0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
49 tayangan32 halaman

Analisis Anggaran Penjualan dan Forecasting

Dokumen tersebut membahas tentang analisis forecast penjualan dan penganggaran penjualan. Tujuannya adalah memberikan pemahaman mengenai ramalan penjualan dan penganggaran penjualan. Secara rinci dibahas mengenai metode forecast penjualan seperti pernyataan langsung, perhitungan statistik yang mencakup trend bebas, setengah rata-rata, kuadrat terkecil dan moment.

Diunggah oleh

Aditya Ferdiansyah
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
49 tayangan32 halaman

Analisis Anggaran Penjualan dan Forecasting

Dokumen tersebut membahas tentang analisis forecast penjualan dan penganggaran penjualan. Tujuannya adalah memberikan pemahaman mengenai ramalan penjualan dan penganggaran penjualan. Secara rinci dibahas mengenai metode forecast penjualan seperti pernyataan langsung, perhitungan statistik yang mencakup trend bebas, setengah rata-rata, kuadrat terkecil dan moment.

Diunggah oleh

Aditya Ferdiansyah
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

2

ANALISIS
FORECAST PENJUALAN
DAN
PENGANGGARAN PENJUALAN

Tujuan
Memberikan pemahaman mengenai ramalam penjualan dan
penganggaran penjualan

Indikator
Mampu menganalisis ramalan penjualan dengan metode langsung
dan metode statistik serta mampu menyusun anggaran penjualan
dengan langkah-langkah yang benar

19
Halaman ini sengaja dikosongkan

20
Analisis
Forecast Penjualan

Forecasting
Forecast merupakan ramalan mengenai sesuatu di masa
yang akan datang, dimana sesuatu yang akan datang tidak lepas dari
risiko ketidakpastian sehingga perlu direncanakan karena tidak
selalu realisasi sama dengan yang telah direncanakan.
Forecast (ramalan) Penjualan merupakan penentuan ramalan
penjualan pada waktu yang akan datang dengan menggunakan
suatu metode yang diperkirakan mendekati akurasi ramalan dengan
realisasinya. Dalam melakukan forecast (ramalan) penjualan harus
diperhatikan data yang relevan dan teknik atau metode yang
digunakan. Forecast penjualan ini akan berpengaruh dalam
menentukan pada perencanaan penjualan, produksi, persediaan dan
sebagainya.

Metode Forecasting
a. Pernyataan Langsung (Judgement Method)
Pernyataan Langsung (Judgement Method) ini sama dengan
teknik kualitatif dengan kata lain teknik ini lebih menitikberatkan
pada pendapat manusia dalam proses menentukan peramalan.
Sumber pendapat tersebut dapat diperoleh dari Salesman, Sales
Manager, Ahli, Survey Konsumen. Pendapat dari berbagai sumber ini
merupakan pernyataan langsung mengenai kondisi internal maupun

21
eksternal tentang berbagai hal yang berhubungan dengan ramalan
penjualan yang akan dilakukan perusahaan.

b. Perhitungan Statistik
Forecast penjualan dapat dilakukan dengan perhitungan statistik
atau teknik kuantitatif berdasarkan angka. Angka tersebut dapat
diperoleh dari data tahun-tahun sebelumnya yang akan digunakan
sebagai pedoman untuk menyusun ramalan penjualan. Data tahun-
tahun sebelumnya merupakan pedoman untuk melakukan ramalan
penjualan sebagai data historis.

