0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
621 tayangan35 halaman

Penerapan Elastisitas dalam Fisika

Elastisitas adalah kemampuan suatu benda padat untuk kembali ke bentuk semula setelah gaya luar dihilangkan. Hubungan antara tegangan dan regangan penting dalam teori elastisitas. Grafik tegangan-regangan berbeda untuk setiap jenis bahan. Logam dan karet mengikuti hukum Hooke hingga batas elastis, di mana setelah itu tegangan dan regangan tidak lagi proporsional.

Diunggah oleh

Imam Muhtarom
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai RTF, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
621 tayangan35 halaman

Penerapan Elastisitas dalam Fisika

Elastisitas adalah kemampuan suatu benda padat untuk kembali ke bentuk semula setelah gaya luar dihilangkan. Hubungan antara tegangan dan regangan penting dalam teori elastisitas. Grafik tegangan-regangan berbeda untuk setiap jenis bahan. Logam dan karet mengikuti hukum Hooke hingga batas elastis, di mana setelah itu tegangan dan regangan tidak lagi proporsional.

Diunggah oleh

Imam Muhtarom
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai RTF, PDF, TXT atau baca online di Scribd

ELASTISITAS

Versi Bahasa Inggris ( Klik Disini )

Dalam kehidupan sehari-hari sebenarnya kita sering melakukan aktifitas-aktifitas yang


bersangkutan dengan penerapan ilmu fisika. Berikut ini adalah beberapa penerapan ilmu
fisika dalam kehidupan sehari-hari khususnya dalam penerapan Elastisitas. Perhatikan
gambar di bawah ini :
Gambar 1. Spring Bed/ Kasur Pegas
Ketika dirimu duduk atau tidur di atas kasur pegas, gaya beratmu menekan kasur. Karena
mendapat tekanan maka pegas kasur termampatkan. Akibat sifat elastisitasnya, kasur pegas
meregang kembali. Pegas akan meregang dan termampat, demikian seterusnya.

Gambar 2. Shock Breaker


Gambar di atas adalah pegas yang digunakan sebagai peredam kejutan pada kendaraan
sepeda motor. Pegas digunakan pada sistem suspensi kendaraan bermotor. Tujuan adanya
pegas ini adalah untuk meredam kejutan ketika sepeda motor yang dikendarai melewati
permukaan jalan yang tidak rata.
Gambar 3. Ketapel
Contoh yang sangat sederhana dan mungkin sering anda temui adalah ketapel. Ketika hendak
menembak burung dengan ketapel misalnya, karet ketapel terlebih dahulu diregangkan
(diberi gaya tarik). Akibat sifat elastisitasnya, panjang karet ketapel akan kembali seperti
semula setelah gaya tarik dihilangkan.

Materi FISIKA Kelas X Semester 2 Bab 1


"Elastisitas Zat Padat"
A. Elastisitas Adalah ....
            Kemampuan suatu benda untuk kembali ke bentuk awalnya segera setelah gaya luar
yang diberikan kepada benda itu dihilangkan.

B. Besaran-besaran yang berkaitan dwngan elastisitas zat Padat ....


       1. Tegangan

Tegangan = Gaya Tarik (F) / Luas Penampang (A)

Satuan tegangan adalah N/m2 atau Pascal (Pa)

       2. Regangan

Regangan = Pertambahan Panjang / panjang awal

Regangan tidak memiliki satuan

       3. Grafik Tegangan terhadap Regangan

Deformasi (perubahan bentuk)

       4. Modulus Elastis/Young

bergantung pada jenis zat dan tidak pada ukuran/bentuknya.


Modulus elastis itu adalah konstanta

Modulus Young (E)  = Tegangan / Regangan

satuan N/m2 (Pa) / Pascal

B. Hukum Hooke

            "Jika gaya tarik benda tidak melampaui batas elastisitas benda maka
pertambahan panjang pegas berbanding lurus dengan gaya tariknya"

F  = k . delta X

    1. Tetapan Gaya Benda Elastis (k)

k = A . E / delta L

A adalah luas penampang pegas maka untuk mencari A

A = phi. r kuadrat
r = jari jari

     2. Hukum Hooke untuk Susunan Pegas

a. SERI

Prinsip :
*Gaya tari pada setiap pegas sama besar, dan gaya tarik pada gaya tarik pengganti juga sama
besar dengan gaya tarik pada setiap pegas tersebut ( F1=F2=F)
*Pertambahan panjang pegas sama dengan total pertambahan panjang tiap tiap pegas
    delta x = x1 + x2

maka tetapan gaya tarik nya mempunyai rumus ->

1/ks = 1/k1 + 1/k2  atau ks = k/n ( n= buah pegas) atau ks = k1.k2 / k1+k2

b. PARAREL

Prinsip :
*Gaya tarik pada pegas pengganti F sama dengan total jumlah gaya tarik pada tiap pegas
Fp = F1+F2
*pertambahan panjang setiap pegas sama besar dan pertambahan panjang pegas pengganti
juga sama besar dengan pertambahan panjang setiap pegas
delta Xp = delta X1 = delta X2

Maka tetapan gay tariknya ->

Kp = K1 + K2 + K3 atau kp = nk

C. Manfaat Pegas pada teknologi

1. Sistem Suspensi pada kendaraan bermotor untuk meredam kejutan


2. Pegas pada setir kemudi

Apa itu Elastisitas?

Elastisitas (elasticity) adalah kemampuan (ability) dari benda padat untuk kembali ke bentuk
semula segera setelah gaya luar yang bekerja padanya hilang/ dihilangkan. Deformasi
(perubahan bentuk) pada benda padat elastis mengikuti aturan yang dikemukakan Robert
Hooke yang kemudian dikenal dengan hukum Hooke. Ahli matematika dan juga seorang
filsuf asal Inggris ini mencetuskan hukum Hooke (elastisitas) yang berbunyi
“Perubahan bentuk benda elastis akan sebanding dengan gaya yang bekerja padanya sampai batas
tertentu (batas elastisitas). Jika gaya yang deberikan ditambah hingga melebihi batas elastisitas
benda maka benda akam mengalami deformasi (perubahan bentuk ) permanen”
-Robert Hooke-

Sobat punya sebatang bambu apus kecil. Saat sobat memberikan tenaga untuk
membengkokkan bambu tersebut ia akan melengkung (deformasi) yang bersifat sementara
yang berarti bahwa bambu bersifat elastis. Bambu akan kembali ke bentuk semula jika sobat
menghilangkan gaya yang bekerja padanya. Akan tetapi jika sobat memberikan gaya dalam
jumlah yang besar bambu tersebut bisa patah. Kapan ia patah? Ketika gaya yang sobat
berikan melebihi titik elastis dari bambu.

