LAPORAN
SURVEY TC ( TRAFFIC COUNTING)
DISUSUN OLEH :
NAMA : BAGAS RIVALINO
NOTAR : 1901078
KELAS : TD 2.12
DOSEN : BOBBY AGUNG HEMAWAN, M.T.
POLITEKNIK TRANSPORTASI DARAT INDONESIA – STTD
TRANSPORTASI DARAT
BEKASI
2020/2021
BAB I PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Saat ini perkembangan transportasi semakin meningkat mengingat banyaknya permintaan
masyarakat terhadap transportasi. Tranportasi termasuk kebutuhan turunan yaitu transportasi
ada karena masyarakat membutuhkan transportasi untuk memenuhi kebutuhan setiap harinya.
Untuk itu sarana dan prasarana transportasi sangatlah dibutuhkan untuk menunjang
pergerakan dari masyarakat
Lalulintas yang terjadi pada masing-masing ruas jalan sangat penting dalam menentukan
kapasitas dan waktu perjalanan pada jaringan jalan, Selain itu, bangunan-bangunan yang ada
di sisi jalan juga turut mempengaruhi lalu lintas di jalan tersebut. Di samping lebar jalan dan
kegiatan lain di sekitar jalan tersebut. Oleh karena itu, daerah pinggir jalan juga perlu untuk
di perhatikan mengingat pengaruhnya yang sangat besar terhadap kinerja jalan.
Transportasi itu sendiri tentunya terdiri dari beberapa komponen yang saling berkaitan.
Komponen-komponen itu secara umum terdiri dari volume dan kapasitas. Volume kendaraan
yang sangat banyak tentunya akan membuat beban jalan semakin tinggi sehingga terjadi
gangguan lalu lintas. Namun, jumlah pengendara yang melewati jaringan jalan tentunya tidak
dapat hanya dengan diamati tetapi harus dilakukan pencacahan sehingga kedepannya dapat
disesuaikan antara kapasitas jalan yang ada dengan volume kendaraan yang melewati
jaringan jalan tertentu. Oleh karena itu, untuk mendapatkan data volume kendaraan maka
dilakukanlah survei dan analisis Pencacahan Volume Lalu Lintas (Traffic Counting) pada
ruas jalan dan dituangkap dalam paparan “Laporan Survei Pencacahan Volume Lalu Lintas
(Traffic Counting)”.
B. MAKSUD DAN TUJUAN
Data mengenai jumlah kendaraan
Klasifikasi kendaraan pada ruas jalan yang disurvei
Memperkirakan jam sibuk pada ruas jalan yang disurvei
Gambaran umum arus lalu lintas khususnya pada on peak ( waktu sibuk ) dan off
peak ( waktu non-sibuk ) pada lokasi survai.
C. RUANG LINGKUP
1. Tahap 1 : Pengumpulan( collecting ) Data. Data diperoleh dari survai yang telah
dilaksanakan yakni Traffic Counting di Ruas Jalan.
2. Tahap 2 : Pengolahan data. Data survai yang telah dilakukan dan yang telah
terkumpul akan diolah secara entry data dan pengolahan data secara komputerisasi.
3. Tahap 3 : Analisa Data. Tahap ini merupakan tahap akhir pada penyajian, yakni
analisa data. Dimana data yang telah dikompilasi selanjutnya dianalisa sedemikian
rupa
BAB II PELAKSAAN SURVEY
Pelaksanaan Survei Traffic Counting di Ruas Jalan dilakukan dengan cara menghitung
volume jumlah kendaraan terklasifikasi sesuai dengan formulir survai TC yang melintas di
titik yang ditentukan sebagai lokasi survai.
A.)Waktu dan Lokasi
Hari : Senin
Tanggal : 26 OKTOBER 2020
: Ruas Jalan Veteran – Lintas Barat Sumatera dan arus sebaliknya
Lokasi
Lintas Barat Sumatera – Veteran
Waktu : Pukul 16.00-18.00 WIB
Cuaca : Cerah
B.)Profil Daerah Survei
Ruas jalan yang surveyor survey merupakan salah satu ruas jalan kawasan Perkantoran, yang
sangat ramai pada pagi hari pada saat jam bepergian untuk kerja , dan terdapat rumah makan ,
pertokoan yang membuat ruas jalan tersebut semakin padat.
C.)Jenis Survei
Jenis Survei yang dilakukan ialah survei Pencacahan Volume Lalu Lintas (Traffic
Counting ) pada ruas jalan.
