SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)
DEHIDRASI
Oleh:
NAMA : I MADE TANTRI PATRAYANA
NIM : P07120219069
KELAS : 2 B
PRODI : [Link] Keperawatan
Kementrian Kesehatan RI
Politeknik Kesehatan Kemenkes Denpasar
Tahun Ajaran 2020/2021
SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)
DEHIDRASI
1. Pokok Bahasan : Dehidrasi
2. Sub Pokok Bahasan : Penanggulangan dan pencegahan Dehidrasi
a. Pengertian dehidrasi
b. Penyebab dehidrasi
c. Tanda dan Gejala dehidrasi
d. Penanggulangan dan pencegahan dehidrasi
3. Sasaran : ….. (audience)
4. Waktu : 45 menit (16.00 – 16.45 WITA)
5. Tempat : Rumah Tn. A, Denpasar
6. Hari/Tanggal : Senin, 12 Oktober 2020
7. Latar Belakang :
Dalam ilmu fisiologi, dehidrasi adalah kondisi di mana terjadi
kekurangan kandungan air pada tubuh secara keseluruhan, disertai dengan
gangguan proses metabolisme tubuh. Dehidrasi juga dapat menyebabkan
gangguan keseimbangan zat elektrolit di dalam tubuh, seperti hipernatremia
(tingginya kandungan ion natrium di dalam darah).
Dehidrasi muncul ketika air yang keluar dari tubuh jumlahnya melebihi
air yang masuk, umumnya karena olahraga atau penyakit, namun juga dapat
disebabkan karena cuaca tinggi. Kebanyakan orang dapat mentoleransi 3 s/d 4
persen penurunan kandungan air di dalam tubuh tanpa mengalami gejala
gangguan kesehatan. Penurunan 5 s/d 8 persen dapat menyebabkan rasa lelah
dan pusing-pusing. Kekurangan lebih dari 10% kandungan air di tubuh dapat
menyebabkan penurunan kemampuan fisik dan jiwa, ditambah rasa haus yang
sangat tinggi. Kematian dapat muncul pada kondisi tubuh kekurangan antara 15
s/d 25 persen dari kandungan air di tubuh. Walaupun demikian, masyarakat
Indonesia masih menganggap remeh penyakit rabies ini.
Maka dari itu, kami selaku Mahasiswa aktif Politeknik Kesehatan
Denpasar ingin melakukan penyuluhan mengenai penanggulangan dan
pencegahan penyakit dehidrasi kepada masyarakat luas, khususnya di Denpasar.
8. Tujuan Penyuluhan
a. Tujuan Intruksional Umum (TIU)
Setelah dilakukan penyuluhan selama 45 menit, audience mampu mengerti dan
memahami mengenai penyakit dehidrasi
b. Tujuan Intruksional Khusus (TIK)
Setelah dilakukan pendidikan kesehatan selama 45 menit, diharapkan audience
dapat:
a. Menyebutkan pengertian tentang dehidrasi
b. Menyebutkan penyebab dehidrasi
c. Menyebutkan tanda dan gejala dehidrasi
d. Menyebutkan cara penanggulangan dan pencegahan dehidrasi
9. Kegiatan
Waktu Tahap Kegiatan Kegiatan
Penyuluh Sasaran
5 menit Pembukaan 1. Membuka acara 1. Menjawab salam
dengan penyuluh.
mengucapkan salam
2. Mendengarkan
kepada sasaran serta
penyuluh
perkenalan diri.
menyampaikan
2. Menyampaikan
topik dan tujuan
topik dan tujuan penyuluhan.
penyuluhan kepada
sasaran.
3. Kontrak waktu untuk 3. Sasaran menyetujui
pelaksanaan waktu kontrak
penyuluhan dengan penyuluhan.
sasaran.
30 menit Kegiatan inti 1. Mengkaji ulang 1. Menyampaikan
pengetahuan pengetahuannya
sasaran tentang tentang materi
materi penyuluhan. penyuluhan.
2. Menjelaskan materi 2. Mendengarkan dan
penyuluhan kepada memperhatikan
sasaran dengan penyuluh
menggunakan menyampaikan
leaflet. materi.
3. Memberikan 3. Menanyakan hal –
kesempatan kepada hal yang tidak
sasaran untuk dimengerti dari
menanyakan hal – materi penyuluhan.
hal yang belum
dimengerti dari
materi yang
dijelaskan
penyuluh.