Besaran-Besaran dalam Elastisitas

a. Tegangan (stress)
Tegangan adalah besarnya gaya yang bekerja pada permukaan benda persatuan luas.
Tegangan dalam elastisitas dirumuskan:

Tegangan sama seperti tekanan, ia memiliki satuan Pascal (Pa) atau N/m2

b. Regangan (strain)
Regangandalam elastisitas adalah pertambahan panjang yang terjadi pada suatu benda karena
pengaruh gaya luar per panjang mula-mula benda tersebut sebelum gaya luar bekerja
padanya. Regangan dirumuskan:

Karena regangan adalah perbandingan dari dua besaran yang sejenis maka ia hanya seperti
koefisien (tanpa punya satuan)

c. Mampatan
Mampatan hampir sama seperti regangan. Bedanya, regangan terjadi karena gaya tarik yang
mendorong molekul benda terdorong keluar sedangkan mampatan karena gaya yang
membuat molekul benda masuk ke dalam (memampat).

d. Modulus Elastis (Modulus Young)


Definisi dari modulus young adalah perbandingan antara tegangan dengan regangan. Di
rumuskan

jika kita menguraikan rumus tegangan dan regangan di dapat persamaan


Contoh Soal Elastisitas Fisika

1. Sobat punya sebuah kawat dengan luas penampang 2 mm 2, kemudian diregangkan oleh
gaya sebesar 5,4 N sehingga bertambah panjang sebesar 5 cm. Bila panjang kawat mula-mula
adalah 30 cm, berpakah modulus elastisitas dari kawat tersebut?

a. 1,53 x 106 N/m2


b. 1,3 x 106 N/m2
c. 1,65 x 106 N/m2
d. 1,62 x 106 N/m2

Jawab
Diketahui
A = 2 mm2 = 2.10-6 m
F = 5,4 N
Δl = 5 cm = 5.10-2 m
lo = 30 cm = 3.10-1 m

Modulus young = [5,4 x 3.10-1]/[2.10-6 x 5.10-2] = 1,62.107 N/m2 (jawaban d)

2. Sebuah batan besi yang panjangnya 2 m, penampangnya berukuran 4 mm x 2 mm.


Modulus elastisitas besi tersebut adalah 105 N/mm2. Jika pada ujung batang ditarik dengan
gaya 40 N. Berapa pertambahan panjang besi tersebut?

a. 1 mm
b. 0,1 mm
c. 0,01 mm
d. 0,001 mm

Pembahasan
Diketahui
lo = 2 m = 2.103 mm
A = 8 mm2
σ = 105 N/mm2
F = 40 N

dari rumus

maka
Δl = [[Link]]/[A.E] = [40.2.103]/[ 8.3.105] = 0,1 mm (jawaban c)

3. Sebuah kawat luas penampangnya 4 mm2, kemudian diregangkan oleh gaya sebesar 8 N
sehingga bertambah panjang 0,08 cm. Bila panjang kawat mula-mula adalah 60 cm,
berapakahh tegangan dan regangan kawat tersebut?
Jawab
A = 4 mm2 = 4.10-6 m2
F = 8 N
Δl = 0,08 cm
lo = 60 cm
-6 6
Tegangan = F/A = 8/4.10 = 2.10 N/m2
Regangan = 0,08/60 = 1,333 … x 10-3

4. Soal Elastisitas berikutnya adalah, jika sobat punya kawat A dan kawat B sama panjang
dengan perbandingan diameter 1:2, masing-masing ditarik oleh gaya sebesar F, sehingga
mengalami pertambahan panjang dengan perbandingn 3:1. Pertanyaannya berapa nilai
perbandingan dari modulus young kawat A dan kawat B?

jawab
Perbanding diameter A : B = 1:2 maka perbandingan luas penampang = 12 : 22 = 1:4
perbandingan Δl A dan B = 3:1
jika melihat rumus modulus young

didapat kesimpulan “modulus young sebanding dengan gaya (F)  serta panjang awal (lo)
dan berbanding terbalik dengan luas alas (A) dan pertambahan panjang ( Δl)“

EA/EB = [FA/FB] x [Luas Alas B/Luas Alas A] x [ΔlB/ΔlA] (perhatikan posisi atas bawah A dan
B)
EA/EB = 1/1 x 4/1 x 3/1 = 3/4

jadi  perbandingan modulus young kawat A dan Kawat B = 3:4

Itu tadi sobat hitung materi singkat tentang elastisitas fisika dan beberapa contoh soal.
Semoga bermanfaat. Salam semangat.

ELASTISITAS

12-1 ELASTISITAS DAN PLASTISITAS


Hubungan antara setiap jenis tegangan
dengan regangan yang bersangkutan penting peranannnya dalam cabang fisika yang disebut
teori elastisitas pada ilmu kekuatan bahan dibidang engineering. Apabila suatu jenis tegangan
dilukiskan grafiknya terhadap regangannya, akan ternyuata bahawa diagram tegangan -
regangan yang kita peroleh berbeda - beda bentuknya menurut jenis bahannya. Dua bahan
yang termasuk jenis bahan yang sangat penting dalam ilmu dan teknologi dewasa ini ialah
logam dan karet yang divulkanisir.

Gmb. 12.1 Sebuah diagram tegangan - regangan suatu logam kenyal yang menderita tarikan.

Bahkan di antara logam - logam, perbedaan tersebut sangatlah luasnya. Gambar 2.1
memperlihatkan sederhana dan regangannya menunjukkan prosentase perpanjangan. Di
bagian awal kurva (sampai regangan yang kurang dari 1 %), tegangan dan regangan adalah
proporsional sampai titik a (batas proporsionalnya) tercapai. Hubungan proporsional antara
tegangan dan regangan dalm daerajh ini disebut Hukum Hooke. Mulai a sampai b tegangan
dan regangan tidak proporsional, tetapi walaupun demikian, bila beban ditiadakan
disembarang titik antara 0 dan b, kurva akan menelusuri jejajknya kembali dan bahan yang
bersangkutan akan kembali kepada panjang awalnya. Dikatakanlah bahwa dalam daerah ob
bahan itu elastis atau memperlihatkan sifat elastis dan titik b dinamakan batas elastis.
Kalau bahan itu ditambah bebannya, regangan
akan bertambah dengan cepat, tetapi apabila beban dilepas di suatu titik selewat b, misalkan
di titik c, bahan tidak akan kembali kepanjang walnya, melainkan akan mengikuti garis putus
- putus pada Gambar 12-1. Panjangnya pada tegangan nol kini lebih besar dari panjang
awalnya dan bahan itu dikatakan mempunyai suatu regangan tetap (permanent set).
Penambahan beban lagi sehingga melampaui c akan sangat menambah regangan sampai
tercapai titik d, dimana bahan menjadi putus. Dari b ke d, logam itu dikatakan mengalami
arus plastis atau deformasi plastis, dalam mana terjadi luncuran dalam logam itu sepanjang
bidang yang tegangan luncurnya maksimum. Jika antara batas elastik dan titik putus terjadi
deformasi plastik yang besar, logam itu dikatakan kenyal (ductile). Akan tetapi jika
pemutusan terjadi segera setelah melewati batas elastis, logam itu dikatakan rapuh.

