0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
170 tayangan12 halaman

Analisis Interaksi Keperawatan Jiwa

Dokumen tersebut merupakan laporan analisis proses interaksi antara seorang perawat dengan pasien bernama Ny. Y. pada pertemuan ketiga. Perawat berusaha menciptakan komunikasi yang terbuka dengan mengajukan pertanyaan pembuka untuk mengeksplorasi kondisi pasien. Pasien tampak bersedia berinteraksi dan mengungkapkan kecemasannya terkait kehamilan dan penyakitnya. Perawat terus menggali informasi lebih lanj

Diunggah oleh

Costafierra Ag
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
170 tayangan12 halaman

Analisis Interaksi Keperawatan Jiwa

Dokumen tersebut merupakan laporan analisis proses interaksi antara seorang perawat dengan pasien bernama Ny. Y. pada pertemuan ketiga. Perawat berusaha menciptakan komunikasi yang terbuka dengan mengajukan pertanyaan pembuka untuk mengeksplorasi kondisi pasien. Pasien tampak bersedia berinteraksi dan mengungkapkan kecemasannya terkait kehamilan dan penyakitnya. Perawat terus menggali informasi lebih lanj

Diunggah oleh

Costafierra Ag
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd

FORMAT ANALISA PROSES INTERAKSI (API)

Nama klien : Ny. Y


Pertemuan : Ke 3
Status Interaksi : Fase Kerja
Lingkungan : Rumah Pasien
Deskripsi : Pakaian klien cukup rapi, klien menerima kedatangan perawat dan langsung menyambutnya
Tujuan komunikasi : klien mampu mengontrol rasa cemasnya berkaitan dengan masalah yang dialami dengan melakukan teknik
Hipnotis 5 Jari
Nama Mahasiswa : Fira Meilindra Agsya,[Link]
NIM : 20501021
Tanggal/ Jam : 17 Oktober 2020 / 10.00 Wib

KOMUNIKASI KOMUNIKASI NON ANALISA ANALISA RASIONAL


VERBAL VERBAL BERFOKUS BERFOKUS PASIEN
PERAWAT
P : Selamat pagi ibu y P: Perawat P : Perawat memulai Salam merupakan proses
Ibu masih ingat dengan mengucapkan salam percakapan dengan sikap interaksi awal dengan
saya? Saya perawat sambil ulurkan tangan terbuka, yaitu dengan pasien agar terbentuk
Rifka yang akan untuk berjabat tangan memberikan pertanyaan- hubungan saling percaya
membantu ibu ntuk dan tersenyum pertanyaan pembukaan antara perawat dan
mengontrol kecemasa yang bisa dijawab oleh pasien karena sesuai
ibu klien. dengan teori bahwa
keberhasilan membina
K : Klien serta merta K : Klien tampak hubungan saling percaya
mengulurkan tangannya bersedia berinteraksi dan sangat dipengaruhi oleh
untuk menyambut jabat membutuhkan bantuan komunikasi verbal dan
tangan perawat dengan dari perawat non verbal yang
posisi kepala melihat disampaikan oleh
ke arah mahasiswa perawat
sambil berusaha
tersenyum

