0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
38 tayangan50 halaman

Grafik dan Penyelesaian Pertidaksamaan Linier

Dokumen tersebut membahas tentang kompetensi dasar dan materi program linier, termasuk pengertian program linier, grafik persamaan dan pertidaksamaan linier dua variabel, daerah penyelesaian pertidaksamaan linier dua variabel, dan menentukan daerah penyelesaian sistem pertidaksamaan linier dua variabel."

Diunggah oleh

mochi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
38 tayangan50 halaman

Grafik dan Penyelesaian Pertidaksamaan Linier

Dokumen tersebut membahas tentang kompetensi dasar dan materi program linier, termasuk pengertian program linier, grafik persamaan dan pertidaksamaan linier dua variabel, daerah penyelesaian pertidaksamaan linier dua variabel, dan menentukan daerah penyelesaian sistem pertidaksamaan linier dua variabel."

Diunggah oleh

mochi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

KOMPETENSI DASAR :

1. Menggambar grafik pertidaksamaan linier dua variabel


� Menentukan daerah penyelesaian pertidaksamaan linier dua variabel
� Menentukan daerah penyelesaian sistem pertidaksamaan linier dua
variabel
2. Menerjemahkan soal cerita menjadi kalimat matematika dan
menentukan daerah penyelesaiannya
3. Menentukan nilai optimum fungsi objektif
Pengertian dan Fungsi Program Linier
� Merupakan metode matematik dalam mengolah sumber daya untuk
mencapai suatu tujuan seperti memaksimumkan keuntungan dan
meminimumkan biaya.
� Diterapkan dalam masalah ekonomi, industri, militer, sosial dan lain-
lain.
� Pada tahap awal, penerapan-penerapan PL banyak dijumpai pada
masalah-masalah militer seperti logistic, transportasi, dan
perbekalan
� Program Linier juga dapat diterapkan dalam masalah-masalah
sektor pemerintah dan swasta. Hasilnya, PL disadari sebagai
pendekatan penyelesaian masalah yang sangat ampuh untuk
analisa keputusan dalam bidang bisnis
� Grafik persamaan dan Pertidaksamaan linier dua variabel
Contoh 1 : 2x + 8y = 16
Penyelesaian :
Jika x = 0 maka 2(0) + 8y = 16
8y = 16
y= 2
Diperoleh titik (x, y) = (0, 2)

Jika y = 0 maka 2x + 8(0) = 16


2x = 16
x= 8
Diperoleh titik (x, y) = (8, 0)

Perhatikan bahwa bidang koordinat sekarang terbagi


menjadi 2 daerah.
� Grafik persamaan dan Pertidaksamaan linier dua variabel
Contoh 1 : 2x + 8y = 16
Jika kita pilih salah satu titik di daerah
biru misal (4, 6) maka :
2x + 8y = 2(4) + 8(6) 2x + 8y > 16
= 8 + 48
= 56 > 16 (4, 6)
Sehingga daerah biru mempunyai
pertidaksamaan 2x + 8y > 16

Jika kita pilih salah satu titik di daerah


orange misal (3, –5) maka :
2x + 8y = 2(3) + 8(– 5)
= 6 – 40
= –34 < 16 2x + 8y < 16 (3, –5)
Sehingga daerah orange
mempunyai pertidaksamaan 2x + 8y
< 16
� Grafik persamaan dan Pertidaksamaan linier dua variabel
Contoh 2 : 4x – 2y = 12
Penyelesaian :
Jika x = 0 maka 4(0) – 2y = 12
– 2y = 12
y = –6
Diperoleh titik (x, y) = (0, –6)

Jika y = 0 maka 4x – 2(0) = 12


4x = 12
x= 3
Diperoleh titik (x, y) = (3, 0)

Perhatikan bahwa bidang koordinat sekarang terbagi


menjadi 2 daerah.
� Grafik persamaan dan Pertidaksamaan linier dua variabel
Contoh 2 : 4x – 2y = 12
Jika kita pilih salah satu titik di daerah
biru misal (–5, –3) maka :
4x – 2y = 4(–5) – 2(–3)
= –20 + 6
= –14 < 12 4x – 22yy < 112
2
Sehingga daerah biru mempunyai
pertidaksamaan 4x – 2y < 12

