0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
119 tayangan10 halaman

Peningkatan Menulis Descriptive Text dengan Video

Dokumen tersebut merangkum penelitian tindakan kelas yang bertujuan untuk meningkatkan keterampilan menulis descriptive text siswa SMK dengan menggunakan media video. Metode penelitian yang digunakan adalah siklus I dan II untuk mengukur peningkatan keterampilan menulis siswa sebelum dan sesudah pembelajaran menggunakan media video."

Diunggah oleh

Ratih Rinanda
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
119 tayangan10 halaman

Peningkatan Menulis Descriptive Text dengan Video

Dokumen tersebut merangkum penelitian tindakan kelas yang bertujuan untuk meningkatkan keterampilan menulis descriptive text siswa SMK dengan menggunakan media video. Metode penelitian yang digunakan adalah siklus I dan II untuk mengukur peningkatan keterampilan menulis siswa sebelum dan sesudah pembelajaran menggunakan media video."

Diunggah oleh

Ratih Rinanda
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Nama : Ratih Wardani

No. Peserta PPG : 20030715710106


Kelas : 141-157-Bahasa Inggris-2

“ Peningkatan Keterampilan Menulis Descriptive Text dengan


menggunakan Media Video pada Pembelajaran Bahasa Inggris
Daring Kelas X RPL 1 SMK Muhammadiyah 1 Wonosobo”

(Ratih Wardani Bidang Studi Bahasa Inggris)

A. PENDAHULUAN
1. Latar Belakang Masalah
Untuk dapat menguasai keterampilan menulis dengan baik, seorang
penulis harus dapat (1) menemukan masalah yang akan ditulis untuk
dijadikan topik;(2) menentukan pembaca (audience) yang manakah tulisan
tersebut ditujukan; (3)membuat rancangan (draft) karangan, dimana setiap
teks memiliki masing-masing struktur atau susunan teks sesuai dengan
kegunaan teks tersebut; (4) memiliki kemampuan menggunakan bahasa
yang terdiri dari berbagai aspek seperti pemakaian kosa kata yang tepat,
tata bahasa yang baik dan benar, penggunaan ejaan dan tanda baca yang
benar; (5) menguasai kemampuan memulai sebuah paragraf yang akan
ditulisnya dengan topik atau pokok bahasan yang dikembangkan menjadi
kalimat sehingga akhirnya menjadi sebuah paragraf yang bermakna;(6)
memiliki kemampuan memeriksa tulisan (editing).

2. Identifikasi Masalah
Siswa kelas X RPL 1 SMK Muhammadiyah 1 Wonosobo
menganggap bahwa keterampilan menulis descriptive text dalam Bahasa
Inggris sulit. Hal ini disebabkan karena ada beberapa aspek kebahasaan
(misalnya :pemakaian kosa kata yang tepat, tata bahasa yang baik dan
benar, penggunaan ejaan dan tanda baca yang benar) yang harus dikuasai
siswa apabila ia ingin terampil menulis teks berbahasa Inggris. Penulis
merasa kurang maksimalnya presentase ketuntasan minimal secara klasikal
dikarenakan guru belum menggunakan media pembelajaran yang menarik.

3. Analisis Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, peneliti berusaha mencari
alternatif media pembelajaran yang menyenangkan dalam menyajikan
materi descriptive text dengan harapan dapat meningkatkan keterampilan
menulis siswa. Media pembelajaran yang dipilih untuk penelitian ini
adalah Media Video. Dengan Media Video siswa diharapkan dapat
meningkatkan keterampilannya menulis descriptive text. Media Video ini
dibuat dari aplikasi plotagon dirancang oleh guru sendiri sehingga tampak
unik, dan menarik. Video animasi merupakan sebuah media pembelajaran
yang terbuat dari Aplikasi Android dan bisa kita dapatkan secara gratis
melalui ponsel. Dan pengaplikasiannya juga tidak terlalu sulit.