10 menit Evaluasi/Penutup 1. Memberikan 1. Menjawab
pertanyaan kepada pertanyaan yang
sasaran tentang diajukan penyuluh.
materi yang sudah
2. Mendengarkan
disampaikan
penyampaian
penyuluh.
kesimpulan.
2. Menyimpulkan
3. Mendengarkan
materi penyuluhan
penyuluh menutup
yang telah
acara dan menjawab
disampaikan
salam.
kepada sasaran.
3. Menutup acara
dengan
mengucapkan
salam serta
terimakasih kepada
sasaran.
10. Metode : Ceramah dan tanya jawab
11. Media : Leaflet
12. Daftar Pustaka
[Link]
[Link]
Dr. Pengambean Marulam M. dkk. 2005. Ilmu Penyakit Dalam, Jakarta, Renika
Cipta
[Link]
13. Materi : Terlampir
14. Evaluasi :
a. Evaluasi struktur
1) Surat undangan untuk keluarga audience disiapkan saat 4 hari sebelum
penyuluhan.
2) Satuan acara penyuluhan (SAP) disiapkan saat 7 hari sebelum penyuluhan.
3) Leaflet disiapkan saat 4 hari sebelum penyuluhan.
b. Evaluasi proses
1) Audience hadir dan berpartisipasi dalam kegiatan penyuluhan sebanyak 3
orang atau lebih.
2) Audience antusias terhadap materi penyuluhan.
3) Audience mengajukan pertanyaan dan menjawab pertanyaan secara benar.
4) Audience tidak meninggalkan tempat selama berlangsungnya
penyuluhan.
c. Evaluasi kegiatan
Audience mengerti tentang pengertian, penyebab, tanda dan gejala,
penanggulangan dan pencegahan penyakit dehidrasi, dan setelah diberikan
penyuluhan keluarga audience dapat menjawab dengan benar 90% dari
pertanyaan yang diajukan.
16. Lampiran
a. Lampiran 1 : Materi
b. Lampiran 2 : Evaluasi
Lampiran 1
PENANGGULANGAN DAN PENCEGAHAN PENYAKIT DEHIDRASI
1. Pengertian Dehidrasi
Dehidrasi merupakan kondisi dimana kurangnya cairan didalam tubuh secara
berlebih . Kurangnya cairan didalam tubuh ini disebabkan karena banyaknya
pengeluaran air ketimbang pemasukan (minum) .
Cara terbaik menghindari Dehidrasi adalah dengan minum air yang cukup .
Semakin besar jumlah air yang hilang melalui keringat , air lebih harus dikonsumsi
untuk menggantinya dan menghindari Dehidrasi . Karena tubuh tidak dapat
mentoleransi defisit besar atau berlebihan dalam tubuh air total , konsumsi air
harus sekitar bersamaan dengan hilangnya (dengan kata lain , jika ada yang
berkeringat.
2. Penyebab Dehidrasi
Dehidrasi terjadi bila kehilangan cairan sangat besar sementara pemasukan cairan
sangat kurang. Beberapa kondisi yang sering menyebabkan dehidrasi antara lain :
1. Diare merupakan keadaan yang paling sering menyebabkan kehilangan
cairan dalam jumlah besar. Di seluruh dunia, 4 juta anak-anak meninggal
setiap tahun karena dehidrasi akibat diare.
2. Muntah sering menyebabkan dehidrasi karena sangat sulit untuk
menggantikan cairan yang keluar dengan cara minum.
3. Tubuh kehilangan banyak cairan saat berkeringat. Kondisi lingkungan
yang panas akan menyebabkan tubuh berusaha mengatur suhu tubuh
dengan mengeluarkan keringat. Bila keadaan ini berlangsung lama
sementara pemasukan cairan kurang maka tubuh dapat jatuh ke dalam
kondisi dehidrasi.
4. Peningkatan kadar gula darah pada penderita diabetes atau kencing manis
akan menyebabkan banyak gula dan air yang dikeluarkan melalui kencing
sehingga penderita diabetes akan mengeluh sering kebelakang untuk
kencing.
5. Penderita luka bakar dapat mengalami dehidrasi akibat keluarnya cairan
berlebihan pada kulit yang rusak oleh luka bakar.
