MATERI AJAR SOLDERING
1. Teknik Soldering
Menyolder adalah proses membuat sambungan logam secara listrik dan mekanis
menggunakan logam tertentu (timah) dengan menggabung-kannya dengan alat khusus
(solder). Alat ini berfungsi untuk memanaskan sambungan pada suhu tertentu. Solder
memiliki sebuah elemen pemanas yang menghasilkan panas. Pada ujung elemen pemanas
terdapat “bit”, bagian inilah yang memegang peran penting dalam pemanasan dan
penyolderan.
Gambar 1 Solder listrik
Bagian pada elemen pemanasan dapat mencapai suhu 190 C dan bagian “bit” dapat mencapai
250 0C. Agar tidak menimbulkan kerusakan pada komponen atau kerusakan pada jalur PCB
sebaiknya proses penyolderan dilakukan tidak terlalu lama. Juga dipilih solder maupun timah
solder yang sesuai misalnya daya solder 25 W. Untuk menyolder komponen yang tidak tahan
panas sebaiknya dilengkapi dengan alat penetral panas (heat sink) pada kaki komponen yang
disolder.
Disamping itu apabila lalai dalam penggunaan dapat menyebabkan terjadinya luka bakar
yang cukup serius. Untuk mencegah hal ini, sebaiknya solder ditaruh pada penyangga solder
apabila tidak digunakan untuk beberapa saat. Selain itu untuk membersihkan bit (ujung
solder) perlu menggunakan busa.
Gambar 2 Penyangga Solder
Solder memiliki berbagai macam jenis dari mulai berdaya 15 W sampai dengan beberapa
ratus watt. Keuntungan solder berdaya besar ialah panas dapat cepat mengalir pada
sambungan sehingga sambungan dapat cepat dibuat. Ini penting ketika kita akan menyolder
pada bagian permukaan logam yang besar. Namun tidak diperkenankan bila digunakan pada
peralatan elektronika yang sangat rentan terhadap panas yang berlebihan. Solder yang umum
digunakan untuk keperluan di bengkel elektronika adalah solder dengan daya yang rendah
berkisar antara 25 W. Dalam pekerjaan menyolder kualitas penyolderan yang diharapkan
haruslah memenuhi kriteria seperti berikut:
1. Daya hantar listrik yang baik
2. Mempunyai ketahanan mekanik
3. Daya hantar panas yang baik
4. Mudah dibuat
5. Mudah diperbaiki
6. Mudah diamati
2. Timah Solder dan Bahan Tambah Menyolder
Timah solder adalah bahan logam yang digunakan untuk merekatkan sambungan antar
komponen. Timah solder terdiri dari campuran dari Tin dan Lead (timah hitam). Campuran
umum yang biasa digunakan adalah 60% Tin dan 40% Lead dengan titik leleh 190 0C
Gambar 3 Timah Solder
Tabel di bawah ini menampilkan berbagai perbandingan campuran lain disertai suhu
lelehnya.
Melapisi permukaan ujung solder dengan timah biasa disebut dengan istilah ‘tinning’
Penimahan (tinning) ini sangat perlu terutama untuk-baut-solder yang baru, gunanya agar
timah patri mudah melekat pada ujung baut solder. Untuk menghasilkan pekerjaan yang baik
penimahan harus mengikuti prosedur yang benar agar timah patri sebagai bahan penyambung
dapat melekat pada permukaan ujung baut-solder. Langkah-langkah melakukan penimahan
adalah sebagai berikut :
1. Siapkan perlengkapan yang diperlukan untuk melakukan tinning, seperti; alat pemanas,
kikir kasar dan kikir sedang, cairan air keras (NHCl), resin (arpus), dan bila perlu lap kain-
pernel atau majun
2. Bersihkan permukaan ujung kepala-baut solder dengan kikir hingga rata dan halus
3. Bersihkan serbuk bekas kikir sampai bersih dengan kain atau majun
4. Panaskan kepala-baut solder sampai kira-kira 170o C (berwar merah kelabu)
5. Celupkan pada larutan air-keras atau arpus
6. Gosokan pada timah padat sampai timahnya mencair danmelekat dengan rata pada seluruh
permukaan ujung kepala baut-solder
7. Bersihkan kembali permukaan kepala baut-solder dengan majun
8. Selanjutnya kita coba hasil penimahan tersebut dengan memanaskan kembali baut-solder
sampai kira-kira 210o C.