D.)Peralatan dan Perlengkapan yang Diperlukan
Peralatan dan perlengkapan yang dibutuhkan untuk pelaksanaan survey Pencacahan Lalu
Lintas (Traffict Counting) antara lain :
Alat tulis ;
Clip board;
Formulir survey;
Counter;;
Stopwatch;.
E.)Surveyor
Pelaksanaan survei ini terdiri 3 surveyor. Yang bertugas menghitung dan mencatat jumlah
kendaraan yang lewat di masing masing ruas jalan dari titik yang telah ditentukan sesuai
dengan jumlah klasifikasinya
BAB III TARGET DAN METODE PELAKSANAAN SURVEY
A. TARGET
Target dari pelaksanaan survey traffic counting (TC) ini adalah :
Data mengenai jumlah kendaraan,Satuan Mobil Penumpang (SMP), dan V/C Ratio
Klasifikasi kendaraan pada ruas jalan yang di survey
Perbandingan jumlah (corporative) jenis kendaraan yang melintas
Menentukan waktu sibuk jalan tersebut
Gambaran umum lalu lintas pada waktu sibuk dan tidak sibuk
B. METODE
Pencacahan Manual (Manual Classified Count) , yaitu metode dilakukan secara
langsung dengan formulir survey dan counter
Metode kepustakaan, yaitu kajian terhadap suatu teori dan literatur – literatur yang
menjadi landasan berpikir yang berkaitan dengan penulisan laporan ini
BAB IV HASIL SURVEY
A. TABEL FREKUENSI KENDARAAN
JL. VETERAN - JL. LINTAS BARAT SUMATERA
KENDARAAN PRIBADI KENDARAAN UMUM KENDARAAN BARANG KEND. TDK BERMOTOR
TOTAL TIME SERIES
MOBIL MOTOR ANGKOT BUS KECIL PICK UP TRUK SEDANG TRUK BESAR SEPEDA
WAKTU ( MENIT )
KEND. SMP KEND. SMP KEND. SMP KEND. SMP KEND. SMP KEND. SMP KEND. SMP KEND. SMP KEND. SMP KEND. SMP
1 0.25 1 1.2 1 1.2 1.2 0.8
16.00-16.15 42 42 195 48.75 2 2 0 0 1 1 1 1.2 1 1.2 1 0.8 243 96.95
16.15-16.30 54 54 175 43.75 4 4 1 1.2 6 6 0 0 0 0 4 3.2 244 112.15
16.30-16.45 51 51 186 46.5 3 3 0 0 0 0 1 1.2 2 2.4 5 4 248 108.1
16.45-17.00 72 72 214 53.5 5 5 1 1.2 0 0 6 7.2 1 1.2 7 5.6 306 145.7 1041 462.9
17.00-17.15 63 63 231 57.75 4 4 2 2.4 3 3 1 1.2 0 0 3 2.4 307 133.75 1105 499.7
17.15-17.30 55 55 243 60.75 6 6 0 0 4 4 0 0 2 2.4 4 3.2 314 131.35 1175 518.9
17.30-17.45 63 63 236 59 2 2 0 0 3 3 2 2.4 3 3.6 7 5.6 316 138.6 1243 549.4
17.45-18.00 69 69 249 62.25 2 2 1 1.2 2 2 3 3.6 0 0 3 2.4 329 142.45 1266 546.15
TOTAL 469 469 1729 432.25 28 28 5 6 19 19 14 16.8 9 10.8 34 27.2 2307 1009.05 5830 2577.05
JL. LINTAS BARAT SUMATERA - JL. VETERAN
KENDARAAN PRIBADI KENDARAAN UMUM KENDARAAN BARANG KEND. TDK BERMOTOR TIME SERIES
TOTAL
MOBIL MOTOR ANGKOT BUS KECIL PICK UP TRUK SEDANG TRUK BESAR SEPEDA
WAKTU ( MENIT )
KEND. SMP KEND. SMP KEND. SMP KEND. SMP KEND. SMP KEND. SMP KEND. SMP KEND. SMP KEND. SMP KEND. SMP
1 0.25 1 1.2 1 1.2 1.2 0.8
16.00-16.15 43 43 165 41.25 2 2 0 0 1 1 1 1.2 3 3.6 1 0.8 216 92.85
16.15-16.30 45 45 158 39.5 2 2 3 3.6 6 6 0 0 0 0 1 0.8 215 93.3
16.30-16.45 47 47 181 45.25 5 5 0 0 2 2 1 1.2 2 2.4 3 2.4 241 102.85
16.45-17.00 51 51 167 41.75 4 4 2 2.4 0 0 2 2.4 1 1.2 5 4 232 103.15 904 392.15
