0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
19 tayangan7 halaman

Manajemen Waktu Konstruksi RS Jawa Tengah

Artikel ini membahas analisis konsultan manajemen konstruksi terhadap penerapan manajemen waktu pada pembangunan rumah sakit di Jawa Tengah. Manajemen waktu yang baik diperlukan untuk menyelesaikan proyek tepat waktu dan mengurangi risiko keterlambatan. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi faktor-faktor keterlibatan konsultan manajemen konstruksi untuk mengelola waktu setiap tahapan proy

Diunggah oleh

sony
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
19 tayangan7 halaman

Manajemen Waktu Konstruksi RS Jawa Tengah

Artikel ini membahas analisis konsultan manajemen konstruksi terhadap penerapan manajemen waktu pada pembangunan rumah sakit di Jawa Tengah. Manajemen waktu yang baik diperlukan untuk menyelesaikan proyek tepat waktu dan mengurangi risiko keterlambatan. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi faktor-faktor keterlibatan konsultan manajemen konstruksi untuk mengelola waktu setiap tahapan proy

Diunggah oleh

sony
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Jurnal NeoTeknika Vol 5 No.

1 Juni 2019

ANALISIS KONSULTAN MANAJEMEN KONSTRUKSI TERHADAP PENERAPAN


MANAJEMEN WAKTU PADA PEMBANGUNAN RUMAH SAKIT DI JAWA TENGAH

Sri Kiswati1
Universitas Bina Sarana Informatika
Email : [Link]@[Link]
Ummi Chasanah2
Program Studi DIII Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Pandanaran
Jl. Banjarsari Barat No. 1 Tembalang Semarang 50275
Email : chasanah_ummi01@[Link]*

ABSTRAK

Konsultan manajemen konstruksi merupakan manajemen pengelolaan proyek konstruksi dengan proyek
berskala besar. Analisis penerapan manajemen konstruksi dapat diberlakukan pada pelaksanaan proyek untuk
mengelola, mengatur, dan mencari solusi, diantaranya waktu pelaksanakan proyek tersebut. Pengaturan dan
pengelolaan waktu yang baik merupakan salah satu faktor keberhasilan suatu proyek konstruksi. mengelola
manajemen proyek dan penerapan manajemen konstruksi dalam proyek berskala besar. Pengaturan dan
pengelolaan waktu dengan tujuan untuk meminimalkan dan mengurangi risiko yang mungkin terjadi di suatu
proyek gedung rumah sakit di Jawa Tengah. Risiko waktu yang mungkin terjadi adalah keterlambatan (delay)
penyelesaian proyek.
Pengaturan waktu yang tepat, cepat, dan aman merupakan hal yang sangat membantu terselesainya pekerjaan
pada proyek konstruksi gedung di salah satu rumah sakit di Jawa Tengah. Manajemen waktu yang baik
adalah proses merencanakan, mengatur, dan mengendalikan pelaksanaan proyek. Sehingga ketepatan waktu
di setiap tahapan pekerjaan harus sesuai dengan waktu yang direncanakan. Penerapan, pengelolaan, dan
pengendalian waktu dalam pelaksanaan proyek merupakan salah satu faktor terselesainya sesuai dengan yang
direncanakan. Sedangkan adanya perpanjangan waktu itu didasarkan pada hal-hal yang telah dikoordinasikan
terhadap semua pihak dan dapat dipertanggungjawabkan.
Tujuan dari penelitihan ini untuk mengidentifikasi berbagai faktor keterlibatan adanya konsultan manajeman
konstruksi pada setiap tahapan proyek. Hal ini diperlukan menejemen waktu yang tepat di setiap tahapan
pekerjaan, sehingga penyelesaian pekerjaan sesuai yang diharapkan. Pelaksanaan penelitian ini anatara lain :
tinjauan pustaka, penentuan data yang dibutuhkan, data primer yang diambil dari objek yang di teliti berupa
survey lapangan dan interview, data sekunder, dan analisa data serta kesimpulan yang diambil dari analisis
penerapan manajemen waktu pada proyek konstruksi dan penelitian ini dilakukan pada Rumah sakit di Jawa
Tengah.
Kata kunci : Manajemen waktu, pengaturan, dan metode critical path method.
Jurnal NeoTeknika Vol 5 No.1 Juni 2019