4. Rumusan Masalah
Apakah dengan menggunakan Media Video peserta didik kelas X
Akuntasni 1 SMK Muhammadiyah 1 Wonosobo akan meningkatkan
ketrampilan menulis mereka.

5. Tujuan Penelitian
Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana
peningkatan keterampilan siswa kelas X dalam menulis descriptive text.
Penelitian dilakukan di Kelas X Akuntasni 1 SMK Muhammadiyah 1
Wonosobo pada semester 2 Tahun Pelajaran 2020-2021 sebagai hasil
penggunaan Media Video. Penelitian ini juga digunakan untuk mengetahui
sejauh mana peningkatan pengetahuan dan sikap belajar siswa selama
pembelajaran. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode
Penelitian Tindakan Kelas dengan teknik siklus I dan II.
6. Manfaat Penelitian
1. Bagi Peneliti
Dapat meningkatkan kemampuan profesional khususnya dalam
upaya meningkatkan keterampilan peserta didik pada mata pelajaran
Bahasa Inggris kelas X RPL 1SMK Muhammadiyah 1
Wonosobo khususnya keterampilan menulis Descriptive Text

2. Bagi Guru Lain

Dapat digunakan sebagai acuan model Penelitian Tindakan Kelas

(PTK).

3. Bagi Siswa
a. Siswa dapat lebih mudah mamahami materi pelajaran. Dengan cara
pembelajaran yang menarik yaitu dengan Media Video, hal ini akan
membangkitkan daya tarik peserta didik dalam pembelajaran
khususnya materi Descriptive Text.
b. Siswa tidak akan merasa bosan dalam mengikuti kegiatan belajar
mengajar dan siswa akan belajar lebih aktif.
4. Bagi Institut / Organisasi Sekolah
a. Hasil penelitian dapat digunakan sebagai bahan masukan untuk
meningkatkan ketrampilan menulis peserta didik.
b. Sebagai bahan untuk meningkatkan mutu pendidikan di lembaga
sekolah terkait.

B. KAJIAN PUSTAKA
Penelitian sebelumnya yang mirip dengan PTK saya
“Using Featured Video As A Media To Teach Writing Descriptive Text To
Seventh Graders In SMP Negeri 1 Krembung” (2016) oleh:
1. Nur Novyta Putri Ermanu
English Education Department, Faculty of Language and Art, State University of
Surabaya [Link]@[Link]
2. Rahayu Kuswardani, [Link] [Link]
English Education Department, Faculty of Language and Art, State University of
Surabaya
[Link]@[Link]

1. Penelitian Tindakan Kelas


a. Pengertian Penelitian Tindakan Kelas
Menurut DR. Sulipan, [Link]
Penelitian Tindakan Kelas atau Classroom Action Research ialah
penelitian yang dilakukan pada sebuah kelas untuk mengetahui akibat
dari tindakan yang diterapkan pada suatu subyek penelitian di kelas
tersebut.
Menurut Kunandar (2008)
Penelitian Tindakan merupakan suatu kegiatan yang dilakukan oleh
pendidik atau bersama-sama dengan orang lain (kolaborasi) yang
bertujuan untuk meningkatkan atau memperbaiki mutu proses
pembelajaran didalam kelas

b. Pengertian Menulis

Menurut Supriadi (2002) dalam Doyin (2009:14) menulis


merupakan suatu proses kreatif yang lebih banyak melibatkan cara
berfikir menyebar/divergen daripada memusat/konvergen. Menurut
Rofi’uddin (2001:193) menulis diartikan sebagai kemampuan
menggunakan bahasa untuk menyatakan ide, pikiran, atau perasaan
kepada orang lain dengan menggunakan bahasa tulis. .

