100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
351 tayangan41 halaman

Panduan Instalasi dan Penggunaan VirtualBox

Artikel ini memberikan petunjuk lengkap tentang cara menggunakan VirtualBox untuk menginstal dan menjalankan sistem operasi virtual. Langkah-langkahnya meliputi menginstal VirtualBox, membuat mesin virtual, menginstal Windows 10 ke mesin virtual, dan menjalankan Windows 10 secara virtual.

Diunggah oleh

Ali Wafa
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
351 tayangan41 halaman

Panduan Instalasi dan Penggunaan VirtualBox

Artikel ini memberikan petunjuk lengkap tentang cara menggunakan VirtualBox untuk menginstal dan menjalankan sistem operasi virtual. Langkah-langkahnya meliputi menginstal VirtualBox, membuat mesin virtual, menginstal Windows 10 ke mesin virtual, dan menjalankan Windows 10 secara virtual.

Diunggah oleh

Ali Wafa
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Beranda › Desktop › Windows › Cara Menggunakan VirtualBox (2020): Petunjuk Manual

Cara Menggunakan VirtualBox (2020):


Petunjuk Manual

VirtualBox memungkinkan anda untuk menggunakan banyak sistem operasi tanpa harus
membeli komputer baru. Dengan memasang VirtualBox di komputer, anda dapat
menjalankan sistem operasi lain tanpa harus menghapus sistem operasi yang sudah terpasang.
Artinya, sistem operasi utama dan sistem operasi kedua akan berjalan berdampingan.
Terdengar menarik bukan? Lalu, bagaimana cara menggunakan VirtualBox?

Artikel ini pertama kali terbit pada tanggal 24 April 2018 dan diperbarui untuk mengikuti
perkembangan VirtualBox di tahun ini (2020) menggunakan Virtualbox versi 6.1.2
(sebelumnya versi 6.0.2). Serta menggunakan Windows 10 1809 dan Ubuntu 18.04.4 LTS.

Cara Menggunakan VirtualBox (2020): Petunjuk Manual

Di artikel ini, kita akan belajar bersama bagaimana cara menggunakan VirtualBox. Dan saya
menggunakan VirtualBox versi terbaru, sehingga pastikan anda mengunduh VirtualBox
terbaru. Saat artikel ini turun, versi VirtualBox yang penulis pakai adalah VirtualBox 6.1.2.
Walaupun nantinya ada versi baru, penulis yakin cara menggunakannya tidak banyak berubah
dalam tahun ini. Pastikan juga VirtualBox yang anda unduh sesuai dengan sistem operasi
yang anda pakai. Karena artikel cara menggunakan VirtualBox ini cukup panjang, sebaiknya
anda bookmark agar di browser anda agar bisa anda tidak lupa untuk mengakses artikel ini.

Persiapan menggunakan VirtualBox


Menggunakan VirtualBox sangat menguras performa komputer anda. Karena ini sama saja
menjalankan 2 sistem operasi secara bersamaan (bahkan anda bisa menjalankan lebih dari 2).
Prosesor yang mumpuni, juga dengan RAM dan hard disk yang memiliki ruang banyak perlu
untuk disediakan.

Prosesor yang digunakan sangat berpengaruh terhadap optimalnya anda dalam menggunakan
VirtualBox. Jika anda menggunakan prosesor yang dirilis 10 tahun belakangan ini,
kemungkinan performanya tidak akan terlalu buruk.

Performa VirtualBox akan semakin meningkat apabila dibekali Virtualization


Technology.  Teknologi ini berada di prosesor dan tidak semua prosesor memiliki teknologi
ini. Umumnya, seluruh lini prosesor Intel Core memiliki teknologi ini. Sebagai contoh,
penulis memiliki laptop dengan prosesor Intel Core i5 7200U dan sudah
memiliki Virtualization Technology seperti gambar diatas. Anda bisa mengeceknya di BIOS
atau UEFI masing-masing komputer untuk mengetahui lebih lanjut.

Tanpa adanya teknologi virtualization, anda juga tidak bisa memasang sistem operasi versi
64-bit. Sehingga, hanya sistem operasi 32-bit saja yang bisa anda pakai.

Langsung saja, ini dia cara menggunakan VirtualBox.

