BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Masa kehamilan adalah sebuah impian yang sangat dinanti dan diharapkan oleh
pasangan suami dan istri. Pada umumnya kehamilan berkembang dengan normal
dan menghasilkan kelahiran bayi sehat cukup bulan melalui jalan lahir (Saifuddin,
2002).
Kehamilan merupakan masa dimulainya konsepsi sampai lahirnya janin.
Lamanya hamil normal adalah 280 hari ( 40 minggu atau 9 bulan 7 hari ) dihitung
dari hari pertama haid terakhir. Persalinan adalah suatu proses pengeluaran hasil
konsepsi yang dapat hidup dari dalam uterus melalui vagina ke dunia luar
(Prawirohardjo, 2008).
Kehamilan, persalinan, dan menjadi seorang ibu, merupakan peristiwa dan
pengalaman penting dalam kehidupan seorang wanita. Namun, sebagaimana tahap
transisi lain dalam fase kehidupan, peristiwa itu pula dapat menimbulkan stres,
sehingga respons yang terjadi dapat berupa kebahagiaan, maupun sebaliknya,
seperti krisis lain dalam kehidupan, dapat juga menyebabkan kekecewaan
(Prawirohardjo, 2008)
Sangat sulit diketahui sebelumnya bahwa kehamilan akan menjadi masalah
atau tidak, dan sistem penilaian risiko tidak dapat memprediksi apakah ibu hamil
akan bermasalah atau tidak selama kehamilannya. Oleh karena itu asuhan
pemeriksaan kehamilan atau antenatal care (ANC) yang dilakukan secara teratur
dan rutin merupakan cara yang paling tepat dan penting untuk memonitor dan
1
mendukung kesehatan ibu hamil normal dan mendeteksi ibu dengan kehamilan
normal. Ibu hamil sebaiknya mengunjungi bidan atau dokter sedini mungkin
semenjak ia merasa dirinya hamil untuk mendapatkan pelayanan atau asuhan
antenatal care (Saifuddin, 2002).
1.2 Rumusan Masalah
Bagaimana cara mengetahui pemeriksaan kehamilan menggunakan metode
Immunoassay (strip atau device/card) ?
1.3 Tujuan Praktikum
Untuk mengetahui pemeriksaan kehamilan menggunakan metode Immunoassay
(strip atau device/card)
1.4 Manfaat Praktikum
Praktikan dapat mengetahui cara pemeriksaan kehamilan menggunakan metode
Immunoassay (strip atau device/card) yang praktis dan cepat.
2
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Definisi HCG
HCG (Human Chorionic Gonadotropin) merupakan suatu hormon yang
dihasilkan oleh jaringan plasenta yang masih muda dan dikeluarkan lewat urin.
Hormon ini juga dihasilkan bila terdapat proliferasi yang abnormal dari jaringan
epitel korion seperti molahidatidosa atau suatu chorio carsinoma. Kehamilan akan
ditandai dengan meningkatnya kadar HCG dalam urin pada trimester I, HCG
disekresikan 7 hari setelah ovulasi. Pemeriksaan HCG dengan metode
immunokromatografi merupakan cara yang paling efektif untuk mendeteksi
kehamilan dini (Agnes Sri Harti dkk. 2013).
2.2 Pembentukkan HCG
Pembentukan HCG maksimal pada 6090 hari, kemudian turun ke kadar rendah
yang menetap selama kehamilan. Kadar HCG yang terus menerus rendah berkaitan
dengan gangguan perkembangan plasenta atau kehamilan. Kadar HCG memiliki
struktur yang sangat mirip dengan yang bekerja pada reseptor LH sehingga usia
korpus luteum memanjang (Hefta,[Link].2010)
HCG di produksi oleh sel lapisan luar [Link] in berdiperensiasi menjadi
sel trofoblash, sinsitiotrofoblash,yang berkembang dari trofoblash,terus
menghasilkan hcg disekresikan dapat dideteksi disekresi vagina sebelum inflantasi.
biasanya hcg dapat dideteksi didarah ibu 8-10minggu. Di urin saat ini dapat di ukur
dalam dua minggu stelah pembuahan (Hefta,[Link].2010).
3
2.3 Kadar HCG
Kadar HCG berubah secara dramatis selama trimester pertama. Hormon ini
mulai diproduksi sejak usia kehamilan 3-4 minggu oleh jaringan trofoblas
(plasenta). kadarnya makin meningkat sampai dengan kehamilan 10-12 minggu
(sampai sekitar 100.000 IU/mL), kemudian turun pada trimester kedua (sekitar
1000 IU/mL), kemudian naik kembali sampai akhir trimester ketiga (sekitar 10.000
IU/mL). Deteksi HCG pada urin dapat dijadikan sebagai tanda kemungkinan
adanya kehamilan (Triyana, 2013).
