0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
92 tayangan4 halaman

Sumber Penerimaan Daerah di Indonesia

Dokumen tersebut membahas sumber-sumber penerimaan daerah yang terdiri atas Pendapatan Asli Daerah (PAD), Dana Perimbangan, dan Pembiayaan. PAD berasal dari pajak daerah, retribusi daerah, pengelolaan kekayaan BUMD, serta pendapatan lainnya. Dana Perimbangan terdiri atas Dana Bagi Hasil, Dana Alokasi Umum, dan Dana Alokasi Khusus. Pembiayaan meliputi penerimaan dan pengeluaran yang akan

Diunggah oleh

dhea
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
92 tayangan4 halaman

Sumber Penerimaan Daerah di Indonesia

Dokumen tersebut membahas sumber-sumber penerimaan daerah yang terdiri atas Pendapatan Asli Daerah (PAD), Dana Perimbangan, dan Pembiayaan. PAD berasal dari pajak daerah, retribusi daerah, pengelolaan kekayaan BUMD, serta pendapatan lainnya. Dana Perimbangan terdiri atas Dana Bagi Hasil, Dana Alokasi Umum, dan Dana Alokasi Khusus. Pembiayaan meliputi penerimaan dan pengeluaran yang akan

Diunggah oleh

dhea
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Nama : Dhea Titania Islami

Lokal : E

SUMBER-SUMBER PENERIMAAN DAERAH

[Link] Daerah
Pendapatan daerah adalah hak pemerintah daerah yang diakui sebagai penambah nilai kekayaan bersih
(UU No 33 tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan
Daerah). Pendapatan daerah meliputi semua penerimaan uang melalui Rekening Kas Umum Daerah,
yang menambah ekuitas dana lancar, yang merupakan hak daerah dalam satu tahun anggaran yang
tidak perlu dibayar kembali oleh daerah (PP No. 58 tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan).

a. Pendapatan Asli Daerah


Pendapatan asli daerah adalah penerimaan yang diperoleh daerah dari sumber-sumber dalam
wilayahnya sendiri yang dipungut berdasarkan Undang-Undang. Adapun sumber-sumber
pendapatan asli daerah (PAD) sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004
Pasal 157, yaitu :

-Pajak Daerah
Sumber pertama dari PAD adalah pajak daerah. Berdasarkan Pasal 1 Undang-Undang Nomor 28
Tahun 2009 Pajak Daerah, yang selanjutnya disebut pajak, adalah kontribusi wajib kepada daerah
yang terutang oleh orang pribadi atau badan yang bersifat memaksa berdasarkan Undang-Undang,
dengan tidak mendapatkan imbalan secara langsung dan digunakan untuk keperluan daerah bagi
sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.
Pajak ini akan digunakan untuk membiayai penyelenggaraan pemerintahan daerah. Adapun jenis-
jenisnya bisa kamu lihat melalui penjelasan di bawah ini :
1. Pajak Hotel
Jenis pertama dalam pajak daerah ada pajak hotel, yang biasanya dikenakan atas pelayanannya.
Pelayanan yang dimaksud di sini, termasuk segala jenis jasa dan fasilitas di dalam harga atau
rate hotel.
2. Pajak Restaurant dan Rumah Makan
Selain hotel, ternyata restaurant dan rumah makan yang biasa kita datangi harus membayarkan
pajaknya lho! Pajak dari restaurant dan rumah makan ini biasanya berasal dari pelayanannya.
Sedangkan untuk pajak yang biasanya dikenakan ketika kita membeli makanan, dinamakan
Pajak Pertambahan Nilai atau dikenal dengan nama PPN.
3. Pajak Hiburan
Jenis ketiga yang dimiliki adalah pajak hiburan dan biasanya dikenakan untuk proses
penyelenggaraannya. Hiburan di sini misalnya adalah semua jenis pertunjukkan, penerimaan,
ataupun pementasan yang dapat ditonton atau dinikmati orang dengan biaya tertentu.
4. Pajak Reklame
Kemudian untuk jenis keempat adalah pajak yang dikenakan untuk penyelenggaraan reklame
atau papan iklan.
5. Pajak Penerangan Jalan
Ternyata, lampu yang di jalan juga dikenakan pajak, Pajak tersebut dikenakan atas penggunaan
tenaga listrik dengan ketentuan penerangan jalan tersebut, dibiayai oleh pemerintah daerah.
- Retribusi Daerah
Sumber kedua untuk PAD berasal dari retribusi daerah. Retribusi daerah, yang selanjutnya disebut
retribusi, adalah pungutan daerah sebagai pembayaran atas jasa atau pemberian izin tertentu yang
khusus disediakan dan/atau diberikan oleh Pemerintah Daerah untuk kepentingan orang pribadi
atau badan (Pasal 1 Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009).
Terdapat beberapa kelompok retribusi yang bisa dimanfaatkan pemerintah agar bisa dimasukkan ke
dalam kas daerah. Adapun, kelompok di dalam retribusi bisa dilihat pada poin penjelasan di bawah
ini:
1. Retribusi Jasa Umum
Untuk retribusi jasa umum ini dapat dinikmati oleh pribadi atau badan. Penjelasannya adalah
berperan sebagai retribusi jasa yang diberikan atau disediakan oleh pemerintah daerah untuk
tujuan dan pemanfaatan umum.
2. Retribusi Jasa Usaha
Kelompok kedua ini merupakan retribusi jasa yang diberikan atau disediakan oleh pemerintah
daerah dengan menganut konsep komersial. Hal ini disebabkan sektor swasta pun bisa
menyediakannya.
3. Retribusi Perizinan Tertentu
Terakhir ada retribusi yang dijelaskan sebagai pungutan daerah untuk pembayarann atas
pemberian izin tertentu. Biasanya khusus diberikan oleh pemerintah daerah untuk kepentingan
orang pribadi atau badan.

