0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
347 tayangan9 halaman

Perbedaan IAI, IAPI, dan Gelar Akuntan

Dokumen tersebut membahas tentang audit dan asurans. Secara garis besar membahas perbedaan audit, asurans, dan jasa non asurans, maksud bahwa informasi yang diperoleh dalam audit harus sesuai kriteria, perbedaan antara beberapa jenis audit, pengertian akuntan publik dan KAP, jenis jasa akuntan publik, persyaratan menjadi akuntan publik, dan elemen standar pengendalian mutu.

Diunggah oleh

Ryo Ryo
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
347 tayangan9 halaman

Perbedaan IAI, IAPI, dan Gelar Akuntan

Dokumen tersebut membahas tentang audit dan asurans. Secara garis besar membahas perbedaan audit, asurans, dan jasa non asurans, maksud bahwa informasi yang diperoleh dalam audit harus sesuai kriteria, perbedaan antara beberapa jenis audit, pengertian akuntan publik dan KAP, jenis jasa akuntan publik, persyaratan menjadi akuntan publik, dan elemen standar pengendalian mutu.

Diunggah oleh

Ryo Ryo
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

TUGAS 1 (AUDIT DAN ASURANS)

Nama : Fransiscus De Romario

1. Perbedaan dan hubungan Jasa Audit, Jasa Asurans, dan Jasa Non Asurans!
Jawab:
Jasa Audit atau pemeriksaan berarti evaluasi terhadap suatu organisasi, sistem, proses,
atau produk. Audit dilaksanakan oleh pihak yang kompeten, objektif, dan tidak memihak,
yang disebut auditor. Tujuannya adalah untuk melakukan verifikasi bahwa subjek dari
audit telah diselesaikan atau berjalan sesuai dengan standar, regulasi, dan praktik yang
telah disetujui dan diterima. Jasa assurance adalah pelayanan atau jasa professional
independen yang dapat meningkatkan kualitas informasi bagi para pembuat keputusan.
Jasa ini dapat disediakan oleh kantor akuntan publik atau para professional dari berbagai
bidang lainnya. Jasa Non Assurance adalah jasa yang dihasilkan oleh akuntan publik
yang di dalamnya tidak memberikan suatu pendapat, keyakinan negatif, ringkasan
temuan, atau bentuk lain keyakinan. Jenis jasa non assurance yang dihasilkan olah
akuntan publik adalah jasa kompilasi, jasa perpajakan, jasa konsultasi.

2. Jelaskan maksud bahwa informasi atau data yang diperoleh dalam audit harus sesuai
dengan kriteria, buatlah contohnya dengan mejelaskan informasi yang diperoleh berupa
apa dan kriterianya apa!
Jawab:
Informasi atau data yang diperoleh dalam audit harus sesuai dengan kriteria contohnya
seperti data laporan keuangan, apakah sudah disusun sesuai dengan standarnya aik itu
SAK, SAK ETAP, maupun IFRS. Kemudian pastikan bahwa laporan keuangan sudah
dikerjakan sesuai dengan standar akuntansi yang memuat mulai dari laporan keuagan.

3. Jelaskan perbedaan dan persamaan antara Audit atas Informasi Keuangan Historis, Audit
Kepatuhan terhadap Peraturan Perundang-undangan dan Audit Operasional (Audit
Kinerja)!
Jawab:
Audit Atas Informasi Keuangan Historis adalah audit yang bertujuan untuk menentukan
kesesuaian informasi terukur yang akan diverifikasi dengan kriteria tertentu sepeti GAAP
atau Standar Akuntansi yang berlaku umum (PSAK).
Audit Operasional adalah penelaahan bagian dari prosedur atau metode operasi suatu
organisasi untuk menilai efisiensi dan efektifitasnya .Hasilnya berupa rekomendasi
perbaikan operasi.
Audit Kepatuhan adalah audit atas ketaatan audit terhadap prosedur atau aturan tertentu
yang telah ditetapkan baik aturan yang ditetapkan perusahaan maupun aturan yang
ditetapkan oleh atau dengan pihak luar seperti pemerintah , bank , kreditor atau pihak
lainnya. Audit atas laporan keuangan pada hakekatnya adalah audit ketaatan terhadap
prinsip-prinsip akuntansu yang berlaku umum.
Perbedaan