Meng-install VirtualBox
Dalam proses instalasi VirtualBox, tidak ada pengaturan yang harus anda ubah. Oleh karena
itu, langsung saja install seperti biasa dengan mengklik Next hingga Finish.

Setelah selesai, langsung jalankan VirtualBox. Tampilannya akan seperti gambar diatas.
Langkah selanjutnya adalah membuat Virtual Machine (VM) baru. Maksud dari Virtual
Machine adalah istilah yang digunakan membuat sebuah sistem virtual. Dalam hal ini, sistem
adalah sebuah komputer. Jadinya, anda membuat komputer virtual di dalam komputer fisik
anda. Di VM inilah kita akan memasang sistem operasi lainnya.

Ukuran VM sangat tergantung dari ukuran sistem operasi yang akan anda install. Bisa saja
akan memakan ruang penyimpanan anda sebanyak 20 GB bahkan lebih. Apalagi jika anda
menaruh banyak file di VM, akan semakin membengkak. Secara bawaan, VM akan disimpan
dalam folder User pada partisi C, dimana sistem operasi utama anda ter-install.
Jika anda memiliki partisi lain yang memiliki kapasitas lebih banyak, anda tentu bisa
mengubahnya. Caranya adalah klik FIle > Preference. Kemudian pada “Default machine
folder”, pilih direktori baru tempat anda menyimpan VM. Karena komputer penulis hanya
memiliki satu partisi, maka penulis membiarkannya disimpan di partisi C. Jika sudah, klik
OK.

Meng-install Windows 10 ke Virtual Machine


Langkah cara menggunakan VirtualBox selanjutnya adalah kita mulai untuk sistem operasi
dalam VM. Untuk percobaan kali ini, penulis akan meng-install Windows 10 ke VM.
Walaupun penulis sebenarnya sudah menggunakan Windows 10 di komputer ini, penulis
ingin menggunakan Windows 10 di VM sebagai sistem operasi test. Tentu anda dapat bebas
memilih sistem operasi yang akan anda install. Bahkan sistem operasi lama Windows seperti
Windows XP juga bisa anda install.

Membuat Virtual Machine


Untuk membuat VM, silahkan klik “New”. Tampilannya akan seperti gambar diatas.
Silahkan beri nama untuk sistem operasi anda. Kemudian, pilih tipe dan versi sistem operasi
yang akan ada install. Versi ini saya sarankan anda menggunakan Windows 10 (32-bit) agar
tidak terlalu berat. Jika sudah, klik “Next”.
Langkah kedua adalah mengalokasikan penggunaan RAM. Windows 10 32 bit dapat berjalan
di RAM sebesar 1024 MB atau 1 GB. Jika menggunakan sistem operasi 64 bit, biasanya
harus disediakan RAM minimal 2 GB. Perlu diingat bahwa alokasi RAM ini tentu
mengambil porsi RAM fisik anda. Jika komputer anda memiliki RAM 8 GB, maka ketika
anda mengalokasikan 1 GB untuk VM, maka ketika VM berjalan, RAM fisik anda akan
tersisa 7 GB saja. Jadi pastikan RAM fisik anda mencukupi. Klik Next jika sudah yakin.

Langkah ketiga adalah membuat virtual Hard disk. Virtual Hard disk inilah yang digunakan
untuk menyimpan file-file penting sistem operasi anda. Biarkan saja opsi bawaan terpilih,
yaitu “Create a virtual hard disk now”. Langsung saja klik Create.
Langkah keempat adalah memilih jenis virtual Hard disk. Anda tidak perlu mengganti opsi
yang ada. Langsung saja klik Next.
Langkah kelima adalah memilih opsi mengenai ukuran hard disk virtual. Opsi pertama
yaitu “Dynamically allocated”, dimana ukuran virtual hard disk akan bertambah atau
berkurang sesuai penggunaan. Jika VM anda ukurannya semakin besar, begitu juga hard disk
virtual-nya. Opsi kedua yaitu “Fixed size” dimana ukurannya bersifat permanen. Jika anda
memberikan 20 GB, maka ukurannya tidak akan berubah. Penulis kali ini akan memilih opsi
pertama yaitu “Dynamically allocated”. Jika sudah, klik Next.
Langkah keenam adalah mengalokasikan besarnya hard disk virtual. Walaupun penulis
memilih hard disk virtual yang ukurannya dinamis, kita harus mengspesifikasikannya sebagai
ruang dasar dalam membuat hard disk virtual. Penulis disini hanya mengalokasikannya
sebesar 25 GB dan tentu akan bertambah sesuai keadaan. Jika sudah, klik Create. Selesai
sudah membuat VM dalam artikel cara menggunakan VirtualBox ini.