Metode Statistik yang dapat digunakan

Trend (Kecenderungan)
1) Trend Bebas
Trend bebas ini sebenarnya merupakan perhitungan yang
berdasarkan data historis kemudian disusun dalam bentuk grafik
trend (kecenderungan) yang menunjukkan tingkat kecenderungan
dari suatu data tersebut

Tabel 2.1
Data Penjualan
PT. AXL
Tahun Penjualan (unit)
2010 120
2011 125
2012 135
2013 150
2014 160
2015 175

22
2000 175
160
150
1500 135
120 125

1000

500

0
2010 2011 2012 2013 2014 2015

Gambar 2.1
Grafik Trend Bebas

2) Trend Setengah Rata-Rata


Trend setengah rata-rata memerlukan data yang akhirnya
nanti akan digunakan untuk mencari rata-rata pada setiap
kelompok.
Prosedur :
a. data dibagi menjadi dua kelompok dengan jumlah yang
sama;
b. tahun dasar ditentukan pada tengah-tengah kelompok;
c. masing-masing kelompok ditentukan nilai x, semi total, dan
semi rata-rata;
d. forecast penjualan tahun yang akan datang tergantung berapa
besarnya nilai X, dengan persamaan Y= a+bX

Keterangan :

a = rata-rata kelompok I

(rata - rata kelompok II) - (rata - rata kelompok I)


b
n

23
Perhitungan Trend Setengah Rata-rata

Tabel 2.2
Perhitungan Trend Setengah Rata-rata
Tahun Penjualan (unit) Y X Semi Total Semi Average
2010 120 -1
2011 125 0 380 126,67
2012 135 1
2013 150 2
2014 160 3 485 161,67
2015 175 4

a = rata – rata kelompok I


a = 126,67

rata - rata kelompok II - rata - rata kelompok I


b
n
161,67 - 126,67
b
3
35
b
3
b  11,67

Persamaan Trend :
Y = 1.266,67 + 11,67 X

Perhitungan trend Penjualan tahun 2016 :


Nilai X pada tahun 2016 = 5
Maka :
Y = 126,67 + 11,67 (5)
Y = 126,67 + 58,35
Y = 185,02 ≈ 185 unit
Maka forecast penjualan tahun 2016 adalah 185 unit

24
Untuk menggambar garis trend :
Y = 126,67 + 11,67 (-1) = 115,00
Y = 126,67 + 11,67 (0) = 126,67
Y = 126,67 + 11,67 (1) = 138,33
Y = 126,67 + 11,67 (2) = 150,01
Y = 126,67 + 11,67 (3) = 161,68
Y = 126,67 + 11,67 (4) = 173,35
Y = 126,67 + 11,67 (5) = 185,02

200 185,02
173,35
161,68
150,01
150 138,33
126,67
115
100

50

0
2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016

Gambar 2.2
Grafik Trend Setengah Rata-Rata

3) Trend Kuadrat Terkecil (Least Square)


Perhitungan dengan kuadrat terkecil merupakan perhitungan
yang menggunakan tahun dasar pada tengah-tengah data yang
dikumpulkan.
Prosedur :
a. tahun dasar ditentukan ditengah-tengah data yang tersedia
b. nilai trend didasarkan persamaan Y = a + bx

a
Y
n

b
 XY
X 2

25
Perhitungan Trend Metode Least Square

Tabel 2.3
Perhitungan Trend Metode Least Square

Tahun Penjualan (unit) X XY 𝐗𝟐


2010 120 -5 -600 25
2011 125 -3 -375 9
2012 135 -1 -135 1
2013 150 1 150 1
2014 160 3 480 9
2015 175 5 875 25
Jml 865 0 395 70

865 395
a  144,17 b  5,64
6 70

Persamaan Trend :

Y = 144,17 + 5,64 X

Untuk menggambarkan garis trend :

Y = 144,17 + 5,64 (-5) = 115,97


Y = 144,17 + 5,64 (-3) = 127,25
Y = 144,17 + 5,64 (-1) = 138,55
Y = 144,17 + 5,64 (1) = 149,82
Y = 144,17 + 5,64 (3) = 161,09
Y = 144,17 + 5,64 (5) = 172,38

26
200
172,38
161,09
149,82
150 138,55
127,25
115,97
100

50

0
2010 2011 2012 2013 2014 2015

Gambar 2.3
Grafik Trend Least Square

4) Trend Moment
Trend Moment ini sebenarnya merupakan korelasi dari product
moment sehingga dapat diperhitungkan dengan cara korelasi yang
menyatakan seberapa kuat atau lemah suatu korelasi (hubungan)
pada variabel yang dihubungkan.
Prosedur :
a. tahun dasar ditentukan pada data paling awal
b. persamaan trend Y = a + b X
keterangan :