6. Orang yang mengalami kesulitan minum oleh karena suatu sebab rentan
untuk jatuh ke kondisi dehidrasi.
3. Tanda dan Gejala Dehidrasi
Respon awal tubuh terhadap dehidrasi antara lain berupa rasa haus untuk
meningkatkan pemasukan cairan hingga dengan penurunan produksi kencing
untuk mengurangi seminimal mungkin cairan yang keluar. Air seni akan tampak
lebih pekat dan berwarna gelap. Jika kondisi awal ini tidak tertanggulangi maka
tubuh akan masuk ke kondisi selanjutnya yaitu :
Mulut kering.
Berkurangnya air mata.
Berkurangnya keringat.
Kekakuan otot.
Mual dan muntah.
Kepala terasa ringan terutama saat berdiri.
Selanjutnya tubuh dapat jatuh ke kondisi dehidrasi berat yang gejalanya berupa
gelisah dan lemah lalu koma dan kegagalan multi organ. Bila ini terjadi maka akan
sangat sulit untuk menyembuhkan dan dapat berakibat fatal.
4. PENANGGULANGAN DAN PENCEGAHAN DEHIDRASI
Peanggulangan dan pencegahan penyakit dehidrasi :
1. Lebih Banyak Minum Air Putih
Cara paling baik untuk mencegah terjadinya dehidrasi adalah dengan
mengonsumsi lebih banyak cairan. Hal ini harus benar-benar diperhatikan
terutama saat cuaca panas atau beraktivitas di bawah sinar matahari. Selalu
waspada terhadap banyaknya keringat yang keluar dari tubuh. Selain itu, kamu
juga dapat kehilangan cairan lebih cepat saat mengalami diare atau muntah.
Sehingga, elektrolit di dalam tubuh dapat hilang dan memengaruhi cara kerja
otot dan saraf.
2. Memastikan Warna Urine
Cara lainnya yang dapat dilakukan untuk mencegah dehidrasi adalah dengan
melihat warna urine yang keluar saat buang air kecil. Hal tersebut dapat
menggambarkan seberapa terhidrasinya tubuh. Jika urine yang dihasilkan
berwarna lebih terang, maka tubuh mendapatkan cairan yang cukup. Namun,
jika warna yang dihasilkan kuning gelap, tandanya tubuh sedang mengalami
dehidrasi. Segera tingkatkan konsumsi cairan di dalam tubuh.
3. Lebih Banyak Minum saat Berolahraga
Tubuh membutuhkan lebih banyak air saat seseorang berolahraga dengan
intensitas tinggi atau dalam jangka waktu yang lama. Dikatakan bahwa atlet
yang beraktivitas dengan intensitas tinggi dapat kehilangan 10 persen dari berat
badannya yang keluar melalui keringat. Maka dari itu, cobalah untuk tetap
menjaga cairan di dalam tubuh tetap normal dengan lebih banyak minum saat
berolahraga.
4. Mengonsumsi Lebih Banyak Elektrolit saat Dibutuhkan
Terkadang, minum air putih saja tidak cukup untuk melawan dehidrasi yang
terjadi, sehingga membutuhkan sesuatu yang lebih dari itu. Kamu butuh
minuman dengan kandungan elektrolit agar lebih cepat mengembalikan cairan
tubuh. Meski begitu, kamu tetap harus memperhatikan kebutuhan nutrisi tubuh.
Caranya adalah dengan mengonsumsi cairan elektrolit dengan rendah gula atau
bebas kalori.
Lampiran 2
EVALUASI AUDIENCE
Evaluasi dilakukan dengan cara memberikan beberapa pertanyaan kepada audience
mengenai materi penyuluhan yang telah diberikan dan audience diharapkan bisa
menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut.
1. Apakah yang dimaksud dengan penyakit dehidrasi?
Jawaban :
Dehidrasi merupakan kondisi dimana kurangnya cairan didalam tubuh secara
berlebih . Kurangnya cairan didalam tubuh ini disebabkan karena banyaknya
pengeluaran air ketimbang pemasukan (minum).
2. Apakah yang menyebabkan penyakit dehidrasi?
Jawaban :
1. Diare merupakan keadaan yang paling sering menyebabkan kehilangan cairan
dalam jumlah besar. Di seluruh dunia, 4 juta anak-anak meninggal setiap tahun
karena dehidrasi akibat diare.
