LAPORAN PRAKERIN
(PRAKTEK KERJA INDUTRI)
DI
PT. JATIM AUTOCOMP INDONESIA
Disusun oleh :
Periode :
Area kerja : PRODUCTION ENGINEERING
PROGRAM KEAHLIAN TEKNIK OTOMASI INDUSTRI
1
LEMBAR PENGESAHAN
LAPORAN ON THE JOB TRAINING DI [Link]
AUTOCOMP INDONESIA
DISUSUN OLEH :
DISETUJUI
PEMBIMBING INDUSTRI PEMBIMBING
PRAKERIN
SPV DEPT /Sec NIP.
MENGETAHUI
2
DAFTAR ISI
COVER LAPORAN . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .. 1
LEMBAR PENGESAHAN . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 2
DAFTAR ISI . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .. 3
IDENTITAS SISWA . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 4
IDENTITAS INDUSTRI . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 5
KATA PENGANTAR . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 6
PROFIL PT. JATIM AUTOCOMP INDONESIA . . . . . . . . . . . . . . . .. 7
BAB 1 (PENDAHULUAN)
1.1. Latar Belakang pelaksanaan Prakerin . . . . . . . . . . . . . . . . . 7
1.2. Tujuan pelaksanaan prakerin . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 7-8
1.3. Manfaat Pelaksanaan Prakerin . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 8
BAB 2 (DASAR TEORI)
2.1. Profil Perusahaan . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 9
2.2. QCDSME . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 10
2.3. 5S . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 11
BAB 3 (PELAKSANAAN PRAKERIN
3.1. Laporan Harian . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 14
BAB 4 PENUTUP
4.1. Kesimpulan . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
4.2. Saran . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
LAMPIRAN-LAMPIRAN
3
KATA PENGANTAR
Bismillahirrahmanirrahim
Alhamdulillah, puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT,
Karena berkat limpahan taufiq da Hidayah-Nya semata laporan ini dapat
disusun dengan lancar
Laporan praktek kerja industry ( PRAKERIN) ini dimaksudkan
agar dapat digunakan sebagai catatan siswa disemua Program Keahlian
dalam menempuh Program Praktek Kerja Di industry/Bengkel. Tujuan
dari penyusunan Laporan Praktek Kerja Industri ini adalah untuk
memenuhi salah satu syarat dalam menempuh ujian akhir prakerin tahun
pelajaran 20154/2015. Laporan ini disusun berdasarkan data yang
sesungguhnya yang penulis dapatkan selama melaksanakan Praktik
Kerja Industri di PT. JATIM AUTOCOMP INDONESIA ( JAI )
Penulis menyadari bahwa penyusunan laporan ini masih jauh dari
kesempurnaan, untuk itu kritik dan saran yang membangun dari
pembaca. Harapan dari penulis semoga laporan yang memuat
pengalaman dan pengetahuan yang didapatkan selama melaksanakan
Praktek Kerja Industri ini dapat bermanfaat bagi siswa-siswi
4
PROFIL PT. JATIM AUTOCOMP INDONESIA
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang Praktik Kerja Industri (PRAKERIN)
Setiap siswa lulusan SMK dituntut untuk mempunyai suatu keahlian dan siap kerja
karena lulusan SMK biasanya belum diakui oleh pihak dunia usaha/ industri. Oleh karena itu
diadakan suatu program Pendidikan Sistem Ganda (PSG) yaitu dengan melaksanakan Praktek
Kerja Industri (PRAKERIN) agar setiap siswa lulusan SMK mempunyai pengalaman dalam
dunia usaha sebelum memasuki dunia usaha tersebut secara nyata setelah lulus sekolah.
Sesuai dengan hasil pengamatan dan penelitian Direktorat Pendidikan Menengah
Kejuruan, pola penyelenggaraan di SMK belum secara tegas dapat menghasilkan tamatan
sebagaimana yang diharapkan. Hal tersebut dapat dilihat dari kondisi pembelajaran yang belum
kondusif untuk menghasilkan tenaga kerja yang professional, karena keahlian professional
seseorang tidak semata-mata diukur oleh penguasaan unsur pengetahuan dan teknik bekerja,
tetapi harus dilengkapi dengan penguasaan kiat (arts) bekerja yang baik. Ada dua pihak yaitu
lembaga pendidikan dan lapangan kerja (industri/perusahaan atau instansi tertentu) yang secara
bersama-sama menyelenggarakan suatu program keahlian kejuruan. Dengan demikian kedua
belah pihak seharusnya terlibat dan bertangguang jawab mulai dari tahap perencanaan program,
tahap penyelenggaraan, sampai penilaian dan penentuan kelulusan siswa.
