh pemimpin.

4. Menjilat (Ingratiation Tactics)

Memengaruhi dengan menggunakan pujian, rayuan, perilaku ramah tamah, atau perilaku yang
menyenangkan anggota/pengikut untuk melaksanakan apa yang diinginkan oleh pemimpin.

5. Permintaan pribadi (Personal Appeals Tectics)

Memengaruhi dengna menggunakan perasaan anggota/pengikut mengenai kesetiaan terhadap


pemimpin perihal apa yang diinginkan oleh pemimpin.

6. Pertukaran (Exchange Tactics)


Memengaruhi dengan menggunakan pertukaran, dimana pemimpin membalas memberikan
suatu sumber daya tertentu, apabila anggota/pengikut melaksanakan apa yang diinginkan oleh
pemimpin.

7. Koalisi (Coalition Tactics)

Memengaruhi dengan menggunakan bantuan dan dukungan pihak lain, sehingga


anggota/pengikut melaksanakan apa yang diinginkan oleh pemimpin.

8. Mengesahkan (Legitimating Tactics)

Memengaruhi dengan menggunakan validitas bahwa apa yang diinginkan pemimpin adalah
sebagai otoritasnya dan konsisten dengan kebijakan atau norma organisasi, sehingga
anggota/pengikut melaksanakan apa yang dinginkan oleh pemimpin tersebut.

9. Menekan (Pressure Tactics)

Memengaruhi dengan menggunakan permintaan, ancaman, peringatan terus menerus,


sehingga anggota/pengikut melaksanakan apa yang diinginkan oleh pemimpin.

13. Model proses pengaruh memerluka kekuasaan antara lain :

1. Kekuasaan ( Power)

Kekuatan atau kapasitas untuk mempengaruhi perilaku orang lain kearah pencapaian tujuan.

2. Pengaruh ( Influence)

Tindakan keteladanan kepribadian yang mempengaruhi perilaku bawahan kearah pencapaian


tujuan.

3. Bawahan atau pengikut

Proses perubahan perilaku sikap (attitude) dari bawahan/ pengikut kearah yang baik

14. Hasil pengaruh. Keberhasilan usaha memengaruhi secara kualitatif dibedakan menjadi
tiga sebagai berikut:

1) Komitmen (Commitment)

Komitmen dimana anggota/pengikut (orang yang di pengaruhi) setuju dan melaksanakan apa
yang diinginkan oleh pemimpin (orang yang memengaruhi).
2) Kepatuhan (Compliance)

Kepatuhan dimana anggota/pengikut patuh dan bersedia untuk melaksanakan apa yang
diinginkan oleh pemimpin, namun bersikap apatis.

3) Perlawanan (Resistance)

Perlawanan dimana anggota/pengikut menentang dan menghindari untuk tidak melaksanakan


apa yang diinginkan oleh pemimpin.

15. Tipe Kepemimpinan sebagai berikut :

1) Tipe Otokratik

Beberapa literatur menuliskan bahwa pemimpin yang tergolong sebagai pemimpin yang
otokratik memiliki karakteristik yang di pandang negative. Pemimpin yang otokratik adalah
seseorang yang sangat egois. Egoisnya yang sangat besar akan mendorongnya
memutarbalikkan kenyataan yang sebenarnya sehingga dengan apa yang secara subjektif
diinterpretasikannya sebagai kenyataan. Sebagai contoh: seorang pemimpin yang otokratik
akan menerjemahkan disiplin kerja yang tinggi yang ditunjukkan oleh para bawahannya sebagai
perwujudan kesetiaan bawahan pada atasannya, padahal kedisiplinan bawahannya di dasarkan
pada ketakutan bukan kesetiaan. Egonya yang sangat besar menumbuhkan dan
mengembangkan persepsinya bahwa tujuan organisasi identik dengan tujuan pribadinya dan
oleh karena nya organisasi diperlakukannya sebagai alat untuk mencapai tujuan pribadi
tersebut.

