Penerapan Elastisitas dalam Fisika
Penerapan Elastisitas dalam Fisika
2. Regangan
B. Hukum Hooke
"Jika gaya tarik benda tidak melampaui batas elastisitas benda maka
pertambahan panjang pegas berbanding lurus dengan gaya tariknya"
F = k . delta X
k = A . E / delta L
A = phi. r kuadrat
r = jari jari
a. SERI
Prinsip :
*Gaya tari pada setiap pegas sama besar, dan gaya tarik pada gaya tarik pengganti juga sama
besar dengan gaya tarik pada setiap pegas tersebut ( F1=F2=F)
*Pertambahan panjang pegas sama dengan total pertambahan panjang tiap tiap pegas
delta x = x1 + x2
1/ks = 1/k1 + 1/k2 atau ks = k/n ( n= buah pegas) atau ks = k1.k2 / k1+k2
b. PARAREL
Prinsip :
*Gaya tarik pada pegas pengganti F sama dengan total jumlah gaya tarik pada tiap pegas
Fp = F1+F2
*pertambahan panjang setiap pegas sama besar dan pertambahan panjang pegas pengganti
juga sama besar dengan pertambahan panjang setiap pegas
delta Xp = delta X1 = delta X2
Elastisitas (elasticity) adalah kemampuan (ability) dari benda padat untuk kembali ke bentuk
semula segera setelah gaya luar yang bekerja padanya hilang/ dihilangkan. Deformasi
(perubahan bentuk) pada benda padat elastis mengikuti aturan yang dikemukakan Robert
Hooke yang kemudian dikenal dengan hukum Hooke. Ahli matematika dan juga seorang
filsuf asal Inggris ini mencetuskan hukum Hooke (elastisitas) yang berbunyi
“Perubahan bentuk benda elastis akan sebanding dengan gaya yang bekerja padanya sampai batas
tertentu (batas elastisitas). Jika gaya yang deberikan ditambah hingga melebihi batas elastisitas
benda maka benda akam mengalami deformasi (perubahan bentuk ) permanen”
-Robert Hooke-
Sobat punya sebatang bambu apus kecil. Saat sobat memberikan tenaga untuk
membengkokkan bambu tersebut ia akan melengkung (deformasi) yang bersifat sementara
yang berarti bahwa bambu bersifat elastis. Bambu akan kembali ke bentuk semula jika sobat
menghilangkan gaya yang bekerja padanya. Akan tetapi jika sobat memberikan gaya dalam
jumlah yang besar bambu tersebut bisa patah. Kapan ia patah? Ketika gaya yang sobat
berikan melebihi titik elastis dari bambu.
a. Tegangan (stress)
Tegangan adalah besarnya gaya yang bekerja pada permukaan benda persatuan luas.
Tegangan dalam elastisitas dirumuskan:
Tegangan sama seperti tekanan, ia memiliki satuan Pascal (Pa) atau N/m2
b. Regangan (strain)
Regangandalam elastisitas adalah pertambahan panjang yang terjadi pada suatu benda karena
pengaruh gaya luar per panjang mula-mula benda tersebut sebelum gaya luar bekerja
padanya. Regangan dirumuskan:
Karena regangan adalah perbandingan dari dua besaran yang sejenis maka ia hanya seperti
koefisien (tanpa punya satuan)
c. Mampatan
Mampatan hampir sama seperti regangan. Bedanya, regangan terjadi karena gaya tarik yang
mendorong molekul benda terdorong keluar sedangkan mampatan karena gaya yang
membuat molekul benda masuk ke dalam (memampat).
1. Sobat punya sebuah kawat dengan luas penampang 2 mm 2, kemudian diregangkan oleh
gaya sebesar 5,4 N sehingga bertambah panjang sebesar 5 cm. Bila panjang kawat mula-mula
adalah 30 cm, berpakah modulus elastisitas dari kawat tersebut?
Jawab
Diketahui
A = 2 mm2 = 2.10-6 m
F = 5,4 N
Δl = 5 cm = 5.10-2 m
lo = 30 cm = 3.10-1 m
a. 1 mm
b. 0,1 mm
c. 0,01 mm
d. 0,001 mm
Pembahasan
Diketahui
lo = 2 m = 2.103 mm
A = 8 mm2
σ = 105 N/mm2
F = 40 N
dari rumus
maka
Δl = [[Link]]/[A.E] = [40.2.103]/[ 8.3.105] = 0,1 mm (jawaban c)
3. Sebuah kawat luas penampangnya 4 mm2, kemudian diregangkan oleh gaya sebesar 8 N
sehingga bertambah panjang 0,08 cm. Bila panjang kawat mula-mula adalah 60 cm,
berapakahh tegangan dan regangan kawat tersebut?