2. Muntah sering menyebabkan dehidrasi karena sangat sulit untuk menggantikan
cairan yang keluar dengan cara minum.
3. Tubuh kehilangan banyak cairan saat berkeringat. Kondisi lingkungan yang
panas akan menyebabkan tubuh berusaha mengatur suhu tubuh dengan
mengeluarkan keringat. Bila keadaan ini berlangsung lama sementara
pemasukan cairan kurang maka tubuh dapat jatuh ke dalam kondisi dehidrasi.
4. Peningkatan kadar gula darah pada penderita diabetes atau kencing manis akan
menyebabkan banyak gula dan air yang dikeluarkan melalui kencing sehingga
penderita diabetes akan mengeluh sering kebelakang untuk kencing.
5. Penderita luka bakar dapat mengalami dehidrasi akibat keluarnya cairan
berlebihan pada kulit yang rusak oleh luka bakar.
6. Orang yang mengalami kesulitan minum oleh karena suatu sebab rentan untuk
jatuh ke kondisi dehidrasi.
3. Apa saja tanda dan gejala penyakit dehidrasi?
Jawaban :
Respon awal tubuh terhadap dehidrasi antara lain berupa rasa haus untuk
meningkatkan pemasukan cairan hingga dengan penurunan produksi kencing
untuk mengurangi seminimal mungkin cairan yang keluar. Air seni akan tampak
lebih pekat dan berwarna gelap. Jika kondisi awal ini tidak tertanggulangi maka
tubuh akan masuk ke kondisi selanjutnya yaitu :
Mulut kering.
Berkurangnya air mata.
Berkurangnya keringat.
Kekakuan otot.
Mual dan muntah.
Kepala terasa ringan terutama saat berdiri.
Selanjutnya tubuh dapat jatuh ke kondisi dehidrasi berat yang gejalanya berupa
gelisah dan lemah lalu koma dan kegagalan multi organ. Bila ini terjadi maka akan
sangat sulit untuk menyembuhkan dan dapat berakibat fatal.
4. Bagaimana cara menanggulangi dan mencegah penyakit dehidrasi?
Jawaban :
1. Lebih Banyak Minum Air Putih
Cara paling baik untuk mencegah terjadinya dehidrasi adalah dengan
mengonsumsi lebih banyak cairan. Hal ini harus benar-benar diperhatikan
terutama saat cuaca panas atau beraktivitas di bawah sinar matahari. Selalu
waspada terhadap banyaknya keringat yang keluar dari tubuh. Selain itu, kamu
juga dapat kehilangan cairan lebih cepat saat mengalami diare atau muntah.
Sehingga, elektrolit di dalam tubuh dapat hilang dan memengaruhi cara kerja
otot dan saraf.
2. Memastikan Warna Urine
Cara lainnya yang dapat dilakukan untuk mencegah dehidrasi adalah dengan
melihat warna urine yang keluar saat buang air kecil. Hal tersebut dapat
menggambarkan seberapa terhidrasinya tubuh. Jika urine yang dihasilkan
berwarna lebih terang, maka tubuh mendapatkan cairan yang cukup. Namun,
jika warna yang dihasilkan kuning gelap, tandanya tubuh sedang mengalami
dehidrasi. Segera tingkatkan konsumsi cairan di dalam tubuh.
3. Lebih Banyak Minum saat Berolahraga
Tubuh membutuhkan lebih banyak air saat seseorang berolahraga dengan
intensitas tinggi atau dalam jangka waktu yang lama. Dikatakan bahwa atlet
yang beraktivitas dengan intensitas tinggi dapat kehilangan 10 persen dari berat
badannya yang keluar melalui keringat. Maka dari itu, cobalah untuk tetap
menjaga cairan di dalam tubuh tetap normal dengan lebih banyak minum saat
berolahraga.
4. Mengonsumsi Lebih Banyak Elektrolit saat Dibutuhkan
Terkadang, minum air putih saja tidak cukup untuk melawan dehidrasi yang
terjadi, sehingga membutuhkan sesuatu yang lebih dari itu. Kamu butuh
minuman dengan kandungan elektrolit agar lebih cepat mengembalikan cairan
tubuh. Meski begitu, kamu tetap harus memperhatikan kebutuhan nutrisi tubuh.
Caranya adalah dengan mengonsumsi cairan elektrolit dengan rendah gula atau
bebas kalori.