Pengertian Perilaku Konsumen Menurut Para Ahli
Pengetahuan yang mendalam tentang perilaku konsumen sangat diperlukan oleh bagian
pemasaran. Hal ini bermanfaat untuk menyusun strategi pemasaran dalam melayani konsumen
berdasarkan kebiasaannya. Nah, pada pembahasan kali ini, kita akan mengulik topik pengertian
perilaku konsumen menurut para ahli ekonomi.
Bila Anda pertama kali berkunjung ke blog ini, maka itu bukan sebuah kebetulan melainkan
hasil pencarian Anda. Oke teman-teman, sebelumnya kita sudah membahas tentang teori
permintaan dan penawaran, silahkan disimak juga ya.
Pengertian perilaku konsumen adalah proses yang dilalui oleh seorang atau organisasi dalam
mencari, membeli, memakai, mengevaluasi dan membuang produk ataupun jasa setelah
digunakan untuk memenuhi kebutuhannya.
Ada pula yang mendefinisikan perilaku konsumen sebagai proses dan aktifitas pada saat
seseorang atau organisasi berhubungan dengan pencarian, pemilihan, pembelian, pemakaian dan
pengevalusian produk atau jasa demi memenuhi keinginan dan kebutuhannya.
Diatas kita sudah menjelaskan secara singkat, sekarang mari kita lihat pendapat ahli tentang
perilaku konsumen, simak penjelasan selengkapnya.
Definisi atau pengertian perilaku konsumen menurut para ahli
Sudah bukan rahasia lagi jika perilaku konsumen sangat mempengaruhi dikenal atau
tidaknya suatu produk (barang atau jasa). Sebelum terjun langsung, mari kita simak pendapat
ahli dibawah ini:
Schiffman dan Kanuk
Perilaku konsumen adalah suatu proses yang dilalui oleh sesorang dalam mencari, membeli,
menggunakan, mengevaluasi dan juga akan bertindak pasca konsumsi produk dan jasa, maupun
ide yang akan diharapkan dapat memenuhi suatu kebutuhannya.
Engel, Blackwell dan Miniard
Perilaku konsumen merupaka suatu tindakan-tindakan produk jasa, termasuk proses
keputusan yang dimana akan mendahului dan juga mengikuti tindakan tersebut yang akan
terlibat secara langsung dalam suatu memperoleh, mengkonsumsi dan juga akan membuang
suatu produk atau jasa, termasuk proses keputusan yang akan mendahului dan mengikuti
tindakan tersebut.
Mowen
Perilaku konsumen merupakan suatu aktivitas seseorang saat mendapatkan, mengkonsumsi
atau juga membuang barang maupun jasa.
The American Marketing Association
Perilaku konsumen sebagai interaksi yang dinamis dari pengaruh dan kesadaran, perilaku
dan juga lingkungan dimana manusia melakukan pertukaran aspek hidupnya.
Perilaku konsumen terdiri atas beberapa tahap yakni:
- Tahap Perolehan : mencari atau juga membeli
- Tahap Konsumsi: menggunakan atau juga mengevaluasi
Loudon dan Della Bitta (1993)
Konsumen merupakan suatu proses pengambilan keputusan dan juga kegiatan fisik individu-
individu yang semuanya ini akan melibatkan individu dalam menilai, mendapatkan,
menggunakan, atau juga akan mengabaikan barang-barang dan jasa-jasa.
Ebert dan Griffin (1995)
Consumer Behavior akan dijelaskan sebagai upaya konsumen untuk dapat membuat
keputusan tentang suatup roduk yang akan dibeli dan juga dikonsumsi.
James F et al ( 1994 )
Perilaku konsumen merupakan suatu tindakan yang akan langsung terlibat dalam
mendapatkan, mengkonsumsi, dan juga akan menghabiskan produk dan jasa, yang termasuk
proses keputusan yang mendahului dan juga akan menyusuli tindakan ini.
John C. Mowen & Michael Minor
Perilaku konsumen sebagai studi tentang unit pembelian “buying unit” & proses pertukaran yang
melibatkan perolehan, konsumsi berbagai produk, jasa dan pengalaman serta ide-ide.
Ciri Ciri Perilaku Konsumen
Terdapat 2 ciri perilaku konsumen yang berlaku umum yaitu rasional dan irasional.