Gmb. 12-2. Diagram tegangan - regangan karet divulkanisir, yang memperlihatkan histeresis
elastik.

Gambar 12-2 melukiskan sebuah kurva tegangan - tegangan karet divulkanisasi yang
diregang sampai melebihi tujuh kali panjang awalnya. Tidak ada bagian kurva ini dimana
tegangan proporsional dengan regangan. Akan tetapi bahan itu elastik, dalam arti bahwa
kalau beban ditiadakan, karet itu akan kembali ke panjangnya semula. Bila beban
dikurangi,kurva tegangan - regangan tidak menurut jejaknya kembali melainkan mengikuti
kurva garis putus - putus paa Gambar 12-2. tidak berimpitnya kurva tegangan bertambah dan
kurva tegangan berkurang disebut histeris ealstis. Gejala yang analog yang terjadi pada bahan
magnet disebut histeris magnet. Luas bidang yang dibatasi oleh kedua kurva itu, yaitu luas
lingkaran histeris, sama dengan energi yang hilang di dalam bahan elastis atau bahan
magnetik. Beberapa jenis karet histeris elastiknya besar. Sifat ini membuat bahan itu
bermanfaat untuk peredam getaran. Jika balokdari bahan semacam ini diletakkan antara
sebuah mesin yang bergetar dan lantai misalnya, terjadilah elastis setiap daur getaran. Energi
mekanik berubah menjadi yang dikenal sebagai energi dakhil, yang kehadirannya dapat
diketahui dari naiknya temperatur. Hasilnya, hanya sedikit saja energi getaran diteruskan ke
lantai.
12-2 MODULUS ELASTIK

Tegangan yang diperlukan untuk menghasilkan suatu regangan tertentu bergantung pada sifat
bahan yang menderita tegangan itu. Perbandingan tegangan terhadap regangan, atau
tegangan per satuan regangan, disebut modulus elastik bahan yang bersangkutan. Semakin
besar modulus elastik, semakin besar pula tegangan yang diperilakukan untuk regangan
tertentu.

Marilah kita telaah dulu perihal tegangan (tarik dan kompresi) dan regangan (tarik dan
kompresi) memanjang. Percobaan membuktikan bahwa sampai batas proporsional, tegangan
memanjang menimbulkan regangan yang besarnya sama, tidak peduli apakah tegangan itu
atau karena tegangan akibat tarikan atau akibat kompresi. Karena itu perbandingan tegangan
tarik terhadap regangan tarik, untuk bahan tertentu, sama dengan perbandingan tegangan
kompresi terhadap regangan kompresi. Perbandingan ini disebut modulus regangan, atau
modulus young, bahan yang bersangkutan dan dilambangkan dengan Y

(12.1)

Jika batas proporsional belum terlampaui, perbandingan teganganterhadap regangan konstan


dan karena itu Hukum Hooke sama maknanya dengan ungkapan bahwa dalam batas
proporsional, modulus ealstik suatu bahan adalah konstan, dan bergantung hanya pada sifat
bahannya.

Karena regangan hanya merupakan bilangan, satuan modulus young sama seperti satuan
tegangan, yaitu gaya per satuan luas. Dalam tabel, reganganbiasanya dinyatakan dalam pound
per inci kuadrat atau dyne per sentimeter kuadrat. Modulus young beberapa macam bahan
tercantum dalam tabel 12.1.

Tabel 12-1 Modulus Elastik (harga pendekatan)


Modulus Young, Y Modulus Luncur, L Modulus Bulk, B

1012 dyn cm- 6 -2 1012 dyn cm- 6 -2 1012 dyn cm-


2 10 lb in 2 10 lb in 2 106 lb in-2

Alumunium 0,70 10 0,24 3,4 0,70 10


Kuningan 0,91 3 0,36 5,1 0,61 8,5

Tembaga 1,1 16 0,42 6 1,4 20

Gelas 0,55 7,8 0,23 3,3 0,37 512

Besi 0,91 13 0,70 10 1,0 14

Timah 0,16 2,3 0,056 0,8 0,077 1,1

Nikel 2,1 30 0,77 11 2,6 34

Baja 2,0 29 0,84 12 1,6 23

Bila hubungan antara ketegangan dan regangan tidak linier,. Maka modulus elastik dapat
didefinisikan lebih umum lagi sebagai perbandingan limit perubahan kecil tegangan terhadap
perubahan regangan yang diakibatkan tegangan itu. Jadi, jijka gaya Fn pada Gambar 11-5
bertambah sebesar dFn, dan sebagai akibatnya panjang batang itu bertambah sebesar dl,
modulus regangan didefinisikan sebagai:

(12.2)

Pendefinisian ini setara dengan pendefinisian modulus di tiap titik sebagai kemiringan kurva
dalam grafik tegangan - tegangan. Dalam daerah hukum Hooke, kedua definisi setara.

Modulus luncur L suatu bahan, dalam daerah hukum Hooke, didefinisikan sebagai
perbandingan tegangan luncurdegan regangan luncur yang dihasilkannya:
(12.3)

(Lihat Gambar 1-6 untuk mengetahui arti x dan arti h)

Modulus luncur suatu bahan juga dinyatakan ebagai gaya per satuan luas. Untuk kebanyakan
bahan, besar modulus luncur ini setengah sampai sepertiga besar modulus Young. Modulus
luncur dusebut juga modulus ketegaran (modulus of rigidity) atau modulus puntiran (torsion
modulus).

Definisi modulus luncur yang umum lagi ialah:

(12.4)

Dimana dx ialah pertambahan x apabila gaya luncur bertambah sebesar dFt.

Modulus luncur mempunyai arti hanya untuk bahan padat saja. Zat cair dan gas akan
mengalir kalu menderita tegangan luncur dan tidak akan menahannya secara permanen.

Modulus yang menghubungkantekanan hidrostatik dengan regangan volum yang


dihasilkannya disebut modulus bulk dan dilambangkan dengan huruf B. Definisi umum
modulus bulk ialah perbandingan (negatif) perubahan tekanan terhadap perubahan tegangan
volum yang dihasilkannya:
(12.5)

Tanda minus dimasukkan dalam definisi B karena bertambahmnya tekanan selalu


menyebabkan berkurangnyavolum. Artinya, jika dp positif, dV negatif. Dengan memasukkan
tanda minus ke dalam definisi itu, berarti kita membuat modulus bulk itu sendiri suatu
besaran positif.

Perubahan volum zat padat atau zat cair akbiat tekanan demikian kecilnya, sehingga volum
V dalam persamaan (11-11) dapat dianggap konstan. Asalkan tekanan tidak terlalu besar,
perbandingan dp/v juga konstan, modyulus bulk kosatan, dan dp dan dV dapat kita
gantidengan perubahan tekanan dan volume yang terbatas. Tetapi volumesuatu gas jelas
sekali berubah akibat tekanan dan untuk gas haruslah digunakan definisi umum B.

