PENGARUH PENEMPATAN KARYAWAN DAN FASILITAS KERJA
TERHADAP KINERJA KARYAWAN DI PERUSAHAAN DAERAH AIR
MINUM (PDAM) KOTA KUPANG
A. LATAR BELAKANG
Sumber daya manusia (SDM) merupakan salah satu faktor yang sangat
penting dan mempunyai peran yang sangat besar dalam suatu perusahaan.
Setiap perusahaan mengelola sumber daya manusia yang ada. Hal ini
dimaksudkan agar tujuan yang di harapkan akan tercapai dengan efisien.
Tanpa adanya pemeliharaan tenaga kerja, tujuan-tujuan perusahaan akan
terhambat. Oleh karena itu, sumber daya manusia harus dikelola dengan
baik untuk meningkatkan efektifitas dan efesiensi [Link]
perusahaan yang tidak menyadari betapa berharganya sumber daya manusia
untuk kelangsungan hidup perusahaan. Ada dua aset utama yang harus
dimiliki perusahaan yaitu sumber daya alam dan sumber daya manusia. Dua
aset tersebut, sumber daya manusialah yang lebih penting karena
bagaimanapun melimpahnya sumber daya alam tanpa adanya kemampuan
untuk mengelolanya maka tidak akan berkembang dengan baik.
Penempatan merupakan salah satu aspek yang paling penting bagi
karyawan maupun bagi perusahaan. Penempatan merupakan suatu proses
yang sangat menentukan dalam mendapatkan karyawan yang kompeten
yang dibutuhkan perusahaan, karena penempatan yang tepat dalam posisi
jabatan yang tepat akan dapat membantu perusahaan dalam mencapai tujuan
yang diharapkan. Hasibuan (2011:64), hal tersebut sesuai dengan prinsip
1
“Penempatan orang-orang yang tepat pada tempat yang tepat dan
penempatan yang tepat untuk jabatan yang tepat”. Menurut Hariandja
(2009:156),”Penempatan merupakan proses penugasan atau pengisisan
jabatan atau penugasan kembali karyawan pada tugas yang baru ataupun
jabatan yang berbeda”. Bernadin dan Russel (1993:111), mengatakan ada
kriteria yang harus dipenuhi dalam pelaksanaan penempatan kerja yaitu,
kesesuaian pengetahuan, kesesuaian kemampuan dan kesesuaian
keterampilan yang dibutuhkan dalam pekerjaan.
Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Kupang adalah Badan
Usaha Milik Negara (BUMD) yang menjalankan dua (2) tugas utama yaitu
sebagai pelayanan masyarakat Kota Kupang dalam menyediakan air bersih
dan memperoleh keuntungan serta bergerak dalam bidang produksi dan
distribusi air bersih untuk daerah Kota Kupang dan sekitarnya. Perusahaan
Daerah Air Minum (PDAM) Kota Kupang dalam aktivitasnya dibutuhkan
sumber daya manusia yang memiliki kemampuan dan keterampilan dalam
melakukan pekerjaan. Sumber daya manusia yang dimaksud adalah
karyawan. Karyawan dapat diartikan sebagai individu yang memberikan
layanan pada perusahaan maupun organisasi yang memerlukan layanan
tenaga kerja, dimana dari layanan tersebut karyawan juga memperoleh balas
jasa berbentuk upah dan kompensasi-kompensasi lainnya.
Pernyataan tersebut didukung dengan pandangan dari Hasibuan
(2002:57), yang menyatakan bahwa karyawan adalah setiap orang yang
menyediakan jasa (baik dalam bentuk pikiran maupun tenaga) dan
2
mendapatkan balas jasa ataupun kompensasi yang besarnya telah ditentukan
terlebih dahulu. Dalam melakukan pekerjaannya, setiap karyawan memiliki
tugas dan tanggung jawab sesuai dengan analisis jabatan (job analisys) yang
dimiliki oleh organisasi atau perusahaan. Akumulasi dari semua pekerjaan
itu disebut dengan kinerja individu atau kelompok.
Kinerja dapat diartikan sebagai perbandingan dari hasil kerja (output)
dengan standar yang telah ditetapkan terlebih dahulu. Mathis dan Jakcson
(2002:115) berpendapat bahwa kinerja adalah merupakan hasil atau tingkat
keberhasilan seseorang secara keseluruhan selama periode tertentu dalam
melaksanakan tugas dibandingkan dengan berbagai kemungkinan standar
hasil kerja, target, sasaran atau kriteria yang ditentukan terlebih dahulu dan
telah disepakati bersama. Oleh karena itu, berbicara tentang kinerja berarti
berbicara tentang suatu pekerjaan yang dimulai dari proses sampai dengan
hasil kerja yang dilakukan oleh setiap individu dan atau organisasi.