- Pengelolaan Kekayaan yang Dipisahkan/Laba BUMD


Selanjutnya pada sumber PAD ada pengelolaan kekayaan yang dipisahkan. Kekayaan negara yang
dipisahkan adalah komponen kekayaan negara yang pengelolaannya diserahkan kepada Badan
Usaha Milik Negara atau Badan Usaha Milik Daerah. Pengelolaan kekayaan negara yang dipisahkan
ini merupakan sub-bidang keuangan negara yang khusus ada pada negara-negara non-publik. Hasil
pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan merupakan bagian dari PAD daerah tersebut, yang
antara lain bersumber dari bagian laba dari perusahaan daerah, bagian laba dari lembaga keuangan
bank, bagian laba atas penyertaan modal kepada badan usaha lainnya.

- Lain-lain Pendapatan Asli Daerah yang Sah


Terakhir ada lain-lain PAD yang sah. Sumber ini dapat digunakan untuk membiayai belanja daerah
dengan cara-cara yang wajar. Adapun menurut Pasal 6 Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004
Tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah, lain-lain PAD yang sah
meliputi:
 Hasil penjualan kekayaan daerah yang tidak dipisahkan
 Jasa giro
 Pendapatan bunga
 Keuntungan selisih nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing, dan
 Komisi, potongan, ataupun bentuk lain sebagai akibat dari penjualan dan/atau pengadaan
barang dan/atau jasa oleh daerah.
b. Dana Perimbangan
Dana Perimbangan adalah dana yang bersumber dari pendapatan APBN yang dialokasikan kepada
daerah (otonom) sebagai salah satu wujud dari komitmen antara pemerintah pusat dengan pemerintah
daerah untuk mendanai kebutuhan daerah dalam rangka pelaksanaan Desentralisasi [Link]
perimbangan terdiri dari :
- Dana Bagi Hasil (DBH)
Dana Bagi Hasil terbagi menjadi dua, yaitu Bagi Hasil Pajak dan Bagi Hasil Bukan Pajak
a. Dana Bagi Hasil (DBH) yang bersumber dari pajak terdiri atas:
 Pajak Bumi dan Bangunan (PBB);
 Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB); dan
 Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 25 dan Pasal 29 Wajib Pajak Orang Pribadi Dalam Negeri dan PPh
Pasal 21.
b. Dana Bagi Hasil (DBH) bukan pajak yang bersumber dari sumber daya alam berasal dari :
 Kehutanan;
 Pertambangan umum;
 Perikanan;
 Pertambangan minyak bumi;
 Pertambangan gas bumi; dan
 Pertambangan panas bumi.

-Dana Alokasi Umum


Dana Perimbangan yang dialokasikan dengan tujuan pemerataan kemampuan keuangan antar daerah
untuk membiayai kebutuhan pengeluarannya dalam rangka pelaksanaan desentralisasi. Berdasarkan UU
NO. 33 tahun 2004 Pasal 29 Proporsi DAU antar Daerah Provinsi dan Kabupaten/Kota ditetapkan
berdasarkan imbangan kewenangan antara Propinsi dan Kabupaten/Kota. Dana Alokasi Umum (DAU)
digunakan untuk mengatasi dan mengurangi ketimpangan/kesenjangan fiskal keuangan vertical Pusat-
Daerah dan ketimpangan/kesenjangan horizontal antar-daerah karena ketidakmerataan sumber daya
yang ada pada masing-masing daerah sehingga tercipta stabilitas aktivitas perekonomian di daerah.

-Dana Alokasi Khusus


Berdasarkan UU NO. 33 tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dengan
Pemerintah Daerah Pasal 39 menyebutkan bahwa Dana Alokasi Khusus dialokasikan kepada Daerah
tertentu untuk mendanai kegiatan khusus yang merupakan Urusan Daerah sesuai dengan fungsi yang
ditetapkan dalam APBN.

Kewenangan DAK tidak diserahkan kepada daerah tetapi berada di pemerintah pusat. Implikasi DAK
adalah lebih kepada pelayanan dasar untuk masyarakat yaitu pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur.

c. Lain-lain Pendapatan yang sah


Lain-lain PAD yang sah, yang terdiri dari dana darurat,hibah.
[Link]
Penerimaan yang didapatkan oleh pemerintah yang akan dikeluarkan kembali pada anggaran berikutnya
atau pengeluaran yang akan diterima kembali pada anggaran anggaran berikutnya.
a) Penerimaan Pembiayaan
 Pencairan dana cadangan
 Hasil penjualan kekayaan yang dipisahkan
 Penerimaan pinjama daerah
 Penerimaan piutang daerah
 Penerimaan kembali pemberian pinjaman
 APBD
b) Pengeluaran Pembiayaan
 Pembentukan dana cadangan
 Investasi penerimaan daerah
 Pembayaran pokok utang
 Pemberian pinjaman daerah

Anda mungkin juga menyukai