PROGRAM PENINGKATAN MUTU DAN
KESELAMATAN PASIEN
RSU BIDADARI BINJAI
WAH SAKIT,
PRE
SENT
BIDADARI BINJAI
TAHUN 2018
Jl. Perintis Kemerdekaan No 174 Kebun Lada Kota Binjai
Telp (061) 8830003 Fax (061) 8830003
PT. BIDADARI MEDIKAL NUSANTARA
JI. Perintis Kemerdekaan No. 174 A Kebun Lada Binjai Telp. (061) 8830003 Hp. :
081263597125 Fax. (061) 8826004
PT. BIDADARI
MEDIKAL
NUSANTARA
KEPUTUSAN DIREKTUR UTAMA PT. BIDADARI MEDIKAL NUSANTARA
NO: 320/[Link]/BMN/1/2018
TENTANG
PENGESAHAN PROGRAM PENINGKATAN MUTU
DAN KESELAMATAN PASIEN
Menimbang:
a. bahwa rumah sakit sebagai salah satu sarana kesehatan yang memberikan
pelayanan kesehatan kepada masyarakat wajib berupaya meningkatkan mutu dan
menjaga Keselamatan Pasien di rumah sakit; b. bahwa dalam rangka mewujudkan pelayanan keperawatan yang
bermutu dan
profesional perlu Pedoman Pengorganisasian Mutu dan Keselamatan Pasien
Rumah Sakit di Rumah Sakit Umum Bidadari Binjai; C. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud
di atas, perlu
ditetapkan dengan Surat Keputusan Direktur Rumah Sakit Umum Bidadari Binjai;
Mengingat:
. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan; 2. Undang-undang Republik Indonesia
Nomor 44 tahun 2009 tentang Rumah
Sakit; 3. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 29 tahun 2004 tentang Praktik
Kedokteran; 4. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 012 Tahun 2012
Tentang Akreditasi Rumah Sakit 5. Keputusan Direktur Utama PT. Bidadari Medical Nusantara, Nomor :
237/SK/DIR/RSUB/IV/2016, tanggal : 04 April 2016, tentang Pengangkatan
Direktur Rumah Sakit Umum Bidadari Binjai; 6. Surat Keputusan Direktur Rumah Sakit Umum Bidadari Binjai
nomor :
924/SK/DIR/RSU/VI/2015 tentang Pembentukan Panitia Mutu RSU Bidadari 7. Standar
Akreditasi Rumah Sakit Versi SNARS Ed-1 Bab Peningkatan Mutu dan
Keselamatan Pasien
Kesembuhan Anda merupakan Prioritas Utama Kami
JI. Perintis Kemerdekaan No. 174 A Kebun Lada Binjai Telp. (061) 8830003 Hp. :
081263597125 Fax. (061) 8826004
[Link])
MEDIKAL
NUSANTARA
MEMUTUSKAN:
Menetapkan :
Kesatu
KEPUTUSAN DIREKTUR UTAMA PT. BIDADARI MEDIKAL NUSANTARA
TENTANG PENGESAHAN PROGRAM PENINGKATAN MUTU DAN
KESELAMATAN PASIEN DI RUMAH SAKIT UMUM
BIDADARI BINJAI;
Kedua
Program Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien sebagaimana dimaksud
Diktum Kesatu tercantum dalam lampiran keputusan ini;
Ketiga
Program Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien sebagaimana dimaksud Diktum
Kedua digunakan di Rumah Sakit Umum Bidadari dalam rangka
meningkatkan mutu layanan dan keselamatan pasien di Rumah sakit
Keempat : Surat Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan;
Kelima : Apabila dikemudian hari terdapat kekeliruan dalam keputusan ini, akan diadakan
perbaikan dan penyesuaian sebagaimana mestinya.
Ditetapkan di Binjai Pada tanggal: 14
Januari 2018 PT. Bidadari Medikal
Nusantara
H. Firmansyah SE, Mars
Direktur Utama
Kesembuhan Anda merupakan Prioritas Utama Kami
PROGRAM PENINGKATAN MUTU DAN KESELAMATAN PASIEN
RUMAH SAKIT UMUM BIDADARI BINJAI
1. PENDAHULUAN
Pelayanan yang berkualitas merupakan cerminan dari sebuah proses yang
berkesinambungan dengan berorientasi pada hasil yang memuaskan. Dalam perkembangan
masyarakat yang semakin kritis, mutu pelayanan rumah sakit tidak hanya disorot dari aspek
klinis
medisnya saja namun juga dari aspek keselamatan pasien dan aspek pemberian pelayanannya ,
karena muara dari pelayanan rumah sakit adalah pelayanan jasa.