 Y  n.a   X.b
 XY   Xa   X 2
.b

27
Perhitungan Trend Metode Moment

Tabel 2.4
Perhitungan Trend Metode Moment
Tahun Penjualan (unit) Y X XY 𝐗𝟐
2010 120 0 0 0
2011 125 1 125 1
2012 135 2 270 4
2013 150 3 450 9
2014 160 4 640 16
2015 175 5 875 25
Jml 865 15 2.360 55

865 = 6.a + 15.b (x 5) 4325 = 30a + 75b


2360 = 15.a + 55.b (x 2) 4720 = 30a + 110b
-395 = -35 b
b = 11,31

maka nilai a :

Y = a + bX
865 = 6a + 15 (b)
865 = 6a + 15(11,31)
865 = 6a +169,65
865-169,65 = 6a
695,35 = 6a
a =115,89

persamaan trend :
Y=a+bx
Y = 115,89 + 11,31 X

28
Untuk menggambar garis trend :
Y = 115,89 + 11,31 (0) = 115,89
Y = 115,89 + 11,31 (1) = 127,2
Y = 115,89 + 11,31 (2) = 138,51
Y = 115,89 + 11,31 (3) = 149,82
Y = 115,89 + 11,31 (4) = 161,13
Y = 115,89 + 11,31 (5) = 172,44

200
172,44
161,13
149,82
150 138,51
127,2
115,89
100

50

0
2010 2011 2012 2013 2014 2015

Gambar 2.4
Grafik Trend Moment

Regresi Korelasi
Analisis regresi korelasi ini bertujuan untuk memperoleh atau
mencari hubungan diantara kedua variabel. Hubungan tersebut
dapat dilihat dengan taraf rendah sampai sangat tinggi.
Analisis regresi korelasi dilakukan dengan cara :
a. menentukan variabel yang mempengaruhi penjualan atau
variabel bebas
b. memasangkan variabel bebas dengan variabel terikat
c. formulasi Y = a + bx

29
Keterangan :
Y = forecast penjualan
a = konstanta
b = besar pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat (forecast
penjualan)
X = variabel bebas

n  XY -  X. Y
b
n  X 2 -  X 
2

a
Y - b X
n n

Analisis dapat dilakukan dengan cara :

n  XY -  X. Y
r
n X 2

-  X  n  Y 2 -
2
 Y 
2

Tabel 2.5
Penjualan dan Konsumen
Tahun Penjualan Konsumen
2010 125 40
2011 150 50
2012 110 35
2013 160 55
2014 90 30

30
Tabel 2.6
Perhitungan Regresi Korelasi

Penjualan Konsumen
Tahun XY Y2 X2
Y X
2010 125 40 5.000 15.625 1.600
2011 150 50 7.500 22.500 2.500
2012 110 35 3.850 12.100 1225
2013 160 55 8.800 25.600 3.025
2014 90 30 2.700 8.100 900
Jumlah 635 210 27.850 83.925 9250

Pertanyaan :
a. berapakah jumlah penjualan tahun 2015 jika jumlah konsumen
sebesar 60 orang?
b. berapa kuat korelasi antara penjualan dengan konsumen?

n  XY -  X. Y Y - bX
b a
n  X 2 -  X 
2
n n
635 2,74(210)
5 (27850) - (210) (635) a -
b 5 5
5(9250) - (210) 2
a  127 - 115,08
139250 - 133350
b a  11,92
46250 - 44100
5900
b
2150
b  2,74

Persamaan garis trend :

Y = 11,92 + 2,74 X

31
Forecast penjualan tahun 2015 :
Y = 11,92 + 2,74 (60)
= 11,92 + 164,,40
= 176,32 = 176 unit

n  XY -  X. Y
r
n X 2

-  X  n  Y 2 -
2
 Y 
2

5 (27850) - (210) (635)


r
5(9250)  (210) 5(83925)  (635) 
2 2

139250 - 133350
r
46250  44100419625  403325
5900
r
215016400
5900
r
5938
r  0.99

Perhitungan korelasi menunjukkan nilai r = 0,99 atau positif,


maka pengaruh atau hubungan konsumen dengan penjualan sangat
kuat, oleh karena itu variabel ini dikaitkan dengan penjualan adalah
sudah tepat.