Jawab
A = 4 mm2 = 4.10-6 m2
F = 8 N
Δl = 0,08 cm
lo = 60 cm
-6 6
Tegangan = F/A = 8/4.10 = 2.10 N/m2
Regangan = 0,08/60 = 1,333 … x 10-3
4. Soal Elastisitas berikutnya adalah, jika sobat punya kawat A dan kawat B sama panjang
dengan perbandingan diameter 1:2, masing-masing ditarik oleh gaya sebesar F, sehingga
mengalami pertambahan panjang dengan perbandingn 3:1. Pertanyaannya berapa nilai
perbandingan dari modulus young kawat A dan kawat B?
jawab
Perbanding diameter A : B = 1:2 maka perbandingan luas penampang = 12 : 22 = 1:4
perbandingan Δl A dan B = 3:1
jika melihat rumus modulus young
didapat kesimpulan “modulus young sebanding dengan gaya (F) serta panjang awal (lo)
dan berbanding terbalik dengan luas alas (A) dan pertambahan panjang ( Δl)“
EA/EB = [FA/FB] x [Luas Alas B/Luas Alas A] x [ΔlB/ΔlA] (perhatikan posisi atas bawah A dan
B)
EA/EB = 1/1 x 4/1 x 3/1 = 3/4
Itu tadi sobat hitung materi singkat tentang elastisitas fisika dan beberapa contoh soal.
Semoga bermanfaat. Salam semangat.
ELASTISITAS
Gmb. 12.1 Sebuah diagram tegangan - regangan suatu logam kenyal yang menderita tarikan.
Bahkan di antara logam - logam, perbedaan tersebut sangatlah luasnya. Gambar 2.1
memperlihatkan sederhana dan regangannya menunjukkan prosentase perpanjangan. Di
bagian awal kurva (sampai regangan yang kurang dari 1 %), tegangan dan regangan adalah
proporsional sampai titik a (batas proporsionalnya) tercapai. Hubungan proporsional antara
tegangan dan regangan dalm daerajh ini disebut Hukum Hooke. Mulai a sampai b tegangan
dan regangan tidak proporsional, tetapi walaupun demikian, bila beban ditiadakan
disembarang titik antara 0 dan b, kurva akan menelusuri jejajknya kembali dan bahan yang
bersangkutan akan kembali kepada panjang awalnya. Dikatakanlah bahwa dalam daerah ob
bahan itu elastis atau memperlihatkan sifat elastis dan titik b dinamakan batas elastis.
Kalau bahan itu ditambah bebannya, regangan
akan bertambah dengan cepat, tetapi apabila beban dilepas di suatu titik selewat b, misalkan
di titik c, bahan tidak akan kembali kepanjang walnya, melainkan akan mengikuti garis putus
- putus pada Gambar 12-1. Panjangnya pada tegangan nol kini lebih besar dari panjang
awalnya dan bahan itu dikatakan mempunyai suatu regangan tetap (permanent set).
Penambahan beban lagi sehingga melampaui c akan sangat menambah regangan sampai
tercapai titik d, dimana bahan menjadi putus. Dari b ke d, logam itu dikatakan mengalami
arus plastis atau deformasi plastis, dalam mana terjadi luncuran dalam logam itu sepanjang
bidang yang tegangan luncurnya maksimum. Jika antara batas elastik dan titik putus terjadi
deformasi plastik yang besar, logam itu dikatakan kenyal (ductile). Akan tetapi jika
pemutusan terjadi segera setelah melewati batas elastis, logam itu dikatakan rapuh.
Gmb. 12-2. Diagram tegangan - regangan karet divulkanisir, yang memperlihatkan histeresis
elastik.