1.2. Tujuan Praktik Kerja Industri (PRAKERIN)
Praktek Kerja Industri (PRAKERIN) merupakan suatu system pembelajaran yang
dilakukan di luar Proses Belajar Mengajar dan dilaksanakan pada perusahaan/industri atau
instansi yang relevan.
Secara umum pelaksanaan program Praktek Kerja Industri ditujukan untuk meningkatkan
pengetahuan dan keterampilan siswa di bidang teknologi, penyesuaian diri dengan situasi yang
sebenarnya, mengumpulkan informasi dan menulis laporan yang berkaitan langsung dengan
tujuan khusus. Setelah siswa melaksanakan program Praktek Kerja Industri secara khusus siswa
5
diharapkan memperoleh pengalaman yang mencakup tinjauan tentang perusahaan, dan kegiatan-
kegiatan praktek yang berhubungan langsung dengan teknologi. Dan mempersiapkan para
siswa/siswi untuk belajar bekerja secara mandiri, bekerja dalam suatu tim dan mengembangkan
potensi dan keahlian sesuai dengan minat dan bakat masing-masing.
Penyelenggaraan praktik kerja industri (PRAKERIN) pada SMK bertujuan untuk:
a. Menghasilkan tenaga kerja yang berkualitas, yaitu tenaga kerja yang memiliki tingkat
pengetahuan, keterampilan, etos kerja yang sesuai dengan tuntutan lapangan pekerjaan.
b. Memperkokoh link and match antara SMK dan dunia kerja.
c. Meningkatkan efektifitas dan efesiensi proses pendidikan dan pelatihan kerja berkualitas.
d. memberi pengakuan dan penghargaan terhadap pengalaman kerja sebagai bagian dari proses
pendidikan.
1.3. Manfaat Pelaksanaan Prakerin
Setiap kegiatan yang dilakukan pasti memiliki manfaat, demikian pula dengan kegiatan praktek
kerja lapangan yang telah selesai dilaksanakan. Adapun manfaat dari kegiatan praktek kerja
lapangan yang telah penulis laksanakan adalah sebagai berikut
1 Keahlian professional yang diperoleh dari praktek kerja lapangan, dapat meningkatkan rasa
percaya diri, yang selanjutnya akan mendorong untuk meningkatkan keahlian pada tingkat yang
lebih tinggi.
2 Waktu tempuh untuk mencapai keahlian professional menjadi lebih singkat. Setelah lulus
sekolah dengan praktek kerja lapangan, tidak memerlukan lagi waktu latihan lanjutan untuk
mencapai tingkat keahlian siap pakai.
3 Melatih disiplin, tanggung jawab, inisiatif, kreatifitas, motivasi kerja, kerjasama, tingkah laku,
emosi dan etika.
3 Menambah pengetahuan mengenai Pengalaman PSG di perusahaan
6
BAB 2
DASAR TEORI
I. Profil PT Jatim Autocomp Indonesia
PT. JATIM AUTOCOMP INDONESIA Di dirikan pada tanggal 12 mei 2002 di jl raya
wonoayu No 26 Belakang Gempol pasuruan. PT J A I adalah pasuruan yang bergerak bidang
produksi Wiring Harness, yaitu salah satu omponen pada endaraan bermotor yang trsusun atas
kabel, terminal, connector dan bahan-bahan perlengkapan lainnya. Bahan-bahan pembentuk
Wiring harness itu dirangkai sedemikian rupa sehingga menjadi satu Wiring Harness. Wiring
harness tersebut brfungi sebagai rangkaian penghantar arus listrik, agar semua komponen listrik
yang ada pada kendaraan bermotor tersebut dapat berfungsi
GROUP YAZAKI CORP. DI INDONESIA
1. PT. EDSMANUFAKCTURING INDONESIA ( PEMI )
Bertempat di Belaraja, Tanggerang
Produksi : Wiring Harness
2. PASI A W
Bertempat di Belareja tTanggerang
Produksi : Automotive Wire
3. PT. SURABAYA AUTOCOMP INDONESIA ( SAI )
Bertempat Di ngoro, Mojokerto
Produksi : Wiring Haress
4. TP. SEMARANG MANUFAKCTURING INDONESIA ( SAMI )
Bertempat DIi Tugu, Semaraang
Produksi : Wiring Harness
5. PT. JATIM AUTOCOMP INDONESA ( JAI )
Brptempat Digempol, Pasuruan
Produksi : wiring Harnes
6. PT. SUMBANG AUTOCOMP INDNESIA ( SUAI )
Bertempat di sumbang, Jawa Barat
Produksi : Wring Harness
7
II. macam – macam carlife dari Wiring Harness yang diproduksi DI PT. JAI
antara lain:
1. Nissan
2. Mazda
3. Toyota
4. GM Holden
8
III. QCDSME PT JATIM AUTOCOM INDONESIA
QCDSME adalah program yang dijalankan untuk mendapatkan produk yang baik dan
berkualitas
Quality terdiri dari
1. Quality ( kualitas )
Arti dari kualitas adalah benar atau tidak salah
Wirring harness yang di hasilkan merupakan produk yang berkualitas
2. Cost ( harga yang bersaing )
Harga jual dari wiring harness dapat bersaing dengan perusahaan lain
3. Delivery ( pengiriman tepat waktu )
Wiring harness yang di produksi dapat di selesaikan tepat waktu dan sampai ke
tangan customer sesuai dengan waktunya
4. Safety ( keselamatan kerja )
Perusahaan selalu memperhatikan keselamatan dan kesehatan kerja dari karyawan
5. Morale (moral)
Tingkah laku dan perbuatan yang baik selalu di utamakan
6. Environment ( ramah lingkungan )
Perusahaan ikut serta dalam menjaga lingkungan dari polusi dan kerusakan
9
.IV. 5S DI PT JATIM AUTOCOMP INDONESIA
5S Adalah : Basic/ Dasar Dari Kulitas Dan Pondasi Dalam Bekerja Antara lain :
1. SERI / SORTIR
Memilih – Milah/ memisahkan barang yang diperlukan & yang tidak diperlukan.
