0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
236 tayangan11 halaman

Model Memori Atkinson-Shiffrin 1968

1. Terdapat beberapa model memori utama, termasuk model Atkinson dan Shiffrin yang membagi memori menjadi 3 bagian: memori sensori, memori jangka pendek, dan memori jangka panjang. 2. Model Alan Baddeley melihat kerangka Levels of Processing sebagai perluasan dari model memori kerja, bukan penggantinya. 3. Terdapat berbagai jenis memori seperti memori episodik, semantik, prosedural, serta memori sensori seperti memori ikon

Diunggah oleh

MHM AL FUAD
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
236 tayangan11 halaman

Model Memori Atkinson-Shiffrin 1968

1. Terdapat beberapa model memori utama, termasuk model Atkinson dan Shiffrin yang membagi memori menjadi 3 bagian: memori sensori, memori jangka pendek, dan memori jangka panjang. 2. Model Alan Baddeley melihat kerangka Levels of Processing sebagai perluasan dari model memori kerja, bukan penggantinya. 3. Terdapat berbagai jenis memori seperti memori episodik, semantik, prosedural, serta memori sensori seperti memori ikon

Diunggah oleh

MHM AL FUAD
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Sejarah

Ada beberapa model utama yang berbeda mengenai memori (Murdock, 2003; Roediger, 1980b). Di
pertengahan tahun 1960an, berdasarkan data yang tersedia pada saat itu, peneliti mengusulkan semua
model memori yang memilahkan dua struktur memori berdasarkan usulan William james (1890/1970),
yaitu; memori primer, yang memegang informasi temporer yang sedang digunakan, dan memori
sekunder, yang memegang memori secara permanen atau minimal untuk waktu yang sangat lama
(Waugh & Nrman, 1965).

Tiga tahun kemudian Richard Atkinson dan Richard Shiffrin (1968) mengusulkan sebuah model alternatif
yang mengonsep memori berdasarkan tiga bentuk simpanannya : Sensory Memory yaitu kemampuan
memori menyimpan sejumlah informasi indra yang relatif terbatas untuk waktu yang sangat singkat,
Short term memory yaitu kemampuan memori menyimpan informasi persepsi untuk jumlah waktu yang
lebih lama namun dengan kapsitas yang relatif terbatas, Long term memory yaitu sebuah kapsitas
memori yang sangat sangat besar dalam kemampuannya menyimpan berbagai informasi informasi
pengalaman untuk waktu yang sangat panjang bahkan untuk waktu yang tak terbatas (Richardson-
Klavhen & Bjork, 2003). Sejak Richard Atkinson dan Richard Shiffrin menggagas untuk pertama kali
model tiga simpanan mereka, beragam model lain bermunculan.

Di sisi lain Alan Baddeley mengusulkan sebuah model integratif tentang memori. Dia menyintesiskan
konsep working memory yang dimodelkan berdasarkan kerangka LOP (levels of processing). Pada
esensinya, dia melihat kerangka LOP sebagai sebuah perluasan jadi bukannya pengganti bagi model
working memory.

Model Memory

1. Model Atkinson dan Shiffirin

Model Atkinson dan Shiffirin menyatakan bahwa memori terdiri dari 3 penyimpanan, yaitu sensori
memori, short term memory, dan long term memory.

2. Model Level of Processing

Pendekatan ini menyebutkan bahwa informasi yang bermakna dalam akan berada dalam memori lebih
permanent dibandingkan dengan proses sensori yang lebih dangkal.
3. Model Tulving

Dalam model ini disebutkan bahwa terdiri atas 3 jenis memori, yaitu :

a. Episodic memory yang menyimpan informasi tentang waktu kejadian-kejadian yang saling
berhubungan. Kemudian informasi tersebut akan menjadi suatu pengalaman bagi diri kita. Contohnya :
saya mempunyai janji dengan doketr gigi besok jam 3.30.

b. Semantik memory adalah organisasi pengetahuan tentang dunia atau pengetahuan umum.
Semantik memori berperan di dalam struktur ilmu pengetahuan untuk memebdakan suatu kejadian
dalam episode memori. Contohnya : Saya tahu seperti apa bentuk ikan duyung perancis itu.

c. Prosedural Memory meliputi pengetahuan bagaimana berbuat suatu hubungan pembelajaran


antara stimulus dan respon. Contohnya : Saya tahu bagaimana mengendarai sepeda.