Forecast Penjualan Dengan Motode Khusus


Analisis Industri
Forecast penjualan dengan metode ini dilakukan dengan cara
mengkaitkan penjualan dengan market share (bagian pasar). Market
Share menunjukkan posisi perusahaan dalam persaingan. Jika Market
Share semakin besar maka semakin kuat posisi perusahaan dalam
penjualannya.

32
Prosedur :
a. menentukan perkiraan penjualan industri pada periode yang
akan datang
b. menghitung Market Share

Penjualan Perusahaan
Market Share  x 100%
Penjualan Industri

c. menentukan proyeksi market share


d. mencari :

a
Y b
 XY
n X 2

Tabel 2.7
PT. Javas
Penjualan Perusahaan dan Penjualan Industri
Periode 2010-2015
Tahun Penjualan Perusahaan Penjualan Industri

2010 15.000 75.000


2011 21.160 92.000
2012 25.000 100.000
2013 32.400 120.000
2014 45.000 150.000

Pertanyaan :
a. Berapakah Forecast penjulan Industri tahun 2015 ?
b. Hitung Market Share !
c. Berapakah Proyeksi Market Share tahun 2015 ?
d. Berapakan Forecast penjualan perusahaan setelah Proyeksi
Market share tahun 2015?

33
Apabila data menunjukkan pola cenderung naik maka
dapat digunakan dengan cara Trend, namun jika data cenderung
menunjukkan fluktuatif (naik-turun) maka dapat dilakukan
dengan Rata-rata. Berdasarkan data tersebut menunjukkan data
cenderung naik maka digunakan Trend.

Tabel 2.8
Forecast Penjualan Industri 2015
Tahun Y X XY X2
2010 15.000 -2 -30.000 4
2011 21.160 -1 -21.160 1
2012 25.000 0 0 0
2013 32.400 1 32.400 1
2014 45.000 2 90.000 4
Jumlah 138.560 0 71.240 10

a. Forecast Penjualan tahun 2015


138560 71240
a  27.712 b  7.124
5 10

Persamaan Trend Y = 27.712 + 7.124 x

Perhitungan Penjualan Industri pada tahun 2015

Nilai X tahun 2015 adalah 3


Y = 27.712 + 7124 (3)
= 27.712 + 21.372
= 49.084 unit

34
b. Market Share

15.000
Market Share 2010  x 100%  20%
75.000
21.160
Market Share 2011  x 100%  23%
92.000
25.000
Market Share 2012  x 100%  25%
100.000
32.400
Market Share 2013  x 100%  27%
120.000
45.000
Market Share 2014  x 100%  30%
150.000

Market share tiap tahun cenderung mengalami kenaikan, hal


ini berarti posisi perusahan dalam penjualan semakin kuat.

Tabel 2.9
Forecast Market Share 2015
Tahun Y X XY X2
2010 20 -2 -40 4
2011 23 -1 -23 1
2012 25 0 0 0
2013 27 1 27 1
2014 30 2 60 4
Jumlah 125 0 24 10

125
a  25
5
24
b  2,4
10
Persamaan Trend Y = 25 + 2,4 X

35
Maka Market Share pada tahun 2015
Nilai X tahun 2015 adalah 3
Y = 25+ 2,4 (3)
= 25 + 7,2
= 32,2 %

Forecast penjualan perusahaan tahun 2015 ditentukan oleh besarnya


Forecast penjualan industri dan Forecast Market Share tahun 2015.