Bersifat Rasional seperti:
- Konsumen memilih barang yang berdasarkan dengan kebutuhannya.
- Barang yang dipilih oleh konsumen memberikan manfaat atau kegunaan yang optimal bagi
konsumen.
- Konsumen memilih barang yang kualitasnya terjamin.
- Konsumen memilih barang yang harganya sesuai kemampuan atau daya belinya.
Bersifat Irrasional seperti:
- Konsumen cepat tertarik dengan iklan ataupun promosi di media cetak maupun media
elektronik.
- Konsumen memiliki barang-barang bermerek yang sudah terkenal atau dikenal luas.
- Konsumen memilih barang bukan berdasarkan kebutuhannya, melainkan karena gengsi atau
prestise.
Pendekatan Perilaku Konsumen
Salam ekonomi mikro, terdapat 2 pendekatan terhadap perilaku konsumen, apa saja? mari
kita mulai pembahasan berikut.
Perilaku kardinal yaitu merupakan kepuasan individu atau seorang konsumen diukur dengan
satuan kepuasan. Setiap menambahan satu unit barang yang dikonsumsi akan menambah
kepuasan yang diperoleh konsumen tersebut dalam jumlah tertentu. Semakin banyak atau
semakin besar jumlah barang yang dapat dikonsumsi maka semakin tinggi pula tingkat
kepuasannya.
Konsumen ini akan berusaha untuk memaksimalkan kepuasannya pada tingkat pendapatan
yang dia dimiliki. Besarnya nilai kepuasan akan sangat bergantung pada konsumen yang
bersangkutan.
Konsumen ini dapat mencapai mencapai kepuasan yang maksimum jika dalam
membelanjakan pendapatannya mencapai kepuasan yang sama pada berbagai barang.
Perilaku ordinal adalah dalam pendekatan ini daya guna suatu produk atau jasa tidak perlu
diukur, cukup untuk diketahui saja dan konsumen mampu membuat urutan tinggi – rendahnya
daya guna yang diperoleh dari mengkonsumsi sekelompok produk atau jasa.
Faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen
Tahukah Anda bahwa ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi sikap atau perilaku
konsumen, cek dibawah untuk menemukan jawabannya:
- Motivasi
Motivasi merupakan suatu dorongan atau juga keinginan yang akan tumbuh di dalam diri
manusia untuk dapat mencapai tujuan yang tertentu.
- Persepsi
Persepsi merupakan sebuah hasil penjelasan seseorang terhadap stimulus atau juga kejadian
yang akan diterimanya berdasarkan informasi dan juga pengalaman-Nya terhadap rangsangan
tersebut.
- Pembentukan Sikap
Pembentukan sikap merupakan sebuah nilai yang ada di dalam diri seseorang yang dimana
akan mencerminkan sikap suka atau juga tidak suka terhadap seseorang akan suatu hal.
- Model Perilaku Konsumen
Model merupakan penyederhanaan dari suatu kenyataan. Variabel-variabel yang
mempengaruhi perilaku konsumen yang sangan komplek, untuk itu dibutuhkan penyederhanaan.
Penyederhanaan dilakukan dengan hanya memasukkan variabel-variabel dalam kenyataan yang
menarik atau dapat ditangkap oleh pembuat model.
Beberapa model-model perilaku konsumen antara lain:
Model Howard-Sheth
Model Engel, Kollat dan Blackwell
Model Nicosia
Model Andarieasen
Model Clawson
Model Hirarki Kebutuhan dari Maslow
Model Markov
- Teori Perilaku Konsumen
Dalam mempelajari perilaku konsumen, tidak bisa ambil satu teori saja melainkan secara
menyeluruh. Dibawah ini kami telah merangkum sejumlah teori untuk mengulik lebih dalam
perilaku konsumen.
- Teori Ekonomi Mikro
Menurut teori ini keputusan membeli merupakan hasil perhitungan ekonomisalnya rasional
yang sadar. Pembeli akan berusaha malkukan pembelian barang-barang yang akan memberikan
kegunaan atau memberikan kepuasan yang paling banyak sesuai dengan keinginannya dan
harga-harga relatif.
