Kecemasan Menopause Wanita 45-55 Tahun
Kecemasan Menopause Wanita 45-55 Tahun
Oleh:
CAMELINA MARPAUNG
NPM: 19.111.003
I. IDENTITAS DIRI
Pekerjaan : Petani
Pekerjaan : Petani
i
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur penulis ucapkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas berkat dan
2020”.
Kesehatan Deli Husada Deli Tua Fakultas Keperawatan Program Studi Ilmu
Saya menyadari penulisan proposal ini tidak dapat terselesaiakan tanpa doa dan
bantuan serta kerja sama dari berbagai pihak. Oleh sebab itu, pada kesempatan ini saya
1. Terulin [Link], [Link], SKM, selaku ketua yayasan Rumah Sakit Umum
Sembiring.
2. Drs. Johannes Sembiring, [Link], [Link], selaku Rektor Intitut Kesehatan Deli
4. Ns, Herri Novita Tarigan, [Link], selaku ketua Program Studi Ilmu
ii
5. Ns, Siti Marlina,[Link], [Link], selaku wali tingkat program studi keperawatan
6. Ns, Nurmala Sari, SST, [Link], selaku dosen pembing-bing yang telah banyak
Kesehatan Deli Husada Deli Tua yang telah memberikan semangat dan
Semoga proposal ini dapat bermanfaat bagi pendidikan dan dapat kita terapkan
Camelina Marpaung
iii
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL
iv
2.4.1 Jenis Data.................................................................................................
3.4.2 Cara Pengumpulan Data...........................................................................
3.4.3 Aspek Pengukuran Data ..........................................................................
3.5 Instumen Penelitia...............................................................................................
3.5.1 Data Demografi........................................................................................
3.5.2 Lembar Observasi Keikutsertaan Peserta.................................................
3.6 Prosedur Penelitian............................................................................................
3.7 Etika Penelitian.................................................................................................
3.7.1 Informed Consent......................................................................................
3.7.2 Anonimity (Tanpa Nama) ........................................................................
3.7.3 Confidentality (Kerahasiaan) ...................................................................
3.8 Pengolahan dan Analisa Data............................................................................
3.8.1 Pengolahan Data........................................................................................
3.8.2 Analisa Data..............................................................................................
DAFTAR PUSTAKA
v
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
dari ovarium. Keadaan ini dapat menyebabkan perubahan sistem pada tubuh wanita
usia 45-55 tahun masa ini sangat kompleks bagi perempuan karena berkaitan dengan
keadaan fisik dan kejiwaanya, berat ringan perempuan dalam menghadapi menopause
Bila seseorang perempuan tidak siap mental menghadapi periode klimaterik atau
positif akan berakibat tidak baik (Rudi,2018). Akibatnya perempuan itu akan menjadi
kurang percaya diri, merasa tidak diperhatikan, tidak dihargai, merasa stress dan
tersebut juga dapat mengalami marah secara tiba-tiba dan menangis jika merasa sakit
hati bila merasa dia tidak diperhatikan oleh anak dan suaminya tersebut. Wanita yang
akan memasuki masa menopause akan sangat rentan terhadap penyakit degeneratif
misalnya osteoporosis, kelainan kardiovaskuler, kanker dan darah tinggi. Jika kondisi
ini tidak dapat diatasi akan berkembang menjadi stress yang berdampak buruk pada
1
2
kehidupan sosial yang akan merangsang otak sehingga dapat menganggu kesimbangan
Proses menopause ini akan membutuhkan waktu 3-5 tahun sampai benar-benar
seorang wanita tersebut sudah berhenti haid selama 12 bulan. Setiap wanita akan
mengalami masa menopause, pada umumnya terjadi pada usia 45-55 tahun