a. Audit kepatuhan standar yang digunakan adalah


t e r g a n t u n g p e r u s a h a a n m e n e t a p k a n  peraturan, kebijakan atau
berdasarkan undang-undang. Audit operasional standar yang digunakan adalah
tergantung perusahaan menetapkan manajemen atau tujuan organisasi y a n g
t e l a h d i t e t a p k a n p e r u s a h a a n . S e d a n g k a n A u d i t Atas atas Informasi
Keuangan Historis s t a n d a r y a n g digunakan adalah standar akuntansi keuangan.
b. Audit operasional adalah mengevaluasi secara objektif apakah
efisiensi dan efektivitas operasi sudah memenuhi kriteria yang
d i t e t a p k a n . A u d i t k e p a t u h a n a d a l a h a u d i t y a n g  bertujuan untuk
memutuskan apakah entitas yang akan diaudit sudah sesuai atau tidak dengan
peraturan yang sudah ditetapkan perusahaan atau berdasarkan undang-
undang. A u d i t Atas Informasi Keuangan Historis adalah audit yang
bertujuan untuk menilai laporan keuangan sudah sesuai standar
akuntansi atau tidak dan menentukan apakah laporan keuangan telah
dinyatakan secara wajar sesuai dengan standar akuntansi.

Persamaan
audit operasional, audit ketaatan dan audit laporan keuangan yaitu
u n t u k    pemberian opini atas hasil laporan keuangan dan mereview internal control
perusahaan yangterkait dengan keuangan perusahaan.

4. a. Apa yang dimaksud Akuntan Publik dan Kantor Akuntan Publik (KAP) menurut UU
No.5 tahun 2011 tentang Akuntan Publik?
Jawab:
Akuntan Publik adalah seseorang yang telah memperoleh izin untuk memberikan jasa
sebagaimana diatur dalam Undang-Undang ini.
Kantor Akuntan Publik, yang selanjutnya disingkat KAP, adalah badan usaha yang
didirikan berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan dan mendapatkan izin
usaha berdasarkan Undang-Undang ini.

b. Sebutkan jenis jasa Akuntan Publik!


Jawab:
Akuntan Publik memberikan jasa asurans, yang meliputi:
 jasa audit atas informasi keuangan historis;
 jasa reviu atas informasi keuangan historis; dan
 jasa asurans lainnya.
Selain jasa asurans sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Akuntan Publik dapat
memberikan jasa lainnya yang berkaitan dengan akuntansi, keuangan, dan manajemen
sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

c. Sebutkan bentuk badan usaha Kantor Akuntan Publik (KAP) menurut Undang-undang
tentang Akuntan Publik!
Jawab:
KAP dapat berbentuk usaha:
 perseorangan;
 persekutuan perdata;
 firma; atau
 bentuk usaha lain yang sesuai dengan karakteristik profesi Akuntan Publik, yang
diatur dalam Undang-Undang.

d. Sebutkan persyaratan untuk mendapatkan izin menjadi Akuntan Publik!


Jawab:
Untuk mendapatkan izin menjadi Akuntan Publik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5
ayat (1) seseorang harus memenuhi syarat sebagai berikut:
 memiliki sertifikat tanda lulus ujian profesi akuntan publik yang sah;
 berpengalaman praktik memberikan jasa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3;
 berdomisili di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia;
 memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak;
 tidak pernah dikenai sanksi administratif berupa pencabutan izin Akuntan Publik;
 tidak pernah dipidana yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap karena
melakukan tindak pidana kejahatan yang diancam dengan pidana penjara 5 (lima)
tahun atau lebih;
 menjadi anggota Asosiasi Profesi Akuntan Publik yang ditetapkan oleh Menteri;
dan
 tidak berada dalam pengampuan.

e. Jelaskan perbedaan sebutan atau gelar sebagai Akuntan (Ak), CPA, maupun CA!
Jawab:
Akuntan adalah sebutan dan gelar profesional yang diberikan kepada seorang sarjana
yang telah menempuh pendidikan di fakultas ekonomi jurusan akuntansi pada suatu
universitas atau perguruan tinggi dan telah lulus Pendidikan Profesi Akuntansi (PPAk).
Ketentuan mengenai praktik Akuntan di Indonesia diatur dengan Undang-Undang Nomor
34 Tahun 1954 tentang Pemakaian Gelar Akuntan (Accountant) yang mensyaratkan
bahwa gelar akuntan hanya dapat dipakai oleh mereka yang telah menyelesaikan
pendidikannya dari perguruan tinggi dan telah terdaftar pada Departemen Keuangan
Republik Indonesia.
CA adalah bahwa penunjukan yang pertama diberikan kepada akuntan yang memenuhi
syarat di berbagai negara seperti Australia, Kanada, India, Afrika Selatan, Inggris,
Selandia Baru dan sebagainya.
sedangkan CPA, adalah penunjukan yang diberikan kepada akuntan yang berkualifikasi
di Amerika Serikat.