Jika kita pilih salah satu titik di daerah (6, –1)


orange misal (6, –1) maka : (–5, –3)
4x – 2y = 4(6) – 2(–1)
= 24 + 2
4x – 22yy > 112
2
= 26 > 12
Sehingga daerah orange
4x – 2y > 12
mempunyai pertidaksamaan
� Daerah Penyelesaian Pertidaksamaan Linier Dua Variabel
Contoh 1 : 6x + 2y < 18
Penyelesaian :
Lukis garis dengan persamaan 6x + 2y = 18
Jika x = 0 maka Jika y = 0 maka
6(0) + 2y = 18 6x + 2(0) = 18
2y = 18 6x = 18
y= 9 x= 3
Shg (x, y) = (0, 9) Shg (x, y) = (3, 0)
Perhatikan bahwa bidang koordinat sekarang terbagi
menjadi 2 daerah (kiri dan kanan)
Pilih satu titik di kiri atau di kanan garis.
Misal : Titik (0, 2) yang berada di kiri garis
6x + 2y < 18
6(0) + 2(2) < 18
0 + 4 < 18
4 < 18 Benar

Sehingga daerah penyelesaian di kiri garis


Karena tanda pertidaksamaan tanpa tanda sama dengan (=) maka GARIS PUTUS-PUTUS
� Daerah Penyelesaian Pertidaksamaan Linier Dua Variabel
Contoh 1 : 6x + 2y < 18
Penyelesaian :
Lukis garis dengan persamaan 6x + 2y = 18
Jika x = 0 maka Jika y = 0 maka
6(0) + 2y = 18 6x + 2(0) = 18
2y = 18 6x = 18
y= 9 x= 3
Shg (x, y) = (0, 9) Shg (x, y) = (3, 0)
Perhatikan bahwa bidang koordinat sekarang terbagi
menjadi 2 daerah (kiri dan kanan)
Pilih satu titik di kiri atau di kanan garis.
Misal : Titik (5, 4) yang berada di kanan garis
6x + 2y < 18
6(5) + 2(4) < 18
30 + 8 < 18
38 < 18 Salah

Sehingga daerah penyelesaian di kiri garis


Karena tanda pertidaksamaan tanpa tanda sama dengan (=) maka GARIS PUTUS-PUTUS
� Daerah Penyelesaian Pertidaksamaan Linier Dua Variabel
Contoh 2 : –3x + 2y ≤ 12
Penyelesaian :
Lukis garis dengan persamaan –3x + 2y = 12
Jika x = 0 maka Jika y = 0 maka
–3(0) + 2y = 12 –3x + 2(0) = 12
2y = 12 –3x = 12
y= 6 x= –4
Shg (x, y) = (0, 6) Shg (x, y) = (–4, 0)
Perhatikan bahwa bidang koordinat sekarang terbagi
menjadi 2 daerah (kiri dan kanan)
Pilih satu titik di kiri atau di kanan garis.
Misal : Titik (–2, 10) yang berada di kiri garis
–3x + 2y ≤ 12
–3(–2) + 2(10) ≤ 12
6 + 20 ≤ 12
26 ≤ 12 Salah

Sehingga daerah penyelesaian di kanan garis


� Daerah Penyelesaian Pertidaksamaan Linier Dua Variabel
Contoh 2 : –3x + 2y ≤ 12
Penyelesaian :
Lukis garis dengan persamaan –3x + 2y = 12
Jika x = 0 maka Jika y = 0 maka
–3(0) + 2y = 12 –3x + 2(0) = 12
2y = 12 –3x = 12
y= 6 x= –4
Shg (x, y) = (0, 6) Shg (x, y) = (–4, 0)
Perhatikan bahwa bidang koordinat sekarang terbagi
menjadi 2 daerah (kiri dan kanan)
Pilih satu titik di kiri atau di kanan garis.
Misal : Titik (0, 0) yang berada di kanan garis
–3x + 2y ≤ 12
–3(0) + 2(0) ≤ 12
0 + 0 ≤ 12
0 ≤ 12 Benar

Sehingga daerah penyelesaian di kanan garis


Latihan
Tentukan daerah penyelesaian dari pertidaksamaan :
1. 5x + 3y ≥ 15
2. x – 2y ≤ 10
3. –3x + 4y ≥ 24
4. 3x + 5y ≤ –30
5. x ≥ 3
6. x ≤ 0
7. y ≤ –4
8. y ≥ 0
JAWABAN
Tentukan daerah penyelesaian dari pertidaksamaan :
1. 5x + 3y ≥ 15
2. x – 2y ≤ 10
3. –3x + 4y ≥ 24
4. 3x + 5y ≤ –30
5. x ≥ 3
6. x ≤ 0
7. y ≤ –4
8. y ≥ 0