Descriptive Text
Descriptive Text merupakan jenis teks yang banyak digunakan
dalam kehidupan sehari-hari dalam menggambarkan benda, tempat,
manusia, hewan dan lain sebagainya. Descriptive Text adalah sebuah
teks bahasa Inggris untuk menggambarkan seperti apa wujud benda
atau mahluk hidup yang kita deskripsikan, baik secara kenampakan,
bau, suara, atau tekstur dari benda atau makhluk hidup tersebut.
1. Generic Structure Descriptive Text

Di setiap Descriptive Text terdapat dua bagian yang


menjadi ciri dari Descriptive Text itu sendiri. Kedua bagian
tersebut adalah:

a. Identification
Identification adalah bagian dari Descriptive Text yang
berisi tentang topik atau "apa" yang akan digambarkan atau
dideskripsikan.

b. Description
Description adalah bagian terakhir dari Descriptive Text
yang berisi tentang pembahasan atau penggambaran tentang
topik atau "apa" yang ada di Identification mengenai
kenampakan fisik, kualitas, perilaku umum maupun sifat-
sifatnya.

2. Ciri Kebahasan Descriptive Text


a. Descriptive Text menggunakan berbagai macam
Adjectives (kata sifat) yang bersifat Describing
(mengambarkan), Numbering (Menomerkan), dan
Classifying (mengklasifikasikan), misalnya: two strong
legs, sharp white fangs, etc.
b. Descriptive Text menggunakan Relating Verbs untuk
memberikan informasi tentang subjek, misalnya: my
mum is realy cool, it has very thick fur, etc.

c. Descriptive Text menggunakan Thinking Verbs (kata


kerja berfikir, seperti believe, think, etc.) dan Feeling
Verbs (kata kerja perasa, seperti feel)untuk
mengungkapkan pandangan pribadi penulis tentang
subjek, misalnya: police believes the suspect is armed, I
think it is a clever animal, etc.

d. Descriptive Text juga menggunakan Adverbs (kata


keterangan) untuk memberikan informasi tambahan
mengenai perilaku atau sifat (Adjective) yang dijelaskan,
misalnya: it is extremely high, it runs definitely past, etc.

c. Media Pembelajaran

Briggs (1977) dalam Bahri (2006: 120) berpendapat bahwa media


pembelajaran adalah sarana fisik untuk menyampaikan isi/materi
pembelajaran seperti : alat peraga, foto, gambar, film, video dan
sebagainya. Briggs juga mengartikan media sebagai alat untuk
memberikan perangsang bagi siswa agar terjadi proses belajar.

Menurut Bahri (2006:124) dilihat dari jenisnya, media


pembelajaran terbagi menjadi: (1) Media Auditif yaitu media yang
hanya mengandalkam kemampuan suara saja, seperti radio, kaset,
CD; (2) Media Visual yaitu media yang hanya menggandalkan indra
penglihatan. Media visual ini ada yang menampilkan gambar diam,
gambar bergerak, foto, lukisan, dan alat peraga; (3) Media audiovisual
yaitu media yang mempunyai unsur suara dan unsur gambar. Jenis
media ini mempunyai kemampuan yang lebih baik, karena meliputi
kedua jenis media yang pertama dan kedua.

Dalam penelitian ini jenis media yang difokuskan adalah jenis


media audiovisual berupa video animasi dengan tema: benda, orang
dan tempat.
d. Video
Video Animasi adalah sebuah gambar bergerak yang berasal dari
kumpulan berbagai objek yang disusun secara khusus sehingga
bergerak sesuai alur yang sudah ditentukan pada setiap hitungan
waktu. Objek yang dimaksud adalah gambar manusia, tulisan teks,
gambar hewan, gambar tumbuhan, gedung, dan lain sebagainya.
Dengan demikian kiranya tepat apabila video dipergunakan sebagai
media pembelajaran dalam menulis descriptive text karena:
(1) merupakan hal yang unik dan menarik (2) video animasi adalah
media yang dapat membantu peserta didik lebih termotivasi dalam
belajar (3) dengan video animasi peserta didik dapat medengar dan
melihat contoh lain dari descriptive text

C. HIPOTESIS TINDAKAN
1. Ada peningkatan hasil belajar melalui media video pada siswa kelas X
Akuntansi 1 semester 1 SMK Muhammadiyah 1 Wonosobo tahun 2020/2021
2. Penerapan media video dapat meningkatkan keterampilan menulis
Descriptive Text pada siswa kelas X Akuntansi 1 semester 1 SMK
Muhammadiyah 1 Wonosobo tahun 20202/2021