K : Selamat pagi sus ...., K : Klien berusaha Perawat berusaha Perawat menunjukkan
masih sus... saya masih mengubah posisi mengeksplorasi klien sikap hubungan yang
ingat dengan suster fira tubuhnya mengarah ke dengan mengklarifikasi terbuka dengan klien di
perawat responnya awal interaksi. Hal ini
sesuai dengan teori
P : Mempertahankan Klien berusaha komunikasi yaitu teknik
sikap terbuka, badan menenangkan diri komunikasi terapeutik
agak condong ke depan, sebelum mengutarakan dimana bahwa untuk
memandang dan jawabannya mendapatkan data
mendengarkan dengan diperlukan pertanyaan
penuh perhatian dan sikap terbuka dari
perawat dalam
memahami kondisi dan
klien saat ini
K : Iya sus, saya merasa K: Klien menunjukkan Klien berusaha Perawat menggunakan
sangat khawatir dengan kepada perawat kulitnya menjelaskan kondisinya teknik komunikasi
kehamilan ini karena yang dipenuhi bercak sambil mengarahkan terbuka. Hal ini sesuai
saya juga dalam kondisi kemerah – merahan, pandangannya ke depan dengan teori bahwa
sakit saat ini, kata dokter kemudian mengarahkan dengan tatapan sikap terapeutik yaitu
saya sakit psoriasis pandangannya ke depan menerawang keterbukaan, jujur,
seperti yang dengan tatapan keiklasan dan
sudah saya ceritakan menerawang penggunaan teknik
kepada suster terapeutik akan
sebelumnya, dan ini mempengaruhi
membuat saya merasa keberhasilan interaksi
cemas, saya merasa akan perawat - klien
merepotkan suami dan
anak saya jika suatu
waktu penyakit saya ini
kambuh suster

P : Perawat mengangguk Perawat menunjukkan


memandang klien sikap empati terkait
dengan ramah kondisi klien

P : Oh begitu rupanya, P : Dengan sabar dan Perawat mengajukan Klien berusaha Perawat menggali faktor
lalu apa ada lagi hal lain sambil tersenyum lagi pertanyaan terbuka mengungkapkan hal lain presipitasi yang dialami
yang menjadi beban dan berharap respon yang menjadi beban oleh klien. Menurut
pikiran ibu Y saat ini ? selanjutnya dari klien pikirannya konsep bahwa
pertanyaan terbuka akan
K : Klien diam menghasilkan data
mendengar kualitatif tentang faktor
sambil melihat ke arah pencetus terjadinya
perawat kecemasan

K : Saya sebenarnya K : Klien bercerita Klien sudah Perawat menggunakan


tidak mau hamil lagi, sambil menunjukkan teknik komunikasi
karena saya harus terus menerawang dan wajah sikap terbuka pada terbuka. Hal ini sesuai
minum obat. lagian jarak sedikit tegang dan perawat dengan teori bahwa
hamil yg kedua ini senyum yang tampak dengan mengutarakan sikap terapeutik yaitu
dengan adit sudah 15 kecut masalah tanpa ragu - keterbukaan, jujur,
tahun, saya sangat ragu keiklasan dan
khawatir dengan apa penggunaan teknik
yang terjadi nantinya, terapeutik akan
Takut berbahaya untuk mempengaruhi
saya dan bayi yang saya keberhasilan interaksi
kandung perawat - klien
P : Perawat mengangguk Perawat menerima
sambil tersenyum dan pernyataan klien dengan
memandang klien sikap terbuka dan tulu
P : Apa yang biasanya P : Dengan sabar dan Perawat ingin Pertanyaan ini diajukan
ibu Y lakukan saat sambil tersenyum mengetahui perawat untuk
muncul beban pikiran ini berharap respon klien usaha klien dalam mengeksplorasi
selanjutnya menyelesaikan kemampuan personal
masalahnya klien dalam
menyelesaikan
masalahnya
K : Klien diam Klien berusaha dalam hal ini masalah
memandang mengingat- kecemasannya, sehingga
perawat lalu ingat apa yang diketahui seberapa
memandang ke dikerjakannya saat ia kemampuan klien untuk
sekeliling halaman dalam kemudian digunakan
keadaan cemas dalam merencanakan
terapi bagi masalah klien

K : Saya lebih sering K : Klien sesaat diam... Klien menunjukkan Sikap mendukung akan
berdiam diri saja sus.... dan kemudian sikap pasrahnya sebagai memberikan rasa aman
atau paling menonton menjelaskan seadanya tanda kegelisahannya bagi klien bahwa
acara tv kesukaan saya apa upaya yang perilakunya dalam
agar pikiran jadi lupa dilakukan dengan menyelesaikan masalah
dengan masalah kesan pasrah tidak serta merta
tersebut, tapi kalau dipersalahkan
sudah selesai ya tetap
memikirkan hal itu sus