Resiprokal modulus bulk disebut kompresibilitas k. Berdasarkan definisinya:

(12.7)

Jadi kompresibilitas suatu bahan sama dengan beberapa besar berkurangnya volum, - dVIV,
persatuan kenaikan tekanan dp. Satuan modulus bulk sama seperti satuan tekanan, dan satuan
kompresibilitas sama seperti satuan tekanan resiprokal. Jadi, kalau dikatakan nbahwa
kompresibilitas air (lihat tabel 10-2) 50 x 10-6 atm-1, berarti volumnya kuarang sebesar
50/1.000.000. volume asal untuk setiap kenaikan 1atm tekanan. (1 atm 14,7 lb in-2).

Tabel 12-2 Kompresibilitas Zat Cair


Kompresibilitas, k

Zat Cair (Nm-2)-1 (lb in-2)-1 atm-1

Karbon Disulfida 64 x 10-11 45 x 10-7 66 x 10-6

Etil Alkohol 110 78 115

Gliserin 21 15 22
Raksa 3,7 2,6 3,8

Air 49 34 50

12-3 KONSTANTA GAYA

Modulus elastik yang banyak macamnya itu masing - masing merupakan besaran yang
menyatakan sifat elastik suatu bahan tertentu dan bukan menunjukkan langsung seberapa
jauh sebuah batang, kabel, atau pegas yang terbuat dari bahan yang bersangkutan mengalami
perubahan akbat pengaruh beban. Kalu persamaan (10-7) diselesaikan untuk Fn, maka
diperoleh

Atau, bila YA/lo diganti dengan satu konstanta k dan perpanjangan l kita sebut x, maka:

Fn = kx

Dengan perkataan lain,besar tambahan panjang sebuah benda yang mengalami tarikan
dihitung dari panjang awalnya sebandaing dengan besar gaya yang meregangkannya. Hukum
Hooke mulanya diungkapkan dalam bentuk ini, jadi tidak atas dasar pengertian tegangan dan
regangan.

Apabila sebuah pegas kawat auloir diregangkan, tegangan di dalam kawat itu praktis
merupakan tegangan luncur semata. Pertambahan panjnag pegas itu sebagai keseluruhan
berbanding lurus dengan besar gaya yang menariknya. Maksudnya, persamaan berbentuk F
= kx itu tetap berlaku, dimana konstanta k bergantung pada modulus luncur kawat itu, pada
radiusnya, pada radius ulirnya, dan pada jumlah ulir.

Konstanta k,atau perbandingan gaya terhadap perpanjnagan, disebut konstanta gaya atau
kekuatan pegas itu7, dan dinyatakan dalam pound per foot,. Newton per meter,atau dyne per
sentimeter. Bilangannya sama dengan gaya yang diperlukan untuk menghasilkan
perpanjangan satuan.

Perbandingan perpanjnagan dengan gaya, atau perpanjangan per satuan gaya, disebut
pemuluran (compliance) pegas itu. Pemuluran sama dengan resiprokal konstanta gaya dan
dinyatakan dalam feet per pound, meter per newton, atau sentimeter per dyne. Bilangannya
sama dengan perpanjangan yang dihasilkan oleh satuan gaya.

Contoh Soal:

1. Dalam suatu percobaan untuk mengukur modulus Young, sebuah beban 1000 lb yang
digantungkan pada kawat baja yang panjangnya 8 ft dan penampangnya 0,025 in2, ternyata
meregangkan kawat itu sebesar 0,010 ft melebihi panjangnya sebelum diberi beban. Berapa
tegangan, regangan, dan harga modulus Young bahan baja kawat itu???
2. Umpamakan benda pada gambar 11-6 sebuah pelat kuningan seluas 2 ft-2 dan tebalnya ½
in. Berapa gaya F harus dikerjakan terhadap tiap tepinya jika perubahan x pada gambar 11-6
(b) ialah 0,01 in? Modulus luncur kuningan itu 5 x 106 lb in-2.

Tegangan luncur pada tiap sisi ialah:

F = 12.500 lb

MODUL
FISIKA SMA KELAS XI IPA
SEMESTER I

SUPARWAN, [Link]
SMA Negeri 1 Sekampung
Lampung Timur
2012

Standar Kompetensi : 1. Menganalisis gejala alam dan keteraturannya dalam


cakupan mekanika benda titik

Kompetensi Dasar : 1.3. Menganalisis pengaruh gaya pada sifat elastisitas


bahan
Indikator :
1. Mengidentifikasi karakteristik gaya pada benda elastis berdasarkan data percobaan
( grafik )
2. Membedakan Modulus Elastisitas dan konstanta gaya
3. Membandingkan tetapan gaya berdasarkan data pengamatan
4. Menganalisis sususnan pegas seri dan paralel

Materi Pembelajaran : Elastisitas

1. Defenisi Elastisitas
- Ciri-ciri benda elastis dan tak elastis
- Contoh benda elastis ; pegas, karet, tak elastis ; kayu, tanah, plastisin
- Sifat elastisitas dari bahan ; jika gaya yang diberikan pada bahan dihilangkan maka akan
kembali ke bentuk semula
- Batas elastisitas dari bahan ; jika gaya yang diberikan pada bahan terlalu besar maka tidak
akan kembali ke bentuk semula
- Daerah elastis dan daerah tak elastis ( plastik )
- Manfaat sifat elastisitas pada kehidupan ; terutama pada bidang bangunan (arsitek), jika
penggunaan bahan tidak tepat atau batas elastisitasnya rendah akan membahayakan struktur
bangunan, kabel-kabel penopang pada jembatan-jembatan besar memiliki batas elastisitas
yang cukup besar sehingga mampu menahan beban dan goncangan

2. Tegangan, Regangan dan Modulus Elastisitas


- Tegangan : Besar gaya yang diberikan pada benda berbanding terbalik dengan luas
penampangnya, yang dirumuskan ( σ = F/A )
- Regangan : Pertambahan panjang benda berbanding terbalik dengan panjangnya mula-mula,
yang dirumuskan ( e = ΔL/L )
- Modulus Elastisitas adalah perbandingan antara tegangan benda dengan regangannya, yang
dirumuskan ( E = )
3. Grafik gaya terhadap pertambahan panjang pegas

Gaya (F=Newton) Pertambahan panjang (ΔL dalam cm)


50 gram 2 cm (ΔL1)
100 gram 4 cm (ΔL2)
150 gram 6 cm (ΔL3)

4. Hukum Hooke : Menurut Hooke pertambahan panjang berbanding lurus dengan


gaya yang diberikan pada benda ( F = m .g ; g = percepatan gravitasi)
sehingga
dirumuskan : F ~ ΔL, karena setiap besar gaya selalu diikuti dengan
pertambahan panjang pegas diikuti juga dengan variabel yang
mempengaruhinya
yang disebut dengan konstanta ( k ) maka rumus diatas menjadi :