(Mulyani,2017) Sejumlah gejala fisik dan psikologis dapat ditemukan oleh karena
perlu diperhatikan karena akan dapat menumbuhkan efek positif pada penataan kondisi
diantaranya yaitu pendidikan, sosial, ekonomi, dan pekerjaan. Perempuan yang banyak
tinggi dan perekonomian menengah keatas. Sindrome menopause banyak di alami oleh
disebabkan oleh jumlah folikel yang mengalami atresia meningkat ,sampai tidak
tersedianya lagi folikel, serta dalam 12 bulan terakhir mengalami amenorea, dan bukan
jumlah perempuan diseluruh dunia yang memasuki masa menopause mencapai 1,2
3
miliar orang. sekitar 70-80% perempuan Eropa, 60% di Amerika 57% di Malaysia,18%
di Cina dan 10% di Jepang dan setiap tahunnya populasi wanita menopause meningkat
sekitar tiga persen. Di Indonesia, pada tahun 2025 diperkirakan akan ada 60 juta
7,4% dari total populasi. Pada tahun 2020 jumlahnya diperkirakan meningkat 30,0 juta
atau 11,5 dari total penduduk (Ismawarti,2016). Menurut Badan Pusat Statistik pada
tahun 2013, jumlah penduduk wanita di jawa tengah 6.161.607 jiwa dengan jumlah
penduduk wanita pada kelompok umur 50-59 tahun dan diperkirakan telah memasuki
usia menopause sebanyak 916.446 jiwa, sedangkan tahun 2015 ada sebanyak 6.318.990
jiwa dengan jumlah penduduk wanita yang berusia 50-59 tahun ada 1.041.614 jiwa.
Jumlah penduduk wanita di kota Surakarta pada tahun 2014 ada sebanyak 1.039.681
jiwa dengan jumlah wanita yang berusia 50-59 tahun ada 138.813 jiwa. Pada tahun
2016 di Sumatera Utara jumlah wanita umur 45-49 ada sebanyak 402.414 jiwa dan usia
terdapat satu Polindes dengan jumah wanita yang berumur 45-55 tahun sebanyak 40
orang. Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan oleh peneliti. Peneliti melakukan
Pendataan pada 40 orang wanita menopause yang berada di Desa Sibandang [Link]
didapatkan hasil bahwa 28 dari 40 wanita menopause telah mengalami perubahan fisik
dan psikologis 5 orang diantaranya belum mengetahui apa itu menopause dan tanda
tidak pernah sebelumnya dirasakan yaitu panas diwajah, mudah lelah dan sulit tidur di
malam hari. 5 orang mengatakan bahwa mereka sangat cemas menghadapi menopause
Karena perubahan fisiologis yang akan dialami seperti kulit menjadi keriput, semkain
tua dan tidak percaya diri, 8 orang wanita mengatakan merasakan gejala fisik seperti
menstruasi sudah tidak teratur yaitu 4 bulan sekali, mudah lelah, emosi tidak terkontrol
dan tekanan darah naik, wanita berinisiatif memanfaatkan pelayanan kesehatan dengan
berkonsultasi dengan dokter. Berdasarkan latar belakang diatas maka peneliti tertarik
Berdasarkan latar belakang diatas, maka yang menjadi rumusan masalah dari
psikologis wanita usia 45-55 tahun dalam menghadapi menopause Desa Sibandang
psikologis wanita usia 45-55 tahun dalam menghadapi menopause di Desa Sibandang
1. untuk mengetahui tingkat kecemasan dengan perubahan psikologis wanita usia 45-
2. Untuk mengetahui perubahan psikologis wanita usia 45-55 tahun dalam menghadapi
3. Untuk menganalisis hubungan tingkat kecemasan pada wanita usia 45-55 tahun
psikologis wanita usia 45-55 tahun dalam menghadapi menopause di Desa Sibandang
[Link] tahun 2020” yang dapat digunakan bagi peneliti selanjutnya dan dijadikan
bahan masukan untuk penerapan berpikir alamiah dan memahami menganalisis suatu
masalah yang terjadi di lapangan serta untuk meningkatkan mutu pendidikan dan
refrensi perpustakaan.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
tanpa sebab yang khusus atau kecemasan dapat diartikan sebagai rasa takut atau kwatir
sesuatu yang akan terjadi pada masa menopause. Hasil penelitian ini menunjukkan
kesuburannya menurun, sehingga bagi sebagian wanita menimbulkan rasa cemas atau
risau, sementara bagi yang lain mendatangkan rasa percaya diri (Eko,2016).
tahun. Ketika menopause sudah mendekat, siklus dapat terjadi dalam waktu yang tidak
menentu dan bukan hal yang aneh jika menstruasi tidak datang selama beberapa bulan.