Kembali ke Latihan
JAWABAN
Tentukan daerah penyelesaian dari pertidaksamaan :
1. 5x + 3y ≥ 15
2. x – 2y ≤ 10
3. –3x + 4y ≥ 24
4. 3x + 5y ≤ –30
5. x ≥ 3
6. x ≤ 0
7. y ≤ –4
8. y ≥ 0

Kembali ke Latihan
JAWABAN
Tentukan daerah penyelesaian dari pertidaksamaan :
1. 5x + 3y ≥ 15
2. x – 2y ≤ 10
3. –3x + 4y ≥ 24
4. 3x + 5y ≤ –30
5. x ≥ 3
6. x ≤ 0
7. y ≤ –4
8. y ≥ 0

Kembali ke Latihan
JAWABAN
Tentukan daerah penyelesaian dari pertidaksamaan :
1. 5x + 3y ≥ 15
2. x – 2y ≤ 10
3. –3x + 4y ≥ 24
4. 3x + 5y ≤ –30
5. x ≥ 3
6. x ≤ 0
7. y ≤ –4
8. y ≥ 0

Kembali ke Latihan
JAWABAN
Tentukan daerah penyelesaian dari pertidaksamaan :
1. 5x + 3y ≥ 15
2. x – 2y ≤ 10
3. –3x + 4y ≥ 24
4. 3x + 5y ≤ –30
5. x ≥ 3
6. x ≤ 0
7. y ≤ –4
8. y ≥ 0

Kembali ke Latihan
JAWABAN
Tentukan daerah penyelesaian dari pertidaksamaan :
1. 5x + 3y ≥ 15
2. x – 2y ≤ 10
3. –3x + 4y ≥ 24
4. 3x + 5y ≤ –30
5. x ≥ 3
6. x ≤ 0
7. y ≤ –4
8. y ≥ 0

Kembali ke Latihan
JAWABAN
Tentukan daerah penyelesaian dari pertidaksamaan :
1. 5x + 3y ≥ 15
2. x – 2y ≤ 10
3. –3x + 4y ≥ 24
4. 3x + 5y ≤ –30
5. x ≥ 3
6. x ≤ 0
7. y ≤ –4
8. y ≥ 0

Kembali ke Latihan
JAWABAN
Tentukan daerah penyelesaian dari pertidaksamaan :
1. 5x + 3y ≥ 15
2. x – 2y ≤ 10
3. –3x + 4y ≥ 24
4. 3x + 5y ≤ –30
5. x ≥ 3
6. x ≤ 0
7. y ≤ –4
8. y ≥ 0

Kembali ke Latihan
Tugas
Tentukan daerah penyelesaian dari pertidaksamaan :
1.
1.5x
2x++ 3y
y ≤≥–815
2.
[Link]––2y
3y≤≥10 –6
3.
3.–3x
–2x++4y3y≥≥24 18
4.
4.3x
–x +– 5y
4y ≤≤ –30
8
5.
[Link]≥≤3–2
6.
[Link]≤≥00
7.
[Link]≤≥–43
8.
[Link]≥≤06

Tugas dikerjakan di kertas folio bergaris dan


Dikumpulkan tanggal 28 Juli 2011 untuk penilaian
� Menentukan Daerah Sistem Pertidaksamaan Linier Dua Variabel
Contoh 1 : Tentukan daerah penyelesaian sistem pertidaksamaan : 2x + y ≥ 8;
Penyelesaian : 5x + 8y ≤ 40;
�Menentukan daerah penyelesaian dari 2x + y ≥ 8 y≥0
x y Titik (0, 0) berada di kiri garis
0 8 2x + y ≥ 8
4 0 2(0) + (0) ≥ 8
0 ≥ 8 Salah
Sehingga daerah penyelesaian di kanan garis