f. Sebutkan mata ujian yang diujikan untuk medapatkan sebutan CPA atau ACPA!
Jawab:
 UJIAN TINGKAT DASAR
Mata ujian tingkat dasar:  
 Pengantar Auditing & Asurans
 Akuntansi & Pelaporan Keuangan
 Pengantar Ekonomi Makro & Mikro
 Pengantar Manajemen, Perpajakan & Hukum Bisnis
 Akuntansi Biaya, Manajemen Keuangan & Sistem Informasi

 UJIAN TINGKAT PROFESIONAL


Mata ujian tingkat profesional:  
 Audit, Asurans & Etika Profesi
 Akuntansi & Pelaporan Keuangan Lanjutan
 Akuntansi Manajemen, Manajemen Keuangan & Sistem Informasi
 Strategi Bisnis & Perpajakan Lanjutan
 Manajemen Risiko, Tata Kelola & Pengendalian Intenal

 UJIAN TINGKAT LANJUTAN


Mata ujian tingkat lanjutan:  
Auditing & Assurance Lanjutan

g. Jelaskan perbedaan IAPI, IAI, dan IAMI!


Jawab:
IAI (Ikatan Akuntan Indonesia) adalah organisasi profesi yang menaungi seluruh
Akuntan Indonesia. Organisasi ini memiliki sejarah yang panjang, berdiri pada 23
Desember 1957. Dari IAI lah lahir PSAK, kode etik profesi, dan hal-hal yang terkait
dengan profesi akuntan di Indonesia.
IAPI adalah Institut Akuntan Publik Indonesia yang merupakan Asosisasi Profesi
Akuntan Publik Indonesia. Organisasi ini dulu bagian dari IAI sih, namun karena
semakin maju dan berkembangnya dunia profesi akuntan di Indonesia, maka IAPI pun
terbentuk sebagai pecahan dari IAI karena dulu hanya salah satu kompartemennya, yaitu
kompartemen akuntan public. IAPI berdiri pada 24 Mei 2007, kemudian pada PMK
17/PMK.01/2008 disebutkan bahwa IAPI berwenang untuk menyelenggarakan ujian
profesi akuntan publik, penyusunan dan penetapan Standar professional dan etika
akuntan publik, serta menyelenggarakan program Pendidikan berkelanjutan, sekaligus
peninjauan mutu akuntan publik.
IAMI adalah Institut Akuntan Manajemen Indonesia yang merupakan Organisasi Profesi
Akuntan Manajemen Indonesia. IAMI dulu merupakan bagian dari IAI, seperti halnya
IAPI, IAMI berpisah dari IAI setelah sebelumnya menjadi bagian dari IAI sebagai
Kompartemen akuntan manajemen. IAMI didirikan pada 1 April 2008.

5. a. Sebutkan 6 (enam) Elemen Standar Pengendalian Mutu (SPM)!


Jawab:
Sistem pengendalian mutu terdiri dari 6 (enam) elemen yaitu:
(1) Tanggung jawab kepemimpinan KAP atas mutu,
(2) Ketentuan etika profesi yang berlaku,
(3) Penerimaan dan keberlanjutan hubungan dengan klien dan perikatan tertentu,
(4) Sumber daya manusia,
(5) Pelaksanaan perikatan, dan
(6) Pemantauan.

b. Mengapa Kantor Akuntan Publik perlu memiliki Standar Pengendalian Mutu?


Jelaskan!
Jawab:
Untuk menjaga mutu pekerjaan kantor akuntan publik (KAP), organisasi profesi
mewajibkan setiap KAP untuk memiliki suatu sistem pengendalian mutu. Sebagai
pedoman, organisasi profesi menetapkan sembilan elemen pengendalian mutu yang harus
dipertimbangkan oleh KAP dalam menetapkan kebijakan dan prosedur untuk
mendapatkan keyakinan memadai tentang kesesuaian dengan standar profesional dalam
menjalankan pengauditan dan jasa akuntansi serta review.
c. Standar Pengendalian Mutu merupakan kebijakan dan prosedur yang dibuat Kantor
Akuntan Publik untuk meningkatkan Kualitas (Mutu) Kantor Akuntan Publik. Jelaskan
perbedaan kebijakan dan prosedur tersebut dengan contoh!
Jawab:

Unsur Ikhtisar Persyaratan Contoh Prosedur


Tanggung jawab Perusahaan harus Program pelatihan
kepemimpinan atas mutu mempromosikan budaya perusahaan menekankan
internal dan harus pentingnya kerja berkualitas.
menetapkan kebijakan serta
prosedur yang mendukung
budaya tersebut
Ketentuan etika profesi yang Seluruh personel yang Setahun sekali setiap partner
berlaku bertugas harus dan pegawai harus
mempertahankan menjawab kuesioner
independensi, integritas dan independensi
objektivitasnya
Penerimaan dan Kebijakan dan prosedur harus Sebuah formulir penilaian
keberlanjutan hubungan ditetapkan untuk memutuskan klien harus disiapkan untuk
dengan klien apakah akan menerima atau setiap klien baru sebelum
melanjutkan hubungan penerimaan
dengan klien.
SDM Kebijakan dan prosedur harus Setiap profesional harus
ditetapkan untuk memberi dievaluasiatas setiap
KAP kepastian yang wajar penugasan dengan memakai
bahwa semua personel baru laporan penilaian penugasan
memiliki kompetensi, individu dari KAP yang
pekerjaan diserahkan kepada bersangkutan
personel yang kompeten,
pendidikan dan
pengembangan profesi bagi
semua personel, promosi
berdasarkan kualifikasi dan
kinerja.
Pelaksanaan perikatan Kebijakan dan prosedur harus Direktur akuntansi dan
memastikan bahwa pekerjaan auditing KAP siap
yang dilaksanakan oleh memberikan konsultasi serta
personel penugasan harus menyetujui semua
memenuhi standar profesi penugasan sebelum
yang berlaku, persyaratan penugasan itu diakhiri
peraturan, dan standar mutu
KAP itu sendiri
Pemantauan Harus ada kebijakan dan Partner bagian pengendalian
prosedur untuk memastikan mutu harus menguji prosedur
bahwa unsur pengendalian pengendalia nmutu
mutu lainnya diterapkan setidaknya setahun sekali
secaraefektif untuk memastikan kepatuhan
KAP

6. a. Sebutkan kewajiban Akuntan Publik dalam memberikan jasanya!


Jawab:
Akuntan Publik dalam memberikan jasanya wajib:
 melalui KAP;
 mematuhi dan melaksanakan SPAP dan kode etik profesi, serta peraturan
perundang-undangan yang berkaitan dengan jasa yang diberikan; dan
 membuat kertas kerja dan bertanggung jawab atas kertas kerja tersebut.

b. Kantor Akuntan Publik dapat melakukan kerjasama dengan Kantor Akuntan Publik
lain untuk membentuk suatu jaringan yang disebut OAI (Organisasi Audit Indonesia).
Sebutkan manfaat pendirian OAI!
Jawab:
 KAP yang merupakan anggota OAI dapat memberikan jasa secara bersama-sama
dengan menggunakan sumber daya KAP lain yang merupakan anggota OAI yang
sama dimana KAP tersebut tergabung.
 Pemberian jasa secara bersama-sama sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
dilakukan dengan ketentuan sebagai berikut:
 Perikatan dalam pemberian jasa dibuat oleh salah satu KP dengan klien.
 Kertas kerja disimpan oleh KP yang melakukan perikatan.
 Hal-hal lain ditentukan berdasarkan kesepakatan bersama.

c. Apa sanksi bagi akuntan publik yang tidak membuat kertas kerja terkait jasa yang
diberikan?
Jawab:
Akuntan Publik yang:
 melakukan manipulasi, membantu melakukan manipulasi,dan/atau
memalsukandata yang berkaitan dengan jasa yang diberikan sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 30ayat (1) huruf j;atau
 dengan sengaja melakukan manipulasi,memalsukan, dan/atau menghilangkan data
atau catatan pada kertas kerja atau tidak membuat kertas kerja yang berkaitan
dengan jasa yang diberikan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (1)
sehingga tidak dapat digunakan sebagaimana mestinya dalam rangka pemeriksaan
oleh pihak yang berwenang dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima)
tahun dan pidana denda paling banyak Rp300.000.000,00 (tiga ratus juta rupiah).

d. Apa sanksi bagi setiap orang yang bukan Akuntan Publik tetapi menjalankan Profesi
Akuntan Publik dan seolah-olah sebagai Akuntan Publik?
Jawab:
Setiap orang yang bukan Akuntan Publik, tetapi menjalankan profesi Akuntan Publik dan
bertindak seolah-olah sebagai Akuntan Publiksebagaimana diatur dalam Undang-Undang
ini, dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan pidana denda paling
banyak Rp500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah).

Anda mungkin juga menyukai