- Teori Psikologi
Teori psikologi mendasarkan diri pada faktor-faktor psikologis individu yang selalu dipengaruhi
oleh kekuatan-kekuatan lingkungan. Perilaku manusia sangat komplek karena proses mental
tidak dapat diamati secara langsung.
- Teori Psikoanalitis
Dasar teori ini adalah teori psikoanalisa dari Sigmen Freud. Perilaku manusia merupakan
kerjasama dari ketiga aspek dlm struktur kepribadian manusia yi; (1) id (das es), (2) ego (das
ich), (3) super ego (das veber ich). Id adalah aspek biologis merupakan wadah dari dorongan-2
yang ada dlm diri manusia. Id hanya mengenal dunia obyektif (dunia batin). Misalnya, rasa lapar
dalam id dapat dipuaskan baik dengan mengkhayalkan makan maupun makan sungguhan.
Ego adalah aspek psikologis dari kepribadian dan timbul krn kebutuhan organisme untuk
berhubungan dgn dunia kenyataan. Ego mjd tempat pusat perencanaan unt menemukan jalan
keluar bagi dorongan-2 yang terdapat dlm “id”nya.
Ego dpt membedakan sesuatu yang hanya ada di dlm batin dan susuatu yang ada di duni luar.
Super ego merupakan aspek sosiologis dari kepribadian. Aspek ini dpt dianggap sbg aspek moral
dari kepribadian yang menyalurkan dorongan naluriah ke dlm tindakan yang tdk bertentangan
dgn norma sosial dan adat kebiasaan.
- Teori Sosiologis
Teori ini disebut juga psikologi sosial. Teori ini menitik beratkan pada hubungan dan
pengaruh antara individu yang dikaitkan dengan perilaku mereka, jadi lebih mengutamakan
perilaku kelompok. Teori ini memandang manusia sebagai social animal yang menyesuaikan diri
dengan bentuk kultur lingkungan hidupnya.
Keinginan dan perilaku seseorang sebagian besar ditentukan oleh lingkungan sosial dimana
seseorang menjadi anggotanya. Teori sosiologis mengarahkan analisa perilaku pada kegiatan-2
klp, seperti keluarga, teman sekerja, dan sebagainya.
- Teori Atropologis
Teori ini menekankan bahwa sikap dan perilaku manusia dipengaruhi berbagai kelompok
masyarakan yg besar spt; kultur, subkultur, dan kelas-2 sosial. Faktor-faktor tersebut memainkan
pernan yang amat penting dalam pembentukan sikap dan menentukan nilai-nilai yang akan
dianut dimana nilai-nilai tersebut mempengaruhi perilakunya.
Manfaat Prilaku Konsumen
Pemahaman terhadap perilaku konsumen sangatlah bermanfaat untuk dapat kepentingan
penyusunan strategi dan juga bauran pemasaran.
Melalui pemahaman terhadap psikografis konsumen dan juga perilaku suatu penggunaan,
pemasar dapat juga melakukan suatu segmentasi berdasarkan variabel tersebut.
Berdasarkan sikap konsumen, pemasar dapat menyusun strategi promosi, khususnya iklan
yang tepat.
Penjelasan Lengkap Tentang Perilaku Konsumen
Perilaku Konsumen atau Perilaku Pembeli adalah hal yang mengacu pada perilaku yang
ditampilkan oleh individu ketika mereka membeli, mengkonsumsi atau memakai produk atau
layanan tertentu. Perilaku ini dapat dipengaruhi oleh banyak faktor.
Selain itu, juga melibatkan pencarian produk, evaluasi produk di mana konsumen mengevaluasi
berbagai fitur, pembelian, dan konsumsi produk. Kemudian perilaku pembelian pasca produk
dipelajari yang menunjukkan kepuasan atau ketidakpuasan konsumen di mana melibatkan
pemakaian Produk
Konsumen saat membeli produk melewati banyak langkah. Studi perilaku konsumen
membantu memahami bagaimana keputusan pembelian dibuat dan bagaimana mereka mencari
produk.
Selain itu, pemahaman perilaku konsumen juga membantu penjual untuk mengetahui apa, di
mana, kapan, bagaimana dan mengapa konsumsi konsumsi produk terjadi. Ini membantu penjual
atau organisasi untuk mengetahui alasan di balik pembelian produk oleh konsumen dan
bagaimana itu memuaskan mereka.
