0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
61 tayangan9 halaman

Penyuluhan KB untuk Pasangan Usia Subur

Satuan acara penyuluhan ini membahas tentang pentingnya program Keluarga Berencana (KB) bagi Pasangan Usia Subur. Acara ini akan diselenggarakan pada tanggal 15 Juli 2020 selama 30 menit di Ruang Serbaguna Universitas Muhammadiyah Kudus. Acara ini akan menjelaskan tentang pengertian KB, jenis-jenis kontrasepsi, serta manfaat penggunaan KB bagi Pasangan Usia Subur dengan harapan dapat memahami pentingnya program KB p

Diunggah oleh

Noor Ekayunitasari
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
61 tayangan9 halaman

Penyuluhan KB untuk Pasangan Usia Subur

Satuan acara penyuluhan ini membahas tentang pentingnya program Keluarga Berencana (KB) bagi Pasangan Usia Subur. Acara ini akan diselenggarakan pada tanggal 15 Juli 2020 selama 30 menit di Ruang Serbaguna Universitas Muhammadiyah Kudus. Acara ini akan menjelaskan tentang pengertian KB, jenis-jenis kontrasepsi, serta manfaat penggunaan KB bagi Pasangan Usia Subur dengan harapan dapat memahami pentingnya program KB p

Diunggah oleh

Noor Ekayunitasari
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

SATUAN ACARA PENYULUHAN

PASANGAN USIA SUBUR (PUS)

Pokok Pembahasan : Pasangan Usia Subur (PUS)

Sub Pokok Pembahasan : Pentingnya Program KB pada Pasangan Usia Subur

Sasaran : Pasangan Usia Subur (PUS) di Desa Purwosari

Jam : 10.00 – 10.30

Waktu : 30 menit

Hari/Tanggal : Rabu, 15 Juli 2020

Tempat : Ruang Serbaguna Universitas Muhammadiyah Kudus

Nama Penyuluh : Melly Kusumawati

A. Latar Belakang

Keluarga Berencana (KB) merupakan salah satu pelayanan kesehatan preventif yang paling dasar
dan utama bagi wanita, meskipun tidak selalu diakui demikian. Peningkatan dan perluasan pelayanan
keluarga berencana merupakan salah satu usaha untuk menurunkan angka kesakitan dan kematian ibu
yang sedemikian tinggi akibat kehamilan yang dialami oleh wanita. Banyak wanita harus menentukan
pilihan kontrasepsi yang sulit, tidak hanya karena terbatasnya jumlah metode yang tersedia tetapi juga
karena metode-metode tertentu mungkin tidak dapat diterima sehubungan dengan kebijakan nasional KB,
kesehatan individual dan seksualitas wanita atau biaya untuk memperoleh kontrasepsi.

Kepadatan penduduk yang terjadi tentu saja menjadi suatu masalah bagi negara Indonesia yang
perlu diperhatikan oleh pemerintah sehingga banyak upaya yang dipilih atau diprogramkan oleh
pemerintah Indonesia untuk mengurangi kepadatan penduduk tersebut dengan cara melakukan program
Keluarga Berencana atau dikenal dengan singkatan KB.
KB adalah singkatan dari Keluarga Berencana. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia(1997),
maksud daripada ini adalah: "Gerakan untuk membentuk keluargayang sehat dan sejahtera dengan
membatasi kelahiran”. Keluarga Berencana adalah usaha untuk mengukur jumlah dan jarak anak yang di
inginkan. Untuk dapat mencapai hal tersebut maka dibuatlah beberapa cara atau alternatif untuk
mencegah ataupun menunda kehamilan.

Perlu diketahui terlebih dahulu bahwa KB dapat diartikan dalam dua pengertian. Hal ini sama halnya
bahwa KB ada dua macam yaitu:

1. pembatasan kelahiran adalah suatu program nasional yang dijalankan pemerintah untuk
mengurangi populasi penduduk, karena diasumsikan pertumbuhan populasi penduduk tidak
seimbang dengan ketersediaan barang dan jasa. KB dalam hal ini didasarkan pada teori populasi
menurut Thomas Robert Malthus.
2. pengaturan kelahiran adalah aktivitas individual untuk mencegah kehamilan dengan berbagai cara
dan sarana (alat). Misalnya dengan kondom, IUD, pil KB, dan sebagainya.

