0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
350 tayangan7 halaman

SOP Teknik Hipnoterapi Relaksasi

Dokumen tersebut merupakan standar operasional prosedur tentang teknik relaksasi menggunakan hipnoterapi. Ringkasannya adalah sebagai berikut: hipnoterapi adalah salah satu teknik relaksasi non-farmakologi yang dapat mengurangi rasa nyeri melalui relaksasi otot dan sugesti positif. Teknik ini terdiri dari tahapan pre-induction, induction, deepening, suggestion, dan termination untuk membawa pasien ke dalam kondisi rileks dan

Diunggah oleh

adrianaamal
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
350 tayangan7 halaman

SOP Teknik Hipnoterapi Relaksasi

Dokumen tersebut merupakan standar operasional prosedur tentang teknik relaksasi menggunakan hipnoterapi. Ringkasannya adalah sebagai berikut: hipnoterapi adalah salah satu teknik relaksasi non-farmakologi yang dapat mengurangi rasa nyeri melalui relaksasi otot dan sugesti positif. Teknik ini terdiri dari tahapan pre-induction, induction, deepening, suggestion, dan termination untuk membawa pasien ke dalam kondisi rileks dan

Diunggah oleh

adrianaamal
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP)

TEHNIK RELAKSASI (HIPNOTERAPI)

OLEH

MEGAWATI YUNUS

70900120008

PROGRAM STUDI PROFESI NERS

FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN

UIN ALAUDDIN MAKASSAR

2020
SOP TEKNIK RELAKSASI (HYPNOTERAPI)

A. Pengertian :
Salah satu teknik relaksasi non-farmakologi dan terapi yang dapat dilakukan di
Indonesia adalah Hipnoterapi, karena dengan melakukan teknik hipnoterapi dapat
menghasilkan rasa nyaman sehingga rasa nyaman tersebut dapat merangsang hormon
endorfin yang dapat menekan rasa nyeri seseorang. Hipnoterapi adalah salah satu cabang
ilmu psikologi yang mempelajari manfaat sugesti untuk mengatasi masalah pikiran,
perasaan dan perilaku (Arilyadi Dkk, 2018).
Hipnoterapi adalah seni komunikasi dengan alam bawah sadar, dalam kondisi
terhipnotis untuk merubah mind-set negatif menjadi positif sehingga memodifikasi
perilaku subjek, isi perasaan, sikap juga keadaan seperti kebiasaan disfungsional,
kecemaan dan manajemen rasa sakit. (Fitriani & Achmad, 2017).
B. Tujuan
Hipnoterapi sering digunakan untuk menurunkan skala nyeri pada beberapa kondisi.
Pada tehnik iniindividu dibimbing untuk relaksasi melalui nafas dalam teratur, respon
relaksasi ini terjadi melalui penurunan bermakna dari kebutuhan zat oksigen oleh tubuh.
Selanjutnya otot-otot tubuh yang rileks menimbulkan perasaan tenang dan nyaman.
Aliran darah akan lancar, neurotransmiter penenangkan dilepas dan sistem saraf akan
bekerja secara bak dan setelah kondisi relaksasi tercapai secara alami gerbang pikiran
bawah sadar akan terbuka, otak berada pada gelombang theta, sehingga akan lebih mudah
menerima sugesti penyembuhan yang diberikan, dalam kondisi tersebut gerbang nyeri
yang disebut subtansia gelatinosa akan tertutup dan implus yang ditransmisikan ke otak
berkurang atau sedikit sehingga persepsi nyeri hilang atau berkurang (Nugraha, 2017).
Saat ini hipnoterapi dapat digunakan untuk mengatasi masalah-masalah sebagai
berikut:
1. Fisik
2. Masalah Emosi
3. Masalah Perilaku