PENDAHULUAN penerapan manajemen waktu pada pembangunan


Latar Belakang gedung di salah satu rumah sakit di Jawa Tengah.
Perkembangan teknologi yang semakin Hal tersebut diharapkan perencanaan waktu yang
canggih, dengan diimbangi kebutuhan penduduk dibutuhkan akan sesuai dengan realisasi.
yang semakin meningkat. Sehingga diperlukan
bangunan ataupun gedung untuk melakukan Pembatasan masalah
aktifitasnya. Semakin tinggi gedung tersebut Penelitian ini di batasi pada manajemen
maka dibutuhkan waktu pelaksanaan waktu untuk pembangunan rumah sakit Jawa
pembangunan yang lama dan risiko yang yang Tengah.
bervariasi. Perencanaan waktu penyelesaian suatu
proyek harus diperhitungkan dan dipertimbangkan Tujuan Penelitian
dengan baik. Penelitihan ini dengan tujuan sebagai
Manajemen waktu merupakan salah satu berikut :
yang menjadi skala prioritas untuk mempertajam 1. Untuk mengetahui pentingnya penerapan
pelaksanaan proyek konstruksi secara efektif dan manajeman waktu dalam pelaksanaan
efisien. Pengaturan waktu yang baik dalam suatu pembangunan.
proyek akan menghasilkan hasil yang maksimal. 2. Manajemen waktu sangat berkaitan dengan
Sehingga hasil dari penyelesaian pekerjaan akan ketepatan penyelesaian proyek.
maksimal dengan tersedianya sumber daya
manusia yag sesuai bidang. Penyelesaian suatu
proyek konstruksi selain memprioritaskan waktu, TINJAUAN PUSTAKA
juga harus mempertimbangkan kualitas mutu dan Manajemen Proyek
biaya yang tersedia. Manajemen merupakan ilmu mengelola
Dengan adanya manajemen waktu yang suatu kegiatan dengan skala kecil sampai dengan
baik, maka pelaksanaan konstruksi dapat skala besar yang mempunyai ukuran tersendiri
dikerjakan sesuai dengan yang direncanakan. terhadap hasir akhirnya. Dengan menerapkan
Apabila waktu yang dibutuhkan sesuai dengan system manajemen yang sama oleh individu
waktu yang direncanakan, maka pembengkahan maupun organisasi yang berbeda satu sama lain.
biaya konstruksi tidak akan terjadi. Sehingga Hal ini dikarenakan perbedaan-perbedaan budaya,
kesesuaian waktu pelaksanaan akan memberikan pengalaman, lingkungan, kondisi sosial, tingkat
keuntungan tersendiri bagi kontraktor sebagai ekonomi, karakter sumber daya manusia, serta
penanggung jawab pelaksanaan proyek. kemampuan untuk mengetahui prinsip-prinsip
Analisa manajemen waktu sangat dasar manajemen.
mendukung penyelesaian pekerjaan sesuai dengan Sedangkan proyek merupakan gabungan
yang direncanakan dengan hasil yang maksimal. sari sumber-sumber seperti manusia, material,
Proyek konstruksi merupakan serangkaian dari peralatan, dan biaya yang di himpun dalam suatu
berbagai aktifitas yang saling keterkaitan antara wadah organisasi sementara untuk mencapai
aktivitas satu dengan aktivitas lainnya. Sehingga sasaran dan tujuan. Sehingga dari penjabaran di
dalam pelaksanaan aktivitas tersebut harus atas dapat disimpulkan bahwa manajemen proyek
dilakukan oleh tenaga professional. Berhubunan adalah penerapan ilmu pengetahuan, keahlian dan
dengan hal tersebut, maka analisis manajeman ketrampilan, cara teknis yang terbaik dan dengan
waktu suatu proyek dapat lebih di perhatikan. sumber daya yang terbatas, untuk mencapai
Oleh sebab itu penulis sangat tertarik dengan sasaran dan tujuan yang telah ditentukan agar
analisis manajemen waktu pada pelaksanaan mendapatkan hasil yang optimal dalam hal kinerja
pembangunan gdung rumah sakit. biaya, mutu, dan waktu, serta keselamatan kerja.
Berikut merupakan gambaran proses
Perumusan manajemen proyek, Bahwasannya manajemen
Dengan adanya gambaran tersebut di atas, proyek merupakan gabungan dari sumber-sumber
maka uraian yang akan dibahas difokuskan pada daya seperti manusia, material, peralatan, dan
analisis konsultan manajemen konstruksi terhadap modal atau biaya yang di himpun yang dihimpun
Jurnal NeoTeknika Vol 5 No.1 Juni 2019