P : Perawat mengangguk Perawat berusaha


sambil tersenyum mendukung apa yang
diutarkan klien

P : Bagus itu upaya yang P : Perawat berucap Perawat memberi Reinforcement positif
baik dan benar dalam dengan tenang dan suara reinforcement positif atas upaya yang telah
mengurangi beban yang pelan dan jelas dan pada klien atas usahanya dilakukan klien agar
pikiran ibu Y yang berusaha agar tidak mengalihkan beban klien merasa mantap
sedang cemas saat ini... berkesan mendikte atau pikiran dengan cara bahwa apa yang
ada beberapa cara dalam menggurui berolah raga untuk telah dilakukan adalah
mengurangi rasa cemas menurunkan benar dan klien merasa
antara lain dengan kecemasan mendapat penghargaan
mengalihkan rasa cemas (reward)Tekhnik lain
tadi dengan dalam mengatasi
mengerjakan aktivitas masalah pikiran
lain, agar beban pikiran negatif diutarakan agar
untuk sementara klien minta sendiri
teralihkan atau bantuannya sesuai
berkurang. Tetapi masih kebutuhan dirinya
ada cara lain yang dapat
dilakukan agar beban
pikiran ibu P dapat
menurun atau
menghilang. Apakah ibu
mau saya ajarkan
cara-cara itu?

K : klien diam sambil Usaha yang dilakukan


memandang ke arah klien sebagian telah
perawat tepat

K : Boleh sus ... K : Klien ungkapkan Klien berupaya ingin Respon klien
dengan antusias dan mengetahui cara lain menunjukkan
penuh harap menurunkan kecemasan ia membutuhkan bantuan
dari perawat

P : Perawat mengangguk Perawat berasumsi


sambil tersenyum bahwa
memandang klien klien memang
membutuhkan bantuan

P : Baik... sekarang pilih P : Dengan sabar dan Perawat berharap respon Tekhnik terapi kognitif
mana dulu pikiran yang sambil tersenyum klien selanjutnya sesi I setelah identifikasi
paling membuat beban memilih pikiran negatif pikiran negatif adalah
ibu Y berat? mana yangpaling mengubah pikiran
dirasakan berat negatif menjadi
pikiran positif atas
K : Klien diam sejenak... Klien berusaha memilih tanggapan dari pikiran
beban pikiran yang negatif yang diawali
dirasakan paling bera dengan
memilih salah satu
pikiran
negatif yang paling
mengganggu.

K : masalah tentang K : Klien ungkapkan Klien ungkapkan dengan Keyakinan diri perawat
kehamilan saya sus, sambil menerawang antusias dan penuh harap semakin menambah
yang membuat saya memandang ke depan percaya
khawatir jika nantinya diri perawat dalam
akan terjadi sesuatu pada memberikan sesi-sesi
saya dan bayi saya ini, terapi
apalgi setelah anak ini
lahir nanti saya tidak
bisa menyusuinya maka
akan menyusahkan
suami saya, beban nya
akan bertambah berat
P : Perawat mengangguk Perawat merasa yakin
sambil tersenyum bahwa klien
membutuhkan
pertolongan
P : Baik... ibu Y, disini P : Perawat berucap Perawat berasumsi Respon klien
saya akan mengajarkan dengan tenang dan suara bahwa menunjukkan
ibuk latihan hipnotis 5 yang pelan dan jelas dan klien memang ia membutuhkan bantuan
jari, ini bermanfaat berusaha agar tidak membutuhkan bantuan dari perawat
untuk menenangkan, dan berkesan mendikte atau
membuat lebih rileks. menggurui
Baik kita mulai sekarang
ya buk? Dalam tehnik
ini ibu harus
mendengarkan kata-kata
yang saya ucapkan yang
pertama ibu harus
memejamkan mata ibu,
nah sekarang sentuh jari
telunjuk ibu dengan
dengan jari jempol ibu,
nah sekarang bayangkan
pada saat ibu sehat.
Kemudian sentuh jari
tengah ibu, bayangkan
saat ibu bersama orang
yang ibu sayangi/cintai,
sekarang sentuh jari
manis ibu, bayangkan
ketika ibu di puji oleh
seseorang, dan sekarang
sentuh jari kelingking
bayangkan tempat yang
paling indah yang
pernah dikunjungi.
K : Klien mendengarkan Klien berusaha
penjelasan perawat memahami
dengan antusias dan apa yang diinstruksikan
mengikuti instruksi perawat dan mencoba
yang diberikan oleh mengikuti gerakan yang
perawat dilakukan perawat

