Interaksi dan Pemberian Muatan Listrik
Interaksi dan Pemberian Muatan Listrik
Muatan Listrik
Kata listrik (electricity) berasal dari bahasa
Yunani yaitu elektron, yang berarti “amber”. Amber
adalah pohon damar yang membantu, dan orang
zaman dahulu mengetahui bahwa jika batang amber
digosokkan dengan kain, amber tersebut akan
menarik daun-daun kecil atau debu. Sepotong plastik
20 20
5. Listrik Dinamis
a. Arus Listrik
Aliran listrik ditimbulkan oleh muatan listrik
yang bergerak di dalam suatu penghantar. Arus listrik
adalah aliran muatan listrik positif. Muatan listrik
tersebut mengalir dari potensial tinggi ke potensial
rendah. Arus listrik dapat mengalir pada sebuah
rangkaian listrik tertutup (ujung-ujung rangkaian
dalam keadaan tertutup).
1) Kuat Arus Listrik
Banyaknya muatan listrik yang mengalir
dalam kawat penghantar tiap sekon atau detik
disebut kuat arus listrik. Satuan kuat arus listrik
adalah ampere (A), persamaannya sebagai
berikut:
(2.4)
= hambatan jenis ( m)
= panjang kawat (m)
A = luas penampang kawat (m2)
c. Hukum I Kirchhoff
Arus listrik dalam alirannya juga mengalami
cabang-cabang. Hukum persambungan atau
percabangan (junction rule) disebut Hukum I
Kirchhoff yang ditemukan oleh G.R. Kirchhoff
(1824-1887). Hukum I Kirchhoff menyatakan bahwa:
“Pada setiap titik percabangan, jumlah seluruh
arus yang masuk percabangan sama dengan jumlah
seluruh arus yang meninggalkan percabangan.”
Hukum I Kirchhoff dapat dinyatakan dengan
persamaan berikut:
(2.8)
Muatan-muatan yang masuk percabangan
harus sama dengan yang meninggalkan percabangan
(tidak ada muatan yang hilang).
d. Rangkaian Listrik
1) Rangkaian Seri
Rangkaian listrik yang tidak memiliki
percabangan kabel atau disusun secara sejajar
disebut rangkaian seri. Untuk mencari nilai
hambatan pengganti pada beberapa resistor yang
dirangkai seri dapat digunakan persamaan
27 27
berikut:
Rs = R1 + R2 + ... + Rn (2.9)
6. Kemagnetan
a. Pengertian Kemagnetan
Kata magnet berasal dari bahasa Yunani
magnitis lithos yang berarti batu Magnesian.
Magnesia adalah nama sebuah wilayah di Yunani
pada masa lalu yang kini bernama Manisa (sekarang
berada di wilayah Turki). Magnet adalah suatau
benda yang dapat menarik benda-benda yang
terbuat dari besi, baja, dan logam-logam tertentu.
d. Gaya Lorentz
Gaya Lorentz terjadi apabila kawat penghantar
berarus listrik berada di dalam medan magnetik.
Besar gaya Lorentz bergantung pada besar medan
magnetik, panjang penghantar, dan besar arus listrik
yang mengalir dalam kawat penghantar. Besar gaya
Lorentz dapat ditentukan dengan persamaan
berikut:
(2.13)
Jika arah arusnya tegak lurus terhadap medan
( ), maka gaya Lorentz adalah:
(2.14)
Arah gaya Lorentz dapat ditentukan dengan
menggunakan kaidah tangan kanan. Jika ibu jari
menunjukkan arah arus listrik ( ), jari telunjuk
menunjukkan arah medan magnetik ( ), dan jari
tengah menunjukkan arah gaya Lorentz ( ).
e. Induksi Elektromagnetik
Perubahan medan magnetik dapat
menghasilkan arus listrik disebut induksi
elektromagnetik. Peristiwa ini dilakukan oleh
Michael Faraday. Ia melakukan penyelidikan
tentang hubungan antara kelistrikan dan
kemagnetan, untuk membuktikan hipotesisnya,
Faraday kemudian melakukan eksperimen dengan
menggerakkan magnet batang masuk-keluar dalam
kumparan kawat yang kedua ujungnya dihubungkan
dengan galvanometer.
B. Kajian Pustaka
Berdasarkan survei di lapangan beberapa toko buku
disekitar Semarang, jurnal, internet bahwa pengembangan
modul fisika dengan materi listrik statis, listrik dinamis,
dan kemagnetan kelas IX SMP/MTs berbasis integrasi sains
dan Islam belum ada yang mengembangkan.
Pengembangan bahan ajar fisika dengan materi listrik
dinamis berbasis integrasi sains dan Islam pernah
dikembangkan oleh mahasiswi UIN Walisongo Semarang
kelas X SMA/MA. Beberapa dasar rujukan dalam penelitian
ini antara lain:
a. Skripsi yang disusun Nourma Fahmatullahil Fauziyah
NIM. 123611001 Universitas Islam Negeri Walisongo
Semarang yang berjudul “Pengembangan Bahan Ajar
Fisika Kelas X SMA/MA Berbasis Integrasi Sains dan
Islam Pada Materi Alat Optik, Suhu Kalor, Listrik
Dinamis dan Gelombang Elektromagnetik”. Skripsi
tersebut membahas tentang pengembangan modul
fisika yang berfungsi sebagai bahan ajar dalam
pembelajaran fisika dengan materi bahasan optik, suhu
dan kalor, serta listrik dinamis yang diintegrasikan
37 37
C. Kerangka Berpikir
Bahan ajar yang berbentuk modul ini merupakan hal
yang penting bagi kelancaran proses belajar mengajar.
Produk ini berisikan materi fisika kelas IX SMP/MTs yang
dikaitkan atau dipadukan dengan ayat-ayat Al-Qur’an. Di
dalam modul tersebut dijelaskan terlebih dahulu mengenai
konsep-konsep fisika dan nantinya akan didasari dengan
Al-Qur’an dan tokoh penemunya.
Guru dan siswa banyak yang kurang mengetahui
bagaimana hubungan sains dan Islam yang selama ini
susah disatukan. Penyusunan modul ini diharapkan dapat
mempermudah dan menambah wawasan siswa tentang
materi-materi yang disampaikan dalam modul. Modul ini
diharapkan dapat mendukung proses pembelajaran fisika
di sekolah yang memuat materi-materi fisika yang
berhubungan dengan Islam, sehingga menambah siswa
untuk lebih bertakwa dan bersyukur atas segala nikmat
yang Allah SWT berikan.
BAB III
METODOLOGI
A. Model Pengembangan
Penelitian ini merupakan penelitian yang
menggunakan metode penelitian dan pengembangan
(Research and Development). Metode penelitian dan
pengembangan (Research and Development) adalah metode
penelitian yang digunakan untuk mengembangkan atau
menvalidasi produk yang digunakan dalam pendidikan dan
pembelajaran (Sugiono, 2012). Penelitian ini bertujuan
untuk menghasilkan atau mengembangkan suatu produk
atau memperbaiki produk yang sudah ada dan
mengembangkan produk yang belum ada. Hasil produk
yang dikembangkan dalam penelitian ini adalah modul
fisika berbasis integrasi sains dan Islam pada materi listrik
statis, listrik dinamis, dan kemagnetan. Model
pengembangan yang digunakan dalam pengembangan
modul ini adalah model Borg & Gall.
Menurut Sukmadinata, Borg & Gall secara lengkap
mengemukakan sepuluh langkah desain penelitian dan
pengembangan, sebagai berikut:
1. Penelitian dan pengumpulan data (research and
information collecting). Pengukuran kebutuhan, studi
40
41 41
B. Prosedur Pengembangan
Prosedur pelaksanaan penelitian pengembangan dari
Borg & Gall dibatasi oleh kebutuhan peneliti yaitu studi
pendahuluan, perencanaan produk, pengembangan
produk, uji coba lapangan awal, dan produk akhir. Tahap
yang ditempuh oleh peneliti hanya sampai pada tahap
revisi produk setelah dinilai oleh tim penilai. Secara garis
besar, prosedur pengembangan dalam penelitian ini
sebagai berikut:
1. Studi Pendahuluan
Studi pendahuluan dilakukan melalui dua tahap,
yaitu:
a. Studi Kepustakaan
Studi kepustakaan yang dilakukan peneliti
yaitu mencari informasi dengan mempelajari
konsep-konsep atau teori-teori yang berkaitan
dengan produk baik melalui buku, jurnal, internet
dan lainnya. Selain itu mempelajari dengan baik teori
dari produk yang akan dikembangkan yaitu terkait
integrasi sains dan Islam dengan pokok bahasan
listrik statis, listrik dinamis, dan kemagnetan.
44 44
Pengumpulan Silabus,
Materi & kepustakaan
Studi
Pendahuluan
Fisika Tafsir Al-Qur’an
Perencanaan
Rancangan Produk
Produk
Pembuatan Produk
Pengembangan
Produk
Produk Instrumen
Validasi
Uji Coba
1 Ahli Materi
Penilaian 1 Ahli Media
Lapangan Awal
1 Ahli Integrasi
Cukup Baik 2 Guru SMP/MTs
Kualitas Produk
Baik Tidak
Produk Akhir
C. Subjek Penelitian
Subjek dalam penelitian ini yaitu para ahli yang
terdiri dari 1 ahli materi, 1 ahli media, 1 ahli integrasi sains
dan Islam, dan 2 guru fisika SMP/MTs Kelas IX. Untuk ahli
materi, ahli media, dan ahli integrasi sains Islam
merupakan dosen UIN Walisongo Semarang sendiri yang
berkompeten dalam bidangnya. Sedangkan guru fisika
merupakan guru dari MTs Miftahul Ulum Weding Demak
dan MTs N Bonang Demak.
dengan :
= Skor rata-rata penilaian oleh ahli
̅
49 49
()
51
52 52
2. Perencanaan Produk
Perencanaan produk merupakan tahapan untuk
mendapatkan cara efektif mengembangkan draf modul
yang sesuai berdasarkan data yang didapat dari tahap
penelitian pendahuluan. Berdasarkan studi pndahuluan,
diperoleh bahwa belum ditemukan pengembangan
modul fisika yang mengaitkan antara integrasi sains dan
Islam dengan materi listrik statis, listrik dinamis, dan
kemagnetan, oleh sebab itu diperlukan modul yang
berisi tentang integrasi sains dan Islam dalam materi
listrik statis, listrik dinamis, dan kemagnetan untuk
menambah wawasan siswa dalam belajar ilmu
pengetahuan alam khususnya fisika yang berintegrasi
dengan Islam berupa ayat-ayat Al-Qur’an.
Kompetensi inti dan kompetensi dasar yang
peneliti gunakan dalam penelitian pengembangan
modul berdasarkan silabus kurikulum tahun 2013 revisi
2016. Materi dalam modul ini dilengkapi dengan kajian
keislaman, beberapa contoh peristiwa keislaman dan
kegiatan dalam aktivitas yang dilakukan dalam
kehidupan sehari-hari serta terdapat beberapa gambar
untuk menambah pemahaman siswa dalam belajar.
Langkah selanjutnya tahap perencanaan produk
modul yaitu penyusunan draft modul fisika dengan
materi listrik statis, listrik dinamis, dan kemagnetan
54 54
...
Artinya: “Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya,
Dia memperlihatkan kepadamu kilat untuk
(menimbulkan) ketakutan dan harapan, dan Dia
menurunkan hujan dari langit ...” (QS. Ar-Rum: 24)
Artinya: “Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga
yang dekat akan haknya, kepada orang miskin dan
61 61
8. Pendukung penyajian
9. Penyajian pembelajaran
4) Komponen Kegrafisan, antara lain:
10. Layout
11. Keterbacaan tulisan
12. Kualitas buku
b. Penilaian Ahli Media
1) Komponen Desain modul, antara lain:
1. Keterbacaan tulisan
2. Penyajian modul
3. Kejelasan informasi
4. Kelayakan kegrafikan
5. Warna
6. Kemenarikan cover
7. Layout
c. Penilaian Ahli Integrasi Sains dan Islam
1) Komponen Integrasi sains dan Islam, antara lain:
1. Tulisan ayat Al-Qur’an
2. Keterbacaan ayat Al-Qur’an
3. Integrasi sains dan Islam
4. Nilai keislaman
Berdasarkan kisi-kisi instrumen tersebut
penilaian validasi dari setiap ahli sebagai berikut:
65 65
Kelayakan Kesesuaian
4 5 5 14 53 4,416667 88%
Isi dengan
kebutuhan materi
Keakuratan siswa 3 5 5 13
Kemutakhiran 4 5 4 13
materi
Kejelasan informasi 4 5 5 14
Kelayakan
Kebahasaa 3 5 5 13 40 4,444444 89%
penyajian
n
materi EYD
Kesesuaian 3 5 5 13
Pendukung 4 5 5 14
Teknik penyajian
Penyajian 28 4,666667 93%
Penyajian 4 5 5 14
pembelajara
n Layout 4 3 4 11
Kegrafisa Keterbacaan tulisan 4 5 5 14 39 4,333333 87%
n Kualitas buku 4 5 5 14
Jumlah 44 58 58
∑Seluruh Skor 160 160 4,444444 89%
Keterbacaa 4 4
n tul is an
Peny 5 5
ajian
modul
Kejel as 4 4
Des ain an
Media informas
Kel ay 5 5
akan
kegrafika
Warna 5 5
Kemenarika 4 4
n cov er
Layo ut 4 4
Juml ah 31
∑Sel uruh Skor 31
∑Rata-rata 4,4
Pers entas e 89%
Tul isan ay at 4 4
Al -Q u'an
Keterbacaan 4 4
ay at Al -Q
Aspek
ur'an
Integrasi Integrasi
5 5
Sains dan
Isl am
Nil ai 4 4
keisl
aman
Juml ah 17
∑Sel uruh Skor 17
∑Rata-rata 4,3
Persentase 85%
B. Validasi Produk
Pengembangan modul fisika kelas IX SMP/MTs
berbasis integrasi sains dan Islam dengan model islamisasi
sains yaitu model pengintegrasian dengan mencari
kesamaan antara teori fisika dengan ayat-ayat Al-Qur’an.
Pengembangan penelitian ini sesuai dengan prosedur
pengembangan model Borg dan Gall yang terdiri dari 10
tahap, akan tetapi dibatasi sampai tahap ke-5 yaitu studi
pendahuluan, perencanaan produk, pengembangan modul,
validasi dari tim ahli, revisi dan produk akhir. Berdasarkan
hasil studi pendahuluan diperlukan modul fisika kelas IX
SMP/MTs berbasis integrasi sains dan Islam.
Integrasi sains dan Islam merupakan perpaduan ilmu
pengetahuan (sains) dengan Islam yang bertujuan untuk
73 73
a. Ada typo
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan
bahwa:
1. Prosedur penelitian dan pengembangan ini
menggunakan teori Borg dan Gall yang dibatasi tahap
penelitiannya yaitu studi pendahuluan, perencanaan
produk, pengembangan produk, validasi ahli, revisi dan
produk akhir. Pengembangan modul ini dikembangkan
menggunakan pendekatan integrasi sains dan Islam
dengan model Islamisasi sains.
2. Kualitas modul fisika pada materi listrik statis, listrik
dinamis, dan kemagnetan untuk kelas IX SMP/MTs
berbasis integrasi sains dan Islam, berdasarkan validasi
ahli materi mendapatkan persentase kelayakan 89%
(Sangat Baik), dan berdasarkan penilaian ahli media,
kualitas modul yang dikembangkan mendapatkan
persentase kelayakan 89% (Sangat Baik), sedangkan
berdasarkan penilaian ahli integrasi sains dan Islam
mendapatkan persentase kelayakan 85% (Baik).
85
86
B. Saran
Berdasarkan pada simpulan di atas maka peneliti
mengajukan saran-saran sebagai berikut:
1. Produk yang dihasilkan dalam penelitian berupa modul
fisika materi listrik statis, listrik dinamis, dan
kemagnetan kelas IX berbasis integrasi sains dan Islam
disarankan supaya diuji cobakan dalam kelas kecil
maupun kelas besar, supaya lebih mengetahui
kekurangan dan kelebihan modul tersebut.
2. Peneliti selanjutnya disarankan melakukan penelitian
pengembangan modul fisika berbasis integrasi sains dan
Islam untuk materi fisika yang berbeda, sehingga dapat
memperkaya modul fisika yang berbasis integrasi sains
dan Islam.
DAFTAR PUSTAKA
90
91 91
Lampiran
Lampiran
2 1
92 92
Lampiran
Lampiran
2 1
93 93
Lampiran
Lampiran
4 3
94 94
Lampiran
Lampiran
4 3
95 95
Lampiran
Lampiran
6 5
96 96
Lampiran
Lampiran
6 5
Tabel 4.1 Data Hasil Penilaian Modul Fisika oleh Ahli Materi
Lampiran
Lampiran
8 7
Tabel 4.2 Data Hasil Penilaian Modul Fisika oleh Ahli Media
Keterbacaan 4 4
tulisan
Penyajian 5 5
modul
Kejelasan 4 4
Desain informasi
Media Kelayakan 5 5
kegrafikan
Warna 5 5
Kemenarikan 4 4
cover
Layout 4 4
Jumlah 31
∑Seluruh Skor 31
∑Rata-rata 4,4
Persentase 89%
98 98
Lampiran
Lampiran
8 7
Tabel 4.3 Data Hasil Penilaian Modul Fisika oleh Ahli Integrasi Sains dan
Islam
Tulisan ayat 4 4
Al-Qu'an
Keterbacaan 4 4
ayat Al-Qur'an
Aspek
Integrasi Integrasi
5 5
Sains dan
Islam
Nilai 4 4
keislaman
Jumlah 17
∑Seluruh Skor 17
∑Rata-rata 4,3
Persentase 85%
99 999
999
Lampiran 9
10 100
0 1001
Lampiran 9
101 101
1011 1011
102 102
1021 1021
103 103
1031 1031
104 104
1041 1041
105 105
1051 1051
106 106
1061 1061
107 107
1071 1071
108 108
1081 1081
Lampiran 10
109 109
1091 1091
110 110
1101 1101
111 111
1111 1111
112 112
1121 1121
113 113
1131 1131
114 114
1141 1141
115 115
1151 1151
Lampiran 11
116 116
1161 1161
117 117
1171 1171
118 118
1181 1181
119 119
1191 1191
C.S1""•
ILKe1•,.a.•
8..11.n .,. ~ Pnpa , .- [Link] ftMb MMffl Lutnk Stlti,, U,ink [Link].
GilD Kcmapetm Ket. IX 8crtlnt~ Salu din bl1111 uM dloyaul-111•):
'-f Ll)'lllt• ...,,._ • I~...,. .a, m-.,.
2
3T_ . . ,... .._
l.1 ) ¥ tt\ ..
.._
•) u.,•.u, ,.. ,......
':::,
NIP. 1517 !DI~~~ 6~ (Os;'
120 120
1201 1201
Lampiran 12
121 121
1211 1211
122 122
1221 1221
123 123
1231 1231
124 124
1241 1241
125 125
1251 1251
126 126
1261 1261
127 127
1271 1271
128 128
1281 1281
129 129
1291 1291
Lampiran 13
130 130
1301 1301
131 131
1311 1311
132 132
1321 1321
133 133
1331 1331
134 134
1341 1341
135 135
1351 1351
136 136
1361 1361
137 137
1371 1371
138 138
1381 1381
Lampiran 14
Lampiran 15
Penulis:
Rohmatul
Azizah
Editor
:
Rohmatul Azizah
Dosen Pembimbing :
1. Dr. Hamdan Hadi Kusuma, [Link].
2. Fihris, [Link].
Desain Cover:
Gilang Fitrana Alfida & Rohmatul Azizah
Grafis Buku:
Buku berukuran 21 x 29,7 cm, Font Buku Times New Roman,
Georgia, Monotype corsiva, dan Cambria Math, serta Font Size
Materi 12.
Halaman Isi: 119 hlm.
Ucapan
Terima Kasih
Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Alhamdulillahi rabbil’alamin atas rahmat dan nikmat Allah SWT, penulis dapat
menyelesaikan modul Fisika Untuk Kelas IX Berbasis Integrasi Sains dan Islam.
Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan
saran dan kritik yang membangun terhadap materi dan penyajian modul ini. Penulis
menyadari dengan adanya saran dan kritik yang membangun dari Bapak/Ibu penilai,
modul ini menjadi lebih lengkap dan layak sebagai bahan ajar di sekolah.
Secara khusus, ucapan terima kasih penulis sampaikan kepada sahabat dan teman-
teman yang tidak bisa penulis sebutkan satu-persatu yang dengan tulus selalu
memberikan semangat dan dorongan, kepada Bapak Abdul Basir (Alm), Ibu Suarti
serta keluarga penulis yang selalu mendo’akan, dan kepada Bapak Dr. Hamdan Hadi
Kusuma [Link]. dan Ibu Fihris, M. Ag. selaku dosen pembimbing penulis, serta tim
penilai yang telah berkenan memberikan motivasi, kritik dan saran setelah
mencermati, menilai, dan menelaah modul ini.
Penulis menyadari bahwa modul ini masih terdapat banyak kekurangan. Oleh
karena itu, penulis senantiasa mengharapkan masukan dari pembaca demi
penyempurnaan modul ini. Akhirnya, semoga modul ini bisa turut serta mencerdaskan
generasi muda bangsa dan menambah ketakwaan kita terhadap Allah SWT. Amin.....
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.
Penulis
Fisika SMP/MTsKelasIX ii
Kata
Pengantar
Puji syukur penulis panjatkan kehadiran Allah SWT karena dapat menyelesaikan Modul
Fisika Berbasis Integrasi Sains Islam untuk SMP/MTs ini. Modul ini bertujuan untuk
membantu siswa SMP/MTs dalam memahami penggunaan dan pengembangan konsep-
konsep fisika berbasis integrasi sains Islam. Penulis berharap bahwa modul ini juga dapat
menambah referensi bagi siswa SMP/MTs dalam mempelajari IPA khususnya fisika yang
berintegrasi sains Islam.
Modul fisika SMP/MTs ini disusun berdasarkan Kurikulum 2013 revisi tahun 2016. Pola
penulisan modul ini didesain menggunakan bahasa yang sederhana, pemaparan materi yang
rinci, hubungan antara sub pokok bahasan yang berkesinambungan, yang kemudian di
padukan dengan ayat-ayat Al-Qur’an yang sesuai dengan pokok bahasan dalam materi,
dengan begitu belajar menggunakan modul ini kita akan mengetahui bahwa sesungguhnya
apa yang kita pelajari ada dalam Al-Qur’an.
Perlu diketahui Al-Qur’an itu memang benar, akan tetapi akal manusia sangat terbatas
dan hanya sebagian kecil saja yang bisa menelaah seluruh isinya. Oleh karena itu, jika ada
ilmu dari Al-Qur’an yang bertentangan dengan penemuan manusia hal tersebut bukan berarti
Al-Qur’an yang salah atau manusia yang salah. Tidak lain hanyalah pengetahuan manusia
belum mampu mengetahui pengetahuan apa yang disampaikan Al-Qur’an.
Materi yang terdapat dalam modul ini meliputi: Listrik Statis, Listrik Dinamis, dan
Kemagnetan. Selain materi modul ini juga dilengkapi dengan contoh soal, uji kompetensi,
jelajah konsep, evaluasi pada akhir bab dan informasi-informasi tambahan lainnya.
Akhirnya, penulis ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang membantu dalam
penyusunan modul ini, semoga modul ini dapat bermanfaat bagi siswa dan guru dalam proses
kegiatan pembelajaran di sekolah. Saran dan kritik yang membangun dari pembaca sangat
diharapkan oleh penulis sebagai perbaikan modul ini.
Penulis
Judul Bab
disesuaikan dengan tema materi dalam bab.
Tujuan Pembelajaran
merupakan tujuan yang harus dicapai dalam
mempelajari materi pokok dalam suatu bab.
Peta Konsep
merupakan diagram alur penyajian materi atau
konsep agar Anda dapat mengetahui alur belajar
yang tepat.
Apersep i
s
Fisika SMP/MTsKelasIX iv
Materi Pembelajaran
disajikan secara sistematis, komunikatif,
integratif, dan sesuai dengan perkembangan
ilmu teknologi terkini.
Contoh Soal
berisi contoh soal beserta penyelesaiannya.
Uji Kompetensi
berisi latihan soal yang berkaitan dengan dengan
materi tersebut.
Kajian Islam
berisi informasi tambahan sebagai
pendukung rasa ingin tahu bahwa apa
yang dipelajari terdapat dalam Al-Qur’an.
Bintang IPA
berisi deskripsi singkat mengenai tokoh atau
ilmuwan yang telah memberi kontribusi terhadap
perkembangan ilmu pengetahuan sehingga Anda
dapat menghargai prestasi orang lain.
Fokus IPA
berisi deskripsi singkat mengenai materi dan
penerapan dalam kehidupan sehari-hari.
Lembar Kerja
berisi percobaan untuk membuktikan tentang
suatu hukum atau hubungan tertentu dalam
materi tersebut.
Fisika SMP/MTsKelasIX v
Jelajah Konsep
kegiatan eksperimen yang dilakukan secara
berkelompok maupun individu untuk
memperdalam pemahaman siswa.
Rangkuman
berisi inti materi dan rangkuman berbagai konsep
pada bab yang telah dipelajari.