Kadar hormon human Chorionic Gonadotropin (HCG), berubah selama
kehamilan trimester pertama. Hormon ini adalah yang pertama kali dapat dideteksi
sekitar 11 hari setelah terjadinya pembuahan, tetapi hanya melalui test darah.
Setelah itu antara hari ke-12 sampai 14, hormon ini dapat dideteksi dengan test
urin. Kadar HCG akan berlipat ganda kurang lebih setiap 72 jam, mulai dari
minggu pertama sampai ke-12 kehamilan, lalu akan cenderung menurun setelah itu.
Kadar HCG selama kehamilan trimester pertama biasanya diukur dalam satuan
international unit per mili liter, atau IU/mL. Kisaran kadar hormon ini dapat sangat
bervariasi dari satu wanita ke wanita lain, dari satu kehamilan ke kehamilan lain.
Kadar ini akan mencapai puncaknya antara minggu ke 9-12 kehamilan, sekitar
25.700 sampai 288.000 IU/mL. Dengan berakhirnya kehamilan trimester pertama,
pada minggu 13 dan 14, kadar hormon HCG akan menurun, sampai sekitar 13.300-
254.000 IU/mL. Kadar Hormon HCG dapat diperkirakan didalam darah bukan
hanya di dalam urin saja, kadar hormon di dalam darah ibu selama kehamilan
normal diperkirakan 5 mg/mL pada trimester pertama. Hormon ini dapat diukur dan
4
dideteksi dalam darah paling cepat 6 hari setelah konsepsi. Keberadaannya dalam
urin pada awal kehamilan adalah dasar bagi berbagai uji laboratorium untuk
kehamilan, dan hormon ini kadang-kadang dapat terdeteksi didalam urin 14 hari
setelah konsepsi (Ganong, 2008).
2.4 Macam-macam Tes Kehamilan
Menurut Irene M Bobak [Link] mengetahui kehamilan dapat dilakukan
beberapa tes berikut :
1. HCG (Human Chorionic Gonadotropin)
HCG dapat diukur dengan radio imunoesai dan dideteksi dalam darah enam
hari setelah konsepsi atau sekitar 20 hari sejak periode mentruasi terakhir (LMT
= Last Menstrual Periode). Keberadaan hormon ini dalam urine pada awal
kehamilan merupakan dasar berbagai tes kehamilan di laboratorium dan kadang-
kadang dapat dideteksi di dalam urine 14 hari setelah konsepsi. Spesimen urine
yang pertama kali dikeluarkan di pagi hari (urine yand didiamkan minimal 6
jam) mengandung kadar HCG yang kira-kira sama dengan kadar HCG di dalam
serum. Kadar HCG di dalam seru meningkat secara eksponensial antara hari ke-
21 dan ke-70 (dihitung hari pertama LMP). Sampel urine yang diambil secara
acak biasanya memiliki kadar yang lebih rendah. Kemampuan untuk mengenali
sub unit beta HCG merupakan inovasi terbaru evolusi tes endokrin untuk
mendeteksi kehamilan.
5
2. Tes Lateks Aglutinotion Inhibition (LAI)
Tes ini mudah dilakukan dan hasil diperoleh dalam dua menit. Tes ini akurat
4-10 hari setelah terlambat haid. Contoh tes tipe ini ialah preparat Gravidex,
Pregnosticon, dan UCG beta
Tes ini mudah dilakukan dan hasil diperoleh dalam dua menit. Tes ini akurat
4-10 hari setelah terlambat haid. Contoh tes tipe ini ialah preparat Gravidex,
Pregnosticon, dan UCG beta.
3. Tes Hemagglutination Inhibition (HAI)
Tes ini lebih sensitif daripada tes LAI, tetapi Neocept yang memerlukan
satu sampai dua jam sampai hasil diperoleh. Akan tetapi, Neocept yang memberi
hasil yang akurat sebelum atau pada haid terlambat, semua tes HAI akurat
sekitar empat hari sesudah terlambat haid. Di pasaran juga dijual E.P.T (Early
Pregnancy Test = Tes Kehamilan dini). Suatu tes HAI yang dapat dilakukan di
rumah, dijual umum.
4. Radioreceptor Assay
Tes ini adalah salah satu kategori terbaru tes kehamilan. Tes serum 1 jam ini
memerlukan peralatan yang cukup [Link] radioreceptor biasanya akurat
paa saat haid terlambat (14 hari setelah konsepsi). Biocept G adalah contoh tes
tipe ini.
