Jawaban Uji Pemahaman CATIN
1. Tujuan Menikah
Menjaga Diri Dari Perbuatan Maksiat
Mengamalkan Ajaran Rasulullah SAW
Memperbanyak Jumlah Umat Islam
Mendapat Kenyamanan
Membina Rumah Tangga Yang Islami & Menerapkan Syari’at
2. Rukun dan Syarat Nikah
Rukun Nikah 1: Ada Pengantin Pria
Rukun Nikah 2: Ada Pengantin Wanita
Rukun Nikah 3: Ada Wali Nikah Bagi Wanita
Rukun Nikah 4: Ada Saksi Nikah Bagi Pria 2 Orang Laki – Laki
Rukun Nikah 5: Ijab dan Qabul
Syarat Nikah 1: Beragama Islam bagi Pengantin Pria
Syarat Nikah 2: Bukan Pria Mahrom Bagi Calon Istri
Syarat Nikah 3: Mengetahui Wali Akad Nikah
Syarat Nikah 4: Tidak Sedang Melaksanakan Haji
Syarat Nikah 5: Tidak Karena Paksaan
3. Rukun serta Sunnah Tharah
Rukun/Fardhu Wudhu ada 6 macam :
1. Niat ketika membasuh muka
2. Membasuk Muka
3. Membasuh kedua tangan sampai kedua siku
4. Mungusap sebagian kepala. Caranya dgn basahi telapak tangan lalu usap pada rambut kepala.
Rambut yang harus diusap paling sedikit adalah bagian dari sehelai rambut. Sunah dilakukan tiga
kali. Boleh memilih rambut yang yang diinginkan depan samping atau belakang asalkan masih
dalam lingkup rambut kepala. Jadi bila rambutnya panjang melebihi batas kepala maka tidak
cukup dengan hanya membasuh ujungnya yang berada di luar batas kepala.
5. Membasuh kedua kaki sampai pada kedua mata kaki
6. Tertib dari urutan pertama sampai kelima.
Niat adalah menyengaja sesuatu bersamaan dengan pekerjaannya, adapun tempatnya niat didalam hati
sedangkan mengucapkan dengan lisan itu sunnah untuk membantu hati. Waktu niat ketika membasuh
muka (bila mengerjakan wudlu’).
Tertib adalah tidak mendahulukan (membasuh/mengerjakan) anggota wudlu’ atas anggota wudlu (yang
seharusnya diakhirkan)
SunahWudhu
Sunah Wudhu ada 10 :
1. Membaca Basmalah
2. Membasuh kedua telapak tangan sebelum memasukan ke dalam bak wudhu
3. Berkumur
4. Al-Istinsyaq yaitu menghirup air ke dalam hidung kemudian mengeluarkannya kembali
5. Mengusap semua bagian kepala
6. Mengusap kedua telinga baik bagian luar ataupun dalam dengan air baru
7. Menyeka jenggot yang tebal, jari jari kedua tangan dan kaki
8. Mendahulukan anggota tubuh yang kanan
9. Membasuh atau mengusap pada anggota wudhu. Basuhan kedua dan yang ketiga disunahkan jika
memang pada basuhan pertama yang wajib sudah mencukupi kesempurnaan. Apabila yang
pertama belum rata maka yang kedua dan seterusnya masih dianggap yang pertama.
10. Al- Muwalah yaitu membasuh atau mengusap anggota badan yang wajib dibasuh sebelum
anggota badan yang sebelumnya kering.
4. Doa dan Adab Bersenggama
1. Bersuci
Istri Rasulullah senantiasa berhias diri seindah/sewangi mungkin sebelum berhubungan intim.
Karena itu, Islam juga mengajarkan agar istri dan suami untuk suci, bersih, dan berhias diri
sebelum berhubungan intim.
Abu Rafi' radhiyallahu 'anhu berkata: Rasulullah pada suatu hari pernah menggilir istri-istri
beliau, beliau mandi tiap kali selesai berhubungan bersama ini dan ini.
Aku bertanya, "Ya Rasulullah, bukankah lebih baik engkau cukup sekali mandi saja?" Beliau
menjawab, "Seperti ini lebih suci dan lebih baik serta lebih bersih." (HR. Abu Daud dan Ahmad).
