1.
Persamaan linear dua variabel
Persamaan linear dua variabel dapat dinyatakan dalam bentuk
𝑎𝑥 + 𝑏𝑦 = 𝑐 dengan 𝑎, 𝑏, 𝑐 ∈ 𝑅
𝑎≠0
𝑏≠0
𝑥, 𝑦 merupakan variabel berpangkat 1
Contoh persamaan linear dua variabel:
a. 3𝑥 − 2𝑦 = 8
𝑥 dan 𝑦 merupakan variabel
3 merupakan koefisien dari 𝑥
−2 merupakan koefisien dari 𝑦
8 merupakan konstanta
2𝑎
b. − 3 + 𝑏 = −1
𝑎 dan 𝑏 merupakan variabel
2
− merupakan koefisien dari 𝑎
3
1 merupakan koefisien dari 𝑏
−1 merupakan konstanta
c. √5𝑝 + 𝑞 = 2
𝑝 dan 𝑞 merupakan variabel
√5 merupakan koefisien dari 𝑎
1 merupakan koefisien dari 𝑏
2 merupakan konstanta
Contoh bukan persamaan linear dua variabel:
a. 𝑥𝑦 − 2𝑦 = 8
b. 𝑝2 + 4𝑞 = 4
c. √3𝑎 + 𝑏 = 9
2. Sistem persamaan linear dua variabel
Harga 2 buku tulis dan 1 pensil adalah 𝑅𝑝10.000,00, sedangkan 1 buku tulis dan
4 pensil adalah 𝑅𝑝12.000. Tentukan harga masing-masing buku tulis dan pensil!
Persoalan di atas dapat diselesaikan menggunakan tiga cara, yaitu:
a. Menggambar grafik
b. Substitusi
c. Eliminasi
Sebelum mulai menyelesaikan soal, kita ubah bentuk soal cerita kedalam bentuk
matematika terlebih dahulu.
Misal:
Buku tulis = 𝑥 (dalam satuan ribu rupiah)
Pensil = 𝑦 (dalam satuan ribu rupiah)
Maka:
Harga 2 buku tulis dan 1 pensil adalah 𝑅𝑝10.000,00 2𝑥 + 𝑦 = 10 … (1)
Harga 1 buku tulis dan 4 pensil adalah 𝑅𝑝12.000 𝑥 + 4𝑦 = 12 … (2)
Ditanya: harga masing-masing buku tulis dan pensil (𝑥 dan 𝑦)
Cara pertama, menggambar grafik.
Langkah menyelesaikan SPLDV dengan metode grafik:
a. Gambarkan pada bidang kartesius
b. Carilah titik potong garis pada sumbu X dan xumbu Y pada masing-masing persamaan.
2𝑥 + 𝑦 = 10
Saat 𝑥 = 0, maka 𝑦 = 10. Sehingga perpotongan dengan sumbu Y adalah (0,10)
10
Saat 𝑦 = 0, maka 𝑥 = 2 = 5. Sehingga perpotongan dengan sumbu X adalah (5, 0)
𝒙 0 10
𝒚 5 0
(𝒙, 𝒚) (0, 10) (5,0)
𝑥 + 4𝑦 = 12
12
Saat 𝑥 = 0, maka 𝑦 = 4 = 3. Sehingga perpotongan dengan sumbu Y adalah (0,3)
Saat 𝑦 = 0, maka 𝑥 = 12. Sehingga perpotongan dengan sumbu X adalah (12, 0)
𝒙 0 3
𝒚 12 0
(𝒙, 𝒚) (0, 12) (3,0)
c. Hubungkan titik potong pada masing-masing persamaan, kemudian tentukan kedua
persamaan garis tersebut berpotongan atau tidak.
Titik potong merupakan penyelesaian dari SPLDV.
Apabila kedua persamaan garis berpotongan disatu titik tertentu berarti SPLDV
mempunyai penyelesaian tunggal.
Apabila kedua persamaan garis tidak berpotongan disatu titik tertentu berarti
SPLDV tidak mempunyai penyelesaian.
Apabila kedua persamaan garis berimpit berarti SPLDV mempunyai penyelesaian
tak tingga.
d. Periksa kembali nilai 𝑥 dan 𝑦 dengan mensubstitusi nilai 𝑥 dan 𝑦 ke persamaan 1 dan
persamaan 2. Apabila nilai (𝑥, 𝑦) memenuhi, maka (𝑥, 𝑦) merupakan penyelesaian dari
SPLDV tersebut.
Menurut grafik tersebut, titik potong kedua persamaan garis terletak di (4, 2). Untuk
mengecek kebenaran penyelesaian SPLDV tersebut, kita substitusi nilai (4, 2) ke
persamaan 1 dan persamaan 2.
Persamaan pertama
2𝑥 + 𝑦 = 10 substitusi 𝑥 = 4 dan 𝑦 = 2
2(4) + 2 = 10
10 = 10 (benar)
Persamaan kedua
𝑥 + 4𝑦 = 12 substitusi 𝑥 = 4 dan 𝑦 = 2
4 + 4(2) = 12
12 = 12 (benar)
Setelah disubstitusi ternyata (4,2) merupakan penyelesaian dari SPLDV tersebut.