Glosarium
berisi p e n j e l a s a n i s t i l a h - i s t i l a h p e n
t i n g ya n g a d a d a l a m m o d u l .
Fisika SMP/MTsKelasIX vi
Ucapan Terima Kasih ii
Kata Pengantar iii
Bab 1 Bab 3
Listrik Statis Kemagnetan
A. Muatan Listrik 5 A. Pengertian Kemagnetan 78
B. Cara Membuat Benda Bermuatan B. Teori Kemagnetan Bumi 86
Listrik 8 C. Medan Magnetik 88
C. Sifat Muatan Listrik 10 D. Gaya Lorentz 93
D. Hukum Coulomb 13 E. Induksi Elektromagnetik 95
E. Penerapan Listrik Statis 21 F. Kemagnetan dalam Produk
Teknologi 102
Rangkuman 25
Rangkuman 106
Evaluasi Bab 1 27
Evaluasi Bab 3 109
Bab 2
Daftar Pustaka 113
Listrik Dinamis Glosarium 114
S
u
m
b
e
r
:
D
o
k
u
m
e
n
P
r
i
b
a
d
i
BAB 1 Listrik
Statis
Integrasi
Sains dan
Islam Untuk
SMP/MTs
Kelas IX
Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar
Fisika SMP/MTs Kelas IX
Materi Listrik Statis
Kompetensi Inti Kompetensi Dasar
1. Menghargai dan menghayati ajaran 1.1 Bertambah keimanannya dengan menyadari
agama yang dianutnya. hubungan keteraturan dan kompleksitas
alam dan jagat raya terhadap
kebesaran Tuhan yang menciptakannya.
2. Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, 2.1 Menunjukkan perilaku ilmiah (memiliki
tanggung jawab, peduli (toleransi, rasa ingin tahu; objektif; bertanggung
gotong royong), santun, percaya diri, jawab; terbuka; kritis; kreatif; inovatif
dalam berinteraksi secara efektif dan peduli lingkungan) dalam aktivitas
dengan lingkungan sosial dan alam sehari-hari sebagai wujud implementasi
dalam jangkauan pergaulan dan sikap dalam melakukan percobaan dan
keberadaannya. berdiskusi.
2.2 Menghargai kerja individu dan kelompok
dalam aktivitas sehari-hari sebagai wujud
implementasi melaksanakan percobaan dan
melaporkan hasil percobaan.
3. Memahami dan menerapkan 3.1 Memahami konsep listrik statis dan
pengetahuan (faktual, konseptual, dan gejalanya dalam kehidupan sehari-hari.
prosedural) berdasarkan rasa ingin
tahunya tentang ilmu pengetahuan,
teknologi, seni, budaya terkait
fenomena dan kejadian tampak mata.
4. Mengolah, menyaji, dan menalar 4.1 Menyajikan hasil pengamatan tentang
dalam ranah konkrit (menggunakan, gejala listrik statis dalam kehidupan sehari-
mengurai, merangkai, memodifikasi, hari.
dan membuat) dan ranah abstrak
(menulis, membaca, menghitung,
menggambar, dan mengarang) sesuai
dengan yang dipelajari di sekolah dan
sumber lain yang sama dalam sudut
pandang/teori.
2 Listrik Statis
1. Menjelaskan benda dapat bermuatan listrik jika diperlakukan dengan cara
tertentu.
2. Memberi contoh peristiwa yang menghasilkan benda yang bermuatan listrik.
3. Melakukan percobaan sederhana untuk menunjukkan sifat muatan listrik.
4. Mengamati interaksi antara dua benda yang bermuatan listrik.
5. Menjelaskan secara kualitatif hubungan antara besar gaya listrik dan besar muatan
listrik serta jarak antara benda bermuatan listrik.
6. Menyelidiki peristiwa terjadinya petir.
7. Memiliki pengetahuan dan pemahaman baru tentang listrik statis yang
berhubungan dengan Al-Qur’an dan nilai-nilai agama.
1. Dapat menjelaskan benda dapat bermuatan listrik jika diperlakukan dengan cara
tertentu.
2. Dapat memberi contoh peristiwa yang menghasilkan benda yang bermuatan
listrik.
3. Dapat melakukan percobaan sederhana untuk menunjukkan sifat muatan listrik.
4. Dapat mengamati interaksi antara dua benda yang bermuatan listrik.
5. Dapat menjelaskan secara kualitatif hubungan antara besar gaya listrik dan besar
muatan listrik serta jarak antara benda bermuatan listrik.
6. Dapat menyelidiki peristiwa terjadinya petir.
7. Memiliki pengetahuan dan pemahaman baru tentang listrik statis yang
berhubungan dengan Al-Qur’an dan nilai-nilai agama.
Inti Materi
a. Muatan Listrik
b. Cara Membuat Benda Bermuatan Listrik
c. Sifat Muatan Listrik
d. Hukum Coulomb
e. Penerapan Listrik Statis
Kata Kunci
- Atom - Konduksi
- Elektron - Inti atom
- Elektroskop - Muatan negatif
- Generator Van de Graaff - Muatan positif
- Hukum Coulomb - Neutron
- Induksi listrik - Potensial listrik
- Proton - Medan listrik
4 Listrik Statis
APERSEPSI
Pernahkah kamu memperhatikan, apa yang terjadi
saat kamu menyisir rambut? Jika kamu perhatikan, maka
kamu bisa mengetahui bahwa saat menyisir rambut
tanpa kita sadari terkadang rambut akan ikut terbawa
berdiri sendiri seiring dengan pergerakan sisir. Hal
tersebut bisa terjadi, karena adanya sebuah interaksi
muatan diantara sisir dengan rambut.
Sebelum kita mempelajari interaksi muatan, kita
renungkan terlebih dahulu ayat Al-Qur’an surat Ar-Ra’d Gambar 1.1 Sumber: Dokumen Pribadi
Menyisir rambut
ayat 13:
...”
Artinya: “... dan Allah melepaskan halilintar, lalu menimpakannya kepada siapa yang Dia
kehendaki, dan mereka berbantah-bantahan tentang Allah, dan Dialah Tuhan Yang Maha
keras siksa-Nya”. (QS. Ar-Ra’d: 13)
Pada tafsir Departemen Agama RI (Jilid V), ayat tersebut artinya Allah melepaskan petir
sebagai azab-Nya yang Dia timpakan kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Sedangkan pada
konsep fisika, halilintar adalah peristiwa alam dimana terjadi benturan partikel listrik positif
dan negatif yang bisa menimbulkan bunyi yang dahsyat seperti pengamatan Benyamin
Franklin. Karena halilintar tersebut terjadi akibat bersatunya listrik negatif yang berada
diawan yang mengandung air dengan listrik positif yang berada dibumi, maka disitu terjadi
yang namanya interaksi muatan sehingga terjadi halilintar atau bunyi guruh.
Dalam bab ini kita akan mempelajari bagaimana interaksi antara muatan listrik (sejenis
maupun tidak sejenis). Penerapannya dalam kehidupan sehari-hari contohnya petir (halilintar),
generator van de graff, elektroskop, dan lain-lain.
A. Muatan Listrik
Kata listrik dalam bahasa Inggris adalah electric, yang berasal dari bahasa Yunani yaitu
elektron, yang berarti ambar. Ambar adalah pohon damar yang membantu. Gejala kelistrikan
pertama kali diselidiki oleh Thales of Miletus dari Yunani pada tahun 1752. Dia menemukan
bahwa dengan menggosokkan batu ambar dan mendekatkannya ke benda-benda yang ringan,
seperti potongan-potongan daun kecil, bulu ayam ataupun debu, dan teryata batu ambar dapat
menarik benda-benda tersebut. Peristiwa ini disebut juga dengan gejala kelistrikan.
Listrik dibedakan menjadi dua, yaitu listrik statis (listrik tidak mengalir) dan listrik
dinamis (listrik mengalir). Litrik statis adalah suatu energi listrik yang terkandung dalam
benda yang memiliki muatan listrik. Muatan listrik berkaitan dengan susunan zat suatu benda.
Semua zat atau materi disusun oleh atom.
Atom berasal dari bahasa Yunani “atomos” yang artinya tidak dapat dibagi-bagi lagi.
Atom adalah partikel terkecil suatu unsur yang masih mempunyai sifat unsur-unsur tersebut.
Kelemahan model atom Dalton adalah tidak dapat menerangkan hubungan antara larutan
senyawa dan daya hantar listrik.
2. Konsep atom menurut Thomson
Teori ini menyatakan bahwa “atom merupakan bola pejal yang bemuatan positif dan
didalamnya tersebar elektron yang bermuatan negatif. Model atom Thomson ini dapat anda
6 Listrik Statis
bayangkan sebagai teori kismis dimana didalamnya
tersebar elektron. Dengan ungkapan Thomson tersebut,
maka dapat disimpulkan bahwa teori atom Thomson
adalah netral.
Kelebihan model atom Thomson adalah berhasil
menemukan partikel yang lebih kecil dari atom yaitu
Sumber: [Link]
elektron. Elektron ini ditemukan melalui percobaan sinar Gambar 1.4 Model atom Thomson
katoda.
Kekurangan model atom
Thomson adalah tidak dapat
menerangkan susunan muatan
positif dan negatif dalam atom
tersebut.
3. Konsep atom
menurut
Rutherford
Teori ini
menyatakan atom
terdiri atas inti
yang bermuatan
positif dan berada S
pada pusat atom, u
m
sedangkan b
e
elektron bergerak r
:
melintasi inti
h
atom. t
t
p
Kelebihan :
/
model atom /
s
Rutherford adalah a
p
mampu a
k
menjelaskan a
b
susunan positif a
r
dan negatif pada .
c
atom serta dapat o
.
menjelaskan i
d
bahwa atom tidak Gambar
berbentuk bola 1.5
Model
pejal dan sebagian atom
besar volumenya Rutherf
ord
merupakan ruang
kosong.
Kelemahan
model atom
Rutherford
adalah tidak
dapat menjelaskan mengapa
elektron tidak dapat jatuh
kedalam inti atom.
4. Konsep atom Ato
menurut Bohr m terdiri
dari inti yng bermuatan positif.
Di sekitar inti beredar elektron-
elektron yang bermuatan negatif.
Dalam atom elektron beredar
mengelilingi inti atom pada orbit
tertentu.
Fisik
a
SMP/
MTs
Kelas
IX
7
1. Heri ingin bershodaqoh ke masjid dengan memberikan atap genteng berbahan seng.
Atom seng dapat ditulis 30Zn . Berapakah jumlah neutron atom seng?
65
Penyelesaian:
Diketahui : Jumlah elektron (z) = 30
Jumlah proton (z) = 30
Nomor massa (a) = 65
Ditanya : Jumlah neutron (n)?
Jawab :n=a–z
= 65 – 30 = 35
2. Suatu atom helium (He) memiliki jumlah proton 2 dan jumlah neutron 2. Berapakah
jumlah nomor massa atom helium?
Penyelesaian:
Diketahui : Jumlah proton (z) = 2
Jumlah neutron (n) = 2
Ditanya : Nomor massa (a)?
Jawab :n=a–z
a=n+z
a=2+2=4
1. Suatu atom kalium ditulis 19K . Tentukan jumlah proton, elektron, dan neutron
39
atom tersebut!
2. Rahma membeli paralon untuk membuat saluran air yang dialirkan ke
masyarakat di sekitarnya, unsur bahan paralon tersebut memiliki 12 elektron dan
nomor massa 25. Tentukan neutron (n) unsur tersebut?
3. Jika atom Y memiliki 1 proton, 1 elektron, dan tidak ada neutron. Tuliskan
lambang atom Y dan ayat tentang reaksi yang dimiliki pada atom Y?
Untuk mengetahui proses suatu benda dapat bermuatan, kamu dapat melakukan kegiatan
dalam Jelajah Konsep 1.1 berikut.
Listrik Statis
Sediakan:
1. Sisir plastik, rambut, dan sobekan kertas kecil.
8 Listrik Statis
Langkah Kerja:
1. 1. Siapkanlah potongan-potongan kertas kecil
2. di atas meja.
3. 2. Gosoklah sisir plastik dengan rambut kalian.
4. 3. Dekatkanlah sisir plastik pada sobekan kertas
Sumber: [Link]
5. kecil yang telah tersedia. Gambar 1.7 Sobekan kertas
4. Amatilah peristiwa yang terjadi. menempel pada sisir plastik
Jika pada Jelajah Konsep 1.1 dilakukan dengan benar, tentu kamu dapat mengamati
bahwa sisir plastik dapat menarik sobekan kertas kecil. Bagaimana benda dapat bermuatan
listrik dengan cara digosok? Bacalah penjelasan dibawah ini dengan cermat.
1. Menggosok
Muatan listrik pada sebuah benda, sangat dipengaruhi olah muatan listrik atom-atom
penyusunnya. Ada atom-atom yang cenderung melepas elektron, tetapi ada juga atom-atom
yang cenderung mengikat elektron. Jika dua benda tersusun dari atom-atom yang memiliki
perbedaan sifat tersebut saling digosokkan, maka interaksi itu akan lebih mudah membuat
benda bermuatan listrik.
Seperti percobaan yang telah kalian lakukan, sisir plastik yang digosok dengan rambut
menjadi bermuatan negatif, karena ada elektron yang berpindah dari rambut ke sisir plastik.
Rambut menjadi bermuatan positif karena kehilangan sebagian elektron. Akibatnya, muatan
positif pada sisir plastik menjadi lebih sedikit dibandingkan elektron. Kondisi inilah yang
menyebabkan kertas dapat menempel di sisir plastik.
Franklin mengusulkan bahwa jumlah muatan yang dihasilkan oleh suatu benda melalui
suatu proses penggosokan, adalah sama dengan jumlah muatan positif dan muatan negatif
yang dihasilkan. Ketika benda-benda digosokkan satu sama lain, elektron-elektron berpindah
dari satu benda ke benda yang lain. Dalam proses ini, muatan tidak diciptakan, tetapi hanya
mengalami perpindahan dan muatan total dari kedua benda tidak berubah. Hal ini sesuai
dengan Hukum Kekekalan Muatan Listrik, yang menyatakan bahwa: “Jumlah total muatan
listrik yang dihasilkan pada setiap proses adalah nol”. Jika suatu benda atau suatu daerah
memperoleh muatan positif, maka akan dihasilkan sejumlah muatan negatif dengan jumlah
yang sama pada daerah atau benda di sekitarnya.
+ - - +
- + - +
Gambar 1.8 Muatan positif didekatkan muatan netral
- + + -
+ - + -
Gambar 1.9 Muatan negatif didekatkan muatan netral
Berdasarkan sifat listrik, yaitu muatan sejenis akan tolak-menolak dan muatan tidak
sejenis akan tarik-menarik, terjadi pemisahan muatan listrik pada benda netral saat didekatkan
muatan (+) dan muatan (-). Peristiwa tersebut dinamakan induksi listrik. Dengan kata lain,
induksi listrik adalah peristiwa pemisahan muatan listrik dalam suatu benda karena benda
tesebut didekati benda lain yang bermuatan.
1. Berikan dua contoh yang berkaitan dengan dua benda yang jika digosok dapat
menimbulkan muatan listrik.
2. Berikanlah alasanmu!
Lakukan pengamatan secara berkelompok dengan teliti dan cermat sesuai dengan
petunjuk kerja. Tulis hasil pengamatanmu apa adanya dan kemudian diskusikan
hasilnya untuk membuat kesimpulan.
Langkah kerja:
1. Ambillah batang plastik dan sebatang kaca.
2. Gantunglah batang plastik dengan benang.
3. Gosoklah batang kaca dengan kain sutera, kemudian dekatkan batang kaca yang sudah
digosok pada batang plastik yang sedang digantung. Amatilah interaksi yang terjadi?
10 Listrik Statis
4. Gosoklah batang plastik dengan kain wol, kemudian dekatkan batang plastik yang sudah
digosok pada batang plastik yang sedang digantung. Amatilah interaksi yang terjadi?
(a) (b)
Sumber: [Link]
Gambar 1.9 (a) Batang kaca dengan batang plastik dan (b) Batang plastik dengan batang plastik
5. Lakukan kegiatan tersebut, tetapi perlakuannya dibalik (batang plastik diganti dengan
batang kaca yang digantung)
6. Lakukan kegiatan (3) dan (4), amatilah interaki yang terjadi?
7. Catatlah hasil pengamatan pada tabel berikut.
Tabel Pengamatan:
No. Benda yang Digantung Benda yang Didekatkan Interaksi yang Terjadi
1. Batang plastik Batang kaca
2. Batang plastik Batang plastik
3. Batang kaca Batang kaca
4. Batang kaca Batang plastik
Pertanyaan:
1. Apa tujuan batang plastik digosok dengan kain wol dan kaca digosok dengan kain sutra?
2. Interaksi apa yang terjadi jika batang plastik yang digosok dengan kain wol didekatkan
dengan kaca yang digosok dengan kain sutra?
3. Interaksi apa yang terjadi jika batang plastik yang digosok dengan kain wol saling
didekatkan?
4. Interaksi apa yang terjadi jika batang kaca yang digosok dengan kain sutra saling
didekatkan?
5. Menurut teori elektron, ketika batang plastik digosok dengan kain wol, terjadi perpindahan
elektron dari ............... ke ............... akibatnya plastik ............... elektron sehingga
bermuatan.
6. Menurut teori elektron, ketika kaca digosok dengan kain sutra, terjadi perpindahan elektron
dari ............... ke ............... akibatnya plastik ............... elektron sehingga bermuatan.
7. Berdasarkan muatan listrik, interaksi muatan sejenis ............... dan interaksi muatan tidak
sejenis ...............
8. Buatlah kesimpulan dari hasil praktikum yang telah kalian lakukan?
9. Jelaskan ayat Al-Qur’an yang menjelaskan tentang hasil praktikum yang telah kalian
lakukan?
Dari percobaan tersebut, dapat diketahui bahwa benda bermuatan sejenis akan tolak-
menolak dan benda bermuatan tidak sejenis akan tarik-menarik. Berdasarkan sifat muatan
listrik, dapat diartikan bahwa muatan listrik dapat berpindah dari satu benda ke benda lain
apabila mendapat perlakuan tertentu. Berikut beberapa muatan-muatan dari interaksi berbagai
kombinasi (gosok-mengosok) bahan yang ditunjukkan pada Tabel 1.1
Berdasarkan daya hantar listrik, bahan dapat dibedakan menjadi dua, yaitu: konduktor
dan isolator.
1. Konduktor (penghantar) adalah bahan yang dapat menghantarkan arus listrik.
2. Isolator (penyekat) adalah bahan yang sulit menghantarkan arus listrik.
Di bawah ini beberapa bahan yang tergolong konduktor dan isolator ditunjukkan pada
Tabel 1.2.
Tabel 1.2 Beberapa bahan yang tergolong konduktor dan isolator
Konduktor
Isolator
Baik Buruk
Perak Air Karet
Tembaga Badan manusia Plastik-plastik
Aluminium Tanah PVC
Kaca Porselen
Udara
1. Jika benda X bermuatan positif dan menarik benda Y, apa jenis muatan pada benda Y?
Penyelesaian :
Diketahui : X = bermuatan positif
Y = menarik X
Ditanya : muatan Y?
Jawab :
Konsep sifat muatan listrik, jika benda bermuatan sejenis akan tolak-menolak dan jika
benda bermuatan tidak sejenis akan tarik-menarik. Benda X bermuatan positif menarik
benda Y . Jadi, benda Y bermuatan listrik negatif.
2. Andi membelikan hadiah 3 jam berlapis perak untuk saudaranya, dan ketika ketiga jam
tersebut didekatkan ada gaya
jam Btarik menarik.
jam CApabila jammuatan
A bermuatan listrik
menarik jam B. Ternyata, menolak . Tentukan listrik jam C? negatif
12 Listrik Statis
Penyelesaian :
Diketahui : A = bermuatan negatif
B = bermuatan positif
Ditanya : muatan C?
Jawab :
Jam A bermuatan listrik negatif akan menarik jam yang bermuatan listrik positif. Jadi, B
bermuatan listrik positif akan menolak jam yang bermuatan sejenis dengannya, yaitu
bermuatan listrik positif. Jadi, jam C bermuatan listrik positif.
D. Hukum Coulomb
Kamu telah mengetahui bahwa dua muatan listrik
sejenis akan tolak-menolak dan muatan listrik tidak
sejenis akan tarik-menarik. Dua muatan listrik sejenis
atau tidak sejenis akan menimbulkan gaya listrik antara
keduanya. Besarnya gaya listrik yang terjadi antara dua
benda yang bermuatan listrik dapat diukur dengan alat
neraca puntir seperti Gambar 1.10.
Jika kamu perhatikan Gambar 1.10 secara seksama, Sumber: [Link]
Gambar 1.10 Neraca puntir
kamu bisa memperhatikan bahwa besaran-besaran yang
mungkin mempengaruhi besar gaya listrik adalah besar tiap muatan listrik dan jarak antara
kedua muatan.
keterangan Gambar 1.10:
A, B = bola yang diberi muatan
r = jarak pisah antara bola A dan B
Dari hal tersebut terdapat hubungan antara muatan, jarak dan gaya listrik yang
dirumuskan oleh fisikawan Perancis Charles Augustin de Coulomb (1736-1806). Pernyataan
Coulomb ini disebut dengan Hukum Coulomb.
“Gaya listrik (tarik-menarik atau tolak-menolak) antara dua muatan listrik sebanding dengan
besar muatan listrik masing-masing dan berbanding terbalik dengan kuadrat jarak pisah
antara kedua muatan listrik.”
Kajian Islam
Kamu telah mengetahui bahwa dua muatan listrik sejenis akan tolak-menolak dan
muatan listrik tidak sejenis akan tarik-menarik. Konsep dari muatan sejenis dan tidak
sejenis telah di jelaskan dalam Al-Qur’an surat Yasin ayat 36:
Artinya: “Maha Suci Tuhan yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya, baik
dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa yang tidak
mereka ketahui”. (QS. Yasin: 36)
Pada kata جاوزألآartinya “pasang-pasangan”, berarti setiap sesuatu itu ada pasanganya.
Allah menjadikan makhluk satu akan menjadi jodoh dari makhluk yang satu lainnya.
Menurut Prof. Quraish Shihab dalam Bukunya Tafsir al-Misbah (Volume 11) mengatakan
bahwa kata tersebut digunakan untuk masing-masing dari dua hal yang berdampingan
(bersamaan), Misalnya matahari dan bulan, siang dan malam, musim hujan dan kemarau,
manusia laki-laki dan perempuan. Dari segi ilmiah bahwa listrik pun berpasangan, ada
arus positif dan arus negatif, demikian juga muatan atom, ada muatan positif dan muatan
negatif, karena pasangan positif yaitu negatif. Hal ini menunjukkan adanya gaya listrik
(tarik-menarik atau tolak-menolak) tergantung dari dua sifat muatan benda yang
dikemukakan oleh Charles Augustin de Coulomb. Kata kunci ( )جاوزألآdalam ayat di atas
mempresentasikan bahwa masing-masing dari dua hal itu berpasang-pasangan.
1. Gaya Coulomb
Gaya Coulomb berlaku pada partikel-partikel bermuatan listrik. Besarnya gaya listrik
yang bekerja antara dua partikel bermuatan dapat dinyatakan dengan persamaan berikut:
14 Listrik Statis
1. Udin melihat barang belanjaan Eka jatuh dijalan dan ingin mengembalikannya. Dua
barang masing-masing bermuatan +2 C dan +4 C antara keduanya terpisah pada jarak
20 cm. Berapakah besarnya gaya tersebut?
Penyelesaian:
Diketahui : q1 = +2 C
q2 = +4 C
r = 20 cm = 0,2 m = 2 x 10 m
-1
k = 9 x 10 Nm /C
F 9 2 2
Ditanya : ?
Jawab :F=k
( )( )
F = 9 x 109
( )
F = 9 x 109
F
=
= 18 x N
-6 -4
2. Dua muatan besarnya 3 x 10 C dan 64 x 10 C, jika besar gaya Coulomb yang dialami
kedua muatan sebesar 27.000 N. Berapa jarak kedua muatan tersebut?
Penyelesaian:
Diketahui : q1 = 3 x 10 C
-6
q2 = 64 x 10 C
-4
F = 27.000 N
k = 9 x 10 Nm /C
r 9 2 2
Ditanya : ?
Jawab :F=k
=k
( )( )
r2 = 9 x 109
9
r2 = 9 x 10
r2 =
r =
2
r = 64 x 10
2 -4
r = 64 x 10
r = 8 x 10 m-4
-2 -2
Jadi, jarak antara dua muatan tersebut adalah 8 x 10 m.
(a) (b)
Sumber: [Link]
Kuat medan listrik bergantung pada kerapatan garis-garis gaya listrik. Besar kuat medan
listrik dapat ditentukan dengan rumus sebagai berikut:
[1.3]
16 Listrik Statis
Agar mengetahui besar kuat medan listrik muatan Q, sebuah muatan uji positif (qo) yang
muatanya jauh lebih kecil diletakkan di dekat muatan tersebut dengan jarak r. Berdasarkan
hukum Coulomb, muatan qo tersebut akan mendapatkan gaya tolak dari muatan Q sebesar:
F=k [1.4]
Karena kuat medan listrik (E) didefinisikan sebagai besarnya gaya listrik (F) yang bekerja
pada satu satuan muatan uji (qo), maka besarnya kuat medan listrik yang dialami oleh muatan
uji tersebut:
[1.5]
E= [1.6]
Sehingga dapat disimpulkan bahwa besar kuat medan listrik pada suatu titik yang berjarak
r dari muatan Q adalah:
[1.7]
dengan:
E = kuat medan listrik (N/C)
F = gaya Coulomb (N)
1. Gaya Coulomb sebesar 50 N dihasilkan oleh sebuah muatan yang berada dalam medan
10
listrik 5 x 10 N/C, berapa besar muatan tersebut?