B. Tujuan Umum
Setelah mendapatkan penjelasan tentang Pentingnya Program KB pada Pasangan Usia Subur
selama 30 menit, diharapkan Pasangan Usia Subur (PUS) di Desa Purwosari dapat mengerti
dan memahami pentinya melakukan program KB pada usia subur.

C. Tujuan Khusus
Setelah mengikuti penyuluhan selama 30 menit, Pasangan Usia Subur (PUS) di Desa
Purwosari diharapkan :
1. Mampu menjelaskan pengertian KB
2. Mampu menyebutkan dan menjelaskan jenis-jenis kontrasepsi
3. Mampu menyebutkan dan menjelaskan efek samping penggunaan KB
4. Mampu menyebutkan manfaat penggunaan KB

D. Metode Penyuluhan
1. Ceramah
2. Tanya Jawab
E. Materi Penyuluhan
Terlampir

F. Media
1. Leaflet
2. Ppt

G. Setting Tempat

PENYULU

PESERTA (PASANGAN USIA SUBUR)

H. Susunan Acara

No Tahap Waktu Kegiatan Penyuluhan Sasaran Media


. Kegiatan
1. Pembukaan 5 menit 1. Menyampaikan salam Menjawab Kalimat
2. Memperkenalkan diri salam
3. Menjelaskan tujuan Mendengarkan
4. Menyampaikan dan menyimak
pokok pembahasan Bertanya
5. Kontrak waktu mengenai
6. Apersepsi perkenalan dan
tujuan jika ada
yang kurang
jelas
2. Pelaksanaa 20 menit Penyampaian materi : Mendengarkan Leaflet,
n 1. Menjelaskan tentang dan menyimak Ppt
pengertian KB Bertanya
2. Menjelaskan jenis- mengenai hal-
jenis Kontrasepsi hal yang belum
3. Menjelaskan efek jelas dan di
samping penggunaan KB mengerti
4. Menjelaskan manfaat
penggunaan KB

3. Penutup 5 menit 1. Melakukan evaluasi Sasaran dapat Kalimat


2. Menyampaikan menjawab
kesimpulan materi tentang
3. Memberi kesempatan pertanyaan
bertanya yang di ajukan
4. Memberi salam Mendengar
penutup Memperhatikan
Menjawab
salam

I. Evaluasi
1. Evaluasi Struktur
a) Kontrak waktu, tempat, dan topik yang akan dibahas
b) Tempat dan media telah sebelum kegiatan dimulai
c) Penyaji materi telah siap memberi penyuluhan atau pendidikan kesehatan
d) Waktu dan tempat sesuai yang telah ditentukan
2. Evaluasi Proses
a) Kegiatan berlangsung sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan
b) Adanya tanya jawab
c) Media dapat digunakan secara efektif
3. Evaluasi Hasil
a) Peserta mampu menjelaskan pengertian kanker payudara
b) Peserta mampu menyebutkan gejala dan penyebab kanker payudara
c) Peserta mampu menyebutkan cara pencegahan kanker payudara
I. Lampiran Materi
A. Pengertian KB
Keluarga Berencana adalah usaha untuk mengukur jumlah dan jarak anak yang di
inginkan. Untuk dapat mencapai hal tersebut maka dibuatlah beberapa cara atau alternatif
untuk mencegah ataupun menunda kehamilan.
Keluarga Berencana (KB) adalah gerakan untuk membentuk keluarga yang sehat
dan sejahtera dengan membatasi kelahiran yang bermakna perencanaan jumlah keluarga
dengan pembatasan yang bisa dilakukan dengan penggunaan alat-alat kontrasepsi atau
penanggulangan kelahiran seperti kondom, spiral, IUD, dan sebagainya.
Gerakan Keluarga Berencana diartikan sebagai upaya peningkatan kepedulian dan
peran serta masyarakat melalui upaya pendewasaan usia perkawinan, pengendalian
kelahiran, pembinaan ketahanan keluarga, dan meningkatkan kesejahteraan keluarga
dalam rangka melembagakan dan membudidayakan norma keluarga kecil bahagia dan
sejahteraan.