Pentingnya Perilaku Konsumen untuk manajer bisnis
Tujuan utama di balik pemasaran produk adalah untuk memenuhi permintaan dan keinginan
konsumen. Studi perilaku konsumen membantu untuk mencapai tujuan ini. Karena konsumen
adalah orang yang paling penting bagi sales, staf penjualan, bahkan perusahaan itu sendiri.
Oleh karena itu penting bagi mereka untuk mempertimbangkan hal yang konsumen sukai,
sehingga mereka dapat menyediakan barang dan jasa yang sesuai. Analisis yang lebih hati-hati
membantu dalam prediksi yang lebih tepat tentang perilaku konsumen produk atau layanan apa
pun. Studi tentang perilaku konsumen membantu manajemen operasi seperti: manajer bisnis, staf
penjualan, dan pemasar dengan cara berikut.
Guna merancang produk atau layanan terbaik yang sepenuhnya memenuhi kebutuhan dan
permintaan konsumen.
Untuk memutuskan di mana layanan atau produk akan tersedia untuk akses mudah
konsumen.
Menentukan harga di mana konsumen akan siap membeli produk atau layanan itu.
Untuk mengetahui metode promosi terbaik yang akan terbukti efektif untuk menarik
pelanggan untuk membeli produk.
Memahami mengapa, kapan, bagaimana, apa dan faktor lain yang mempengaruhi
keputusan pembelian dari konsumen.
Pentingnya Perilaku Konsumen Untuk Sales
Penting bagi sales atau penjual untuk mempelajari perilaku konsumen. Penting juga bagi
mereka untuk mengetahui konsumen sebagai individu atau kelompok yang memilih, membeli,
atau memakai produk dan layanan. Juga bagaimana mereka berbagi pengalaman mereka untuk
memuaskan keinginan atau kebutuhan mereka.
Hal Ini membantu sales untuk menyelidiki dan memahami cara konsumen berperilaku
sehingga mereka dapat memposisikan produk mereka ke sekelompok orang tertentu atau
individu yang ditargetkan.
Berkenaan dengan sudut pandang pemasar, mereka menganggap bahwa tujuan dasar
pemasaran adalah menjual barang dan layanan kepada lebih banyak orang sehingga lebih banyak
keuntungan dapat dibuat. Prinsip menghasilkan keuntungan ini selalu diterapkan oleh hampir
semua penjual atau sales.
Sebelumnya, para sales berhasil mencapai tujuan mereka. Namun, hari ini, karena konsumen
lebih sadar tentang penggunaan produk dan informasi lain dari produk, tidak mudah untuk
menjual atau menarik pelanggan untuk membeli produk. Jadi, untuk menjual produk atau jasa
atau untuk meyakinkan konsumen untuk membeli produk, para sales harus menjalani melalui
penelitian yang tepat untuk mengambil hati para konsumen.
Faktor Yang Menentukan Perilaku Konsumen
Perilaku konsumen mengacu pada pemilihan, perolehan dan konsumsi barang dan jasa untuk
memenuhi kebutuhan mereka. Ada berbagai proses yang terlibat dalam perilaku konsumen.
Awalnya, konsumen mencoba menemukan produk apa yang ingin mereka konsumsi, kemudian
pemilihan produk hanya pada yang menjanjikan utilitas lebih besar.
Setelah memilih produk, konsumen membuat perkiraan dana yang tersedia untuk membelinya.
Akhirnya, konsumen melihat harga komoditas saat ini dan membuat keputusan tentang produk
mana yang akan dikonsumsi. Sementara itu, ada beberapa faktor yang mempengaruhi pembelian
konsumen, seperti sosial, budaya, pribadi dan psikologis. Penjelasan dari faktor-faktor ini adalah
sebagai berikut.
1. FAKTOR-FAKTOR BUDAYA
Perilaku konsumen sangat dipengaruhi oleh faktor budaya, seperti budaya pembeli, subkultur,
dan kelas sosial.