dalam wadah organisasi untuk mencapai sasaran Manajemen Waktu


maupun tujuan. Sedangkan konstruksi merupakan Standart kinerja waktu ditentukan dengan
rangkaian kegiatan yang saling terkait untuk merujuk pada seluruh tahapan kegiatan proyek
mencapai tujuan. Sehingga proyek konstruksi beserta durasi dan penggunaan sumber daya.
merupakan rangkaian kegiatan untuk mencapai Sehingga informasi dan data yang telah di
hasil konstruksi/bangunan dengan batasan waktu, peroleh, dilanjutkan pada proses penjadwalan,
mutu, biaya yang telah ditentukan. (Irika yang kemudian akan ada output berupa format
Wiadiasanti, 2013). laporan lengkap dan indicator progress waktu,
Keterlibatan proyek konstruksi selalu antara lain :
berkaitan dengan sumber daya (resources) antara a. Barchart, merupakan diagram batang yang
lain berupa manusia (man), bahan bangunan secara sederhana menunjukkan informasi
(materials), peralatan (machine), dan metode rencana jadwal proyek beserta durasinya,
pelaksanaan (method), dan uang (money). Selain kemudian dibandingkan dengan progress
sumber daya yang ada, proyek konstruksi harus aktual.
mempertimbangkan adanya informasi b. Network planning, merupakan jaringan kerja
(informations), dan waktu (time). Dalam proyek berbagai kegiatan kritis yang membutuhkan
konstruksi harus memperhatikan 3 hal penting pengawasan ketat, agar pelaksanaannya tidak
yaitu waktu, mutu, dan biaya (Istiawan ada keterlambatan.
Dipohusodo, 1996). c. Kurva S, merupakan pengendalian kinerja
Pengelolaan manajemen suatu proyek yang waktu. Dengan menunjukkan dari bobot
baik harus mengacu pada suatu good best penyelesaian komulatif masing-masing
practices dan standard agar proses-proses yang kegiatan dibandingkan dengan keadaan
digunakan merupakan proses-proses yang telah aktual.
teruji (proven). Berikut merupakan salah satu d. Kurva earned value, merupakan progress
standard defacto di bidang manajemen proyek waktu berdasarkan baseline yang telah
yang sangat terkenal di seluruh dunia dan banyak ditentukan untuk periode tertentu sesuai
diadopsi berbagai negara adalah project kemajuan aktual proyek.(Abrar Husen, 2011).
management body of knowledges (PMBOK) yang Merupakan perencanaan, proses dan
diterbitkan oleh Project Management Institute pengendalian yang telah ditentukan secara sadar
(PMI) – USA. Sedangkan menurut PMI-USA, untuk melakukan suatu pekerjaan dalam kurun
Manajemen proyek adalah merupakan penerapan waktu tertentu dengan menggunakan sumber daya
pengetahuan, keahlian, alat bantu dan tehnik pada secara efektif, efisien dan produktif. Sehingga
aktivitas proyek untuk memenuhi Project manajemen waktu yang meliputi perencanaan,
Requirement ([Link] pengorganisasian, penggerakan dan pengawasan
management-berdasarkan-pmbok-5th-edition-th- serta pengendalian pekerjaan terhadap waktu yang
2013-new-edition/). dibutuhkan dan direncanakan harus sesuai..
Suatu proyek konstruksi mutu merupakan ([Link]
hal penting yang harus di jaga dan sesuai dengan [Link]).
perencanaan. Sedangkan saat pelaksanaan proyek
seringkali terjadi pembengkakan biaya, Aspek-aspek Manajemen Waktu
keterlambatan waktu, bahkan mutu yang kurang Manajemen waktu terdiri dari beberapa aspek
(Abrar Husein, 2009). Bahkan sering terjadi yang perlu dipertimbangkan dan di pahami, antara
efisiensi dan efektivitas yang diharapakan kurang lain:
tercapai secara maksimal. Sehingga hal tersebut a. Menetapkan Tujuan
dapat mengakibatkan owner akan berkurang nilai Menetapkan tujuan baik secara individu
saing di pasar konstruksi. Semakin besar nilai untuk memfokuskan perhatian terhadap pekerjaan
proyek konstruksi, maka permasalahan yang yang akan dijalankan, serta mampu merencanakan
timbul akan semakin besar, sehingga perlu ada suatu pekerjaan dalam batasan waktu yang
perencanaan, pemantauan, dan pengendalian disediakan dan mampu mengendalikan proyek
waktu. tersebut.
Jurnal NeoTeknika Vol 5 No.1 Juni 2019