B. Jenis Kontrasepsi
1. Kontrasepsi Hormonal
Kontrasepsi hormonal umumnya mengandung kombinasi dari progestin dan estrogen, atau
progesteron saja. Kontrasepsi ini tersedia dalam berbagai bentuk. Macam-macam alat
kontrasepsi hormonal termasuk pil KB, suntik KB, implan, patch, dan cincin vagina.
a) Pil KB kombinasi progestin dan estrogen
Kandungan di dalam pil KB ini adalah kombinasi antara progestin dan estrogen.
Kontrasepsi yang satu ini membantu menahan ovarium agar tidak memproduksi sel telur.
Alat kontrasepsi ini juga menyebabkan adanya perubahan pada lendir serviks atau leher
rahim serta endometrium agar sperma tidak bisa ‘bertemu’ dengan sel telur. Berbeda tipe
pil KB kombinasi, maka kandungan dosis estrogen dan progestin di dalamnya pun
berbeda. Oleh sebab itu, jika ingin menggunakan satu dari macam-macam alat
kontrasepsi yang tersedia, Anda bisa meminta dokter membantu Anda menentukan jenis
pil KB kombinasi yang sesuai untuk kondisi Anda.
b) Pil KB progestin
Jenis pil KB berikutnya dikenal dengan pil mini. Pil ini berbeda dengan pil kombinasi, pil
mini hanya mengandung progestin saja. Alat kontrasepsi oral ini memiliki kandungan
hormon progestin yang lebih rendah dari dosis progestin pada pil kombinasi. Pil KB
progestin dapat membuat lendir serviks menjadi lebih kental, sehingga mencegah sperma
untuk ‘bertemu’ dengan sel telur. Menggunakan pil mini juga dapat menahan atau
mencegah proses ovulasi, meski hanya pada saat-saat tertentu saja. Jika Anda ingin
menggunakan pil KB progestin, Anda bisa memahami kelebihan dan kekurangan dari
penggunaannnya terlebih dahulu.
c) Alat kontrasepsi IUD (Intra-Uterine Device)
IUD merupakan alat kontrasepsi yang memiliki berbentuk seperti huruf T. IUD ini
dimasukkan ke dalam rahim dan terkadang menyisakan sedikit benang di vagina untuk
menandakan posisi IUD. Ada 2 macam alat kontrasepsi IUD yang bisa Anda pilih, yaitu
IUD berisi tembaga dan hormon. IUD tembaga bisa digunakan sampai 10 tahun,
sedangkan IUD hormon hanya sampai lima tahun.

2. Alat kontrasepsi dengan metode penghalang fisik


Selain beberapa kontrasepsi hormonal di atas, ada pula kontrasepsi yang dilakukan dengan
penghalang fisik, seperti:
a) Kondom
Meski lebih umum ditemukan kondom untuk pria, namun ada pula kondom untuk wanita.
Efektivitas kondom dalam mencegah kehamilan meningkat terutama setelah ditambahkan
lubrikan spermisida di kondom.
b) Spermisida
Spermisida adalah zat kimia yang dapat merusak sperma. Spermisida dapat berbentuk
krim, jeli, busa atau supositori. Namun, Anda bisa menggunakan ini sebagai alat
kontrasepsi.
c) Diafragma
Diafragma biasanya terbuat dari lateks atau silikon, berbentuk melingkar seperti kubah
dan berfungsi mencegah sperma masuk ke dalam rahim. Cara penggunaannya adalah
menekuk atau melipatnya menjadi dua bagian, lalu memasukkannya ke dalam vagina
untuk melindungi serviks.

3. Metode kontrasepsi alami


Jika Anda dan pasangan tidak dapat menggunakan alat kontrasepsi di atas karena berbagai
alasan, Anda dapat menerapkan metode pencegahan alami, antara lain:
a) Sistem KB kalender
Tanpa bantuan macam-macam alat kontrasepsi, metode ini menggunakan penghitungan
masa subur wanita, dan menghindari berhubungan seks pada masa subur tersebut.
b) Menyusui
Pada ibu yang menyusui anaknya secara eksklusif, pembuahan tidak dapat terjadi selama
10 minggu pertama, sehingga kehamilan dapat dicegah.
4. Metode kontrasepsi permanen
Kontrasepsi permanen atau sterilisasi merupakan pilihan bagi pasangan yang tidak ingin
memiliki anak lagi. Pada wanita, teknik yang dapat dilakukan adalah tubektomi, ligasi tuba,
implan tuba, dan elektrokoagulasi tuba. Sementara itu, pada pria dapat dilakukan vasektomi.