5. Tes Hamil Radioimunoesai
Tes hamil radioimunoesai untuk subunit beta HCG, memakai tanda berlabel
radioaktif sehingga tes harus dilakukan di laboratorium. Bergantung pada derajat
sensitivitas yang diinginkan, waktu tes bervariasi dari 1 jam sampai 48 jam.
6
Radioimunoesai adalah tes kehamilan yang paling sensitif saat ini. Kehamilan
dapat didiagnosis 8 hari setelah ovulasi atau enam hari sebelum haid berikutnya.
6. Enzim Immunoassay
Tes ini memakai kompleks anti-HCG monoklonal dan enzim. Perubahan
warna membuat hasil mudah dibaca. Tes baru ini memberi harapan di masa
depan. Confidot adalah tes kehamilan essay immunoenzimatik yang dikerjakan
di rumah.
7. Enzyme-linked Immunosorbent Assay (ELISA)
Tes ELISA adalah tes kehamilan yang paling populer. Tes ini menggunakan
anti body monoklonal spesifik yang dihasilkan oleh teknologi cell-line hibrida.
Suatu enzim, yang buka merupakan senyawa radioaktif, mengidentifikasi
antigen substansi yang akan diukur. Enzim menginduksi reaksi perubahan
warna. Hasil akhir tes dapat dibaca dengan mata telanjang atau spectrometer.
Tes ELISA memiliki banyak kelebihan. Antigen enzim berkonjugasi dan reagen
tes stabil, peralatan yang diperlukan sederhana, dan tidak ada produk sampah
nuklir. Baik di rumah atau di klinik, prosedur ELISA memerlukan waktu
minimal dan memberi hasil dalam 5 menit dengan tingkat sensitifitas dari 25-50
mIU per ml HCG dalam spesimen. Teknologi adalah tes-tes baru yang dapat
dibeli bebas.
8. Ultrasonografi (USG)
Dibandingkan dengan rontgen, USG tidak berbahaya untuk janin, karena
memakai prinsip sonar (bunyi). USG menggunakan gelombang suara frekuensi
tinggi untuk menghasilkan gambaran organ atau jaringan. Refleksi gelombang
7
suara ditransmisikan pada layar monitor sebagai lapisan jaringan dengan
densitas yang berbeda. USG aman bagi ibu dan janin, kapan saja dilakukan saat
kehamilan dan dapat digunakan berulang bila digunakan USG telah berhasil
dengan baik menentukan embrio paling cepat minggu ke-6 dan menjadi alat
diagnostik yang amat erguna dalam praktik obstetrik, secara luas menggantikan
X-ray. Pada layar dapat dilihat letak, gerakan, dan gerakan jantung janin.
2.5 Hormon Yang Berperan Dalam Kehamilan
Hormon adalah zat yang dibentuk oleh bagian tubuh tertentu dalam jumlah
kecil dan dibawa kejaringan tubuh lainnya. Hormone berpengaruh untuk
merangsang dan menggiatkan kerja organ-organ tubuh. Jenis – jenis hormon :
a. Progestron
Berfungsi membngun lapisan di dinding rahim untuk menyangga.
b. Esterogen
Hormone ini membuat putting payudara membesar dan merangsang
pertumbuhan kelejar susu,estrogen juga membantu memperkuat dinding rahim
untuk mengatasi kontraksi pada saat persalinan.
c. HCG
Hanya ada di dalam darah dan urine wanita hamil yang berfungsi dalam
mempertahankan jaringan berwarna kuning dalam indung telur yang terbentuk
ketika indung telur yang baru saja melepaskan( corpus uteum ), yang membuat
esterogen ,progesterone dan plasenta terbentuk sepenuhnya.
d. Human plasenta lactogen (HPL)
8
Hormone yang di produksi plasenta dan merupakan hormone yang merangsang
pertumbuhan.
e. Prolaktin
Di hasilkan oleh kelenjar pituitary bertanggung jawab peningkatan HCG yang
memproduksi ASI dalam payudara.
f. Oksitosin
Terlibat dalam proses reproduksi pada pria dan wanita,serta merangsang
kontraksi pada saat kehamilan dan persalinan ,dan juga berperan penting pada
terjadinya efek pengalihan susu pada saat ibu menyusui bayinya.
g. Relaksin
Muncul pada awal kehamilan dan bertanggung jawab membantu mengatasi
aktivitas rahim dan melembutkan leher rahim dalam rangka persiapan proses
persalinan (Hefta,R.M. [Link],T. 2009).