K : Klien diam K : klien tetap Klien tampak sedang Diam adalah salah satu
mengikuti arahan dari memikirkan tentang tekhnik komunikasi
perawat walaupun penyakit dan terapeutik untuk
matanya sesekali kehamilannya sambil mendapatkan data
melirik ke arah luar memandang ke depan dengan
cara mendengarkan,
P : Perawat mengajarkan Perawat sedikit lebih memperhatikan, dan
dan membantu klien diam menyimak dan menyimak, selain itu
untuk melakukan memberi kesempatan diam
hipnotis 5 jari dengan klien untuk berpikir dan memberi kesempatan
sabar melakukan gerakan bagi
tersebut sambil klien untuk bicara
sedikit membetulkan dengan
gerakan yang salah bebas tanpa campur
tangan
atau interupsi pihak lain

P : Nah ... kalau sudah, P : Perawat berucap Perawat memancing Pertanyaan-pertanyaan


sekarang coba ibu dengan tanggapan positif klien tersebut untuk
ungkapkan apakah tenang dan suara yang atas apa yang menjadi memancing tanggapan
keluarga ibu Y tidak pelan dan jelas satu kekhawatirannya dengan positif atas pikiran
merasa khawatir dan persatu pertanyaan dan pertanyaan-pertanyaan negatif yang telah
sedih jika ibu tetap berusaha agar klien rasional terhadap peran diungkapkan dengan
dengan keadaan seperti memahami maksud keluarga terhadap klien tujuan untuk
ini? Pastinya suami dan tanggapan positif meng’compare’ dan
anak ibu sangat tentang penyakitnya mem’back up’pikiran
merasakan kesedihan dan juga keadaan negatif yang timbul
dengan keadaan ibu keluarganya
sekarang, Jadi disini
ibuk tidak usah
memikirkannya lagi, ibu
tidak sendirian

K : Klien diam Klien berusaha


mendengarkan sambil menjawab
memperhatikan perawa atas apa yang menjadi
pertanyaan perawat
dengan
diam sejenak

K : Ya sus, .. K : Klien ungkapkan Jawaban klien sesuai


dengan tenang sambil dengan yang diharapkan
tersenyum menatap dari pertanyaan untuk
perawat memberi tanggapan
rasional atas pikiran
P : Perawat Perawat merasa senang negatif klien, sehingga
mendengarkan karena jawaban klien akan memberikan
sambil mengangguk sesuai counter block terhadap
dengan yang diharapkan pikiran negatif klien

P : Nah sekarang ibu Y P : Dengan sabar dan Perawat merasa yakin Memberi kesempatan
sudah bisa menerapkan sambil tersenyum klien telah memahami pada klien untuk
bagaimana cara berharap respon klien apa yang telah menyimak terhadap apa
mengontrol kecemasan selanjutnya dipelajarinya yang telah didengar dan
ibu dengan teknik yang pelajarinya dengan
kita pelajari hari ini harapan akan timbul
yaitu latihan hipnotis 5 suatu kesadaran bahwa
jari yang bermanfaat pikiran negatifnya atau
untuk menenangkan, dan perasaan cemasnya
membuat lebih rileks K : Klien diam Klien berusaha ternyata tidak berdasar
serta membuat ibu memperhatikan memahami
berpikiran positif, penjelasan dari perawat apa yang disarankan
sehingga tidak ada perawat berdasarkan
terbesit lagi dalam tanggapan positif pada
pikiran ibu bahwa ibu pikiran negatif dirinya
cemas akan terjadi apa –
apa pada ibu dan bayi
sehingga akan
menyusahkan keluarga
ibu.
K : Iya sus,... jadi saya K : Klien ungkapkan Klien sudah memahami Satu sesi terapi kognitif
tidak usah berpikir jelek dengan tenang sambil tanggapan positifnya telah tercapai yaitu
lagi ya sus tersenyum menatap mulai dari identifikasi
perawat pikiran negatif atau
kecemasannya,
memilih pikiran negatif
yang paling berat dan
kemudian memberi
P : tersenyum Perawat tanggapan terhadap
yakin klien sudah kecemasan nya
memahami maksud dari
tanggapan positifnya