5. Untuk setiap gaya yang diberikan pada pegas membuat pegas bertambah,
maka nilai k dapat dibandingkan yaitu :
F1 = k1 . ΔL1
F2 = k2 . ΔL2
F3 = k3 . ΔL3
Ternyata nilai k tetap ( konstan)

6. Membandingkan besar konstanta pegas dan konstanta karet gelang dilaksanakan dengan
praktikum ( LKS terlampir )

7. Pada pegas mempunyai energi potensial yaitu energi yang dipunyai benda karena
kedudukannya, atau disebut juga energi potensial pegas yang besarnya digambar grafik ( no.3
) dengan daerah yang diarsir yaitu bangun berbentuk segitiga.
Luas segita sama dengan besar energi potensialnya, sehingga dirumuskan :
Luas Δ = EP
½ a.t = EP
½ ΔL . F = EP
½ ΔL ( k . ΔL ) → jadi dirumuskan :

8. Untuk susunan pegas seri, paralel, gabungan seri dan paralel maka besar konstantanya
dapat dirumuskan yaitu :

Seri Paralel Gabungan Seri & Paralel

Seri : + + ………

Paralel : kp = k1 + k2 + ……..

Gabungan : ktotal = kp + k3

Contoh beberapa pegas yang dilengkapi dengan beban gantung :

LEMBAR DISKUSI SISWA

ELASTISITAS

Jika kamu menarik sebuah pegas, maka pegas akan berubah bentuk yaitu makin panjang,
ketika tarikan pada pegas kamu lepaskan, pegas akan kembali kebentuk awalnya, juga jika
kamu memperhatikan anak-anak yang bermain ketapel, menaruh batu kecil pada karet
ketapel, saat karet ditarik maka karet akan memanjang lalu dilepaskan, batu akan terlontar
kedepan dan karet akan kembali kebentuk semula. Pegas dan karet adalah contoh dari benda
elastis, bandingkan dengan tanah liat, jika kamu melempar segumpal tanah liat ke tembok
saat tanah liat menempel apakah tanah liat kembali ke tanganmu…?
Untuk membahas tentang elastisitas akan kita pelajari melalui LDS ini.

Jawablah pertanyaan-pertanyaan dibawah ini dalam diskusi kelompok atau diskusi kelas
berdasarkan buku sumber !

1. Amatilah benda-benda yang berada dilingkunganmu, coba daftar sebanyak mungkin mana
benda elatis dan mana benda tak elastis

2. Dengan menggunakan beberapa beban m, pegas dan mistar, rancanglah sebuah percobaan
untuk dapat mengukur (menentukan) tetapan pegas dari sebuah pegas.
3. Tabel di bawah ini menunjukkan pembacaan skala pada percobaan menarik sebuah pegas.

Beban (N) 0 1 2 3 4 5 6
Panjang ( mm ) 40 49 58 67 76 88 110
Pertambahan Panjang ( mm ) …… ……. ……. ……. ……… ……… …….

a. lengkapilah tabel tersebut


b. berapa panjang pegas mula-mula……?
c. buatlah grafik pertambahan panjang pegas terhadap beban

4. Siapkanlah sebuah karet gelang, ukurlah tetapan gayanya dengan


menggunakan rumus : k = , dengan Δx adalah perpanjangan karet
gelang ketika ujungnya digantungkan sebuah beban secara vertikal yang
bermassa m, perkirakan energi potensial maksimum yang dapat disimpan oleh
karet gelang tersebut …!

5. Empat buah pegas identik dengan konstanta gaya k, disusun seperti gambar dan
diberi beban bermassa m. Hitunglah pertambahan panjang untuk susunan
pegas itu dan nyatakan dalam m, g, dan k.

PEMERINTAH KABUPATEN LAMPUNG TIMUR


DINAS PENDIDIKAN PEMUDA DAN OLAHRAGA
SMA NEGERI 1 SEKAMPUNG
STATUS TERAKREDITASI : B
NSS : 301120403011 NIS : 300110 NPSN: 10806079
Alamat : Hargomulyo Kec. Sekampung Kab. Lampung Timur Kode Pos 34182

SOAL – SOAL :
A. Lingkarilah jawaban yang benar dibawah ini !

1. Suatu benda jika ditarik pada keadaan tertentu, dan kemudian gayanya dilepas, dan benda
tersebut memiliki sifat tidak kembali kebentuk semula. Sifat seperti ini disebut sifat ……
b. Kekerasan d. Elastik
c. Kekuatan e. Tak elastik
d. Regangan

2. Menurut Hukum Hooke, pertambahan panjang suatu batang yang ditarik oleh suatu gaya
…….
a. Berbanding lurus dengan besar gaya tarik.
b. Berbanding lurus dengan luas penampang batang
c. Berbanding terbalik dengan modulus Young batang tersebut
d. Berbanding terbalik dengan panjang mula-mula.
e. Berbanding lurus dengan panjang mula-mula.

3. Sebuah batang yang panjang mula-mulanya L ditarik ditarik dengan gaya F. jika luas
penampang batang A dan modulus elastik batang tersebut E, maka rumus pertambahan
panjangnya adalah ……..
a. E A d. F A .
FLEL
b. E A L e. F L A .
FE

c. F L
EA

4. Sebuah pegas panjangnya l0, luas penampang A, dan modulus Young-nya E. maka,
besarnya konstanta gaya pegas (k) yang dimiliki oleh pegas tersebut adalah …….
a. E A d. E .
l0 A l0

b. A l0 e. A .
E E l0

b. E l0
A

5. Sebuah batang elastik panjangnya 4 m dan luas penampang 1,5 cm2. Ketika batang
tersebut digantungi beban 330 kg ternyata merenggang 0,7 mm. Besarnya modulus Young
bahan batang tersebut adalah …….
a. 1,23 x 1011 N/m2
b. 1,50 x 1011 N/m2
c. 3,30 x 1011 N/m2
d. 4,32 x 1011 N/m2
e. 5,25 x 1011 N/m2

6. Sebuah logam mempunyai modulus Young 4 x 106 N/m2, luas penampangnya 20 cm2 dan
panjangnya adalah 5 meter. Konstanta gaya dari logam tersebut adalah …
a. 400 N/m d. 3200 N/m
a. 800 N/m e. 6400 N/m
b. 1600 N/m

7. Besarnya tegangan yang dilakukan pada sebuah batang adalah 2 x 106 N/m2. Jika panjang
batang adalah 4 meter dan modulus elastisitasnya 2,5x 108 N/m2, maka pertambahan panjang
batang adalah ……
a. 0,8 cm d. 5,0 cm
b. 1,6 cm e. 6,4 cm
c. 3,2 cm

8. Dua pegas identik dengan konstanta gaya 400 N/m. Kedua pegas tersebut diparalelkan.
Tentukan besarnya gaya yang dibutuhkan untuk menarik pegas sehingga bertambah panjang
5 cm !
a. 20 N d. 120 N
b. 40 N e. 160 N
c. 80 N

9. Empat buah pegas masing-masing dengan konstanta gaya k disusun secara paralel.
Konstanta gaya susunan pegas tersebut adalah ………
a. k d. 2 k
b. e. 4 k
c. k

10. Dua pegas masing-masing memiliki konstanta 200 N/m dan 600 N/m disusun seri dan
diberi beban 40 N. Pertambahan panjang susunan pegas itu adalah….
a. 25,5 cm d. 28,4 cm
b. 26,7 cm e. 29,8 cm
c. 27,3 cm

ESSAY

1. a. Seutas karet yang memiliki ukuran luas penampang 1,2 mm x 0,25 mm ditarik
oleh sebuah gaya 1,5 N. Berapakah tegangan pada karet ?
b. Seutas karet memiliki panjang awal 90 mm, lalu ditarik sampai panjangnya
menjadi 120 mm. Berapakah regangan karet ?