Gambar 12-2 melukiskan sebuah kurva tegangan - tegangan karet divulkanisasi yang
diregang sampai melebihi tujuh kali panjang awalnya. Tidak ada bagian kurva ini dimana
tegangan proporsional dengan regangan. Akan tetapi bahan itu elastik, dalam arti bahwa
kalau beban ditiadakan, karet itu akan kembali ke panjangnya semula. Bila beban
dikurangi,kurva tegangan - regangan tidak menurut jejaknya kembali melainkan mengikuti
kurva garis putus - putus paa Gambar 12-2. tidak berimpitnya kurva tegangan bertambah dan
kurva tegangan berkurang disebut histeris ealstis. Gejala yang analog yang terjadi pada bahan
magnet disebut histeris magnet. Luas bidang yang dibatasi oleh kedua kurva itu, yaitu luas
lingkaran histeris, sama dengan energi yang hilang di dalam bahan elastis atau bahan
magnetik. Beberapa jenis karet histeris elastiknya besar. Sifat ini membuat bahan itu
bermanfaat untuk peredam getaran. Jika balokdari bahan semacam ini diletakkan antara
sebuah mesin yang bergetar dan lantai misalnya, terjadilah elastis setiap daur getaran. Energi
mekanik berubah menjadi yang dikenal sebagai energi dakhil, yang kehadirannya dapat
diketahui dari naiknya temperatur. Hasilnya, hanya sedikit saja energi getaran diteruskan ke
lantai.
12-2 MODULUS ELASTIK
Tegangan yang diperlukan untuk menghasilkan suatu regangan tertentu bergantung pada sifat
bahan yang menderita tegangan itu. Perbandingan tegangan terhadap regangan, atau
tegangan per satuan regangan, disebut modulus elastik bahan yang bersangkutan. Semakin
besar modulus elastik, semakin besar pula tegangan yang diperilakukan untuk regangan
tertentu.
Marilah kita telaah dulu perihal tegangan (tarik dan kompresi) dan regangan (tarik dan
kompresi) memanjang. Percobaan membuktikan bahwa sampai batas proporsional, tegangan
memanjang menimbulkan regangan yang besarnya sama, tidak peduli apakah tegangan itu
atau karena tegangan akibat tarikan atau akibat kompresi. Karena itu perbandingan tegangan
tarik terhadap regangan tarik, untuk bahan tertentu, sama dengan perbandingan tegangan
kompresi terhadap regangan kompresi. Perbandingan ini disebut modulus regangan, atau
modulus young, bahan yang bersangkutan dan dilambangkan dengan Y
(12.1)
Karena regangan hanya merupakan bilangan, satuan modulus young sama seperti satuan
tegangan, yaitu gaya per satuan luas. Dalam tabel, reganganbiasanya dinyatakan dalam pound
per inci kuadrat atau dyne per sentimeter kuadrat. Modulus young beberapa macam bahan
tercantum dalam tabel 12.1.
Bila hubungan antara ketegangan dan regangan tidak linier,. Maka modulus elastik dapat
didefinisikan lebih umum lagi sebagai perbandingan limit perubahan kecil tegangan terhadap
perubahan regangan yang diakibatkan tegangan itu. Jadi, jijka gaya Fn pada Gambar 11-5
bertambah sebesar dFn, dan sebagai akibatnya panjang batang itu bertambah sebesar dl,
modulus regangan didefinisikan sebagai:
(12.2)
Pendefinisian ini setara dengan pendefinisian modulus di tiap titik sebagai kemiringan kurva
dalam grafik tegangan - tegangan. Dalam daerah hukum Hooke, kedua definisi setara.
Modulus luncur L suatu bahan, dalam daerah hukum Hooke, didefinisikan sebagai
perbandingan tegangan luncurdegan regangan luncur yang dihasilkannya:
(12.3)
Modulus luncur suatu bahan juga dinyatakan ebagai gaya per satuan luas. Untuk kebanyakan
bahan, besar modulus luncur ini setengah sampai sepertiga besar modulus Young. Modulus
luncur dusebut juga modulus ketegaran (modulus of rigidity) atau modulus puntiran (torsion
modulus).
(12.4)
Modulus luncur mempunyai arti hanya untuk bahan padat saja. Zat cair dan gas akan
mengalir kalu menderita tegangan luncur dan tidak akan menahannya secara permanen.
Perubahan volum zat padat atau zat cair akbiat tekanan demikian kecilnya, sehingga volum
V dalam persamaan (11-11) dapat dianggap konstan. Asalkan tekanan tidak terlalu besar,
perbandingan dp/v juga konstan, modyulus bulk kosatan, dan dp dan dV dapat kita
gantidengan perubahan tekanan dan volume yang terbatas. Tetapi volumesuatu gas jelas
sekali berubah akibat tekanan dan untuk gas haruslah digunakan definisi umum B.