Maka perhitungan market share :

Penjualan Perusahaan
Market Share  x 100%
Penjualan Industri
Penjualan Perusahaan  Market Share x Penjualan Industri
 32,2 % x 49.084 unit
 15.805,04  15.805 unit

Analisis Produk Akhir


Metode ini menghubungkan forecast penjualan dengan
penjualan produk akhir, misalnya :
a. permintaan kulit akan tergantung pada permintaan sepatu
b. permintaan benang tergantung pada permintaan tekstil/jahit
Prosedur analisis industri :
a. menentukan forecast penjualan produk akhir
b. mengetahui standar pemakaian produk yang digunakan untuk
membuat produk akhir
c. menentukan forecast Market Share
Permintaan Sepatu tahun 2015 = 1000 unit
Bahan baku kulit sepatu = 200 gram
Proyeksi Market Share = 15 %
Berapa proyeksi permintaan kulit tahun 2015?
Maka dapat dihitung :
Permintaan kulit 200 x 1000 = 200.000 gram kulit

36
Permintaan perusahaan = MS x Permintaan kulit
= 15 % x 200.000
= 30.000 gram

Analisis Produk Lini


Analisa produk lini biasanya digunakan perusahaan-perusahaan
yang memproduksi lebih dari satu jenis produk, sehingga masing-
masing produk tersebut dibuatkan forecast karena masing-masing
produk tidak dapat diambil kesamaannya. Analisis produk lini harus
memperhatikan rincian setiap produk karena memiliki heterogenitas
yang beraneka ragam. Analisis ini perlu dilakukan dengan cermat
sehingga harus satu-persatu sesuai dengan kebutuhan perusahaan
dalam menganalisis produk lini tersebut.

37
Halaman ini sengaja dikosongkan

38
Penganggaran
Penjualan

Penjualan Terpadu
Penjualan terpadu merupakan panjualan secara
keseluruhan. Rencana penjualan terpadu atau keseluruhan dapat
memberikan atau membantu manajemen untuk mengambil
keputusan dalam hal pemasaran. Rencana penjualan terpadu
merupakan bagian dari perencanaan dan pengendalian laba
perusahaan. Apabila rencana penjualan tidak realistis maka laba
yang direncanakan juga tidak akan realistis.
Langkah-langkah dalam rencana penjualan terpadu :
a. Membuat Pedoman Rencana Penjualan
Digunakan untuk penetapan tanggungjawab rencana penjualan,
keseragaman dalam proses perencanaan penjualan.
b. Membuat Ramalan Penjualan
Menjadi masukan untuk menentukan rencana penjualan.
c. Mengumpukan Data yang Relevan
Kapasitas produksi, sumber bahan baku dan penolong,
ketersediaan karyawan dan tenaga kerja, ketersediaan barang
modal, saluran distribusi alternatif.
d. Membuat Rencana Strategis dan Taktis
Rencana strategis merupakan rencana jangka panjang, sedangkan
rencana taktis merupakan rencana jangka pendek.

39
e. Komitmen manajemen untuk mencapai sasaran dalam rencana
penjualan

Anggaran Penjualan
Anggaran Penjualan merupakan dasar dilakukannya aktivitas-
aktivitas lain yang merencanakan secara lebih detail tentang
penjualan perusahaan selama periode yang akan datang. Anggaran
penjualan menunjukkan adanya rencana yang berhubungan dengan
berbagai macam komponen antara lain:
a. Jenis (kualitas) barang yang akan dijual
b. Jumlah (kuantitas) barang yang akan dijual
c. Harga barang yang akan dijual
d. Waktu penjualan (musiman atau kontinu)
e. Daerah penjualan

Konsep Anggaran Penjualan


Anggaran penjualan dalam penyusunannya memiliki konsep
dan beberapa faktor yang mempengaruhinya. Konsep anggaran
penjualan mengacu pada komponen yang akan dibuat atau unsur-
unsur yang ada dalam anggaran penjualan.
Komponen Pokok Anggaran Penjualan
a. Dasar penyusunan anggaran
Menyusun tujuan, menyusun strategi, dan menyusun forecast
penjualan untuk periode mendatang.
b. Penyusunan anggaran penjualan
Anggaran promosi dan iklan, anggaran biaya penjualan, rencana
pemasaran untuk penyampaian produk kepada konsumen.