Penyelesaian:
Diketahui : F = 50 N
: E = 5 x 10 N/C
10
Ditanya : q?
Jawab :
q=
q = = 1 x 10 C
-9 -9
Jadi, besar muatan adalah 1 x 10 C.
2. Rahma minta tolong kepada Heri untuk menggosokkan mistar ke rambutnya. Setelah
-12
digosokkan ternyata muatan penggaris terhadap muatan rambut heri sebesar 4 x 10 C.
jika jarak kedua muatan tersebut adalah 3 cm, berapakah besar medan listrik tersebut?
Jawab :
9
E = 9 x 10
9 ( )
E = 9 x 10 ( )
E = 4 x 10 = 40 N/C
1
Jadi, besar medan listrik tersebut adalah 40N/C.
3. Potensial Listrik
Potensial listrik tergantung dari kekurangan elektronnya. Suatu benda dikatakan
mempunyai potensial lebih tinggi dari benda lain jika jumlah muatan positif benda
( kekurangan elektronnya) lebih banyak. Jika dua buah benda bermuatan listrik diletakkan
pada jarak tertentu, akan timbul gaya tolak-menolak atau tarik-menarik yang akan
menempatkan kedua benda itu dekat atau jauh tergantung dari jenis muatannya. Hal tersebut
memerlukan energi listrik. Energi atau usaha yang diperlukan untuk memindahkan muatan
listrik dari satu titik ke titik lainnya disebut energi potensial listrik. Perhatikan Gambar 1.13 di
bawah!
A B
+ F F -
+ - ++ ++
++
+ e - arus elektron
A B
+ -
(a) (b)
Gambar 1.13 (a) Dua buah pelat A dan pelat B yang berbeda potensial listriknya. Elektron bergerak dari pelat
B dan pelat A. (b) potensil listrik muatan A lebih rendah dibandingkan muatan B sehingga elektron mengalir
dari A ke B.
Pada Gambar 1.13a Elektron bergerak dari pelat B ke pelat A seperti dilukiskan diatas.
Arah gerak elektron berlawanan dengan arah garis gaya listrik. Sedangkan Gambar 1.13b
Muatan A dikatakan memiliki potensial listrik lebih rendah dibandingkan dengan muatan B.
Hal itu disebabkan potensial listrik muatan B lebih positif dibandingkan muatan B. Apabila
antara muatan A dan B dihubungkan dengan sebuah kawat, maka elektron-elektron dari
muatan A (muatan A memiliki elektron lebih banyak) mengalir menuju muatan B. Jadi,
elektron-elektron mengalir dari potensial rendah ke potensial tinggi. Aliran elektron terjadi
karena ada beda potensial listrik antara titik A dan titik.
Untuk memindahkan elektron diperlukan usaha. Besarnya usaha yang digunakan untuk
memindahkan muatan per satuan muatan listrik disebut potensial listrik. Besarnya potensial
listrik dapat dirumuskan sebagai berikut.
18 Listrik Statis
[1.8]
dengan:
V = potensial listrik (V)
W = usaha yang dilakukan untuk memindahkan muatan (J)
1. Anton membantu Ani meniup balon yang digunakan untuk percobaan. Untuk
memindahkan muatan sebanyak 10 C dari kain wol ke balon diperlukan energi sebesar
60 J. Hitung potensial listrik antara kain wol ke balon!
Penyelesaian:
Diketahui : q = 10 C
W = 60 J
Ditanya : V?
Jawab :
=
=6V
Jadi, potensial listrik antara kain wol ke balon adalah 6 V.
2. Sebuah baterai memiliki potensial listrik sebesar 1,5 V. Berapakah besar energi yang
diperlukan baterai jika memindahkan muatan sebanyak 40 C?
Penyelesaian:
Diketahui : V = 1,5 V
q = 40 C
Ditanya : W?
Jawab :
W=V
= (1,5) (40)
= 60 J
Jadi, besar energi untuk memindahkan muatan tersebut sebesar 60 J.
-9 -9
1. Dua buah benda masing-masing bermuatan listrik +4 x 10 C dan -6 x 10 C
terpisah sejauh 4 cm.
a) Gaya apa yang terjadi antara dua muatan itu?
b) Berapa besarnya gaya tersebut?
dalam
kuat medan listrik 2 N/C?
4. Medan listrik yang dirasakan oleh muatan uji A terhadap muatan B sebesar 95
N/C. jika jarak kedua muatan tersebut adalah 5 mm, berapa besar muatan B?
5. Pada saat terjadi petir, hati kita merasa takut atau cemas. Seketika itu kita refleks
didalam hati memohon perlindungan Sang pencipta. Saat terjadi petir 25 C
muatan berpindah dari awan ke permukaan bumi dan dihasilkan energi 1,25 x
10
10 J. Berapa potensial listrik yang terjadi antara awan dan permukaan bumi?
6. Beda potensial antara titik P ke titik Q adalah 5 V. Usaha yang dilakukan untuk
memindahkan muatan adalah 40 J. Berapa besar muatan yang dipindahkan dan
tuliskan ayat yang menjelaskan peristiwa tesebut?
Banyak sekali penerapan atau penggunaan listrik statis dalam kehidupan sehari-hari,
contohnya adalah sebagai berikut.
20 Listrik Statis
ini ditampung bola logam. Oleh karena pita karet yang bergerak terus-menerus, maka muatan
listrik ini semakin besar.
keterangan Gambar 1.14:
A = permukaan bola logam (kubah) E = roller (roda pemutar) atas
B = penopang kubah F = roller (roda pemutar) bawah
C = ground (ditanahkan) G = mengumpulkan muatan positif
D = pita karet H = menarik elektron (elektroda)
2. Elektroskop
Alat yang digunakan untuk mengetahui tidaknya
muatan listrik pada suatu benda adalah elektroskop.
Elektroskop tidak hanya daptat digunakan untuk
mengetahui ada tidaknya muatan, tetapi juga jenis
muatan yang dimiliki oleh suatu benda. bagian-bagian
dari elektroskop dapat dilihat pada Gambar 1.15.
Sumber: [Link]
Bagian-bagian elektroskop adalah sebagai berikut. Gambar 1.15
a. Bagian atas berbentuk lempeng atau bola. Bagian-bagian elektroskop
b. Pada bagian bawah terdapat dua helai foil (lembaran tipis) logam (perak atau emas).
c. Tangkai logam dan perlengkapannya dibungkus bahan isolator (terletak dalam bahan kotak
berdinding kaca).
Perhatikan Gambar 1.16, dapat dilihat ketika
kepala elektroskop netral didekati benda
bermuatan positif, maka elektron-elektron yang
berada pada batang logam dan daun elektroskop
ditarik menuju kepala elektroskop (ingat positif-
negatif saling tarik-menarik). Akibatnya, kepala
(a) (b) elektroskop bermuatan listrik negatif, batang
Sumber: [Link]
Gambar 1.16 (a) Elektroskop netral
logam dan daun elektroskop bermuatan listrik
didekatkan dengan benda bermuatan positif positif sehingga daun elektroskop membuka
dan (b) elektroskop netral didekatkan dengan
benda bermuatan negatif.
(mekar) karena terjadinya gaya tolak-menolak
(Gambar 1.16a).
Sedangkan,apabila kepala elaktroskop yang netral didekati benda bermuatan negatif,
maka elektron-elektron di dalam kepala elektroskop berpindah menuju batang logam dan
daun elektroskop. Akibatnya, kepala elektroskop kekurangan elektron (bermuatan positif) dan
daun elektroskop kelebihan elektron (bermuatan negatif). batang logam dan daun sama-sama
bermuatan listrik negatif sehingga terjadi gaya tolak-menolak dan daun elektroskop
membuka/mekar (Gambar 1.16b).
Elektroskop yang telah bermuatan listrik ini dapat digunakan untuk mengetahui jenis
muatan. Apabila benda yang didekatkan ke kepala elektroskop menyebabkan daun
elektroskop lebih mekar, maka muatan listik pada kepala elektroskop adalah sejenis dengan
benda yang didekatkan. Apabila benda yang didekatkan menyebabkan daun elektroskop lebih
kuncup, maka muatan listrik pada kepala elektroskop adalah tidak sejenis dengan benda yang
didekatkan.
Pada kata ربآلc قartinya “kilat”, berarti cahaya yang berkelebat dengan cepat di langit.
Menurut Prof. Quraish Shihab dalam Bukunya Tafsir al-Misbah (Volume 10), ayat ini
berbicara tentang sebagian dari apa yang dapat dilihat di angkasa. Yakni, potensi listrik pada
awan yaitu “kilat”. Kilat adalah fenomena alam yang dapat disaksikan oleh panca indra dan
dapat diterangkan secara ilmiah. Hal ini diperkuat oleh Benyamin Franklin yang menemukan
penangkal petir. Kilat timbul dari bunga api listrik yang terjadi akibat bersatunya listrik
negatif yang berada di awan yang mengandung air dengan listrik positif yang berada di bumi.
Sejenak sesudah adanya kilat maka akan kedengaran bunyi petir yang nantinya bisa
membinasakan apa saja yang ia sambar. Kilat sebagai tanda akan adanya petir dan turunnya
hujan yang merupakan salah satu tanda kekuasaan Allah SWT.
Seperti yang sudah dijelaskan di atas, bahwa petir bisa menyambar apa saja yang ada
didekatnya. Apabila awan kelebihan elektron dan berada di atas atap sebuah gedung, maka
gedung terinduksi menjadi bermuatan positif. Loncatan elektron terjadi dari awan ke atap
gedung karena adanya gaya tarik-menarik antara keduanya. Peristiwa ini menyebabkan
gedung disambar petir. Untuk menghindarinya, atap gedung dilengkapi dengan penangkal
petir. Perhatikan Gambar 1.17 di bawah.
Sumber: [Link]
Gambar 1.17 Proses terjadinya petir
Prinsip kerja penangkal petir memanfaatkan sifat-sifat muatan listrik yang terkumpul
pada bagian yang lancip. Penangkal petir biasanya berupa tongkat berujung runcing yang
terbuat dari tembaga dan diletakkan di bagian atas gedung. Ujung bawahnya (pangkal)
dihubungkan dengan lempeng logam yang ditanam di dalam tanah. Penangkal petir
melindungi gedung dari sambaran petir melalui dua cara, yaitu sebagai berikut:
22 Listrik Statis
1. Loncatan elektron dari awan mengalir melalui penangkal petir dan masuk ke dalam tanah.
Ingat, bumi dapat menampung elektron dalam jumlah tidak terbatas.
2. Molekul-molekul udara bermuatan listrik positif yang berkumpul di sekitar ujung runcing
penangkal petir akan mengalir ke luar sehingga muatan listrik induksi pada atap berkurang
dan sebagian muatan negatif pada awan menjadi netral. Dengan demikian, kemungkinan
sambaran petir dapat diperkecil.
Ketika kamu berada di lapangan dan ada petir, carilah tempat berlindung karena petir
akan menyambar pada bagian paling tinggi seperti pohon dan tiang listrik. Di lapangan atau di
sawah, kamu dapat menjadi bagian yang paling tinggi. Oleh karena itu, ketika awan sudah
mulai mendung, sebaiknya kamu tidak bermain di lapangan atau di sawah.
Petir adalah suatu kejadian alam yang luar biasa, karena dalam setiap kejadiannya
energi yang dilepaskan lebih besar daripada yang dihasilkan oleh seluruh pusat
pembangkit tenaga listrik di Amerika. Cahaya yang dikeluarkan oleh petir lebih terang
daripada cahaya 10 juta bola lampu pijar berdaya 100 watt. Hal lain yang menakjubkan
bahwa molekul-molekul nitrogen, yang sangat penting untuk tumbuhan, muncul dari
kekuatan ini. Darimana petir mendapatkan energi listrik? Berapa biaya listrik yang dapat
kita hemat jika kita dapat mengumpulkan energi dari petir?
Kita dapat memahami bahwa peristiwa alam ini adalah sesuatu yang menakjubkan.
Bagaimana sebuah kekuatan luar biasa semacam ini muncul dari dalam sebuah atom, yang
tidak terlihat oleh mata telanjang. Bahkan di dalam tubuh kita juga mengalir listrik, listrik
akan terus bergerak dari satu neuron ke neuron yang lain ketika otak aktif bekerja. Ini
adalah salah satu tanda kebesaran Allah swt.
zXa
a = nomor massa (massa atom)
z = nomor atom = jumlah elektron = jumlah proton
n = jumlah neutron = a - z
5. Sifat muatan listrik ada dua, yaitu:
a. Muatan listrik sejenis akan tolak-menolak (positif dengan positif, negatif dengan
negatif)
b. Muatan listrik tidak sejenik akan tarik–menarik (positif dengan negatif).
6. Muatan bersifat kekal, artinya muatan tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan. Ketika
suatu benda digosok dengan benda lain, yang terjadi bukan penciptaan muatan, tetapi
perpindahan muatan.
7. Induksi listrik adalah peristiwa pemisahan muatan listrik pada suatu benda karena
pengaruh benda bermuatan listrik.
8. Besarnya gaya tarik-menarik atau tolak-menolak antara dua benda bermuatan listrik di
selidiki oleh Charles Augustin Coulomb (1736-1806), sehingga dikenal dengan
hukum Coulomb yang berbunyi: Besarnya gaya listrik (tarik-menarik atau tolak-
menolak) antara dua muatan listrik sebanding dengan besar muatan masing-masing
benda dan berbanding terbalik dengan kuadrat jarak pisah antara kedua muatan
listrik.
dengan: F=
F = gaya Coulomb (N)
k = konstanta = 9 x 10 Nm /C
k 9 2 2
= muatan listrik (C)
= jarak antara dua muatan (m)
9. Hukum Coulomb tentang gaya tarik-menarik atau tolak-menolak dua benda bermuatan
listrik sudah dijelaskan dalam Al-Qur’an surat Yasin ayat 36 sebagai berikut.
24 Listrik Statis
Artinya: “Maha Suci Tuhan yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya,
baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa yang
tidak mereka ketahui”. (QS. Yasin: 36)
10. Medan listrik adalah ruang disekitar benda bermuatan listrik yang masih dipengaruhi
gaya listrik. Besar medan listrik yaitu:
atau
dengan:
E = kuat medan listrik (N/C)
F = gaya Coulomb yang (N)
q = muatan listrik (C)
11. Potensial listrik adalah besarnya usaha yang digunakan untuk memindahkan muatan
per satuan muatan listrik. Besar potensial listrik yaitu:
dengan:
V = beda potensial listrik (volt)
W = usaha yang dilakukan untuk memindahkan muatan (J)
q = muatan listrik (C)
12. Penerapan listrik statis, yaitu:
a. Generator Van de Graaff
b. Elektroskop
c. Penangkal petir
13. Generator adalah alat yang digunakan untuk menghasilkan muatan listrik yang besar.
Contohnya, generator van de Graaff.
14. Elektroskop adalah alat yang digunakan untuk menguji muatan listrik suatu benda.
15. Petir sudah diterangkan dengan jelas dalam Al-Qur’an Surat Ar-Rum ayat 24 sebagai
berikut.
...
26 Listrik Statis
9. Gaya tarik listrik antara dua muatan titik adalah F. Muatan pada salah satu benda
dijadikan empat kalinya, dan muatan pada benda lainnya dijadikan dua kalinya. Gaya
tarik listrik antara benda-benda sekarang menjadi ....
a. 8F c. 2F
b. 4F d. F
-4
10. Gaya Coulomb yang dialami kedua muatan A dan B adalah sebesar 4 x 10 N. Jika besar
-6 -12
muatan A sebesar 4 x 10 C dan muatan uji B sebesar 4 x 10 C, besar kuat medan
listrik yang dirasakan muatan uji B oleh muatan A adalah ....
8 -8
a. 6 x 10 N/C c. 6 x 10 N/C
8 -8
b. 10 x 10 N/C d. 10 x 10 N/C
11. Penggambaran garis-garis gaya listrik yang benar adalah ....
a. c.
b. d.
-19
12. Energi yang dibutuhkan untuk memindahkan muatan 16 x 10 C pada potensial 10 V
adalah ....
-18 -20
c. 16 x 10 J c. 16 x 10 J
-19 -21
d. 16 x 10 J d. 16 x 10 J
13. Perhatikan gambar!
Dua buah bola konduktor M dan N bermuatan listrik
seperti pada gambar. Bila M dan N dihubungkan dengan
penghantar, maka ....
a. arus elektron mengalir dari M ke N
b. arus elektron mengalir dari N ke M
c. arus listrik mengalir dari M ke N
d. tidak terjadi aliran elektron
14. Perhatikan gambar !
Jika elektroskop dalam keadaan netral di dekati benda yang bermuatan negatif, daun
elektroskop akan ....
a. membuka, karena kedua daun bermuatan positif
b. membuka, karena kedua daun bermuaan negatif
c. menutup, karena kedua daun bermuatan positif
d. menutup, karena kedua daun bermuatan negatif
Datalah alat-alat yang dapat menimbulkan muatan listrik statis di rumahmu masing-masing!
Laporkan data yang kamu peroleh pada gurumu.
28 Listrik Statis
B. Penilaian Produk
Membuat Elektroskop Daun dari Logam
Tujuan:
Membuat elektroskop daun dari logam untuk mengetahui suatu benda bermuatan listrik atau
netral.
Alat dan Bahan:
Sebuah botol/toples
Seutas kawat tembaga/kuningan
Pelat logam tipis/alumunium foil
Perekat/sebuah gabus yang telah di beri cairan lilin
Langkah Kerja:
1. Tusukkanlah seutas kawat tembaga/kuningan
menembus gabus.
2. Bentuklah ujung bawah kawat menyerupai huruf L.
3. Gantunganlah sepotong alumunium foil lipat seperti
daun di sebelah bawah kawat tersebut.
4. Masukkanlah rangkaian alat tersebut ke dalam
botol/toples.
5. Setelah selesai, kamu dapat mencobanya dengan
mendekatkan suatau benda. Jika daun alumunium Gambar 1.18 Sumber: Dokumen pribadi
Elektroskop daun dari logam
membuka berarti benda yang didekatkan tak
bermuatan. Sebaliknya, jika kamu mendekatkan benda bermuatan, dan alumunium
tersebut akan menutup karena mendapat muatan yang sama.
6. Gosok-gosokkanlah penggaris plastik ke rambut kering atau kain wol. Kemudian
dekatkan ke elektroskop buatanmu. Amatilah apa yang terjadi!
“Selamat Mengerjakan”
S
u
m
b
e
r
:
h
t
t
p
:
/
/
b
e
r
i
t
a
s
a
t
u
.
c
o
m
BAB 2 Listrik
Dinamis
Integrasi
Sains dan
Islam Untuk
SMP/MTs
Kelas IX
Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar
Fisika SMP/MTs Kelas IX
Materi Listrik Dinamis
32 Listrik Dinamis
1. Menjelaskan konsep arus listrik.
2. Menerapkan konsep arus listrik dalam kehidupan sehari-hari.
3. Mengidentifikasi jenis rangkaian listrik terbuka dan rangkaian listrik tertutup.
4. Mengukur kuat arus listrik dan beda potensial yang mengalir dalam rangkaian
tertutup.
5. Menyelidiki hubungan antara arus listrik dan beda potensial.
6. Menemukan perbedaan hambatan beberapa jenis bahan.
7. Membedakan karakteristik rangkaian listrik seri dan paralel.
8. Membandingkan pengaruh arus litrik terhadap hambatan yang disusun seri dan
paralel.
9. Menjelaskan hubungan antara daya listrik dan energi listrik.
10. Menghitung biaya listrik bulanan rumah tangga.
11. Menyebutkan contoh sumber-sumber energi listrik alternatif.
12. Mempraktikkan penghematan energi listrik dalam kehidupan sehari-hari.
13. Memiliki pengetahuan dan pemahaman baru tentang listrik dinamis yang
berhubungan dengan Al-Qur’an dan nilai-nilai agama.
Li
str
ik Arus listrik Sumber Energi dan Sumber Energi
Listrik Arus
Di Rangkaian Listrik
Daya Listrik
Searah Arus Listrik Listrik
na
mi
Energi
Air
Bionergi
Inti Materi
a. Arus Listrik e. Sumber Arus Listrik
b. Hukum Ohm f. Energi dan Daya Listrik
c. Hukum I Kirchhoff g. Sumber Energi Listrik
d. Rangkaian Listrik h. Penghematan Energi Listrik
Kata Kunci
- Hambatan listrik - Sumber listrik - Kilowatt-hour
- Daya listrik - Energi listrik - Muatan listrik
- Rangkaian seri - Energi alternatif - Gaya Gerak Listrik (GGL)
- Rangkaian paralel - Voltmeter - Hukum I Kirchhoff
- Dinamo - Hukum Ohm - Anode
- Arus bolak-balik - Arus searah - Katode
- Isolator - Konduktor - Kuat arus listrik
- Rekening listrik - Sekring - Tegangan jepit
Artinya: “Allah (Pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi. Perumpamaan cahaya Allah
adalah seperti lubang yang tidak tembus, yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di
dalam kaca (dan) kaca itu seakan-akan bintang (yang bercahaya) seperti mutiara, yang
dinyalakan dengan minyak dari pohon yang banyak berkahnya, (yaitu) pohon zaitun yang
tumbuh tidak di sebelah timur (sesuatu) dan tidak pula di sebelah barat(nya), yang minyaknya
(saja) hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. Cahaya di atas cahaya
(berlapis-lapis), Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang Dia kehendaki, dan Allah
memperbuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha Mengetahui segala
sesuatu”. (QS. An-Nur: 35)
Pada tafsir Al-Qur’an Departemen Agama RI (Jilid VI) kata “Allah (Pemberi) cahaya
(kepada) langit dan bumi. Perumpamaan cahaya Allah adalah seperti lubang yang tidak
tembus, yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam kaca (dan) kaca itu seakan-akan
bintang (yang bercahaya) seperti mutiara ...”. Dari analisa ayat, Allah memberikan
perumpamaan cahaya-Nya dengan cahaya sebuah lampu, dan apabila kita amati sebuah bola
lampu yang diletakkan di dinding dalam ruangan yang gelap, maka ketika lampu dinyalakan
akan memberikan cahaya/pelita ke seluruh ruangan, bola lampu tersebut seperti sebuah
lubang yang bercahaya dan cahayanya tidak tembus ke ruangan lainnya. Bola lampu ditutupi
oleh kaca dan efek cahaya itu akan semakin jelas terlihat apabila lampu tersebut ditempatkan
semakin tinggi. Menurut kajian saintis, jika lampu menyala atau bercahaya maka terdapat
yang namanya arus listrik didalam rangkaian lampu tersebut. Perumpamaan ini adalah sebuah
lampu. Hal ini juga telah ditemukan tokoh fisika yaitu Thomas Alfa Edison yang telah
menemukan bola lampu selain itu ada proyektor film.
36 Listrik Dinamis
Tafsiran ayat ini menulis tentang bola lampu, yang disampaikan melalui perumpamaan-
perumpamaan, sesuai dengan kelanjutan ayat tersebut “... Allah memperbuat perumpamaan-
perumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.”
A. Arus Listrik
Sebelum elektron ditemukan oleh J.J. Thomson (1856-1940) pada abad XX, para ahli
sepakat bahwa arus listrik adalah aliran muatan listrik positif. Muatan listrik tersebut mengalir
dari potensial tinggi (kutub positif) ke potensial rendah (kutub negatif). Arah arus listrik yang
ditetapkan ini dikenal dengan arus listrik konvensional. Arus listrik dapat mengalir pada
sebuah rangkaian listrik tertutup ( ujung-ujung rangkaian dalam keadaan tertutup). Dengan
demikian, sebuah rangkaian listrik yang tertutup akan menghasilkan nyala lampu. Bagaimana
jika rangkaiannya tidak terhubung satu sama lain? Disebut apakah rangkaian listrik tersebut?
Coba pikirkan gambar dibawah berikut.
Manakah pada gambar berikut ini yang merupakan jenis rangkaian listrik tertutup dan
jenis rangkaian listrik terbuka? Jelaskan dan beri alasanmu.
Jenis
No. Gambar Penjelasan/Alasan
Rangkaian
1.
2.
3.
Dari gambar diatas, pada rangkaian tertutup (sakelar tertutup atau posisi on), arus listrik
akan mengalir dan lampu menyala. Sedangkan pada rangkaian terbuka (sakelar terbuka atau
posisi off). Arus listrik tidak mengalir dan lampu padam. Dengan demikian, dapat dikatakan
bahwa arus listrik hanya akan mengalir dalam suatu rangkaian listrik tertutup.
Persamaan diatas memiliki arti makin banyak jumlah muatan listrik yang bergerak maka
makin besar pula kuat arusnya. Pada rangkaian listrik tertutup, pembawa muatan listrik adalah
elektron sehingga besarnya muatan ditentukan oleh jumlah elektron, yaitu:
[2.2]
sehingga
[2.3]
38 Listrik Dinamis
dengan:
= kuat arus (A)
N = jumlah muatan listrik
e = muatan elektron = 1,6 x 10 C
-19
(a) (b)
Sumber: [Link]
Gambar 2.3 Alat ukur kuat arus listrik (ammeter) (a) analog dan (b) digital
Ammeter dipasang secara seri dengan elemen listrik yang akan diukur kuat arusnya.