4. Pendekatan Proses Distribusi Paralel

Pendekatan proses distribusi parallel menjelaskan tentang organisasi memori, yakni suatu proses
pendekatan distribusi parallel.

Jenis-jenis Memory

1. Sensori Memori

· Dikenal sebagai sensory register

· Dinilai penting karena Stimulus berubah sangat cepat dengan konstan, perlu menjaga keutuhan
stimulus

Perbedaan memori sensori dengan memori jangka pendek:

1) Jangka waktu penyimpanan informasi

2) Sifat informasi yang tersimpan

3) Representasi informasi yang tersimpan

4) Proses recall
Memori ikonik

· Penelitian Sperling

· Teknik whole-report

· Pentingnya sebuah ikon

· Kegunaan ikon

· Petunjuk penelitian di masa depan

Memori Echoic

· Memori echoic mengacu pada memori audio-sensori, atau kesan suara yang tetap ada pada indera
pendengar bahkan setelah bunyi yang sebenarnya telah menghilang.

· Contoh : ketika dosen Anda sedang mengajar, kata-kata yang diucapkannya akan bergema di
kepala Anda untuk beberapa saat setelah beliau berhenti berbicara, hingga Anda dapat mencatat
perkataan dosen Anda tersebut.

Penelitian Darwin

Darwin, Turvey, dan Crowder (1972) menggunakkan headphone khusus untuk memperdengarkan tiga
pesan audio berbeda kepada partisipan. Kesimpulan :

· penyimpanan item pada memori sensoris hanya berlangsung dalam waktu yang singkat, bahwa
memori telah hilang sebelum individu dapat mendata semua item tersebut di dalam memori sensori-
nya.

· jumlah angka maksimum yang dapat diingat secara tepat pada memori echoic adalah sekitar 5
angka.

· memori echoic dapat bertahan selama 2 detik

Penemuan Terbaru Mengenai Memori Echoic

Robert Crowder (1982) menggunakkan teknik yang berbeda untuk meneliti memori echoic. Dia
memperdengarkan dua bebunyian vokal secara berurutan. Respon mereka dipergunakan untuk
mengkalkulasikan kemampuan diskriminasi, yaitu seberapa tepat individu dapat membedakan dua suara
yang berlainan.
Jenis Memori Echoic

· Short auditory storage, yaitu merupakan penyimpanan sederhana yang tidak melibatkan analisa
stimulus dan bertahan kurang dari satu detik setelah stimulus auditori menghilang.

· Long auditory storage, bertahan selama beberapa detik; material di dalam penyimpanan ini
sebagian mungkin telah dianalisa dan diubah.

2. Short Term Memory

Manfaat ingatan jangka pendek :

1) Mengurangi kepadatan

2) Memberi gambaran tentang keadaan saat ini

3) Merekam rencana anda saat ini

4) Memahami sebuah percakapan

Poin-poin penting dalam short term memory

· Posisi kata menentukan proses pengingatan

· Hubungan antar poin yang diingat mempengaruhi ingatan

· Banyaknya digit juga mempengaruhi proses pengingatan

· Bilangan ajaib miller (7±2)

· Kecemasan tentang memori

The Code in Short-Term Memory

a. Acoustic Coding in Short-Term Memory .


Wickelgren menampilkan rekaman daftar 8 item, terdiri dari empat huruf dan empat digit yang tersusun
secara acak

4NF9G27P

Ketika lupa Huruf terakhir, Orang cenderung menggantikannya dangan huruf dengan vocal yang hampir
sama.

b. Visual Coding in Short-Term Memory .

Studi oleh Posner dan Keele (1967).

A-A, A-a, A-B, dan A-b

Posner dan Keele menemukan bahwa orang akan memakan waktu lebih lama sekitar 1,5 detik untuk
memutuskan menjawab A-a daripada A-A Kode visual bisa disimpan di memori jangka pendek untuk
periode yang sangat [Link], kode visual bisa cepat digantikan oleh sebuah kode auditory.

c. Semantic Coding in Short-Term Memory .