Pada usia 40 tahun, beberapa perubahan hormon yang dikaitkan dengan pramenopause
6
7
klikmaterik. Fase ini ditandai dengan siklus haid yang tidak teratur, dengan perdarahan
haid yang memanjang dan jumlah darah haid yang relatif banyak, dan kadang-kadang
banyak dan kadang-kadang disertai nyeri haid (dismenorea) pada wanita tertentu telah
timbul keluhan vasomotorik dan keluhan sindrom prahaid atau syndrome pramenstual
memendek, kadar estrogen yang tinggi, kadar FSH juga biasanya tinggi, tetapi dapat
juga ditemukan kadar FSH yang normal, fase luteal tetap stabil. Akibat kadar FSH yang
ketika ovarium berhenti melepas telur. Dalam satu atau dua tahun saat perimenopause
berkaitan dengan tingkat lanjut usia perempuan. Seorang wanita yang mengalami
8
menopause alamiah sama sekali tidak dapat mengetahui apakah saat menstruasi tertentu
kondisi normal yang dialami para wanita seiring bertambahanya usia mereka, istilah
dari menopause itu sendiri merupakan tanda akhir dari periode reproduksinya. Biasanya,
para wanita mengalami menopause pada usia 40-50 tahu sedangkan banyak pula dengan
mengalaminya di usia 40 tahun dan itu dinamakan dengan menopause dini sehingga
tahap ini, terdapat resiko kesehatan yang berkaitan dengan hilangnya estrogen seiring
dengan meningkatnya usia perempuan, Pasca menopause ini biasanya terjadi 3-5 tahun
setelah menopause pada tahapan ini seorang wanita akan rentan terhadap osteoporosis
dan penyakit jantung selain itu, mereka beresiko lebih besar terserang penyakit
menopause alami atau berhentinya haid adalah 50 tahun. Meskipun demikian wanita
telah mengalaminya dalam usia 40 tahun, sebagian lagi bahkan dalam usia sangat muda,
yaitu 20 hingga 30 tahun bagi sebagian besar wanita diagnosa menopause dini juga
dikenal dengan istilah Premature Ovarium Failure (POF) bahkan belum berkesempatan
2. Menopause Normal
Menopause normal merupakan yang alami dan umumnya terjadi pada usia akhir
40 tahun atau diawal 50 tahun (Reni yuli,2016). Menopause normal ini yang banyak
terjadi pada wanita, hal ini disebabkan oleh jumlah folikel yang mengalami atresia terus
meningkat, sampai suatu ketika tidak tersedia lagi polikel yang cukup. Produksi
estrogen berkurang dan tidak terjadi haid lagi, yang berakhir dengan terjadinya
menopause.
3. Menopause Terlambat
Menopause yang terjadi apabila wanita masih mengalami haid diatas 52 tahun
diantaranya faktor tersebut adalah konstitusional, fibriomioma uteri dan tumor ovarium
yang menghasilkan estrogen. Salah sati faktor yang memungkinkan seorang wanita
10
badan. Sebagian besar estrogen dibuat di dalam endometrium, akan tetapi sejumlah
kesil estrogen juga dibuat dibagian tubuh yang lain termasuk di sel-sel lemak. Apabila
seorang mengalamin obesitas maka wanita tersebut akan memiliki kadar estrogen yang
misalnya operasi rahim (Histerektomi) atau sering kali disebut denga istilah Total
bilateral yang sering kali disebut dengan Bilateral Salpingo Oophorectomy (BSO).