Unduh Windows 10
Virtual Machine sudah selesai dibuat. Tentu agar dapat digunakan, anda perlu sistem operasi.
Karena dari awal penulis ingin menggunakan Windows 10, penulis butuh file instalasinya.
Anda bisa mengunduh Windows 10 disini. File-nya berbentuk installer, sehingga anda tidak
langsung mendapatkan Windows 10-nya. Kemudian, jalankan untuk mulai.
Langkah pertama, anda harus menyetujui EULA agar dapat mengunduh Windows 10. Klik
Accept untuk memulai. Selanjutnya, anda diminta untuk memilih bagaimana Windows 10
akan terinstall. Pilih opsi kedua yaitu “Create installation media (USB flash drive, DVD,
or ISO file) for another PC”. Karena kita akan mengunduh file berekstensi ISO. Klik Next
jika sudah.
Langkah kedua, anda harus memilih jenis Windows 10 yang akan anda pilih. Disini, saya
menggunakan Windows 10 64 bit. Namun jika anda ingin menggunakan versi 32 bit.
hilangkan tanda centang pada “Use the recommended options for this PC”. Pada
kolom architecture, penulis pilih 32-bit (x86). Windows 10 versi 32 bit lebih ringan daripada
64 bit. Apalagi ini hanya untuk tes saja, opsi 32 bit menurut saya cukup. Jika sudah, klik
Next.
Langkah ketiga adalah memilih media instalasi. Disini kita membutuhkan ISO File, oleh
karena itu pilih saja opsi itu. Klik Next jika sudah. Kemudian, anda diminta untuk memilih
lokasi dimana file-nya akan disimpan.
Tergantung dari kecepatan internet yang anda miliki, tunggu beberapa saat
hingga Installer selesai mengunduh Windows 10.

Install Windows 10 ke Virtual Machine

Langkah selanjutnya dalam cara menggunakan VirtualBox adalah install Windows 10. Pada
saat proses install Windows 10 ke Virtual Machine, Windows 10 akan menggunakan internet
anda untuk mengunduh update yang ada. Jika anda tidak suka, anda bisa mengklik menu
Devices > Network > Connect Network Adapter. Jika memang komputer anda tidak
terkoneksi internet, anda bisa melompati cara ini.
Virtual Machine sudah siap, begitu juga dengan file instalasi Windows 10. Langkah
selanjutnya dalam cara menggunakan VirtualBox adalah meng-install Windows 10 ke Virtual
Machine. Di VirtualBox, silahkan anda klik dobel VM yang sudah anda buat.
Kemudian, anda diminta untuk memilih file instalasi. Klik “Add” dan pilih file ISO
Windows yang telah anda unduh sebelumnya. Jika sudah, klik “Choose” dan kemudian klik
“Start”.

Selanjutnya, anda mulai untuk meng-install Windows 10 ke dalam VM. Tampilannya pun
seperti diatas. Inilah penulis bilang dimana 2 sistem operasi berjalan bersamaan. Saat ini,
komputer penulis menjalankan 2 Windows 10 dalam 1 komputer dan secara berdampingan.
Opsi yang perlu anda ubah di gambar diatas mungkin hanya pada kolom “Time anda
currency format”. Ubahlah agar menjadi Indonesia. Jika sudah, klik Next. Selanjutnya di
tampilan berikutnya, klik “Install Now”.