b. Menyusun Prioritas b. Aspek anggaran biaya, hal yang sangat


Menyusun prioritas berdasarkan dan berkaitan dengan perencanaan dan
mengingat waktu yang tersedia terbatas dan tidak pengendalian biaya selama proyek
semua pekerjaan memiliki nilai kepentingan yang berlangsung.
sama. Sehingga prioritas berdasarkan peringkat, c. Aspek manajemen sumber daya manusia,
yaitu dari prioritas terendah hingga pada prioritas merupakan hal yang berkaitan dengan
tertinggi dengan mempertimbangkan hal yang kebutuhan dan alokasi SDM selama proyek
mendesak untuk lebih dulu dikerjakan. berlangsung yang fluktualif.
c. Menyusun Jadwal d. Aspek manajemen produksi, hal berkaitan
Manajemen waktu menyusun jadwal, hal dengan hasil akhir dari suatu proyek.
apa yang akan dilaksanakan dan waktu yang e. Aspek harga, merupakan hal yang timbul
dibutuhkan. karena eksternal dalam persaingan harga yang
d. Bersikap Asertif merugikan perusahaan, karena produk yang
Sikap asertif merupakan sikap tegas untuk dihasilkan membutuhkan biaya yang tinggi.
menolak suatu permintaan atau tugas dari orang f. Aspek effectivitan dan efisien, hal yang
lain dengan cara positif. merugikan karena produk yang tersedia tidak
e. Bersikap Tegas mencukupi.
Tegas merupakan strategi yang diterapkan g. Aspek pemasaran, merupakan hal berkaitan
guna menghindari pelanggaran hak dan dengan perkembangan faktor external
memastikan bahwa orang lain tidak mengurangi sehubungan dengan pesaingan harga.
efektivitas penggunaan waktu. h. Aspek mutu, merupakan yang berkatan
f. Menghindari Penundaan dengan produk akhir.
Penundaan merupakan penangguhan yang i. Aspek waktu merupakan hal yang dapat
dapat mengakibatkan keterlambatan pekerjaan merugikan kerugaian perusahaan.
hingga terlambatnya waktu dari yang
direncanakan. suatu hal hingga terlambat Hambatan Manajemen Waktu
dikerjakan. Penundaan dalam pelaksanaan tugas Beberapa hambatan yang sering ditemukan
dapat menyebabkan ketidakberhasilan dalam dalam manajemen waktu, antara :
menyelesaikan pekerjaan tepat waktu, kemudian 1. Mendahulukan pekerjaan yang dicintainya,
merusak jadwal kegiatan yang telah disusun baru kemudian mengerjakan pekerjaan yang
secara apik serta mengganggu tercapainya tujuan kurang diminatinya.
yang telah ditetapkan. 2. Mendahulukan pekerjaan yang mudah
g. Meminimalkan Waktu yang Terbuang sebelum mengerjakan pekerjaan yang sulit.
Pemborosan waktu mencakup segala 3. Mendahulukan pekerjaan yang cepat
kegiatan yang menyita waktu dan kurang penyelesaiannya, sebelum menyelesaikan
memberikan manfaat yang maksimal. (Atkinson pekerjaan yang membutuhkan waktu yang
(1994). lama.
Manajemen proyek mempertimbangkan 4. Mendahulukan pekerjaan darurat/mendesak,
agar output proyek sesuai dengan sasaran dan sebelum menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan
tujuan yang direncanakan adalah mengidentifikasi yang penting.
berbagai masalah yang timbul ketika proyek 5. Melakukan aktivitas yang mendekatkan
dilaksanakan. Beberapa hal penanganan yang mereka pada tujuan atau mendatangkan
diperlukan dalam manajemen pryek antara lain : kemaslahatan bagi diri mereka.
a. Aspek keuangan merupakan hal yang 6. Menunggu batas waktu untuk menyelesaikan
berkaitan dengan pembelajaan dan pekerjaan yang menjadi tanggung-jawabnya.
pembiayaan proyek. Pembiayaan proyek 7. Skala prioritas disusun tidak berdasarkan
menjadi krusial bila proyek berskala besar kepentingannya, tetapi berdasarkan urutan.
dengan tingkat kompleksitas yang rumit, yang 8. Terperangkap pada tuntutan yang mendesak
membutuhkan analisa keuangan yang cermat dan memaksa.
dan terencana.
Jurnal NeoTeknika Vol 5 No.1 Juni 2019