Peningkatan mutu adalah program yang disusun secara objektif dan sistematik untuk
memantau dan menilai mutu serta kewajaran asuhan terhadap pasien, menggunakan peluang
untuk meningkatkan asuhan pasien dan memecahkan masalah-masalah yang terungkap
(Jacobalis
S, 1989). Rumah Sakit Umum Bidadari sebagai penyelenggara pelayanan Rumah Sakit memiliki
tugas pokok menyelenggarakan dan melaksanakan fungsi perumah sakitan dan rujukan di
jajaran
wilayah langkat melalui pelaksanaan pelayanan kesehatan kuratif dan rehabilitatif yang
menyeluruh dan terpadu dengan promotif dan preventif
Visi Rumah sakit Putri Bidadari adalah “Menjadikan Rumah Sakit Andalan dan Pusat
Pelayanan terpadu bagi masyarakat Binjai dan sekitarnya”. Guna mencapai visi tersebut makan
perlu dilakukan bebagai upaya guna mencapai target. Sesuai dengan Renstra RSU Bidadari
tahun
2017-2020 yaitu Rumah Sakit Umum Bidadari menjadi andalan institusi kesehatan yang
menyelenggarakan pelayanan kesehatan perorangan secara paripurna yang menyediakan
pelayanan rawat inap,rawat jalan, dan gawat darurat. Berbagai usaha yang terus menerus secara
berkesinambungan yang meliputi peningkatan kemampuan pelayanan dan meningkatkan mutu
pelayanan Rumah sakit serta profesionalisme sumber daya manusia sejalan dengan
perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Pusat pelayan kesehatan terpadu artinya
pelayanan kesehatan di RSU Bidadari bersifat berkesinambungan dan semua jenis pelayanan
kesehatan yang dibutuhkan oleh masyarakat tersedia dan tersedia setiap saat dibutuhkan.
Terpadu
juga memiliki arti dapat mengatasi keterbatasan sumber daya serta diperoleh hasil yang optimal
dalam setiap penyelenggaraannya.
Dalam penyelenggaraan dan optimalisasi pencapaian sasaran dalam peningkatan
kemampuan pelayanan dan mutu pelayanan Rumah Sakit perlu disusun Program Kerja
Peningkatan Mutu Rumah Sakit yang merupakan pedoman bagi setiap pelaksanaan kegiatan
peningkatan mutu pelayanan Rumah Sakit Umum Bidadari Binjai.
1
2. LATAR BELAKANG
Perkembangan kesehatan di indonesia telah diarahkan guna tercapainya
kesadaran,kemauan dan kemampuan untuk hidup sehat bagi setiap penduduk agar dapat
mewujudkan derajat kesehatan yang optimal. Penyelenggaraan pembangunan kesehatan
meliputi
upaya kesehatan dan sumber daya yang harus dilakuakan secara terpadu dan berkesinambungan
sehingga tercapai tujuan optimal.
Rumah Sakit adalah suatu institusi pelayanan kesehatan yang kompleks, padat pakar dan
padat modal. Kompleksitas ini muncul karena pelayanan di rumah sakit menyangkut berbagai
fungsi pelayanan, pendidikan dan penelitian, serta mencakup berbagai tingkatan maupun jenis
disiplin. Agar rumah sakit harus memiliki sumber daya manusia yang profesional baik di bidang
teknis medis maupun administrasi kesehatan. Untuk menjaga dan meningkatkan mutu, rumah
sakit harus mempunyai suatu ukuran yang menjamin peningkatan mutu dan keselamatan pasien
di semua tingkatan.
Pengukuran mutu pelayanan kesehatan di rumah sakit sudah diawali dengan penilaian
akreditasi rumah sakit yang mengukur dan memecahkan masalah pada tingkat input dan proses.
Pada kegiatan ini rumah sakit harus melakukan berbagai standar dan prosedur yang telah
ditetapkan. Rumah sakit dipicu untuk dapat menilai diri (self assesment) dan memberikan
pelayanan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan. Sebagai kelanjutan untuk mengukur
hasil kerjanya perlu ada alat ukur yang lain, yaitu instrumen mutu pelayanan rumah sakit yang
menilai dan memecahkan masalah pada hasil (output). Tanpa mengukur hasil kinerja rumah
sakit
tidak dapat dikertahui apakah input dan proses yang baik telah menghasilkan output yang baik
pula. Indikator rumah sakit disusun bertujuan mengukur kinerja rumah sakit serta nyata sesuai
standar yang ditetapkan.
Dalam upaya meningkatkan mutu pelayanan kesehatan, khususnya di Rumah sakit
disusun suatu indikator sederhana untuk mengukur kualitas pelayanan. Beberapa kriteria yang
harus disepakati agar indikator ini dapat diterapkan sesuai dengan keadaan dan situasi yang ada
dan disususn bertujuan mengukur kinerja rumah sakit serta nyata sesuai standart yang
ditetapkan.
Program utama yang sedang dilaksanakan oleh pemerintah selain upaya prioritas diatas,
terdapat Program Akreditasi Rumah Sakit,yang sampai saat ini baru mencakup 5 kegiatan dasar,
yaitu :
1. Pelayanan Medis
2. Pelayanan Keperawatan
3. Pelayanan Gawat Darurat
4. Administrasi dan Managenment Rumah Sakit
5. Rekam Medis
Dengan adanya Program ini, Indikator yang disusun setidaknya harus dapat mengukur
secara sederhana, tingkst mutu output dari kegiatan yang di Akreditasi tersebut.
2
Indikator sederhana rumah sakit adalah seperangkat alat ukur mutu output suatu
pelayanan. Alat ukur ini lebih mencerminkan mutu pelayanan medis, mutu pelayanan
pendukung
sampai tingkat kecanggihannya.