(12.7)
Jadi kompresibilitas suatu bahan sama dengan beberapa besar berkurangnya volum, - dVIV,
persatuan kenaikan tekanan dp. Satuan modulus bulk sama seperti satuan tekanan, dan satuan
kompresibilitas sama seperti satuan tekanan resiprokal. Jadi, kalau dikatakan nbahwa
kompresibilitas air (lihat tabel 10-2) 50 x 10-6 atm-1, berarti volumnya kuarang sebesar
50/1.000.000. volume asal untuk setiap kenaikan 1atm tekanan. (1 atm 14,7 lb in-2).
Gliserin 21 15 22
Raksa 3,7 2,6 3,8
Air 49 34 50
Modulus elastik yang banyak macamnya itu masing - masing merupakan besaran yang
menyatakan sifat elastik suatu bahan tertentu dan bukan menunjukkan langsung seberapa
jauh sebuah batang, kabel, atau pegas yang terbuat dari bahan yang bersangkutan mengalami
perubahan akbat pengaruh beban. Kalu persamaan (10-7) diselesaikan untuk Fn, maka
diperoleh
Atau, bila YA/lo diganti dengan satu konstanta k dan perpanjangan l kita sebut x, maka:
Fn = kx
Dengan perkataan lain,besar tambahan panjang sebuah benda yang mengalami tarikan
dihitung dari panjang awalnya sebandaing dengan besar gaya yang meregangkannya. Hukum
Hooke mulanya diungkapkan dalam bentuk ini, jadi tidak atas dasar pengertian tegangan dan
regangan.
Apabila sebuah pegas kawat auloir diregangkan, tegangan di dalam kawat itu praktis
merupakan tegangan luncur semata. Pertambahan panjnag pegas itu sebagai keseluruhan
berbanding lurus dengan besar gaya yang menariknya. Maksudnya, persamaan berbentuk F
= kx itu tetap berlaku, dimana konstanta k bergantung pada modulus luncur kawat itu, pada
radiusnya, pada radius ulirnya, dan pada jumlah ulir.
Konstanta k,atau perbandingan gaya terhadap perpanjnagan, disebut konstanta gaya atau
kekuatan pegas itu7, dan dinyatakan dalam pound per foot,. Newton per meter,atau dyne per
sentimeter. Bilangannya sama dengan gaya yang diperlukan untuk menghasilkan
perpanjangan satuan.
Perbandingan perpanjnagan dengan gaya, atau perpanjangan per satuan gaya, disebut
pemuluran (compliance) pegas itu. Pemuluran sama dengan resiprokal konstanta gaya dan
dinyatakan dalam feet per pound, meter per newton, atau sentimeter per dyne. Bilangannya
sama dengan perpanjangan yang dihasilkan oleh satuan gaya.
Contoh Soal:
1. Dalam suatu percobaan untuk mengukur modulus Young, sebuah beban 1000 lb yang
digantungkan pada kawat baja yang panjangnya 8 ft dan penampangnya 0,025 in2, ternyata
meregangkan kawat itu sebesar 0,010 ft melebihi panjangnya sebelum diberi beban. Berapa
tegangan, regangan, dan harga modulus Young bahan baja kawat itu???
2. Umpamakan benda pada gambar 11-6 sebuah pelat kuningan seluas 2 ft-2 dan tebalnya ½
in. Berapa gaya F harus dikerjakan terhadap tiap tepinya jika perubahan x pada gambar 11-6
(b) ialah 0,01 in? Modulus luncur kuningan itu 5 x 106 lb in-2.