9. Gosokan kembali pada timah dingin, apabila cairan timah melekat pada seluruh permukaan
kepala baut-solder itu berarti pekerjaan penimahan(tinning) berhasil. Akan tetapi bila tidak
tandanya tidak/belum maka pekerjaan penimahan itu harus diulang sampai berhasil
Timah
Timah atau timah putih, tahan terhadap pengaruh oksidasi udara, bahan ini lebih keras
dari timah hitam,agak kenyal sehingga dapat dibuat dalam bentuk timah kawat. Timah tidak
rusak oleh air maupui udara, maka logam ini sangat baik dipakai sebagai logam pelindung
atau pembungkus (coating), akan tetapi bila dengan air laut terjadi pembentukan timah
chlorida.
Timah hitam atau timbel
Timah hitam berwarna abu-abu terang dalam udara terbuka warnanya menjadi gelap.
Logam ini sangat lunak dan kenyal mudah sekali dibentuk. Meskipun timah hitam dalam
keadaan murni sangat lembek, namun dengan menambahkan paduan unsur yang lain seperti :
antimon, arsen, tembaga dan seng, dapat menjadi lebih keras. Selain lunak timah hitam
adalah satu satunya logam berat yang mempunyai suhu cair yang rendah dan kepadatan yang
tinggi. Dengan kepadatan yang tinggi ini maka logam ini banyak digunakan untuk pelindung
radiasi seperti pada sinar-X dan energi nuklir.
Paduan timah dan timah hitam
Dalam penyolderan biasanya digunakan campuran antara timah murni dengan timah
hitam dengan kadar campuran sesuai dengan titik leleh seperti ditunjukkan pada tabel diatas.
Untuk keperluan penyolderan untuk peralatan elektronik digunakan timah dengan campuran
60/40 dengan titik leleh 190 0C dan biasanya berbentuk kawat bulat dengan diameter 0.8
mm. Didalam kawat timah tersebut diisi dengan bahan tambah (pasta, arpus, flux) ini
dimaksudkan untuk mempermudah proses penyolderan dengan hasil yang baik. Ada beberapa
jenis timah yang digunakan untuk menyolder sesuai kebutuhannya seperti ditunjukkan pada
gambar.
Bahan tambah (flux, pasta, air keras)
Gambar 4 Flux Paste
Dalam prakteknya untuk penyolderan dibutuhkan bahan tambah(fluxes) yang
berfungsi untuk membersihkan permukaan logam yang akan disambung dari kotoran
terutama yang bersifat kimia sehingga cairan patri meresap pada kedua sisi permukaan
logam. Bahan tambah berupa resin ( Arpus ), banyak dipakai sebagai bahan tambah pada
industri elektronika. Resin berasal dari penorehan getah pohon pinus kualitasnya dilihat dari
warnanya, dikenal sebagai air putih (white water)
3. Peralatan Menyolder/mematri
Baut solder
Baut solder merupakan alat utama untuk pekerjan menyolder/mematri, terdiri dari
bagian-bagian
1. Kepala-baut solder (iron tip)
2. Gagang/Pegangan (handle)
Iron Tip/ujung solder menghubungkan dan menyalurkan panas dari elemen pemanas
ke sambungan. Pada “tip” solder, umumnya terbuat dari tembaga atau campuran tembaga
karena kecapatan menyalurkan panas yang tinggi (konduktif). Kekonduktifan tip akan
mempengaruhi energi panas yang dikirim dari elemen pemanas.