Indikator ini merupakan indikator minimal yang seharunya dapat dilaksanakan pada
sebagian besar rumah sakit tanpa mempertimbangkan jenisnya. Namun karena program
induknya
adalah menurunkan angka kematian inu melahirkan dan angka kematian bayi, maka rumah sakit
yang tidak memberikan pelayanan tersebut tidak perlu melaksanakannya.
3. TUJUAN
Penyusunan Program Kerja Mutu adalah untuk memberikan jabaran tentang sasaran yang
ingin dicapai, pengorganisasian dan tanggung jawab masing-masing organisasi penyelenggara
kegiatan peningkatan mutu pelayanan rumha sakit sesuai dengan Rencana strategis (RENSTRA)
Rumah Sakit umum Bidadari Binjai Tahun 2016-2020
Penyusunan program kerja ini adalah untuk meningkatkan mutu dan keselamatan pasien
serta sebagai pedoman bagi penyelenggara kegiatan dan unit kerja terkait dalam melaksanakan
kegiatan peningkatan mutu pelayanan rumah sakitdi RSU Bidadari Binjai. Program peningkatan
mutu juga bertujuan meningkatkan mutu pelayanan klinis,meningkatkan management,dan
meningkatkan pemenuhan sasaran keselamatan pasien juga memantau 5 area indikator
internasional.
a. Tujuan Umum :
Mendorong pelaksanaan kegiatan pelayanan kepada pasien yang memenuhi standar
pelayanan, keselamatan pasien dan memberikan kepuasan kepada pasien serta
terlaksananya peningkatan mutu pelayanan Rumah Sakit Umum Bidadari secara
berkesinambungan melalui pengurangan resiko keselamatan pasien.
b. Tujuan Khusus:
1) Memastikan bahwa pelayanan diberikan sesuai dengan standar
pelayanan medis dan keperawatan
2) Menjamin pemberian pelayanan sesuai dengan standar
pelayanan medik, keselamatan pasien dan dilaksanakan secara
terpadu sesuai dengan kebutuhan pasien.
3) Mengupayakan peningkatan mutu pelayanan dan keselamatan
pasien melalui peningkatan kemampuan pemberian pelayanan
kesehatan.
4) Agar asuhan klinis terstandarisasi secara konsisten dan sesuai dengan
pengetahuan profesional saat ini
5) Agar dapat melakukan monitoring upaya peningkatan mutu pelayanan
melalui penggunaan indikator prioritas dan unit kerja
6) Agar dapat dilakukan monitoring kinerja individu dan unit kerja
7) Tersusunnya sistem monitoring pelayanan Rsu Putri Bidadari
3
melalui indikator mutu pelayanan rumah sakit
4. KEGIATAN POKOK DAN RINCIAN KEGIATAN
1. Kegiatan Pokok
1. Standarisasi asuhan klinis secara bertahap
2. Proses pemilihan, Pengumpulan, Analisis dan Validasi Data Indikator Mutu
3. Monitoring mutu unit kerja
4. Monitoring kinerja direksi,para pimpinan,profesi dan staf non klinis
5. Diklat mutu pelayanan
6. Rapat mutu dengan pimpinan Rumah Sakit
7. Rapat mutu unutk koordinasi kegiatan 2. Rincian Kegiatan
Pengendalian mutu dilakukan dengan menetapkan indikator mutu dan sasaran mutu.
Berhubung sebagian Rumah sakit mempunyai sumber daya terbatas,maka Rumah sakit ini
tidak dapay mengumpulkan data untuk menilai semua hal yang diinginkan. Jadi, Rumah
Sakit harus memilih proses dan hasil praktek klinis dan manajemen yang harus di nilai
dengan mengacu pada misi Rumah Sakit, kebutuhan pasien dan jenis pelayanan. Penilaian
sering terfokus pada proses yang berimplikasi resiko tinggi, diberikan dalam volume besar
atau cenderung menimbulkan masalah. Pimpinan Rumah sakit bertanggung jawab
menentukan pilihan terakhir indikator kunci yang digunakan dalam kegiatan peningkatan
mutu.
a. Kegiatan Komite Mutu Rumah Sakit Umum Bidadari dilakukan melalui Pemantauan
dan Peningkatan Indikator Klinis dan keselamatan pasien. Merancang proses klinis
dan manajerial yang baru secara proaktif, mengidentifikasi dan mengurangi resiko dan
penyimpangannya. Kegiatan diawali dengan Proses pemilihan, Pengumpulan, Analisis
dan Validasi Data Indikator Mutu
b. Merancang upaya peningkatan Mutu pelayanan Prioritas dengan memperhatikan hal
penting dibawah ini sebagai dasar pemilihan prioritas;
• Misi Rumah Sakit
• Data data Permasalahan yang telah ada misalnya complain pasien, capaian
indicator mutu yang masih rendah, dan terdapat kejadian yang tidak diharapkan.
• Terdapat system serta proses yang memperhatikan variasi penerapan dan hasil yang
lebih banyak.
• Dampak dari perbaikan misalnya penilaian perbaikan efisiensisuatu proses klinis
yang kompleks pada pelayanan stroke, pelayanan jantung dan lainnya
4
• Dampak pada perbaikan system sehingga efek perbaikan dapat terjadi di seluruh
rumah sakit misalnya managemen obt di rumah sakit.