Ammeter tidak boleh dihubungkan langsung dengan sumber tegangan (baterai) karena akan
menyebabkan kerusakan pada ammeter.
Hasil pengamatan pada pembacaan amperemeter (ammeter) dapat dituliskan dengan
persamaan:
[2.4]
Jika saat mengukur kuat arus jarum menyimpang melewati batas ukur maksimal maka
artinya kuat arus yang di ukur lebih besar dari batas ukur alat. Hal yang harus dilakukan
adalah memperbesar batas ukur. Batas ukur diperbesar dengan menggeser batas ukur jika
masih memungkinkan tetapi seandainya tidak memungkinkan kita harus memasang hambatan
shunt secara paralel pada ammeter.
1. Aliran listrik dirumah Azizah konsleting dan Heri membantu mengeceknya, ternyata
listriknya kelebihan muatan tidak sesuai dengan kapasitasnya. Jika arus listrik dirumah
Azizah sebesar 5 mA mengalir pada suatu penghantar selama 0,1 detik. Berapakah besar
muatan dan jumlah elektron yang mengalir pada penghantar tersebut?
Penyelesaian:
Diketahui : I = 5 mA = 0,005 A
t = 0,1 s
e = 1,6 x 10 C
-19
Ditanya : a. Q?
b. N?
Jawab :
a.
Banyaknya energi listrik yang diperlukan untuk mengalirkan setiap muatan listrik dari
ujung-ujung penghantar disebut beda potensial listrik atau tegangan listrik. Beda potensial
listrik mempunyai satuan volt (V) yang diambil dari nama seorang ilmuwan berkebangsaan
Italia bernama Alessandro Volta (1775-1827). Hubungan antara energi listrik, muatan listrik,
dan beda potensial listrik secara matematis dapat dinyatakan dengan persamaan berikut.
[2.5]
dengan:
= beda potensial listrik (V)
= energi listrik (J)
= muatan listrik (C)
Alat untuk mengukur beda potensial listrik (tegangan listrik) antara dua titik adalah
voltmeter. Voltmeter ada dua jenis, yaitu voltmeter analog dan voltmeter digital. Perhatikan
Gambar 2.5 berikut.
(a) (b)
Sumber: [Link]
Gambar 2.5 Alat ukur beda potensial listrik (voltmeter) (a) analog dan (b) digital
40 Listrik Dinamis
Sedangkan alat untuk mengukur keduanya (kuat arus dan beda potensial) bisa
menggunakan multimeter. Multimeter juga ada dua jenis, yaitu multimeter analog dan
multimeter digital. Perhatikan Gambar 2.6 berikut.
(a) (b)
Sumber: [Link]
Gambar 2.6 Multimeter (a) analog dan (b) digital
[2.6]
1. Anton mengganti salah satu lampu masjid yang mati, untuk memindahkan muatan 8 C
dari lampu A ke lampu B diperlukan usaha sebesar 200 J. Hitunglah beda potensial
antara lampu A dan lampu B!
Penyelesaian:
Diketahui : q = 8 C
W = 200 J
Ditanya : V?
Jawab :
=
= 25 V
Jadi, besar beda potensial antara lampu A dan lampu B adalah 25 V.
d
a
n
B
a
h a
a m
n p
: u
(
B 1
a
t b
e u
r a
a h
i )
1
, K
5 a
b
V e
l
(
3 s
e
b c
u u
a k
h u
) p
n
y
A a
m
p
e S
r a
e k
m e
e l
t a
e r
r
( k
1 e
c
b i
u l
a Langkah kerja: 3. Nyalakanlah
h 1. Siapkanlah baterai, lampu dengan
) amperemater, bola lampu, menggeser
kabel, dan sakelar. sakelar pada
2. Rangkailah peralatan posisi on dan
B
tersebut seperti gambar amatilah besar
o
l disamping. Perlu diingat kuat arus pada
a sakelar dalam posisi off. amperemeter.
l
Gambar
2.8
Rangkaian
peralatan
uji kuat
arus
listrik
Sumber:
[Link]
42 Listrik
Dinamis
Tabel Pengamatan:
No. Jumlah Baterai Beda Potensial V (volt) Kuat Arus I (ampere)
1. Satu baterai 1,5
2. Dua baterai 3,0
3. Tiga baterai 4,5
Pertanyaan:
1. Apa yang terjadi pada lampu ketika sakelar pada posisi on?
2. Jika beda potensial listrik semakin besar, bagaimana besar kuat arus listrik?
3. Buatlah grafik hubungan beda potensial listrik dengan kuat arus listrik berdasarkan data
percobaan!
4. Buatlah kesimpulan dari hasil percobaan ini.
5. Tuliskan ayat yang menyebabkan lampu dapat menyala?
Aliran arus listrik dalam suatu rangkaian tidak berakhir pada alat listrik, tetapi melingkar
kernbali ke sumber arus. Dari Lembar Kerja 2.1 yang sudah kalian lakukan, kesimpulannya
adalah semakin besar beda potensial listrik (tegangan listrik), semakin besar pula arus yang
mengalir dalam rangkaian. Pada dasarnya alat listrik bersifat menghambat arus listrik.
Besarnya arus yang mengalir pada kawat penghantar tidak hanya bergantung pada tegangan,
tetapi juga pada hambatan yang dimiliki kawat terhadap aliran elektron.
1. Gilang mengeces aki mobil-mobilan adiknya yang habis. Kuat arus yang
ditimbulkan oleh aki adalah 25 mA. Berapa waktu yang dibutuhkan untuk
memindahkan muatan listrik sebesar 500 mC?
-19
2. Jika muatan elektron 1,6 x 10 C, berapa banyaknya elektron yang mengalir
melalui penghantar berarus 50 mA selama 0,5 jam?
3. Jika muatan listrik sebesar 4 C mengalir dalam kawat yang ujung-ujungnya
mempunyai beda potensial 12 V. Berapa besar usaha yang diperlukan untuk
mengalirkan muatan pada ujung-ujung kawat?
4. Tuliskan ayat Al-Qur’an yang menjelaskan tentang lampu?
B. Hukum Ohm
Hubungan antara arus listrik, tegangan, dan hambatan dapat diibaratkan seperti air yang
mengalir pada suatu saluran. Orang yang pertama kali meneliti hubungan antara arus listrik,
tegangan dan hambatan adalah George Simon Ohm (1787-1854) seorang ahli fisika Jerman.
Hubungan tersebut lebih dikenal dengan sebutan hukum Ohm.
Hambatan listrik (R) didefinisikan sebagai perbandingan antara beda potensial listrik (V)
dengan arus listrik (I). Jika hambatan listrik dilambangkan dengan R. beda potensial V, dan
kuat arus I, hubungan antara R, V, dan I secara matematis dapat ditulis:
[2.7]
Sumber:[Link]
Gambar 2.9 Simbol komponen listrik
Kajian Islam
Ilmu Allah SWT itu tidak terlepas dengan bidang lainnya. Ingat rumus hukum Ohm!
Potensial seseorang itu (V) berbanding lurus (=) dengan arus atau usaha/amal/ikhtiar (I)
dikalikan dengan beban atau masalah (R). Disini paling tidak ada dua poin yang bisa kita
renungkan dari rumus ini.
[Link]
Sisi ikhtiar (I). sekecil
Sekalipun manusia
tapipunya potensi sebesar
(I=0apapun
) untuk untuk menyelesaikan
masalah apapun, tidak ada ikhtiar menyelesaikannya,
maka tidak ada artinya potensial itu. Artinya, masalah tersebut tidak terselesaikan. Jadi
untuk kasus ini bukan karena tiadanya potensi tapi karena tiadanya ikhtiar (I). Ibarat
listrik di rumah, ketika sakelar “off” meskipun di rumah ada listriknya, lampupun tidak
akan menyala.
2. Sisi potensial (V). Ikhtiar sudah dilakukan, tapi karena potensial lemah atau kecil maka
kita hanya bisa menyelesaikan masalah-masalah yang kecil. Begitu masalah yang
datang lebih besar, maka bisa dipastikan kita tidak akan mampu untuk
menyelesaikannya. Contohnya, ketika sakit tidak bisa berobat yang terbaik karena
terkendala dengan biaya.
44 Listrik Dinamis
Semakin banyak ikhtiar atau usaha (I) kita, kalau dihubungkan dengan rumus hukum
Ohm, semakin besar nilai di sisi kanan (IxR) meskipun dengan beban tetap pasti sisi
sebelah kiri (V) semakin bertambah. Sementara dengan beban (R) ditambah dan ikhtiar (I)
semakin besar, pasti potensi (V) semakin besar pula. Setiap masalah datang bukan untuk
ditakuti, tapi harus dihadapi. Semakin sering kita menghadapi masalah atau beban, maka
disitulah potensial kita semakin besar.
Lakukan percobaan berikut dengan cermat, teliti, hati-hati, dan disiplin sesuai petunjuk
kerja. Tuliskan hasil percobaan secara jujur, kemudian ambil kesimpulan dari hasil
percobaan.
Langkah kerja:
1. Siapkanlah baterai, amperemater, bola lampu, kabel, dan sakelar.
2. Rangkailah peralatan tersebut seperti Gambar 2.10a. Perlu diingat sakelar dalam posisi off.
3. Nyalakanlah lampu dengan menggeser sakelar pada posisi on dan amatilah besar kuat arus
pada amperemeter.
4. Ulangilah kegiatan tersebut dengan menggunakan 2 resistor dan 3 resistor yang disusun
secara seri seperti Gambar 2.10b.
5. Catatlah hasil pengamatan dalam tabel berikut dan buatlah grafik hubungan antara kuat
arus listrik dengan hambatan listrik.
Tabel Pengamatan:
Hambatan Listrik R Kuat Arus I
No. Jumlah Baterai Nyala Lampu
(ohm) (ampere)
1. Tiga baterai 5
2. Tiga baterai 10
3. Tiga baterai 15
Pertanyaan:
1. Apa yang terjadi pada lampu ketika sakelar pada posisi on?
2. Jika hambatan semakin besar, bagaimana besar kuat arus listrik dan nyala lampu?
3. Buatlah grafik hubungan hambatan listrik dengan kuat arus listrik berdasarkan percobaan.
4. Buatlah kesimpulan dari hasil percobaan ini.
5. Tuliskan nilai-nilai ukhrawi atau agama yang menjelaskan soal no 3?
Langkah Kerja:
1. a. Ukur dan potonglah 3 buah kawat tembaga dengan panjang bervariasi, tetapi
ukuran dan diameternya sama.
1. b. Ukurlah hambatan tiap-tiap kawat tembaga.
c. catatlah masing-masing hasil pada kolom data pengamatan.
2. a. Ukur dan potonglah 3 buah kawat tembaga dengan diameter bervariasi, tetapi
ukuran panjangnya sama.
46 Listrik Dinamis
b. Ukurlah hambatan tiap-tiap kawat tembaga.
c. Catatlah masing-masing hasil pada kolom data pengamatan.
3. Buatlah grafik R x A terhadap pada kertas milimeter untuk semua data yang
diperoleh dan hubungan antara ketiganya yaitu R, , dan A.
3.
Dari percobaan tersebut, diperoleh bahwa semakin panjang kawat penghantar, semakin
besar hambatan. Hambatan makin kecil, apabila luas penampang kawat besar. Besar
hambatan kawat penghantar bergantung pada jenis kawat. Kawat yang jenisnya berbeda,
hambatannya juga berbeda. Hubungan antara hambatan kawat penghantar, panjang kawat,
luas penampang kawat, dan jenis kawat adalah sebagai berikut.
Alumunium 2,65 x 10
-8
Tungsten 5,6 x 10
-8
Germanium (1-500) x 10
-3
Silikon 0,1-60
Isolator
Kaca 9
10 -10
12
Karet padatan 13
10 -10
15
Tidak semua jenis bahan dapat menghantarkan arus listrik dengan baik. Ada bahan yang
dapat menghantarkan arus listrik dengan baik dan ada pula yang sangat buruk menghantarkan
arus listrik. Berdasarkan kemampuan menghantarkan arus listriknya, benda dapat
dikelompokkan menjadi tiga, yaitu:
1) Konduktor adalah bahan-bahan yang dapat menghantarkan arus listrik dengan baik.
2) Semikonduktor adalah bahan yang daya hantarnya berada diantara konduktor dan isolator.
3) Isolator adalah bahan-bahan yang daya hantarnya buruk.
1. Heri membantu membenarkan listrik di rumah saya yang tiba-tiba padam, setelah dicek
ternyata ada kabel atau kawat yang putus. Jika arus listrik dirumah saya 8 A mengalir
melalui seutas kawat penghantar ketika beda potensial 24 V diberikan pada ujung-
ujungnya. Tentukan hambatan listrik kawat tersebut?
Penyelesaian:
Diketahui : I = 8 A
V = 24 V
Ditanya : R?
Jawab :
4
R = =3Ω
Jadi, hambatan listrik kawat tersebut adalah 3 Ω.
-6 2
2. Seutas kawat besi panjangnya 20 m dan luas penampangnya 10 m mempunyai
hambatan jenis 10-7 Ωm. Berapa besar hambatan listrik kawat tersebut?
Penyelesaian:
Diketahui : = 20 m
A = 10 m
= 10 -6 Ωm2
-7
Ditanya : R?
Jawab : R
A
R = =2Ω
Jadi, besar hambatan listrik kawat adalah 2 Ω.
48 Listrik Dinamis
1. Anton membantu ayahnya membenarkan kawat atau kabel yang putus, ketika
membenarkan kawat atau kabel tangan Anton dalam keadaan basah oleh keringat
(hambatan = 1000 ohm) menyentuh kawat hidup bertegangan 220 V. Berapa
kuat arus yang mengalir dan efek apa yang dirasakan Anton?
2. Bagaimana cara sekring mengamankan rangkaian dari arus hubungan singkat
yang sangat besar?
2
3. Sebuah hambatan listrik besarnya 10 Ω. Jika luas penampang kawat 5,6 mm dan
-8
hambatan jenisnya 2,8 x 10 Ωm, berapakah panjang kawat penghantar itu?
4. Sebuah kawat penghantar dengan panjang 10 m memiliki hambatan sebesar 100
Ω. Jika kawat dipotong menjadi 2 bagian yang sama panjang, tentukan hambatan
yang dmiliki oleh masing-masing potongan kawat!
C. Hukum I Kirchhoff
Arus listrik yang melalui suatu penghantar dapat kita pandang sebagai aliran air sungai.
Jika sungai tidak bercabang, jumlah air di setiap tempat pada sungai tersebut sama. Air
mengalir yaitu dari dataran lebih tinggi ke dataran lebih rendah atau arus listrik itu merupakan
aliran arus dari potensial tinggi melalui kabel (rangkaian luar) menuju potensial rendah.
Dalam alirannya, arus listrik juga mengalami cabang-cabang. Ketika arus listrik melalui
percabangan, arus listrik terbagi pada setiap percabangan dan besarnya tergantung ada
tidaknya hambatan pada cabang tersebut. Bila hambatan pada cabang tersebut besar maka
arus listrik yang melalui cabang tersebut mengecil dan sebaliknya bila pada cabang
hambatannya kecil maka arus listrik yang melalui cabang tersebut besar.
Menghadapi rangkaian percabangan ini, kamu dapat menggunakan hukum-hukum yang
ditemukan oleh G.R. Kirchhoff (1824-1887). Terdapat dua hukum Kirchhoff dan hukum ini
merupakan aplikasi sederhana dari hukum-hukum kekekalan muatan dan energi. Hukum I
Kirchhoff disebut juga hukum persambungan atau percabangan (junction rule). Hukum I
Kirchhoff menyatakan bahwa:
“pada setiap titik percabangan, jumlah seluruh arus yang masuk percabangan sama dengan
jumlah seluruh arus yang meninggalkan percabangan.”
Hukum I Kirchhoff dapat dinyatakan dengan persamaan berikut.
[2.9]
dengan:
= jumlah kuat arus yang menuju titik percabangan (A)
= jumlah kuat arus yang meninggalkan titik percabangan (A)
Hukum I Kirchoff yang membahas kuat arus yang mengalir pada rangkaian listrik dapat
diterapkan pada rangkaian listrik tak bercabang (seri) maupun rangkaian listrik bercabang
(paralel). Muatan-muatan yang masuk percabangan harus sama dengan yang meninggalkan
percabangan (tidak ada muatan yang hilang).
1. Suatu rangkaian listrik terlihat pada gambar, yaitu arus mengalir I1 = 0,4 A dan I2 = 0,15
A. Berapa arus pada I3?
Penyelesaian:
Diket : I1 = 0,4 A
I2 = 0,15 A
Ditanya : I ?
3
Jawab : ���� �����������
�𝑎���
I1 = I2 + I3
0,4 = 0,15 + I3
Sumber: [Link]
Gambar 2.12 Rangkaian listrik 0,4 – 0,15 = I3
0,25 A = I3
D. Rangkaian Listrik
Pada suatu rangkaian listrik, ada beberapa jenis rangkaian listrik yaitu rangkaian seri,
rangkaian paralel, maupun rangkaian kombinasi (gabungan keduannya). Begitu juga untuk
hambatan listrik dapat dipasang secara seri, paralel, dan kombinasi.
Kajian Islam
Sehubungan dengan rangkaian listrik kita bisa menggambarkannya dengan akhlaqul
karimah. Akhlaqul karimah dibangun di atas kerangka hubungan dengan Allah (hablum
minallah) dan kerangka hubungan dengan sesama manusia (hablum minan-nas).
Hablum minallah merupakan hubungan dengan Allah melalui perjanjian yang sudah
diatur dalam syari’at-Nya berkenaan dengan dengan kewajiban menunaikan hak-hak
Allah SWT. Hak-hak itu ialah mentauhidkan Allah dan tidak menyekutukannya dengan
yang lain. Sedangkan hablum minan-nas merupakan hubungan dengan sesama manusia
melalui kewajiban menunaikan hak-hak sesama manusia baik muslim maupun non
muslim.
Pada rangkaian listrik, yaitu ada rangkaian seri, rangkaian paralel, dan rangkaian
kombinasi. Begitu halnya dengan akhlaqul karimah yang dibangun atas hubungan dengan
Allah, hubungan dengan sesama manusia, dan hubungan antara Allah dan manusia. Kita
50 Listrik Dinamis
bisa menggambarkan rangkaian seri dengan hablum minan-nas seperti gotong royong,
tolong-menolong sesama teman atau tetangga. Sedangkan rangkaian paralel bisa
dicontohkan dengan hablum minallah seperti menunaikan sholat atau bersedekah dan
berbuat syirik. Sholat atau sedekah merupakan perbuatan baik sedangkan syirik
merupakan perbuatan tercela, yang keduanya sangat tidak seimbang atau sudah tidak
sejalan. Rangkaian kombinasi bisa contohkan dengan mengkombinasikan atau
menggabungkan hablum minan-nas dengan hablum minallah selain menjaga hubungan
dengan sesama manusia juga tetap tidak lupa dengan kewajibannya yaitu hubungan
Untuk membuat rangkaian seri maupun paralel minimal diperlukan dua hambatan
sedangkan untuk membuat rangkaian kombinasi seri-paralel minimal diperlukan tiga
hambatan. Pola pemasangan hambatan listrik ini ternyata juga mempengaruhi besar arus
listrik yang mengalir pada suatu rangkaian listrik. Jenis-jenis rangkaian listrik tersebut
memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Tahukah kamu, apa rangkaian lampu di
ruang kelasmu? Untuk lebih jelasnya perhatikan penjelasan berikut!
1. Rangkaian Seri
Rangkaian seri adalah rangkaian listrik yang tidak memiliki percabangan kabel atau
disusun secara sejajar. Ketiadaan percabangan kabel pada rangkaian listrik seri
mengakibatkan aliran listrik akan terputus jika salah satu ujung kabel terputus, sehingga arus
tidak ada yang mengalir di dalam rangkaian dan seluruh lampu akan mati.
Untuk mencari nilai hambatan pengganti pada beberapa resistor yang dirangkai seri dapat
digunakan persamaan berikut.
[2.10]
Pada rangkaian seri kuat arusnya bernilai sama tetapi tegangannya berbeda-beda,
sehingga dapat disimpulkan menjadi persamaan berikut.
I1 = I2 = ... = In [2.11]
V1 V2 Vn [2.12]
Vtotal = V1 + V2 + ... + Vn [2.13]
Vs = Is R [2.14]
= (I1 R1) + (I2 R2) + + (In Rn)
dengan:
n = jumlah resistor
Fungsi rangkaian seri, yaitu:
a. Rangkaian seri berfungsi untuk memperbesar hambatan total.
b. Rangkaian seri berfungsi sebagai pembagi tegangan.
c. Pada rangkaian seri memiliki arus yang sama pada masing-masing hambatan.
2. Rangkaian Paralel
Rangkaian paralel adalah rangkaian listrik yang memiliki percabangan kabel atau dimana
semua input komponen berasal dari sumber yang sama. Jika salah satu ujung terputus, maka
arus listrik akan tetap mengalir pada kabel lainnya yang masih terhubung dan beberapa lampu
lainnya akan tetap menyala. Perhatikan lampu di ruang kelasmu, biasanya terdapat lebih dari
dua lampu. Pemasangan lampu ini dirangkai secara paralel dan masing-masing lampu
mempunyai nyala terang yang sama.
[2.16]
Adapun beda potensial di antara ujung-ujung volmeter sama dengan beda potensial di
antara ujung-ujung komponen rangkaian.
V1 = V2 = = Vn [2.17]
dengan:
n = jumlah resistor
Fungsi rangkaian paralel, yaitu:
a. Rangkaian paralel berfungsi untuk memperkecil hambatan total.
b. Rangkaian paralel berfungsi sebagai pembagi arus.
c. Pada rangkaian paralel memiliki tegangan yang sama pada masing-masing hambatan.
Jika beberapa buah hambatan dirangkai secara paralel, nilai hambatan total (Rp) lebih
kecil dari pada nilai masing-masing hambatan penyusunnya (R1 dan R2). Oleh karena itu,
beberapa lampu yang disusun secara paralel sama terangnya dengan lampu pada intensitas
normal (tidak mengalami penurunan). Jika salah satu lampu mati (putus), lampu yang lain
tetap menyala. Jadi dapat diartikan bahwa rangkaian paralel berfungsi sebagai pembagi arus.
3. Rangkaian Kombinasi
Dalam rangkaian kombinasi, kamu dapat menjumpai rangkaian yang terdiri dari
gabungan rangkaian seri dan paralel. Penyelesaian soal hambatan yang dirangkai campuran
pada prinsipnya menentukan hambatan totalnya secara seri dan paralel sesuai bentuk
rangkaiannya.
52 Listrik Dinamis
Misal rangkaian Gambar 2.15, untuk menghitung hambatan penggantinya kamu cari dulu
hambatan pengganti R1, R2, dan R3 yang terangkai secara paralel. Rangkaian selanjutnya
dapat disederhanakan menjadi rangkaian seri.
(a) (b)
Sumber: [Link]
Gambar 2.15 Rangkaian listrik kombinasi
1. Perhatikan gambar!
Berdasarkan rangkaian hambatan tersebut, tentukan
hambatan totalnya?
Penyelesaian:
Diket : 𝑅 = 2 Ω
𝑅 =3Ω
Sumber:[Link] 𝑅 =7Ω
. com
Gambar 2.16 Rangkaian seri Ditanya : ��� ?
Jawab : ��� = 𝑅 + 𝑅 + 𝑅
��� = 2 + 3 + 7 = 12 Ω
Ω = 1,09 Ω
Sumber:[Link]
Gambar 2.18 Rangkaian kombinasi
Secara umum, sumber arus listrik terdiri dari dua jenis, yaitu sumber arus searah (DC)
dan sumber arus bolak-balik (AC). Agar lebih memahami, perhatikan Tabel 2.2.
Tabel 2.2 Jenis Sumber Arus Listrik
Jenis Sumber Arus Listrik Sumber Arus Proses Perubahan Energi
DC (direct current) Elemen volta Kimia listrik
Elemen kering (baterai) Kimia listrik
Akumulator (aki) Kimia listrik
Solar sel Kalor listrik
Dinamo DC Gerak listrik
AC (alternating current) Dinamo AC Gerak listrik
Generator Gerak listrik
Elemen volta, baterai, dan akumulator adalah sumber arus DC yang dihasilkan dari reaksi
kimia, sehingga disebut juga sebagai elektrokimia. Berdasarkan dapat atau tidaknya diisi
ulang, sumber arus listrik dibedakan menjadi dua, yaitu elemen primer dan elemen sekunder.
1. Elemen primer adalah sumber arus listrik yang tidak dapat diisi ulang ketika energinya
habis. Contohnya: baterai kering dan elemen volta.
54 Listrik Dinamis
2. Elemen sekunder adalah sumber arus listrik yang dapat diisi ulang ketika energinya habis.
Contohnya: akumulator (aki) dan baterai Li-ion yang digunakan pada telepon genggam
atau kamera.
Sebagai sumber arus listrik, baterai dan aki memiliki gaya gerak listrik (GGL).
Gaya gerak listrik adalah beda potensial antara kedua ujung atau kutub sumber arus listrik.