Sehingga, untuk mencari harga masing-masing buku tulis dan pensil diperoleh
Buku tulis = 𝑥 (dalam satuan ribu rupiah) = 𝑅𝑝4.000,00.
Pensil = 𝑦 (dalam satuan ribu rupiah) = 𝑅𝑝2.000,00.
Cara kedua, substitusi
Secara harafiah, substitusi berarti mengganti.
Langkah menyelesaikan SPLDV dengan metode substitusi yaitu dengan memisahkan salah
satu persamaan yang ada kemudian disubstitusi ke dalam persamaan lainnya.
Masih dengan soal yang sama, maka kita punya dua bentuk perasamaan:
2𝑥 + 𝑦 = 10 … (1)
𝑥 + 4𝑦 = 12
𝑥 = −4𝑦 + 12 … (2)
Dari kedua persamaan di atas, akan kita substitusi persamaan 2 ke persamaan 1, maka
2𝑥 + 𝑦 = 10
2(−4𝑦 + 12 )+𝑦 = 10
−8𝑦 + 24 + 𝑦 = 10
−7𝑦 = 10 − 24
−7𝑦 = −14
𝑦=2 … (3)
Substitusi persamaan 3 ke persamaan 1, maka
2𝑥 + 𝑦 = 10
2𝑥 + 2 = 10
2𝑥 = 10 − 2
2𝑥 = 8
𝑥=4
Dari substitusi tersebut, diperoleh nilai 𝑥 = 4 dan 𝑦 = 2
Untuk mengecek kebenaran penyelesaian yang telah diperoleh, kita substitusikan nilai 𝑥 =
4 dan 𝑦 = 2 ke persamaan awal.
Persamaan pertama
2𝑥 + 𝑦 = 10 substitusi 𝑥 = 4 dan 𝑦 = 2
2(4) + 2 = 10
10 = 10 (benar)
Persamaan kedua
𝑥 + 4𝑦 = 12 substitusi 𝑥 = 4 dan 𝑦 = 2
4 + 4(2) = 12
12 = 12 (benar)
Jadi, harga masing-masing buku tulis dan pensil diperoleh
Buku tulis = 𝑥 (dalam satuan ribu rupiah) = 𝑅𝑝4.000,00.
Pensil = 𝑦 (dalam satuan ribu rupiah) = 𝑅𝑝2.000,00.
Cara ketiga, eliminasi
Eliminasi berarti menghilangkan. Eliminasi dapat dilakukan dengan menambah atau
mengurangkan kedua persamaan yang ada untuk menghilangkan salah satu variabelnya
dan kemudian dicari solusinya. Sebelum melakukan penjumlahan atau pengurangan pada
kedua persamaan, koefisie dari variable yang akan dieliminasi harus disamakan terlebih
dahulu dengan cara mengalikan dengan suatu bilangan.
Dengan menggunakan soal yang sama
2𝑥 + 𝑦 = 10 … (1)
𝑥 + 4𝑦 = 12 … (2)
Apabila ingin menghilangkan variabel 𝑦 maka samakan koefisien dari 𝑦 terlebih dahulu
2𝑥 + 𝑦 = 10 | × 4 | 8𝑥 + 4𝑦 = 40
𝑥 + 4𝑦 = 12 | × 1 | 𝑥 + 4𝑦 = 12
Kurangkan persamaan 1 dengan persamaan 2
8𝑥 + 4𝑦 = 40
𝑥 + 4𝑦 = 12 _
7𝑥 = 28
28
𝑥= 7 =4
Substitusi nilai 𝑥 = 4 ke persamaan 1
2𝑥 + 𝑦 = 10
2(4) + 𝑦 = 10
8 + 𝑦 = 10
𝑦 = 10 − 8
𝑦=2
Dari eliminasi tersebut diperoleh penyelesaian 𝑥 = 4 dan 𝑦 = 2
Untuk mengecek kebenaran penyelesaian yang telah diperoleh, kita substitusikan nilai 𝑥 =
4 dan 𝑦 = 2 ke persamaan awal.
Persamaan pertama
2𝑥 + 𝑦 = 10 substitusi 𝑥 = 4 dan 𝑦 = 2
2(4) + 2 = 10
10 = 10 (benar)
Persamaan kedua
𝑥 + 4𝑦 = 12 substitusi 𝑥 = 4 dan 𝑦 = 2
4 + 4(2) = 12
12 = 12 (benar)
Jadi, harga masing-masing buku tulis dan pensil diperoleh
Buku tulis = 𝑥 (dalam satuan ribu rupiah) = 𝑅𝑝4.000,00.
Pensil = 𝑦 (dalam satuan ribu rupiah) = 𝑅𝑝2.000,00.
Dari ketiga cara/metode yang telah dijelaskan, kamu dapat
memilih salah satu metode yang kamu anggap paling mudah.
Untuk memastikan kamu memahami materi ini, silakan dicoba
LKS latihan 1 halaman 41
Arsha Yossi Rosita