Anda akan diminta untuk memasukkan serial number Windows 10. Karena kita tidak punya,
langsung saja klik “I don’t have a product key”.
Kemudian, anda akan diminta untuk memilih versi Windows 10 yang akan di-install. Disini,
penulis akan menggunakan “Windows 10 Pro” untuk menggunakan seluruh fitur yang
diberikan Windows 10. Anda bisa mempelajari berbagai edisi Windows 10 yang ada di
artikel ini. Jika sudah, klik Next.
Selanjutnya, anda diminta untuk menyetujui EULA. Seperti biasa, beri tanda centang pada “I
accept the license term” dan klik Next. Kemudian, anda diminta jenis instalasi yang dipakai.
Karena kita install bersih, pilih opsi yang “Custom: Install Windows Only (Advanced)”. 
Kemudian, anda diminta untuk memilih dimana Windows 10 akan terinstall. Sebelumnya,
kita sudah mengalokasikan virtual hard disk sebesar 25 GB. Maka seperti gambar diatas,
yang tersedia juga 25 GB. Jika sudah, klik Next. Tunggu beberapa saat hingga Windows 10
selesai di-install.

Konfigurasi Windows 10 di Virtual Machine


Saat selesai ter-install, Windows 10 akan memandu anda mengkonfigurasi Windows 10
dengan Cortana. Klik saja icon microphone di pojok kiri bawah jika anda tidak ingin
menggunakan Cortana.
Pertama, anda akan diminta memilih region. Untuk kenyamanan, pilih saja Indonesia dan klik
Yes.
Untuk layout keyboard, pilih saja US dan klik Yes. Ketika diminta untuk menambahkan
layout kedua, klik saja “Skip”.
Selanjutnya, anda diminta untuk koneksi ke internet. Karena sebelumnya penulis sudah
mematikan internet, maka penulis diminta untuk koneksi ke internet. Klik saja “I don’t have
internet” agar Windows 10 tidak dapat menggunakan jaringan internet anda jika anda ingin
seperti itu.

Jika anda tidak menggunakan internet, anda akan dikonfirmasi lagi oleh Windows untuk
menggunakan internet agar Windows bisa melakukan update. Untuk saat ini, lebih baik anda
tidak perlu melakukan update. Klik “Continue with limited setup” agar Windows tidak
menggunakan internet.
Selanjutnya, berikan nama siapa yang akan menggunakan VM ini. Jika sudah, klik Next.
Langkah selanjutnya, silahkan berikan password. Berikan saja password yang mudah. Klik
Next. Tahap selanjutnya, konfirmasi password yang anda buat dan klik Next. Kemudian,
anda diminta untuk memberikan petunjuk mengenai password. Anda diminta memberikan 3
jawaban untuk 3 pertanyaan. Ikuti saja dan klik Next jika sudah.

Setelah itu, anda akan diperkenalkan dengan “Activity History”. Fitur ini akan


menyinkronkan aktivitas penggunaan Windows anda ke komputer lain yang menggunakan
Windows 10 juga. Karena kita disini menggunakan VirtualBox, fitur ini tidak akan kita pakai.
Dan jika anda memerlukannya, anda bisa mengaktifkannya nanti setelah selesai instalasi.
Untuk saat ini, klik saja “No”.
Kemudian, anda diminta untuk mengkonfigurasi pengaturan privasi. Langsung saja,
klik “Accept”. Tunggu beberapa saat hingga konfigurasi selesai. Setelah masuk ke desktop,
maka Windows 10 sudah bisa anda gunakan.

Meng-install Guest Additions


Walaupun Windows 10 dalam VirtualBox sudah bisa anda gunakan, namun anda sangat
disarankan meng-install satu komponen yang sangat penting. Namanya adalah “Guest
Additions” yang merupakan kumpulan driver dan berbagai utility lainnya agar koneksi
antara komputer utama dan VM semakin baik. Dengan memasang guest additions, anda
dapat mengubah ukuran jendela VM, dukungan drag & drop, dan lain-lain. Performa dari
VM pun akan meningkat, berkat adanya driver yang sesuai.
Untuk meng-install Guest Additions, tidak diperlukan adanya internet karena sebenarnya
sudah ada di VirtualBox. Anda meng-install-nya melalui virtual CD Drive. Caranya adalah
klik Devices > Insert Guest Addition CD Image. Kemudian, buka File Explorer dengan
cara tekan tombol Windows + E. Klik dobel pada virtual CD. Maka tampilannya akan seperti
dibawah ini:
Ada 3 file .exe yang akan muncul. Pilih saja yang “VBoxWindowsAdditions” seperti
gambar diatas. Kemudian, klik Next saja hingga instalasi selesai. Nantinya ada driver yang
harus anda install. Jika ada pemberitahuan instalasi driver, klik saja “Install”. Terakhir, anda
akan diminta untuk restart. Setelah selesai restart, maka ketika anda resize ukuran VM-nya,
sistem operasi di dalamnya pun akan menyesuaikan ukurannya. Begitu juga dukungan drag
& drop,  anda bisa copy dan paste file dengan mudah antar sistem.