Studi oleh Wickens dan koleganya (1976)

Proactive Inhibition (PI) adalah bahwa orang yang memiliki masalah mempelajari bahan baru karena
materi sebelumnya yang diperlajari tercampur dengan materi yang baru dipelajari.

Brown/ Peterson & Peterson tes Memori jangka pendek

XCJ, HBR, STV, dan KRN akan mengalami bebas dari proactive inhibition; penampilan yang baru, item
yang berbeda tapi sama seperti item pertama, XCJ. Karena berasal dari 3 hruf konsonan, inilah yang
disebut dengan trigram.

Teori atkinson
Dalam suatu kegiatan belajar, seseorang menerima informasi dan kemudian mengolah informasi
tersebut di dalam memori. Atkinson dan Shiffrin (1968) mengajukan suatu teori atau model tentang
pemrosesan informasi dalam memori manusia yang menyatakan bahwa informasi diproses dan
disimpan dalam 3 (tiga) tahapan, yaitu Sensory Memory, Short-term Memory, dan Long-term Memory
(Huit, 2003; Flavell, 1985; Woolfolk, 2004; Gagne, 1985). Model pemrosesan informasi Atkinson dan
Shiffrin ini dapat di gambarkan dengan diagram sebagai berikut:

[Link]

Sensory Memory (SM)

Informasi masuk kedalam sistem pengolah informasi manusia melalui berbagai saluran sesuai dengan
inderanya. Sistem persepsi bekerja pada informasiini untuk menciptakanapa yang kita pahami sebagai
persepsi. Karena keterbatasan kemampuan dan banyakny ainformasi yang masuk, tidak semua informasi
bisa diolah. Informasi yang baru saja diterima ini disimpan dalam suatu ruang sementara (buffer) yang
disebut sensory memory. Durasi suatu informasi dapat tersimpan di dalam sensory memory ini sangat
singkat, kurang dari 1/2 sekon untuk informasi visual dan sekitar 3 sekon untuk informasi audio. Tahap
pemrosesan informasi tahap pertama ini sangat penting karena menjad isyarat untuk dapat melakukan
pemrosesan informasi di tahap berikutnya, sehingga perhatian pembelajar terhadap informasi yang baru
diterimanya ini menjadi sangat diperlukan. Pembelajaran memberikan perhatian yang lebih terhadap
informasi jika informasi tersebut memiliki fitur atau cirikhas yang menarik dan jika informasi tersebut
mampu mengaktifkan pola pengetahuan yang telah di miliki sebelumnya (prior knowledge).

Short-term Memory (STM) atau "Working Memory"

Short-term memory atau working memory berhubungan dengan apa yang sedang dipikirkan seseorang
pada suatu saat ketika menerima stimulus dari lingkungan. Durasi suatu informasi tersimpan di dalam
short-term memory adalah 15 – 20 sekon. Durasi penyimpanan di dalam short-term memory ini akan
bertambah lama, bisa menjadi sampai 20 menit, jika terdapat pengulangan informasi. Informasi yang
masuk kedalam short-term memory berangsur-angsur menghilang ketika informasi tersebut tidak lagi
diperlukan. Jika informasi dalam short-term memory ini terus digunakan, maka lama-kelamaan
informasi tersebut akan masuk ke dalam tahapan penyimpanan informasi berikutnya, yaitu long-term
memory.

Long-term Memory (LTM)

Long-term memory merupakan memory penyimpanan yang relatif permanen, yang dapat menyimpan
informasi meskipun informasi tersebut mungkin tidak diperlukan lagi. Informasi yang tersimpan di dalam
long-term memory diorganisir kedalam bentuk struktur pengetahuan tertentu, atau yang disebut
dengan schema. Schema mengelompokkan elemen-elemen informasi sesuai dengan bagaimana
nantinya informasi tersebut akan digunakan, sehingga schema memfasilitasi akses informasi di waktu
mendatang ketika akan digunakan (proses memanggil kembali informasi). Dengan demikian, keahlian
seseorang berasal dari pengetahuan yang tersimpan dalam bentuk schema di dalam long-term memory,
bukan dari kemampuannya untuk melibatkan diri dengan elemen-elemen informasi yang belum
terorganisasi di dalam long-term memory (Merrienboer dan Sweller, 2005).