Faktor yang mempengaruhi Anggaran Penjualan


a. Faktor Pemasaran
Luas pasar (lokal, regional, nasional, internasional)
Keadaan persaingan, bersifat monopoli, oligopoli, bebas

40
Keadaan konsumen (selera konsumen, apakah konsumen akhir
atau konsumen industri, dan elastisitas permintaan)
b. Faktor keuangan (finansial)
Kemampuan modal kerja perusahaan untuk mencapai target
penjualan yang telah dianggarkan, seperti untuk beli bahan baku,
bayar upah, bayar promosi produk dan lain-lain.
c. Fakor ekonomis
Meramalkan apakah dengan peningkatan penjualan akan
meningkatkan laba atau sebaliknya.
d. Faktor teknis atau operasi
Memastikan peralatan dengan kapasitas yang terpasang, seperti
mesin dan alat mampu memenuhi target penjualan yang
dianggarkan.
e. Kemajuan teknologi
Bahan baku dan tenaga kerja langsung mudah dan murah atau
perlu menggunakan teknologi baru.
f. Faktor lainnya
Penambahan anggaran penjualan ditambah pada musim tertentu,
Perubahan kebijaksanaan pemerintah, sampai berapa lama
anggaran yang disusun masih dapat dipertahankan, kondisi
perekonomian nasional dan internasional.

Langkah-langkah Penyusunan Anggaran Penjualan


Setiap penyusunan anggaran harus melalui langkah-langkah
yang telah disiapkan atau melalui prosedur yang benar sehingga
tidak terjadi kesalahan atau dapat meminimalisasi tingkat kesalahan
meskipun anggaran yang disusun masih terdapat adanya
ketidakpastian.
a. Penentuan Dasar Anggaran
Penentuan dasar anggaran ini dimaksudkan untuk memperjelas
kebutuhan dalam anggaran seperti penentuan relevant variabel
(range) yang mempengaruhi penjualan, penentuan tujuan umum
dan khusus anggaran penjualan, penentuan strategi pemasaran
yang baik.

41
b. Analisis Penyusunan Anggaran Penjualan
 analisis ekonomi (aspek moneter, penduduk, kebijakan
pemerintah, teknologi).
 analisis industri (kemampuan masyarakat menerima produk
yang dihasilkan).
 analisis prestasi penjualan periode sebelumnya (mengetahui
market share perusahaan).
 analisis penentuan prestasi penjualan yang akan datang (bahan
baku, tenaga kerja, kapasitas produksi, kondisi permodalan)
 penyusunan forecast penjualan
 menentukan jumlah penjualan yang dianggarkan
 menghitung kemungkingan laba-rugi
 mengkomunikasikan rencana penjualan

Penyusunan Anggaran Penjualan


Penyusunan anggaran penjualan memperhatikan data historis
pada periode sebelumnya sebagai alat pertimbangan dalam
menentukan penjualan dalam unit maupun daerah yang dituju.
Perusahaan yang masih baru berdiri tentunya masih belum ada data
penjualan sebelumnya oleh karena itu dapat membuat dengan
perkiraan atau penilaian langsung dari manajemen, selain itu dapat
juga dengan menggunakan trend penjualan yang terjadi di pasar
(lapangan). Menyusun anggaran penjualan harus dilakukan dengan
cermat dan teliti meskipun pada akhirnya terdapat beberapa
penyimpangan yang mungkin terjadi. Anggaran penjualan dibuat
untuk meminimalisasi penyimpangan-penyimpangan yang terjadi.