Dengan demikian kinerja merupakan hal yang penting dalam
keberlangsungan sebuah organisasi. Sama halnya dengan Perusahaan
Daerah Air Minum (PDAM) Kota Kupang, kinerja dari Perusahaan Daerah
Air Minum (PDAM) Kota Kupang sendiri sangatlah dipengaruhi oleh
kinerja dari para karyawannya. Ditemukan bahwa penempatan yang ada
sekarang pada Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Kupang
belum sesuai dengan syarat jabatan yang ditetapkan oleh perusahaan. Hal ini
dikarenakan masih ada karyawan yang menempati jabatan struktural
sebagai kepala sub bagian, mempunyai pendidikan yang tidak sesuai dengan
3
jenjang pendidikan yang ditentukan oleh Perusahaan Daerah Air Minum
(PDAM) Kota Kupang. Jabatan-jabatan tersebut diantaranya kepala sub
bagian hubungan dan pelanggan, kepala sub bagian distribusi, kepala sub
bagian perawatan teknik dan kepala sub bagian perencanaan dan
pengawasan teknik. Untuk staf pada Perusahaan Daerah Air Minum
(PDAM) Kota Kupang tidak memiliki syarat jabatan dalam penempatan
karyawan, sehingga penempatan staf pada Perusahaan Daerah Air Minum
(PDAM) Kota Kupang tersebut masih belum jelas.
Fasilitas-fasilitas yang dimiliki Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM)
Kota Kupang lingkungan fisik berupa fasilitas kantor yang disediakan saat
ini sudah memadai. Tetapi dari fasilitas/sarana yang tersedia, ada yang
berfungsi dengan baik dan ada tidak yang tidak berfungsi. Untuk
mendukung pernyataan di atas, maka di bawah ini adalah tabel yang
berkaitan dengan lingkungan kerja fisik dalam hal ini fasilitas kerja
disediakan oleh Perusahaan Daerah Air Minum Kota Kupang untuk
menunjang segala pekerjaan yang dilakukan oleh para karyawan.
4
Tabel 1.
Fasilitas kantor yang tersedia di
PDAM Kota Kupang
No Sarana/Fasilitas Jumlah Berfungsi TidakBerfingsi
1 Server 2 unit 1 unit 1 unit
2 Komputer 10 unit 6 unit 4 unit
3 Printer 2 unit 1 unit 1 unit
4 Scanner 3 unit 1 unit 2 unit
6 Pendingin ruangan
Air Cnditioner 4 unit 3 unit 1 unit
(AC) 5 unit 2 unit 3 unit
Kipasangin
Sumber: PDAM Kota Kupang
Berdasarkan tabel 1. di atas dapat dilihat bahwa fasilitas/sarana yang
terdapat dalam kolom tersebut disediakan oleh Perusahaan Daerah Air
Minum (PDAM) Kota Kupang untuk menunjang pekerjaan para karyawan.
Seperti terdapat server yang tersedia dua yang berfungsi satu dan yang tidak
berfungsi satu unit, selain itu komputer yang tersedia sepuluh unit yang
berfungsi enam unit dan yang tidak berfungsi empat unit, printer yang
tersedia dua unit yang berfungsi satu unit dan yang tidak berfungsi satu unit,
scanner yang tersedia tiga unit yang berfungsi satu unit dan yang tidak
berfungsi dua unit, pada pendingin ruangan yang menggunakan AC hanya
pada ruangan manajer dan ruangan kepala bagian yang tersedia empat unit
yang berfungsi tiga unit dan yang tidak berfungsi satu unit, sedangkan
ruangan karyawan menggunakan kipas angin dan yang berfungsi hanyalah
dua dari lima yang tersedia.
5
Adapun struktur organisasi perusahaan adalah sebagai berikut :
Bagian administrasi dan keuangan
dibagi lagi menjadi 5 yaitu:
Sub bagian umum dan personalia
Sub bagian hubungan pelanggan
Sub bagian kas dan pembukuan
Sub bagian rekening dan penagihan
Sub bagian gudang dan rumah tangga
Dalam bagian administrasi dan keuangan, masing-masing bagian tersebut
menggunakan dua computer dan satu buah server dimana tugas bagian
administrasi melaksanakan urusan rumah tangga perusahaan di bidang
administrasi keuangan perusahaan dan hubungan langganan dengan ruang
lingkup yang menjadi tanggung jawabnya sendiri meliputi: Pelaksanaan urusan
perencanaan program dan evaluasi, kepegawaian, keuangan, pengelola urusan
umum, surat menyurat dan [Link] bagian umun personalia
menggunakan satu buah computer dimana tugasnya mengkoordinir dan
mengawasi kegiatan ketatausahaan/kegiatan administrasi surat masuk dan
surat keluar yang meliputi kegiatan menerima, mengagendakan juga
mengarsipkan serta menyampaikan pada bagian-bagian yang berkepentingan,
mengkoordinir dan mengawasi administrasi data mengenai semua pegawai
perusahaan yang mencakup hal pengangkatan, pemindahan, kenaikan pangkat,
gaji, cuti, absensi, terdapat juga sub bagian hubungan pelanggan dimana
tugasnya melaksanakan tugas-tugas lain dalam bidangnya yang diberikan oleh
6
Kepala Bagian Administrasi dan [Link] bagian kas dan pembukuan
menggunakan satu buah computer dimana tugasnya menerima semua data dan
keterangan mengenai transaksi keuangan maupun data lain yang menyebabkab
berkurangnya atau bertambahnya nilai aktiva dan pasiva perusahaan,
mendapatkan data dan informasi keuangan dari semua bidang kegiatan
perusahaan untuk penyusunan anggaran, mengkoordinir pembuatan laporan
keuangan.