P : Bagaimana perasaan P : Dengan sabar dan Perawat ingin Ungkapan perasaan


ibu Y sekarang? Apakah sambil tersenyum mengetahui perasaan untuk mengevaluasi
rasa cemas itu masih berharap respon klien klien setelah keadaan/masalah klien
dirasakan dan apakah selanjutnya mengungkapkan terkait dengan perasaan
pertemuan kita ini ada perasaan cemasnya dan cemas yang ia rasakan
manfaatnya? tanggapannya
K : klien tersnyum Klien menunjukkan
perilaku yang memberi
kesan memahami dan
menerima apa yang telah
diutarakannya
K : Ya...ada sus,...ada... K : Klien ungkapkan Klien menunjukkan Ekspres feeling sebagai
dengan antusias dan secara verbal bahwa ia wahana evaluasi
penuh rasa suka memahami dan terhadap jalannya terapi
merasakan manfaat yang telah diberikan
kegiatan terapi pada klien
P : Tersenyum Perawat
yakin atas apa yang
diutarakan klien
P : Nah nanti ibu y P : Perawat berucap Perawat memberi tugas Pemberian tugas untuk
berlatih bilamana rasa dengan tenang dan suara pada klien untuk berlatih memberi kesempatan
cemas itu muncul lagi yang pelan dan jelas dan akan dievaluasi pada pada klien untuk berlatih
coba lakukan yang pertemuan berikutnya cara mengcounter rasa
sudah kita pelajari tadi. cemas yang muncul
Selanjutnya kita bisa dengan harapan akan
bertemu lagi untuk terjadi kemampuan yang
diskusi beban pikiran otomatis bagi klien
ibu Y yang kedua dan dalam mengatasi
nanti coba temukan lagi masalah pikiran negatif
pikiran kecemasan yang akibat kecemasan yang
lainnya ya buk muncul sebagai akibat
K : Klien diam, Klien menerima PR dari masalah
tersnyum yang diberikan oleh kesehatannya saat ini.
dan menangguk-angguk perawat

K : Ya sus.. K : Klien tersenyum Klien ungkapkan dengan


sambil mengangguk antusias dan penuh rasa
suka

P : tersenyum Perawat yakin klien akan


mengikuti instruksi
perawat
P : Baik sekarang saya P : Perawat berucap Terminasi merupakan Klien menerima Berjabat tangan dan
mohon undur diri, salam sambil ulurkan tahap akhir dari sesi tiap terminasi dari pertemuan sebutkan salam adalah
selamat berlatih dan tangan untuk berjabat terapi terapi perangkat terminasi yang
selamat istirahat ya tangan dengan wajah dapat untuk
bu berseri dan tersenyum meningkatkan hubungan
Selamat pagi bu...! saling percaya dan
menunjukkan kesan
perawat siap membantu
klien kapan saja.

K : Tersenyum sambil
ulurkan tangan untuk
berjabat tangan
K : selamat pagi sus ...., K : Klien serta merta Klien dapat mengambil
mengulurkan tangannya manfaat dari terapi yang
untuk menyambut jabat diberikan perawat
tangan perawat sambil
tersenyum

P : Tersenyum Perawat meninggalkan


klien dengan perasaan
lega dan bangga bahwa
terapinya efektif

Anda mungkin juga menyukai