5. Menopause Medis
berkurangnya atau berhentinya pelepasan hormon oleh ovarium. Campur tangan ini bisa
berupa pembedahan untuk mengangkat ovarium atau untuk mengurangi aliran darah ke
ovarium serta kemoterapi atau terapi penyinaran pada panggul untuk pengobatan
selama ovarium tetap ada, hal tersebut tidak akan mempengaruhi kadar hormon dan
terapkan pada setiap wanita menopause, adapun tujuan dilakukannya asuhan pada masa
menopause adalah
2. Dapat dilakukan penanganan secara dini jika terjadi adanya kelainan ataupun
menopause
Fungsi ovarium akan mulai menurun rata-rata pada saat seorang perempuan
berusia pentengan empat puluhan. Pada saat usia tersebut, kondisi kadar hormon yang
naik akan menyebabkan berbagai gangguan. Ada dua faktor utama yang berperan dalam
hal ini. Pertama, lebih sedikit folikel yang matang, selanjutnya produksi sel telur mulai
berkurang, dan mengakibatkan ovulasi tidak terjadi pada setiap siklus menstruasi.
Konsuekensinya dari perubahan tersebut adalah pola baru perubahan kadar hormon
selama siklus menstruasi. Jika folikel tidak matang , hanya sedikit estrogen yang di
produksi selama 2 minggu pertama siklus. Karena tidak ada sel telur yang matang dalam
folikel, maka folikel itu tidak dapat melepas sel telur. Jika ovulasi tidak terjadi, maka
12
tidak ada progesteron yang di produksi oleh korpus luteum pada pada paruh kedua
siklus, hal ini berarti estrogen akan terus membentuk lapisan endometrium tanpa
diimbagi oleh efek dari progesteron yang akan menyebabkan menstruasi yang berat
diluar biasanya. Kedua, gagalnya ovarium mengeluarkan sel telur yang matang akan
Hal ini menyebabkan menstruasi tidak terjadi, ketika kadar estrogen dan
(FSH) dan Luteinezing Hormone (LH) untuk menstimulasi ovaium melakukan fungsi
normalnya. Jika ovarium tidak mampu bereaksi dengan membuat matang folikel dalam
setiap siklus, kadar FSH dan LH yang tinggi ini akan menganggu operasi normal dari
sistem tubuh lainnya termasuk metabolisme, kimiawi otak, dan keadaan tulang.
sinaptikdari suatu neuron ke neuron berikutnya, sebagai akibat dari aktivitas neural
sebelumya, sebelum menopause seorang wanita dapat mengingat dengan mudah, tetapi
hanya terjadi penurunan dalam kecepatan mengingat. Tetapi juga kemampuan untuk
mengingat kembali hal-hal yang terjadi, bahkan pada tahap poet menopause terjadi
Ada beberapa hal yang dapat dilakukan untui meminimalkan penurunan daya
berpikir.
dan mengurangi penurunan daya ingat. Daya ingat wanita yang memasuki
Perubahan yang terjadi biasanya diketahui dengan berhentinya siklus menstruasi. Selain
itu menopause juga sering gejala yang bervariasi, mulai dari gejala fisik, jiwa hingga
menopause.
Beberapa keluhan fisik yang merupakan tanda dan gejala dari menopause (Rudy
Aryana,2018)
Tanda paling umum adalah fluktuasi dalam siklus haid, kadang kala menstruasi
muncul tepat waktu, tetapi tidak pada siklus berikutnya ketidakteraturanini sering
disertai dengan jumlah darah yang sangat banyak, tidak seperti volume pendarahann
Arus panas biasanya timbul pada saat darah menstruasi mulai berkurang dan
berlangsung sampai menstruasi benar-benar berhenti. Arus panas ini disertai oleh rasa
menggelitik disekir jari-jari kaki maupun tangan serta pada kepala, atau bahkan timbul
secara menyeluruh.