17.00-17.15 54 54 174 43.5 4 4 1 1.2 3 3 1 1.2 1 1.2 3 2.4 241 108.1 929 407.4
17.15-17.30 53 53 175 43.75 8 8 0 0 7 7 4 4.8 2 2.4 8 6.4 257 122.95 971 437.05
17.30-17.45 76 76 183 45.75 1 1 4 4.8 3 3 2 2.4 4 4.8 7 5.6 280 133.75 1010 467.95
17.45-18.00 56 56 179 44.75 4 4 0 0 2 2 3 3.6 0 0 4 3.2 248 113.55 1026 478.35
TOTAL 425 425 1382 345.5 30 30 10 12 24 24 14 16.8 13 15.6 32 25.6 1930 870.5 4840 2182.9
B. JAM SIBUK (ON PEAK)
JAM TERSIBUK JL. VETERAN – JL. LINTAS BARAT SUMATERA
560
520
JUMLAH KENDARAAN
480 549.4
440
JAM TERSIBUK
400
TIME SERIES SMP
16.00 - 17.00 462.9
17.00 - 17.15 499.7
17.15 - 17.30 518.9
17.30 - 17.45 549.4 TIME SERIES
17.45 - 18.00 546.15
JAM TERSIBUK JL. LINTAS BARAT SUMATERA – JL. VETERAN
600
500
400
JUMLAH KENDARAAN
300
200 478.35
JAM TERSIBUK 100
0
TIME SERIES SMP
16.00 - 17.00 392.15
17.00 - 17.15 407.4
17.15 - 17.30 437.05
17.30 - 17.45 467.95 TIME SERIES
17.45 - 18.00 478.35
C. PERSENTASE JUMLAH KENDARAAN BERDASARKAN JENIS
• JL. VETERAN – JL. LINTAS BARAT SUMATERA
JL. VETERAN - JL. LINTAS BARAT
SUMATERA
JENIS JUMLAH
KENDARAAN KENDARAAN
MOBIL 469
MOTOR 1729
ANGKOT 28
BUS KECIL 5
PICK UP 19
TRUK SEDANG 14
TRUK BESAR 9
SEPEDA 34
1% 0%1% 1% 0% 1%
20% MOBIL
MOTOR
ANGKOT
BUS KECIL
PICK UP
TRUK SEDANG
TRUK BESAR
SEPEDA
75%
• JL. LINTAS BARAT SUMATERA – JL. VETERAN
JL. LINTAS BARAT SUMATERA - JL.
VETERAN
JENIS JUMLAH
KENDARAAN KENDARAAN
MOBIL 425
MOTOR 1382
ANGKOT 30
BUS KECIL 10
PICK UP 24
TRUK SEDANG 14
TRUK BESAR 13
SEPEDA 32
D. PERBANDINGAN VOLUME KENDARAAN PER ARAH
• PERBANDINGAN VOLUME KENDARAAN (KEND.)
2400
2300
2200
2100 JL. VETERAN - JL. LINTAS
BARAT SUMATERA
2000 JL. LINTAS BARAT
SUMATERA - JL. VETERAN
1900
1800
1700
1
• PERBANDINGAN VOLUME KENDARAAN (SMP)
1050
1000
950
JL. VETERAN - JL. LINTAS
BARAT SUMATERA
900 JL. LINTAS BARAT
SUMATERA - JL. VETERAN
850
800
1
BAB V ANALISIS DATA
A. Sepeda Motor
DARI JL.
WAKT DARI JL. LINTAS
U VETERAN BARAT
SUMATERA
16.00-
16.15 42 43
16.15-
16.30 54 45
16.30-
16.45 51 47
16.45-
17.00 72 51
17.00-
17.15 63 54
17.15-
17.30 55 53
17.30-
17.45 63 76
17.45-
18.00 69 56
80
70
60
50
40
JL. VETERAN - JL. LINTAS
30 BARAT SUMATERA
JL. LINTAS BARAT
20 SUMATERA - JL. VETERAN
10
0
Grafik kendaraan sepeda motor yang melintas pada jalan veteran – Lintas barat sumatera
dan Lintas Barat sumatera- jalan Veteran terlihat jelas pada grafik frekuensi yang cukup besar
terutama pada pukul 17.00-18.00 , hal itu terjadi dikarenakan jalan veteran – Lintas barat
sumatera khususnya pada jam tersebut adalah seiring dengan kepulangan orang dari tempat
[Link] jalan tempat kerja ,sekitar 80 % penduduk bekerja sebagai
karyawan / buruh pada instansi lain,sedangkan hasil pemantauan jalan Lintas Barat sumatera-
Jalan Veteran terlihat normal dan lebih cenderung sedikit pergerakan sepeda motor pada jalur
tersebut.