Penyimpanan informasi dalam long-term memory dapat diumpamakan seperti peristiwa yang terjadi
pada penulisan data kedalam disket atau hardisk komputer atau pun perekaman suara ke dalam kaset.
Kapasitas penyimpanan dalam long-term memory ini dapat dikatakan takterbatas besarnya dengan
durasi penyimpanan seumur hidup. Kapasitas penyimpanan disebut takterbatas dalam arti bahwa tidak
ada seseorang pun yang pernah kekurangan “ruang” untuk menyimpan informasi baru, berapa pun
umur orang tersebut. Durasi penyimpanan seumur hidup diartikan sebagai informasi yang sudah masuk
di dalam long-term memory tidak akan pernahhilang, meskipun bisa saja terjadi informasi tersebut tidak
berhasil diambil kembali (retrieval) karena beberapa alasan.

Working Memory

Konsep short-term memory harus digantikan dengan konsep working memory dikarenakan memory
bersifat aktif tidak pasif. Working memory yaitu set penyimpanan memori sementara yang secara aktif
memanipulasi dan melatih informasi.

Working memory mempertahankan informasi dalam keadaan aktif secara singkat sehingga kita bisa
melakukan sesuatu terhadap informasi tersebut. Working memory merupakan langkah kerja mental
dimana informasi di manipulasi dan dipadukan untuk membantu kita memahami bahasa tulisan dan
lisan, membuat keputusan dan pemecahan masalah. Terdapat 3 komponen dalam working memory;

a. Phonological loop

Menurut model Baddeley, phonological loop menyimpan nomor yang terbatas dari suara, dan jejak
memori mengalami kerusakan selama 2 detik kecuali materi tersebut diulang. Karena materi di
phonological loop terkodekan secara akustik, item yang terdengar sama juga membingungkan dengan
yang lainnya dan lebih mudah dilupakan.
b. Visuospatial Sketch Pad.

Seperti phonological loop, kapasitas dari visuopatial sketch pad terbatas (Frick, 1988, 1990). Jika anda
mencoba menyelesaikan masalah geometri dalam kertas coretan yang terlalu kecil, anda akan
melakukan beberapa kesalahan. Hampir sama, ketika terlalu banyak item yang masuk kedalam sketch
pad, anda tidak bisa mengulang mereka secara cukup akurat menjadi suatu pengulangan yang baik.
Perlu diingat, bagaimanapun, bahwa kapasitas phonological loop dan visuospatial sketch pad berdiri
sendiri. Artinya mereka bekerja secara terpisah dan independent.

c. Central Executive

Menurut model Baddeley, central executive mengintergretasikan informasi dari phonological loop dan
visuospatial sketch pad, sebagiai dari memori janka panjang; central executive juga memainkan
peraturan utama dalam atensi dan perencanaan dan pengaturan perilaku dan juga pada central excutive
memiliki keterbatasan kapasitas (Baddley, 1988, 1992; Morris, 1987; Moris & Jones, 1990). Baddley
mengajukan bahwa central executive bekerja seperti supervisor atau scheduler. Executive memutuskan
dimana isu-isu patut memperoleh atensi atau perhatian dan dimana seharusnya ditolak. Executive juga
memilih strategi-strategi, menggambarkan bagaimana agar bisa mengkatrol masalah.

Long Term Memory

1. Konsepsi Long Term Memory

Determinan dari Akurasi

Keakuratan dipengaruhi oleh sejumlah faktor, yaitu :

a. recall (pengingatan kembali) baik jika konteks pada waktu itu sesuai dengan konteks pada saat
encoding (pengkodean).

b. Karakteristik memori dalam LTM, Hal-hal yang termasuk dalam LTM, Yang termasuk dalam very
long term memory.

1. Karakteristik memori dalam LTM :


· Tetap

· Hilang, tertutup

· Rusak karena syarafnya terganggu.