Sub bagian rekening dan penagihan menggunakan satu buah computer
tugasnya melaksanakan penagihan atas semua rekening menyusun jadwal
penyelesaian pembuatan rekening mulai dari pencantuman nama dan alamat
dengan pembuatan rekapitulasi rekening menyetorkan seluruh hasil penagihan
secara rutin pada Bank perusahaan pada hari kerja berikutnya, menyimpan dan
mengatur penyediaan uang kas untuk keperluan sehari-hari termasuk
pengambilan uang dari [Link] bagian gudang dan rumah tangga tugasnya
Mengkoordinir pelaksanaan semua kegiatan yang ada kaitannya dengan urusan
gudang dan rumah tangga PDAM Memeriksa dan menyimpan sebaikmungkin
bahan baku, pipa, meteran air, berikut perlengkapan dan peralatan serta barang-
barang lain yang dikirim [Link] data fasilitas yang terdiri dari printer
dan scanner dapat digunakan oleh semua pegawai yang mampu menggunakan
ke dua mesin tersebut didalam perusahaan PDAM tersebut.
Masalah fasilitas kerja yang tidak memadai tersebut, akan mempengaruhi
para kinerja pegawai dalam bekerja. Karena pengaruh dari fasilitas yang tidak
memadai menyebabkan para pegawai tidak akan bekerja secara optimal
7
walaupun mereka telah berkomitmen tinggi. Hal tersebut akan mengakibatkan
banyak pekerjaan yang seharusnya dapat diselesaikan tepat waktu sesuai
dengan target yang telah ditentukan sebelumnya tidak akan terselesaikan. Oleh
karena itu, fasilitas yang kurang memadai ini harus diperhatikan sehingga tidak
menghambat kinerja para karyawan dan kinerja dari organisasi. Faktor yang
mempengaruhi kinerja karyawan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota
Kupang selanjutnya adalah sistem pengupahan. Sistem pengupahan Perusahaan
Daerah Air Minum Kota Kupang menggunakan standar upah minimum
regional (UMR) sebagai dasar penentuan gaji/upah dari seorang karyawan, dan
pemberian kompensasi kepada karyawan berdasarkan kinerja dari karyawan
tersebut.
Hasil penelitian Ade Putera (2010) dengan judul “Pengaruh Penempatan
Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan
Provinsi Riau” hasil penelitian yang dilakukan menunjukan berdasarkan hasil
analisis dan pembahasan dari analisa statistic deskriptif disimpulkan bahwa:
Metode analisis yang digunakan yaitu analisis regresi linear sederhana dan
diperoleh hasil yaitu: Y = 10,255 + 0,576X, nilai r korelasinya adalah 0,629,
artinya tingkat hubungan penempatan kerja pegawai terhadap kinerja adalah
kuat dan positif. Kesimpulan yang didapatkan adalah terdapatnya pengaruh
penempatan kerja terhadap kinerja pegawai, sedangkan besarnya pengaruh
yang diberikan variabel independen 39,6% dan 60,4% dipengaruhi oleh faktor
lainnya.
8
Hasil penelitian Lucky Wulan Analisa (2011). “Analisa Pengaruh
Penempatan Karyawan dan Fasilitas Kerja Terhadap Kinerja Karyawan PT.
PJB Servis Siduardjo”. Variabel (X1) penempatan karyawan ,variabel (X2)
fasilitas kerja. Hasil penelitian secara simultan penempatan karyawan dan
fasilitas kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan PT.
PJB Servis Siduardjo dengan nilai f hitung 21, 726 (lebih besar dari 0,05),
maka diperoleh nilai signifikansi 0,000.
Berdasarkan uraian diatas, maka peneliti merasa tertarik untuk mengetahui
lebih lanjut tentang masalah tersebut,sehingga pada penelitian ini peneliti
mengambil judul : “Pengaruh Penempatan Karyawan Dan Fasilitas Kerja
Terhadap Kinerja Karyawan Pada Perusahaan Daerah Air Minum
(PDAM) Kota Kupang”.
B. RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan latar belakang masalah penelitian diatas,maka penulis
merumuskan masalah dalam penelitiaan ini adalah “Pengaruh Penempatan
Karyawan dan Fasilitas Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Pada
Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Kupang”
C. PERSOALAN PENELITIAN
1. Apakah penempatankaryawanberpengaruh terhadap kinerja karyawan
pada Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Kupang?
2. Apakah fasilitas kerja berpengaruh terhadap kinerja karyawan pada
Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Kupang?
9
D. TUJUAN DAN MANFAAT PENELITIAN
1. Tujuan Penelitian
a. Untuk menganalisis apakah penempatan karyawan terhadap kinerja
karyawan pada perusahaan daerah air minum (PDAM) Kota Kupang.
b. Untuk memahami apakah fasilitas kerja berpengaruh terhadap
kinerja karyawan pada Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM)
Kota Kupang.
2. Manfaat Penelitian
1. Secara Praktis
Diharap kan hasil penelitian ini dapat berguna bagi
perusahaan dan juga sebagai bahan masukan bagi manejer
Dalam memperhatikan kinerja karyawan pada perusahaan
tersebut.
2. Secara Akademis
Bagi akademis hasil penelitian dapat digunakan sebagai
referensi dan acuan yang dapat dipakai untuk penelitian lebih
lanjut serta menjadikan input untuk menambah wawasan apabila
ada penelitian lainnya.
3. Bagi Peneliti Lain
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat
berupa kerangka teoritis tentang kinerja pegawai serta faktor-
faktor yang mempengaruhinya dan nantinya dapat digunakan
10
oleh peneliti lain sebagai bahan pertimbangan dalam melakukan
penelitian lanjutan.