Install Ubuntu ke Virtual Machine di VirtualBox

Sebagai bonus dalam artikel cara menggunakan VirtualBox, penulis juga sertakan bagaimana
cara install Ubuntu ke Virtual Machine di VirtualBox. Silahkan baca bagian “Membuat
Virtual Machine” di artikel ini. Bedanya hanyalah pada saat memilih sistem operasi, pilihlah
sistem operasi Ubuntu seperti gambar diatas. Kemudian, ikuti saja seperti cara sebelumnya.

Unduh Ubuntu
Anda bisa mengunduh Ubuntu disini. Penulis merekomendasikan anda menggunakan Ubuntu
versi LTS karena LTS adalah versi yang paling stabil. Pada saat artikel ini diperbarui, versi
LTS yang terbaru adalah Ubuntu 18.04.4. Klik saja tombol “Download” seperti gambar
diatas untuk memulai. Jika anda ingin mengunduh Ubuntu versi 32 bit, klik saja “Alternative
downloads and torrents”. Pastikan anda mengunduh file yang berekstensi ISO sama seperti
Windows 10.

Memasang Ubuntu ke Virtual Machine

VM dan file instalasi Ubuntu anda sudah ada, sekarang saatnya memasang ke VM. Klik
ganda VM-nya dan pilih file Ubuntu yang berekstensi ISO yang sudah anda download seperti
gambar diatas. Jika sudah, klik “Start” untuk memulai.
Setelah anda menunggu beberapa saat, maka akan muncul tampilan diatas. Langsung saja
klik “Install Ubuntu”.
Kemudian, anda diminta untuk memilih Keyboard Layout. Biarkan saja pengaturannya
seperti normalnya dan klik saja “Continue”.

Selanjutnya, anda diminta untuk memilih jenis instalasi Ubuntu. Pilih saja opsi “Normal
Installation” agar Ubuntu juga memasang aplikasi esensial seperti browser, media player,
office, dan aplikasi-aplikasi penting lainnya. Jika sudah, klik “Continue”.

Selanjutnya, anda memilih tipe instalasi. Disini, kita akan menggunakan opsi “Erase disk
and install Ubuntu” dimana opsi ini merupakan opsi termudahnya. Jika sudah, klik “Install
Now”. Kemudian, anda akan dikonfirmasi lagi mengenai opsi tersebut. Klik saja
lagi “Continue” untuk memulainya.

Selagi instalasi berlangsung, anda akan diminta memasukkan beberapa informasi seperti di
kota mana anda tinggal. Kalau anda tinggal di Indonesia bagian barat, pilih saja Jakarta.
Indonesia tengah pilih saja Makassar. Dan Indonesia timur bisa memilih Jayapura.

Terakhir, anda akan diminta memasukkan nama beserta nama komputer anda nantinya.
Karena ini hanya sebuah VM, isi saja terserah anda. Jika sudah, klik “Continue”. Tunggu
beberapa saat sampai instalasi Ubuntu selesai dilakukan. Nanti anda diminta untuk
melakukan Restart jika dibutuhkan.

Meng-install Guest Addition di Ubuntu

Seperti Windows 10, agar dukungan fitur VirtualBox semakin banyak serta performa yang
lebih mantap, lakukan instalasi Guest Addition. Klik menu Devices > Insert guest addition
CD image. Setelah itu, akan ada pemberitahuan untuk anda menjalankan software Guest
Addition. Klik saja “Run”. Di Ubuntu, anda harus memberikan password agar bisa
menginstall software baru. Masukkan password agar Guest Addition dapat ter-install dan
klik “Authenticate”.