Beda potensial inilah yang mrnyebabkan elektron mengalir. Elektron mengalir dari kutub
negatif ke kutub positif sumber arus listrik.
(a) (b)
Sumber: [Link]
Gambar 2.19 (a) Aki dan (b) baterai
Buatlah suatu rangkaian yang terdiri atas voltmeter yang disusun secara paralel dengan
baterai dan lampu pijar. Jika sakelar dalam keadaan terbuka (off) atau tidak terhubung berarti
tidak ada arus yang mengalir. Dalam keadaan demikian, perhatikan angka yang ditunjukkan
jarum pada voltmeter.
Sumber: [Link]
Gambar 2.20 Rangkaian terbuka (kondisi off)
Nilai yang ditunjukkan oleh jarum voltmeter ketika elemen atau sumber arus tidak
mengalirkan arus listrik inilah yang disebut dengan gaya gerak listrik (GGL) dan dinyatakan
denga .
Sumber: [Link]
Gambar 2.21 Rangkaian tertutup (kondisi on)
Sumber arus listrik seperti baterai dan aki memiliki hambatan dalam sehingga
mengalami kehilangan tegangan r. Jadi, dapat disimpulkan Bahwa GGL elemen selalu
memiliki nilai lebih besar dibanding nilai tegangan jepitnya ( > ). Hubungan antara GGL
dengan tegangan jepit dan tegangan yang hilang adalah sebagai berikut.
[2.18]
dengan:
= GGL (V)
= tegangan jepit (V)
= tegangan pada hambatan dalam (V)
1. Energi Listrik
Di rumah, mungkin kamu atau adikmu memiliki mainan berupa mobil-mobilan atau
kereta api yang digerakkan oleh baterai. Baterai yang menggerakkan mainan menunjukkan
adanya proses perubahan energi saat mobil-mobilan dinyalakan. Di dalam baterai, terdapat
zat-zat kimia. Artinya, di dalam baterai terdapat energi kimia. Energi kimia ini berubah
menjadi energi listrik, dan energi listriklah yang mampu menggerakkan mobil-mobilan.
56 Listrik Dinamis
Energi listrik sebagai salah satu ciptaan Allah SWT merupakan besar usaha untuk
memindahkan muatan listrik setiap saat pada rangkaian listrik. Besar energi listrik diperoleh
dari hasil kali beda potensial dengan jumlah muatan listrik yang mengalir.
Fokus IPA
Energi yang digunakan untuk menyalakan mesin cuci, lampu, kompor, setrika,
dan sebagainya. Ini berarti listrik dapat diubah menjadi energi gerak, kalor, cahaya,
dan sebagainya. Pada saat energi listrik diubah menjadi energi bentuk lain oleh alat
listrik, berarti sumber tegangan telah melakukan usaha.
Masih ingatkah kamu tentang listrik statis? Persamaan tersebut dapat diturunkan secara
matematis dengan teori pada listrik statis. Untuk memindahkan muatan dari satu tempat ke
tempat lain diperlukan energi. Besarnya energi ini dapat ditulis dengan persamaan berikut.
W [2.19]
W= = QV
(It)V [2.20]
W = VIt [2.21]
W = (IR)It [2.22]
W = I2Rt [2.23]
dengan:
W = energi (J)
Q = besar muatan yang dipindahkan (C)
V = beda potensial (V)
I = kuat arus (A)
t = waktu (s)
R = hambatan (Ω)
Satuan lain yang sering digunakan untuk energi kalor, yaitu kalori (kal) atau kilokalori
(kkal). Hubungan antara satuan kalori dan satuan joule adalah sebagai berikut.
1 kal = 4,2 joule [2.24]
Oleh karena itu, dalam peristiwa perubahan energi listrik menjadi energi kalor, berlaku
persamaan energi yang bersatuan kalori sebagai berikut.
P= [2.26]
P= [2.27]
P = (IR)I [2.29]
P= R [2.30]
R = hambatan (Ω)
V = beda potensial (V)
I = kuat arus yang mengalir (A)
dengan:
P= R [2.31]
P = daya (J/s atau W)
W = usaha (J)
t = waktu (s) P= [2.32]
Kelipatan satuan watt, antara miliwatt (mW), kilowatt (kW), atau megawatt (MW).
1 miliwatt = 1 mW = 0,001 W = 10-3 W
1 kilowatt = 1 kW = 1.000 W = 10 W
3
Fokus IPA
Usaha yang dilakukan sebuah sumber tegangan menentukan besar energi yang
dilepaskan oleh sumber tegangan tersebut. Energi yang dilepaskan oleh sumber
tegangan ditentukan oleh daya alat yang digunakan sebagai pengubah energi listrik
menjadi bentuk energi lain. Semakin besar daya suatu alat dan semakin lama alat
dipakai, semakin besar energi yang diperlukan oleh alat tersebut.
Alat untuk mengukur besar energi yang dipakai dirumah sering disebut dengan meteran.
Satuan yang digunakan alat terebut adalah kilowatt-hour (disingkat kWh). Angka yang
ditunjukkan oleh meteran inilah yang dipakai sebagai dasar hitungan dan pembayaran
rekening listrik di rumah.
Kajian Islam
Hitungan atau pembayaran rekening listrik di rumah menggunakan perputaran atau
angka yang tertera dalam meteran. Sebagaimana firman Allah dalam surat Yunus ayat 5
yang berbunyi:
"...
58 Listrik Dinamis
Artinya: “Dialah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya dan ditetapkan-
Nya manzilah-manzilah (tempat-tempat) bagi perjalanan bulan itu, supaya kamu
mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu) ...”. (QS. Yunus: 5)
Menurut Prof. Quraish Shihab dalam Bukunya Tafsir al-Misbah (Volume 5), kata
ayat diatas, dipahami sebagai tempat bulan dalam perjalanannya mengitari matahari,
setiap malam ada tempatnya dari saat ke saat sehingga terlihat di bumi ia selalu berbeda
sesuai dengan posisinya dengan matahari. Dari sini pula dimungkinkan untuk menemukan
bulan-bulan Qamariyah. Untuk mengelilingi bumi, bulan menempuhnya selama 29 hari 12
jam 44 menit dan 28 detik. Penetapan ini didasarkan pada pengamatan yang dilakukan,
diketahui bahwa bulan bergerak dalam orbitnya secara pasti dan dalam kurun waktu yang
tetap.
Tafsiran ayat ini merupakan salah satu perumpamaan hitungan energi pemakaian
listrik dalam kehidupan sehari-hari. Perhitungan ini juga sesuai dengan perputaran
meteran yang ada di rumah masing-masing. Hal ini diperkuat oleh James Watt yang telah
menemukan daya listrik yang dipakai untuk perhitungan rekening listrik kita yang kita
bayar tiap bulan.
Satuan usaha atau energi adalah wat-sekon atau Ws. Satuan ini terlalu kecil dalam
pengukuran pemakaian listrik sehari-hai. Untuk itu, perlu ditentukan satuan yang lebih besar,
yaitu watt-jam atau watt-hour atau Wh.
1 Wh = 3.600 Ws [2.33]
1 kWh = 1.000 x 3.600 Ws [2.34]
6
= 3,6 x 10 Ws [2.35]
6
= 3,6 x 10
1. Sebuah lampu dengan hambatan 6 Ω dipasang pada tegangan 18 V dengan besar kuat
arus yang mengalir 3 A. Berapa besar energi yang dibebaskan oleh lampu selama 10
menit?
Penyelesaian:
Diket : R = 6 Ω
V = 18 V
I =3A
t = 10 menit = 600 s
1. Rahma menyetrika pakaian keluarganya setiap hari. Jika setrika dialiri arus
sebesar 15 A selama 25 menit dengan hambatan setrika tersebut 150 ohm,
berapakah besar energi yang dibebaskan oleh setrika tersebut?
2. Apa hubungan daya dengan usaha?
3. Sebuah rumah menggunakan 5 buah lampu TL 20 watt, 3 buah lampu pijar 25
watt, sebuah televisi 80 watt, dan sebuah pompa air 300 watt. Semua alat
tersebut menyala 5 jam sehari. Berapa kWh energi yang dipakai selama 1 bulan?
4. Tuliskan ayat yang menjelaskan tentang perhitungan membayar rekening listrik?
Tahukah kamu, dari mana asal energi yang biasa kita gunakan dalam kehidupan sehari-
hari? Apa hanya dari minyak bumi dan batu bara saja? Mengingat keterbatasannya, kini listrik
tidak hanya dihasilkan dari minyak bumi atau batu bara, tetapi juga dari energi matahari,
panas bumi, angin, air, dan bionergi. Sumber-sumber energi tesebut merupakan energi
alternatif karena ketersediaannya di alam yang dianggap sangat melimpah. Agar mengetahui
berbagai sumber energi alternatif tersebut, bacalah uraian berikut dengan seksama.
1. Energi Matahari (Panel Surya)
Energi matahari (energi surya) adalah sumber energi
terbesar dan paling besar tersediaanya. Panas matahari yang
dimanfaatkan secara langsung oleh manusia baru beberapa
persen. Oleh karena itu, cukup realistis jika pada suatu saat
diharapkan energi matahari akan menjadi sumber energi
utama di dunia. Melalui penggunaan panel surya, energi
matahari dapat diubah menjadi energi listrik. Tetapi saat Sumber: [Link]
Gambar 2.24 Panel surya
cuaca mendung, energi listrik yang diperoleh tidak dapat
dihasilkan secara maksimal. Sehingga, energi yang diperoleh saat matahari bersinar terang
60 Listrik Dinamis
akan disimpan dalam baterai agar dapat digunakan saat cuaca mendung atau bahkan malam
hari.
Jadi, jika energi matahari digunakan secara optimal oleh manusia, maka penggunaan
sumber daya alam seperti batu bara, minyak bumi bisa lebih hemat. Hal ini juga diajarkan
dalam islam, untuk lebih bisa menghemat penggunaan sumber daya alam dan memanfaatkan
energi matahari. Sebagaimana firman Allah dalam surat Yunus ayat 5 yang berbunyi:
Menurut Prof. Quraish Shihab dalam Bukunya Tafsir al-Misbah (Volume 5) kata “Dialah
yang menjadikan matahari bersinar...”. Dari analisa ayat, Matahari adalah benda langit yang
menyala dan memancarkan sinar dari dirinya sendiri serta sebagai sumber kekuatan bagi
bumi, seperti sinar dan panasnya. Ayat di atas menerangkan bahwasanya Allah telah
menjadikan matahari sebagai sumber kekuatan bagi bumi yaitu dari sinar dan panasnya, dari
panas matahari sendiri bisa dimanfaatkan manusia sebagai sumber tenaga listrik alternatif.
Tokoh fisika yang menemukan ini yaitu William Grylls Adams dan Richard Evans Day yang
menyatakan bahwa material padat selenium dapat menghasilkan listrik ketika terkena paparan
sinar.
Penggunaan energi surya di Indonesia diterapkan dalam dua macam teknologi, yaitu
teknologi energi surya termal dan energi surya fotovoltaik. Energi surya termal digunakan
untuk memasak (kompor surya), mengeringkan hasil pertanian dan memanaskan air. Energi
surya fotovoltaik digunakan untuk memenuhi kebutuhan listrik, pompa air, televisi,
telekomunikasi, dan lemari pendingin di Puskesmas dengan kapasitas total 6 MW.
2. Energi Panas Bumi (Geothermal)
Energi panas bumi (geothermal) adalah energi
alternatif yang memanfaatkan panas bumi. Energi panas
bumi ditemukan oleh James Watt yang telah menemukan
mesin uap pertama yang efisien. Ternyata mesin uap ini
merupakan salah satu kekuatan yang mendorong terjadinya
perkembangan industri, salah satunya mesin uap yang
digunakan untuk energi panas bumi. Bumi juga memiliki Sumber: [Link]
Gambar 2.25 Energi panas bumi
energi panas, pada lapisan di bawah kerak bumi, terdapat
bebatuan cair yang panas (bersuhu tinggi). Untuk memanfaatkan energi panas bumi tersebut,
dibuat lubang dengan cara mengebor hingga kedalaman tertentu.
Artinya:
“Dan
Allah,
Dialah
yang
mengiri
mkan
angin;
lalu
angin itu
mengger
akkan
awan,
Maka
Kami
halau
awan itu
kesuatu
negeri
yang
mati lalu
Kami
hidupkan
bumi
setelah
matinya
dengan
hujan itu.
Demikia
nlah
kebangki
tan itu”.
(QS.
Faathir:
9)
Men
urut Prof.
Quraish
Shihab
dalam
Bukunya
Tafsir al-
Misbah
(Volume
11) m g e g p a u
E
kata e k r i a m n
n
“Da n a h d a
e l 1
n g n a a h
r i 9
Alla g d
d g s l t 3
h, er a
a i t i e 0
Dial a p
ah k l r n r ,
g
yan k a k i g h p
e e
g a m i k k a
r m
men n n . u d
f a e
giri a c n a r
i k K
mka w i g p i
n a s r i a n
i y
angi n , n n l t
k a a
n, y c , i
a n h
lalu a d i n
, g
angi n i r s g A
n itu g k u e k m
d
men te a b a h u e
i r
gger rb t a n i n
h i
akk e a h g n g
a k
an nt i g a a
t s
awa u o n g n
e i
n”. k l a . m
r l t u
Kat d e
s k i l
a ar h k O a
e a d
ters i i l i
b n g a
ebut se n e
u e k c h m
men k o
t n i e
unju u l n
m e m r s
kka m e g
e r e e
n p h g
n a n a b u
Han ul
u t y n a n
ya a g
n o e g b a
Alla n e k
j r b i
hlah u r a
u a n i n
yan a a
k m b t
g p- k
k e k d u k
dap u a i
a n a i ,
at a n n
n j n p
men p c
a e p
giri ai a i
b d p r a r
mka r. n
a i o c d
n S g
h l a a a
angi e i n
w e u y
n d n t g
a n s a
untu a i
e i a n
k n t
a r r h
s Su g a 300 kW. Tidak kalah r e s
m
e er sa . Namun, ketika dengan ) r u
b ht
p: n S tidak ada angin Amerika, a r
a /i A a
du g a yang Indonesia telah h t
g tr i
bi at t berhembus membangun p
a ni r
i co ti u maka tidak beberapa unit e b
m
n akan ada y e
s G kincir angin g
a t a r
u g energi listrik dengan kapasitas u
m n i
m gi u yang masing-masing n
b k
b a di r dihasilkan, g
r
80 kW di u u
e b b sehingga m t
Yogyakarta dan n
r 2 i e .
u masih menargetkan g
e . n
at n diperlukan pembuatan a
n 2
6 . sejumlah batu g
e Pembangkit n
S a bara, gas, atau a
r S Listrik Tenaga d
g u e n minyak bumi l 62
Baru (PLTB) a
i m
m g untuk i Listr
b yang mampu n
l e a i memenuhi r ik
menghasilkan d
i r
ki n energi listrik d Din
s 250 MW pada i
e n pada saat a amis
t n b tahun s
ti tersebut. r
r e
i 2 e
i r n 0 i
g a Berdasark p
k g 2 h
i
s an penelitian a
gi 5 u
u a a pada tahun n
tu . l
t n
n 1980, ternyata j
g rb u
a i y penggunaan 4 a
m in k
n
a n
a
kincir angin . e
a g
menimbulkan h
n n a
d permasalahan E
y gi i
a bagi n li
a n, l
. p lingkungan, e r
se i
a khususnya r a
Unt m r
t pada g n
uk a ,
m penurunan i s
me ki k
ng e populasi u
n A h
asi n burung. n
ka k i u
g Baling-baling g
list u r s
h kincir angin a
rik at u
a yang tinggi i
da e ( s
am s dan berukuran y
n i H n
ju besar telah a
mla er l y y
menyita n
h gi k d a
habitat burung g
be a r p
ar, a d
n sehingga a
tur n o e
gi timbul d
bin p r
n persaingan a
angi 5 o a
n antara burung d
n 0 w s
y dan kincir. a
yan - e ,
"...
A
rti
n
ya
:
“
A
pa
ka
h
ka
m
u
ti
da
k
m
e
m
pe
rh
at
ik
an
,
ba
h
w
a
S
es
u
n
g
g
u
h
n
ya
A
ll
ah
m
enurunkan air b a a
dari langit, a f d l
Maka diaturnya h i i
menjadi w s k i
sumber-sumber a i a n
air di bumi ai k n i
kemudian r a
ditumbuhkan- a , s d
Nya dengan air d e i
itu tanam- al s b p
tanaman yang a u a e
bermacam- h m g r
macam s b a k
warnanya, ...". al e i u
(QS. Az- a r a
Zumar: 21) h s t
e a
Menurut s
n l o
Prof. Quraish at
e a l
Shihab dalam u
r h e
Bukunya Tafsir s
g h
al-Misbah u
i s
(Volume 11), m G
a
ayat diatas b b e
t
menjelaskan e u o
u
bahwa Allah r m r
menurunkan air e i s g
ke bumi sebagai n u e
mata air-mata e b m
air di bumi, r e b W
salah satunya g r e e
yaitu untuk i u r s
menumbuhkan b p t
tanam-tanaman. u a e i
Pada kata m n n
“maka i. a e g
diaturnya S i r h
menjadi e r g o
sumber-sumber d i u
a b s
air dibumi...’
n i l e
itu
g s i
menunjukkan
k a s y
kebesaran
a t a
A k
l n r n
d i i g
l t
a al k m
a a . e
h r
m
j u
H
p 2.27 PLTA Karangkates
di Kabupaten Malang
a
k Sumber energi listrik dari air
a
n bisa menggunakan turbin. Arus air
yang mengalir digunakan untuk
s menggerakkan turbin yang
e dihubungkan dengan generator.
o Generator kemudian mengubah
r Fi
a energi mekanik yang berasal dari 63
n turbin menjadi energi listrik.
g
Banyaknya jumlah sungai dan
i danau air tawar membuat Indonesia
l membangun banyak Pembangkit
m Listrik Tenaga Air (PLTA) di
u
seluruh wilayahnya. Potensi tenaga
w
a air di seluruh Indonesia diperkirakan
n sebesar 75.684 MW, tetapi yang
dimanfaatkan masih 100 MW. Salah
y satu contoh PLTA yaitu PLTA
a
Karangkates yang ada di Kabupaten
n
g Malang.
b 5. Bionergi
e
r Bionergi adalah energi yang
h diperoleh dari biomassa. Biomassa
a merupakan bahan organik yang
s
berasal dari makhluk hidup, baik dari
i
l tumbuhan maupun hewan. Limbah
dari budidaya pertanian, perkebunan,
m kehutanan, peternakan, maupun
e perikanan juga dapat digunakan
m
b sebagai sumber bionergi. Energi
a yang diperoleh dari biomassa ini
n dapat diubah menjadi energi listrik
g dengan cara mengolah biomassa
u menjadi bahan bakar nabati,
n
S misalnya etanol dan biodisel. Bahan
alat u
m bakar nabati ini selanjutnya dapat
pemban be
gkit r: digunakan sebagai bahan bakar
ht
tenaga tp generator atau diesel untuk
:/
air /e menghasilkan listrik. Bahan
n.
pertama wi organik yang dapat digunakan
ki
dengan go sebagai bahan bionergi di
go
memanf .o antaranya singkong, limbah
rg
aatkan G
jagung, ampas tahu, dan kotoran
air a hewan.
m
terjun b
Niagara. ar
(a) (b) (c)
Sumber: [Link] Sumber: [Link] Sumber: [Link]
Gambar 2.27 Sumber-sumber bionergi (a) aki, (b) kotoran sapi, dan (c) ampas tahu
Artinya: “Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya, kepada orang
miskin dan orang yang dalam perjalanan dan janganlah kamu menghambur-hamburkan
(hartamu) secara boros”. (QS. Al-Isra’: 26)
Tafsir Departemen Agama RI, ayat ini menjelaskan bahwa Allah melarang kita berbuat
boros melalui kata “Janganlah Kamu”. Artinya berbuat boros adalah termasuk perbuatan yang
dilarang Allah. Perbuatan yang dilarang Allah berarti sesuatu yang tidak baik dan tidak
membawa manfaat, terlebih lagi bila dilakukan kita akan mendapatkan dosa. Ilmuwan yang
menemukan salah satu penghematan energi listrik yaitu Isamu Akasaki, Hiroshi Amano dan
Shuji Nakamura yang diberikan Nobel Fisika 2014 atas jasanya menemukan lampu LED
berwarna biru. Lampu jenis (Light Emitting Diode) LED ini merupakan generasi lampu yang
lebih hemat energi walaupun sebelumnya sudah diciptakan lampu LED berwarna merah dan
hijau. Lampu ini merupakan inovasi karena cahayanya bisa digunakan untuk teknologi
penerangan yang lebih hemat energi, termasuk untuk lampu jalan dan bahkan layar monitor
dan smartphone saat [Link] memahami lebih lanjut tentang penghematan energi listrik,
Ayo kita diskusikan!
Coba kamu menghitung berapa besar energi dan biaya listrik yang harus kamu bayarkan
setiap bulannya? Dengan menggunakan energi listrik dirumahmu sebagai acuan (jika ada),
coba hitung besar energi dan biaya listrik seluruh penduduk Indonesia yang berjumlah sekitar
265 juta penduduk. Asumsikan 265 juta penduduk tersebut terbagi ke dalam 65 juta rumah
tangga dan asumsikan juga bahwa 55% penduduk Indonesia telah menggunakan energi listrik
di rumahnya masing-masing.
Setelah menghitung besar energi listrik yang digunakan oleh seluruh penduduk Indonesia,
sekarang coba hitung berapa besar emisi karbon yang dihasilkan jika 60% penggunaan energi
listrik berasal dari energi fosil. Perlu diketahui bahwa setiap 1000 mega watt daya listrik yang
diproduksi dari batu bara akan menghasilkan 5,6 juta ton emisi karbon tiap tahun. Apa yang
dapat kamu simpulkan dari diskusi tersebut?
64 Listrik Dinamis
Ternyata tidak hanya menghemat biaya listrik yang terus-menerus naik, upaya
penghematan energi listrik juga dilakukan karena besarnya emisi karbon yang dihasilkan.
Besarnya emisi karbon yang dihasilkan oleh pembangkit listrik yang menggunakan batu bara
adalah penyumbang terbesar terjadinya global warming. Tentang global warming telah kamu
pelajari dikelas VIII.
Salah satu upaya untuk menghemat energi listrik adalah dengan menggunakan energi
listrik seperlunya (mematikan lampu dan alat-alat listrik lainnya yang sudah tidak digunakan)
dan mengganti peralatan listrik dengan daya yang lebih kecil. Coba perhatikan penggunaan
lampu sorot yang dipasang pada kendaraan terbaru, bandingkan dengan kendaraan lama,
adakah perbedaannya? Lampu sorot pada kendaraan terbaru dan lampu penerangan di rumah
cenderung memanfaatkan lampu LED (Light Emiting Diode) daripada lampu bohlam seperti
pada kendaraan lama. Penggunaan LED dengan daya yang lebih kecil tersebut dapat
diharapkan dapat menghemat kebutuhan energi listrik.
Penggunaan sumber energi alternatif juga dapat dilakukan agar sumber energi
pembangkit listrik berupa bahan bakar minyak, batu bara, dan gas bumi dapat kita hemat.
Sebenarnya terdapat pemikiran dalam pemanfaatan energi nuklir untuk pembangkit listrik,
tetapi sampai sekarang masih banyak pertimbangan terutama masalah keamanan. Selain
penggunaan diatas, apa saja upaya yang dapat dilakukan manusia untuk menghemat energi
listrik? Coba identifikasi upaya-upaya tersebut.
dengan:
= kuat arus (A)
= muatan listrik (C)
t = selang waktu (s)
4. Beda potensial listrik adalah banyaknya energi listrik yang diperlukan untuk
mengalirkan setiap muatan listrik dan dinyatakan dalam satuan voltmeter (V).
Persamaannya sebagai berikut.
dengan:
= beda potensial listrik (V)
W = energi listrik (J)
q = muatan listrik (C)
5. Hambatan listrik merupakan perbandingan antara beda potensial dan arus listrik dan
dinyatakan dalam satuan ohm (Ω).
dengan:
R = hambatan (Ω)
V = beda potensial listrik (V)
I = kuat arus listrik (A)
6. Kita bisa mengibaratkan persamaan hukum Ohm dengan nilai-nilai agama yang kita
hadapi
dengan dalam kehidupan. Misalnya, potensial
(I) yangseseorang
dilakukanitusseorang
(V) berbanding
dikalikanlurus (=)
arus atau usaha/amal/ikhtiar dengan
beban atau masalah (R) yang dihadapi.
7. Hubungan antara R (hambatan kabel logam), (panjang kabel), A (luas penampang
kabel), dan (hambatan jenis) sebagai berikut.
R
A
dengan
R = hambatan kawat ()
= hambatan jenis ( m)
= panjang kawat (m)
A = luas penampang kawat (m2)
66 Listrik Dinamis
8. Bahan-bahan penghantar berdasarkan daya kemampuannya, dikelompokkan menjadi
tiga, yaitu:
a. Konduktor adalah bahan-bahan yang dapat menghantarkan arus listrik dengan baik.
b. Semikonduktor adalah bahan yang daya hantarnya berada diantara konduktor dan
isolator.
c. Isolator adalah bahan-bahan yang daya hantarnya buruk.