Untuk barang yang diperlukan diletakkan ditempat yang mudah dalam pengambilan
Untuk barang yang tidak diperlkan disimpan ditempat khusus jika suatu saat akan
diperlkan & jika tidak diperlukan lagi bias dijual
TUJUAN
1. Membuat area kerja menjadi rapi sehingga space ( Tempat ) menjadi lebih luas
2. Menanggulangi trjadinya barang trcampur.
[Link] waktu kerja karea mudah dalam pencarian
2. SEITON/ SUSUN
Menyusun dengan rapi barang-barang yang diperlkan dengan cara
Memberi indentitas pada tempat & barangnya secara jelas & tepat. ( jjenis, warna,
ukuran, foto DLL)
Memberi tempat yag jeelas disertai dengan pembatas yang jelas pula pada masing-
masing barang
TUJUAN
1. Mempermudah dalam pengambilan & pencarian.
2. Menurunkan Down time ( Mmpersingkat waktu kerja)
3. Memudahkan pengontrolan, karena banrang tersusurapi dan jlas..
3. SEISO/ SAPU
Mempertahankan kebersihan dari peralatan & tempat kerja dari kotoran Dengan
cara :
Membersihkan semua kotoran & debu
Menyapulantai
10
TUJUAN
1. Membuat area kerja menjadi nyaman
2. Meningkatkan konsentrasi kerja
3. Mengindarkan kecelakaan kerja akibat dari lantai licin
4. SEIKETSU/ STANDARISASI
SEIKETSU berate mempertahankan hasil-hail yang mencapai pada penerapan sortir,
ssun dan sapu ( seri, seiton, seeiso) secar konsisten. ( dengan cara pembuatan aturan secara
tertulis)
CONTOH :
Membuat aturan untuk melakukan pengecheckan kodisi mesin dan semuat peralatany
seperti mengisi lembar dhech preentive mesin cutting, kalibrasi micrometer secara
berkala, dll
TUJUAN
Membuat aturan secara tertulis, supaya :
1. Memudahkan perawatan, karena adanya prosedur tentang langkah-langkah perawatan
2. Menyamakan persepsi ( pola piker) sehingga pola kerja sesuai prosedur
3. Mempermudah pekerjaan karena adanya prosedur untuk kerja.
5. SHITSUKE/ SWADISIPLIN
SHITSUKE berati membentuk disimplin dari dan membiasakan menjalankan 5S & Aturan
sesuai Standar/ prosedur.
CONTOH ;
Selalu berusaha menjaga kebersihan dan kerapian area kerjanya.
Tidak membuang sampah sembarang
Selalu tepat waktu baik pada awal kerja maupun akhir kerja
TUJUAN
1. Karyawan bias mematuhi semua atuan denngan penuh kesadaran bukan paksan
2. Kaeryawa mmpunyai moral yang bagus
3. Karyawan mmpunyai kedisiplinan yang tinggi
11
BAB 3
PELAKSANAAN PRAKERIN
LAPORAN HARIAN :
NO TGL. KEGIATAN KEGIANTAN
kamis Breafing pagi
5s
Megukur panjang lebarnya stand di sebelah new building
second floor
Membantu menata dan membuat tarikan checker board
Menaikan checker board yang ada di JP ke new building
second floor
5s
rabu Breafing pagi
5s
Membantu menata dan membuat tarikan checker board
Menaikan checker board yang ada di JP ke new building
second floor
5s
senin Brafing pagi
5s
Memotong triplek tebal untuk membuat checker board
selas Breafing pagi
a
5s
Melaminating board untuk membuat checker board
12
BAB 4
PENUTUP
13
14