2. Seutas kawat piano dari baja memiliki panjang 1,50 m dan diameter 0,20 cm. Berapa besar
gaya tegangan pada kawat itu jika kawat memanjang 0,30 cm ketika dikencangkan ?
(modulus elastis baja adalah 2,0 x 1011 N/m2).

3. Untuk keamanan dalam mendaki, seorang pendaki gunung menggunakan sebuah tali nilon
dengan panjang 50 m dan garis tengahnya 1,0 cm. Ketika penopang pendaki yang bermassa
80 kg, tali bertambah panjang 1,6 m. Tentukan modulus elastisitas nilon. (ambil =3,15 dan g
= 9,86 m/s2).

4. Sebuah pegas bertambah panjang 4 cm ketika ditarik oleh gaya 12 N.


a. Berapakah pertambahan panjang pegas jika ditarik oleh gaya 6 N ?
b. Berapakah gaya tarik yang perlu dikerjakan untuk merenggangkan pegas sejauh 3 cm ?

5. Sebuah pegas vertikal dengan panjang tanpa beban 30 cm, diikat pada ujung atasnya.
Ketika benda bermassa 100 g diletakkan diatas suatu wadah yang digantung pada ujung
bawah pegas, panjang pegas menjadi 36 cm. Ketika benda bermassa 200 g diletakkan di atas
wadah, panjang pegas menjadi 40 cm, Hitunglah massa wadah itu.

KUNCI JAWABAN :

A. PILIHAN GANDA

1. E 6. C
2. A 7. C
3. A 8. B
4. A 9. E
5. A 10. B
B. ESSAY

1. (a) A = (1,2 x 10-3)(0,25 x 10-3) m2 = (0,25 x 10-7) m2; F = 1,5 N


σ = 0,5 x 107 N/m2 = 5 x 106 N/m2
(b) Lo = 90 mm; L = 120 mm; e =
2. D = 0,20 cm = 2 x 10-3 m; r = 1 x 10-3 m; F = …?
ΔL = 0,30 cm = 3,0 x 10-3 m; E = 2,0 x 1011 N/m2
;

F = 4π(1,0 x 10-3)2(2,0 x 10-3)(2,0 x 1011) = 16π x 102 N


= 4 (3,14) 102 = 5024 N

3. L = 50 m; D = 1,0 x 10-2 m → r = 0,5 x 10-2 m = 5 x 10-3 m;


m = 80 kg; F = mg; ΔL = 1,6 m; E = …?
π = 3,14; g = 9,86 m/s2;

N/m2

4. Diketahui :
F1 = 12 N ; Δx1 = 4 cm
K = F1/ Δx1 = 12 / 4 = 3 N/cm
a. Gaya F2 = 6 N Δx2 = ……….?
F2 = k . Δx2 …….. Δx2 = F2 / k
=6/3
= 2 cm

b. Pertambahan panjang Δx3 = 3 cm…….F = …..?


F = k . Δx
=3.3
=9N

5. F1 – m1g = k Δy1
(0,1 + m)g = k Δy1 ……………………………(1)
Δy2 = 40 – 30 = 10 cm = 10 x 10-2 m
F2 – m2g = k Δy2
(0,2 + m)g = k Δy2 ……………………………(2)
; m = kg = 50 g
Jadi, massa wadah adalah 50 g.

PETUNJUK GURU
FISIKA SMA KELAS XI IPA
SEMESTER I

Suparwan, [Link]
SMA Negeri 1 Sekampung
Lampung Timur
2012

Untuk lebih memudahkan dalam melaksanakan pembelajaran materi Elastisitas ikutilah


petunjuk guru dibawah ini :

1. Perlu disadari bahwa pengetahuan tentang sifat elastisitas pada benda dan manfaatnya
dalam kehidupan manusia adalah sangat penting untuk diketahui, terutama didalam bidang
bangunan (arsitektur) , hal ini dapat digunakan untuk membangkitkan motivasi siswa.
2. Perhatikan penggunaan waktu seperti dalam RPP agar efektif dan berhasil
3. Jangan lupa untuk mengambil nilai selama pembelajaran
4. Bukalah pembelajaran dengan memotivasi siswa tentang benda-benda elastis dan tak
elastis yang ada dilingkungan sekolah
5. Buatlah kelompok siswa dan bagilah LDS
6. Tanyakanlah kepada siswa tentang Judul dan tujuan diskusi
7. Berikan tanggung jawab per kelompok untuk menjawab nomor-nomor tertentu
8. Bimbinglah kepada setiap kelompok dalam menjawab pertanyaan LDS
9. Berikanlah kesempatan anggota kelompok untuk mencari jawaban nomor yang bukan
tanggung jawabnya pada kelompok lain
10. Hentikan diskusi kelompok, dan bimbing siswa dalam diskusi kelas
11. Berikan kesempatan masing-masing kelompok untuk menjawab pertanyaan yang menjadi
tanggung jawabnya serta kelompok lain memberi tanggapan
12. Luruskan setiap jawaban siswa sesuai dengan konsep
13. Bimbinglah siswa membuat kesimpulan
14. Berilah kesempatan siswa untuk bertanya
15. Ujilah pemahaman siswa dengan menjawab soal
16. Koreksi bersama hasil tes dan berikan komentar
17. Jelaskan kembali bagian materi yang belum dipahami
18. Ulangi tes bagi yang belum mencapai nilai 80
19. Berikan tugas kepada siswa untuk mencari informasi tentang benda elastis dan bagaimana
menentukan sifat serta batas elastisitasnya melalui percobaan
20. Tutuplah pembelajaran

SELAMAT BEKERJA

PETUNJUK SISWA
FISIKA SMA KELAS XI IPA
SEMESTER I

Suparwan, [Link]
SMA Negeri 1 Sekampung
Lampung Timur
2012

Untuk lebih mudah memahami Elastisitas, perhatikan dan ikutilah petunjuk siswa sebagai
berikut :