C. Indikasi
1. Meningatkan mental klien (kepercayaan diri, menghilangkan trauma, mengurangi
phobia)
2. Membantu proses penyembuhan psikosomatis, nyeris dan gelisah klien
D. Kontraindikasi
1. Seseorang yang dalam kondisi tidak tenang, gaduh gelisah, misalnya pada
psikosisakut sehingga tidak dapat dilakukan kontak psikis dengan subjek.
2. Seseorang yang dalam keadaan tidak mengerti apa yang akan dilakukan, misalnya
pada orang imbesil atau dimensia. Pada mereka tidakdapat dilakukan hipnotis dengan
cara apapun.
3. Pada orang yang tidak tahu atau belum mengerti tentang apa yang kita
katakan,sugesti verbal tidak akan berpengaruh pada subjek.
4. Subjek yang memiliki kesulitan dengan kepercayaan dasar sepertin pasien
paranoidatau yang memiliki masalah pengendalian seperti obsesi-kompulsif.
5. Penggunaan hipnosis oleh operator yang tidak terlatih dengan baik.
6. Penggunaan hipnosis untuk tujuan yang tidak baik.
E. Persiapan Pasien dan Alat
1. Pasien sebagai subjek.
2. Terapis sebagai fasislitator
3. Bersedia dengan sukarela.
4. Memiliki kemampuan untuk focus
5. Memahami komunikasi verbal.
Alat yang digunakan:
1. Kursi
2. Bantal ( jika diperlukan)
F. Cara Kerja
1. Pre induction
a. Klien dan penghipnotis memperkenalkan diri
b. Menganjurkan klien untuk menceritakan keluhan yang sedang dialami
c. Memberikan berbagai pemecahan masalah yang dapat diambil
d. Menjelaskan hipnoterapi secara singkat, jelas, dan mudah dipahami
e. Meminta persetujuan klien dan memberikan inform consent pada klien untuk
dilakukan hipnoterapi
f. Melakukan tes subjektifitas
1) Anjurkan klien duduk dengan nyaman
2) Mengajarkan klien tarik napas dalam
3) Menganjurkan klien untuk melakukan hand clasp test yaitu dengan
meminta subjek menangkupkan kedua tangan, kemudiannmerekatkan
kedua jari telunjuk dan sugestikan bahwa pada keduan telunjuk terdapat
lem yang akan merekatkan jari telunjuk tersebut. Sugestikan bahwa
semakin klien ingin memisahkan telunjuknya maka jari telunjuknya akan
semakin lengket. Selanjutnya minta klien untuk menyatakan apakah
jarinya semakin lengket atau tidak.
4) Anjurkan klien untuk rileks dan menarik napas dalam
5) Lepaskan jari tangan tersebut.
2. Induction
a. Pada tahap induksi hypnotherapist harus mahir dalam menyusun variasi kalimat
Pacing-Leading (Physical mirroring yaitu pencerminan fisik, Match the voice
yaitu penyelarasan kualitas suara, Match the breathing yaitu penyelarasan irama
nafas, Match the size of the pieces of information yaitu penyelarasan
pengelompokan informasi, Match their common experience yaitu penyelarasan
pengalaman umum)
b. Posisikan klien lebih rileks lagi dari Normal State ke Hypnosis State (suasana
sangat rileks dan sugestif)
c. Latih klien untuk nafas dalam lagi untuk merilekskan tubuh dan pikiran klien
d. Bawa klien pada satu titik focus atau tanamkan sugesti yang berkebalikan pada
masalah klien (contoh kalimat “sekarang lihat telapak tangan saya, bayangkan
bahwa ditelapak tangan ini ada rokok dan rokok ini digantikan dengan
petis/makanan yang tidak disukai oleh klien”)
e. Pastikan klien sudah pada posisi yang benar-benar focus dan rileks
f. Apabila sudah, tepuk kedua tangan hypnoterapist secara cepat dan
g. Keras
3. Deepening dan dept level test
a. Pada tahap Deepening hypnotherapist akan membimbing klien untuk berimajinasi
melakukan suatu kegiatan atau berada di suatu tempat yang mudah dirasakan
oleh subjek untuk memasuki trance level yang lebih dalam.
b. Pastikan bahwa klien hanya mendengarkan suara hypnotherapist dengan