Ilustrasi
Data PT. Javas yang diperoleh untuk menyusun anggaran penjualan
a. Perusahaan memproduksi dan menjual dua jenis produk yaitu
Sandal dan Sepatu

42
b. Data penjualan periode sebelumnya
Tabel 2.10
Penjualan Sandal dan Sepatu
Penjualan (Unit)
Tahun
Sandal Sepatu
2011 600 400
2012 620 410
2013 650 430
2014 680 445
2015 700 450

c. Pertimbangan proyeksi kapasitas, dan tersedianya bahan baku,


tenaga kerja, modal, distribusi dan lain-lain, maka penjualan
tahun 2016 :
Sendal sebesar 80% dari yang diproyeksikan
Sepatu sebesar 75% dari yang diproyeksikan

d. Rencana Penjualan

Tabel 2.11
Rencana Penjualan
Sandal Proporsi Harga
Surabaya Selatan 30% Rp 5.000,-
Surabaya Utara 20% Rp 5.250,-
Surabaya Barat 15% Rp 5.350,-
Surabaya Timur 35% Rp 5.500

Sepatu Proporsi Harga


Surabaya Selatan 15% Rp 6.250,-
Surabaya Utara 35% Rp 6.350,-
Surabaya Barat 30% Rp 6.500,-
Surabaya Timur 20% Rp 6.600,-

43
e. Rincian Anggaran Setiap Periode

Tabel 2.12
Proporsi Penjualan
Periode Sandal Sepatu
I 30% 25%
II 20% 30%
III 30% 20%
IV 20% 25%

Proses Penyusunan Anggaran


a. Forecasting penjualan tahun 2016

Tabel 2.13
Forecasting Penjualan Sandal
Tahun Y X XY X2
2011 600 -2 -1200 4
2012 620 -1 -620 1
2013 650 0 0 0
2014 680 1 680 1
2015 700 2 1400 4
Jumlah 3.250 0 260 10

a
Y a
3250
 650
n 5

b
 XY b
260
 26
X 2 10

Persamaan garis trend Y= 650 + 26 X

Proyeksi penjualan sandal tahun 2016 (nilai X = 3)


Y= 650 + 26 (3)
Y= 650 + 78
Y= 728 unit

44
Tabel 2.14
Forecasting Penjualan Sepatu
Tahun Y X XY X2
1996 400 -2 -800 4
1997 410 -1 -410 1
1998 430 0 0 0
1999 445 1 445 1
2000 450 2 900 4
Jumlah 2135 0 135 10

2135
a  427
5
135
b  13,5
10

Persamaan garis trend Y= 427 + 13,5 X

Proyeksi penjualan Sepatu tahun 2016 (nilai X = 3)


Y= 427 + 13,5 (3)
Y= 427 + 40,5
Y= 467,5 unit

b. Angaran penjualan untuk masing-masing produk tahun 2016

= Anggaran Produk yang diinginkan x Forecasting penjualan

Sandal 80% x 728 unit = 582,4 = 580 (memudahkan dalam


penghitungan)
Sepatu 75% x 467,5 unit = 350,6 = 350 (memudahkan dalam
penghitungan)

45
c. Penjualan pada masing-masing daerah

Tabel 2.15
Penjualan Produk Masing-masing Daerah
Sendal Sepatu
Daerah Proporsi Anggaran Jumlah Daerah Proporsi Anggaran Jumlah
Surabaya Selatan 30% 580 174 Surabaya Selatan 15% 350 52,5
Surabaya Utara 20% 580 116 Surabaya Utara 35% 350 122,5
Surabaya Barat 15% 580 87 Surabaya Barat 30% 350 105
Surabaya Timur 35% 580 203 Surabaya Timur 20% 350 70

d. Penjualan masing-masing produk pada tiap periode

Tabel 2.16
Penjualan Sandal Surabaya Selatan
Sendal
Periode Proporsi Anggaran Jumlah
I 30% 174 52,2
II 20% 174 34,8
III 30% 174 52,2
IV 20% 174 34,8

Tabel 2.17
Penjualan Sandal Surabaya Utara
Sendal
Periode Proporsi Anggaran Jumlah
I 30% 116 34,8
II 20% 116 23,2
III 30% 116 34,8
IV 20% 116 23,2