Dalam menghadapi kemungkinan yang terjadi PEMBAHASAN


saat pelaksanaan proyek, maka harus dipersiapkan Penelitian ini dilakukan karena dari hasil
langkah-langkah yang tepat.(Herawati, 2013). pengamatan, proyek ini memiliki ukuran yang
Hambatan-hambatan yang dapat besar baik itu segi kuantitas maupun kualitas,
menimbulkan keterlambatan kinerja waktu, antara maka, kompleksitas yang terjadi juga terjadi
lain : dalam skala besar. Adapun pengamatan
a. Alokasi penempatan sumber daya tidak efektif manajemen waktu pada pelaksanaan proyek
dan efisien karena penyebarannya fluktualif kostruksi rumah sakit ini dilakukan oleh konsultan
dan ketersediaan sumber dayanya mencukupi, manajemen konstruksi.
sehingga perlu dilakukan pemerataan sumber Dalam penelitian ini dilakukan pada teori-
daya dan penjadwalan ulang. teori manajemen waktu yang perlu dilakukan
b. Keterlambatan proyek dapat disebabkan oleh setiap perusahaan dengan skala proyek besar.
jumlah tenaga kerja yang terbatas, peralatan Sehingga manajemen waktu diharapkan dapat
tidak mencukupi, kondisi cuaca buruk, dan yang diterapkan dalam sebuah pekerjaan untuk
metode kerja yang kurang tepat. dapat bisa dilaksanakan dengan baik. Sedangkan
c. Kondisi alam yang dapat mempengaruhi hal yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan
keterlambatan dan dapat menunda jadwal proyek adalah : menentukan penjadwalan,
rencana, sehingga perlu dilakukan antisipasi mengukur dan membuat laporan kemajuan,
keadaan. membandingkan kemajuan di lapangan dengan
Metode critical path method (CPM) penjadwalan, dan menentukan akibat yang
merupakan metode yang digunakan dalam proyek ditimbulkan pada akhir penyelesaian. Dengan
yang banyak memiliki ketergantungan di antara adanya hal tersebut diharapkan proyek konstruksi
tahapan pekerjaan. Terminologi dalam metode ini dapat dilaksanakan sesuai dengan yang
adalah sebagai berikut : direncanakan.
1. Aktifitas sebuah kegiatan yang merupakan
bagian dari proyek. Hasil Pelaksanaan
2. Event yang merupakan titik signifikan selama Berdasarkan hasil pelaksanaan proyek,
waktu proyek. Sebuah event merupakan maka dapat di ketahui dan di evaluasi
waktu yang mana suatu aktifitas dapat perkembangan kemajuan prestasi pekerjaan.
diselesaikan atau waktu yang mana aktifitas- Sehingga prestasi rencana dan realisasi pekerjaan
aktifitas seluruhnya selesai. pembangunan gedung salah satu Rumah Sakit di
3. Aktifitas dummy merupakan aktifitas buatan Jawa Tengah adalah sebagai berikut :
dengan nol durasi yang hanya
menggambarkan hubungan diantara kegiatan-
kegiatan. (Irika Widiastuti, 2013).

METODE PENELITIAN
Penelitian ini dilakukan pada pekerjaan
pembangunan gedung di salah satu rumah sakit di
Jawa Tengah, yang dikerjakan oleh penyedia jasa.
Berikut merupakan Diagram Alir Penelitian.
Jurnal NeoTeknika Vol 5 No.1 Juni 2019

Penggunaan metode CPM akan


menghasilkan data – data dari perhitungan dengan
lebih detail dan ini digunakan untuk proyek yang
memiliki banyak ketergantungan di antara
kegiatan. Metode ini di bentuk dengan anak-anak
panah dan lingkaran yang mewakili kegiatan
setiap proyek.
Pada pelaksanaan proyek Rumah Sakit
Mardi Rahayu Kudus, jika dituangkan dalam CPM
dan yang tertuang dalam CPM merupakan sub
pekerjaan tersebut. Adapun berikut merupakan
CPM dari proyek pembangunan RS. Mardi
Rahayu Kudus dengan note sebagai berikut :
A. Pekerjaan persiapan
B. Pekerjaan tanah
C. Pekerjaan pondasi dan tiang pancang
D. Pekerjaan beton
E. Pekerjaan arsitektur lantai 1
F. Pekerjaan aesitektur lantai 2
G. Pekerjaan lantai mezannin
H. Pekerjaan lantai 3
I. Pekerjaan lantai 4
J. Pekerjaan lantai 5 dan lantai atap
K. Pekerjaan MEP dan infrastruktur
L. Pekerjaan SBO
Dengan diagram jaringan kerja dan table
jaringan kerja sebagai berikut :