9. Hukum I Kirchhoff menyatakan bahwa “pada setiap titik percabangan, jumlah seluruh
arus yang masuk percabangan sama dengan jumlah seluruh arus yang meninggalkan
percabangan.” Hukum I Kirchhoff dapat dinyatakan dengan persamaan berikut.
dengan:
= jumlah kuat arus yang menuju titik percabangan (A)
= jumlah kuat arus yang meninggalkan titik percabangan (A)
10. Rangkaian listrik terdiri tiga jenis, yaitu rangkaian seri, rangkaian paralel, dan
rangkaian kombinasi (gabungan seri dan paralel). Sehubungan dengan ini kita bisa
menggambarkannya dengan akhlaqul karimah. Akhlaqul karimah dibangun di atas
kerangka hubungan dengan Allah (hablum minallah) dan kerangka hubungan dengan
sesama manusia (hablum minan-nas).
11. Hambatan pengganti pada rangkaian seri adalah:
Rs = R1 + R2 + ... + Rn
12. Hambatan pengganti pada rangkaian paralel adalah:
dengan:
n = jumlah resistor
13. Sumber arus listrik ada dua macam, yaitu:
a. Sumber arus searah (DC = Direct Current), misalnya baterai, aki, elemen volta,
dan dinamo arus searah.
b. Sumber arus bolak-balik (AC = Alternating Current), misalnya generator dan
dinamo arus bolak-balik.
14. Elemen primer adalah sumber arus listrik yang tidak dapat diisi ulang ketika energinya
habis. Contohnya baterai kering dan elemen volta.
15. Elemen sekunder adalah sumber arus listrik yang dapat diisi ulang ketika energinya
habis. Contohnya aki, kamera, dan baterai Li-ion yang ada dalam HP.
16. Voltmeter adalah alat untuk mengukur beda potensial/tegangan listrik atau GGL.
Voltmeter harus dipasang secara paralel terhadap sumber arus atau alat listrik yang
akan diukur tegangannya.
17. Gaya gerak listrik (GGL) adalah beda potensial antara kedua ujung atau kutub sumber
arus listrik saat sumber arus itu mengalirkan arus ke rangkaian listrik.
18. Tegangan jepit adalah beda potensial antara kedua ujung atau kutub sumber arus listrik
saat sumber arus itu mengalirkan arus dalam rangkaian listrik.
19. Semua elemen memiliki hambatan dalam sehingga mengalami kehilangan. Hal ini
yang menyebabkan tegangan jepit selalu lebih kecil dari GGL elemen itu.
20. Energi listrik adalah usaha yang dilakukan oleh sumber tegangan untuk memindahkan
muatan listrik.
"...
Artinya: “Dialah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya dan
ditetapkan-Nya manzilah-manzilah (tempat-tempat) bagi perjalanan bulan itu, supaya
kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu) ...”. (QS. Yunus: 5)
23. Daya listrik adalah besarnya usaha yang dilakukan oleh sumber tegangan dalam satu
sekon. Satuan daya listrik adalah J/s atau watt (W) dan persamaanya sebagai berikut.
dengan:
P = daya (J/s atau watt)
W = energi (J)
t = waktu (s)
24. Sumber energi listrik ada beberapa macam, diantaranya adalah:
a. Energi matahari, terdapat dalam QS. Yunus: 5.
b. Energi panas bumi.
c. Energi angin, terdapat dalam QS. Faathir: 9.
d. Energi air, terdapat dalam QS. Az-Zumar: 21.
e. Bionergi.
25. Sikap menghemat energi harus selalu kita tunjukkan dalam kehidupan sehari-hari,
misalnya mematikan lampu pada saat tidak terpakai, dan memilih alat-alat
listrik/elektronika yang hemat energi.
26. Hemat energi telah dikeluarkan Presiden dalam intruksi nomor 10 Tahun 2005 dan
sudah dijelaskan dalam al-Qur’an surat al-Isra’ ayat 26, sebagai berikut.
Artinya: “Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya, kepada
orang miskin dan orang yang dalam perjalanan dan janganlah kamu menghambur-
hamburkan (hartamu) secara boros”. (QS. Al-Isra’: 26)
68 Listrik Dinamis
EVALUASI BAB 2
a. 90,5 c. 590
b. 570,5 d. 695
10. Kelompok sumber arus berikut yang termasuk sumber arus searah adalah ....
a. baterai, elemen volta, dan listrik PLN
b. dinamo sepeda, aki, dan generator
c. listrik PLN, dinamo sepeda, dan generator
d. elemen volta, aki, dan baterai
11. Perhatikan rangkaian berikut!
Pemasangan voltmeter yang benar untuk mengukur
tegangan sumber arus listrik terletak pada nomor ....
a. 1 c. 3
b. 2 d. 4
12. Sebuah pesawat televisi dialiri arus 0,5 A pada tegangan 220 V. Jika televisi menyala
selama 120 jam, besarnya energi yang dipergunakan adalah .... kWh
a. 440 c. 44
b. 132 d. 13,2
13. Pada sebuah lampu pijar tertulis 220 V, 60 W. Arti tulisan tersebut adalah ....
a. lampu tidak dapat menyala jika tidak dipasang pada tegangan 220 V
b. lampu akan menyala dengan baik jika dipasang pada tegangan 220 V dan tiap sekon
akan melepaskan energi sebesar 60 J
c. lampu akan menyala dengan baik jika dipasang pada tegangan 220 V dan tiap jam
akan melepaskan energi sebesar 60 J
d. lampu tetap akan menyala dengan bik walaupun dipasang pada tegangan di bawah
220 V dan tiap sekon akan melepaskan energi sebesar 60 J
70 Listrik Dinamis
14. Sudah kita ketahui bahwa energi yang dilepaskan oleh sumber tegangan sebanding
dengan kuadrat kuat arus. Jika kuat arus menjadi 2 kali semula, energi yang dilepaskan
oleh sumber tegangan menjadi ....
a. 4
kali semula c. 2 kali semula
b. kali semula d. 4 kali semula
15. Energi Matahari dapat dipergunakan untuk membangkitkan energi listrik, di antaranya
dengan cara ....
a. langsung menggerakkan turbin
b. memanaskan cairan untuk menguapkan air
c. membuat logam memiliki beda potensial
d. mengalirkan air
B. Lengkapi pernyataan berikut dengan jawaban di dalam kotak.
1. Arus yang mengalir dari tempat yang memiliki potensial tinggi
ke tempat yang memiliki potensial rendah disebut .... a. daya listrik
2. Alat untuk membuka dan menutup suatu rangkaian listrik b. kWh-meter
disebut .... c. arus listrik
3. Alat untuk mencegah terjadinya korsleting disebut .... d. sakelar
4. Alat untuk mengukur besar hambatan disebut .... e. elemen primer
5. Besarnya usaha yang dilakukan oleh sumber tegangan setiap f. joule
detik disebut .... g. energi listrik
6. Usaha yang dilakukan oleh sumber tegangan untuk h. sekring
memindahkan muatan listrik disebut .... i. ohmmeter
7. Satuan energi dalam SI adalah .... j. GGL
8. Alat pengukur energi yang biasanya terdapat di rumah-rumah
untuk mengukur energi listrik yang digunakan disebut ....
9. Gaya yang menyebabkan elektron bebas mengalir dalam penghambat disebut ....
10. Sumber arus listrik yang tidak dapat diperbarui lagi disebut ....
Mengukur Beda Potensial Buah jeruk, Apel, dan Kentang dengan Voltmeter
Tugas dilakukan secara berkelompok.
Alat dan Bahan:
Jeruk (3 buah)
Apel (4 buah)
Kentang (1 buah)
Kabel penghubung (4 buah)
Voltmeter
Sumber: [Link]
Buatlah rangkaian seperti pada gambar berikut. Buah jeruk Gambar 2.29
Rangkaian mengukur beda
atau apel merupakan sumber tegangan yang dapat potensial buah jeruk
dibuktikan dengan jarum voltmeter yang bergerak. Buatlah
tabel dan data besar beda potensial dari berbagai umbi ataupun buah. Berilah kesimpulan dari
hasil pengamatanmu. Presentasikanlah rangkaian yang telah dibuat di depan kelas.
No. Umbi/buah Terbaca di voltmeter Keterangan
1. 1 buah jeruk
2. 1 buah apel
3. 1 buah kentang
4. 1 buah jeruk dan 1 buah apel
5. 1 buah jeruk dan 2 buah apel
B. Penilaian Produk
Langkah Kerja:
1. Hubungkanlah baterai, lampu, dan pensil dengan kabel.
2. Pada salah satu ujung pensil, rekatkanlah kabel dan pensil dengan karet gelang.
3. Pada ujung pensil yang lain, rekatkanlah kawat, kabel, dan pensil dengan karet gelang.
Kawat berfungsi sebagai sakelar. Saat kawat didekatkan atau didorong hingga menempel
di kabel yang lain, lampu akan menyala. Kawat menyebabkan rangkaian tersebut menjadi
rangkaian tertutup.
“Selamat Mengerjakan”
72 Listrik Dinamis
BAB
3 KEMAGNETAN
S
u
m
b
e
r
:
h
t
t
p
:
/
/
a
r
t
i
k
e
l
.
p
r
i
c
e
a
r
e
a
.
c
o
m
74 Kemagnetan
1. Mengamati berbagai bentuk magnet.
2. Menunjukkan sifat kutub magnet.
3. Melakukan percobaan untuk menyelidiki sifat-sifat magnet dan pembuatan
magnet.
4. Menjelaskan cara kerja elektromagnet dan penerapannya dalam kehidupan sehari-
hari.
5. Menjelaskan cara menghilangkan sifat kemagnetan.
6. Mengidentifikasi kutub-kutub kemagnetan bumi, sudut deklinasi, dan sudut
inklinasi.
7. Menjelaskan sifat medan magnetik secara kualitatif di sekitar kawat bearus listrik.
8. Mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi besar gaya Lorentz dan
penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.
9. Mengamati dan menjelaskan hubungan antara pergerakan garis medan magnetik
dengan terjadinya gaya gerak listrik induksi melalui percobaan.
10. Menjelaskan prinsip kerja dinamo, generator, dan transformator secara sederhana.
11. Menerapkan prinsip kemagnetan dalam produk teknologi.
12. Memiliki pengetahuan dan pemahaman baru tentang kemagnetan yang
berhubungan dengan Al-Qur’an dan nilai-nilai agama.
Kemagnetan Kemagnetan
dalam Produk
Teknologi
Feromagnetik
Sifat
MRI
Kemagnetan Paramagnetik
Benda Kereta
Diamagnetik Maglev
Digosok
Cara
Membuat Induksi
Magnet Generator AC/DC
Induksi
Dinamo AC/DC
Elektromagnetik
Transformator
Dipukul-pukul
Cara
Hilangkan Dialiri Arus AC Efisiensi
Sifat
Transformator
Magnet Dipanaskan 𝑃
𝑠 𝑥 100%
Sudut Inklinasi 𝜂=
Teori 𝑃
Kemagnetan
Bumi Sudut Deklinasi
𝑝
Konsep Medan
Medan magnetik
Magnetik
Induksi Magnetik
Gaya Lorentz
76 Kemagnetan
Inti Materi
a. Pengertian Kemagnetan d. Gaya Lorentz
b. Teori Kemagnetan Bumi e. Induksi Elektromagnetik
c. Medan Magnetik f. Kemagnetan dalam Produk Teknologi
Kata Kunci
- Arus primer - Kaidah tangan kanan - Sudut inklinasi
- Arus sekunder - Rotor - Kutub magnet
- Gaya magnet - Strator - Sudut deklinasi
- Roentgen - Kumparan primer - Magnet
- Dinamo - Kumparan sekunder - Gaya Gerak Listrik (GGL)
- Elektromagnet - Magnet elementer - MRI
- Gaya Lorentz - Medan magnetik - Transformator
- Generator - Induksi - Feromagnetik
Artinya: “... Dan Kami ciptakan besi yang padanya terdapat kekuatan yang hebat dan berbagai
manfaat bagi manusia, (supaya mereka mempergunakan besi itu) ...”. (QS. Al-Hadid:25)
Pada tafsir al-Misbah (Volume 13) kata “أc c ”انلزنyang berarti “kami turunkan” khusus
digunakan untuk besi, dalam ayat ini dapat diartikan secara kiasan untuk menjelaskan bahwa
besi diciptakan untuk memberi manfaat bagi manusia. Ayat ini menjelaskan bahwa besi
mempunyai kekuatan yang dapat membahayakan dan dapat pula menguntungkan manusia.
Bukti paling kuat tentang hal ini adalah bahwa lempengan besi dengan berbagai macamnya,
secara bertingkat-tingkat mempunyai keistimewaan dalam bertahan menghadapi panas,
tarikan, kekaratan, dan kerusakan, hingga dapat menampung daya magnet. Hal ini diperkuat
oleh Magnes, seorang pengembala tua dari Cretan. Saat mengembala tiba-tiba ujung logam
tongkatnya menempel kuat pada batu hitam besar dan mencari asal sumber kekuatan tersebut,
kemudian Ia menggali sampai kedalam dan menemukan lodestone (partikel magnet yang
kecil).
Tafsiran ayat ini sangat jelas menulis tentang besi yang mempunyai kekuatan hebat dan
manfaat bagi manusia. Pada konsep fisika, besi merupakan salah bahan yang dapat digunakan
untuk membuat magnet. Untuk memahami tentang magnet, pelajari materi berikut.
A. Pengertian Kemagnetan
Istilah magnet sering kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari, bahkan kamu juga sering
menggunakan magnet. Kata magnet berasal dari bahasa Yunani magnitis lithos yang berarti
batu Magnesian. Magnesia adalah nama sebuah wilayah di Yunani pada masa lalu yang kini
bernama Manisa (sekarang berada di wilayah Turki). Di wilayah tersebut terkandung batu
magnet yang ditemukan sejak zaman dulu. Magnet adalah suatau benda yang dapat menarik
benda-benda yang terbuat dari besi, baja, dan logam-logam tertentu.
Magnet memiliki berbagai bentuk dan dinamakan sesuai bentuknya, seperti yang bisa
kamu lihat pada Gambar 3.2.
78 Kemagnetan
Sumber: [Link]
Gambar 3.2 Bentuk-bentuk magnet
Penentuan kutub magnet batang dapat dilakukan dengan percobaan sederhana. Letakkan
magnet batang di atas gabus lalu apungkan di permukaan air, maka ujung magnet yang
menunjuk ke arah utara adalah kutub utara magnet, dan ujung magnet yang menunujuk arah
selatan adalah kutub selatan magnet, seperti pada Gambar 3.3.
Sumber: [Link]
Gambar 3.3 Magnet batang yang diapungkan
Tahukah kamu mengapa demikian? Selanjutnya coba kamu dekatkan ujung 2 buah
magnet. Ulangi kegiatanmu dengan mendekatkan ujung lain 2 buah magnet tersebut.
Selanjutnya amati apa yang terjadi pada kedua ujung magnet tersebut. Lakukan hal ini
berulang-ulang. Dapatkah kamu membuat kesimpulannya?
Magnet selalu memiliki dua kutub, yaitu kutub utara dan kutub selatan. Kutub-kutub
yang senama atau sejenis bila didekatkan akan saling tolak-menolak, sedangkan kutub-kutub
yang tidak sejenis bila didekatkan akan saling tarik-menarik. Kutub-kutub ini selalu ada pada
setiap magnet walaupun magnet tersebut dipotong menjadi potongan magnet kecil. Perhatikan
Gambar 3.4 tentang interaksi dua magnet!
Interaksi antara kutub-kutub magnet sudah kamu ketahui melalui kegiatan atau percobaan
di atas. Konsep dari interaksi antara kutub-kutub magnet sudah di jelaskan dalam Al-Qur’an
surat Yasin ayat 36:
Artinya: “Maha Suci Tuhan yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya, baik dari
apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa yang tidak mereka
ketahui”. (QS. Yasin: 36)
(a) (b)
Sumber: [Link]
Gambar 3.4 Interaksi dua magnet (a) magnet tidak sejenis dan (b) magnet sejenis
Dari manakah kekuatan magnet berasal? Apa beda gaya magnet dengan gaya listrik?
Mari mengingat materi tentang gaya listrik! Gaya listrik berasal dari adanya interaksi antara
muatan listrik, sedangkan gaya magnet berasal dari adanya interaksi antara kutub-kutub
magnet yang ditimbulkan oleh gerakan muatan listrik (elektron) pada benda.
(a) (b)
Sumber: [Link]
Gambar 3.5 (a) Magnet elementer tersebar acak dan (b) magnet elementer tersusun pada arah tertentu
Pada Gambar 3.5a, kutub utara dan dan kutub selatan partikel elementer magnet pada
benda tersebut tersebar secara acak, sehingga benda tidak memiliki sifat magnet. Pada
beberapa jenis logam tertentu, seperti besi dan baja, sejumlah magnet elementer magnet dapat
disusun berbaris pada arah tertentu hingga benda bersifat sebagai magnet (Gambar 3.5b).
80 Kemagnetan
Tahukah kamu sifat-sifat apa yang dimiliki oleh magnet? Untuk dapat menjawab
pertanyaan tersebut, lakukan kegiatan berikut ini.
Lakukan percobaan ini dengan cermat dan teliti, kemudian buatlah laporan dari
hasil kegiatanmu.
Langkah Kerja:
1. Letakkanlah paku-paku kecil di atas meja, kemudian dekatkanlah dengan salah satu
sisi magnet batang. Lakukanlah hal yang sama pada setiap sisi magnet batang.
Catatlah data hasil pengamatanmu. Pada sisi magnet batang manakah yang paling
banyak ditempeli paku? Mengapa demikian?
2. Letakkanlah kompas di atas meja, kemudian catat arah yang ditunjuk oleh jarum
kompas. (Keterangan: ujung jarum kompas yang menunjuk arah utara disebut
kutub utara, sedangkan ujung jarum yang menunjuk arah selatan disebut kutub
selatan).
3. Gantunglah sebuah magnet batang dengan benang, kemudian diamkan. Arah
manakah yang ditunjuk oleh ujung-ujung (kutub-kutub) magnet batang?
4. Berilah tanda dengan huruf U untuk ujung magnet batang yang menunjuk arah
utara dan huruf S untuk ujung magnet batang yang menunjuk arah selatan.
5. Dekatkanlah kutub utara magnet batang pada kutub selatan magnet jarum kompas.
Amatilah interaksi yang terjadi dan catatlah data hasil pengamatanmu.
6. Ulangilah kegiatan nomor 5,dengan cara mendekatkan kutub selatan magnet batang
pada kutub selatan magnet jarum kompas dan kutub utara magnet batang pada
kutub utara jarum kompas.
7. Kesimpulan apakah yang kamu peroleh dari kegiatan ini?
Lakukan percobaan ini dengan cermat dan teliti, kemudian buatlah laporan dari
hasil percobaanmu dengan jujur.
Membuat Magnet
A. Membuat Magnet dengan Cara Menggosok
Sediakan:
Sebuah paku baja (paku beton), sebuah magnet batang, dan beberapa paku kecil.
Langkah Kerja:
1. Ambillah paku baja, kemudian dekatkan pada kumpulan paku kecil. Amatilah
interaksi pada paku baja dan paku-paku kecil. Catatlah hasil pengamatanmu.
2. Letakkanlah paku baja di atas meja dan peganglah magnet batang, kemudian
gosoklah paku baja tersebut dengan magnet batang dengan arah yang sama dari
satu ujung ke ujung yang lain secara berukang-ulang.
3. Dekatkanlah ujung paku baja yang telah kamu gosok dengan magnet ke kumpulan
paku kecil. Bagaimanakah interaksi kumpulan paku-paku kecil tersebut terhadap
magnet buatanmu?
4. Identifikasi kutub magnet pada paku tersebut dengan mendekatkan pada magnet.
Sumber: [Link]
Gambar 3.6 Membuat magnet dengan cara mengosok
Langkah Kerja:
1. Peganglah magnet batang dengan tangan kananmu dan paku baja dengan tangan
kirimu. Aturlah jarak antara salah satu kutub magnet batang dengan kepala paku
sehingga jaraknya sekitar 1 cm.
2. Dekatkanlah kumpulan paku paku kecil di bawah ujung paku baja. Catatlah
interaksi yang terjadi.
3. Jauhkanlah magnet batang dari paku baja, kemudian amatilah keadaan paku-paku
kecil. Apakah paku-paku kecil itu masih tetap menempel pada ujung paku baja?
Mengapa demikian?
Sediakan:
Paku baja, kawat tembaga, dua buah baterai, dan beberapa paku kecil.
82 Kemagnetan
Langkah Kerja:
1. Buatlah lilitan kawat sebanyak 20 lilitan pada paku baja.
2. Hubungkanlah kedua ujung kawat tembaga pada sebuah baterai, kemudian
dekatkanlah paku baja yang telah dililit kumparan berarus listrik pada kumpulan
paku kecil.
3. Catatlah interaksi yang terjadi antara magnet buatanmu terhadap paku-paku kecil
tersebut.
4. Tuliskan ayat yang menjelaskan tentang langkah no 3?
Sumber: [Link]
Gambar 3.7 Membuat magnet dengan cara induksi elektromagnetik
Besi dan baja dapat dijadikan magnet dengan cara menggosok. Sebelum digosok dengan
magnet batang, paku baja tidak dapat menarik paku kecil karena paku baja belum bersifat
magnet. Setelah digosok dengan magnet batang, paku baja bersifat sebagai magnet sehingga
dapat menarik paku kecil. Hal ini terjadi karena magnet-magnet bagian (magnet-magnet
elementer) dari paku baja telah tersusun teratur.
(a) (b)
Sumber: [Link]
Gambar 3.7 (a) Susunan magnet elementer baja sebelum digosok dengan magnet batang dan (b) susunan
magnet elementer baja setelah digosok dengan magnet batang
Ujung paku baja yang pertama kali digosok dengan magnet batang membentuk kutub
magnet yang sejenis dengan kutub magnet batang yang digunakan untuk menggosok.
Perhatikan Gambar 3.8, ujung kutub utara magnet yang digosokkan dari ujung besi B ke A
akan mengubah besi menjadi magnet dengan kutub utara pada ujung B dan kutub selatan pada
ujung A.
Sumber: [Link]
Gambar 3.8 Menggosok magnet
a
.
B
e
l
L
i
s
t
r
i
k
Coba perhatikan bel listrik yang ada di sekitarmu
(jika ada). Selidiki cara kerja bel tersebut! Pada saat
tombol bel listrik ditekan, rangkaian arus menjadi
tertutup dan arus mengalir pada kumparan. Aliran arus
listrik pada kumparan ini mengakibatkan besi di
dalamnya menjadi elektromagnet yang mampu
menggerakkan lengan pemukul untuk
m
e
m
u
k
u
l
b
e
l
s
e
(a) (b)
Sumber: [Link]
Gambar 3.11 (a) Skema rangkaian bel listrik dan (b) bel listrik
b. Saklar
Bagaimana cara menyalakan lampu listrik? Di setiap rumah yang menggunakan aliran
listrik, hampir semuanya menggunakan saklar. Perhatikan Gambar 3.12a. Saklar berfungsi
untuk memutuskan dan menghubungkan arus listrik pada rangkaian listrik.
Khusus untuk bentuk saklar seperti Gambar 3.12b, mulai bekerja ketika saklar
membentuk rangkaian tertutup. Lilitan kawat akan berfungsi sebagai elektromagnet yang
menarik ujung besi ke bawah. Setelah besi tertarik ke bawah, ujung besi lainnya akan
menyipang ke kanan dan mendorong tangkai ke kiri sehingga tangkai kiri dan kanan akan
saling bersentuhan untuk mengalirkan arus listrik. Ketika arus mengalir, maka beban (lampu
atau alat elektronik lainnya) akan menyala.
(a) (b)
Sumber: [Link]
Gambar 3.12 (a) Diagram saklar elektromagnetik dan (b) saklar elektromagnetik
c. Telepon Kabel
Tahukah kamu bahwa telepon kabel juga
menggunakan prinsip kemagnetan? Saat menggunakan
telepon, seseorang akan menerima pesan (mendengar)
sekaligus megirim pesan (berbicara). Pinsip kerja telepon
pada dasarnya mengubah energi listrik menjadi energi
bunyi. Pada saat ada pembicaraan, energi listrik mengalir
Sumber: [Link]
pada kabel telepon menimbulkan efek elektromagnetik Gambar 3.13 Telepon kabel
yang kekuatannya berubah-ubah sehingga mampu
menggetarkan diafragma besi lentur pada speaker telepon. Getaran pada speaker inilah yang
akhirnya menggetarkan udara di sekitarnya dan memberikan efek “dengar” bagi telinga kita.
1. Apakah benda yang tidak dapat ditarik oleh magnet dapat dikategorikan sebagai
benda diamagnetik?
2. Mengapa membuat magnet dari bahan baja lebih sulit dibanding membuat
magnet dari bahan besi? Jelaskan!
3. Ayu membantu adiknya membuat magnet menggunakan baja. Apakah yang
terjadi pada baja, jika Ayu menggosokkan baja dengan arah gosokan ujung
magnet tetap arahnya bolak-balik?
4. Rizky meminta maaf ke Anton karena sudah mematahkan magnet batangnya.
Kenapa magnet batang Anton yang sudah patah tidak dapat digunakan
(berfungsi) lagi?
5. Tuliskan ayat Al-Qur’an yang menjelaskan tentang besi?
6.