E. LANDASAN TEORI
1. Kinerja Karyawan
Kinerja atau performance merupakan gambaran mengenai
tingkat pencapaian pelaksanaan suatu program kegiatan atau kebijakan
dalam mewujudkan sasaran, tujuan, visi, dan misi organisasi yang
dituangkan melalui perencanaan strategis suatu organisasi (Moeheriono,
2012:95).Kinerja adalah hasil dari pekerjaan organisasi, yang
dikerjakan oleh karyawan dengan sebaik-baiknya sesuai dengan
petunjuk (manual), arahan yang diberikan oleh pimpinan (manajer),
kompetensi dan kemampuan karyawan mengembangkan nalarnya
dalam bekerja (Abdullah, 2013:331).
Berdasarkan definisi kinerja yang dikemukakan oleh beberapa
ahli, maka dapat disimpulkan bahwa kinerja adalah prestasi kerja yang
merupakan hasil dari penerapan rencana kerja yang dibuat oleh suatu
organisasi yang dilaksanakan oleh pimpinan dan karyawan (SDM) yang
bekerja di organisasi itu baik pemerintah maupun perusahaan (bisnis)
untuk mencapai tujuan organisasi.
11
a. Faktor-faktor mempengaruhi kinerja karyawan
Menurut Kasmir (2016) menyatakan jika dalam praktiknya,tidak
selamanya bahwa kinerja karyawan kondisi seperti yang diinginkan
baik oleh karyawan itu sendiri ataupun [Link] kendala
yang mempengaruhi kinerja baik secara individu maupun
[Link]-faktor yang mempengaruhi kinerja baik hasil
maupun perilaku adalah sebagai berikut:
a. Kemampuan dan keahlian
Karyawan yang memiliki kemampuan dan keahlian
yang baik maka akan memberikan kinerja yang baik
pula,dan begitupun sebaliknya.
b. Pengetahuan
Dengan mengetahui pengetahuan tentang pekerjaan
akan memudahkan seseorang untuk melakukan
pekerjaannya.
c. Rancangan kerja
Jika suatu pekerjaan memiliki rancangan yang
baik,maka akan memudahkan untuk menjalankan pekerjaan
tersebut secara tepat dan [Link] pekerjaan
diciptakan untuk memudahkan karyawan dalam melakukan
pekerjaannya.
d. Kepribadian
12
Seseorang yang memiliki kepribadian atau karakter
yang baik,akan dapat melakukan pekerjaan secara sungguh-
sungguh penuh tanggung jawab sehingga hasil pekerjaannya
baik.
e. Motivasi kerja
Jika karyawan memiliki dorongan motivasi yang kuat
dari dalam dirinya atau dorongan dari orang lain atau
perusahaan,maka karyawan akan termotivasi akan
melakukan sesuatu dengan baik.
f. Kepemimpinan
Kepemimpinan merupakan perilaku seorang pemimpin
dalam mengatur,mengelola,dan memerintah bawahannya
untuk mengerjakan sesuatu tugas dan tanggung jawabyang
diberikannya.
g. Gaya kepemimpinan
Merupakan gaya atau sikap seseorang pemimpin
dalam menghadapi dan memerintahkan bawahannya.
h. Budaya organisasi
Kebiasaan-kebiasaan atau norma-norma yang berlaku
didalam perusahaan dan diterima secara umum serta harus
dipatuhi oleh segenap anggota suatu perusahaan.
i. Kepuasaan kerja
13
Perasaan senang atau gembira,atau perasaan suka
seseorang sebelum dan setelah melakukan pekerjaan
tertentu.
j. Lingkungan kerja
Suasana atau kondisi disekitar lokasi tempat kerja
yang dapat berupa ruangan,layout,sarana dan prasarana,serta
hubungan dengan rekan kerja.
k. Loyalitas
Kesetiaan karyawanuntuk tetap bekerja dan membela
perusahaan tempat bekerja.
l. Komitmen
Kepatuhan kaaryawan untuk menjalankan kebijakan
atau peraturan perusahaan dalam bekerja.
m. Disiplin kerja
Usaha karyawan untuk menjalankan aktivitas
kerjanya secara sungguh-sungguh.
b. Penilaian Kinerja
Adinata (dalam Mangkunegara 2011;10), penilaian kinerja
(performance appraisal) merupakan faktor kunci pengembangan suatu
perusahaan secara efektif dan efisien. Penilaian kinerja individu
sangat bermanfaat bagi pertumbuhan perusahaan secara keseluruhan,
melalui penilaian tersebut maka dapat diketahui kondisi sebenarnya
14
tentang bagaimana kinerja [Link] penilaian kinerja,
perusahaan akan mengetahui mana karyawan yang berkualitas dan
dapat meningkatkan daya saing perusahaan dan mana karyawan yang
akan menghambat pertumbuhan perusahaan.
Handoko (dalam Adinata 2011;11), menyebutkan bahwa
penilaian kinerja terdiri dari tiga kriteria, yaitu:
a. Penilaian berdasarkan hasil, yaitu penilaian yang didasarkan adanya
target dan ukuran spesifik dan dapat diukur.
b. Penilaian berdasarkan perilaku, yaitu penilaian perilaku-perilaku yang
berkaitan dengan pekerjaan.
c. Penilaian berdasarkan judgement, yaitu penilaian yang berdasarkan
kualitas pekerjaan, kuantitas pekerjaan, koordinasi, pengetahuan
pekerjaan dan keterampilan, kreativitas, semangat kerja, kepribadian,
keramahan, integritas pribadi serta kesadaran dan dapat dipercaya
dalam menyelesaikan tugas.
c. Indikator Kinerja
Menurut Mangkunegara(2011:75) menyebutkan indikator dari
kinerja karyawan adalah sebagai berikut:
1. Kualitas kerja
Seberapa baik seorang karyawan mengerjakan apa yang
seharusnya dikerjakan.