D. KERANGKA BERPIKIR

Kondisi Ketrampilan Menulis Descriptive Text Siswa Kelas


Awal X Akuntansi kurang

Penggunaan Video sebagai media pembelajaran


Tindakan
menulis Descriptive Text
Kondisi Keterampilan menulis Descriptive Text pada
Akhir peserta didik kelas X Akuntansi Meningkat

E. METODOLOGI PENELITIAN

Penelitian ini dilaksanakan di SMK Muhammadiyah 1 Wonosobo, jalan


Kh. Ahmad Dahlan No. 06 Tosarirejo Wonosobo pada siswa kelas X
Akuntansi 1. Tempat penelitian dilaksanakan di SMK Muhammadiyah 1
Wonosobo. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan selama 12 hari yaitu
pada bulan Oktober 2020 pada saat jam pembelajaran. Subyek dalam
penelitian ini adalah siswa kelas kelas X RPL 1tahun pelajaran 2020/2021
sebanyak ....orang yang terdiri dari …. orang siswa putera dan …..orang siswa
puteri.

1. Deskripsi Siklus

a. Siklus I
Penelitian tindakan kelas dilakukan dalam bentuk proses pengkajian
berulang terdiri atas empat tahap, yaitu perencanaan, tindakan,
pengamatan, dan refleksi. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus.
Siklus I bertujuan mengukur peningkatan keterampilan membaca
ekstensif teks descriptif peserta didik pada penelitian tahap pertama.
Siklus I dipakai sebagai refleksi untuk melakukan tindakan siklus II
yang meliputi analisis dan penilaian terhadap proses tindakan yang
biasanya muncul permasalahan baru yang perlu mendapat perhatian
sehingga perlu dilakukan perencanaan ulang, tindakan ulang,
pengamatan ulang, serta dilakukan refleksi ulang.
a. Tahap Perencanaan
Tahap perencanaan merupakan tahapan yang menjelaskan tentang apa,
mengapa, kapan, di mana, oleh siapa, dan bagaimana tindakan tersebut
dilakukan.

Pada tahap perencanaan peneliti ini, mempersiapkan :


a. Mengidentifikasikan masalah pembelajaran menulis Descriptive
Text
b. Merencanakan pelaksanaan pemecahan masalah
c. Membuat rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) sesuai materi
yang ditentukan.
d. Menyiapkan instrumen (observasi dan penilaian) yang akan
digunakan.
e. Menyiapkan sumber bahan dan alat yang diperlukan selama
kegiatan penelitian.

b. Tahap tindakan dan observasi


Tahap tindakan dan observasi dimana media yang akan digunakan
diterapkan dalam pembelajaran.
Pada tahap ini Pengamatan rekan sejawat dan pengajar sendiri dalam
proses kegitan pembelajaran dan proses belajar peserta didik.
Melakukan observasi terhadap kegiatan siswa selama proses
pembelajaran berlangsung. Observasi dilakukan terhadap aspek : (1)
perhatian siswa terhadap penjelasan guru, (2) keaktifan siswa dalam
bertanya atau menjawab pertanyaan yang diajukan guru atau siswa lain,
(3) keseriusan

c. Refleksi
Tahap refleksi merupakan tahap akhir yang dilakukan peneliti pada

setiap siklus penelitian tindakan kelas. Kegiatan refleksi bertujuan

untuk memperoleh gambaran dan evaluasi yang berkaitan dengan

kelebihan pada satu siklus akan tetap dipertahankan, untuk kelebihan

yang dijumpai pada siklus akan tetap dipertahankan, sedangkan


kekurangan yang dijumpai pada satu siklus akan diperbaiki pada siklus

berikutnya dengan cara merencanakan ulang tindakan- tindakan pada

siklus berikutnya.

Anda mungkin juga menyukai