2. Larangan Menolak Ajakan Suami
Istri Rasulullah tidak pernah menolak ajakan Rasulullah untuk bercinta. Rasulullah SAW
bersabda:
"Jika suami mengajak tidur istrinya, lalu sang istri menolak, yang menyebabkan sang suami
marah kepadanya, maka malaikat akan melaknat istri tersebut
sampai pagi tiba."" (HR Bukhari dan Muslim).
Meski demikian, suami juga harus memperhatikan kondisi kesehatan isteri. Jangan sampai
memaksakan kehendak jika kondisinya tidak memungkinkan untuk melakukan hubungan badan.
3. Berdoa Sebelum Bercinta
Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Abdullah bin Abbas dituturkan, Rasulullah SAW
bersabda: "Jika salah seorang di antara kalian hendak mencampuri istrinya, maka hendaknya
membaca doa:
ِ ِّبِس ِْم هللاِ اَللّهُ َّم َجنِّ ْبنَا ال َّش ْيطَانَ َو َجن
ب ال َّش ْيطَانَ َما َرزَ ْقتَنَا
(Dengan menyebut nama Allah. Ya Allah jauhkanlah kami dari setan. Dan jauhkan setan dari
apa-apa yang Engkau karuniakan kepada kami (anak keturunan)."
Doa bersetubuh ketika mengeluarkan air mani
Ketika mengeluarkan ari mani juga harus berdoa agar air mani yang dikeluarkan bisa
memberikan keturunan yang baik. Adapun doa ketika mengeluarkan air mani yaitu:
ْ ُاَللّهُـــ َّم اجْ َعــلْ ن
ًطفَتَــنَا ُذ ّر ِيَّةً طَيِّــبَة
“Allahummaj’alnuthfatna dzurriyyatan thayyibah”.
Arti dari doa ini yaitu ya Allah, semoga sperma yang kami keluarkan bisa menghasilkan
keturunan yang baik.
Doa Bersetubuh setelah selesai melakukan hubungan badan
Setelah selesai melakukan hubungan badan hendaknya pasangan suami istri harus berdoa dengan
mengucapkan hamdalah. Doa setelah melakukan hubungan badan ini ditujukan sebagai ungkapan
rasa syukur kepada Allah yang telah memberikan kenikmatan yang begitu indah ketika
melakukan hubungan badan suami istri.
َ َاَ ْل َح ْم ُد ِهللِ الَّ ِذيْ َخل
ق ِمنَ ال ْمـَــا ِء بَشَـــرًا
"Alhamdu lillaahi Lladzii Khalaqa Minal Maa I Basyaraa"
Artinya : Segala puji bagi Allah yang telah menjadikan air mani ini menjadi manusia (keturunan)
Dengan memanjatkan doa, semoga anak yang lahir dari buah percintaan bisa menjadi anak yang
soleh dan takwa kepada Allah Taala.
4. Dilarang Lewat Dubur
Rasulullah bercinta pada tempat yang benar secara syariat. Rasulullah mendatangi istri pada
tempatnya (farji) bukan yang lain (dubur/anal).
Rasulullah bersabda, "Allah tidak akan melihat orang yang menyetubuhi seorang laki-laki atau
isterinya pada bagian dubur." (HR. Tirmidzi dan Nasa'i).
Alat kelamin manusia diciptakan oleh Allah SWT bukan semata untuk memuaskan hawa nafsu.
Tetapi untuk melahirkan generasi. Jadi, aktivitas bercinta yang tidak sesuai syariat Islam
hukumnya haram.
5. Dilarang Menyebarkan Rahasia Ranjang
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda yang artinya, "Sesungguhnya diantara manusia
yang paling buruk kedudukannya di sisi Allah pada hari kiamat adalah laki-laki yang mendatangi
istrinya dan istrinya memberikan kepuasan kepadanya, kemudian ia menyebarkan rahasianya.""
[HR. Muslim dari sahabat Abu Sa'id Al Khudri radhiyallaahu 'anhu].
6. Boleh Bermacam Gaya Seks
Islam tidak melarang dalam memilih gaya bercinta. Improvisasi dalam bercinta sangat diperlukan
agar suami tidak merasa jenuh.
