Pengertian Destilasi, Macam, Prinsip, Cara Kerja, dan
Contohnya
Destilasi merupakan proses pemisahan secara kimia yang banyak digunakan pada industri
minyak, industri makanan, dan lain lain. Dalam kimia, desitlasi juga menjadi suatu metode
yang penting dalam skala laboratorium karena perannya sangat vital dalam perkembangan
kimia. Desetilasi termasuk salah satu metode pemisahan campuran kimia. Oleh karena itu
dalam artikel ini akan dibahas secara lengkap tentang pengertian destilasi, jenis, prinsip, cara
kerja, dan contoh aplikasi dari destilasi itu sendiri.
Destilasi
Reaksi sintesis kimia membutuhkan metode pemurnian untuk mendapatkan produk yang
benar benar murni tanpa ada pengotor. Salah satu cara yang banyak dilakukan adalah dengan
metode destilasi sebagai proses pemurniannya. Destilasi menjadi metode dasar yang harus
dikuasai oleh seseorang yang ingin melakukan sintesis kimia.
Pengertian Destilasi
Destilasi adalah proses pemisahan komponen dalam suatu campuran berdasarkan perbedaan
titik didih antara komponen yang akan dipisah. Jika kita ingin memisahkan suatu campuran
yang berbeda fasa misalnya padat dan cair maka kita hanya perlu menggunakan filter atau
penyaring untuk memisahkannya.
Namun jika campuran itu berupa suatu zat cair yang bersifat homogen, maka penyaringan
tidak mampu memisahkan komponen campuran tersebut. Salah satu cara memisahkan
komponen dari campuran adalah melalui destilasi yang didasarkan perbedaan titik didihnya.
Ketika suatu campuran terdiri atas dua komponen dimana masing masing komponen tersebut
memiliki titik didih yang berbeda dan cukup jauh, maka campuran tersebut memenuhi
persyaratan untuk dapat dipisahkan secara destilasi.
Sebagai contohnya saja ketika terdapat campuran antara air dengan etanol dimana air
memiliki titik didih 100C sedangkan etanol memiliki titik didih 77C maka campuran tersebut
dapat dipisahkan secara destilasi.
Proses destilasi melibatkan beberapa tahapan seperti pemanasan, penguapan, dan kondensasi.
Dalam destilasi juga dikenal istilah destilat dan residu dimana destilat merupakan komponen
dengan titik didih lebih rendah sehingga akan terpisah pada tempat lain, sedangkan resudi
adalah komponen dengan titik didih yang lebih tinggi dan posisinya akan menetap atau
tertinggal pada wadah awalnya.
Prinsip dan Cara Kerja Destilasi
Prinsip dari destilasi yaitu memanfaatkan perbedaan titik didih dari komponen campuran
untuk dapat terpisah. Dalam destilasi, akan dilakukan proses pemanasan dengan suhu tertentu
dimana penentuan suhu tersebut didasarkan pada titik didih komponen yang akan dipisahkan.
Pada titik didih komponen yang lebih rendah, maka komponen tersebut akan mengalami
penguapan pada suhu didihnya sedangkan komponen lain dengan titik didih yang lebih tinggi
akan menetap atau tidak menguap.
Selanjutnya uap dari salah satu komponen dengan titik didih yang rendah akan naik dan
mengalami kondensasi atau pendinginan secara serentak sehingga zat yang berupa uap
tersebut akan mencair dan kembali dalam bentuk cairan.
Hasil dari kondensasi tersebut akan mengalir dan ditampung pada tempat lain yang disebut
dengan destilat, sedangkan sisa dari wadah awal yang tertinggal disebut residu.
Peran Hukum Raoult dan Hukum Dalton
Suhu ketika tekanan uap cairan sama dengan tekanan daerah di sekitarnya dikenal sebagai
titik didih dari cairan. Pada suhu titik didih ini, cairan akan diubah dari bentuk cair menjadi
bentuk uapnya melalui pembentukan gelembung uap.
Titik didih cairan juga dapat berubah sesuai dengan tekanan daerah di sekitarnya. Sebagai
contoh, titik didih air di permukaan laut adalah sebesar 100C, namun titik didih air pada
ketinggian 1905 meter adalah 93.4C yang disebabkan karena tekanan atmosfer yang relatif
lebih rendah pada daerah tinggi.
Pada campuran berbentuk cair, proses destilasi bergantung pada hukum Raoult dan hukum
Dalton. Sesuai hukum Raoult, tekanan parsial komponen cairan tunggal dalam campuran
ideal sama dengan tekanan uap dari komponen murni dan fraksi molnya.
Sedangkan menurut hukum Dalton, tekanan total yang diberikan oleh campuran gas sama
dengan jumlah tekanan parsial dari semua konstituen. Oleh karena itu, tekanan uap juga
sangat berpengaruh pada proses destilasi ini.
Macam Destilasi
Adapun untuk beragam macam dari jenis-jenis destilasi ini, antara lain sebagai berikut;
1. Destilasi Sederhana
Destilasi sederhana merupakan destilasi yang sering digunakan pada skala laboratorium
ataupun dalam penyulingan sederhana. Destilasi jenis ini dapat digunakan pada campuran
yang memiliki titk didih berbeda secara signifikan atau beda titik didihnya cukup jauh
sehingga memudahkan proses pemisahan secara destilasi sederhana.
Dalam destilasi sederhana, capmuran dipanaskan untuk mengubah komponen yang paling
mudah menguap dari cairan menjadi bentuk uapnya. Lalu proses kondensasi umumnya
dilakukan dengan mengalirkan air dingin pada wadah kondensor untuk membuat uap
mencair.