Tabel 2.18
Penjualan Sandal Surabaya Barat
Sendal
Periode Proporsi Anggaran Jumlah
I 30% 87 26,1
II 20% 87 17,4
III 30% 87 26,1
IV 20% 87 17,4

46
Tabel 2.19
Penjualan Sandal Surabaya Timur
Sendal
Periode Proporsi Anggaran Jumlah
I 30% 203 60,9
II 20% 203 40,6
III 30% 203 60,9
IV 20% 203 40,6

Perhitungan penjualan sandal pada tiap daerah menunjukkan


hasil dengan jumlah desimal, sehingga sebaiknya dalam penjualan
secara realistis dapat dilakukan dengan cara pembulatan. Misalnya
pada penjualan 40,6 unit maka dapat dibulatkan menjadi 40 unit dan
seterusnya.

Tabel 2.20
Penjualan Sepatu Surabaya Selatan
Sepatu
Periode Proporsi Anggaran Jumlah
I 25% 52,5 13,125
II 30% 52,5 15,75
III 20% 52,5 10,5
IV 25% 52,5 13,125

Tabel 2.21
Penjualan Sepatu Surabaya Utara
Sepatu
Periode Proporsi Anggaran Jumlah
I 25% 122,5 30,625
II 30% 122,5 36,75
III 20% 122,5 24,5
IV 25% 122,5 30,625

47
Tabel 2.22
Penjualan Sepatu Surabaya Barat
Sepatu
Periode Proporsi Anggaran Jumlah
I 25% 105 26,25
II 30% 105 31,5
III 20% 105 21
IV 25% 105 26,25

Tabel 2.23
Penjualan Sepatu Surabaya Timur
Sepatu
Periode Proporsi Anggaran Jumlah
I 25% 70 17,5
II 30% 70 21
III 20% 70 14
IV 25% 70 17,5

Perhitungan penjualan sepatu pada tiap daerah menunjukkan


hasil dengan jumlah desimal, sehingga sebaiknya dalam penjualan
secara realistis dapat dilakukan dengan cara pembulatan. Misalnya
pada penjualan 17,5 maka dapat dibulatkan menjadi 7 unit dan
seterusnya.
Selanjutnya berdasarkan perhitungan anggaran penjualan pada
setiap daerah di Surabaya, maka dapat disusun anggaran penjualan
secara terpadu terkait dengan penjualan sepatu dan sandal.

48
e. Susunan Anggaran Penjualan

Tabel 2.24
PT. Javas
Anggaran Penjualan
Periode 2015
Produk Sandal Produk Sepatu Total
Ket
Unit Harga Jml Unit Harga Jml
Surabaya Selatan
I 52 5.000 260.000 13 6.250 81.250
II 34 5.000 170.000 15 6.250 93.750
III 52 5.000 260.000 10 6.250 62.500
IV 34 5.000 170.000 13 6.250 81.250
Jumlah 172 860.000 525 318.750 1.178.750
Surabaya Utara
I 34 5.250 178.500 30 6.350 190.500
II 23 5.250 120.750 36 6.350 228.600
III 34 5.250 178.500 24 6.350 152.400
IV 23 5.250 120.750 30 6.350 190.500
Jumlah 114 598.500 120 762.000 1.360.500
Surabaya Barat
I 26 5.350 139.100 26 6.500 169.000
II 17 5.350 90.950 31 6.500 201.500
III 26 5.350 139.100 21 6.500 136.500
IV 17 5.350 90.950 26 6.500 169.000
Jumlah 86 460.100 104 676.000 1.136.100
Surabaya Timur
I 60 5.500 330.000 17 6.600 112.200
II 40 5.500 220.000 21 6.600 138.600
III 60 5.500 330.000 14 6.600 92.400
IV 40 5.500 220.000 17 6.600 112.200
Jumlah 200 1.100.000 69 455.400 1.555.400
Total 572 3.018.600 818 2.212.150 5.230.750

49
Halaman ini sengaja dikosongkan

50

Anda mungkin juga menyukai