F = 12.500 lb
MODUL
FISIKA SMA KELAS XI IPA
SEMESTER I
SUPARWAN, [Link]
SMA Negeri 1 Sekampung
Lampung Timur
2012
1. Defenisi Elastisitas
- Ciri-ciri benda elastis dan tak elastis
- Contoh benda elastis ; pegas, karet, tak elastis ; kayu, tanah, plastisin
- Sifat elastisitas dari bahan ; jika gaya yang diberikan pada bahan dihilangkan maka akan
kembali ke bentuk semula
- Batas elastisitas dari bahan ; jika gaya yang diberikan pada bahan terlalu besar maka tidak
akan kembali ke bentuk semula
- Daerah elastis dan daerah tak elastis ( plastik )
- Manfaat sifat elastisitas pada kehidupan ; terutama pada bidang bangunan (arsitek), jika
penggunaan bahan tidak tepat atau batas elastisitasnya rendah akan membahayakan struktur
bangunan, kabel-kabel penopang pada jembatan-jembatan besar memiliki batas elastisitas
yang cukup besar sehingga mampu menahan beban dan goncangan
5. Untuk setiap gaya yang diberikan pada pegas membuat pegas bertambah,
maka nilai k dapat dibandingkan yaitu :
F1 = k1 . ΔL1
F2 = k2 . ΔL2
F3 = k3 . ΔL3
Ternyata nilai k tetap ( konstan)
6. Membandingkan besar konstanta pegas dan konstanta karet gelang dilaksanakan dengan
praktikum ( LKS terlampir )
7. Pada pegas mempunyai energi potensial yaitu energi yang dipunyai benda karena
kedudukannya, atau disebut juga energi potensial pegas yang besarnya digambar grafik ( no.3
) dengan daerah yang diarsir yaitu bangun berbentuk segitiga.
Luas segita sama dengan besar energi potensialnya, sehingga dirumuskan :
Luas Δ = EP
½ a.t = EP
½ ΔL . F = EP
½ ΔL ( k . ΔL ) → jadi dirumuskan :
8. Untuk susunan pegas seri, paralel, gabungan seri dan paralel maka besar konstantanya
dapat dirumuskan yaitu :
Seri : + + ………
Paralel : kp = k1 + k2 + ……..
Gabungan : ktotal = kp + k3
ELASTISITAS
Jika kamu menarik sebuah pegas, maka pegas akan berubah bentuk yaitu makin panjang,
ketika tarikan pada pegas kamu lepaskan, pegas akan kembali kebentuk awalnya, juga jika
kamu memperhatikan anak-anak yang bermain ketapel, menaruh batu kecil pada karet
ketapel, saat karet ditarik maka karet akan memanjang lalu dilepaskan, batu akan terlontar
kedepan dan karet akan kembali kebentuk semula. Pegas dan karet adalah contoh dari benda
elastis, bandingkan dengan tanah liat, jika kamu melempar segumpal tanah liat ke tembok
saat tanah liat menempel apakah tanah liat kembali ke tanganmu…?
Untuk membahas tentang elastisitas akan kita pelajari melalui LDS ini.
Jawablah pertanyaan-pertanyaan dibawah ini dalam diskusi kelompok atau diskusi kelas
berdasarkan buku sumber !
1. Amatilah benda-benda yang berada dilingkunganmu, coba daftar sebanyak mungkin mana
benda elatis dan mana benda tak elastis
2. Dengan menggunakan beberapa beban m, pegas dan mistar, rancanglah sebuah percobaan
untuk dapat mengukur (menentukan) tetapan pegas dari sebuah pegas.
3. Tabel di bawah ini menunjukkan pembacaan skala pada percobaan menarik sebuah pegas.
Beban (N) 0 1 2 3 4 5 6
Panjang ( mm ) 40 49 58 67 76 88 110
Pertambahan Panjang ( mm ) …… ……. ……. ……. ……… ……… …….
5. Empat buah pegas identik dengan konstanta gaya k, disusun seperti gambar dan
diberi beban bermassa m. Hitunglah pertambahan panjang untuk susunan
pegas itu dan nyatakan dalam m, g, dan k.
SOAL – SOAL :
A. Lingkarilah jawaban yang benar dibawah ini !
1. Suatu benda jika ditarik pada keadaan tertentu, dan kemudian gayanya dilepas, dan benda
tersebut memiliki sifat tidak kembali kebentuk semula. Sifat seperti ini disebut sifat ……
b. Kekerasan d. Elastik
c. Kekuatan e. Tak elastik
d. Regangan
2. Menurut Hukum Hooke, pertambahan panjang suatu batang yang ditarik oleh suatu gaya
…….
a. Berbanding lurus dengan besar gaya tarik.
b. Berbanding lurus dengan luas penampang batang
c. Berbanding terbalik dengan modulus Young batang tersebut
d. Berbanding terbalik dengan panjang mula-mula.
e. Berbanding lurus dengan panjang mula-mula.
3. Sebuah batang yang panjang mula-mulanya L ditarik ditarik dengan gaya F. jika luas
penampang batang A dan modulus elastik batang tersebut E, maka rumus pertambahan
panjangnya adalah ……..
a. E A d. F A .