َث لَ ُك ْم فَأْتُوا َحرْ ثَ ُك ْم أَنَّ ٰى ِش ْئتُ ْم ۖ َوقَ ِّد ُموا أِل َ ْنفُ ِس ُك ْم ۚ َواتَّقُوا هَّللا َ َوا ْعلَ ُموا أَنَّ ُك ْم ُماَل قُوهُ ۗ َوبَ ِّش ِر ْال ُم ْؤ ِمنِين
ٌ ْنِ َسا ُؤ ُك ْم َحر
“Isteri-isterimu adalah (seperti) tanah tempat kamu bercocok tanam, Maka datangilah tanah
tempat bercocok-tanammu itu bagaimana saja kamu kehendaki. dan kerjakanlah (amal yang baik)
untuk dirimu, dan bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa kamu kelak akan menemui-
Nya. dan berilah kabar gembira orang-orang yang beriman.” (QS. Al-Baqarah ayat 223).
6. Syarat dan wajib sah shalat serta rukun dan sunnah
Syarat sahnya sholat ada 6 perkara yaitu :
1. Suci badannya dari hadas kecil dan besar
2. Suci anggota badan, pakaian dan tempatnya dari najis
3. Menutup aurat
4. Menghadap kiblat
5. Telah masuk waktu sholat
6. Mengetahui cara melakukan sholat
Rukun Sholat
Rukun sholat ada 13 yaitu :
Niat yaitu melakukan sesuatu disertai dengan perbuatan.
1. Berdiri bagi yang mampu. Jika tidak mampu diperbolehkan dengan diduduk atau berbaring
2. Takbiratul ihram
3. Membaca al-fatihah
4. Ruku dengan tuma’ninah. Ruku yaitu membungkukan badan sehingga punggung menjadi
sama datar dengan leher dan kedua belah tangan memegang lutut sementara pandangan
kearah tempat sujud. Tuma’ninah berarti tenang jadi tidak boleh tergesa-gesa.
5. I’tidal yaitu bangkit dari ruku
6. Sujud dengan tuma’ninah. Yaitu meletakkan kedua lutut, kedua tangan, kening dan hidung
di atas lantai.
7. Duduk diantara dua sujud dengan tuma’ninah
8. Duduk tasyahud akhir
9. Membaca tasyahud akhir
10. Membaca sholawat
11. Salam ke kanan/yang pertama niat keluar dari sholat
12. Tertib artinya berurutan
Sunah-sunah sholat
Sunah sholat dibagi menjadi beberapa bagian :
1. Sunah sebelum sholat
2. Sunah Ab’ad
3. Sunah haiat
Sunah sebelum sholat yaitu adzan dan iqomah. Adzan adalah seruan sebagai tanda telah masuk
waktu sholat. Sementara iqomah adalah seruan hendak mengerjakan shalat.
Yaitu perkara sunah tetapi kalau ditinggalkan harus diganti dengan sujud sahwi. Adapun yang
termasuk sunah ab’ad adalah :
Tasyahud atau tahiyat awal
Membaca qunut
Diantara sunah haiat dalam sholat yaitu :
Mengangkat tangan ketika takbirotul ikhrom
Mengangkat tangan ketika akan ruku’ dan bangun dari ruku’.
Mengangkat tangan ketika berdiri dari tahiyat awal
Meletakkan tangan kanan diatas tangan kiri dengan menggenggamnya dan meletakkannya di
bawah dada.
Membaca doa iftitah sesudah takbirotul ikhrom
Membaca ta’awudz
Membaca amin
Membaca tasbih ketika ruku’ 3 kali
Membaca tasbih ketika sujud 3 kali
Membaca doa ketika duduk diantara dua sujud
Meletakkan tangan di atas paha ketika duduk tahiyyat dengan menghamparkan jari-jari tangan
kiri diatas paha kiri dan menggenggam jari-jari tangan kanan kecuali telunjuk.
Duduk iftirasy artinya duduk dengan cara menduduki kaki kiri, sedang tapak kaki kanan berdiri
dan jarinya terletak di tanah menghadap kiblat.