2) Tipe Paternalistik

Tipe pemimpin ini memiliki sifat kebapakan, mereka menganggap bahwa bawahan tidak bisa
bersifat mandiri dan perlu dorongan dalam melakukan sesuatu. Pemimpin ini selalu melindungi
bawahannya. Pemimpin paternalistik memiliki sifat maha tahu yang besar sehingga jarang
memberikan kesempatan pada bawahan untuk mengambil keputusan. Tipe pemimpin yang
paternalistic banyak terdapat di lingkungan masyarakat yang masih bersifat tradisional,
umumnya di masyarakat agraris. Popularitas pemimpin yang paternalistic di lingkungan
masyarakat demikian disebabkan oleh faktor seperti kuatnya ikatan primordial, extended family
system, kehidupan masyarakat yang komunalistik, peranan adat istiadat yang sangat kuat
dalam kehidupan bermasyarakat, masih dimungkinakannya hubungan pribadi yang intim antara
masyarakat yang lainnya
3) Tipe Kharismatik

Pemimpin kharismatik memiliki karakteristik yang sangat khas yaitu daya tariknya yang sangat
memikat sehingga mampu memperoleh pengikut yang jumlahnya kadang-kadang sangat besar.
Dengan kata lain seorang pemimpin yang kharismatik adalah seseorang yang dikagumi oleh
banyak pengikut meskipun para pengikutnya tersebut tidak selalu dapat menjelaskan secara
konkret mengapa orang tertentu itu dikagumi. Pemimpin ini mampu menggerakkan orang lain
melalui kekuatan pribadinya. Ada yang selalu menarik pada dirinya. Karena tertarik pada
pribadinya, orang mudah mengikutinya, mendengarkan nasihatnya, dan mentaati perintahnya.

4) Tipe Laissez Faire

Pemimpin Laissez Faire berpandangan bahwa pada umumnya organisasi akan berjalan lancar
dengan sendirinya karena para anggota organisasi terdiri dari orang-orang yang sudah dewasa
yang mengetahui apa yang mejadi tujuan organisasi, sasaran-sasaran apa yang ingin dicapai,
tugas apa yang harus ditunaikan oleh masing-masing anggota dan seorang pemimpin tidak
perlu terlalu sering melakukan intervensi dalam kehidupan organisasi. Seorang pemimpin yang
Laissez Faire melihat peranannya sebagai ‘polisi lalu lintan’, dengan anggapan bahwa para
anggota organisasi sudah mengetahui dan cukup dewasa untuk taat kepada peraturan yang
berlaku, seorang pemimpin yang Laissez Faire cenderung memilih peran yang pasif dan
membiarkan organisasi berjalan menurut temponya sendiri tanpa banyak mencampuri
bagaimana organisasi harus dijalankan atau digerakkan.

5) Tipe demokratik

Tipe kepemimpinan ini menciptakan suasana yang demokratis. Pada tipe ini pemimpin
berusaha membawa mereka yang dipimpin menuju ke tujuan dan cita-cita dengan
memperlakukan mereka sebagai sejajar. Disini batas pemimpin dan bawahan menjadi kabur.
Disini orang diberi tempat yang sederajat.

Common questions

Didukung oleh AI

Tantangan utama pemimpin meliputi visi organisasi yang lemah, perilaku kepemimpinan yang inkonsisten, dan kurangnya kader pemimpin . Mengatasi tantangan ini memerlukan pendekatan strategis seperti memperkuat visi dan misi melalui komunikasi yang jelas, memastikan perilaku pemimpin konsisten dengan nilai-nilai organisasi, dan mengembangkan kader pemimpin melalui pelatihan dan mentorship . Tantangan lainnya seperti kompetensi manajemen yang usang dan kurangnya kesatuan dapat diatasi dengan pelatihan ulang dan peningkatan kerjasama antar unit .

Pendekatan Laissez Faire berbeda karena pemimpin memilih peran pasif, memberi kebebasan pada anggota untuk mengatur pekerjaan mereka sendiri tanpa banyak campur tangan . Kelebihannya adalah mendorong kemandirian dan tanggung jawab individu dalam tim, seringkali meningkatkan kreativitas dan inisiatif. Namun, kekurangannya adalah kurangnya arahan yang bisa memimpin ke ketidakjelasan, kurangnya pencapaian tujuan yang terkoordinasi, dan mungkin pemborosan sumber daya jika anggota tidak disiplin .