Bumi adalah magnet raksasa. Bumi memiliki kutub utara dan selatan. Tahukah kamu,
mengapa jarum kompas selalu menunjuk ke arah utara dan selatan? Jarum kompas selalu
menunjuk ke arah utara dan selatan karena tertarik oleh kutub selatan dan kutub utara magnet
bumi. Kutub utara jarum kompas tertarik oleh kutub selatan magnet bumi yang berada di
sekitar kutub utara bumi, sedangkan kutub selatan jarum kompas tertarik oleh kutub utara
magnet bumi yang terdapat di sekitar kutub selatan bumi. Karena bentuk bumi bulat, sumbu
bumi dapat kita anggap sebagai magnet batang yang besar.
Kutub utara dan kutub selatan magnet bumi tidak berimpit dengan kutub utara dan kutub
selatan bumi. Mengapa demikian? Hal ini yang menyebabkan kutub utara dan kutub selatan
magnet jarum kompas tidak menunjukkan arah utara dan selatan bumi sehingga membentuk
sebuah sudut. Sudut penyimpangan jarum kompas terhadap arah bumi ada dua, yaitu:
1. Sudut deklinasi adalah sudut penyimpangan yang dibentuk oleh jarum kompas terhadap
arah selatan bumi. Sudut deklinasi ada dua, yaitu:
a. Sudut deklinasi positif adalah apabila kutub utara jarum kompas menyimpang ke arah
timur (ke kanan).
b. Sudut deklinasi negatif adalah apabila kutub utara jarum kompas menyimpang ke arah
barat ( ke kiri).
86 Kemagnetan
2. Sudut inklinasi adalah sudut kemiringan yang dibentuk oleh jarum kompas terhadap bidang
datar. Sudut inklinasi ada dua, yaitu:
a. Sudut inklinasi positif adalah apabila kutub utara jarum kompas menunjuk ke arah
bawah.
b. Sudut inklinasi negatif adalah apabila kutub utara jarum kompas menunjuk ke arah
atas.
Sumber: [Link]
Gambar 3.15 Medan magnet bumi
(a) (b)
Sumber: [Link]
Gambar 3.16 Sudut deklinasi dan inklinasi
(a) (b)
Sumber:[Link]
Gambar 3.17 Sudut deklinasi (positif dan negatif) dan inklinasi (positif dan negatif)
Medan magnet bumi berfungsi untuk melindungi penduduk bumi dari radiasi kosmik
(partikel listrik yang dihasilkan oleh matahari atau benda-benda langit lainnya) yang
mengancam kesehatan. Namun, karena adanya medan magnet bumi, partikel listrik tidak
dapat masuk ke seluruh permukaan bumi, tetapi hanya akan masuk ke kutub-kutub bumi. Saat
menabrak atmosfer bumi, partikel listrik tersebut diionisasi (peristiwa lepasnya elektron dari
nukleon) dan membentuk plasma lemah (gas super yang dipanaskan agar elektron terlepas
dari nukleon). Tampilan indah cahaya plasma inilah yang kemudian dikenal sebagai aurora.
C. Medan Magnetik
Artinya: “Dan matahari berjalan ditempat peredarannya. Demikianlah ketetapan yang Maha
Perkasa lagi Maha mengetahui”. (QS. Yasin:38)
Kata “” artinya berjalan yang digunakan untuk menggambarkan perpindahan satu
benda dari satu tempat ke tempat lain. Pada tafsir al-Misbah (Volume 11), ayat tersebut
menunjukkan bahwa matahari bergerak (beredar) menuju ke tempat perhentiannya,
maksudnya adalah peredarannya setiap hari di garis edarnya dalam keadaan sedikitpun tidak
menyimpang hingga dia terbenam. Kenapa matahari bisa bergerak diorbitnya dan tidak
menyimpang sedikitpun? Kenapa matahari tidak jatuh ke bumi? Allah tidak mungkin
menahan yang melayang tersebut secara sia-sia melainkan diciptakan fisika dan astronomi
untuk kalian dalam memikirkan dan mempelajari penciptaan alam.
Al-Qur’an telah membahas “penahan atas benda melayang” dan telah ditemukan bahwa
terdapat medan magnet di alam semesta. Bisa jadi gaya magnet inilah yang menjadi tali bagi
tiap benda diangkasa termasuk bumi agar tidak terlempar keluar dari galaksi dan menjaga
matahari untuk tidak masuk ke galaksi lain. Medan magnet juga memiliki garis orbit pada
ruang antar galaksi dengan kadar yang telah ditentukan Sang Pencipta. Hal ini ditemukan oleh
seorang pengembala yang bernama Magnes, saat mengembala tiba-tiba ujung logam
tongkatnya menempel kuat pada batu besar. Hal ini menunjukkan bahwa disekitar batu besar
terdapat gaya magnetik yang bisa menarik ujung logam tongkat tersebut. Segala puji bagi
Allah hanya Allah yang mengetahui segalanya. Bagaimanakah bentuk pola medan magnetik?
Coba lakukan kegiatan berikut ini.
88 Kemagnetan
Jelajah Konsep 3.3
Lakukan percobaan ini dengan cermat dan teliti. Kemudian buatlah laporan
percobaanmu dengan benar.
Menyelidiki Pola Medan Magnetik pada Magnet Batang
Sediakan:
1. Sebuah kompas, 2 magnet batang, 1 lembar kertas putih, penggaris, dan serbuk besi.
Langkah Kerja:
1. Ambillah dua magnet batang, kemudian dekatkanlah masing-masing salah satu
kutubnya/ujungnya pada kutub utara jarum kompas. Setelah itu, tandailah kutub
utara dan selatan pada kedua magnet batang tersebut.
2. Letakkanlah sebuah magnet batang di atas meja, kemudian tutuplah dengan kertas
putih.
3. Taburkanlah serbuk besi ke atas kertas tepat di atas magnet batang secara merata,
kemudian amatilah pola medan magnetik yang terjadi. Kemudian, gambarlah pola
medan magnet tersebut pada bukumu.
4. Ulangilah percobaan nomor 2-3 untuk:
a. Kutub utara magnet batang yang didekatkan pada kutub selatan magnet batang
yang lain.
b. Kutub utara magnet batang yang didekatkan pada kutub utara magnet batang
yang lain.
c. Kutub selatan magnet batang yang didekatkan pada kutub selatan magnet batang
yang lain.
Berdasarkan hasil percobaan, terlihat bahwa serbuk besi yang ditaburkan di atas kertas
yang diletakkan di atas magnet membentuk pola medan magnetik. Pola medan magnetik
tersebut berbentuk garis lengkung dari kutub utara ke kutub selatan (menurut kesepakatan,
arah medan magnetik berasal dari kutub utara menuju kutub selatan magnetik). Dari
percobaan tersebut, kita dapat menggambarkan medan magnet seperti dibawah ini.
Sumber: [Link]
Gambar 3.19 Garis-garis gaya magnet
Semakin rapat garis-garis gaya magnet, semakin kuat pengaruh atau medan magnetnya.
Bagian kutub merupakan bagian yang memiliki medan magnet terkuat. Interaksi antara kutub
magnet ada dua, yaitu kutub magnet sejenis akan tolak-menolak dan kutub magnet yang tidak
sejenis akan tarik-menarik. Perhatikan gambar berikut!
Sumber: [Link]
Gambar 3.21 Perubahan penyimpangan kutub magnet di sekitar kawat berarus.
Keterangan:
I = arus listrik
(a) Kutub utara-selatan jarum kompas sebelum kawat dialiri arus listrik berimpit dengan
kawat yang ada di atasnya.
(b) Penghantar dialiri arus listrik dari arah utara, kutub utara jarum kompas menyimpang ke
timur.
(c) Penghantar dialiri arus listrik dari arah selatan, kutub utara jarum kompas menyimpang
ke barat.
Berdasarkan hasil percobaan tersebut terbukti bahwa di sekitar kawat berarus listrik
tedapat medan magnetik. Pada saat arus listrik yang mengalir dalam penghantar diperbesar,
ternyata kutub utara jarum kompas menyimpang lebih jauh. Hal ini berarti semakin besar arus
listrik yang digunakan, semakin besar medan magnetik yang dihasilkan. Percobaan ini dikenal
dengan percobaan Oersted. Caranya adalah dengan mengamati pergerakan jarum kompas saat
diletakkan di dekat kabel yang dialiri arus listrik.
Arah medan magnetik di sekitar kawat penghantar lurus berarus listrik dapat ditentukan
dengan kaidah tangan kanan seperti Gambar 3.21. Jika arah ibu jari menunjukkan arah arus
listrik (I), arah keempat jari yang lain menunjukkan arah medan magnetik (B).
90 Kemagnetan
Sumber: [Link]
Gambar 3.22 Arah panah yang mengelilingi kawat menunjukkan medan magnet di
sekitar kawat berarus
Jika pada kawat lurus, medan magnet terbentuk melingkari arah arus, bagaimana dengan
kabel yang dibentuk melingkar dan kumparan? Kaidah tangan kanan ini juga dapat digunakan
untuk menentukan arah medan magnetik pada penghantar berbentuk lingkaran dan kumparan
yang dialiri listrik. Perhatikan Gambar 3.23.
(a) (b)
Sumber: [Link]
Gambar 3.23 Arah medan magnet di sekitar kawat berarus (a) lingkaran dan (b) kumparan
Pada kabel yang dibentuk melingkar (Gambar 3.23a) medan magnet tampak melingkari
kabel, tetapi pada kumparan (Gambar 3.23b) medan magnetnya seolah-olah membentuk
kutub utara dan selatan pada ujung-ujungnya, persis seperti pada magnet batang.
Bintang IPA
Hans Christian Oersted (1777-1851) adalah ahli fisika
dari Denmark. Ia berhasil mengungkap misteri hubungan
antara listrik dan magnet. Oersted berhasil membuktikan
bahwa penghantar yang berarus listrik dapat menghasilkan
medan magnetik. Oersted juga menemukan elektromagnet,
Sumber:
yaitu kemagnetan yang dihasilkan oleh arus listrik.
[Link]
Penemuan Oersted ini diterapkan pada alat pengangkat besi,
m Gambar 3.24
Hans Christian Oersted telepon, relai, dan alat ukur listrik.
Lakukan percobaan berikut dengan cermat, teliti, hati-hati, dan disiplin sesuai petunjuk
kerja. Tuliskan hasil percobaan secara jujur, kemudian ambil kesimpulan dari hasil
percobaan.
Medan Magnet
Tujuan:
Membuktikan di sekitar arus llistrik terdapat medan magnet.
Langkah kerja:
1. Siapkanlah selembar kertas putih di atas meja. Buat dua garis saling berpotongan. Berilah
tanda dengan huruf U-S (untuk arah Utara-Selatan) dan B-T (untuk arah Barat-Timur).
2. Letakkanlah sebuah kompas tepat di titik potong
kedua garis tersebut. Amatilah kedudukan kutub-
kutub (ujung-ujung) jarum kompas. Catatlah data
hasil pengamatanmu.
3. Kupaslah kedua ujung kabel dengan menggunakan
sebuah gunting. Hubungkanlah kedua ujung kabel
yang telah dikupas tersebut pada masing-masing
kutub baterai (seperti pada gambar). Amatilah
kedudukan kutub-kutub jarum kompas. Apa yang
Sumber: [Link]
terjadi pada kedua kutub jarum kompas tersebut? Gambar 3.25 Meletakkan kawat berarus
Catatlah data hasil pengamatanmu. listrik di atas kompas
4. Ulangilah percobaan pada langkah nomor 2 dan 3,
tetapi posisi ujung kabel dibalik. Apa yang terjadi? Catatlah data hasil pengamatanmu.
5. Ulangilah percobaan pada langkah nomor 2-4, tetapi dengan menggunakan 2 baterai (3
volt). Apa yang terjadi? Mengapa demikian? Catatlah data hasil pengamatanmu.
92 Kemagnetan
6. Apa yang dapat kamu simpulkan dari hasil pengamatanmu tersebut?
Tabel Pengamatan:
Arah Simpangan
Sumber
No. Arah Arus Listrik Kutub Utara Jarum Keterangan
Tegangan
Kompas
1. 1,5 V U ke S
2. 1,5 V S ke U
3. 3V U ke S
4. 3V S ke U
Pertanyaan:
1. Pada saat arus listrik mengalir dari utara ke selatan, ke manakah arah simpangan kutub
utara jarum kompas?
2. Pada saat arus listrik mengalir dari selatan ke utara, ke manakah arah simpangan kutub
utara jarum kompas?
3. Apa yang terjadi pada saat sumber arus listrik diperbesar? Apa pengaruhnya terhadap
simpangan kutub utara jarum kompas? Mengapa demikian?
4. Apa yang terjadi ketika tiba-tiba salah satu ujung kabel dilepas dari kutub baterai?
Mengapa demikian?
5. Apa pengaruh kuat arus listrik terhadap medan magnet yang terbentuk?
D. Gaya Lorentz
Pernahkah kamu melihat bor listrik? Mengapa bor listrik yang dialiri arus listrik dapat
menyebabkan bor listrik tersebut berputar? Bor listrik merupakan alat listrik yang mengubah
energi listrik menjadi energi gerak. Prinsip kerja bor listrik berdasarkan gaya Lorentz.
Bagaimana gaya Lorentz dapat tejadi dan faktor-faktor apakah yang mempengaruhi besar
gaya Lorentz?
Sumber: [Link]
Gambar 3.26 Percobaan yang menunjukkan gaya Lorentz
Gaya Lorentz terjadi apabila kawat penghantar berarus listrik berada di dalam medan
magnetik. Besar gaya Lorentz bergantung pada besar medan magnetik, panjang penghantar,
dan besar arus listrik yang mengalir dalam kawat penghantar. Besar gaya Lorentz dapat
ditentukan dengan persamaan berikut.
= [3.1]
]
Arah gaya Lorentz dapat ditentukan dengan
menggunakan kaidah tangan kanan. Jika ibu jari
menunjukkan arah arus listrik ( ) dan jari telunjuk
menunjukkan arah medan magnetik ( ), jari tengah
menunjukkan arah gaya Lorentz ( ).
1. Gilang ikut membantu kerja sama di masjid dengan mengebor tembok menggunakan
bor listrik. Jika dalam bor listrik terdapat kawat tembaga sepanjang 10 m yang dialiri
arus listrik sebesar 5 mA dan besar medan magnet sebesar 8 Tesla, berapakah gaya
Lorentz yang timbul?
Penyelesaian:
Diketahui : = 10 m
= 5 mA = 0,005 A
= 8T
Ditanya : ?
Jawab : =
= 8 0,005 10
= 0,4 N
Jadi, gaya Lorentz yang ditimbul sebesar 0,4 N.
2. Tentukan arah gaya Lorentz pada gambar di bawah!
Penyelesaian:
Diketahui : Arah arus listrik = keatas
Arah medan magnetik ( ) = kekanan
Ditanya : Arah gaya Lotentz ( )?
Jawab :
Jadi, arah gaya Lorentz masuk ke bidang.
94 Kemagnetan
1. Ayu membantu ibunya berjualan memblender jus. Jika saat memblender dialiri
arus listrik sebesar 800 ��A yang memiliki panjang kawat penghantar 200 cm
berada dalam medan magnetik sehingga menimbulkan gaya Lorentz sebesar 48
N. Berapa kuat medan magnetik yang digunakan?
2. Jika 𝐵 menyatakan kuat medan magnetik dan 𝐼 menyatakan kuat arus listrik,
tentukan arah gaya Lorentz pada gambar berikut!
𝐼
𝐵
3. Sebutkan empat peralatan dalam kehidupan sehari-hari yang prinsip kerjanya
berdasarkan gaya Lorentz?
E. Induksi Elektromagnetik
Kita sudah belajar tentang beberapa fenomena yang berkaitan dengan listrik dan magnet.
Misal, di sekitar kawat berarus listrik terjadi medan magnetik (induksi magnetik). Jika kamu
ingat untuk memahami gaya Lorentz, tentunya kamu ingat bahwa gaya dapat terjadi pada arus
listrik di sekitar medan magnetik. Pembahasan lebih lanjut tentang elektromagnetik dilakukan
dengan membahas konsep perubahan medan magnetik dapat menghasilkan listrik, yang
disebut induksi elektromagnetik.
Peristiwa induksi elektromgnetik ini dilakukan oleh Michael Faraday. Ia melakukan
penyelidikan tentang hubungan antara kelistrikan dan kemagnetan, kemudian mengemukakan
hipotesis bahwa “perubahan medan magnetik dapat menghasilkaan arus listrik”. Untuk
membuktikan hipotesisnya, Faraday kemudian melakukan eksperimen dengan menggerakkan
magnet batang masuk-keluar dalam kumparan kawat yang kedua ujungnya dihubungkan
dengan galvanometer. Percobaan Faraday tersebut dapat kamu lakukan dengan Jelajah
Konsep 3.4.
Lakukan percobaan ini dengan cermat dan teliti sesuai dengan petunjuk
kegiatan.
Menyelidiki Peristiwa Induksi elektromagnetik
Sediakan:
Kawat tembaga sepanjang 10 m, magnet batang (2 buah), pipa, dan galvanometer.
Langkah Kerja:
1. Buatlah dua kumparan kawat tembaga pada pipa masing-masing dengan 40 lilitan
dan 100 lilitan.
2. Hubungkanlah kedua ujung kumparan dengan 40 lilitan pada galvanometer.
Kemudian gerakkanlah kutub utara magnet batang masuk-keluar ke dalam
kumparan itu. Amatilah arah gerakan jarum galvanometer selama magnet kamu
gerakkan masuk-keluar dalam kumparan.
Sumber: [Link]
Gambar 3.28 Menggerakkan
agnet batang masuk-keluar
96 Kemagnetan
Pada saat kutub utara magnet dimasukkan ke dalam kumparan 100 lilitan, ternyata jarum
galvanometer menyimpang lebih jauh dibanding jika dimasukkan ke dalam kumparan 40
lilitan. Hal ini menunjukkan bahwa arus listrik yang dihasilkan oleh kumparan 100 lilitan
lebih besar daripada arus listrik yang dihasilkan oleh kumparan 40 lilitan. Simpangan jarum
galvanometer juga semakin jauh pada saat gerakan magnet batang dalam kumparan
dipercepat, dan kekuatan medan magnetik diperbesar.
Berdasarkan hasil percobaan sebelumnya, dapat disimpulkan bahwa gaya gerak listrik
induksi dapat dipebesar dengan cara memperbanyak jumlah lilitan kumparan, mempercepat
gerakan magnet ke dalam atau ke luar kumparan, dan memperbesar kuat medan magnetik.
Gaya gerak listrik induksi juga dapat diperbesar dengan cara melengkapi kumparan dengan
inti besi.
Kajian Islam
Jika kita perhatikan percobaan Michael Faraday ini memberikan pelajaran penting
bagi kita, yaitu adanya hasil harus didahului dengan usaha.
Manusia adalah kumparan hidup yang berada di dalam medan magnet bumi. Jika ia
mampu menciptakan perubahan pada dirinya maka akan menghasilkan tegangan dan arus
induksi pada dalam dirinya. Usaha untuk menciptakan perubahan kehidupan seperti rizki
dalam diri manusia tidak lain adalah ikhtiyar. Tidak heran jika Allah SWT memerintahkan
kepada kita agar selalu ikhtiyar untuk menciptakan perubahan kehidupan dalam diri
manusia sebelum bertawakkal.
Dalil yang menunjukkan perintah ikhtiyar telah ditunjukkan dibeberapa ayat Al-
Qur’an, salah satunya surat ar-Ra’d ayat 11 sebagai berikut.
“...
Artinya: “Sesungguhnya Allah tidak merubah Keadaan sesuatu kaum sehingga mereka
merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri...”. (QS. Ar-Ra’d: 11)
Pada Departemen Agama RI (Jilid V) ayat diatas, menunjukkan bahwa Tuhan tidak
akan merubah keadaan mereka, selama mereka tidak merubah sebab-sebab kemunduran
mereka. Ikhtiyar adalah usaha seseorang untuk memperoleh apa yang dikehendakinya.
Bagi seorang muslim melakukan ikhtiyar berarti menjalankan perintah Allah. Karena rizki
yang Allah sediakan tidak diberikan secara cuma-cuma.
1. Generator
Generator adalah alat yang digunakan untuk mengubah energi gerak (kinetik) menjadi
energi listrik. Energi gerak yang dimiliki generator dapat diperoleh dari berbagai sumber
energi alternatif, misalnya dari energi angin, energi air, dan sebagainya. Generator dibedakan
menjadi dua macam, yaitu generator AC (Alternating Current) dan generator DC (Direct
Current). Generator AC atau alternator dapat menghasilkan arus listrik bolak-balik dengan
(a) (b)
Sumber: [Link]
Gambar 3.30 (a) Generator AC dan (b) generator DC
(a) (b)
Sumber: [Link]
Gambar 3.31 (a) Bentuk arus bolak-balik (AC) dan (b) bentuk arus searah (DC)
Fokus IPA
Bendungan Air
Generator merupakan alat yang dapat mengubah energi gerak menjadi energi
listrik. Pembangkit yang ada di Indonesia sebagian besar menggunakan tenaga air.
Namun, ada pula generator yang digerakkan oleh tenaga uap, tenaga diesel, batu
bara.
Pembangkit listrik tenaga air memanfaatkan air terjun yang biasanya diperoleh
dari air yang berada di dalam bendungan yang dialirkan dengan sudut kemiringan
tertentu. Energi potensial air tersebut menggerakkan turbin, yang kemudian
menggerakkan kumparan dalam generator. Kumparan yang bergerak dalam medan
magnetik menghasilkan GGL induksi sehingga menghasilkan arus listrik bolak-
balik.
2. Dinamo
Dinamo adalah generator yang relatif kecil. Istilah dinamo sering kita dengar dalam
kehidupan sehari-hari. Dinamo dapat kita jumpai pada perlengkapan lampu sepeda. Mengapa
lampu sepeda kayuh dapat menyala meskipun tidak diberi baterai? Mengapa nyala lampu
akan semakin terang apabila kita mengayuh pedal sepeda dengan lebih cepat? Ternyata pada
98 Kemagnetan
sepeda terdapat dinamo yang berfungsi sebagai
sumber energi listrik untuk menyalakan lampu.
Dinamo adalah alat yang berfungsi untuk
merubah energi gerak menjadi listrik.
Apabila kamu pernah membuka bagian
dalam sebuah dinamo sepeda, kamu akan
Sumber: [Link]
mendapatkan dua komponen penting, yaitu Gambar 3.32 Dinamo AC/DC
magnet silinder sebagai rotor (bagian yang
berputar) dan kumparan kawat tembaga yang
dilengkapi inti besi sebagai strator (bagian yang
tidak bergerak).
Pada saat dinamo digunakan untuk
menyalakan lampu sepeda, kepala dinamo
dihubungkan dengan ban sepeda sehingga ketika
roda sepeda berputar, poros dinamo tersebut juga
ikut berputar. Akibatnya, magnet silinder yang
Sumber: [Link]
ada di dalam kumparan juga berputar. Perputaran Gambar 3.33 Diagram dinamo sepeda
magnet di dalam kumparan ini menimbulkan perubahan jumlah garis gaya magnetik.
Inilah yang menyebabkan terjadinya
gaya gerak listrik (GGL) induksi pada
ujung-ujung kumparan dan
menghasilkan arus listrik induksi yang
dapat menyalakan lampu sepeda.
Arus listrik induksi ini akan semakin
besar jika roda sepeda
b
e
r
g
e
r
a
k
l
e
b
i
h
c
e
p
a
t
.
Fokus
IPA
Alat Pemicu Denyut Jantung /MTs
Kelas
Alat untuk pemicu jantung IX
menggunakan kabel pacemaker 99
transvena, yaitu kabel logam
terisolasi yang dimasukkan ke dalam
pembuluh vena menuju jantung agar
peralatan listrik eksternal dapat
tersambung. Kabel pacemaker tersebut
digunakan untuk memicu denyut
jantung ketika pacemaker jantung
rusak atau tidak
beroperasi dengan efektif.
3. Transformator (Trafo)
Masih ingatkah kamu bahwa sebelum
dialirkan ke rumah-rumah penduduk, tegangan
listrik dari PLN harus diturunkan? Bagaimana
cara menurunkan atau menaikkan tegangan
listrik? Salah satu caranya adalah dengan
menggunakan transformator.
Transformator adalah alat yang digunakan
untuk menaikkan atau menurunkan tegangan
listrik bolak-balik. Transformator tidak dapat
digunakan pada tegangan listrik searah.
Transformator ada dua macam, yaitu
transformator penaik tegangan (step-up) dan
transformator penurun tegangan (step-down).
Bagian-bagian utama transformator ada tiga
macam, yaitu kumparan primer yang
dihubungkan ke tegangan sumber, kumparan
sekunder
yang menghasilkan tegangan keluaran, dan inti
besi.
F
i
s
i
k
a
S
M
P
Inti besi pada transformator terbuat dari susunan pelat-pelat besi tipis. Hal ini bertujuan
untuk memperkecil arus pusaran yang dapat menimbulkan panas. Dengan demikian, energi
listrik yang berubah menjadi panas dapat diperkecil. Semakin kecil energi listrik yang
berubah menjadi energi kalor, semakin tinggi daya transformator.