FLEL
b. E A L e. F L A .
FE
c. F L
EA
4. Sebuah pegas panjangnya l0, luas penampang A, dan modulus Young-nya E. maka,
besarnya konstanta gaya pegas (k) yang dimiliki oleh pegas tersebut adalah …….
a. E A d. E .
l0 A l0
b. A l0 e. A .
E E l0
b. E l0
A
5. Sebuah batang elastik panjangnya 4 m dan luas penampang 1,5 cm2. Ketika batang
tersebut digantungi beban 330 kg ternyata merenggang 0,7 mm. Besarnya modulus Young
bahan batang tersebut adalah …….
a. 1,23 x 1011 N/m2
b. 1,50 x 1011 N/m2
c. 3,30 x 1011 N/m2
d. 4,32 x 1011 N/m2
e. 5,25 x 1011 N/m2
6. Sebuah logam mempunyai modulus Young 4 x 106 N/m2, luas penampangnya 20 cm2 dan
panjangnya adalah 5 meter. Konstanta gaya dari logam tersebut adalah …
a. 400 N/m d. 3200 N/m
a. 800 N/m e. 6400 N/m
b. 1600 N/m
7. Besarnya tegangan yang dilakukan pada sebuah batang adalah 2 x 106 N/m2. Jika panjang
batang adalah 4 meter dan modulus elastisitasnya 2,5x 108 N/m2, maka pertambahan panjang
batang adalah ……
a. 0,8 cm d. 5,0 cm
b. 1,6 cm e. 6,4 cm
c. 3,2 cm
8. Dua pegas identik dengan konstanta gaya 400 N/m. Kedua pegas tersebut diparalelkan.
Tentukan besarnya gaya yang dibutuhkan untuk menarik pegas sehingga bertambah panjang
5 cm !
a. 20 N d. 120 N
b. 40 N e. 160 N
c. 80 N
9. Empat buah pegas masing-masing dengan konstanta gaya k disusun secara paralel.
Konstanta gaya susunan pegas tersebut adalah ………
a. k d. 2 k
b. e. 4 k
c. k
10. Dua pegas masing-masing memiliki konstanta 200 N/m dan 600 N/m disusun seri dan
diberi beban 40 N. Pertambahan panjang susunan pegas itu adalah….
a. 25,5 cm d. 28,4 cm
b. 26,7 cm e. 29,8 cm
c. 27,3 cm
ESSAY
1. a. Seutas karet yang memiliki ukuran luas penampang 1,2 mm x 0,25 mm ditarik
oleh sebuah gaya 1,5 N. Berapakah tegangan pada karet ?
b. Seutas karet memiliki panjang awal 90 mm, lalu ditarik sampai panjangnya
menjadi 120 mm. Berapakah regangan karet ?
2. Seutas kawat piano dari baja memiliki panjang 1,50 m dan diameter 0,20 cm. Berapa besar
gaya tegangan pada kawat itu jika kawat memanjang 0,30 cm ketika dikencangkan ?
(modulus elastis baja adalah 2,0 x 1011 N/m2).
3. Untuk keamanan dalam mendaki, seorang pendaki gunung menggunakan sebuah tali nilon
dengan panjang 50 m dan garis tengahnya 1,0 cm. Ketika penopang pendaki yang bermassa
80 kg, tali bertambah panjang 1,6 m. Tentukan modulus elastisitas nilon. (ambil =3,15 dan g
= 9,86 m/s2).
5. Sebuah pegas vertikal dengan panjang tanpa beban 30 cm, diikat pada ujung atasnya.
Ketika benda bermassa 100 g diletakkan diatas suatu wadah yang digantung pada ujung
bawah pegas, panjang pegas menjadi 36 cm. Ketika benda bermassa 200 g diletakkan di atas
wadah, panjang pegas menjadi 40 cm, Hitunglah massa wadah itu.
KUNCI JAWABAN :
A. PILIHAN GANDA
1. E 6. C
2. A 7. C
3. A 8. B
4. A 9. E
5. A 10. B
B. ESSAY
N/m2
4. Diketahui :
F1 = 12 N ; Δx1 = 4 cm
K = F1/ Δx1 = 12 / 4 = 3 N/cm
a. Gaya F2 = 6 N Δx2 = ……….?