Budaya
Pada dasarnya, budaya adalah bagian dari setiap perusahaan dan merupakan penyebab
utama dari setiap orang memutuskan suatu pembelian barang. Pengaruh budaya pada perilaku
pembelian bervariasi dari satu negara ke negara, oleh karena itu penjual harus sangat berhati-hati
dalam analisis budaya dari berbagai kelompok, daerah atau bahkan negara.
Subkultur
Setiap budaya memiliki subbudaya yang berbeda, seperti agama, kebangsaan, wilayah
geografis, ras, dll. Kelompok pemasaran dapat menggunakan kelompok-kelompok ini,
menyegmentasikan pasar dalam beberapa porsi kecil. Misalnya, pemasar dapat merancang
produk sesuai dengan kebutuhan kelompok geografis tertentu.
Kelas sosial
Setiap masyarakat memiliki semacam kelas sosial penting untuk pemasaran karena
perilaku pembelian orang dalam kelas sosial tertentu adalah serupa. Dengan demikian kegiatan
pemasaran dapat diadaptasikan ke kelas sosial yang berbeda. Di sini kita harus mencatat bahwa
kelas sosial tidak hanya ditentukan oleh pendapatan, tetapi ada beberapa faktor lain seperti
kekayaan, pendidikan, pekerjaan, dll.
2. FAKTOR SOSIAL
Faktor sosial juga mempengaruhi perilaku pembelian konsumen. Contoh faktor sosial adalah :
kelompok referensi, keluarga, peran dan status.
Kelompok referensi
Kelompok referensi memiliki potensi untuk pembentukan sikap atau perilaku individu.
Dampak kelompok referensi bervariasi di seluruh produk dan merek. Misalnya, jika produk
terlihat seperti pakaian, sepatu, mobil dll., Pengaruh kelompok referensi akan tinggi. Kelompok
referensi juga termasuk pemimpin pembentukan opini (seseorang yang mempengaruhi orang lain
dengan keterampilan khusus, pengetahuan atau karakteristik lainnya).
Keluarga
Perilaku pembeli sangat dipengaruhi oleh anggota keluarga. Jadi vendor berusaha
mencari peran dan pengaruh suami, istri dan anak-anak. Jika keputusan untuk membeli produk
tertentu dipengaruhi oleh istri maka penjual akan mencoba untuk menargetkan wanita dalam
iklan mereka. Di sini kita harus mencatat bahwa pembelian peran berubah dengan mengubah
gaya hidup konsumen.
Peran dan Status
Setiap orang memiliki peran dan status yang berbeda dalam masyarakat dalam hal
kelompok, klub, keluarga, atau organisasi di mana ia berasal. Misalnya, seorang wanita yang
bekerja di suatu organisasi sebagai manajer keuangan. Sekarang dia memainkan dua peran, salah
satu kepala keuangan di kantornya dan ibu di keluarganya. Oleh karena itu, keputusan pembelian
akan dipengaruhi oleh peran dan status mereka.
3. FAKTOR PRIBADI
Faktor pribadi juga dapat mempengaruhi perilaku konsumen. Beberapa faktor penting yang
memengaruhi perilaku pembelian pribadi adalah: gaya hidup, status ekonomi, pekerjaan, usia,
kepribadian, dan harga diri.
Usia
Umur dan siklus hidup memiliki dampak potensial pada perilaku pembelian konsumen.
Jelas bahwa konsumen mengubah pembelian barang dan jasa dari waktu ke waktu. Siklus hidup
keluarga terdiri dari tahap yang berbeda sebagai lajang muda, pasangan yang sudah menikah,
pasangan yang belum menikah, dll. Yang membantu pemasar untuk mengembangkan produk
yang sesuai untuk setiap tahap.
Pekerjaan
Pekerjaan seseorang memiliki dampak signifikan pada perilaku pembelian mereka.
Sebagai contoh, seorang manajer pemasaran dari sebuah organisasi sedang mencoba untuk
membeli setelan bisnis yang eksklusif, sementara pekerja tingkat rendah dalam organisasi yang
sama membeli pakaian dengan pertimbangan utamanya adalah keawetannya
Situasi Ekonomi
Situasi ekonomi konsumen memiliki pengaruh besar pada perilaku pembelian mereka.
Jika penghasilan dan tabungan pelanggan tinggi, maka akan membeli produk yang lebih mahal.