2. Kuantitas kerja
15
Seberapa lama seseorang pegawai bekerja dalam satu
[Link] kerja ini dapat dilihat dari kecepatan kerja
setiap pegawai itu masing-masing.
3. Pelaksanaan tugas
Seberapa jauh karyawan mampu melakukan pekerjaannya
dengan akurat atau tidak ada kesalahan.
4. Tanggung jawab
Kesadaran akan kewajiban melakukan pekerjaan dengan
akurat atau tidak ada kesalahan.
2. Penempatan Karyawan
Suyoto (2012:122), berpendapat bahwa penempatan merupakan
proses atau pengisian jabatan atau penugasan kembali karyawan pada
tugas atau jabatan terbaru atau jabatan yang berbeda. Yani (2012:74),
placement atau penempatan adalah penunjukan kepada karyawan untuk
menduduki atau melakukan pekerjaan [Link] karyawan
merupakan pencocokan atau membandingkan kualifikasi yang dimiiliki
dengan persyaratan pekerjaan dan sekaligus memberikan
tugas,pekerjaan kepada calon karyawan untuk dilaksanakan
(Ardana,2012:18). Menurut Karyoto (2016) definisi penempatan
pegawai adalah “Suatu proses pengisian kekosongan jabatan untuk
melaksanakan pekerjaan-pekerjaan yang telah ditentukan oleh
organisasi”.
16
Berdasarkan pendapat para ahlidiatas, maka dapat disimpulkan
bahwa penempatan merupakan proses pengisian jabatan sesuai dengan
keterampilan dan kompetensi yang dimiliki oleh seorang pegawai.
a. Kualifikasi Penempatan Karyawan
Seleksi dan penempatan merupakan langkah yang diambil setelah
terlaksananya fungsi rekrutmenya itu proses mencari, menemukan dan
menarik pelamar untuk dikerjakan dalam dan oleh suatu organisasi.
Seleksi dan penempatan merupakan serangkaian langkahkegiatan yang
dilaksanakan untuk memutuskan apakah seorang pelamar diterima atau
ditolak, tetap atau tidak seorang pekerja ditempatkan pada posisi tertentu
dalam organisasi.
Proses seleksi dimulai setelah para pelamar mengajukan lamarannya
dan setelah pelamar memenuhi syarat-syarat yang ditentukan ketika
informasi lowongan pekerjaan itu diterbitkan. Proses seleksi harus
dilakukan dengan tepat dan penuh pertimbangan karena ini akan
berpengaruh bagi kelangsungan hidup suatu [Link] proses
seleksi ada beberapa tahap yang harus dilalui para pelamar untuk
selanjutnya pada proses penempatan jika pelamar itu diterima. Proses
seleksi ini disusun dengan memperhatikan persyaratan-persyaratan
jabatan yang telah ditatapkan setelah jabatan-jabatan dalam organisasi itu
dianalisis. Selanjutnya manajer memeriksa prestasi para pelamar di
waktu yang lalu dan memilih orang-orang yang memiliki kemampuan,
17
pengalaman, dan kepribadian yang paling memenuhi persyaratan suatu
jabatan.
Proses seleksi bukanlah kegiatan yang terpisah sendiri dari rangkaian
lainnya,dalam artian melakukan kegiatan seleksi berbagai masukan perlu
diperhitungkan dan dipertimbangkan. Hasil rekrutmen merupakan faktor
yang tidak bisa tidak diperhitungkan, artinya jenis dan sifat berbagai
langkah yang harus diambil dalam proses seleksi tergantung pada hasil
rekrutmen.
Langkah-langkah dalam proses seleksi adalah menempatkan
kualifikasi minimal bagi suatu jabatan melalui analisis jabatan. Ini
berkaitan dengan metode-metode tertentu yang dipakai untuk mengukur
kualifikasi-kualifikasi dari pelamar atau pekerja. Ada Sembilan metode
yang biasanyadigunakanyakni:
a. Tinjauan data biografis
b. Tes-tes bakat/ketangkasan
c. Tes-tes kemampuan
d. Ujian-ujian penampilan
e. Refrensi-refrensi
f. Evaluasi kinerja
g. Wawancara-wawancara
h. Pusat-pusat penilaian
i. Suatu masa percobaan
18
Tidak semua dari kesembilan metode ini digunakan karena ada
beberapa kendala dalam pelaksanaan masing-masing metode ini.
Kendala-kendala itu berkisar pada tingkat validitas yang berbeda, dan
metode-metode tersebut mempunyai tingkat reabilitas atau kekonsistenan
bagi seorang pelamar ketimbang waktu, serta metode-metode itu mulai
dari yang tidak mahal hingga yang paling mahal.