Proses instalasi Guest Addition di Ubuntu akan tampak seperti diatas. Tunggu beberapa saat
hingga proses instalasi selesai.

Setelah selesai, anda akan diminta untuk Restart VM anda. Pada pojok kanan atas, ada
icon power. Klik saja dan klik “Shut down”. Kemudian, anda akan diminta memilih lagi.
Klik “Restart”. Setelah Restart, anda siap menggunakan Ubuntu di VirtualBox!

Cara Menggunakan VirtualBox: Tools yang ada di


VirtualBox
Sampai saat ini, anda sudah berhasil membuat VM dengan 2 sistem operasi yang berbeda.
Selanjutnya, penulis akan mencoba memperkenalkan anda dengan beberapa tools yang bisa
anda pakai.

Menggunakan shortcut keyboard

Ketika anda menggunakan shortcut keyboard di VM yang anda buat, tidak


semua shortcut  tersebut dapat bekerja. Shortcut umum seperti CTRL + C dan CTRL + V bisa
anda lakukan. Jika jendela VM anda aktif, maka shortcut tersebut akan terjadi di VM, bukan
di komputer utama anda.

Namun, ada beberapa shortcut yang hanya aktif di komputer utama anda saja. Misalnya saja,
coba saja anda menekan tombol CTRL + ALT + DEL saat anda menggunakan VM. Shortcut
tersebut aktif di komputer utama anda, bukan di VM. Lalu, bagaimana cara mengaktifkannya
ke VM?

Caranya adalah dengan klik menu Input > Insert CTRL-Alt-Del untuk mengaktifkan


shortcut tersebut ke VM. Di Ubuntu, shortcut ini berfungsi untuk Log out  dari komputer.
Anda juga bisa mengatur shortcut lainnya di bagian “Keyboard Settings”.

Aktifkan shortcut menggunakan Host Key

Host Key adalah sebuah tombol khusus yang digunakan oleh VirtualBox yang aktif melalui
komputer utama, namun memberikan efek ke VM. Jika anda menggunakan Windows, host
key ini adalah tombol CTRL sebelah kanan keyboard anda.

Host Key ini sangat berguna ketika VM anda buka Full Screen dan anda ingin balik ke
komputer utama. Untuk masuk ke Full Screen Mode, tekan saja Host Key + F. Maka VM
anda akan masuk ke Full Screen  dan komputer utama anda tidak akan kelihatan. Disini anda
bingung, bagaimana balik ke komputer utama agar bisa digunakan?
Tekan saja shortcut  tersebut lagi, sehingga ukuran jendela VM akan mengecil dan komputer
utama bisa anda gunakan. Shortcut-shortcut yang menggunakan host key ini bisa anda
temukan di beberapa menu seperti menu View seperti gambar diatas.

Opsi untuk Shutdown


VM bisa anda gunakan layaknya anda menggunakan komputer biasa. Anda
bisa shutdown dan restart seperti biasa, namun hal tersebut hanya berlaku untuk VM, bukan
komputer utama. Untuk memudahkan anda dalam melakukan hal tersebut, VirtualBox
mendukung shutdown VM lewat tampilan komputer utama.
Pada jendela VM, ketika anda klik icon “x” seperti animasi diatas, maka ada 3 opsi yang bisa
anda gunakan. Berikut penjelasannya:

 Save the machine state: Proses ini sama layaknya hibernate.  Kondisi VM saat ini
akan disimpan termasuk program-program yang berjalan. Ketika anda menjalankan
VM-nya lagi, program-program tersebut langsung terbuka seperti sebelumnya.
 Send the shutdown signal: Proses ini akan mengirimkan sinyal shutdown ke VM. Ini
sama seperti anda shutdown langsung di VM-nya.
 Power off the machine: Proses ini akan menutup paksa VM. Ini sama seperti
mencabut colokan listrik, sehingga komputer anda langsung mati jika anda
menggunakan komputer fisik.