Baik bentuk geometri maupun ukuran tip solder akan mempengaruhi performa dari
solder itu sendiri. Karakter dari tip dan kemampuan elemen pemanas akan mempengaruhi
efesiensi dari sistem penyolderan. Panjang dan ukuran tip akan mempengaruhi aliran panas
sedangkan bentuknyapun mempengaruhi seberapa baik panas tersebut disalurkan ke
sambungan. Pegangan atau gagang baut-solder dibuat dari kayu atau bahan lain yang tidak
menghantar panas seperti plastik dan lain-lain. Dalam pemakian sehari-hari dapat kita jumpai
dua jenis solder yaitu : Solder tangan (hand solder) dan solder listrik (electric solder) Pada
gambar dibawah ditunjukkan macam-macam bentuk baut solder
Gambar 5 Baut Solder
Untuk pekerjaan pekerjaan dibengkel listrik/elektronik yang digunakan adalah jenis
solder listrik (electric solder) dengan model dan ukuran yang berbeda-beda. Macam-macam
model/bentuk kepala baut solder listrik disesuaikan dengan kebutuhan, dan jenis
pekerjannnya
Biasanya ukuran baut-solder listrik dinyatakan dalam Watt, sedangkan modelnya ada
yang tetap ditempat dan dilengkapi asesoris yang lengkap. Model baut-solder ini banyak
dipakai pada pekerjaan elektronik dan pekerjaan instrumentasi, model ini disebut baut-solder
tetap (soldering stasion)
Ada juga jenis baut-solder model pistol (solder iron gun) banyak dipakai pada
pekerjaan elektronik/listrik, pekerjaan instrumentasi, komonikasi dan servis kelistrikan
otomotip. Model baut-solder ini banyak disukai karena praktis dan dapat dibawa dilapangan.
Selain itu ada yang lebih kecil lagi modelnya terutama sekali pada pekerjaan
elektronik dan instrumentasi yaitu baut-solder mini (mini quick) dan pena solder (soldering-
pen).
Gambar 6 Bauz SolderPena
Model baut-solder listrik standar kapasitas panasnya ditentukan dalam satuan Watt,
untuk pekerjaan di bengkel elektronik antara 25 s.d 200 Watt, sedangkan untuk pekerjaan
agak besar (heahy duty) seperti yang digunakan pada pekerjaan industri pelat, menggunakan
baut-solder kapasitasnya yang lebih besar yaitu antara : 325 s.d 450 Watt.
Untuk pekerjaan industri yang pekerjaannya terus menerus dipakai model bautsolder
untuk industri (solder iron for industri and continious work)
4. Pemakaian solder
Dalam era globalisasi segala jenis produk industri manufaktur berkembang sangat pesat
seiring dengan tuntutan permintaan pasar dan kemajuan industri. Persaingan yang sangat
nyata(signifikan) yaitu pada kualitas produk, oleh karena itu, pada penyolderanpun
dibutuhkan teknologi yang tinggi dan dikerjakan secara profesional. Pemakaian
peyolderan(soldering application) dikelompokkan menjadi :
1. Untuk pemakaian industri rumah tangga(home industri)
2. Untuk pemakaian industri kemasan ringan(light container)
3. Untuk pemakaian industri fabrikasi pelat tipis(light sheet metal fabrication)
4. Untuk pemakaian industri elektronika,listrik, telekomunikasi dan intrumentasi.
5. Kualitas Hasil Solder
Agar penyolderan menghasilkan produk yang berkualitas sesuai persyaratan di industri, maka
haruslah melalui tahapan tahapan proses yang benar. Prosedur proses penyolderan adalah
sebagai berikut :
1. Menyiapkan peralatan atau komponen yang akan disolder
2. Menyiapkan peralatan untuk menyolder
3. Memilih bahan solder
4. Membersihkan bagian yang akan disolder
5. Memanaskan baut solder sampai suhu yang cukup
6. Memanaskan bahan solder (timah) pada permukaan ujung baut solder secukupnya
7. Melakukan penyolderan pada komponen yang telah disiapkan
8. Memeriksa hasil penyolderan
Persiapan Menyoder
1. Tempatkan solder pada tempatnya dan hubungkan jack solder kesumber tegangan listrik
(stop kontak). Solder membutuhkan waktu beberapa menit untuk mendapatkan panas yang
diinginkan ( ± 400 º C)
2. Anda bisa memeriksa panas dengan melelehkan timah diujung solder, setelah itu timah
dapat dibersihkan dengan spon atau busa yang agak basah.