Setelah melalui tahap rekrutmen kemudian seleksi, tahap selanjutnya
adalah penempatan. Pada tahap ini seorang karyawan baru akan
ditempatkan pada posisi tertentu untuk malaksanakan tugas-tugas
tertentu. Penempatan tidak hanya berlaku bagi karyawan baru akan tetapi
berlaku juga bagi karyawan lama yang mengalami alih tugas dan mutasi
dan konsep penempatan ini berarti mencakup pula promosi, transfer, dan
bahkan demosi atau penurunan pangkat jabatan seorang karyawan.
b. Indikator Penempatan Karyawan
Dalam bukunya yang berjudul “Sumber Daya Manusia” Yuniarsih
dan Suwatno (2013:117-118) tentang penempatan karyawan menyangkut
beberapa indikator dari penempatan pegawai itu sendiri yaitu:
1. Pendidikan
Pendidikan minimum yang disyaratkan yaitu menyangkut:
Pendidikan yang seharusnya,artinya pendidikan yang
harus dijalankan syarat.
19
Pendidikan alternatif, yaitu pendidikan lain apabila
terpaksa,dengan tambahan latihan tertentu dapat
mengisi syarat pendidikan yang seharusnya.
2. Pengetahuan kerja
Pengetahuan yang harus dimiliki oleh seorang tenaga kerja
agar dapat melakukan pekerjaan dengan wajar, Pengelaman
kerja ini sebelum ditempatkan dan harus diperoleh pada ia
bekerja dalam pekerjaan [Link] adalah:
Pengetahuan mendasari keterampilan
Peralatan kerja
Prosedur pekerjaan
Metode proses pekerjaan
3. Keterampilan kerja
Kecakapan/keahlian untuk melakukan suatu pekerjaan yang
hanya diperoleh dalam [Link] keterampilan kerja
adalah:
Keterampilan mental,seperti menganalisa data,
membuat keputusan, menghintung, menghafal dll.
Keterampilan fisik,dapat bertahan lama dengan
pekerjaan yang dikerjakannya.
Keterampilan social,seperti mempengaruhi orang
lain,berpidato,dan lainnya.
20
4. Pengalaman kerja
Pengelaman seseorang tenaga kerja untuk melakukan suatu
pekerjaan [Link] pekerjaan ini indikatornya
adalah:
Pekerjaan yang harus dilakukan.
3. Fasilitas Kerja
Fasilitas merupakan segala hal yang dapat memudahkan dan
melancarkan pelaksanaan kegiatan, yang dapat memudahkan kegiatan
berupa sarana dan prasarana. Fasilitas kerja adalah suatu bentuk
pelayanan perushaan terhadap karyawan agar menunjang kinerja dalam
memenuhi kebutuhan karyawan,sehingga dapat meningkatkan
produktifitas kerja karyawan.
(Koyong,2011:11).Menurut Rista (2014) fasilitas adalah penyedia
perlengkapan-perlengkapan fisik untuk memberikan kemudahan kepada
penggunanya,sehingga kebutuhan-kebutuhan dari pengguna fasilitas
tersebut dapat [Link] oleh Bary (2012:67) fasilitas
kerja adalah sebagai sarana yang diberikan perusahaan untuk
mendukung jalannya nada perusahaan dalam mencapai tujuan yang
ditetapkan oleh pemegang kendali.
Berdasarkan pendapat para ahli di atas, maka dapat disimpulkan
bahwa fasilitas kerja adalah segala sesuatu yang berupa sarana atau alat
yang digunakan untuk mempermudah aktivitas kantor sehingga
karyawan dapat melaksanakan pekerjaannya dengan baik. Semakin
21
besar aktivitas sebuah kantor, maka semakin lengkap fasilitas dan
sarana pendukung dalam proses kegiatan untuk mencapai tujuan
organisasi.
a. Jenis-jenis Fasilitas Kerja
Menurut Sofyan dalam Sembiring (2013:11) jenis-jenis
fasilitas kerja terdiri dari:
a. Mesin dan peralatannya yang merupakan keseluruhan
peralatan yang digunakan untuk mendukung proses
produksi yang ada di perusahaan.
b. Prasarana,yaitu fasilitas pendukung yang digunakan
untuk memperlancar aktivitas perusahaan,diantaranya
adalah jembatan, jalan, pagar dan lainnya.
c. Perlengkapan kantor, yaitu fasilitas yang mendukung
aktivitas kegiatan yang ada diperkantoran,seperti
perabot kantor (meja, kursi, lemari dan lainnya).
Peralatan laboraturium dan peralatan elektronik
(computer, mesin fotocopy, printer, dan alat hitung
lainnya).
d. Peralataan invertaris, yaitu peralatan yang dianggap
sebagai alat-alat yang digunakan dalam perusahaan
seperti inventaris kendaraan. Inventaris kantor,
inventaris pabrik, inventaris laboraturium,inventaris
gudang dan lainnya.
22
e. Tanah, yaitu asset yang terhampar luas baik yang
digunakan ditempat bangunan,maupun yang
merupakan lahan kosong yang digunakan untuk
aktivitas perusahan.
f. Bangunan,yaitu fasilitas yang mendukung aktivitas
sentral kegiatan perusahaan utama seperti perkantoran
dan pergudangan.
g. Alat transportasi,yaitu semua jenis peralatan yang
digunakan untuk membantu terlaksananya aktivitas
perusahaan seperti kendaraan (truk, traktor, motor,
mobil, motor, dan lainnya).