2.6 Faktor –faktor Yang Mempengaruhi Kehamilan
Menurut Hefta,R.M. [Link],T. 2009. Ada beberapa faktor diantaranya :
1. Faktor fisik yang dipengaruhi oleh status kesehatan dan status gizi ibu. Tujuan
dari pemeriksaan kehamilan atau Ante Natal Care (ANC):
a. Memantau kemajuan kehamilan.
b. Meningkatkan dan mempertahankan kesehatan fisik dan mental ibu
c. Mengenali secara dini adanya ketidak normalan atau komplikasi.
d. Mempersiapkan ibu agar dapat melahirkan dengan selamat.
2. Faktor psikologis terdiri dari :
a. Stress
9
b. Dukungan keluarga
3. Faktor lingkungan sosial, budaya dan ekonomi.
10
BAB III
METODE PRAKTIKUM
3.1 Waktu Dan Tempat
Praktikum yang berjudul “Pemeriksaan Kehamilan” dilaksanakan pada tanggal
13 Maret 2019 di Laboratorium Stikes Bina Mandiri Gorontalo.
3.2 Metode
Pada pemeriksaan pemeriksaan kehamilan menggunakan metode Immunoassay
(strip atau device/card).
3.3 Prinsip
Konjugat anti-hCG monoclonal akan mengikat hCG dalam urin membentuk
konjugat hCG anti-hCG yang menimbulkan warna merah muda pada strip.
3.4 Pra Analitik
Adapun alat dan bahan yang digunakan pada praktikum kali ini yaitu pot
sampel urin, strip pregnancy dan sampel urin.
3.5 Analitik
1. Siapkan alat dan bahan
2. Buka strip dari kemasan secara hati-hati.
3. Keluarkan strip dari kemasan
4. Celupkan strip pregnancy sampai batas tanda urin
5. Tunggu 1-3 menit
6. Baca hasil dengan melihat adanya garis merag pada area/line pembacaan (line
tes dan line control)
11
3.6 Pasca Analitik
Positif : jika dua garis ( line test dan line control).
Negative : jika satu garis (line control).
Invalid : hanya satu garis pada line test atau tidak kedua-duanya.
12
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Hasil
Berdasarkan pemeriksaan yang telah di lakukan di dapatkan hasil berdasarkan
pada tabel berikut ini :
Tabel 4.1 Hasil Pengamatan
Nama pasien Umur Hasil
Ny. RK 19 +
4.2 Pembahasan
Human Chorionic Gonadotropin (HCG) adalah sejenis Glikoprotein yang
dihasilkan oleh plasenta dalam kehamilan. Namun selama plasenta belum
terbentuk, hormon ini dihasilkan sel-sel fungsi tropoblas. Setelah umur kehamilan
memasuki 12-13 minggu, hormon HCG ini dihasilkan oleh plasenta. Di dalam
tubuh, hormon ini bersifat mempertahankan korpus luteum, yakni jaringan di
ovarium yang menghasilkan progesteron. Hormon progesteron ini berfungsi untuk
memelihara atau mempertahankan proses kehamilan, sedangkan korpus luteum ini
ditunjang keberadaannya oleh HCG.
Jumlah kadar HCG yang ideal bisa berubah atau berbeda-beda tergantung pada
usia kehamilan. Kadar HCG yang ideal adalah tidak terlalu rendah, maupun tidak
terlalu tinggi. Jumlah hormon HCG tidak ditentukan oleh umur si ibu, jadi yang
benar-benar mempengaruhi jumlah kadar HCG adalah usia kehamilan.
13
Alat tes kehamilan yang praktis dan efisien dikenal dengan nama test pack.
Dengan test pack, uji kehamilan dapat dilakukan sendiri di rumah dan hasilnya
dapat ditunggu beberapa menit saja. Test pack sedikit berbeda dari tes kehamilan
yang dilakukan di laboratorium, yakni tes darah. Meski bekerja dengan cara yang
sama, yaitu mendeteksi kadar HCG (Human Chorionic Gonadotropin), kelebihan
tes darah adalah bisa lebih dini mendeteksi keberadaan hormon tersebut sebagai
pertanda telah terjadinya pembuahan.
Bentuk test pack ini ada dua macam, setrip dan compact. Bentuk setrip harus
dicelupkan ke dalam urine yang telah ditampung pada sebuah wadah atau
disentuhkan pada urine waktu buang air kecil. Sedangkan bentuk compact dengan
meneteskan urine langsung pada bagian tertentu dari alatnya.