�Menentukan daerah penyelesaian dari 5x + 8y ≤ 40


x y Titik (0, 0) berada di kiri garis
0 5 5x + 8y ≤ 40
8 0 5(0) + 8(0) ≤ 40
0 ≤ Benar
40
Sehingga daerah penyelesaian di kiri garis
@ #
! ! @ ris
�Menentukan daerah penyelesaian dari y ≥ (diatas sumbu x) e t? n ga
0 u w yaka
R ebbanyak.
Daerah penyelesaian dari sistem pertidaksamaan adalah daerah yang diarsir paling an
K
MANAKAH ITU …… ???
� Menentukan Daerah Sistem Pertidaksamaan Linier Dua Variabel
Contoh 1 : Tentukan daerah penyelesaian sistem pertidaksamaan : 2x + y ≥ 8;
5x + 8y ≤ 40;
Penyelesaian : y≥0
�Menentukan daerah penyelesaian dari 2x + y ≥ 8
x y Titik (0, 0) berada di kiri garis
0 8 2x + y ≥ 8
4 0 2(0) + (0) ≥ 8
0 ≥ 8 Salah
Sehingga Arsiran Daerah Penyelesaian di kanan garis
Arsiran Bukan Penyelesaian DI KIRI GARIS
�Menentukan daerah penyelesaian dari 5x + 8y ≤ 40
x y Titik (0, 0) berada di kiri garis
0 5 5x + 8y ≤ 40
8 0 5(0) + 8(0) ≤ 40 DP
0 ≤ Benar
40
Sehingga Arsiran Daerah Penyelesaian di kiri
garis Arsiran BUKAN Penyelesaian DI KANAN GARIS
�Menentukan Arsiran daerah penyelesaian dari y ≥ 0 (di ATAS Sumbu
x) Arsiran BUKAN Penyelesaian DI BAWAH SUMBU X
Daerah penyelesaian dari sistem pertidaksamaan adalah DAERAH YANG TIDAK DIARSIR.
MANAKAH ITU …… ???
� Menentukan Daerah Sistem Pertidaksamaan Linier Dua Variabel
Contoh 2 : Tentukan daerah penyelesaian sistem pertidaksamaan : 4x + 3y ≥ 24;
–3x + 4y ≥ 12;
Penyelesaian : x ≥0
�Menentukan daerah penyelesaian dari 4x + 3y ≥ 24
x y Titik (0, 0) berada di kiri garis
0 8 4x + 3y ≥ 24
6 0 4(0) + 3(0) ≥ 24
0 ≥ 24 Salah
DP
Sehingga daerah penyelesaian di kanan garis
Arsiran DI KIRI GARIS
�Menentukan daerah penyelesaian dari –3x + 4y ≥ 12
x y Titik (0, 0) berada di kanan garis
0 3 –3x + 4y ≥ 12
–4 0 –3(0) + 4(0) ≥ 12
0≥ Salah
12
Sehingga daerah penyelesaian di kiri garis
Arsiran DI KANAN GARIS
�Menentukan daerah penyelesaian dari x ≥ (di KANAN Sumbu x)
0 Arsiran Bukan Penyelesaian DI KIRI SUMBU x
Daerah penyelesaian dari sistem pertidaksamaan adalah DAERAH YANG TIDAK DIARSIR.
MANAKAH ITU …… ???
Latihan 2
Tentukan daerah penyelesaian dari sistem pertidaksamaan berikut :
3x + 2y ≤ 12
1. –x + 2y ≥ 2
x ≥ –1

–3x + 2y ≥ 6
2x + y ≤ 8
2.
x≤0
y≥0
Menentukan persamaan jika diketahui grafiknya
PRETEST

Tentukan persamaan dari garis berikut ini !

3 7

–3
6

–10
5

–8 –4
Menentukan persamaan jika diketahui grafiknya

a = absis pada sumbu x


b = ordinat pada sumbu y
b
Persamaan garisnya :
bx + ay = ab
a

Contoh 1 : Contoh 2 :

4 7

–3

6 Jika sebelah kanan


tanda ”=” dibuat positif
4x + 6y = 4x6 –3x + 7y = –3x7 menjadi
4x + 6y = 24 Sederhanakan ! –3x + 7y = –21
2x + 3y = 12 3x – 7y = 21
Tentukan persamaan garis dari grafik-grafik berikut :
Soal 1 : Soal 2 :
5
–10
–8

5x – 8y = –40 –4x – 10y = 40 –4


–5x + 8y = 40 –2x – 5y = 20

Soal 3: Soal 4:

6 15
Jika sebelah kanan
–3
tanda ”=” dibuat positif
menjadi
12
–3x + 15y = –3x15
6x + 12y = 6x12 –3x + 15y = –45
6x + 12y = 72 Sederhanakan ! –x + 5y = –15
x + 2y = 12 x – 5y = 15
Menentukan Pertidaksamaan jika diketahui daerah penyelesaiannya
Contoh 1:

Persamaan garisnya : Pilih 1 titik di daerah penyelesaian :


4 4x + 8y = 4x8 Misal (0, 5) maka
4x + 8y = 32 x + 2y … 8
x + 2y = 8 0 + 2(5) … 8

8
10 …≥8
Jadi pertidaksamaannya x + 2y ≥ 8

Contoh 2:

Persamaan garisnya : Pilih 1 titik di daerah penyelesaian :


5 5x –10y =5x(–10) Misal (0, 0) maka
5x –10y = –50 –x + 2y … 10
–x + 2y = 10 0 + 2(0) … 10
–10 0…≤ 10
Jadi pertidaksamaannya –x + 2y ≤ 10
Soal 2 :
Soal 1 :
6
–8
–12
–6
–x + 2y ≥ 12 –3x – 4y ≤ 24
x – 2y ≤ –12 3x + 4y ≥ –24
Soal 3: Soal 4:

20
4
–8
12
2x – 5y ≤ 40
x + 3y ≥ 12
–2x + 5y ≥ –40
–x – 3y ≤ –12
Pembahasan
Soal 1 : Pilih 1 titik di daerah penyelesaian :
6 Misal (0, 100) maka
–x + 2y … 12
–0 + 2(100) … 12
–12 ≥ 12
200 …
6x – 12y = –72 Jadi pertidaksamaannya –x + 2y ≥ 12
–x + 2y = 12

Soal 2 :
Pilih 1 titik di daerah penyelesaian :
Misal (0, 0) maka
–8 –3x – 4y … 24
–3(0) – 4(0) … 24
–6x – 8y = 48
–6 0…≤ 24
–3x – 4y = 24 Jadi pertidaksamaannya –3x – 4y ≤ 24
Pembahasan
Soal 3:
Pilih 1 titik di daerah penyelesaian :
Misal (100, 0) maka
4 x + 3y … 12
100 + 3(0) … 12
12 100 …≥ 12
4x + 12y = 4x12 Jadi pertidaksamaannya x + 3y ≥ 12
4x + 12y = 48 Sederhanakan !
x + 3y = 12

Soal 4:
Pilih 1 titik di daerah penyelesaian :
Misal (0, 0) maka
20
x – 5y … 40
–8 0 – 5(0) … 40
–8x + 20y = –8x20 0…≤ 40
–8x + 20y = –160 Jadi pertidaksamaannya x – 5y ≤ 40
–2x + 5y = –40
2x – 5y = 40
Menentukan Sistem Pertidaksamaan jika diketahui daerah
penyelesaiannya
Contoh 1 : �Arsiran I (biru)
Persamaan garisnya 12x + 6y = 72
2x + y = 12
12 pertidaksamannya 2x + y ≤ 12
�Arsiran II (pink)
Persamaan garisnya 5x + 15y = 75
5 x + 3y = 15
pertidaksamannya x + 3y ≤ 15
DP �Arsiran III (kanan sumbu y)
pertidaksamannya x≥0
(0, 0) 6 15
�Arsiran IV (atas sumbu x)
pertidaksamannya y≥0

Jadi sistem pertidaksamaannya adalah : 2x + y ≤ 12


x + 3y ≤ 15
x≥0 Contoh 2
y≥0 Latihan
Menentukan Sistem Pertidaksamaan jika diketahui daerah
penyelesaiannya
Contoh 2 : �Arsiran I (biru)
Persamaan garisnya 10x – 4y = –40
–5x + 2y = 20
10 pertidaksamannya –5x + 2y ≤ 20
�Arsiran II (pink)
DP Persamaan garisnya 6x + 6y = 36
x+y=6
6 pertidaksamannya x+y≥6
�Arsiran III (kanan sumbu y)
pertidaksamannya x≥0
–4 (0, 0) 6
�Arsiran IV (atas sumbu x)
pertidaksamannya y≥0

Jadi sistem pertidaksamaannya adalah : –5x + 2y ≤ 20


x+y≥6
x≥0
y≥0
Latihan
Tentukan sistem pertidaksamaan dari daerah penyelesaian berikut :
Soal 1 : Soal 2 :