Destilasi sederhana memiliki kelemahan yaitu untuk campuran seperti etanol dengan air
memiliki titik azeotrop yang merupakan titik dimana campuran sudah tidak dapat dipisahkan
lagi karena titik didihnya sama.
2. Destilasi Uap
Destilasi uap digunakan untuk memisahkan komponen yang memiliki titik didih tinggi
misalnya diatas 200 C. Uap akan ditambahkan ke dalam campuran sehingga menyebabkan
komponen akan menguap lebih cepat dibawah titik didihnya sehingga tidak diperlukan
pemanasan yang terlalu tinggi suhunya.
Selanjutnya uap tersebut akan dikondensasi menjadi dua fraksi cair yang dapat dipisahkan.
Destilasi uap banyak digunakan dalam proses penyulingan minyal esensial dari bahan alam
tertentu seperti minyak sitrus dari lemon.
3. Destilasi Fraksinasi
Destilasi fraksinasi merupakan metode destilasi yang lebih kompleks dimana metode ini
dapat digunakan untuk memisahkan komponen dengan perbedaan titik didih yang dekat.
Dalam destilasi ini digunakan kolom fraksinasi yang memiliki peran penting dalam
pemisahan.
Campuran akan dipanaskan sehingga uap akan naik memasuki kolom fraksinasi, selanjutnya
saat uap mendingin maka akan mencair pada kolom. Adanya panas dari uap lain yang naik
akan menyebabkan cairan tadi menguap kembali dan naik ke kolom yang lebih tinggi.
Dengan prinsip ini maka didapatkan kemurnian yang lebih tinggi dari komponen yang
dipisahkan. Komponen dengan titik didih terendah akan menempati kolom teratas dengan
kemurnian yang sangat tinggi. Penggunaan destilasi fraksinasi yaitu pada proses pengolahan
minyak bumi dimana masing masing fraksi minyak bumi akan dipisahkan sesuai jenisnya.
4. Destilasi Vakum
Jenis terakhir dari destilasi yaitu destilasi vakum yang dapat digunakan untuk memisahkan
komponen yang memiliki titik didih tinggi. Prinsip destilasi vakum ini adalah dengan
menurunkan tekanan pada wadah atau lingkungan sehingga akan menyebabkan titik didih
dari komponen yang tinggi menjadi lebih rendah.
Selain itu, proses destilasi ini sama seperti pada destilasi sederhana, perbedaannya hanya
terletak pada vakum yang dapat digunakan untuk mengatur tekanan.
Contoh Penggunaan Destilasi
Adapun untuk beragam contoh-contoh penggunaan destilasi dalam kehidupan sehari-hari,
antara lain adalah sebagai berikut;
1. Penggunaan Ilmiah
Sebagai penggunaan ilmiah, destilasi banyak dimanfaatkan sebagai metode yang praktis
untuk pemisahan dalam laboratorium.
Proses reaksi tertentu yang menggunakan pelarut dan menghasilkan produk samping
memerlukan pemurnian untuk didapatkan produk yang diinginkan. Metode yang dipilih salah
satunya adalah menggunakan metode destilasi dalam pemurnian senyawa kimia.
2. Pemurnian Air
Air dari sumber alami mengandung berbagai mineral dan pengotor lain yang mungkin
berbahaya. Salah satu proses pemurnian untuk menghilangkan pengotor pada air yaitu
melalui proses penyulingan dengan destilasi.
Oleh karena itu air hasil penyulingan ini dapat disebut sebagai air demineralisasi yang murni
tanpa mengandung mineral. Dalam laboratorium, air suling ini juga dikenal dengan akuades
yang memiliki kegunaan utama dalam laboratorium sebagai pengganti air pada umumnya.
3. Minuman Alkohol
Destilasi juga digunakan dalam industri pembuatan minuman alkohol seperti merk minuman
terkenal yang ada di pasaran.
Alkohol yang berasal dari buah ataupun bahan yang telah di fermentasi sehingga
menghasilkan etil alkohol encer atau dalam bentuk campuran dengan air. Untuk mendapatkan
etil alkohol (etanol) dengan kepekatan lebih tinggi maka dimurnikan dengan cara destilasi
sehingga diperoleh kadar alkohol yang diinginkan.
4. Pengolahan Minyak Bumi
Seperti yang kita tahu bahwa definisi minyak bumi memiliki berbagai macam fraksi. Setiap
fraksi minyak bumi dipisahkan melalui metode destilasi fraksinasi sehingga didapatkan
beberapa jenis fraksi yang memiliki berbagai macam kegunaan yang berbeda seperti bensin,
diesel, pelumas, minya, dan lain lain.
5. Industri Parfum
Dalam industri parfum, destilasi digunakan sebagai tahap penyulingan minyak dari bahan
alam. Tanaman memiliki kandungan metabolit sekunder yang memiliki sifat unik seperti
aroma yang wangi dan dikenal juga dengan minyak esensial.
Untuk mengambil minyak tersebut dari tanaman, cara yang dilakukan adalah melalui destilasi
atau penyulingan untuk mendapatkan kandungan murni minyak esensial bahan alam.
Nah, demikianlah serangkaian artikel yang telah kami tuliskan secara lengkap terkait dengan
pengertian destilasi, macam, prinsip, cara kerja, dan contohnya pengunaanya. Semoga
melalui tulisan ini bisa memberikan wawasan kepada khalayak sekalian. Trimakasih,