Pada praktikum dilakukan pemeriksaan kehamilan menggunakan metode
immunoassay (strip atau device/card) dengan cara memasukkan strip tersebut
kedalam urin yang telah di tampung sampai tanda batas yang telah di tentukan.
Pada strip yang berfungsi sebagai kontrol akan tetap berwarna merah pada
kondisi positif atau negatif, sehingga kontrol menjadi tanda acuan ketepatan
hasil tes. Hal ini menunjukkan bila kedua garis di strip tersebut menunjukkan
perubahan warna pada kontrol dan tes, maka sampel yang ujikan tersebut
mengandung HCG dan wanita akan positif hamil. Sedangkan apabila hanya
kontrolnya saja yang berubah warna, maka urin sampel tidak mengandung HCG
dan wanita tersebut tidak hamil. Jika pada tes didapatkan kedua garis kontrol dan
tes sama-sama tidak mengalami perubahan warna, maka dapat dipastikan bahwa
alat tersebut sudah rusak (Rose, 2006).
14
Garis warna merah yang terjadi pada test line (T) dapat terjadi karena pada test
telah disensitisasi Ag dan konjugat ditambah urine sehingga kromogen berikatan
dengan Ab maka akan terbentuk reaksi garis warna merah. Konjugat berisi Ab yang
ditempeli enzyme jika kromogen bereaksi dengan enzyme (peroksidase), maka
warna tereduksi sehingga tidak terbentuk warna merah tetapi apabila warna
teroksidasi akan terbentuk warna merah pada test line (T).
Tes kehamilan hasil lebih akuratnya sebaiknya dilakukan setelah bangun tidur
hal ini dikarenakan urine masih dalam keadaan terkonsentrasi. Urin yang diuji
tergantung konsentrasinya. Hal ini dapat dipengaruhi dari cairan yang kita minum
karena air yang kita minum dapat mempengaruhi keenceran urin. Seseorang
dikatakan hamil apabila kadar hormon HCG diatas 25 mlu/ml. Kadar hormon HCG
akan naik secara dratis sepanjang kehamilan. HCG dapat diperoleh dari ekstraksi
urin wanita hamil karena hormon yang diproduksi oleh plasenta ini dieksresikan
dalam jumlah besar melalui urin. HCG mempunyai sifat seperti LH pada wanita
dengan produksi gonadotropin yang rendah atau non siklis. Hormon ini juga
digunakan pada wanita dengan ovulasi pada fase luteal sehingga terjadi infertilitas
atau abortus habitualis
Berdasarkan hasil pengamatan diperoleh bahwa sampel urin yang di periksa
positif hamil, karena dari uji tes kehamilan menggunakan strip didapatkan hasil
yang menunjukan dua buah garis merah. Hal ini menandakan terdapatnya HCG
dalam urin sehingga pada sampel urine Ny RK menunjukan positif hamil.
15
BAB V
PENUTUP
5.1 Kesimpulan
Dari praktikum yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa pemeriksaan
kehamilan dengan metode immunoassay (strip atau device/card) didapatkan sampel
urin Ny RK positif hamil, karena terdapat dua garis merah pada strip yang
menandakan bahwa HCG terdapat dalam urin.
5.2 Saran
Sebaiknya pada saat melakukan pemeriksaan tidak terlalu lama karena dapat
membuat strip rusak dan merusak dari kualitas urin itu sendiri.
16
DAFTAR PUSTAKA
Agnes Sri Harti dkk. 2013. Pemeriksaan Hcg (Human Chorionic Gonadotropin) Untuk
Deteksi Kehamilan Dini Secara Immunokromatografi. Ju rnal KesMaDaSka.
Bobak. I. M. 2003. Keperawatan Maternitas. Jakarta : EGC.
Ganong, Wiliam F. 2008. Fisiologi Kedokteran Edisi 22. Jakarta: Buku Kedokteran
EGC.
Hefta,R.M. [Link],T.2009. Buku ajar Biologi Reproduksi.
Hefta,[Link]. 2010. Buku ajar dan Penuntun Praktikum Fisiologi.
Prawirohardjo. S. 2008. Ilmu Kebidanan. Jakarta : Yayasan Bina Pustaka Sarwono
Prawirohardjo. Profi Kesehatan.
Rose. W. 2006. Panduan Lengkap Perawatan Kehamilan. Jakarta, Dian Rakyat.
Saifuddin. A. B. 2002. Buku Panduan Praktis Pelayanan Kesehatan Maternal &
Neonatal. Jakarta : Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo.
Triyana, YF. Panduan klinis kehamilan dan persalinan. Jogjakarta: Divapress;
2013
17