• Riset klinis dan program Pendidikan profesi kesehatan merupakan prioritas untuk
rumah sakit Pendidikan.
c. Direktur Rumah Sakit Umum Bidadari Binjai juga melaksanakan, memonitor dan
mengevaluasi kegiatan serta melaporkan ke PT. Bidadari Medikal Nusantara secara
berkala
Kegiatan Keselamatan Pasien.
Berikut adalah indikator Sasaran Keselamatan Pasien :
1. Ketepatan Identifikasi Pasien.
Rumah Sakit mengembangkan suatu pendekatan untuk memperbaiki /
meningkatkan ketelitian identifikasi pasien.
2. Peningkatan komunikasi yang efektif.
Rumah Sakit mengembangkan pendekatan untuk meningkatkan efektifitas
komunikasi antar para pemberi layanan.
3. Peningkatan keamanan obat yang perlu diwaspadai (high alert).
Rumah Sakit mengembangkan suatu pendekatan untuk memperbaiki keamanan
obat-obat yang perlu diwaspadai (high alert).
4. Kepastian tepat lokasi, tepat prosedur dan tepat pasien operasi.
Rumah Sakit mengembangkan suatu pendekatan untuk memastikan tepat lokasi,
tepat prosedur dan tepat pasien.
5. Pengurangan resiko infeksi terkait pelayanan kesehatan.
Rumah Sakit mengembangkan suatu pendekatan untuk mengurangi resiko infeksi
yang terkait pelayanan kesehatan.
6. Pengurangan resiko pasien jatuh.
Rumah Sakit mengembangkan suatu pendekatan untuk mengurangi resiko pasien
dari cedera karena jatuh.
d. Manajemen Resiko.
1. Pengertian manajemen resiko adalah kegiatan klinis dan administratif yang terdiri dari
identifikasi, evaluasi, dan mengurangi resiko kecelakaan pada pasien, pegawai dan pengunjung
rumah sakit serta resiko kerugian yang diderita rumah sakit itu sendiri. 2. Tujuan manajemen
resiko rumah sakit : menghilangkan atau meminimalkan
dampak dari suatu resiko di rumah sakit. 3. Proses manajemen resiko rumah sakit : 4. Alat
manajemen resiko adalah :
a) Risk grading matriks : matrik untuk mengelompokan resiko dan menentukan
prioritas resiko yang perlu ditangani.
b) Root Cause Analysis : analisis akar masalah. RCA dilakukan sesuai grading dari
5
setiap insiden yang dilaporkan.
c) Failure mode and effect analysis : cara menemukan resiko yang akan terjadi dan
menganalisisnya. FMEA, Failure Mode and Effect Analysis, adalah proses proaktif
untuk mencegah dan memprediksi kesalahan, dengan demikian dapat
meminimalkan dampak buruknya (pelatihan keselamatan pasien).
e. Menentukan Area Prioritas Pelayanan Rumah Sakit
Penentuan area prioritas mempertimbangkan hal tersebut dibawah ini;
• Misi Rumah Sakit
• Data data Permasalahan yang telah ada misalnya complain pasien, capaian
indikator mutu yang masih rendah, dan terdapat kejadian yang tidak diharapkan.
• Terdapat system serta proses yang memperhatikan variasi penerapan dan hasil yang
lebih banyak.
• Dampak dari perbaikan misalnya penilaian perbaikan efisiensisuatu proses klinis
yang kompleks pada pelayanan stroke, pelayanan jantung dan lainnya
• Dampak pada perbaikan system sehingga efek perbaikan dapat terjadi di seluruh
rumah sakit misalnya managemen obt di rumah sakit.
• Riset klinis dan program Pendidikan profesi kesehatan merupakan prioritas untuk
rumah sakit Pendidikan.
f. Menentukan Area Prioritas Indikator Area Klinis, Managemen, Sasaran
Keselamatan Pasien
g. Standarisasi asuhan klinis secara bertahap
1) Pembentukan Tim clinical pathway
2) Penyusunan pedoman pelaksanaan standarisasi asuhan klinis
3) Penetapan area prioritas pelayanan
4) Penyusunan panduan praktek klinis area prioritas
6
5) Penyusunan 5 clinical pathway area prioritas
6) Uji coba implementasi
7) Penyempurnaan PKK dan CP serta sistem implementasi
8) Implementasu 5 PPK dan 5 CP
9) Monitoring implementasi PPK dan CP Audit Medis
10) Pelaporan hasil audit
11) Rencana Tindak Lanjut
h. Menentukan program Mutu Unit pelayanan
Kepala Unit pelayanan meningkatkan mutu dan Keselamatan Pasien Rumah Sakit
dengan berpartisipasi dalam program peningkatan mutu dan keselamatan pasien,
melakukan monitoring, serta meningkatkan asuhan pasien yang spesifik berlaku di
unitnya.
i. Melakukan Pengukuran untuk memantau Budaya Keselamatan di Rumah Sakit
Umum Bidadari Binjai
1. Setiap pelaporan bersifat rahasia, sederhana dan mudah di akses oleh pihak
yang memiliki kewenangan untuk melaporkan masalah yang terkait dengan
budaya keselamatan di rumah sakit secara tepat waktu. 2. Pendokumentasian perilaku yang tidak
mendukung budaya keselamatan di
Rumah Sakit Umum Bidadari. 3. Melakukan survei terkait budaya keselamatan di Rumah Sakit.