Alwari Ekaningsih, (2012:21), faktor-faktor yang
mempengaruhi lingkungan kerja adalah sebagai berikut:
a. Penerangan yang cukup
b. Pelayanan kesehatan bagi karyawan dan keluarganya
c. Penyediaan kamar mandi atau toilet
d. Kondisi kerja
e. Pelayanan makan atau minum
f. Penggunaan warna ruangan kantor
g. Ruang gerak cukup
h. Keamanan kerja
b. Indikator Fasilitas Kerja
23
Indikator fasilitas kerja menurut Moenir (2014) dapat dibagi
menjadi tiga golongan besar yaitu:
1) Fasilitas alat kerja
2) Fasilitas perlengkapan kerja
3) Fasilitas sosial
F. KONSEP
Konsep merupakan adalah unsur penelitian yang terpenting dan
merupakan definisi yang dipakai para peneliti untuk menggambarkan
secara abstrak suatu fenomena alami. Berdasarkan rumusan latar belakang
diatas, maka konsep dari penelitian ini adalah:
a. Kinerja adalah prestasi kerja yang merupakan hasil dari penerapan
rencana kerja yang dibuat oleh suatu organisasi yang dilaksanakan oleh
pimpinan dan karyawan (SDM) yang bekerja di organisasi itu baik
pemerintah maupun perusahaan (bisnis) untuk mencapai tujuan
organisasi.
b. penempatan merupakan proses pengisian jabatan sesuai dengan
keterampilan dan kompetensi yang dimiliki oleh seorang pegawai.
c. fasilitas kerja adalah segala sesuatu yang berupa sarana atau alat yang
digunakan untuk mempermudah aktivitas kantor sehingga karyawan
dapat melaksanakan pekerjaannya dengan baik..
24
1. INDIKATOR EMPIRIK DAN SKALA PENGUKURAN
KONSEP
Tabel 2.
Indikator Empirik Dan Skala Pengukuran
Konsep Indikator Empirik Skala Pengukurran
Kinerja Kualitas kerja Ordinal
Karyawan Kuantitas kerja
Pelaksanaan tugas
Tanggung jawab
Penempatan Pendidikan Ordinal
PengetahuanKerja
KeterampilanKerja
PengalamanKerja
FasilitasKerja Fasilitas Alat Kerja Ordinal
Fasilitas Perlengkapan Kerja
Fasilitas Sosial
G. HIPOTESIS DAN KERANGKA DASAR PEMIKIRAN
a. Kerangka Dasar Pemikiran
25
Kerangka dasar pemikiran adalah gambaran tentang hubungan antara
variabel inpenden dan variabel [Link] menjadi variabel
independen dalam penelitian ini adalah penempatan karyawan dan
fasilitas kerja, sedangkan variabel dependennya adalah kinerja
karyawan.
Dalam penelitian ini, variabel yang diteliti adalah variabel
penempatan (X1) yang merupakan variabel bebas pertama, dan fasilitas
kerja (X2) yang merupakan variabel bebas kedua, sedangkan kinerja
(Y) merupakan variabel terikatnya, sehingga kerangka pemikirannya
dapat digambarkan seperti berikut:
Gambar 1
Kerangka Pemikiran
Penempatan
karyawan
(X1)
Kinerja
Karyawan
(Y)
Fasilitas
Kerja
(X2)
b. Hipotesis
26
Hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap rumusan masalah
penelitian, dimana rumusan masalah penelitian telah dinyatakan dalam
bentuk kalimat,Sugiyono,(2005:306).Berdasarkan permasalahan, tujuan
penelitian dan kerangka pemikiran diatas maka penulis merumuskan
hipotesis sebagai berikut :
1. Hipotesis kerja
Hipotesis Nihil (Ho)
a. Tidak ada pengaruh penempatan karyawan (X1) terhadap kinerja
karyawan.
b. Tidak ada pengaruh fasilitas kerja (X2) terhadap kinerja karyawan
Hipotesis Alternatif (Ha)
a. Ada pengaruh penempatan karyawan (X1) terhadap kinerja
karyawan
b. Ada pengaruh fasilitas kerja (X2) terhadap kinerja karyawan
2. Hipotesis Statistik
a. Ho : b1 = 0, artinya penempatan karyawan tidak berpengaruh
secara signifikan terhadap kinerja karyawan.
Ho : b1 # 0, artinya penempatan karyawan berpengaruh secara
signifikan terhadap kinerja karyawan.
b. Ho : b2 = 0, artinya fasilitas kerja tidak berpengaruh secara
signifikan terhadap kinerja karyawan.
Ho : b2 # 0, artinya fasilitas kerja berpengaruh secara
signifikan terhadap kinerja karyawan.
27
H. METODE PENELITIAN
Metode penelitian adalah suatu metode yang digunakan dalam penelitian
yang bersifat ilmiah. Metode ini diharapkan dapat membantu atau
memperlancar jalannya suatu penelitian,baik dalam mengumpulkan data,
pengolahan data sampai pada analisis data.
1. Populasi dan Sampel
a. Populasi
Menurut sugiyono (2010 : 61) memberi pengertian bahwa
populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri dari obyek atau
subyek yang menjadi dan karakteristik tertentu yang ditetapkan
oleh peneliti untuk dipelajari karakteristik tertentu yang ditentukan
peneliti. Yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah seluruh
pegawai Perusahaan Daerah Air Minum Kota Kupang yang
berjumlah 57 orang.