Memulai Menyolder
1. Pegang soder seperti memegang pinsil pada bagian pegangan (handle ) solder. Selalu
diingat untuk tidak memegang bagian panas yang lain.
2. Sentuhkan ujung soder ke media penyolderan ( PCB ) lalu tahan beberapa detik dan
langsung tempelkan timah diujung soder sehingga timah meleleh pada komponen yang akan
disoder.
Gambar 7 Posisi timah
3. Angkat solder beserta timah sehingga solderan terbentuk dan diamkan beberapa saat.
4. Perhatikan hasilnya; hasil yang baik jika solderan berkilau/mengkilap dan membentuk
kerucut. Jika tidak anda perlu memanaskan dan membentuknya lagi.
Gambar 8 Hasil Penyolderan
Menggunakan Heat Sink
Beberapa Komponen seperti transistor bisa saja rusak karena terlalu panas saat
menyolder. Untuk menghindari kerusakan tersebut sebaiknya meggunakan peredam panas
(heat sink) yang dijepitkan diantara kali komponen dengan titik penyolderan. Jepit Buaya
standar dapat digunakan sebagai heat sink untuk melaksanakan penyolderan .
6. Desoldering
Suatu saat Anda mungkin ingin agar hasil sambungan solder bisa dilepas/dipisahkan atau kita
ingin mengatur posisi kabel maupun komponen, untuk itulah kita perlu melakukan kegiatan
yang disebut Desoldering.
Ada dua cara untuk melakukannya yaitu :
Memakai Attracktor (Penyedot Timah)
Gambar 9 attractor
1. Tekan pompa/pegas sampai terkunci
2. Setelah sambaungan dipa-naskan dengan solder dan timahnya mencair, Arahkan ujung
Atraktor ke titik sambungan .
3. Tekan tombol untuk melepaskan pegas sehingga menyedot timah yang telah cair tadi ke
dalam Atraktor
4. Ulangi cara di atas untuk menghilangkan atau membersihkan sisa timah yang masih
menempel pada sambungan
5. Atraktor mungkin perlu dikosongkan isinya dengan membuka sekrup jika sudah penuh
Memakai Solder Remover Wick ( Pita Tembaga )
1. Arahkan pita tembaga ke arah sambungan beserta ujung solder yang sudah panas
2. Seketika timah meleleh, dan timah tersebut akan langsung tertarik ke pita tembaga
3. Angkat pita tembaga terlebih dahulu baru kemudian solder juga diangkat
4. Potong dan buang ujung pita tembaga yang terkena timah.
5. Ulangi cara di atas untuk menghilangkan atau membersihkan sisa timah yang masih
menempel pada sambungan
Setelah menghilangkan hampir seluruh timah dari sambungan, Anda bisa melepas atau
membetulkan kabel atau komponen dari papan PCB . Jika sambungan tidak mudah terpisah,
coba untuk memanaskan sambungan lagi dengan solder, lalu tarik kabel atau komponen
tersebut begitu timah meleleh. Hati-hati karena panas dapat merambat melalui komponen
sehingga dapat membakar tangan Anda sendiri.
7. Bahaya Menyolder
Hampir semua kegiatan kerja praktek dibengkel maupun dilapangan beresiko kecelakaan dan
gangguan kesehatan. Demikian juga dalam pengerjaan penyolderan seberapapun kecilnya
kecelakan tetap ada dan itu haruslah dilakukan tindakan pencegahannya. Karena kecelakaan
kerja merupakan suatu kerugian baik terhadap manusia, alat kerja, bahan dan lingkungan
kerja. Ada tiga jenis kecelakaan dalam melakukan penyolderan, yaitu : kecelakaan karena
panas, karenasengatan listrik (electric schoc), dan karena keracunan bahan kimia.