5x + 2y ≤ 20 DP 12x + 5y ≥ 60
10 x + 3y ≥ 6 –x + y ≥ 3
x≥0 12 x≥0

DP
3
2

4 6 –3 5
� Menerjemahkan soal cerita menjadi kalimat matematika dan
penyelesaiannya (Pemodelan Matematika)
1. Harga 2 buku tulis dan 2 pulpen Rp 15.000,- dan harga 3 buku tulis dan 4 pulpen
Rp 25.000,-. Tentukan :
a. Model matematikanya
b. Tentukan harga 1 buah buku tulis dan harga 1 buah pulpen !
Penyelesaian :
a. Misal x = harga 1 buku tulis
y = harga 1 pulpen maka :
Harga 2 buku tulis dan 2 pulpen Rp 15.000,- 2x + 2y = 15.000
Model matematika
harga 3 buku tulis dan 4 pulpen Rp 25.000,- 3x + 4y = 25.000
b. Menentukan nilai x dan y dengan eliminasi dan substitusi
2x + 2y = 15.000 x2 4x + 4y = 30.000
3x + 4y = 25.000 x1 3x + 4y = 25.000
x = 5.000 Harga buku tulis
2x + 2y = 15.000
2(5.000) + 2y = 15.000
10.000 + 2y = 15.000 Jadi harga 1 buku tulis Rp 5.000,-
2y = 5.000 Dan harga 1 pulpen Rp 2.500,-
y = 2.500 Harga pulpen
2. Seorang penjahit mempunyai bahan 60 m woll dan 40 m katun. Dari bahan tersebut
akan membuat setelan jas dan rok untuk dijual. Satu setel jas memerlukan 3 m woll
dan 1 meter katun; satu rok memerlukan 2 m woll dan 2 m katun. Tentukan model
matematika dari permasalahan di atas.
Penyelesaian :
Dari kalimat diatas kita dapat membuat tabel sebagai berikut :
Jas Rok Ketersediaan Jika x = Banyaknya Jas
Kain Woll 3m 2m 60 m y = Banyaknya Rok
Kain Katun 1m 2m 40 m

Dari tabel di atas kita dapat membuat model matematika :


3x + 2y ≤ 60 Karena Jas dan rok tidak mungkin < 0
x + 2y ≤ 40 maka perlu ditambahkan : x ≥ 0 dan y ≥ 0
Sehingga model matematika secara lengkap adalah :
3x + 2y ≤ 60
x + 2y ≤ 40
x≥0
y≥0
3. Untuk memenuhi pelanggan, seorang pembuat kue harus membuat minimal 800
kue jenis A dan B. Biaya pembuatan 1 kue jenis A Rp 600,- dan biaya membuat 1
kue jenis B Rp 1.000,- sedangkan ia hanya menyediakan modal Rp 600.000,-.
Tentukan model matematika dari permasalahan di atas.
Penyelesaian :
Dari kalimat diatas kita dapat membuat skema sebagai berikut :
Jika x = Banyaknya kue jenis A
y = Banyaknya kue jenis B

Kalimat Asli Kalimat Matematika


� Kue A dan B dibuat minimal 800 kue x + y ≥ 800
� Jumlah biaya pembuatan kue A dan B maksimal 600x +1000y ≤ 600.000
600.000 Disederhanakan menjadi 3x + 5y ≤ 3.000

Karena Kue A dan B tidak mungkin < 0


maka perlu ditambahkan : x ≥ 0 dan y ≥ 0
Sehingga model matematika secara lengkap adalah :
x + y ≥ 800
3x + 5y ≤ 3000
x≥0
y≥0
Tanda Pertidaksamaan
Tanda
Kata pertidaksamaan
Maksimum ≤
Minimum ≥
Tidak lebih dari ≤
Tidak kurang dari ≥
Latihan Model Matematika
1. Harga roti basah Rp 3.000,00 lebih mahal dari harga roti kering. Ibu Nisa
membayar 34.000,- untuk 3 unit roti basah dan 2 roti kering. Buatlah model
matematika dan tentukan harga roti masing-masing!

2. Pak Budi mempunyai modal Rp 1.000.000,- tetapi ia kebingungan menentukan


jenis dagangannya. Jika ia membeli 100 barang jenis I dan 75 barang jenis II
uangnya sisa Rp 25.000,-. Sedang jika ia membeli 75 barang jenis I dan 100
barang jenis II uangnya sisa Rp 50.000,- Buatlah model matematika dari
masalah tsb.

3. Seorang pedagang menjual buah mangga dan pisang dengan menggunakan


gerobak. Pedagang tersebut membeli mangga dengan harga Rp. 8.000,00/kg
dan pisang Rp. 6.000,00/kg. Modal yang tersedia Rp. 1.200.000,00 dan
gerobaknya hanya dapat memuat mangga dan pisang sebanyak 180 kg.
Tentukan model matematikanya.