1. Perhatikan pertanyaan gurumu dan berusahalah menjawab berdasarkan pengalamanmu.


2. Perbesar rasa ingin tahumu tentang Elastisitas, sifat, batas dan manfaatnya dalam
kehidupan
3. Perhatikan Judul dan Tujuan yang akan dicapai dalam
pembelajaran ini

Standar Kompetensi : 1. Menganalisis gejala alam dan keteraturannya


dalam cakupan mekanika benda titik

Kompetensi Dasar : 1.3. Menganalisis pengaruh gaya pada sifat


elastisitas bahan
Indikator :
1. Mengidentifikasi karakteristik gaya pada benda elastis
berdasarkan data percobaan ( grafik )

2. Membedakan Modulus Elastisitas dan konstanta gaya


3. Membandingkan tetapan gaya berdasarkan data
pengamatan
4 Menganalisis sususnan pegas seri dan paralel

4. Bacalah materi elastisitas dalam bahan ajar elastisitas atau buku referensi lain
5. Jawablah pertanyaan – pertanyaan dalam Lembar Diskusi Siswa
dengan kawan-kawanmu dalam satu kelompok
6. Pastikan benar jawabmu dengan jawaban kelompok lain dalam
diskusi kelas

7. Perhatikan penjelasan gurumu


8. Buatlah kesimpulan tentang pembelajaran elastisitas dengan bimbingan
gurumu
9. Jawablah pertanyaan dalam soal elastisitas, tanpa melihat kunci jawaban
10. Koreksi jawabanmu dengan kunci jawaban, apabila belum
mencapai nilai 80 ulangi mengerjakan soal serta koreksi kembali
sampai berhasil.
11. Carilah informasi tentang benda elastis dan bagaimana menentukan sifat serta
batas elastisitasnya melalui percobaan

SELAMAT BELAJAR

PEMERINTAH KABUPATEN LAMPUNG TIMUR


DINAS PENDIDIKAN PEMUDA DAN OLAHRAGA
SMA NEGERI 1 SEKAMPUNG
STATUS TERAKREDITASI : B
NSS : 301120403011 NIS : 300110 NPSN:10806079
Alamat : Hargomulyo Kec. Sekampung Kab. Lampung Timur Kode Pos 34182

LKS

JUDUL : Hukum Hooke dan Elastisitas

TUJUAN : Siswa dapat menentukan besar konstanta


gaya benda elastis melalui interpretasi grafik

DASAR TEORI : Hubungan linier antara gaya dengan pertambahan


panjang, menurut Hooke tidak hanya berlaku untuk benda padat
saja tetapi juga berlaku untuk benda-benda elastis. Contoh
benda elastis adalah pegas, karet, dan lain-lain.

Hooke menuliskan rumusnya sebagai :


Dengan : F = gaya (N)
k = konstanta gaya (N/m)
xD = pertambahan panjang (m)

ALAT DAN BAHAN : Pegas 1 buah


Karet gelang 1 buah
Beban (50 gr) 4 buah
Penjepit 1 buah
Mistar 30 cm 1 buah
Statif 1 set
Kertas grafik

SKEMA/ GAMBAR :

LANGKAH KERJA

a. Gantungkan 1 beban (w) = 0,5 N pada pegas sebagai gaya awal (Fo).

b. Ukur panjang awal (lo) pegas dan catat hasilnya pada tabel di bawah.

c. Tambahkan 1 beban dan ukur kembali panjang pegas (l). Catat hasil pengamatan ke dalam
tabel.

d. Ulangi langkah c dengan setiap kali menambah 1 beban untuk melengkapi tabel di bawah.

e. Ulangi langkah a s.d. d untuk bahan karet gelang

DATA HASIL PENGAMATAN :

f. Catat hasil pengamatan pada tabel berikut dan selesaikan isian lainnya.

Bahan : Pegas
lo = ……… m Fo¬ = ……… N

No w (N) F = w – Fo (N)D l (m) lD = l – lo (m)

0,5

1,0

1,5
2,0

Bahan : Karet gelang


lo = ……… m Fo¬ = ……… N

No w (N) F = w – Fo (N)D l (m) lD = l – lo (m)

0,5

1,0

1,5

2,0

g. Gambarkan grafik penambahan gaya (sumbu-y) dan pertambahan panjang (sumbu-x)


untuk masing-masing bahan pada kertas grafik.

PERTANYAAN
:
h. Berdasarkan grafik hasil percobaan, bagaimana hubungan antara gaya dengan pertambahan
panjang?

i. Tuliskan besar tetapan elastisitas masing-masing bahan!

j. Bandingkan tetapan elastisitas kedua bahan tersebut!

KESIMPULAN :
Buatlah kesimpulan dari percobaan yang anda lakukan!

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

Mata Pelajaran : Fisika


Kelas/Semester : XI/1 (satu)
Pertemuan Ke- : 7
Alokasi Waktu : 2 jam pelajaran (2 x 45 menit)
Standar Kompetensi : Menganalisis gejala alam dan keteraturannya dalam cakupan benda
titik.
Kompetensi Dasar : Menganalisis pengaruh gaya pada sifat elastisitas bahan.
Indikator : – Mengidentifikasi karekteristik gaya pada benda elastis
berdasarkan data percobaan
– Membedakan modulus elastisitas dan konstanta gaya
– Membandingkan tetapan gaya berdasarkan data
pengamatan
– Menganalisis susunan pegas seri dan paralel

I. Tujuan Pembelajaran

- Siswa dapat menjelaskan pengetian elastisitas.


– Siswa dapat mengaplikasikan elastisitas bahan pada kehidupan sehari-hari
– Siswa dapat merumuskan tetapan elastisitas dan kostanta gaya
– Siswa dapat membandingkan tetapan gaya melalui pengamatan
– Siswa dapat menganalisis susunan pegas ser dan paralel

II. Materi Ajar


Elastisitas dan Hukum Hooke

III. Model, Metode dan Pendekatan Pembelajaran

– Model Pembelajaran
Cooperative learning, konstruktive, interaktif
– Metode Pembelajaran
Eksperimen, Diskusi-informasi, Ekspositori, Discoveri-inkuiri, Resitasi (tugas)
– Pendekatan Pembelajaran
Ketrampilan proses (sikap), konsep dan lingkungan

IV. Langkah-Langkah Pembelajaran (Tatap Muka )

Kegiatan Awal ( 10’ )


Guru membuka pelajaran dan mengawalinya dengan tanya jawab tentang elastisitas suatu
benda.

Kegiatan Inti ( 75’ )

- Guru memberikan informasi mengenai pengertian elastisitas suatu benda.