Lokasi pemantauan indikator klinis adalah sebagai berikut :
NO. INDIKATOR KLINIS UNIT PELAYANAN
Asesment terhadap area klinik Penggunaan darah dan produk darah Pencegahan dan kontrol
infeksi, surveilans dan pelaporan Kesalahan medis (medication error) dan Kejadian Nyaris
Cedera (KNC) Pelayanan laboratorium Penggunaan antibiotika dan obat lainnya Riset klinik
Ruang rawat inap Kamar operasi Kebidanan Laboratorium Apotik
Prosedur bedah Anestesi dan penggunaan sedasi
Kamar operasi
Angka ketidaklengkapan pengisian catatan medis Rekam Medik Pelayanan radiologi dan
diagnostic imaging Radiologi Rangkaian kegiatan yang akan dilakukan untuk pemantauan
indikator klinis tersebut adalah :
a. Pencatatan setiap indikator klinis dilakukan oleh perawat / petugas di setiap unit
pelayanan yang terkait dengan indikator klinis masing – masing, (untuk pementauan dan
pelaporan insiden keselamatan pasien pelaksanaannya di tangani khusus oleh tim
keselamatan pasien rumah sakit).
b. Indikator klinis tersebut dicatat setiap harinya, kemudian direkapitulasi oleh Kepala
Ruangan atau Kepala Unit Pelayanan masing – masing;
7
c. Ketua Tim Pemantauan dan Peningkatan Mutu Klinis bertanggungjawab mengkoordinasi
pengumpulan data indikator klinis yang telah dicatat dan direkapitulasi oleh setiap unit
pelayanan dan dilakukan analisa pada akhir bulan.
d. Setiap 3 bulan sekali dilakukan analisa menyeluruh untuk dibuat rekomendasi kepada
Kepala Rumah Sakit Umum Bidadari, menyangkut langkah – langkah untuk menjamin
mutu pelayanan.
j. Pemantauan mutu unit kerja
1) Identifikasi indikator yang sudah dipergunakan di unit kerja
2) Pilih dan tetapkan indikator unit kerja
3) Penyusunan prosedur pencatatan dan pelaporan
4) Edukasi PJ/PIC pengumpul indikator
5) Menyususn kuisioner evaluasi keluhan pasien
6) Melakukan cost analysis biaya di unit pelayanan
7) Pengumpulan data
8) Analisa data
9) Pelaporan
10) Feedback
11) Rencana Tindakan Lanjut (RTL
k. Pemantauan Patient Safety (Pelaporan dan Analisis)
Untuk mengetahui tingkat keselamatan pasien dilakukan pemantauan
langsung dan survey untuk menggali lebih dalam mengenai penilaian tingkat
keselamatan pasien melalui pelaporan insiden keselamatan pasien (IKP). Laporan
selanjutnya dilakukan Analisa dan pelaporan kepada Direktur Rumah Sakit dan
Komite Nasional Keselamatan Pasien.
l. Pemantauan Kinerja Direksi, para pemimpin, profesi, dan staf non klinis
Melalui OPPE yang disusun oleh komite medis dan kepala bidang pelayanan
medis
m. Diklat Mutu Pelayanan dan koordinasi RS
1) Pelatihan mutu untuk Direksi Rumah Sakit Minimal 1 tahun 1x
2) Pelatihan mutu untuk para pimpinan Rumah Sakit minimal 1 tahun 1x
3) Pelatihan mutu untuk anggota komite/Tim PMKP minimal 1 Tahun 1x
4) Pelatihan mutu untuk PIC data minimal 1 tahun 1x
5) Pelatihan SISMADAK untuk Komite Mutu dan Keselatan Pasien dan PIC Data
Collector.
PROGRAM DIKLAT PMKP NO JABATAN LOKASI DIKLAT MATERI
Direktur Eksternal & Internal Konsep dan Prinsip
PMKP
8
Ketua Komite
PMKP
Eksternal & Internal Konsep dan Prinsip
PMKP
Kepala Unit Internal Konsep dan Prinsip
PMKP
Komite Medik dan
Keperawatan
Internal Konsep dan Prinsip
PMKP
Anggota Komite
PMKP
Internal Konsep dan Prinsip
PMKP
PIC Data Unit Internal Sistem Managemen
Data
Staf klinis Internal Standar Berfokus
Pasien
n. Rapat Mutu dengan Pimpinan RS
1) Rapat mutu dengan Direksi Minimal 1x dalam 1 Bulan
2) Rapat koordinasi mutu dengan unit terkait minimal 1x dalam 1 bulan
5. Cara Pelaksanaan Kegiatan
Pendekatan pemecahan masalah merupakan suatu proses siklus (daur) yang
berkesinambungan. Langkah pertama dalam proses siklus ini adalah identifikasi masalah.
