0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
372 tayangan5 halaman

Diagnosis Keperawatan Bayi Baru Lahir

Pasien bayi baru lahir dengan keluhan utama nafas cepat dan kesulitan bernafas. Berdasarkan pengkajian, didiagnosis dengan ketidakefektifan pola napas akibat kelelahan otot pernapasan. Dilakukan manajemen jalan napas dan pemantauan pernapasan secara intensif untuk memulihkan fungsi pernapasan.

Diunggah oleh

sarciani
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
372 tayangan5 halaman

Diagnosis Keperawatan Bayi Baru Lahir

Pasien bayi baru lahir dengan keluhan utama nafas cepat dan kesulitan bernafas. Berdasarkan pengkajian, didiagnosis dengan ketidakefektifan pola napas akibat kelelahan otot pernapasan. Dilakukan manajemen jalan napas dan pemantauan pernapasan secara intensif untuk memulihkan fungsi pernapasan.

Diunggah oleh

sarciani
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

FORMAT RESUME KEPERAWATAN

DEPARTEMEN ANAK

A. IdentitasPasien
Nama Pasien : By Rh TglMasuk : 10/11/20
JenisKelamin : L TglPengkajian : 10/11/20
No. Register : 33343xxxx DiagnosaMedis :
TTL : Mlg, 10/10/20 Alamat : Blimbing
Usia : 0 hari PenanggungJwb : Ny. N

B. RiwayatKesehatan
1. KeluhanUtama takipnea, pernafasan cuping hidung, grunting, retraksi
dinding dada, dan sianosis
2. Riw. PenyakitSekarang Lahir di usia kehamilan 28 minggu,BB: 1,5kg, APGAR 3

3. Riw. PenyakitDahulu Persalinan SC

4. Riw. PenyakitKeluarga Ibu menderita DM

C. PengkajianKeperawatandenganTeknikBody System
1. B1 (Breathing) takipnea, RR: 75x/mnt pernafasan cuping hidung,
grunting, retraksi dinding dada, dan sianosis
2. B2 (Blood) TD: 65/45 mmHg, denyut jantung 100x/mnt
3. B3 (Brain) hanya bereaksi ketika di rangsang, menangis lemah
4. B4 (Bladder) Pasien memakai diapers
5. B5 (Bowel) Tidak terdapat asites, menggunakan NGT, susu 0.25cc/2 jam, BB
saat ini 1,35kg
6. B6 (Bone) Kulit berwarna putih pucat, ketika menangis berubah kebiruan, pasien
bergerak lemah

D. PemeriksaanPenunjang
JenisPe Foto thoraks
meriksa
an

HasilPe a. Terdapatsedikitbercakretikulogranulardansedikitbronchogramudara.
meriksa b. Bercakretikulogranularhomogenpadakedualapanganparudangambaranairbronchogram
an udaraterlihatlebihjelasdanmeluassampaikeperifermenutupibayanganjantungdenganpen
urunanaerasiparu.
c. Alveoli yang kolapsbergabungsehinggakedualapanganparuterlihatlebih opaque
danbayanganjantunghampirtakterlihat, bronchogramudaralebihluas.
d. Seluruh thorax sangat opaque (white lung) sehinggajantungtakdapatdilihat.

E. Terapi
TerapiCairan
Medikasi

Lain-lain
RESUME KEPERAWATAN

S O A P I
Orangtua mengatakan nafas takipnea, pernafasan cuping Ketidakefektifan pola napas b.d Setelah dilakukan tindakan a) Manajemen jalan napas
anak cepat, pucat, terdapat hidung, grunting, retraksi keletihan otot pernapasan keperawatan selama 1 x 24 jam 1. Memposisikan pasien
retraksi dinding dada. dinding dada, dan sianosis, RR: diharapkan pola napas kembali untuk memaksimalkan
75x/mnt, TD: 65/45 mmHg, normal dengan kriteria hasil: ventilasi
denyut jantung 100x/mnt, Tidak faktor 1 2 3 4 5 2. Mengauskultasi suara
terdapat asites, menggunakan Frekuensi napas, catat area yang
NGT, susu 0.25cc/2 jam, BB pernafasan vntilasinya menurun
saat ini 1,35kg, Kulit berwarna Irama atau tidak adanya suara
putih pucat, ketika menangis pernafasan nafas buatan
berubah kebiruan, pasien Suara 3. Mengelola pemberian
bergerak lemah auskultasi bronkodilator
nafas sebagaimana mestinya.
Kepatenan 4. Meregulasi asupan
jalan nafas cairan untuk
Penggunaan mengoptimalkan
otot bantu keseimbangan cairan.
napas. 5. Memonitor status
pernafasan dan
Intervensi
oksigenasi,
a. Manajemen jalan napas
sebagaimana mestinya.
1. Posisikan pasien untuk
b) Monitor pernapasan
memaksimalkan ventilasi
1. Memonitor kecepatan,
2. Auskultasi suara napas,
irama, kedalaman dan
catat area yang vntilasinya
kesulitan bernafas
menurun atau tidak
adanya suara nafas buatan 2. Mencatat pergerakan
3. Kelola pemberian dada, catat
bronkodilator sebagaimana ketidaksimetrisan,
mestinya. penggunaan otot vantu
4. Regulasi asupan cairan nafas
untuk mengoptimalkan 3. Memonitor suara nafas
keseimbangan cairan. tambahan
5. Monitor status pernafasan 4. Memonitor pola nafas
dan oksigenasi, (takipnea, bradipnea,
sebagaimana mestinya. hiperventilasi)
b. Monitor pernapasan 5. Memonitor status
1. Monitor kecepatan, irama, oksigen
kedalaman dan kesulitan 6. Memlpasi kesimetrisan
bernafas paru
2. Catat pergerakan dada, 7. Mencatat lokasi trakea
catat ketidaksimetrisan, 8. Memonitor kelelahan
penggunaan otot vantu otot
nafas 9. Memonitor hasil foto
3. Monitor suara nafas thoraks
tambahan
4. Monitor pola nafas
(takipnea, bradipnea,
hiperventilasi)
5. Monitor status oksigen
6. Palpasi kesimetrisan paru
7. Catat lokasi trakea
8. Monitor kelelahan otot
9. Monitor hasil foto thoraks

Anda mungkin juga menyukai