Sebaliknya, orang berpenghasilan rendah pasti akan rajin menabung dan pilihan mereka pasti
produk yang harganya lebih murah
Gaya Hidup
Gaya hidup konsumen adalah faktor lain yang mempengaruhi perilaku pembelian
konsumen. Hal ini mengacu pada cara seseorang hidup dalam masyarakat dan mengekspresikan
hal-hal di lingkungan mereka. Ini ditentukan oleh minat, opini, dan kegiatan membentuk seluruh
pola bertindak dan berinteraksi pada dunia sekitar.
Kepribadian
Kepribadian berbeda pada setiap orang, dari waktu ke waktu dan tempat ke tempat. Oleh
karena itu, hal ini sangat mempengaruhi perilaku pembelian pelanggan.
Kenyataannya, kepribadian bukanlah yang dimiliki seseorang, tetapi merupakan totalitas
perilaku seorang dalam situasi yang berbeda. Memiliki karakteristik yang berbeda, seperti
dominasi, agresi, keyakinan dan lain lainl yang mungkin berguna untuk menentukan perilaku
konsumen terhadap produk atau layanan.
4. FAKTOR PSIKOLOGIS
Ada empat faktor psikologis utama yang mempengaruhi perilaku pembelian konsumen. Ini
adalah: persepsi, motivasi, pembelajaran, keyakinan dan sikap.
Motivasi
Tingkat motivasi juga mempengaruhi perilaku pembelian pelanggan. Setiap orang
memiliki kebutuhan yang berbeda, seperti kebutuhan fisiologis, kebutuhan biologis, kebutuhan
sosial, dll. Sifat persyaratannya adalah beberapa lebih mendesak, sementara yang lain kurang
mendesak. Oleh karena itu, kebutuhan menjadi motif ketika yang paling mendesak untuk
memimpin individu untuk mencari kepuasan.
Persepsi
Memilih, mengatur, dan menafsirkan informasi dengan cara menghasilkan pengalaman
yang berarti di dunia disebut persepsi. Ada tiga proses persepsi yang berbeda yang merupakan
perhatian selektif, distorsi selektif, dan retensi selektif.
Dalam hal perhatian selektif, penjual mencoba menarik perhatian pelanggan. Sedangkan dalam
kasus distorsi selektif, pelanggan mencoba untuk menafsirkan informasi dengan cara yang
mendukung apa yang pelanggan sudah percaya. Demikian pula, dalam kasus retensi selektif,
pemasar mencoba mempertahankan informasi yang mendukung keyakinan mereka.
Keyakinan dan Sikap
Klien memiliki keyakinan dan sikap khusus terhadap produk yang berbeda. Karena
keyakinan dan sikap semacam itu membentuk citra merek dan memengaruhi perilaku pembelian
konsumen sehingga pedagang tertarik pada mereka. seller dapat mengubah keyakinan dan sikap
pelanggan dengan kampanye khusus dalam hal ini.
Karakteristik Perilaku Konsumen
Sebelum membuka bisnis, pemilik bisnis yang cerdas akan mempelajari pelanggan idealnya
untuk menentukan perilaku konsumennya. Iklan, dan bisnis itu sendiri tidak akan ada gunanya
kecuali Anda tahu perilaku apa yang Anda coba ubah atau pengaruhi dari calon konsumen Anda.
Jika Anda sudah berkecimpung dalam bisnis selama beberapa tahun, Anda mungkin sudah tahu
dasar-dasar basis pelanggan Anda, tetapi para ahli akan selalu memiliki lebih banyak alasan
untuk memberi tahu kepada Anda.
Kelompok konsumen menggunakan survei yang rumit, panel, kelompok fokus, dan cara lain
untuk mempelajari perilaku konsumen, dengan tujuan mencari tahu apa yang diperlukan untuk
menyelesaikan penjualan. Berikut adalah 10 karakteristik perilaku konsumen yang bisa Anda
pelajari untuk pengembangan bisnis Anda :
1. Psikologi Memainkan Peran Utama
Konsumen memilih produk dan merek berdasarkan pada bagaimana mereka berpikir,
merasakan dan bernalar. Menganalisis apa yang mendorong emosi dan tanggapan konsumen
melalui riset dapat membantu perusahaan menempatkan produk atau layanan mereka untuklebih
sering dipilih.