Identifikasi masalah merupakan bagian sangat penting dari seluruh proses siklus,karena
akan menentukan kegiatan-kegiatan selanjutnya dari pendekatan pemecahan maslah ini.
Masalah akan timbul apabila :
• Hasil yang dicapai dibandingkan dengan standart yang ada terdapat penyimpangan
• Merasa tidak puas atas penyimpangan tersebut
• Merasa bertanggung jawab atas penyimpangan tersebut
Dengan telah jelasnya cara memecahkan maslaha maka bisa dilakukan tindakan
perbaikan. Namun agar pemecahan masalah bisa tuntas, setelah diadakan perbaikan perlu
di niai kembali apakah masih ada yang tertinggal. Dari penilaian kembali maka akan di
dapatkan maslah yang telah terpecahkan dan masalah yang masih tetap merupakan
masalah sehingga proses siklus akan berulang mulai tahap pertama.
6. SASARAN
Sasaran Kegiatan Program PMKP adalah tercapainya Visi dan Misi yang telah ditetapkan
sejalan dengan Rencana Strategis Rumah Sakit Umum Bidadari .
Petunjuk Pengisian untuk sasaran program Peningkatan mutu adalah target per tahun yang
spesifik dan terukur untuk mencapai tujuan-tujuan program
Contoh:
- Penilaian kinerja Dokter setahun sekali = 100%
- Audit clinical pathway area prioritas = 100%
- Analisa indikator area Klinis = 100%
9
Adapun Indikator Pelayanan Prioritas yang dipantau dan di evaluasi di Rumah Sakit
Umum Bidadari tahun 2018 adalah :
No Indikator Mutu Pelayanan Prioritas yang dipilih
1 Pelayanan Prioritas Pelayanan Jantung
2 Indikator IAK Prioritas Pemberian Aspirin pada pasien AMI
3 Indikator IAM Prioritas Ketersediaan Arixtra/ Lovenox
4 Indikator IASKP
Prioritas
1. Persentase pelaksanaan identifikasi pasien pada Pasien yang direncanakan tindakan
Cateterisasi Jantung dirawat inap
2. Kepatuhan prosedur pemberian obat dengan prinsip READBACK dari Dokter Jaga UGD
Kepada DPJP diverifikasi dalam waktu 24 jam
3. Kepatuhan pemberian label obat high alert Arixtra dan Lovenox oleh Unit farmasi di Gudang
Obat Farmasi
4. Kepatuhan pengisian Surgical Safety Checklist pada pasien dengan rencana tindakan di Unit
Kateterisasi Jantung
5. Persentase kepatuhan Tim Kateterisasi Jantung dalam melakukan kebersihan tangan dengan
metode enam langkah dan lima momen.
6. Menurunkan angka insiden pasien jatuh pasien Kardiologi selama perawatan rawat inap di
rumah sakit
5 PPK dan CP 1. Sindroma Koroner Akut Dengan Elevasi
Segmen ST
2. Gagal Jantung Kronik (CHF)
3. Atrial Fibrilasi
4. Angina Pektoris Stabil
5. Krisis hipertensi
Indikator unit pelayanan yang dipantau di Rumah Sakit Umum Bidadari Adalah sebagai
berikut:
Indikator mutu Unit Kamar Bedah
1. Angka kelengkapan pengisian surgical checklist di kamar
operasi 2. Insiden tertinggalnya instrumen/kasa/benda lain saat
10
operasi 3. Keterlambatan waktu mulai operasi > 30 menit 4. Insiden Kesalahan Setting Ventilator
5. Insiden Vagal Reflex Pada Pemasangan ET 6. Penundaan Operasi Elektif 7. Kepatuhan
Identifikasi Pasien 8. Kepatuhan Cuci Tangan 9. Ketidaklengkapan Laporan Operasi 10.
Ketidaklengkapan Laporan Anestesi 11. Ketidaklengkapan asesmen pre anestesi 12. Kesalahan
Diagnosa Pre dan post operasi 13. Tidak dilakukannya penandaan lokasi operasi 14. Operasi
ulang dengan diagnosa sama dan atau
komplikasinya 15. Kesalahan Prosedur Operasi Kesalahan Lokasi Operasi Indikator mutu Unit
Pelayanan Rawat Inap
1. Angka perawatan ulang 2. Kepatuhan Jam Visite Dokter Spesialis 3. Kepatuhan Terhadap
Clinical Pathway 4. Kelengkapan asesmen medis dalam waktu 24 jam setelah
pasien masuk rawat inap 5. Ketidakpatuhan pendokumentasian asesmen nyeri secara
kontinyu di status pasien 6. Kejadian pulang atas permintaan sendiri 7. Kepatuhan Cuci Tangan
8. Kepuasan Pasien dan Keluarga 9. Kepatuhan Upaya Pencegahan Risiko Cedera Akibat
Pasien Jatuh pada pasien Rawat Inap 10. Kepatuhan Identifikasi Pasien 11. Tidak terisinya
Angket Kepuasan Pasien Rawat Inap 12. Ketidaklengkapan informed consent 13. Pasien stroke
ischemic yang tidak mendapatkan terapi anti
trombotik pada saat KRS. 14. Pasien stroke ischemic yang tidak mendapatkan terapi anti
trombotik pada saat KRS. 15. Pasien stroke yang tidak mendapatkan edukasi selama
masa perawatan di rumah sakit 16. Pasien IMA yang tidak mendapatkan terapi aspirin (anti
trombotik) dalam waktu 24 jam sejak datang ke Rumah Sakit. 17. Pasien asma anak yang tidak
menerima bronkodilator
selama masa rawat inap 18. Pasien yang kembali ke Instalasi Pelayanan Intensif (ICU)
dengan kasus yang sama < 72 jam 19. Kepatuhan Terhadap Clinical Pathway 20. Angka
perawatan ulang 21. Kejasian pasien jatuh 22. Kejadian dekubitus selama masa perawatan 23.