3. Kekeringan Vagina
Kekeringan vagina terjadi karena leher rahim sedikit sekali mesekresikan lendir.
lebih tipis, lebih kering, dan kurang elastis. Alat kelamin mulai mengerut, keputihan,
4. Perubahan kulit
15
makan kulit akan terasa lebih tipis, kurang elastis terutama pada bagian daerah sekitar
6. Sulit tidur
Insomnia (sulit tidur) lazim pada wanita menopause, tetapi hal ini mungkin ada
7. Kerapuhan tulang
tulang). Osteoporosis merupakan penyakit kerangka yang paling umum dan merupakan
persoalan bagi yang telah berumur, paling banyak menyerang wanita yang telah
menopause. Kehilangan 1% tulang dalam setahun dapat akibat proses penuaan, tetapi
Banyak wanita menjadi gemuk selama menopause rasa letih yang biasanya
dialami pada masa menopause. Diperburuk dengan perilaku makan yang sembarangan.
9. Penyakit
16
Ada beberapa penyakit yang sering kali dialami oleh wanita menopause, dari
sudut pandang medis ada 2 perubahan paling penting yang terjadi pada waktu
1. Ingatan menurun
2. Kecemasan
menghadapi situasi yang sebelumnya tidaak pernah dikwatirkan. Mereka merasa tidak
3. Mudah tersinggung
Gejala ini lebih mudah terlihat dibandingkan kecemasan wanita lebih mudah
tersinggung dan marah terhadap sesuatu yang sebelumnya dianggap tidak menganggu.
Hal ini mungkin disebabkan sangat menyadari proses mana yang sedang berlangsung
dalam dirinya.
4. Stress
17
Tidak ada yang bisa lepas sama sekali dari raa cemas, termasuk para perempuan
menopause. Respon orang terhadap sumber stress tidak bisa diramalkan, sebagaimana
5. Depresi
anak, sedih karena kehilangan daya tarik. Wanita merasa tertekan karena kehilangan
Menopause.
usia antara pertama kali mendapat haid dengan usia seorang wanita memasuki
menopause semakin mudah seorang wanita mengalami haid pertama sekali, semakin tua
menstruasi pada usia16-17 tahun akan mengalami menopause lebih dini, sedangkan
wanita yang haid lebih dini sering kali akan mengalami menopause sampai pada usianya
mencapai 50 tahun. Faktor psikis keadaan seseorang wanita yang tidak menikah dan
penelitian, mereka akan mengalami masa menopause lebih muda, dibandingkan mereka
1. Jumlah anak
Meskipun belum ditemukan hubungan antar jumlah anak dan menopause, tetapi
bebrapa peneliti menemukan bahwa semakin sering seseorang wanita melahirkan maka
2. Usia melahirkan
melahirkan anak, semakin tua ia mulai memasuki usia menopause. Penelitian yang
wanita yang masih melahirkan diatas usia 40 tahun akan mengalami usia menopause
yang lebih tua. Hal ini terjadi karena kehamilan dan pesalinan akan memperlambat
sistem kerja organ reproduksi. Bahkan akan memperlambat proses penuaan tubuh.
3. Pemakaian kontrasepsi
Pemakaian kontrasepsi ini, khususnya alat kontrasepsi jenis hormonal. Hal ini
bisa terjadi karena cara kerja kontrasepsi yang menekan fungsi indung telur sehingga
tidak memproduksi sel telur. Pada wanita yang menggunakan kontrasepsi ini akan lebih
4. Sosial Ekonomi
bahwa menopause kelihatnnya dipengaruhi oleh faktor status sosial ekonomi, disamping
pendidikan dan pekerjaan suami. Begitu juga hubungan antara tinggi badan dan berat
1. Pengetahuan
mungkin untuk siap memasuki umur menopause tanpa harus mengalami keluhan yang
berat (Mulyani,2017).
2. Pendidikan
pengetahuan, selain itu informasi dan faktor pengalaman akan menambah pengetahuan
tentang sesuatu yang bersifat nonformal. Wanita yang berpendidikan akan mempunyai
3. Sosial Ekonomi
Wanita yang berasal dari golongan ekonomi rendah cenderung pasrah dan mampu
berhentinya haid. Wanita Indonesia yang mayoritas agama adalah muslimah, umumnya
dapat menerima menopause dengan baik. Masalah yang dihadapi tidak hanya pada
20
wanita menopause tetapi juga dialami oleh wanita premenopause dimana tanggapan
(Prawirohardjo,2014).