2. Pengaruh lingkungan
Seperti pada penjelasan faktor perilaku konsumen diatas, Konsumen membeli berdasarkan
apa yang mereka lihat dan dengar. Faktor-faktor seperti budaya, keluarga, iklan dan pesan media
membentuk keputusan. Misalnya, remaja ingin membeli pakaian seperti yang dipakai teman-
teman mereka. Atau, jika konsumen tumbuh menggunakan sabun atau deterjen khusus yang
disukai keluarga mereka, mereka mungkin lebih cenderung membeli merek yang sama saat kelak
mereka dewasa.
3. Perilaku Individu dan Kelompok
Perilaku konsumen dapat dipelajari dalam hal individu atau kelompok. Bisnis dapat
mengidentifikasi konsumen yang mirip dalam demografi seperti usia, jenis kelamin, ras, atau
penghasilan. Kemudian mereka dapat mengidentifikasi motivator umum di antara kelompok-
kelompok tersebut, seperti individu yang menginginkan harga terendah atau konsumen yang
bersedia membayar lebih untuk kemewahan.
4. Kualitas Barang dan Jasa
Konsumen tidak hanya membeli barang. Mereka juga membeli layanan, gaya hidup
atau image. Apakah itu produk nyata seperti pembersih rumah tangga sesuai iklan yang dimuat
di televisi. Terkadang konsumen mendasarkan keputusan mereka pada nilai dan variabel yang
sama.
5. Perilaku Konsumen Memengaruhi Masyarakat
Konsumen menjadi apa yang mereka beli. Jika, misalnya, konsumen membeli makanan yang
lebih sehat maka kesehatan secara keseluruhan dapat meningkat. Atau, sebaliknya, jika orang
mengkonsumsi lebih banyak alkohol, tembakau atau makanan sampah, maka biaya perawatan
kesehatan secara keseluruhan dapat meningkat karena masalah seperti obesitas, kanker atau
penyakit jantung.
6. Personalisasi Lebih Disukai
Produk dan layanan yang dipersonalisasi telah menjadi populer karena konsumen ingin
dilayani secara khusus. Ada perusahaan yang telah menciptakan earphone yang disesuaikan
untuk pelanggan mereka sehingga mereka mendapatkan yang terbaik untuk telinga mereka, dan
produk ini berhasil dipasaran
7. Menginginkan Kenyamanan
Konsumen mendambakan kenyamanan karena teknologi telah membuat segalanya lebih
mudah. Di era sekarang konsumen dapat membeli mobil, memesan perjalanan liburan atau
berkomunikasi dengan teman secara online. Bisnis dapat memperoleh manfaat dengan
memanfaatkan hal ini untuk efisiensi lebih.
8. Budaya Perusahaan
Salah satu karakteristik perilaku konsumen yang paling penting adalah bahwa mereka sering
peduli tentang siapa yang menjual produk yang mereka beli. Konsumen menyukai merek-merek
keren. Bisnis yang menawarkan alasan kuat untuk membeli dari mereka, seperti teknologi
mutakhir, mode terkemuka atau kesadaran sosial. Ini dapat menciptakan kebiasaan pembelian
berulang, loyalitas merek yang akan mendorong tindakan konsumen.
9. Pengetahuan adalah kekuatan
Langkah pertama dalam membuat rencana pemasaran adalah mempelajari perilaku
konsumen. Mengetahui karakteristik perilaku konsumen dapat membantu perusahaan
menciptakan strategi pemasaran yang lebih efektif. Sebagai contoh, bisnis dengan produk
pertama yang sedikit jenisnya akan lebih baik dengan menargetkan pengguna awal yang
membanggakan diri memiliki barang terbaru dan terbesar.
10. Membuat Tanpa Menjual
Perusahaan juga dapat memengaruhi konsumen untuk mengambil tindakan selain membeli,
seperti mungkin menyumbang ke badan amal atau mendukung prakarsa kesehatan masyarakat,
dengan mengetahui bahwa konsumen lebih peduli daripada berbelanja. Konsumen lebih
cenderung mendukung bisnis jika mereka percaya bahwa bisnis itu berbagi keprihatinan dari apa
yang konsumen rasakan.