Operasi ulang dengan diagnosa sama dan atau
komplikasinya Kesalahan Prosedur Operasi Kesalahan Lokasi Operasi Indikator mutu Unit
Poliklinik Rawat Jalan
1. Waktu Tunggu Rawat Jalan 2. Kepatuhan Cuci Tangan 3. Kepatuhan Identifikasi Pasien
11
1. Indikator mutu Unit
Waktu Lapor Hasil Tes Kritis laboratorium Laboratorium
2. Kejadian Reaksi Transfusi 3. Kerusakan Sample Darah 4. Tidak Terlaporkannya Hasil Kritis
5. Keterlambatan penyediaan darah 6. Kesalahan penulisan jenis komponen darah pada
kitir/label
darah 7. Kesalahan pemeriksaan golongan darah Kesalahan jenis
komponen darah Indikator mutu Unit Radiologi
1. Kepatuhan Identifikasi Pasien 2. Kepatuhan Cuci Tangan 3. Penolakan Ekspertise 4.
Kesalahan cetak film pada pemeriksaan radiologi 5. Kesalahan Posisi Pasien dalam Pemeriksaan
Radiologi 6. Tidak dilakukannya asesmen awal radiologi Indikator Mutu Unit IT
1. Keterlambatan waktu penanganan kerusakan hardware /
jaringan
Indikator Mutu Unit Complain Handling
1. Kecepatan Respon Terhadap Komplaian (KRK) 2. Kepuasan Pasien dan Keluarga 3.
Kecepatan respon Terhadap Komplain 4. Keterlambatan Pelayanan Ambulans di Rumah Sakit 5.
Tidak terisinya Angket Kepuasan Pasien Rawat Inap Indikator mutu Unit Farmasi
1. Kesalahan penyerahan perbekalan farmasi 2. Kepatuhan Penggunaan Formularium 3.
Ketidaktepatan pemberian obat (5 benar) 4. Keterlambatan waktu penerimaan obat non racikan
5. Keterlambatan waktu penerimaan obat racikan 6. Kepatuhan Penggunaan Formularium
Nasional Bagi RS
Provider BPJS 7. Insiden keamanan obat yang perlu diwaspadai Indikator Mutu Sarana dan
Prasarana
1. Keterlambatan respon time genset 2. Keterlambatan waktu menangani kerusakan alat 3.
Keterlambatan respon time genset 4. Linen hilang
Indikator Mutu Pelayanan
1. Kepuasan pasien dan Keluarga 2. Kecepatan respon Komplain
Indikator Mutu Rawat Jalan
• Ketidaklengkapan catatan medis pasien (KLPCM)
IndikTOR Mutu Unit Rekam Medis
1. Penomeran rekam medis ganda/dobel 2. Kehilangan dokumen rekam medis pasien rawat jalan
3. Kepatuhan Identifikasi Pasien 4. Ketidaklengkapan pengisian resume medis rawat jalan
Indikator Mutu Pelayanan Gawat Darurat
1. Emergency Respon Time (Waktu Tanggap Pelayanan
Gawatdarurat ≤ 5 menit). 2. Kepatuhan Identifikasi Pasien 3. Kematian Pasien di IGD
12
Indikator Mutu Unit Admin
1. Ketidaksesuaian surat pesanan (SP) dengan fisik barang /
bahan 2. Tidak terisinya Angket Kepuasan Pasien Rawat Inap 3. Ketidaktepatan administrasi
keuangan laboratorium 4. Ketidaklengkapan dokumen pendukung penagihan
Indikator Mutu Unit Hemodialisa
1. Keterlambatan waktu tindakan hemodialisa 2. Insiden kesalahan setting program hemodialisa
3. Insiden ketidaktepatan insersi vena dan arteri pada pasien
hemodialisa Indikator Mutu TB DOTS
1. Proporsi pasien TB paru terkonfirmasi bakteriologis
diantara terduga TB 2. Angka konversi 3. Angka kesembuhan 4. Penanganan pasien tuberkulosis
yang tidak sesuai strategi
DOTS (Directly Observed Treatment Shortcourse) Proporsi pasien TB paru terkonfirmasi
bakteriologis diantara terduga TB Angka konversi Angka kesembuhan Indikator Mutu PONEK
1. Kematian ibu melahirkan karena eklampsi 2. Kematian ibu melahirkan karena perdarahan 3.
Ketidakmampuan menangani BBLR 1500-2500gr 4. Keterlambatan operasi sectio caesarea
Indikator Gizi Mutu Unit
1. Sisa makan siang pasien non diit
2. Kesalahan diit pasien
7. JADWAL PELAKSANAAN KEGIATAN
No Program Kegiatan
Jadwal Pelaksanaan 2018
Jan
Nov
Des
1
k okoPn ataige
Ka. Standarisasi
asuhan klinis
secara
bertahap
Feb
Mar
Apr
Mei
Jun
Jul
Ags
Sep
Okt
X X X X X X X X X X X X
b. Monitoring
mutu area
klinis,area
manajerial,da
n sasaran
keselamatan
pasien.