Integritas meningkatkan efektivitas karena menciptakan lingkungan yang mempercayai, di mana pengikut merasa aman untuk mengikuti arahan pemimpin . Seorang pemimpin dengan integritas memastikan keputusan dan tindakannya konsisten dengan nilai-nilai organisasi, sehingga mendapatkan respek dan kepercayaan dari anggota tim. Hal ini memfasilitasi kerjasama dan komitmen dari tim dalam mencapai tujuan yang ditetapkan dan mendorong pengikut untuk bekerja dengan dedikasi lebih tinggi .

Kepemimpinan otokratik sering kali berhubungan dengan motivasi negatif. Karena otoritarianisme dan pengambilan keputusan sepihak , bawahan mungkin merasa tertekan atau diabaikan, yang bisa memicu kepatuhan atas dasar takut bukan karena komitmen ikhlas terhadap visi organisasional. Meskipun kepatuhan bisa dipertahankan, motivasi intrinsik bawahan untuk memperbaiki atau berinovasi cenderung menurun, sehingga menghambat kinerja organisasi jangka panjang .

Teori Sifat menekankan pada karakteristik individual yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin, seperti kepribadian superior dan intelegensi yang tinggi, sebagai elemen kunci efektivitas kepemimpinan . Sementara itu, Teori Perilaku berfokus pada tindakan dan perilaku yang dapat dipelajari dan diadopsi oleh pemimpin untuk menjadi efektif . Perbedaan utama terletak pada pendekatannya terhadap efektivitas: Teori Sifat mengandaikan kepemimpinan sebagai bawaan, sedangkan Teori Perilaku menekankan kemampuan untuk belajar dan menyesuaikan diri. Keduanya berperan penting dalam efektivitas seorang pemimpin karena mengintegrasikan faktor bawaan dan dapat dipelajari.

Kepemimpinan visioner mempengaruhi kemampuan organisasi menghadapi perubahan dengan menyediakan panduan yang jelas dan fokus ke depan . Pemimpin visioner mengembangkan visi dan misi yang kuat, sehingga memberikan arah dan tujuan jangka panjang yang memotivasi pengikut untuk bersatu dalam menghadapi tantangan. Ini penting dalam lingkungan yang dinamis karena membantu organisasi untuk tetap adaptif dan proaktif, memungkinkan penyesuaian dan inovasi dalam menghadapi perubahan .

Kejujuran adalah dasar utama karena menciptakan kepercayaan antara pemimpin dan tim. Seorang pemimpin yang jujur terbuka mengenai risiko dan keuntungan, yang memperkuat hubungan dengan tim dan klien . Kejujuran meningkatkan kepercayaan, kesetiaan, dan komitmen, yang pada akhirnya berdampak positif pada kinerja tim karena anggota lebih cenderung bekerja dengan percaya diri dan terbuka .

Seorang pemimpin berfungsi sebagai mediator dengan memfasilitasi komunikasi dan menyelesaikan konflik antara anggota tim atau unit yang berbeda . Peran ini penting karena membantu mengelola dan meredakan ketegangan yang dapat mengganggu produktivitas dan kerjasama dalam organisasi. Sebagai mediator, pemimpin menyatukan pandangan yang beragam dan memfokuskan perhatian pada solusi yang konstruktif, yang mempertahankan kesatuan tim dan mendukung tujuan organisasi .

Kepemimpinan paternalistik mempengaruhi struktur kerja dengan memelihara ikatan kuat antara pemimpin dan bawahannya, yang sering menimbulkan ketergantungan . Dinamika kerja cenderung bersifat hierarkis, di mana keputusan dikendalikan oleh pemimpin dan partisipasi bawahan dalam pengambilan keputusan sangat terbatas. Walaupun ini dapat menghasilkan harmoni dan loyalitas dalam lingkungan tradisional, hal itu juga dapat menghambat pengembangan pribadi bawahan dan inovasi, karena struktur yang kaku tidak terbuka untuk masukan baru .

Kepemimpinan yang melayani menekankan pentingnya melayani bawahan dengan kekuatan hati, yang dipercayai dapat meningkatkan produktivitas dan efektivitas mereka . Pemimpin ini lebih berfokus pada kesejahteraan bawahan daripada otoritasnya sendiri, sehingga menciptakan lingkungan yang lebih mendukung dan kolaboratif. Ini membentuk hubungan yang didasari respek dan kepedulian, yang mengarah pada peningkatan kinerja dan komitmen bawahan .

Anda mungkin juga menyukai