B. Mobil
DARI 300
JL.
DA 250
LINT
RI
W AS
JL. 200
AK BAR
VET
TU AT
ERA 150
SUM JL. VETERAN - JL.
N LINTAS BARAT
ATE
SUMATERA
RA 100
JL. LINTAS BARAT
16 SUMATERA - JL.
.0 50 VETERAN
0-
16 0
.1
5 195 165
16
.1
5-
16
.3
0 175 158 Grafik mobil menunjukkan grafik yang cukup konsisten dan tidak
16
terpengaruh waktu peak. Penggunaan mobil pribadi bukan merupakan
.3
0- pilihan utama untuk pergi-pulang bekerja di daerah ini. Lonjakan frekuensi
16
.4 terbesar terjadi pada pukul 17.30-17.45. hal ini dikarenakan pada wilayah
5 186 181 ini terdapat banyak rumah makan dan restoran dan banyak yang datang
16
.4 untuk mencari makanan di daerah ini menggunakan mobil pribadi selain
5- dari sepeda motor dan moda lain.
17
.0
0 214 167
17
.0
0-
17
.1
5 231 174
17
.1
5-
17
.3
0 243 175
17
.3
0-
17
.4
5 236 183
17
.4
5-
18
.0
0 249 179
9 C. Angkot
8
7
DARI JL.
6
JL. VETERAN - JL. WAKT DARI JL. LINTAS
5
LINTAS BARAT U VETERAN BARAT
4 SUMATERA SUMATERA
3 JL. LINTAS BARAT
2 SUMATERA - JL. 16.00-
1
VETERAN 16.15 2 2
0 16.15-
16.30 4 2
16.30-
16.45 3 5
16.45-
17.00 5 4
17.00-
17.15 4 4
Grafiknya menunjukkan bahwa frekuensi cukup 17.15-
17.30 6 8
konstan pada kedua arah dan tidak terlau terpengaruh 17.30-
oleh waktu peak karena permintaan jasa angkutan 17.45 2 1
17.45-
umum selalu tinggi dengan load factor rata-rata sekitar 18.00 2 4
50%. Lonjakan terbesar terjadi pada pukul 17.05-
17.30 dari arah Lintas Barat sumatera- jalan Veteran,seiring dengan kepulangan para pekerja
dan karyawan dari instansi maupun perusahaan.
D. Bus Kecil
DARI JL.
WAKT DARI JL. LINTAS Grafik kendaraan bis kecil pada jalan veteran – Lintas
U VETERAN BARAT
barat sumatera dan Lintas Barat sumatera- jalan
SUMATERA
16.00- Veteran,merupakan bis dari instansi atau perusahaan yang
16.15 0 0
sedang menjemput karyawan/ buruh yang telah menunggu
16.15-
16.30 1 3 di pinggir jalan ,dimana sangat jelas grafik pada saat jam
16.30-
kerja , sedangkan pada jam 17.15-17.30 terlihat pada grafik
16.45 0 0
16.45- tidak adanya bis kecil yang melintas ,hal ini terjadi akibat
17.00 1 2
17.00-
pengguna jalan dalam melakukkan aktivitas cenderung
17.15 2 1 menggunakkan kendaraan pribadi.
17.15-
17.30 0 0
17.30-
17.45 0 4
17.45- E. Pick Up
18.00 1 0
DARI JL.
WAKT DARI JL. LINTAS
U VETERAN BARAT
SUMATERA
16.00-
16.15 1 1
16.15-
16.30 6 6
16.30-
16.45 0 2
16.45-
17.00 0 0
17.00-
17.15 3 3
17.15-
17.30 4 7
17.30-
17.45 3 3
17.45-
18.00 2 2
8
7
6
5
4
JL. VETERAN - JL. LINTAS
3 BARAT SUMATERA
2 JL. LINTAS BARAT
SUMATERA - JL.
1 VETERAN
0
Grafik pick up menunjukkan bahwa penggunaan moda pick up mulai ramai digunakan
pada waktu-waktu setelah orang pulang dari bekerja. Umumnya pick up digunakan sebagai
angkutan barang berbobot ringan untuk jarak perjalanan dekat dan menengah, seperti untuk
mengangkut barang keperluan toko, sayur-mayur,buah-buahan, atau barang-barang
kebutuhan rumah [Link] kenaikan pada jam 17.15-17.30 dimana orang pulang
mengangkut barang jualan maupun pangan pada sore hari.
7 F. Truk Sedang
6
DARI JL.