Kegiatan
Kegiatan Durasi
Kegiatan yang
sebelumnya (minggu)
mengikuti
Sedangkan waktu yang direncanakan dalam A B - 8
perencanaan proyek tersebut kurang mencukupi B C - 12
untuk terselesainya pekerjaan. Untuk itu dilakukan C D,E B 5
penambahan waktu berdasarkan kebutuhan dan D B B 20
koordinasi bersama, maka penambahan waktu di E F,G,K D 5,5
perpanjang 50 hari kalender. Sehingga waktu total F F,G,K E 5,5
yang dibutuhkan adalah 350 hari kalender. Dengan G H E,F 5,5
penambahan waktu tersebut, mengakibatkan H I H 4,5
penyedia jasa harus mengeluarkan biaya yang I L - 4,5
tidak sedikit. Biaya yang diakibatkan J L - 6
perpanjangan waktu tersebut harus di tanggung
K L F.G 45
penuh oleh penyedia jasa.
L - I,J,K 19
Untuk itu penyedia jasa harus tetap fokus
pada pekerjaan – pekerjaan yang dapat
mempengaruhi waktu penyelesaian proyek. Oleh
karena itu penggunaan Critical atht Method
(CPM) sangat diharapkan karena dapat mengurai
kebutuhan waktu pelaksanaan.
Jurnal NeoTeknika Vol 5 No.1 Juni 2019

Dengan jaringan kerja yang sesuai adalah melaksanakan proyek konstruksi mulai dari
sebagai berikut : awal sampai penyelesaian pelaksanaan
pembangunan.
2. Adanya penyesuaian ulang dari time
schedulle rencana dengan time schedulle
perubahan karena perpanjangan waktu
untuk terselesainya semua pekerjaan.
3. Walaupun adanya perpanjangan waktu,
namun tidak mengurangi kualitas dan
kuantitas dari setiap pekerjaan yang
direncanakan.

Saran
Saran yang diberikan adalah untuk dapat
mengoptimalkan waktu pengerjaan proyek
dan tidak adanya terjadi keterlambatan
penyelesaian pekerjaan perlu adanya
informasi yang lebih mengenai proyek
tersebut dan penggunaan metode yang tepat
serta pengendalian yang baik pula.

DAFTAR PUSTAKA

Abrar Husein, 2011, Manajemen Proyek,


Revisi Edisi, Penerbit : Andi Offset
Atkinson. 1994. Manajemen Waktu yang
Efektif. Jakarta: Binarupa Aksara
Adapun pada jaringan kerja di atas dapat
diketahui adanya lintasan kritis atau jalur kritis. Herawati, Y., dkk. 2013. Efektifitas
Lintasan kritis merupakan lintasan yang memiliki Manajemen Waktu Bagi Mahasiswa
rangkaian komponen kegiatan dengan total waktu untuk Meningkatkan Target Akademis
terlama dan menunjukkan kurun waktu pada Politeknik Negeri Sriwijaya.
penyelesaian yang tepat. Sehingga lintasan kritis Palembang: Politeknik Negeri Sriwijaya
ini bagi pelaksana proyek kegiatan yang penting
karena pelaksanaan dan penyelesaian harus tepat Irika Widiastuti, Lenggogeni, 2013,
waktu yang direncanakan. Jika terjadi Manajemen Konstruksi, Penerbit PT.
keterlambatan, maka akan berpengaruh pada Remaja Rosdakarya, 2013
keterlamatan keseluruhan proyek.
Untuk analisis penerapan manajemen waktu Istiawan Dipohusodo, 1996 , Manajemen Proyek
pada proyek pembangunan rumah sakit di Jawa dan Konstruksi, Jilid 2, Penerbit Kanisius
Tengah terjadi lintasan kritis pada kegiatan A, B, (Anggota IKAPI). Yogyakarta
D, G, H, DAN L.
[Link]
KESIMPULAN DAN SARAN berdasarkan-pmbok-5th-edition-th-2013-new-
Kesimpulan edition/
Kesimpulan yang dapat diambil oleh
peneliti pada pembahasan di atas adalah : [Link]
1. Diperlukan manajemen waktu yang lebih [Link]
baik bagi penyedia jasa dalam

Anda mungkin juga menyukai