memegang tubuh klien dan memberikan perintah untuk mendengarkan suara
hypnotherapist saja.
c. Pastikan bahwa klien mengerti perintah yang diberikan oleh hypnotherapist
dengan memerintahkan klien untuk menggerakkan bagian tubuhnya.
d. Bimbing klien untuk berimajinasi ke suatu tempat yang nyaman untuk klien
dengan menggunakan 5 tahap:
1) Lima, perintahkan agar tubuh dan pikiran anda memasuki relaksasi lebih
dalam, total, semakin tenang, semakin lelap.
2) Empat, biarkan tubuh dan pikiran anda memasuki tidur yang lebih dalam
lagi, bahkan saat ini anda dapat membayangkan berada di suatu tempat
lain yang menurut anda adalah tempat yang nyaman, tempat yang indah,
dimanapun itu, buatlah semakin jelas, semakin riel, semakin nyata, bahkan
anda dapat merasakan detailnya, emosinya.
3) Tiga, semakin lelap, lebih dalam lagi, rasakan tubuh anda semakin ringan,
bahkan anda dapat melupakannya.
4) Dua, masuki tidur lelap berkali lipat lebih dalam, dan rasakan suasana
menjadi sangat hening, bahkan anda benar-benar tidak menghiraukan
suara apapun juga, begitu tenang, fisik anda terlelap, fikiran anda
bersitirahat, bahkan seluruh panca-indra anda benarbenar beristirahat.
5) Satu, silakan nikmati relaksasi yang sangat luar biasa ini, silakan anda
membayangkan diri anda di suatu tempat yang nyaman dan indah, dan saat
yang sama biarkan fisik dan pikiran anda beristirahat total, nyaman,
tenang, damai.
4. Suggestion
a. Sampaikan pada klien untuk merilekskan seluruh tubuhnya hingga merasa rileks
dan nyaman.
b. Setelah pasien sudah merasa nyaman mulailah dengan rangkaian kata menjadi
kalimat yang indah dan mudah difahami klien
c. Kemudian Sampaikan sugesti dengan rangkaian kata yang sudah biasa di dengar,
agar pasien akan mudah memahami dan mudah mengimajinasikannya seperti
“bayangkan oleh anda bahwa anda sedang berada di tempat yang paling nyaman”
dengan kalimat ini si pasien pasti dapat dengan mudah membayangkannya,
karena Bahasa tersebut sudah biasa di dengar dan di lakukan.
d. Tegaskan ke klien untuk memfokuskan hanya pada perkataan terapis. Kata-kata
tersebut diulang beberapa kali sampai klien benar-benar memahami
e. Berikan reinforcement positif pada klien
5. Termination
a. Kaji respon klien. Membangun sugesti positif yang akan membuat tubuh seorang
Client lebih segar dan rileks, kemudian diikuti dengan proses hitungan beberapa
detik untuk membawa Client ke kondisi normal kembali. Contoh: “Kita akan
mengakhiri sesi Hypnotherapy ini … saya akan menghitung dari 1 sampai
dengan 5, dan tepat pada hitungan ke-5 nanti, silakan anda bangun dalam keadaan
sehat dan segar, dst.
b. Simpulkan hasil kegiatan
c. Berikan reinforcement positif
d. Lakukan kontrak untuk kegiatan selanjutnya
e. Akhiri kegiatan dengan cara yang baik (Karnaini, 2018).
G. Hasil
Dokumentasikan tindakan:
1. Respon responden selama Hypnosis (respon subyektif dan obyektif).
2. Tanggal dan waktu pelaksaan tindakan.
DAFTAR PUSTAKA

Hemi Fitriani, A. (2017). PERBEDAAN EFEKTIFITAS RELAKSASI OTOT PROGRESIF


DAN HIPNOTERAPI TERHADAP DISMINORE PRIMER PADA REMAJA. Jurnal
Kesehatan BSI, Vol. 5 No., 7.
Karnaini. (2018). PENGARUH HIPNOTERAPI TERHADAP PENERAPAN KOMUNIKASI
TERAPEUTIK PERAWAT DI RUANGAN INTERNE RUMAH SAKITUMUM PROF. DR,
HANAFIAH, SM BATUSANGKAR TAHUN 2018.
Lucas Nando Nugraha. (2017). HIPNOTERAPI PADA ANAK PASIEN NYERI KRONIS,
volume 2, 8.
Nadi Arilyadi, Jhon Feri, I. D. R. (2018). EFEKTIFITAS HYPNOTHERAPY TERHADAP
PENURUNAN NYERI DISMINOREA PADA SISWI SMA. Perawat Indonesia, 2 No. 1,
10.

Anda mungkin juga menyukai