Sumber: [Link]
Gambar 3.34 (a) Transformator Step Down dan (b) Transformator Step Up
= [3.3]
dengan:
= jumlah lilitan kumparan primer
= jumlah lilitan kumparan sekunder
= tegangan pada kumparan primer (
= tegangan pada kumparan sekunder (
100 Kemagnetan
Adapun hubungan antara tegangan dan kuat arus listrik pada kumparan primer dan
sekunder dapat ditentukan dengan menganggap transformator bersifat ideal. Pada
transformator ideal berlaku hubungan berikut.
= [3.4]
= [3.5]
Sehingga,
= [3.6]
dengan:
= tegangan pada kumparan primer (
= tegangan pada kumparan sekunder (
= kuat arus primer (
= kuat arus sekunder (
= daya primer (
= daya sekunder (
c. Efisiensi Transformator
Efisiensi transformator bergantung pada daya listrik yang dihasilkan oleh kumparan
sekunder dan daya listrik yang dihasilkan oleh kumparan primer. Dengan kata lain, efisiensi
transformator adalah perbandingan antara daya pada kumparan sekunder dengan daya pada
kumparan primer sebuah transformator. Efisiensi transformator selalu kurang dari 100%
sebab saat digunakan, transformator selalu menghasilkan panas. Efisiensi transformator dapat
ditentukan dengan persamaan berikut.
= 100% [3.7]
dengan:
= efisiensi transformator (%)
= daya primer (
= daya sekunder (
1. Anton membelikan trafo (step-up) untuk ayahnya yang sedang memperbaiki TV.
Apabila perbandingan jumlah lilitan kumparan primer dan kumparan sekunder trafo
adalah 2 : 5 yang dihubungkan dengan sumber arus bolak-balik 220 volt, berapa
tegangan sekundernya?
Penyelesaian:
Diketahui : =
= 220 V
Ditanya : ?
2 = (220)(5)
=
= 550 V
2. Sebuah transformator penurun tegangan dihubungkan dengan sumber tegangan 6.000 V.
Jika arus listrik yang mengalir pada kumparan primer 5 A dan daya listrik pada
kumparan sekunder 27.000 W, tentukan efisiensi transformator tersebut?
Penyelesaian:
Diketahui : = 6.000 V
=5A
= 27.000 W
Ditanya : ?
Jawab : = 100%
= 100%
= 100%
= 0 100%
= 0%
Magnet banyak digunakan dalam berbagai produk teknologi, salah satunya yang paling
populer adalah dalam teknologi kedokteran, seperti MRI. Tahukah kamu, bagaimana cara
seorang dokter untuk mendeteksi adanya penyakit dalam tubuh pasien? Hingga kini, salah
satu cara yang dianggap paling aman untuk mendeteksi penyakit adalah dengan menggunakan
MRI (Magnetic Resonance Imaging) yang menggunakan prinsip kerja kemagnetan.
Kajian Islam
Magnet seperti besi yang sudah diciptakan Allah SWT mempunyai manfaat dalam
kehidupan. Sebagaimana surat al-Hadid ayat 25 berikut ini.
”... ..."
Artinya: “... Dan Kami ciptakan besi yang padanya terdapat kekuatan yang hebat dan
berbagai manfaat bagi manusia, (supaya mereka mempergunakan besi itu) ...”. (QS. Al-
Hadid:25)
Pada tafsir al-Misbah (Volume 13) kata “ ”انلزنأyang berarti “kami turunkan” khusus
digunakan untuk besi, dalam ayat ini dapat diartikan secara kiasan untuk menjelaskan
bahwa besi diciptakan untuk memberi manfaat bagi manusia. Ayat ini mengungkapkan
tentang penciptaan besi, kekuatan besi dan manfaat besi bagi manusia. Pada konsep fisika,
besi merupakan salah bahan yang dapat digunakan untuk membuat magnet.
102 Kemagnetan
Manfaat besi dalam kehidupan yang bisa kita ketahui, misalnya: gedung pencakar
langit, jembatan, peralatan kendaraan, alat pertanian, dan segala jenis mesin. Hal ini
dibuktikan oleh Joseph Henry penemu bel listrik dan relay, Michael faraday penemu
dinamo. Semua fakta ini merupakan salah satu bukti kekuasaan Allah SWT.
Bagaimanakah cara kerja MRI hingga dapat mencitrakan kondisi kesehatan tulang
manusia tanpa melalui prosedur pembedahan? Cermatilah penjelasan berikut.
Sumber: [Link]
Gambar 3.35 MRI (Magnetic Resonance Imaging)
(a) (b)
(c) (d)
Ibnu Sina dikenal sebagai Avicenna di Dunia Barat adalah seorang filsuf,
ilmuwan, dan juga dokter kelahiran Persia (sekarang sudah menjadi Urbakistan). Ia
juga seorang penulis yang produktif dimana sebagian besar karyanya adalah tentang
filosofi dan pengobatan. Bagi banyak orang, beliau adalah “Bapak Pengobatan
Modern”. Karyanya yang sangat terkenal adalah Qanun fi Thib yang merupakan
rujukan di bidang kedokteran selama berabad-abad.
Sumber: [Link]
104 Kemagnetan
2. Kereta Maglev
Maglev merupakan kependekan dari magnetically levitated atau kereta terbang. Kereta
maglev diterbangkan kurang lebih 10 mm di atas relnya. Meskipun rel dan kereta tidak
menempel, kereta maglev yang super cepat yakni mampu melaju hingga 650 km/jam, tidak
akan terjatuh dan tergelincir. Hal ini disebabkan kereta maglev menerapkan prinsip gaya tolak
Sumber: [Link]
Gambar 3.38 Kereta Maglev
Kereta maglev telah menjadi alat transportasi masal di beberapa negara maju seperti
Jepang, Amerika, China, dan beberapa negara di Eropa seperti Prancis, Jerman, dan London.
Di Jepang, kereta yang menggunakan prinsip ini, yaitu kereta Shinkansen yang
menghubungkan kota Tokyo, Nagoya, dan Osaka.
(a) (b)
Sumber: [Link]
Gambar 3.39 (a) Kereta Shinkansen Jepang dan (b) Interior dalam Kereta Shinkansen saat Uji Coba
Artinya: “... Dan Kami ciptakan besi yang padanya terdapat kekuatan yang hebat dan
berbagai manfaat bagi manusia, (supaya mereka mempergunakan besi itu) ...”. (QS.
Al-Hadid:25)
3. Gaya magnet ditimbulkan oleh gerakan muatan listrik seperti elektron dan proton
(partikel elementer penyusun magnet).
4. Berdasarkan kemagnetannya, benda magnet dibagi menjadi tiga, yaitu feromagnetik,
paramagnetik, dan diamagnetik.
a. Feromagnetik adalah bahan (benda) yang dapat ditarik kuat oleh magnet.
b. Paramagnetik adalah bahan (benda) yang dapat ditarik lemah oleh magnet.
c. Diamagnetik adalah bahan (benda) yang tidak dapat ditarik oleh magnet.
5. Magnet memiliki sifat-sifat, yaitu: dapat menarik benda logam tertentu, gaya tarik
magnet terbesar terletak pada kedua kutubnya, selalu menunjukkan arah utara dan
selatan, memiliki dua kutub magnet, kutub-kutub magnet yang tidak sejenis tarik-
menarik, dan kutub-kutub magnet yang sejenis tolak-menolak.
6. Interaksi antara kutub-kutub magnet ada dua, yaitu kutub sejenis akan tolak-menolak
dan kutub tidak sejenis akan tarik-menarik. Konsep dari interaksi antara kutub-kutub
magnet sudah di jelaskan dalam Al-Qur’an surat Yasin ayat 36 sebagai berikut.
106 Kemagnetan
Artinya: “Dan matahari berjalan ditempat peredarannya. Demikianlah ketetapan yang
Maha Perkasa lagi Maha mengetahui”. (QS. Yasin:38)
12. Medan magnetik digambarkan sebagai garis-garis gaya magnetik. Garis-garis gaya
magnetik berarah dari kutub utara menuju kutub selatan.
13. Arah medan magnetik yang dihasilkan oleh kawat lurus berarus listrik dapat
ditentukan dengan kaidah tangan kanan.
14. Interaksi kawat berarus dalam sebuah medan magnetik akan menghasilkan gaya, yang
disebut gaya [Link] gaya Lorentz tersebut dipengaruhi oleh besar medan
magnetik, panjang kawat penghantar, dan besar arus listrik. Besar gaya Lorentz dapat
ditentukan dengan persamaan berikut
=
dengan:
= gaya Lorentz (N)
= kuat medan magnet (T)
= kuat arus listrik (A)
= panjang kawat penghantar (m)
Contoh penerapan gaya Lorentz dalam kehidupan sehari-hari adalah motor listrik, bel
listrik, dan telepon kawat.
15. Induksi elektromagnetik membahas tentang konsep arus listrik yang dapat
menghasilkan medan magnetik atau medan magnetik yang mampu menghasilkan
listrik. Contoh penerapan induksi elektromagnetik dalam kehidupan sehari-hari adalah
generator, dinamo AC/DC, dan transformator.
16. Transformator (trafo) adalah alat untuk menaikkan atau menurunkan tegangan bolak-
balik. Berdasarkan penggunaanya, transformator dibedakan menjadi dua jenis, yaitu
transformator penaik tegangan (step-up) dan transformator penurun tegangan (step-
down).
17. Hubungan antara jumlah lilitan, besar tegangan listrik (gaya gerak listrik induksi), dan
kuat arus listrik pada kumparan primer dan kumparan sekunder pada transformator
dinyatakan dengan persamaan berikut.
= jumlah lilitan kumparan primer
= jumlah lilitan kumparan sekunder
dengan: = tegangan pada kumparan primer (
= tegangan pada kumparan sekunder (
= kuat arus primer (
= dan
= kuat arus sekunder (
18. Efisiensi transformator adalah persentase perbandingan antara daya sekunder dan daya
primer sebuah transformator. Secara matematis, dinyatakan dengan rumus berikut.
= 100%
dengan:
= efisiensi transformator (%)
= daya primer (
108 Kemagnetan
EVALUASI BAB 3
1. Orang yang menyatakan pertama kali bahwa bumi merupakan sebuah magnet adalah ....
a. Michael Faraday c. William Gelbert
b. Yohannes Keppler d. Blaise Pascal
2. Magnet berikut ini yang bekerja dengan memanfaatkan medan magnet bumi adalah ....
a. magnet batang c. magnet U
b. magnet ladam d. magnet jarum
3. Contoh benda yang bersifat magnetik dan nonmagnetik masing-masing secara berurutan
adalah ....
a. besi dan baja c. nikel dan besi
b. baja dan seng d. seng dan bismuth
4. Bagian dari magnet yang mempunyai gaya tarik terbesar adalah ....
c. pada bagian tengah c. pada kutub magnet utara
d. pada semua bagian d. pada kutub-kutubnya
5. Jika magnet batang dipotong menjadi tiga bagian, maka bagian yang tengah adalah ....
a. tidak bersifat magnet c. hanya memiliki kutub selatan
b. hanya memiliki kutub utara d. memiliki kutub utara dan selatan
6. Jika sebuah kompas diletakkan di bawah kawat berarus listrik yang mengalir dari selatan
ke utara, kutub utara jarum kompas akan menyimpang ke ....
a. timur c. bawah
b. atas d. barat
7. Perhatikan ilustrasi berikut!
1) U= =S S= =U 3) U= =S S= =U
2) U= =S U= =S 4) S= =U U= =S
Sifat magnet yang benar adalah ....
a. 2 dan 3 c. 1 dan 2
b. 2 dan 4 d. 1 dan 4
8. Alat-alat berikut yang prinip kerjanya berdasarkan gaya Lorentz adalah ....
a. c.
b. d.
C. Jawablah
pertanyaan berikut
dengan benar.
1. Tuliskan ayat
yang menerangkan
tentang besi!
2. Apakah yang
menyebabkan
terbentuknya sudut
deklinasi dan sudut
inklinasi?
3. Sebuah
penghantar
berarus listrik
0,5 A berada
dalam medan
magnetik sebesar
80 T. Jika gaya
Lorentz yang
terjadi sebesar
200 N,
berapakah
panjang
penghantar yang
digunakan?
4. Jelaskan prinsip
kerja transformator?
5. Sebuah
transformator
dihubungkan
dengan sumber
arus bolak-balik sehingga daya pada kumparan primer
menjadi 150.000 watt. Jika tegangan pada kumparan
sekunder 240.000 volt dan kuat arus yang mengalir pada
kumparan sekunder 450 miliampere, tentukan efisiensi
transformator?
Mendata Peralatan
Sehari-hari
yang
Berhubung
an dengan
Konsep
Kemgnetan
1. Buatlah kliping yang berkaitan dengan konsep
pembelajaran tentang kemagnetan dengan jumlah halaman
minimal 10 halaman.
2. Berilah komentar pada masing-masing halaman klipingmu.
3. Kumpulkan kliping yang telah kamu buat kepada gurumu.
B. Penilaian
Produk I
Membuat Kompas Sederhana
Alat dan
Bahan:
1 buah
jarum jahit
Gabus tipis
Mangkok
kecil
Magnet
batang
Air
Fisika
SMP/MTs
Kelas IX
111
Langkah Kerja:
1. Gosoklah jarum jahit dengan magnet batang secara
berulang dalam arah yang sama selama dua menit.
2. Selipkanlah jarum jahit tersebut pada gabus tipis.
3. Isilah mangkok dengan air hingga setengah dari
volumenya, kemudian masukkanlah jarum jahit yang
telah terselip pada gabus ke permukaan air dalam
mangkok.
4. Kompas sederhana buatanmu telah jadi dan siap untuk
di uji coba. Sumber: [Link]
Gambar 3.40 Kompas sederhana
Menguji Kompas: 1. Putarlah mangkok
yang telah diisi jarum
kompas dari jarum
jahit yang telah
dimagnetkan.
2. Perhatikanlah arah yang
ditunjuk oleh “jarum
kompas”. Jika jarum jahit
yang kamu
gosok dengan magnet
batang telah menjadi
magnet, kompas
buatanmu akan
menunjukkan arah utara
dan selatan.
C.
Peni
laia Membuat
n Generator
Pro
duk
II
Tugas dilakukan secara
berkelompok
Langkah Kerja:
1. Ambillah 1 motor listrik, kemudian rangkai dengan
sebuah baterai menggunakan kabel.
Gunakan penjepit kertas sebagai sakelar.
Hubungkanlah sakelar hingga poros motor listrik
berputar.
2. Bukalah sakelar kemudian ambillah motor listrik
yang lain. Hubungkanlah poros motor
listrik kedua dengan poros motor listrik pertama
dengan menggunakan potongan pipa listrik dari
pulpen. Kuatkanlah sambungan kedua poros motor
listrik tersebut menggunakan pita perekat.
3. Hubungkanlah kutub-kutub motor listrik kedua
dengan sebuah bola lampu menggunakan kabel.
4. Tutuplah sakelar sehingga motor listrik pertama
berputar. Apa yang terjadi pada motor listrik kedua?
Bagaimana keadaan lampu?
“
S
e
l
a
m
a
t
M
e
n
g
e
r
j
a
k
a
n
1 Kemagnetan
1
2
Daftar Pustaka
Al Qur’an Departemen Agama RI, AL QUR’AN DAN TAFSINYA (Edisi yang disempurnakan)
JILID III, V, dan VI, Jakarta: Lentera Abadi, 2010.
Giancoli DC, Fisika Jilid 1 Edisi Kelima, Jakarta: Elangga, 2001.
Halliday D & Resnick R, Fisika Jilid 1, Sucipto E & Silaban P, penerjemah, Jakarta:
Erlangga, 1999.
Kanginan, Marthen, IPA Fisika 3 untuk SMP KELAS IX, Jakarta: Erlangga, 2002.
Arus Listrik
Aliran muatan listrik yang diakibatkan oleh pergerakan elektron.
Atom
Partikel terkecil penyusun suatu materi.
Elektron
Partikel subatom yang memiliki muatan negatif.
Gaya Coulomb
Gaya yang ditimbulkan dua muatan listrik yang berdekatan.
Gaya Gerak Listrik
Gaya yang mampu mengakibatkan pergerakan arus listrik.
Gaya Lorentz
Gaya yang timbul disekitar kawat berarus.
Hambatan Jenis Bahan
Besar hambatan listrik yang dimiliki oleh suatu bahan.
Hukum Coulomb
Hukum yang menyebutkan tentang interaksi dua muatan listrik.
Hukum Kirchhoff
Hukum yang mengatur tentang besar arus listrik yang mengalir dalam suatu rangkaian
listrik.
Hukum Ohm
Hukum dasar yang menyatakan hubungan antara kuat arus listrik, tegangan, dan
hambatan.
Induksi Elektromagnetik
Peristiwa timbulnya medan magnet disekitar kawat berarus listrik.
Kereta Maglev
Kereta super cepat yang menerapkan prinsip kemagnetan.
Kutub Magnet
Bagian ujung-ujung magnet yang memiliki medan magnet paling kuat.
Medan Magnet
Daerah yang masih dipengaruhi oleh gaya magnet.
MRI (Magnetic Resonance Imaging)
Alat kedokteran yang digunakan untuk mencitrakan kondisi organ dalam tubuh.
Rangkaian Paralel
Rangkaian listrik yang memiliki percabangan kabel.
Rangkaian Seri
Rangkaian listrik yang tidak memiliki percabangan kabel.
114
Kunci Jawaban BAB 1
A. Multiple Choice (Pilihan Ganda)
1. c 6. d 11. b
2. a 7. a 12. a
3. c 8. d 13. a
4. c 9. a 14. b
5. c 10. b 15. b
C. Essay (Uraian)
1. Listrik statis adalah suatu kumpulan listrik dalam jumlah tertentu yang tidak
mengalir atau tetap.
2. a) Sisir dengan rambut
b) Mistar plastik dengan kain wol
3. diket : � = +2 x 10 C
-9
� = -8 x 10 C
-9
𝑟 = 0,4 m = 4 x 10 m
-1
ditanya : ��?
�1
Jawab : 𝐹 = k �2
�
�2
𝐹 =k −9 −9
� 2 𝑥 10 (8 𝑥 10 )
�2
F = 9 𝑥 109
(4 −18
16 𝑥 10 𝑥 10−1 )2
F = 9 𝑥 109
16 𝑥 10
−9 −2
144 𝑥 10
F=
16 𝑥 10−2
F = 9 𝑥 10 N
;7
4.
Artinya: “Maha Suci Tuhan yang telah menciptakan pasangan-pasangan
semuanya, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka
maupun dari apa yang tidak mereka ketahui”. (QS. Yasin: 36)
5. Karena pohon merupakan konduktor penghantar listrik yang cukup baik, jadi
listrik yang diterima oleh pohon akan menyambar benda yang dekat/menyentuh
dengan pohon.
Fisika SMP/MTs Kelas IX 115
Kunci Jawaban BAB 2
A. Multiple Choice (Pilihan Ganda)
1. b 6. a 11. c
2. c 7. b 12. d
3. a 8. c 13. b
4. a 9. a 14. d
5. d 10. d 15. B
C. Essay (Uraian)
1. a) Nyala lampu sama-sama terang.
b) Jika salah satu lampu padam/rusak maka lampu yang lain tidak ikut padam.
Contoh: - rangkaian lampu dirumahmu.
- rangkaian lampu penerangan jalan.
2. diket : ��1 = 120 Ω
ℓ1 = ℓ
�1 = �
ℓ2 = 2 ℓ
�2 = 3 �
ditanya :
Jawab :��2 ?
ℓ
Rumus untuk menghitung hambatan suatu kawat penghantar adalah 𝑅 = 𝜌 �
.
keterangan!
Kawat yang berbahan sama memiliki hambat jenis yang sama, sehingga:
ℓ1
��1 ℓ
=
�
�1 2
��2 𝑥 ��
�� ℓ 𝑥 1
2
� �2
2 ℓ ℓ1
2
= �
1
2
𝑥 2ℓ �
ℓ1
1��2 = �2 𝑥 ��
��2 = 𝑥 𝑥 120
1 ℓ 3�
2 1
�� = 𝑥 𝑥 120
2
1 3
2
��2 = 𝑥 120 = 80 Ω
3
116
3. diket : ��1 = 4 Ω
��2 = 2 Ω
��3 = 4 Ω
� = 12 volt
ditanya : ��?
�
Jawab : 1 = 1 + 1 + 1 𝑅=
��𝑝 ��1 ��2 �� 𝐼
3
1 1 1 �
= + 𝐼=
1
+
��𝑝 4 2 4 ��𝑝
12
��𝑝 4
𝐼=
1 = 1: 2: 1 1 4 1
��𝑝 =4
��� = 1 Ω 𝐼 = 12 �
4.
“...
Artinya: “Dialah yang menjadikan matahari bersinar ...”. (QS. Yunus: 5)
5. diket : � = 220 volt
𝑃 = 60 �
𝑡 = 10 jam = 600 s
ditanya : a. ��?
b. ��?
c. �? � �
c. 𝑃 =
Jawab : a. 𝑃 = �𝐼 b. 𝑃 =
� =�
𝑃
𝐼 =� 2 𝑃𝑡
𝑅2
𝑅 = �𝑃
02
𝐼 = 60 � = (60)(600)
𝐼(220
= ) � = 36000 J
𝑅=
220 60
4840
0,2727 � 𝑅= 60 Ω
= 806,67 = 36 kJ
Kunci Jawaban BAB 3
A. Multiple Choice (Pilihan Ganda)
1. c 6. d 11. c
2. d 7. a 12. b
3. b 8. c 13. b
4. d 9. b 14. d
5. dc. paramagnetik 10. b 6. f. bor listrik 15. B
1.
2. b. sudut deklinasi 7. g. galvanometer
B. Matching Test (Menjodohkan)
3. e. medan magnetik 8. j. dinamo
4. a. elektromagnet 9. i. generator
5. d. kaidah tangan kanan 10. h. trafo step-up
(
Q
S
.
A
l
-
H
a
d
i
d
:
2
5
)
2. a) Sudut
deklinasi
Penyi
mpang
an
jarum gaya S bumi
komp magn u tidak
as et d sejajar
u
(peny bumi denga
t
impan juga n
gan meng i permu
arah alami n kaan
utara penyi k bumi
jarum mpan l (bidang
i
komp gan horizo
n
as) terha a ntal).
terjadi dap i Akibat
diseba arah P nya,
bkan utara y kutub
karen - p utara
a selata g jarum
letak n a kompa
kutub bumi h s
- . me menyi
kutub Akib nd mpang
magn atnya tar naik
et penyi (p atau
bumi mpan n turun
tidak gan m terhad
tepat kutub a ap
berad utara a permu
a di jaru a kaan
kutub m h bumi.
- komp s Penyi
kutub as ta mpang
bumi, akan ja an
tetapi mem m kutub
menyi bentu ko utara
mpan k mp jarum
g sudut as) kompa
terhad terha te s akan
ap dap adi memb
letak arah k entuk
kutub utara e sudut
bumi. - g terhad
Hal selata s ap
ini n g bidang
berda bumi s datar
mpak (geog g permu
terhad rafis) a kaan
ap . m bumi.
garis- b g
garis ) t
3. diket :𝐼 ℓ d 5. diket :
= a
= 0,5 A 𝑃� = 150.000 W
n
� �
� = 15 x 10 W
d 4
= �
ℓ i
�
h =
8 =
a 2
0 2 n
T 4
0 t
𝐹 0
0.
a
= 0
r
(8 0
k
2
(0 0
a
0 ℓ V
n
0 = =
N 2 2
0
i
d 0 4
n
i = t x
t 5 i 1
a m 0
n 4. Prinsip b
kerja 4
V
y transformator e
yaitu ketika
kumparan ��
a primer s
dihubungkan
dengan i �
sumber =
:
tegangan k 4
bolak- e 5
ℓ
balik, 0
?
perubaha k m
J
n arus u A
a
listrik m =
w pada p 4
a kumparan a x
b primer r 1
menimbul a 0
: kan n -
medan 2
m
magnet s
� di
yang e ta
� k ny
berubah.
u a
Medan :
= magnet n ��
yang d ?
berubah e
�
diperkuat r
�
oleh ,
ℓ
adanya
� s
inti besi
e
118
��𝑠
Jawab :𝜂= 𝑥100%
��𝑝
𝜂= �
��𝑠𝑝 ��𝑠
𝑥100%
(24 𝑥 10 4 )(45 𝑥 10−2 )
𝜂= 𝑥100%
1. 080 15𝑥 10𝑥2 104
𝜂= 15 𝑥 10
𝑥100%
4
𝜂 = 72 𝑥 10 𝑥100%
;2
𝜂 = 0,72𝑥100%
𝜂 = 72%
A. Identitas Diri
1. Nama Lengkap :Rohmatul Azizah
2. Tempat dan Tgl. Lahir :Demak, 24 Desember 1994
3. Alamat Rumah :Jl. Flamboyan Indah II, desa
Mandung, Rt 02/Rw 02 Wedung Demak
4. HP :085714226177
5. E-mail :rohmatulazizah82@[Link]
B. Riwayat Pendidikan
1. Pendidikan Formal:
a. MI Al-Ittihad Mandung, Wedung Demak.
b. MTs NU Raudlatul Mu’allimin Wedung, Demak.
c. MA NU Raudlatul Mu’allimin Wedung, Demak.
d. UIN Walisongo Semarang.
2. Pendidikan Non-Formal:
a. Madrasah Diniyah Matholi’ul Huda Mandung, Wedung
Demak.
b. Ponpes Al-Marom Mandung, Wedung Demak.