5 WAKT DARI JL. LINTAS
4 U VETERAN BARAT
JL. VETERAN - JL. SUMATERA
3 LINTAS BARAT
SUMATERA 16.00-
2 JL. LINTAS BARAT 16.15 1 1
1 SUMATERA - JL. 16.15-
VETERAN 16.30 0 0
0 16.30-
16.45 1 1
16.45-
17.00 6 2
17.00-
17.15 1 1
17.15-
17.30 0 4
Grafik truk sedang menunjukkan bahwa
17.30-
penggunaan moda ini ramai digunakan setelah orang 17.45 2 2
17.45-
masuk bekerja dan sebelum pulang dari [Link] terjadi
18.00 3 3
kenaikan di jalan veteran-lintas barat sumatera pada jam
16.45-17.00. Umumnya moda ini digunakan untuk mengangkut barang berbobot sedang
untuk perjalanan jarak menengah dan jauh, seperti untuk mengangkut sayur-mayur, buahan,
produk pabrik, pasir, serta material lain.
G. Truk Besar
DARI JL.
WAKT DARI JL. LINTAS Grafik kendaraan truk besar pada jalan veteran –
U VETERAN BARAT Lintas barat sumatera dan Lintas Barat sumatera- jalan
SUMATERA
16.00- Veteran Umumnya moda ini digunakan untuk mengangkut
16.15 1 3
barang berbobot berat untuk perjalanan jarak menengah dan
16.15-
16.30 0 0 jauh terjadi kenaikan pada jam 17.30-17.45 karena truk
16.30-
besar kebanyakan beroperasi pada malam hari supaya tidak
16.45 2 2
16.45- menimbulkan kemacetan kepada pengguna jalan raya.
17.00 1 1
17.00-
17.15 0 1
17.15-
17.30 2 2
17.30-
17.45 3 4
17.45- H. Sepeda
18.00 0 0
DARI JL.
WAKT DARI JL. LINTAS
U VETERAN BARAT
SUMATERA
16.00-
16.15 1 1
16.15-
16.30 4 1
16.30-
16.45 5 3
16.45-
17.00 7 5
17.00-
17.15 3 3
17.15-
17.30 4 8
17.30-
17.45 7 7
17.45-
18.00 3 4
9
8
7
6
5
JL. VETERAN - JL.
4 LINTAS BARAT
SUMATERA
3 JL. LINTAS BARAT
2 SUMATERA - JL.
VETERAN
1
0
Grafik kendaraan tidak bermotor yang melintas pada jalur Veteran – Lintas Barat Sumatera
dan Lintas Barat Sumatera lebih dominan yang melewati yaitu sepeda , dengan frekuensi
tidak berpola dan tidak terpengaruh oleh waktu peak, serta memiliki frekuensi yang sangat
kecil. Pengguna jalan menganggap bahwa kendaraan tidak bermotor lambat dan melelahkan.
Sehingga hanya digunakan pada perjalanan jarak pendek ataupun untuk berolahraga. Jarang
sekali moda ini digunakan sebagai moda untuk berangkat beraktivitas.
BAB VI PENUTUP
A. KESIMPULAN
Kendaraan yang memliliki frekuensi tertinggi yang melintasi ruas yang penulis survai
adalah sepeda motor dan yang kedua adalah mobil pribadi.
Volume kendaraan arah Jalan Veteran – Lintas Barat Sumatera lebih tinggi daripada
volume kendaraan arah Lintas Barat Sumatera – Jalan Veteran.
Pada kedua ruas jalan adanya melintas angkutan umum, bahkan angkutan umum
cukup diminat masyarakat pada angkutan umum yang membuat angkutan umum
beroperasi .
Pada kedua ruas jalan kendaraan tidak bermotor jarang sekali muncul, ini
dimungkinkan karena tidak adanya kebutuhan penduduk untuk menggunakan
angkutan paratransit tidak [Link] untuk mempesingkat waktu tempuh
untuk mencapai tujuan.
B. SARAN
• Karena banyaknya mobil pribadi dan sepeda motor yang melewati kedua ruas tidak
menutup kemungkinan terjadinya kemacetan, oleh karena itu penulis menyarankan
untuk dibuat peraturan atau kebijakan untuk mobil pribadi seperti kapasitas
penumpang hanya 3 untuk beralihnya ke angkutan umum.
• Pemerintah harus segera memperbaiki dan meningkatkan pelayanan khsususnya pada
angkutan umum agar dapat mengajak masyarakat lebih memilih moda transportasi
angkutan dari pada kendaraan pribadi agar volume kendaraan dijalan tidak semakin
padat akibat banyaknya kendaraan pribadi dan menimbulkan permasalahan lainnya.