C. Efek Samping Penggunaan KB


1. Pil KB
Efek Samping Pil KB:
a) Meningkatkan risiko darah tinggi dan penyakit kardiovaskular
b) Peningkatan berat badan
c) Dapat mengganggu produksi ASI
d) Pendarahan tiba-tiba di luar jadwal menstruasi
e) Rasa mual
f) Sakit kepala dan terkadang ada rasa tidak nyaman pada payudara
g) Gairah seks menurun
2. Suntik KB
Efek Samping suntik KB:
a) Rasa mual
b) Peningkatan berat badan
c) Gairah seks menurun
d) Pendarahan di luar jadwal menstruasi atau bahkan tidak menstruasi samasekali
e) Sakit kepala
f) Jerawatan
3. Implan/Norplant/Susuk
Efek Samping implan:
a) Rasa nyeri di bagian lengan atas atau tempat implan ditanam
b) Menstruasi tidak teratur
c) Peningkatan berat badan
d) Kesulitan hamil kembali setelah implan dilepas
4. IUD/Spiral
Efek Samping IUD:
a) Keram perut atau rasa sakit pada bagian bawah perut
b) Pendarahan yang cukup banyak saat menstruasi atau bahkan menstruasi tidak teratur
c) Dapat lepas atau bergeser (jika lepas biasanya akan keluar bersama darah haid)
d) Dapat terjadi infeksi jika tubuh menolak keberadaan IUD
5. Vasektomi
Efek samping vasektomi:
a) Bisa terdapat darah di dalam air mani
b) Memar pada testis beberapa bulan pasca operasi
c) Pendarahan atau pembekuan darah pada area testis
d) Infeksi pasca operasi
e) Perasaan tidak nyaman pasca operasi
6. Tubektomi
Efek samping tubektomi:
a) Nyeri pada panggul atau perut
b) Infeksi pasca operasi
c) Pendarahan
d) Komplikasi
e) Beberapa orang juga dapat mengalami hamil ektopik

D. Manfaat Program KB
Program Keluarga Berencana (KB) mempunyai banyak keuntungan. Salah satunya
adalah dengan mengkonsumsi pil kontrasepsi dapat mencegah terjadinya kanker uterus dan
ovarium. Bahkan dengan perencanaan kehamilan yang aman, sehat dan diinginkan merupakan
salah satu faktor penting dalam upaya menurunkan angka kematian maternal. Ini berarti program
tersebut dapat memberikan keuntungan ekonomi dan kesehatan.
Pengaturan kelahiran memiliki benefit (keuntungan) kesehatan yang nyata, salah satu
contoh pil kontrasepsi dapat mencegah terjadinya kanker uterus dan ovarium, penggunaan
kondom dapat mencegah penularan penyakit menular seksual, seperti HIV. Meskipun
penggunaan alat/obat kontrasepsi mempunyai efek samping dan risiko yang kadang-kadang
merugikan kesehatan, namun demikian benefit penggunaan alat/ obat kontrasepsi tersebut akan
lebih besar dibanding tidak menggunakan kontrasepsi yang memberikan risiko kesakitan dan
kematian maternal.
Program KB menentukan kualitas keluarga, karena program ini dapat menyelamatkan
kehidupan perempuan serta meningkatkan status kesehatan ibu terutama dalam mencegah
kehamilan tak diinginkan, menjarangkan jarak kelahiran mengurangi risiko kematian bayi. Selain
memberi keuntungan ekonomi pada pasangan suami istri, keluarga dan masyarakat, KB juga
membantu remaja mangambil keputusan untuk memilih kehidupan yang lebih balk dengan
merencanakan proses reproduksinya. Program KB, bisa meningkatkan pria untuk ikut
bertanggung jawab dalam kesehatan reproduksi mereka dan keluarganya. Ini merupakan
keuntungan seseorang mengikuti program KB.

Anda mungkin juga menyukai