4. Untuk menambah penghasilan, seorang ibu setiap harinya memproduksi dua


jenis kue untuk dijual. Setiap kue jenis I modalnya Rp 2000,00, sedangkan
setiap kue jenis II modalnya Rp. 3000,00. Jika modal yang tersedia setiap
harinya adalah Rp 100.000,00 dan paling banyak hanya dapat memproduksi
400 kue, maka tentukan model matematikanya.
� Menentukan nilai Optimum fungsi Objektif

Fungsi Objektif adalah suatu fungsi yang akan


dioptimumkan (maksimum atau minimum).

Bentuk umum dari fungsi Objektif adalah


Z = ax + by

Untuk menentukan nilai optimum fungsi objektif ini,


dapat digunakan dua metode, yaitu :
1. metode uji titik pojok (vertek)
2. metode garis selidik.
CONTOH
1. Untuk membuat roti A diperlukan 200 gr tepung dan 25 gr mentega. Untuk roti B
diperlukan 100 gr tepung dan 50 gr mentega. Tepung yang tersedia hanya 4 kg dan
mentega yang ada 1,25 kg. Maka :
a. Buat model matematika
b. Buat grafiknya
c. Tentukan vertek-verteknya
d. Bila harga roti A Rp 3000,- dan roti B Rp 5000,- tentukan penghasilan maksimum yang
dapat diperoleh !
e. Berapa masing-masing roti harus dibuat agar penghasilan maksimum ?
Penyelesaian :
a. Buat model matematika dengan bantuan tabel sebagai berikut :
Jenis Roti A B Jml Bahan(gr) Jika x = Roti A dan y = Roti B maka :
Tepung (gr) 200 100 4000 200 x + 100 y ≤ 4000 2x + y ≤ 40
Mentega (gr) 25 50 1250 25 x + 50 y ≤ 1250 x + 2y ≤ 50

Karena Roti A dan B tidak mungkin < 0 maka perlu ditambahkan :x ≥ 0 dan y ≥ 0
Sehingga model matematika secara lengkap adalah :
2x + y ≤ 40
x + 2y ≤ 50
x≥0
y≥0
b. Buat grafiknya
2. Untuk
2x + ymembuat
≤ 40 roti A diperlukan 200 gr tepung dan 25 gr mentega. Untuk roti B
diperlukan
x + 2y ≤ 50100 gr tepung dan 50 gr mentega. Tepung yang tersedia hanya 4 kg dan
mentega
x ≥ 0 yang ada 1,25 kg. Maka :
a. Buat
y ≥ 0model matematika
b. Buat grafiknya
b. Buat grafiknya
c. Tentukan vertek-verteknya
d. Bila harga roti A Rp 3000,- dan roti B Rp 5000,- tentukan penghasilan maksimum yang
dapat diperoleh !
e. Berapa masing-masing roti harus dibuat agar penghasilan maksimum ?
Penyelesaian :
a. Buat model matematika dengan bantuan tabel sebagai berikut :
Jenis Roti A B Jml Bahan(gr) Jika x = Roti A dan y = Roti B maka :
Tepung (gr) 200 100 4000 200 x + 100 y ≤ 4000 2x + y ≤ 40
Mentega (gr) 25 50 1250 25 x + 50 y ≤ 1250 x + 2y ≤ 50

Karena Roti A dan B tidak mungkin < 0 maka perlu ditambahkan :x ≥ 0 dan y ≥ 0
Sehingga model matematika secara lengkap adalah :
2x + y ≤ 40
x + 2y ≤ 50
x≥0
y≥0
c.
b. Buat
Menentukan
grafiknya
Vertek-verteknya
2x + y ≤ 40 �Menentukan daerah penyelesaian dari 2x + y ≤ 40
x + 2y ≤ 50 x y Titik (0, 0) berada di kiri garis
x≥0 0 40 2(0) + (0) ≤ 40
y≥0 20 0 0 ≤ 40 Benar
Vertek = titik sudut yang membatasi Sehingga daerah penyelesaian di kiri garis
daerah penyelesaian Arsiran DI KANAN GARIS