Menggunakan Snapshot
Dengan fitur Snapshot,  anda bisa menyimpan keadaan awal dari VM, sehingga kapan saja
anda ingin kembali ke keadaan semula, anda bisa menggunakan fitur ini. Snapshot sangat
berguna jika anda ingin mengutak-atik VM dan ketika bermasalah, anda cukup
mengembalikan ke keadaan semula dengan Snapshot ini.
Cara menggunakan Snapshot di VirtualBox adalah pilih dulu VM yang ingin
anda snapshot. Klik icon option  di sebelah kanan dan klik “Snapshots” seperti gambar
diatas.

Kemudian, klik tombol “Take” seperti gambar diatas untuk merekam keadaan Windows 10


Tester saat ini.
Berikan deskripsi mengenai rekaman ini. Jika sudah, klik Ok.

Mari kita tes bersama. Penulis membuat sebuah file di desktop dengan nama “test-
snapshot”. Setelah itu, Shut down VM anda.
Selanjutnya, penulis akan restore ke keadaan semula dimana file tersebut seharusnya tidak
ada. Caranya adalah pilih saja snapshot yang sudah dibuat sebelumnya dan
klik Restore. Kemudian, anda akan dikonfirmasi kembali mengenai proses ini. Klik
lagi “Restore” untuk mengkonfirmasi.

Anda akan dimintai konfirmasi mengenai snapshot yang ingin anda restore. Jika anda ingin


menyimpan keadaan VM yang sekarang, anda bisa mencentang opsi “Create a snapshot of
the current machine state”. Klik Restore untuk memulai.
Jalankan VM lagi dan perhatikan bahwa file “test-snapshot” yang penulis buat sudah tidak
ada.

Dukungan berbagi File dan Folder antar sistem


Langkah terakhir dalam cara menggunakan VirtualBox adalah berbagi file dan folder.
Alangkah mudahnya jika anda dapat berbagi file dan folder entah itu dari komputer utama ke
VM atau sebaliknya. Sebelumnya, anda diminta untuk meng-install Guest Additions. Agar
berbagi file dapat dilakukan, pastikan anda sudah meng-install Guest Additions.
Lalu pada jendela VirtualBox Manager, klik kanan VM yang ingin anda hidupkan dukungan
berbagi dan klik “Settings…”.

Lalu pada bagian General > Advanced, ubah pengaturan Shared Clipboard dan Drag ‘n’


Drop menjadi Bidirectional seperti gambar diatas. Jika sudah, klik OK.

Masih banyak hal yang bisa anda lakukan di menu Settings pada VM. Silahkan anda telusuri
opsi seperti System untuk mengatur pengaturan Motherboard dan prosesor, Display untuk
mengatur layar, dan masih banyak lagi.
Untuk mencobanya, jalankan VM-nya dan lakukan drag ‘n’ drop seperti animasi diatas.
Maka anda bisa berbagi file dengan mudah, baik dari komputer utama ke VM maupun
sebaliknya.

Beberapa hal yang bisa anda lakukan dengan VirtualBox


7 Alasan Menggunakan Virtual Machine Saat Ini Juga!

Selesai anda menggunakan VirtualBox, pastinya ada banyak hal yang ingin anda lakukan.
Berikut penulis sajikan beberapa hal yang dapat anda lakukan di VirtualBox pada artikel
diatas.

Selesai sudah artikel Cara Menggunakan Virtualbox


(2020)
Dengan membaca artikel ini, anda akan sangat paham bagaimana cara menggunakan
VirtualBox yang benar. Entah apapun alasan anda menggunakan VirtualBox, aplikasi ini
sangat powerful dan penulis sangat menyukai aplikasi gratis ini. Lalu, bagaimana dengan
anda? Apakah sudah berhasil menggunakan VirtualBox? Apa alasan anda
menggunakan VirtualBox? Jangan malu-malu untuk tulis di kotak komentar.

Artikel ini tersedia dalam bentuk PDF. Silahkan download E-Book Cara Menggunakan
VirtualBox: Petunjuk Manual saat ini juga. Tentu anda juga dipersilahkan untuk membaginya
ke keluarga maupun teman-teman anda.

Sekian artikel Cara Menggunakan VirtualBox (2020): Petunjuk Manual, semoga artikel


ini bermanfaat untuk anda. Jangan lupa untuk Like Facebook untuk berlangganan maupun via
email agar artikel terbaru langsung hadir ke Facebook atau email anda.

Anda mungkin juga menyukai