Duduk tawaruk dalam tahiyyat akhir. Duduk tawaruk adalah duduk dengan mengulurkan kaki kiri
di bawah kaki kanan, sedang tapak kaki kanan berdiri dan ujung jarinya menghadap kiblat.
Membaca do’a sholawat secara sempurna.
Membaca doa sesudah bacaan doa tahiyyat akhir selesai.
Membaca salam yang kedua
Khusu’
7. Kewajiban-kewajiban suami kepada istri dan hak yang harus diterima bagi istri itu setidaknya harus:
Suami itu harus memberikan Nafkah; nafkah lahir seperti makan dan minum, belanja perabotan
rumah tangga, biaya sekolah, biaya mondok, dan belajar anak-anaknya. Di samping itu juga,
suami harus memberikan nafkah batin, baik hubungan seksual yang baik dan layak, maupun
hubungan psikologis dalam rumah tangga itu yang juga baik dan layak.
Suami harus juga memberikan mu’nah. Yang dimaksud dengan mu’nah itu adalah segala sesuatu
di luar kewajiban-kewajiban nafkah tersebut, atau bahasa lain adalah segala biaya tak terduga,
seperti biaya-biaya pengobatan jika sakit, biaya yang dengan perhiasan istri, biaya untuk istri
bersolek dan lain-lain.
Suami juga wajib memberikan biaya kiswah, dalam hal ini suami harus memenuhi biaya pakaian
Istri (secukupnya dan seperlunya)
Memberikan mahar
8. Hadratussyaikh KH. M. Hasyim Asy’ari lebih lanjut menyampaikan bahw hak yang harus diterima
oleh istri adalah:
Suami harus memberikan nafkah berupa makan, maksudnya uang belanja sehari-hari urusan
dapur.
Suami harus memberikan pekerjaan yang layak dan pantas kepada istrinya.
Suami tidak boleh memukul wajah istrinya.
Suami tidak boleh memaki-maki istri, termasuk membentah atau memarahi istri nya kecuali di
dalam rumah sendiri.
Kewajiban-kewajiban Istri yang harus dilakukan, dan hak yang harus diterima oleh suami adalah:
Isteri wajib taat kepada suaminya terhadap segala apa saja perintah suami, selagi dalam hal yang
dihalalkan menurut perintah Allah SWT dan Rasul-Nya.
Istri tidak boleh berpuasa kecuali atas izin suaminya.
Istri tidak boleh keluar rumah, kecuali atas izin dan ridla suaminya.
Seorang istri harus bersungguh-sungguh mencari ridla suaminya, karena ridla Allah berada
didalam ridla suaminya dan marahnya Allah berada di dalam marah suaminya.
Sekuat mungkin istri wajib berusaha menjauhi yang sekiranya menyebabkan suaminya marah.
Hadratussyaikh KH. M. Hasyim Asy’ari menyampaikan lebih lanjut bahwa seorang istri
itu sebaiknyanya:
Menawarkan diri kepada Suami nya, mau tidur atau dalam hal apakah si Suami “kerso” pingin
berhubungan badan, atau sekedar bercumbu, atau yang sejenisnya (karena hal ini adalah salah
satu dari hak yang harus diterima oleh suami).
Istri tidak berkhianat, atau menyimpang ketika suaminya tidak ada di rumah. Baik terkait urusan
ranjang atau tempat tidur, maupun urusan harta suaminya. Apalagi zaman seperti saat ini, godaan-
godaan, baik melalui medsos maupun melalui hal lain, begitu gencar dan luar biasa masif,
sehingga seorang istri harus bisa menjaga diri.
Seorang Istri sebaiknya selalu berpenampilan menarik di depan suaminya, baunya selalu harum
dan wangi, menjaga bau mulutnya.
Istri juga sebaiknya selalu menjaga performanya, berpenampilan menarik di depan suaminya.
(Bukan malah sebaliknyanya, kalau di depan suaminya berantakan, lusuh, bau, dan lain-lain,
giliran ke luar rumah tanpa bersama suami malah berpenampilan semenarik mungkin. Ini kurang
tepat; setidaknya yang baik, sama-sama berpenampilan menarik. Apalagi ketika bersama
suaminya, tentu harus lebih baik lagi).