F2 = k . Δx2 …….. Δx2 = F2 / k
=6/3
= 2 cm
5. F1 – m1g = k Δy1
(0,1 + m)g = k Δy1 ……………………………(1)
Δy2 = 40 – 30 = 10 cm = 10 x 10-2 m
F2 – m2g = k Δy2
(0,2 + m)g = k Δy2 ……………………………(2)
; m = kg = 50 g
Jadi, massa wadah adalah 50 g.
PETUNJUK GURU
FISIKA SMA KELAS XI IPA
SEMESTER I
Suparwan, [Link]
SMA Negeri 1 Sekampung
Lampung Timur
2012
1. Perlu disadari bahwa pengetahuan tentang sifat elastisitas pada benda dan manfaatnya
dalam kehidupan manusia adalah sangat penting untuk diketahui, terutama didalam bidang
bangunan (arsitektur) , hal ini dapat digunakan untuk membangkitkan motivasi siswa.
2. Perhatikan penggunaan waktu seperti dalam RPP agar efektif dan berhasil
3. Jangan lupa untuk mengambil nilai selama pembelajaran
4. Bukalah pembelajaran dengan memotivasi siswa tentang benda-benda elastis dan tak
elastis yang ada dilingkungan sekolah
5. Buatlah kelompok siswa dan bagilah LDS
6. Tanyakanlah kepada siswa tentang Judul dan tujuan diskusi
7. Berikan tanggung jawab per kelompok untuk menjawab nomor-nomor tertentu
8. Bimbinglah kepada setiap kelompok dalam menjawab pertanyaan LDS
9. Berikanlah kesempatan anggota kelompok untuk mencari jawaban nomor yang bukan
tanggung jawabnya pada kelompok lain
10. Hentikan diskusi kelompok, dan bimbing siswa dalam diskusi kelas
11. Berikan kesempatan masing-masing kelompok untuk menjawab pertanyaan yang menjadi
tanggung jawabnya serta kelompok lain memberi tanggapan
12. Luruskan setiap jawaban siswa sesuai dengan konsep
13. Bimbinglah siswa membuat kesimpulan
14. Berilah kesempatan siswa untuk bertanya
15. Ujilah pemahaman siswa dengan menjawab soal
16. Koreksi bersama hasil tes dan berikan komentar
17. Jelaskan kembali bagian materi yang belum dipahami
18. Ulangi tes bagi yang belum mencapai nilai 80
19. Berikan tugas kepada siswa untuk mencari informasi tentang benda elastis dan bagaimana
menentukan sifat serta batas elastisitasnya melalui percobaan
20. Tutuplah pembelajaran
SELAMAT BEKERJA
PETUNJUK SISWA
FISIKA SMA KELAS XI IPA
SEMESTER I
Suparwan, [Link]
SMA Negeri 1 Sekampung
Lampung Timur
2012
Untuk lebih mudah memahami Elastisitas, perhatikan dan ikutilah petunjuk siswa sebagai
berikut :
4. Bacalah materi elastisitas dalam bahan ajar elastisitas atau buku referensi lain
5. Jawablah pertanyaan – pertanyaan dalam Lembar Diskusi Siswa
dengan kawan-kawanmu dalam satu kelompok
6. Pastikan benar jawabmu dengan jawaban kelompok lain dalam
diskusi kelas
SELAMAT BELAJAR
LKS
SKEMA/ GAMBAR :
LANGKAH KERJA
a. Gantungkan 1 beban (w) = 0,5 N pada pegas sebagai gaya awal (Fo).
b. Ukur panjang awal (lo) pegas dan catat hasilnya pada tabel di bawah.
c. Tambahkan 1 beban dan ukur kembali panjang pegas (l). Catat hasil pengamatan ke dalam
tabel.
d. Ulangi langkah c dengan setiap kali menambah 1 beban untuk melengkapi tabel di bawah.
f. Catat hasil pengamatan pada tabel berikut dan selesaikan isian lainnya.
Bahan : Pegas
lo = ……… m Fo¬ = ……… N
0,5
1,0
1,5
2,0
0,5
1,0
1,5
2,0
PERTANYAAN
:
h. Berdasarkan grafik hasil percobaan, bagaimana hubungan antara gaya dengan pertambahan
panjang?
KESIMPULAN :
Buatlah kesimpulan dari percobaan yang anda lakukan!