N
n=
1+ Ne2
Dimana:
n = jumlah sampel
N = jumlah populasi
e = kelonggaran ketiktelitian karena kesalahn pengambilan
sampel yang dapat ditolerin
28
Populasi (N) sebanyak 57 orang dengan asumsi taraf
kesalahan (e) sebesar 10% maka jumlah sampel (n)
adalah
57
n= 2
1+57 (0,1)
n = 36,30 = 36 responden
b. Sampel
Menurut suharsimi (2010 : 174) sampel adalah sebagian dari
populasi yang diteliti yang memiliki karakteristik tersebut yang
nantinya akan menjadi sumber data yang sebenarnya untuk
mewakili populasi dalam arti sampel harus bersifat representatif.
Sampel yang akan digunakan dalam hal ini merupakan sampel dari
pegawai PDAM Kota Kupang oleh karena itu teknik pengambilan
sampel dengan menggunakan koesioner. Berdasarkan hitungan
diatas maka jumlah sampel yang digunakan pada penelitian ini
adalah sebanyak 36 responden.
2. Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data yang peneliti gunakan dalam
penelitian ini yaitu:
a. Koesioner
Untuk mendapatkan data penulis menggunakan koesioner
atau daftar pertanyaan yang diberikan kepada responden atau
karyawan Perusahaan Daerah Air Minum ( PDAM) Kota Kupang.
29
3. Teknik Analisis Data
1. AnalisisPendahuluan
Pada tahap ini akan di definisikan konsep-konsep penelitian
untuk melihat keterkaitan antara penempatan karyawan dan
fasilitas kerja untuk mengikat kinerja karyawan.
2. AnalisisLanjutan
Sugiyono (1999:54), Analisis regresi linear berganda
digunakan untuk mengetahui pengaruh masing-masing variabel
bebas terhadap variabel terikat baik secara bersama-sama
(simultan) maupun secara parsial dengan rumus sebagai berikut:
Y = β1X1 + β2X2
Keterangan:
Y = KinerjaKaryawan
X1 = PenempatanKaryawan
X2 = FasilitasKerja
β1dan β2 = KoefesienRegresi
30
Pengujian hipotesis sebagai berikut :
a. Uji Parsial (Uji t)
Sugiyono (2010:163), Uji pengaruhsecaraparsial (uji t)
bertujuan untuk menguji secara parsial pengaruh variabel
Penempatan Karyawan (X1) dan FasilitasKerja (X2) terhadap
variabel terikat Kinerja (Y). Maka fomulasi uji t yang
digunakan sebagai berikut:
bi
thitung =
Sbi
Keterangan:
bi : KoefisienRegresi
Sbi : Simpangan Baku (Standar Error) dari bi
Tarafsignifikana = 0.05
b. Uji Simultan (Uji F)
Supranto (2004:159), uji bersama-sama (uji F)
bertujuan untuk menguji secara simultan pengaruh antara
variabel independen terhadap variabel dependen. Di sini
variabel independennya yaitu PenempatanKaryawan (X1)
dan Fasilitas Kerja (X2) terhadap variabel dependennya yaitu
Kinerja (Y). Maka formulasi yang biasa digunakan dalam uji
simultan (uji F) ini adalah sebagai berikut :
JKR /(k −1)
Fhitung=
JKE/(n−k )
Keterangan:
31
JKR = Jumlah kuadrat regresi
JKE = Jumlahkuadrat error
n = Banyaknya responden
k = Banyaknya variabel bebas
Taraf signifikan a = 0,
c. KoefisienDeterminasi (R2)
Koefisien determinasi (R2) digunakan untuk mengetahui
pengaruh variabel bebas yaitu variabel Penempatan
Karyawan (X1) dan Fasilitas Kerja (X2) berpengaruh
secara bersama-sama terhadap variable terikat Kinerja (Y)
dengan formulasi sebagai berikut:
JKR
R2 = JKT x 100 %
Keterangan:
R2= Koefisien determinasi
JKR = Jumlah kuadrat regresi
JKT = Jumlah kuadrat total
32
DAFTAR PUSTAKA
Bernardin dan Russell. 1993. Human Resource Management. Amerika: McGraw-Hill
Cut Ermiati. “Pengaruh Fasilitas dan Pengembangan Sumber Daya Manusia
terhadap Produktivitas Kerja Karyawan Studi Kasus PTPN II Kebun
Sampalli Medan”.Dalam J-DA 8-20. Medan.
Fathoni, Abdurrahmat. 2006. Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: Rineka
Cipta .
Handoko, T. Hani..2008. Manajemen Personalia dan Sumber Daya Manusia.
Yogyakarta: BPFE.
Hariandja, Marihot Tua Efendi. 2009. Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta:
PT Grasindo
Hasibuan, Malayu. 2011. Manajemen Sumber Daya Manusia Edisi Revisi. Jakarta: PT
Bumi Aksara.
Kaswan. 2012. Manajemen Sumber Daya Manusia untuk Keunggulan Bersaing
Organisasi. Yogyakarta: GrahaIlmu.
Mangkunegara, Anwar Prabu. 2009. ManajemenSumberDayaManusia
Perusahaan. Bandung: PT. RemajaRosdaKarya.
Mathis, John. 2002. Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: PT Salemba
Empat.
Sinambela, Lijan Poltak. 2012. Kinerja Pegawai Teori Pengukuran dan Implikasi.
Yogyakarta: GrahaIlmu.
33