100% menganggap dokumen ini bermanfaat (6 suara)
3K tayangan2 halaman

Analisis Pembelajaran Pecahan SD

Kasus ini menceritakan tentang pelajaran matematika mengenai penjumlahan pecahan yang diajarkan oleh Bu Tina di kelas 5 SD. Hanya beberapa siswa yang dapat mengerjakan soal yang diberikan, sementara yang lainnya salah semua. Kasus ini berisi pertanyaan untuk mengidentifikasi kelemahan pembelajaran Bu Tina dan langkah yang dapat diambil untuk mengatasi masalah tersebut.

Diunggah oleh

Sri Wulan Agustin
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (6 suara)
3K tayangan2 halaman

Analisis Pembelajaran Pecahan SD

Kasus ini menceritakan tentang pelajaran matematika mengenai penjumlahan pecahan yang diajarkan oleh Bu Tina di kelas 5 SD. Hanya beberapa siswa yang dapat mengerjakan soal yang diberikan, sementara yang lainnya salah semua. Kasus ini berisi pertanyaan untuk mengidentifikasi kelemahan pembelajaran Bu Tina dan langkah yang dapat diambil untuk mengatasi masalah tersebut.

Diunggah oleh

Sri Wulan Agustin
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Tugas Tutorial 1

Bacalah dengan cermat kasus kegiatan pembelajaran berikut ini, kemudian jawab
pertanyaan yang mengikutinya.

Kasus kegiatan pembelajaran


Bu Tina seorang guru kelas 5 di sebuah SD yang terletak di daerah pantai. Bu Tina
mengajar mata pelajaran matematika tentang pecahan. Bu Tina menjelaskan cara
menjumlahkan pecahan dengan memberi contoh di papan tulis. Salah satu
penjelasannya adalah sebagai berikut:
Bu Tina:
"Perhatikan anak-anak, kalau kita menjumlahkan pecahan, penyebutnya harus
disamakan terlebih dahulu, kemudian pembilangnya dijumlahkan. Perhatikan contoh
berikut: 1/4 + 1/8 = 2/8 + 1/8 = 3/8. Perhatikan lagi contoh ini: 1/4 + 1/6 = 3/12 + 2/12
=5/12. Jadi yang dijumlahnya adalah pembilangnya, sedangkan penyebutnya tetap.
Mengerti anak-anak?"
Anak-anak diam, mungkin mereka bingung.
Bu Tina:
Pasti sudah jelas, kan. “”Nah sekarang coba kerjakan soal-soal ini."
Bu Tina menulis 5 soal di papan tulis dan anak-anak mengeluarkan buku latihan.
Secara berangsur-angsur mereka mulai mengerjakan soal, namun sebagian besar anak
ribut karena tidak tahu bagaimana cara mengerjakannya. Hanya beberapa anak yang
tampak mengerjakan soal, yang lain hanya menulis soal, dan ada pula yang bertengkar
dengan temannya. Selama anak-anak bekerja Bu Tina duduk di depan kelas sambil
membaca. Setelah selesai, anak-anak diminta saling bertukar hasil pekerjaannya. Bu
Tina meminta seorang anak menuliskan jawabannya di papan tulis. Tetapi karena
jawaban itu salah, Bu Tina lalu menuliskan semua jawaban di papan tulis.
Kemudian anak-anak diminta memeriksa pekerjaan temannya, dan mencocokkan
dengan jawaban di papan tulis. Alangkah kecewanya Bu Tina ketika mengetahui bahwa
dari 30 anak, hanya seorang yang benar semua, sedangkan seorang lagi benar 3 soal,
dan yang lainnya salah semua.
Pertanyaan Kasus A
1. Identifikasi 3 kelemahan pembelajaran yang dilakukan Bu Tina dalam kasus di atas.
Berikan alasan mengapa itu anda anggap sebagai kelemahan..
2. Jika Saudara yang menjadi bu Tutik, bagaimanakah cara Saudara mengatasi
masalah banyaknya siswa tidak bisa mengerjakan soal pecahan yang diberikan bu
Tina?
3. Jika anda yang menjadi Bu Tina, jelaskan langkah-langkah pembelajaran yang akan
anda tempuh untuk mengajarkan pecahan dengan penyebut yang berbeda. Beri alasan
mengapa langkah-langkah itu yang anda tempuh.

Selamat mengerjakan

Anda mungkin juga menyukai