5. Riwayat Kesehatan
pada penderita penyakit kronis. Hal itu dapat terjadi pada wanita menjelang menopause,
6. Umur
Perawat dan bidan sebagai tenaga kesehatan yang memilki tanggung jawab
untuk memberikan asuhan pada masa menopause harus dapat melakukan peran secara
menyenangkan. Adapun peran yang dapat dilakukan perawat dan bidan adalah :
maupun spiritual.
21
mempengaruhi dan yang dipengaruhi atau dengan kata lain dalam kerangka konsep
akan terlihat faktor-faktor yang terlibayt dakam variabel penelitian. Adapun kerangka
konsep dalam penelitian ini menggunakan 2 variabel yaitu independen dan dependen
tentang hubungan tingkat kecemasan dengan perubahan psikologis wanita usia 45-55
tshun dalam menghadapi menopause di desa Sibandang [Link] Tahun 2020 dapat
Tingkat Kecemasan
Perubahan Psikologis
wanita usia 45-55
Wanita Menopause
tahun
2.9 Hipotesis
wanita usia 45-55 tahun dalam menghadapi menopause si Desa Sibandang [Link]
tahun 2020.
BAB III
METODE PENELITIAN
Jenis penelitian yang digunakan adalah peneltian analitik dengan tujuan untuk
mengetahui hubungan tingkat kecemasan dengan perubahan psikologis wanita usia 45-
Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik, yaitu suatu penelitian yang bertujuan
untuk mengetahui hubungan antara variabel satu dengan variabel yang lain (Susila &
Suryanto,2014).
Desain dalam penelitian ini adalah cross sectional yaitu suatu rancangan
melibatkan tindakan pengumpulan data guna menentukan apakah ada hubungan antara
Dalam hal ini, penelitian dilakukan untuk mengetahui adakah hubungan tingkat
kecemasan dengan perubahan psikologis wanita usia 45-55 tahun dalam menghadapi
24
25
memilih lokasi tersebut adalah melihat banyaknya jumlah wanita yang berusia 45-55
tahun yang merasakan kecemasan saat ingin memasuki masa menopause dan belum
psikologis wanita usia 45-55 tahun dalam menghadapi menopause di Desa Sibandang
[Link]. Penelitian ini juga di dukung oleh tenaga kesehatan yang bertugas di
3.3.1 Populasi
Populasi adalah sekelompok unsur atau elemen yang dapat terbentuk manuasia
kejadian yang menjadi objek penelitian (Jusuf,2012). Populasi dalam penelitian ini
adalah seluruh ibu menopause usia 45-55 tahun berada di Desa Sibandang [Link]
sebayak 40 orang.
26
3.3.2 Sampel
Sampel adalah bagian dari jumlah dari karakteristik yang dimiliki oleh populasi
tersebut (Novita S,2005). Sampel dalam penelitian ini mengambil keseluruhan populasi
sebanyak 40 wanita di satu Polindes yang terdapat di Desa Sibandanag Kec. Muara.
Penelitian ini adalah wanita yang berusia 45-55 tahun yang akan memasuki masa
porposive sampling yaitu teknik penentuan sampel untuk tujuan teetentu saja. Untuk
sampel penelitian, peneliti menggunakan rumus slovin untuk menentukan besar jumlah
Keterangan :
N = Jumlah Sampel
n = Jumlah Populasi
N
n=1+ 2
1+ N (d )
40
n=1+ 2 = 28
1+ 40+(0,1 )
27
Jadi jumlah sampel pada penelitian ini berjumlah 28 orang wanita yang berusia
1. Kirteria Inklusi
Kriteria inklusi merupakan karakteristik umum dari suatu populasi target yang
akan dijadikan subjek penelitian. Kriteria inklusi pada sampel dalam penelitian ini
adalah wanita yang berkedudukan di Desa Sibandang [Link] yang berusia 45-55
2. Kriteria Eksklusi
Kriteria Eksklusi merupakan kriteria atau ciri-ciri anggota populasi yang tidak
bisa dijadikan sebagai sampel. Kriteria Eksklusi pada penelitian ini adalah wanita yang
tidak berkedudukan di Desa Sibandang [Link] yang berusia 45-55 tahun yang
Data yang diguanakan di dalam penelitian ini adalah menggunakan data primer
1. Data Primer
Data primer merupakan data yang lansung diperoleh dari responden melalui
2. Data Sekunder
Data Sekunder meliputi data deskriptif lokasi penelitian yaitu data tentang Desa
Sibandang [Link] termasuk data geografi, demografi, jumlah wanita yang berusia
perubahan psikologis dalam menghadapi menopause data ini diperoleh dari hasil
pengumpulan data yang mengikuti observasi pada kelompok treatment dan kelompok
kontrol
Untuk menilai tingkat kecemasan wanita usia 45-55 tahun dengan melakukan
yaitu Skor 7-14 = Kecemasan ringan, Skor 15-27 = Kecemasan sedang, Skor lebih dari
27 =kecemasan berat. Untuk menilai perubahan pisikologi pada wanita usia 44-55 tahun
(mengalami) mendapat Skor (1) dan Tidak (tidak mengalami) mendapat Skor (0).