X X X X X X X X X X X X
c. Monitoring
Imut unit
kerja
X X X X X X X X X X X X
13
d. Monitoring
kinerja
direksi, para
pimpinan,
profesi dan
staf non klinis
X X X X X X X X X X X X
e. Diklat mutu
pelayanan
X X X X X X X X X X X X
f. Rapat mutu
dengan
pimpinan
Rumah Sakit
X X X X X X X X X X X X
g. Rapat mutu
untuk
koordinasi
kegiatan
X X X X X X X X X X X X
2 Program
PMKP
a. Menyusun
pedoman
X
b. Sosialisasi
pedoman
dan
prosedur
X X X
c. Pengumpula
n data
Indikator
Prioritas dan
Unit
X X X X X X X X X X X X
d. Melaksanakan
pemantauan
IMUT
X X X X X X X X X X X X
e. Melakukan
Validasi
x x
f. Melaksanakan
Analisa Data
Indikator
g. analisa RCA
dan PDCA
X X X X X X X X X X X X
h. Pengukuran
Budaya
X
14
Keselamatan i. Monitoring
dan evaluasi
pencatatan
surveilans
X X X X X X X X X X X X
3 Menentukan
Area
Prioritas,
a. Indikator Area
Klinis,
X
b. Managemen X
c. Sasaran
Keselamatan
Pasien
x
4 Program
pengemban
gan staf dan
pendidikan.
a. Orientasi
pegawai
baru
X X X X X X X X X X X X
b. Diklat
PMKP
X X
c. Diklat
SISMADAK
X X
d. Pelatihan
lain lain
X X
5 Pemantauan
Patient
Safety
a. Pelapora
n
X X X X X X X X X X X X
b. Analisa X X X X
6 Pemantauan
data
kejadian
yang tidak
diharapkan
a. Penyusu
nan Regulasi
Kejadian
yang tidak
diharapkan
X
b. Pelaporan X X
[Link] x x
7 Program
Managemen
Resiko
a. Penyusu
nan Program
Managemen
Resiko RSUB
X
[Link]
Strategi
Managemen
Resiko
X
[Link] X
d. Tindak
Lanjut FMEA
x
e. Perencanaa
n Program
Managemen
X
15
Resiko
Tahun 2019 8 Koordinasi
PMKP
dengan TIM/
Komite/
Panitia di
Lingkungan
RSU
Bidadari
a. Laporan
X X X X
pada Direktur b. Komite
PPI
X X X X
c.K3RS X X X X
d. PFT X X X X
e. PPRA X
f. GERIATRI X
9 Kegiatan
lain
a. Mengiku
X
ti Lomba
Poster
Tahunan
PERSI b. Penyusunan
Poster
Pelaporan
Kegiatan
X
[Link]
Band
ing
X
8. PELAPORAN DAN EVALUASI
Pelaporan dan Evaluasi indikator Klinis dan keselamatan pasien adalah untuk menilai
indicator klinis dan keselamatan pasein sehingga mutu pleyanan dapat meningkat. Dalam
pelaksanaannya agar data tercatat dengan baik maka setiap ruang disediakan formulir, antara
lain :
Jenis Formulir Kegunaan Pelaksana Lembar Pengumpulan Data Dokumen data indikator
klinik
Ruang rawat inap
Formulir Formulir sensus harian Laboratorium, Apotik,
Kamar operasi, RM
1) Petugas pencatat adalah penanggung jawab pada unit pelayanan yang sudah ditunjuk 2) Pada
akhir bulan penanggung jawab pada unit rawat inap & kebidanan menyerahkan
hasil Formulir Sensus Harian kepada Pengumpul Data Komite PMKP diteruskan kepada
Ketua Sub Peningkatan Mutu,Sub Management Resiko,Sub Keselamatan Pasien. 3) Data
dikumpulkan dan direkapitulasi. 4) Hasil rekapitulasi kemudian dilaporkan kepada Komite
Peningkatan Mutu RS.
16
5) Komite Peningkatan Mutu RS membuat analisa memberikan rekomendasi-rekomendasi.
Selanjutnya melaporkan hasil rekapitulasi tersebut berikut analisanya kepada Direktur
RSU Bidadari. 6) Agar data pada laporan tersebut dapat lebih mudah dibaca serta dapat melihat
kecenderungannya dari tingkat mutu yang diukur, maka dibuat dalam bentuk tabel dan
grafik.
9. PENUTUPDemikian telah disusun program kerja peningkatan mutu dan keselamatan pasien
Rumah Sakit Umum Bidadari Binjai. Diharapkan dengan program kerja ini, dapat dipakai
sebagai pedoman kerja dalam meningkatkan mutu pelayanan.
17