Kecelakaan karena panas: Yaitu kecelakaan yang ditimbulkan dari pemanasan baut solder
dan timah solder, Untuk tindakan pencegahannya yaitu, memakai pakaian kerja yang
benar( memakai apron, sarung tangan-kulit dan sepatu kerja(booth). Sebagai tindakan untuk
mencegah terjadinya bahaya api/panas, jauhkan bendabenda yang mudah terbakar/menyala
(seperti : kertas, kain, oli, minyak, gas dan bahan-bahan ekplosip lainnya) dari dekat
lingkungan kerja. Selalu tersedia tabung pemadam kebakaran (fire extinguiser) yang berisi
penuh dan siap pakai, mudah terlihat dan mudah diraih.
Kecelakaan karena sengatan listrik: yaitu kecelakaan akibat hubungan pendek(elektric short),
akibatnya akan menimbulkan kerusakan pisik maupun psikis bagi seseorang, kerusakan alat
dan kerusakan pekerjaan. Pencegahan kecelakaan akibat listrik, yaitu kita harus berhati-hati
memeriksa keadaan instalasi maaupun paralatan listrik jangan sampai terjadi kebocoran
(uninsulation) pada jaringan listrik, selalu mengikuti aturan/prosedur pemasangan listrik yang
benar. Apabila dijumpai kebocoran pada sambungan kabel segera diisolasi dengan bahan dan
cara yang benar. Bila ada sambungan (conecting-screw) yang longgar atau lepas, segera
kencangkan dengan alat yang benar dan aman.
Kecelakaan karena keracunan: Kecelakaan ini diakibatkan karena kontaminasi bahan-bahan
kimia beracun (poison mater) yang berasal dari logam dasar (base metal) dari bahan solder
terlebih lagi dari bahan tambah (fluxes). Bahan-bahan berbahaya ini berupa uap solder,
cairan, serbuk atau pasta, apabila terhirup, terkena anggota badan secara langsung maka akan
menimbulkan akibat yang patal. Sebagai upaya pencegahan kecelakaan terhadap keracunan,
yaitu kita selalu berupaya melindungi anggota badan dengan peralatan yang sesuai dan
standar dan bertindak hati-hati dan waspada. Perlu diperhatikan pula tidak hanya kita yang
bekerja langsung tetapi orang lain yang tidak terlibat langsung harus terlindungi, yaitu
dengan memasang perhatian atau tanda-tanda daerah berbahaya. Sebelum memulai
melakukan penyolderan ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menyolder :
1. Jangan pernah menyentuh ujung solder karena panasnya bisa mencapai 400 º C
2. Bekerja pada ruang yang berventelasi cukup baik
3. Hindari menghirup asap hasil solderan
4. Cuci tangan setelah memakai solder karena timah mengandung zat yang berbahaya.
8. Pertolongan Pertama Akibat Terbakar pada saat menyolder
Pada umumnya kecelakaan pada waktu menyolder biasanya tidak terlalu parah dan
pengobatannya pun tergolong mudah :
1. Secepatnya dinginkan bagian tubuh yang terbakar dengan air dingin . Diamkan bagian
yang terbakar untuk selang waktu 5 menit (disarankan 15 menit). Jika es ada mungkin bisa
lebih membantu., tapi janggan sampai terlambat mendinginkan dengan air dingin.
2. Jangan oleskan salep maupun krim. Luka akan cepat sembuh tanpa diberi salep maupun
krim. Kain kering akan berguna, misalnya sapu tangan untuk menutupi luka dari lingkungan
kotor.
3. Cari bantuan medis jika luka yang timbul cukup luas.
Yang perlu dilakukan untuk mencegah resiko terbakar:
1. Selalu tempatkan solder pada tempatnya sehabis melakukan penyolderan
2. Biarkan sambungan agar dingin selama beberapa saat sebelum disentuh
3. Jangan pernah sekalipun menyentuh ujung solder kecuali jika anda yakin bahwa solder
dalam keadaan dingin.