(Kegiatan Terstruktur = Ekspositori)

- Siswa melakukan pengamatan dan demonstrasi untuk menunjukkan sifat


elastisitas suatu bahan. (Kegiatan Terstruktur = Discoveri-inkuiri)

- Siswa melakukan diskusi kelas yang dipimpin oleh salah satu siswa untuk
menunjukkan benda bersifat elastis dan tak elastis.
(Kegiatan Terstruktur = Discoveri-inkuiri)

- Siswa melakukan diskusi kelompok untuk membahas persoalan yang


berkaitan dengan elastisitas. (Kegiatan Terstruktur = Discoveri-inkuiri)

- Guru memberikan informasi yang diikuti dengan tanya jawab untuk


menjelaskan pengertian tegangan dan regangan. (Kegiatan Terstruktur =
Ekspositori)
- Guru memberikan informasi yang diikuti tanya jawab untuk menjelaskan
pengertian modulus elastisitas dan merumuskannya.
(Kegiatan Terstruktur = Ekspositori)

- Guru memberikan informasi dan merumuskan hubungan pertambahan


panjang pegas x dengan gaya F (hukum Hooke).
(Kegiatan Terstruktur = Ekspositori)

- Siswa melakukan praktikum untuk menentukan besar konstanta pada


pegas dan karet gelang (Kegiatan Terstruktur = Discoveri-inkuiri)

- Guru memberikan informasi yang diikuti dengan tanya jawab untuk


menjelaskan susunan pegas seri, paralel dan gabungan keduanya
(Kegiatan Terstruktur = Ekspositori)

- Siswa membahas soal-soal mengenai susunan pegas pada buku sumber


dengan dibimbing oleh guru (Kegiatan Terstruktur = Discoveri inkuiri dan
Ekspositori)

Kegiatan Akhir ( 5’ )

Guru mengarahkan kepada siswa untuk menyimpulkan dan memberi penekanan pada materi
Elastisitas dan hukum Hooke. Guru memberikan tugas untuk dikerjakan di rumah baik secara
mandiri maupun kelompok dan mengarahkan siswa untuk belajar materi berikutnya.
(Tugas Mandiri Terstruktur dan Tak Terstruktur)

V. Alat/Bahan/Sumber Belajar

Alat/Bahan : Pegas, karet gelang, beban (50 gr), penjepit, mistar, statif
Sumber : – Buku Fisika SMA 2A (Marthen Kanginan-Erlangga)
– Buku Fisika SMA XI (Goris,Stephanus,Yohanes-Grasindo)
– Kajian Konsep Fisika 2 ([Link],Dwi Sabdo-Tiga
Serangkai)
– Buku Fisika SMA XI (Bob Foster-Erlangga)
– E-dukasi Net
Sarana/Media : Ruang belajar, Lab Komputer, Perpustakaan Sekolah, Lab Fisika

VI. Penilaian
A. Aspek yang dinilai
Kognitif : Mengingatkan kembali tentang benda elastis dan tak
elastis
Psikomotor : Menggali informasi, mengolah informasi, melaksanakan
informasi, melakukan perhitungan dan diskusi kelompok
Afektif : Pengamatan keaktifan siswa pada saat tanya-jawab,
kinerja ketrampilan dalam peragaan dan percobaan serta
sikap
B. Jenis Tagihan : Ulangan harian, laporan praktikum, tugas individu
C. Bentuk Tagihan : Tes tertulis, penilaian sikap

Sekampung, Juli 2011


Mengetahui
Kepala Sekolah Guru Fisika

Drs. BUDI RAHAYU, [Link] SUPARWAN, [Link]


NIP. 196411101991031015 NIP. 197004201999031004

PENDAHULUAN

1. Ruang Lingkup Modul

Modul ini berisikan tentang materi pembelajaran mengenai pokok bahasan

elastisitas yang mencakup difinisi elastisitas, tegangan, regangan, modulus

elastisitas, grafik gaya terhadap pertambahan panjang pegas, hukum Hooke,

konstanta pegas, energi potensial pegas, serta dilengkapi dengan lembar diskusi

siswa.

Modul ini bertujuan untuk mempermudah baik pendidik maupun peserta didik

dalam mempelajari tentang elastisitas.

Modul ini juga memberikan cara-cara yang lebih praktis dan lebih singkat dalam

kita memahami elastisitas karena dilengkapi dengan lembar dikusi serta soal-soal

yang berkaitan dengan elastisitas.

2. Prasyarat

Sebelum mempelajari modul lebih lanjut guru serta siswa harus membaca serta

mempelajari petunjuk penggunaan modul bagi guru dan bagi siswa.

Selanjutnya dapat membedakan sifat-sifat dari beberapa benda baik padat, solid

atau yang lainnya.

RANGKUMAN

- Sifat elastisitas dari bahan ; jika gaya yang diberikan pada bahan dihilangkan maka akan
kembali ke bentuk semula

- Tegangan : Besar gaya yang diberikan pada benda berbanding terbalik dengan luas
penampangnya, yang dirumuskan ( σ = F/A )
- Regangan : Pertambahan panjang benda berbanding terbalik dengan panjangnya mula-mula,
yang dirumuskan ( e = ΔL/L )
- Modulus Elastisitas adalah perbandingan antara tegangan benda dengan regangannya, yang
dirumuskan ( E = )
- Hukum Hooke : Menurut Hooke pertambahan panjang berbanding lurus dengan
gaya yang diberikan pada benda ( F = m .g ; g = percepatan gravitasi)
sehingga dirumuskan : F ~ ΔL, karena setiap besar gaya selalu diikuti dengan
pertambahan panjang pegas diikuti juga dengan variabel yang mempengaruhinya
yang disebut dengan konstanta ( k ) maka rumus diatas menjadi :

- Untuk susunan pegas seri, paralel, gabungan seri dan paralel maka besar konstantanya dapat
dirumuskan yaitu :

Seri : + + ………

Paralel : kp = k1 + k2 + ……..

Gabungan : ktotal = kp + k3

DAFTAR PUSTAKA

1. Bob Foster, 2007, Fisika SMA XI, Erlangga. Jakarta


2. Goris Stefanus Yohanes, 2004, Fisika SMA XI, Grasindo
3. Marten Kanginan, 2004, Fisika SMA 2A, Erlangga. Jakarta
4. [Link], 2007, Kajian Konsep Fisika 2, Tiga Serangkai

SENARAI

ELASTIS = lentur
ELASTISITAS =kelenturan
SERI =deret
PARALEL=sejajar
KONSTANTA=ketetapan

DAFTAR ISI

PENDAHULUAN ……………………………………………………………………. 1

PETUNJUK SISWA ………………………………………………………………….. 2

PETUNJUK GURU ……………………………………………… ………………….. 5

URAIAN MATERI ……………………………………………………………… … 10

LEMBAR DISKUSI SISWA ……………………………………………….……… 13

LKS ………………………………………………………………………… ………. 15

SOAL-SOAL ………………………………………………………………………… 18

KUNCI JAWABAN ……………………………………………………………….… 21

RANGKUMAN ……………………………………………………………………… 23
SENARAI …………………………………………………………………………… 24

DAFTAR PUSTAKA ………………………………………………………………… 25

Anda mungkin juga menyukai