2. Hal-hal yang termasuk dalam LTM :

· Pengetahuan

· Kepercayaan

· Sistem nilai

· Bahasa dan seni

· Keterampilan motorik

· Spatial mode (ruangan).

3. Yang termasuk dalam very long term memory :

· Ingatan teman sekelas masa lalu.

· Bahasa asing.

· Mata pelajaran.

· Foto

Memori Eksplisit dan Memori Implisit

Pada penhitungan memori eksplisit dibutuhkan peserta untuk mengingat informasi. Penghitungan yang
paling umum pada memori eksplisit adalah dengan recall, di mana para peserta harus mengembangkan
item yang telah dipelajari dari awal. Penghitungan lain dengan recognition, di mana para peserta harus
mengidentifikasi item yang mana yang ada pada daftar yang telah muncul pada daftar sebelumnya.

Pengukuran memori implisit membutuhkan peserta untuk menunjukkan sebuah tugas untuk melakukan
sesuatu. Memori implisit menunjukkan afek dari pengalaman sebelumnya yang muncul pada perilaku
yang tampak, ketika kita tidak membuat usaha yang sadar untuk merecall masa lalu.

Faktor-faktor yang menentukan akurasi :


1. Efek konteks

2. Mood

3. Kongruensi dari mood

4. Kehalian

Autobiografi memori

Memori melibatkan pengalaman personal. Memori tentang peristiwa pada

kehidupan seseorang seringkali mengandung banyak muatan emosi. Memori sanggup bertahan selama
bertahun-tahun. Contohnya, memori tentang tahun pertama kuliah, memori tentang ulang tahun yang
paling berkesan.

a. Flashbulb memori

Rekaman gamblang dan relatif permanen tentang situasi peristiwa yang penting, mengejutkan,
cenderung tidak terduga, dan melibatkan emosi. Contoh, bom bali, bencana tsunami.

b. Skemata

Skema merupakan represenasi mental tentang suatu kelas orang, objek, peristiwa, atau situasi. Contoh,
skema makan di restoran mencakup pengetahuan bahwa seseorang biasanya memesan hidangan
pembuka, hidangan utama, dan hidangan penutup.

c. Memory for action

Proses yang mencoba mendiskriminasikan antara memori nyata dengan peristiwa pada imajinasi kita.
Contoh, Amir meminjam buku. Amir jelas mengingat bahwa ia sudah mengembalikan buku itu pada
Amat. Keesokan harinya, Amir menemukan bahwa buku amat masih di rumah, belum dikembalikan.

d. Eyewitness Testimony (pendapat saksi mata)

Faktor yang mempengaruhi pendapat saksi mata mengenai wajah seseorang meliputi waktu dan
perhatian ketika meihat wajah tersebut (apakah ia melihatnya dengan sungguh-sungguh atau hanya
sekilas), bias ras, lamanya waktu penyimpanan, dan informasi yang menyesatkan (misleading
information). Ketika informasi yang menyesatkan dikemukakan oleh seorang saksi mata setelah suatu
peristiwa terjadi, informasi dari saksi tersebut bisa saja salah, meskipun ia percaya bahwa apa yang
dikatakannya benar.

Meningkatkan Memori

Metode Meningkatkan Memori :

1. Visual Imagery

2. Metode lokus

3. Organisasi

a. Chunking

b. Hierarki

c. teknik huruf pertama

d. teknik bercerita

Strategi meningkatkan memori :

1. Bantuan eksternal

2. Praktek

3. Pendekatan multimodal

4. Metamemory

Common questions

Didukung oleh AI

The Central Executive in Baddeley's model of working memory plays a pivotal role by coordinating cognitive activities and managing attention. It integrates information from the Phonological Loop and Visuospatial Sketch Pad, regulates attention resources, and oversees decision-making processes. The Central Executive is essential for complex cognitive tasks such as problem-solving, planning, and reasoning, influencing how information is prioritized and acted upon. It acts as a supervisory system, akin to a mental workspace, dictating the flow and management of cognitive processes within working memory .

