T E K N I K P E M E R C O N T O A N ( T T A 3 5 6 )
KONSEP SAMPLING
Dono Guntoro, S.T., M.T.
Konsep Sampling
Sampel (conto) merupakan satu bagian yang representatif atau
satu bagian dari keseluruhan yang bisa menggambarkan
berbagai karakteristik untuk tujuan inspeksi atau menunjukkan
bukti-bukti kualitas, dan merupakan sebagian dari populasi
stastistik dimana sifat-sifatnya telah dipelajari untuk
mendapatkan informasi keseluruhan.
Secara spesifik, conto dapat dikatakan sebagai sekumpulan
material yang dapat mewakili jenis batuan, formasi, atau badan
bijih (endapan) dalam arti kualitatif dan kuantitatif dengan
pemerian (deskripsi) termasuk lokasi dan komposisi dari batuan,
formasi, atau badan bijih (endapan) tersebut. Proses
pengambilan conto tersebut disebut sampling (pemercontoan).
Sampling dapat dilakukan karena beberapa alasan (tujuan) maupun
tahapan pekerjaan (tahapan eksplorasi, evaluasi, maupun eksploitasi).
1. Selama fase eksplorasi sampling dilakukan pada badan bijih
(mineable thickness) dan tidak hanya terbatas pada zona
mineralisasi saja, tetapi juga pada zona-zona low grade maupun
material barren, dengan tujuan untuk mendapatkan batas yang
jelas antara masing-masing zona tersebut.
2. Selama fase evaluasi, sampling dilakukan tidak hanya pada zona
endapan, tapi juga pada daerah-daerah di sekitar endapan dengan
tujuan memperoleh informasi lain yang berhubungan dengan
kestabilan lereng dan pemilihan metode penambangan.
3. Sedangkan selama fase eksploitasi, sampling tetap dilakukan
dengan tujuan kontrol kadar (quality control) dan monitoring
front kerja (kadar pada front kerja yang aktif, kadar pada bench
open pit, atau kadar pada umpan material).
Pemilihan metode sampling dan jumlah conto yang akan diambil
tergantung pada beberapa faktor, antara lain :
1. Tipe endapan, pola penyebaran, serta ukuran endapan.
2. Tahapan pekerjaan dan prosedur evaluasi,
3. Lokasi pengambilan conto (pada zona mineralisasi, alterasi,
atau barren),
4. Kedalaman pengambilan conto, yang berhubungan dengan
letak dan kondisi batuan induk.
5. Anggaran untuk sampling dan nilai dari bijih.
Beberapa kesalahan yang mungkin terjadi dalam sampling,
antara lain :
1. Salting, yaitu peningkatan kadar pada conto yang diambil
sebagai akibat masuknya material lain dengan kadar tinggi
ke dalam conto.
2. Dilution, yaitu pengurangan kadar akibatnya masuknya
waste ke dalam conto.
3. Erratic high assay, yaitu kesalahan akibat kekeliruan dalam
penentuan posisi (lokasi) sampling karena tidak
memperhatikan kondisi geologi.
4. Kesalahan dalam analisis kimia, akibat conto yang diambil
kurang representatif.
Bentuk keterdapatan dan morfologi endapan akan berpengaruh
pada tipe dan kuantitas sampling. Aspek karakteristik endapan
untuk tujuan sampling ini dapat dijelaskan sebagai berikut :
Pada endapan berbentuk urat
1. Komponen mineral atau logam tidak tersebar merata pada badan
urat.
2. Mineral bijih dapat berupa kristal-kristal yang kasar sehingga
diperlukan sample dengan volume yang besar agar representatif.
3. Kebanyakan urat mempunyai lebar yang sempit (jika dibandingkan
dengan bukaan stope) sehingga rentan dengan dilution.
4. Kebanyakan urat berasosiasi dengan sesar, pengisi rekahan, dan
zona geser (regangan), sehingga pada kondisi ini memungkinkan
terjadinya efek dilution pada batuan samping, sehingga batuan
samping perlu dilakukan sampling.
5. Perbedaan assay (kadar) antara urat dan batuan samping pada
umumnya tajam, berhubungan dengan kontak dengan batuan
samping, impregnasi pada batuan samping, serta pola urat yang
menjari (bercabang), sehingga dalam sampling perlu dicari dan
ditentukan batas vein yang jelas.
6. Fluktuasi ketebalan urat sulit diprediksi, dan mempunyai rentang
yang terbatas, serta mempunyai kadar yang sangat erratic
(acak/tidak beraturan) dan sulit diprediksi, sehingga diperlukan
sampling dengan interval yang rapat.