I. Tujuan Pembelajaran
– Model Pembelajaran
Cooperative learning, konstruktive, interaktif
– Metode Pembelajaran
Eksperimen, Diskusi-informasi, Ekspositori, Discoveri-inkuiri, Resitasi (tugas)
– Pendekatan Pembelajaran
Ketrampilan proses (sikap), konsep dan lingkungan
- Siswa melakukan diskusi kelas yang dipimpin oleh salah satu siswa untuk
menunjukkan benda bersifat elastis dan tak elastis.
(Kegiatan Terstruktur = Discoveri-inkuiri)
Kegiatan Akhir ( 5’ )
Guru mengarahkan kepada siswa untuk menyimpulkan dan memberi penekanan pada materi
Elastisitas dan hukum Hooke. Guru memberikan tugas untuk dikerjakan di rumah baik secara
mandiri maupun kelompok dan mengarahkan siswa untuk belajar materi berikutnya.
(Tugas Mandiri Terstruktur dan Tak Terstruktur)
V. Alat/Bahan/Sumber Belajar
Alat/Bahan : Pegas, karet gelang, beban (50 gr), penjepit, mistar, statif
Sumber : – Buku Fisika SMA 2A (Marthen Kanginan-Erlangga)
– Buku Fisika SMA XI (Goris,Stephanus,Yohanes-Grasindo)
– Kajian Konsep Fisika 2 ([Link],Dwi Sabdo-Tiga
Serangkai)
– Buku Fisika SMA XI (Bob Foster-Erlangga)
– E-dukasi Net
Sarana/Media : Ruang belajar, Lab Komputer, Perpustakaan Sekolah, Lab Fisika
VI. Penilaian
A. Aspek yang dinilai
Kognitif : Mengingatkan kembali tentang benda elastis dan tak
elastis
Psikomotor : Menggali informasi, mengolah informasi, melaksanakan
informasi, melakukan perhitungan dan diskusi kelompok
Afektif : Pengamatan keaktifan siswa pada saat tanya-jawab,
kinerja ketrampilan dalam peragaan dan percobaan serta
sikap
B. Jenis Tagihan : Ulangan harian, laporan praktikum, tugas individu
C. Bentuk Tagihan : Tes tertulis, penilaian sikap
PENDAHULUAN
konstanta pegas, energi potensial pegas, serta dilengkapi dengan lembar diskusi
siswa.
Modul ini bertujuan untuk mempermudah baik pendidik maupun peserta didik
Modul ini juga memberikan cara-cara yang lebih praktis dan lebih singkat dalam
kita memahami elastisitas karena dilengkapi dengan lembar dikusi serta soal-soal
2. Prasyarat
Sebelum mempelajari modul lebih lanjut guru serta siswa harus membaca serta
Selanjutnya dapat membedakan sifat-sifat dari beberapa benda baik padat, solid
RANGKUMAN
- Sifat elastisitas dari bahan ; jika gaya yang diberikan pada bahan dihilangkan maka akan
kembali ke bentuk semula
- Tegangan : Besar gaya yang diberikan pada benda berbanding terbalik dengan luas
penampangnya, yang dirumuskan ( σ = F/A )
- Regangan : Pertambahan panjang benda berbanding terbalik dengan panjangnya mula-mula,
yang dirumuskan ( e = ΔL/L )
- Modulus Elastisitas adalah perbandingan antara tegangan benda dengan regangannya, yang
dirumuskan ( E = )
- Hukum Hooke : Menurut Hooke pertambahan panjang berbanding lurus dengan
gaya yang diberikan pada benda ( F = m .g ; g = percepatan gravitasi)
sehingga dirumuskan : F ~ ΔL, karena setiap besar gaya selalu diikuti dengan
pertambahan panjang pegas diikuti juga dengan variabel yang mempengaruhinya
yang disebut dengan konstanta ( k ) maka rumus diatas menjadi :
- Untuk susunan pegas seri, paralel, gabungan seri dan paralel maka besar konstantanya dapat
dirumuskan yaitu :
Seri : + + ………
Paralel : kp = k1 + k2 + ……..
Gabungan : ktotal = kp + k3
DAFTAR PUSTAKA
SENARAI
ELASTIS = lentur
ELASTISITAS =kelenturan
SERI =deret
PARALEL=sejajar
KONSTANTA=ketetapan
DAFTAR ISI
PENDAHULUAN ……………………………………………………………………. 1
SOAL-SOAL ………………………………………………………………………… 18
RANGKUMAN ……………………………………………………………………… 23
SENARAI …………………………………………………………………………… 24