�Menentukan daerah penyelesaian dari x + 2y ≤ 50


x y Titik (0, 0) berada di kiri garis
0 25 (0) + 2(0) ≤ 50
40
50 0 0≤ Benar
50
Sehingga daerah penyelesaian di kiri garis
Arsiran DI KANAN GARIS
25
�Menentukan daerah penyelesaian dari x ≥
DP 0 (di kanan sumbu y) Arsiran DI KIRI SUMBU Y
�Menentukan daerah penyelesaian dari y ≥
20 50 0 (di atas sumbu x) Arsiran DI BAWAH SUMBU
X

Daerah penyelesaian dari sistem pertidaksamaan adalah DAERAH YANG TIDAK DIARSIR.
c. Menentukan
d. Bila harga rotiVertek-verteknya
A Rp 3000,- dan roti B Rp 5000,- tentukan penghasilan
maksimum yang dapat diperoleh !
2x + y ≤ 40
x + 2y ≤ 50 Vertek tersebut dapat kita tentukan dengan
x≥0 eliminasi
2x + y = 40 x2 4x + 2y = 80
y≥0 x + 2y = 50 x1 x + 2y = 50
Vertek = titik sudut yang membatasi 3x = 30
daerah penyelesaian x = 10

2x + y = 40
2(10) + y = 40
20 + y = 40
40 y = 20 Diperoleh koordinat (10, 20)

Berapa
(0, 25) koordinatnya ? Jadi didapat vertek-vertek :

(0, 0)
DP (0, 25)
(20, 0)
(0, 0) ( 20 , 0) 50
(10, 20)
d. Bila harga roti A Rp 3000,- dan roti B Rp 5000,- tentukan penghasilan
maksimum yang dapat diperoleh !
Harga roti A Rp 3000,- dan roti B Rp 5000,-
Z = 3000x + 5000y merupakan fungsi
Tentukan objektif
nilai (Z) dari Z dengan
maksimum
(x, y) mensubstitusikan
Z = 3000x + 5000y Z
x dan y dari vertek-vertek
yang telah didapat.
(0, 0) 3000(0) + 5000(0) 0
(0, 25) 3000(0) + 5000(25) 125.000
(20, 0) 3000(20) + 5000(0) 60.000
(10, 20) 3000(10) + 5000(20) 130.000 Penghasilan maksimum
Rp 130.000,-

40 MANA
YANG PALING
BESAR ?
Jadi didapat vertek-vertek :
(0, 25)
(0, 0)
DP (0, 25)
(20, 0)
(0, 0) ( 20 , 0) 50
(10, 20)
d. Bila harga roti A Rp 3000,- dan roti B Rp 5000,- tentukan penghasilan
maksimum yang dapat diperoleh !
Fungsi objektif
Z = 3000x + 5000y
Z
(x, y) Z = 3000x + 5000y Z
(0, 0) 3000(0) + 5000(0) 0
(0, 25) 3000(0) + 5000(25) 125.000
(20, 0) 3000(20) + 5000(0) 60.000
(10, 20) 3000(10) + 5000(20) 130.000 Penghasilan maksimum
Rp 130.000,-

40
e. Berapa masing-masing roti harus dibuat agar
penghasilan maksimum ?

(0, 25) Penghasilan akan maksimum jika dibuat :


Roti jenis A = 10
DP Roti jenis B = 20
(0, 0) ( 20 , 0) 50
Latihan
1. Seorang agen sepeda ingin membeli sepeda minimal 25 buah untuk persediaan,
ia ingin membeli sepeda biasa (jenis I) dg harga Rp 600.000/buah, dan sepeda
balap (jenis II) dg harga Rp 800.000/buah. Ia merencanakan tidak akan
mengeluarkan uang lebih dari Rp. 16.800.000,- Jika keuntungan Rp 100.000 utk
sepeda biasa dan Rp 120.000 utk sepeda balap, berapa keuntungan maksimum
yang dapat diperoleh agen tersebut ?
Langkah pengerjaan : a. Buat model matematika
b. Buat grafiknya
c. Tentukan vertek-verteknya
d. Tentukan fungsi objektif (Z)

2. Seorang pemilik toko ingin mengisi tokonya dengan sepatu pria paling
sedikit 100 pasang dan paling banyak 150 pasang, sepatu wanita paling
sedikit 100 pasang. Toko tersebut hanya dapat memuat 300 pasang
sepatu. Jika keuntungan tiap pasang sepatu pria Rp. 10.000,- dan tiap
pasang sepatu wanita Rp. 5.000,-. Keuntungan terbesar yang dapat
diperoleh adalah ….
x≥4 y ≥ –2

4
–2
y≤5
5
x≤6

Anda mungkin juga menyukai