7. Kebanyakan urat relatif keras dan bersifat brittle, sehingga cukup
sulit untuk mencegah terjadinya bias akibat variabel kuantitas per
unit panjang sulit dikontrol.
8. Sampling lanjutan kadang-kadang terbatas terhadap jarak
(interval), karena pada umumnya harus dilanjutkan melalui
pemboran inti.
Pada endapan stratiform
Endapan stratiform disini termasuk endapan-endapan logam dasar
yang terendapkan selaras/sejajar dengan bidang perlapisan satuan
litologi (litofasies), dimana mineral bijih secara lateral dikontrol oleh
bidang perlapisan atau bentuk-bentuk sedimen yang lain (sedimentary
hosted). Karakteristik umum tipe endapan ini yang berhubungan
dengan metode sampling antara lain :
1. Mempuyai ketebalan yang cukup besar.
2. Mempunyai penyebaran lateral yang cukup luas.
3. Kadang-kadang diganggu oleh struktur geologi atau tektonik yang
kuat, sehingga dapat menimbulkan masalah dalam sampling.
4. Arah kecenderungan kadar relatif seragam dan dapat diprediksi,
namun kadang-kadang dapat terganggu oleh adanya remobilisasi,
metamorfisme, atau berbentuk urat.
5. Perubahan-perubahan gradual atau sistematis dalam kadar harus
diikuti oleh perubahan dalam interval sampling.
6. Dalam beberapa kondisi mungkin terdapat mineralisasi yang
berbutir halus dan kemudian berpengaruh pada besar volume
material yang dilakukan sampling.
7. Pada tipe hosted by meta-sediment, perlu diperhatikan variabel
ukuran conto akibat perubahan ukuran, kekerasan batuan, atau
nugget effect.
8. Setempat dapat terjadi perubahan kadar yang moderat dan dapat
menyebabkan kesalahan pada sampling yang signifikan.
9. Cut off kadar dapat gradasional (tidak konstan).
Pada endapan sedimen
Pada tipe endapan ini, termasuk endapan batubara, ironstones, potash,
gipsum, dan garam, yang mempunyai karakteristik :
1. Mempuyai kontak yang jelas dengan batuan samping.
2. Mempunyai fluktuasi perubahan indikator kualitas yang bersifat
gradual.
3. Sampling sering dikontrol oleh keberadaan sisipan atau parting
dalam batubara, sehingga interval sampling lebih bersifat ply per
ply.
4. Perubahan (variasi) ketebalan lapisan yang cenderung gradual,
sehingga anomali-anomali yang ditemukan dapat diprediksi lebih
awal (washout, sesar, perlipatan, dll.), sehingga pola dan kerapatan
sampling disesuaikan dengan variasi yang ada.
5. Rekomendasi pola sampling (strategi sampling) adalah dengan
interval teratur secara vertikal, bed by bed (atau ply by ply), atau
jika relatif homogen dapat dilakukan secara komposit.
Pada endapan porfiri
Karakteristik umum dari tipe endapan ini yang perlu diperhatikan
adalah :
1. Mempuyai dimensi yang besar, sehingga sampling lebih
diprioritaskan dengan pemboran inti (diamond atau percussion).
2. Umumnya berbentuk non-tabular, umumnya mempunyai kadar
yang rendah dan bersifat erratic, sehingga kadang-kadang
dibutuhkan conto dalam jumlah (volume) yang besar, sehingga
kadang-kadang dilakukan sampling melalui winze percobaan, adit
eksplorasi, dan paritan.
3. Zona-zona mineralisasi mempunyai pola dan variabilitas yang
beragam, seperti tipe disseminated, stockwork, vein, atau fissure,
sehingga perlu mendapat perhatian khusus dalam pemilihan
metode sampling.
4. Keberadaan zona-zona pelindian atau oksidasi, zona pengkayaan
supergen, dan zona hipogen, juga perlu mendapat perhatian
khusus.
5. Mineralisasi dengan kadar hipogen yang relatif tinggi sering
terkonsentrasi sepanjang sistem kekar sehingga penentuan
orientasi sampling dan pemboran perlu diperhatikan dengan
seksama.
6. Zonasi-zonasi internal (alterasi batuan samping) harus selalu
diperhatikan dan direkam sepanjang proses sampling.
7. Variasi dari kerapatan pola kekar akan mempengaruhi kekuatan
batuan, sehingga interval (kerapatan) sampling akan sangat
membantu dalam informasi fragmentasi batuan nantinya.