Sehingga nilai tertinggi memperoleh 14, dan nilai terendah 0. Dengan penjelasan
sebagai berikut :
perubahan psikologis
Instrumen yang dipakai dalam penelitian ini adalah pemberian kuisioner tentang
tingkat kecemasan dengan perubahan psikologis wanita usia 45-55 tahun dalam
menghadapi menopause ibu mengisi absen hadir, dan pada lembar observasi peneliti
2. Peneliti juga meminta izin kepada Bidan desa selaku tenaga kesehatan bagian
5. Peneliti menjelaskan kepada para wanita yang berusia 45-55 tahun tujuan dari
6. Lalu peneliti memberikan informed consent untuk ditanda tangani oleh ibu
observasi
maka segi etika penelitian harus diperhatikan. Masalah etika yang harus diperhatikan
Tujuan informed consent adalah agar subjek mengerti maksud dan tujuan penelitian,
mengetahui dampaknya.
nama responden pada lembaran alat ukur dan hanya menuliskan kode lembar
hasil penelitian, baik informasi maupun masalah –masalah lainnya. Semua informasi
yang telah dikumpulkan dijamin kerahasiaanya oleh peneliti, hanya kelompok data
Pengolahan data adalah suatu proses dalam memperoleh data ringkasan dengan
menggunakan cara-cara atau rumus-rumus tertentu adapun cara pengolahan data dalam
1. Editing
32
Editing adalah upaya memeriksa kembali kebenaran dan data yang diperoleh
atau dikumpulkan. Editing dapat dilakukan pada tahap pengumpulan data atau setelah
data terkumpul.
2. Coding
Coding adalah kegiatan pemberian kode numerik ( angka) terhadap data yang
terdiri atas beberapa kategori. Pemberian kode ini sangat penting bila pengolahan dan
analisis data yang menggunakan komputer. Biasanya dalam pemberian kode dibuat juga
daftar kode dan artinya dalam satu buku (kode book) untuk memudahkan kembali
3. Entry
Data Entry adalah kegiatan memasukkan data yang telah dikumpulkan dalam
master tabel atau data base komputer, kemudian membuat distribusi frekuensi sederhana
4. Tabulating
Tabulasi adalah membuat tabel-tabel yang berisikan data yang telah diberikan
kode saat sesuai dengan analisis yang dibutuhkan. Untuk melakukan tabulasi ini
dibutuhkan ketelitian dan kehati-hatian agar tidak terjadi kesalahan khususnya dalam
Analisa data adalah proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang
diperoleh dari hasil kuisioner dan lembar observasi dengan cara mengorganisasi data
mana yang penting dan yang akan dipelajari dan membuat kesimpulan sehingga mudah
dipahami oleh diri sendiri maupun orang lain. Adapun langkah-langkah analisa data
1. Analisa Univariat
2. Analisa Bivariat
variabel independen dengan variabel dependen dengan menggunakan uji two indepent
sample t test yaitu a = 0,05. Bila P < 0.05 Maka selanjutnya dilakukan pengolahan
34