Baddeley's concept of Working Memory differs from the traditional short-term memory model by proposing that Working Memory is active rather than passive. It emphasizes that rather than simply storing information, Working Memory actively manipulates and integrates new data with prior knowledge. Baddeley's model comprises three components: the Phonological Loop, which processes verbal and auditory information; the Visuospatial Sketch Pad, which manages visual and spatial data; and the Central Executive, which oversees attention, planning, and information integration across these components and with long-term memory .

The Atkinson and Shiffrin model identifies three main stages of memory: Sensory Memory, Short-term Memory, and Long-term Memory. Sensory Memory acts as a temporary storage that holds sensory information for a very short duration to maintain the integrity of stimuli. Short-term Memory, also known as Working Memory, stores information currently being processed or thought about for around 15-20 seconds, unless the information is rehearsed. Long-term Memory is where information is stored permanently, with a vast capacity for retaining learned material indefinitely. The flow of information begins with the sensory input entering sensory memory, from where relevant data is transferred to short-term memory when attention is given. Through processes like rehearsal or encoding, information in short-term memory can be stored in long-term memory for extensive use .

According to Tulving's model of memory, semantic memory stores knowledge about the world, organizing this information independently from personal experiences. It houses general knowledge such as facts, ideas, meanings, and concepts, allowing us to understand language, recognize objects, and discern relationships between concepts. Semantic memory enables individuals to differentiate events within episodic memory, thus playing a crucial role in structuring our body of knowledge necessary for communication and reasoning .

Proactive inhibition in short-term memory occurs when previously learned material interferes with the recall of newly acquired information. This interference affects one's ability to remember fresh data, as it is obscured by older memories. Wickens et al. found that introducing a distinct category of information can alleviate proactive inhibition, thereby enhancing memory performance. This technique, known as release from proactive inhibition, involves shifting to different material that differs from prior content, thus minimizing interference and improving recall .

The Atkinson and Shiffrin model clarifies misconceptions about memory capacity and duration by delineating the distinct characteristics of sensory, short-term, and long-term memory. Sensory memory has a transient holding capacity for raw sensory data, lasting milliseconds to a few seconds, which contrasts with the limited but extendable capacity of short-term memory through rehearsal. Long-term memory, by contrast, has an ostensibly unlimited capacity, sustaining information for an indefinite duration. This model debunks the notion that memory operates on a single continuum, instead illustrating division into specialized stages with differing capacities and functions .

Episodic memory and procedural memory serve distinct functions and applications in daily life. Episodic memory involves the recollection of personal experiences and specific events, allowing individuals to recall temporal and contextual information from their past, such as remembering a dinner with friends. In contrast, procedural memory is responsible for learning motor skills and habits, governing actions and tasks without the need for conscious recall, such as riding a bicycle or typing. While episodic memory aids in personal narrative and situational awareness, procedural memory underpins skillful and efficient execution of learned tasks .

Sperling's whole-report technique significantly contributed to understanding iconic memory by demonstrating its capacity and limitations. Participants were briefly shown a grid of letters and asked to recall as many as possible. The findings revealed that while participants perceived more letters than they could report, much of the information faded before recall. This study highlighted the existence of a large-capacity iconic memory that maintains visual impressions but retains them briefly, indicating that iconic memory acts as a fleeting storage for visual information, underlying the process of visual perception before it is processed in short-term memory .

Various strategies for enhancing long-term memory retention include encoding information meaningfully, using visual imagery, and organizing data hierarchically. Techniques like chunking facilitate memory retention by grouping information into meaningful units, while mnemonic devices such as acronyms or storytelling associate new data with prior knowledge, enhancing retrieval. Practice and repetition reinforce memory traces, while the use of external aids supports recall. The effectiveness of these strategies depends on the complexity and type of information, individual learning styles, and the utilization of multimodal approaches that engage multiple cognitive processes .

The primary differences between sensory memory and short-term memory include the duration and nature of information storage. Sensory memory retains impressions of sensory information for less than a second for visual stimuli and up to three seconds for auditory stimuli, serving as a buffer before information is deemed necessary for further processing. In contrast, short-term memory holds information temporarily for up to 20 seconds, with a limited capacity that can be extended through rehearsal. While sensory memory is passively involved in registering information, short-term memory actively processes and maintains data that are consciously attended to .

Anda mungkin juga menyukai