0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
63 tayangan5 halaman

Pemahaman Sintesis Kimia Obat

Dokumen tersebut membahas tentang praktikum 1 yang berisi pendahuluan mengenai kimia sintesis obat. Terdapat penjelasan mengenai kompetensi dasar, indikator capaian, tujuan praktikum, uraian teori tentang sintesis organik dan contoh reaksi kimia yang digunakan. Juga dijelaskan tahapan pelaksanaan dan evaluasi praktikum beserta soal latihan dan daftar pustaka.

Diunggah oleh

Haruka Tomatsu
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
63 tayangan5 halaman

Pemahaman Sintesis Kimia Obat

Dokumen tersebut membahas tentang praktikum 1 yang berisi pendahuluan mengenai kimia sintesis obat. Terdapat penjelasan mengenai kompetensi dasar, indikator capaian, tujuan praktikum, uraian teori tentang sintesis organik dan contoh reaksi kimia yang digunakan. Juga dijelaskan tahapan pelaksanaan dan evaluasi praktikum beserta soal latihan dan daftar pustaka.

Diunggah oleh

Haruka Tomatsu
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

PRAKTIKUM 1: PENDAHULUAN

1. Kompetensi Dasar
a. Mampu memahami pengertian kimia sintesis obat, proses sintesis obat
b. Mampu memahami metode-metode dalam sintesis
c. Mampu memahami manfaat dari metode sintesis

2. Indikator Capaian
Mahasiswa mampu memahami tentang memahami pengertian kimia sintesis
obat, proses sintesis obat, metode-metode dalam sintesis serta manfaat dari
metode sintesis

3. Tujuan Praktikum
Setelah mengikuti praktikum ini mahasiswa diharapkan mampu:
a. Mampu memahami pengertian kimia sintesis obat, proses sintesis obat
b. Mampu memahami metode-metode dalam sintesis
c. Mampu memahami manfaat dari metode sintesis

4. Uraian Teori
Kata organik merupakan istilah yang digunakan pada awal perkembangan
ilmu kimia (abad-18) yang ditandai oleh adanya pengelompokan senyawa-
senyawa kimia menjadi 2 golongan besar, yaitu senyawa organik dan senyawa
anorganik. Sintesis organik merupakan reaksi dari pembentukan senyawa
organik, baik metabolit primer (fungsinya jelas) maupun metabolit sekunder
(yang fungsinya belum jelas) melalui proses semi sintetik. Sintesa senyawa
organik jauh lebih mudah dilakukan daripada sintesa senyawa anorganik.

Sintesis organik adalah pembangun dari senyawa organik kompleks


dengan bahan awal senyawa sederhana oleh serangkaian reaksi kimia. Di
laboratorium banyak ditemukan senyawa-senyawa organic yang kemudian hari
dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari. Senyawa yang disintesis (hasil
sintesis) di alam disebut produk alami. Alam menyediakan sejumlah besar
senyawa organik dan kebanyakan memiliki sifat kimia dan farmasi yang menarik.
Contoh produk alami termasuk:

12
a. kolesterol, senyawa steroid yang ditemukan di sebagian besar jaringan
tubuh,
b. limonene, senyawa terpene yang ditemukan dalam minyak lemon dan
jeruk,
c. kafein, senyawa purin ditemukan dalam daun teh dan biji kopi,
d. morfin, senyawa alkaloid ditemukan dalam opium

.
Dalam ilmu kimia, sintesis kimia/sintesa organik adalah kegiatan
melakukan reaksi kimia untuk memperoleh suatu produk kimia, ataupun beberapa
produk. Hal ini terjadi berdasarkan peristiwa fisik dan kimia yang melibatkan satu
reaksi atau lebih. Sintesis kimia/sintesa organik adalah suatu proses yang dapat
direproduksi selama kondisi yang diperlukan terpenuhi. Kimia memiliki banyak
aspek, tetapi ada tiga daerah umum: studi struktur material, studi reaksi material,
dan sintesis material.

Dahulunya sintesis dianggap lebih dan atau tidak terlalu teoritis empiris
bila dibandingkan dengan studi struktur dan reaksi. Namun, dengan
berkembangnya struktur dan reaksi, sintesis juga perlahan menjadi lebih
berlandaskan teori dan tersistematisasi. Dalam kimia terdapat beberapa jenis
sintesis yaitu: sintesis anorganik, sintesis organik dan sintesis asimetrik. Pada
sintesis organik, reaksi yang digunakan dapat digolongkan menjadi dua golongan,
yaitu: pembentukan ikatan karbon-karbon dan pengubahan gugus fungsi

Bagi bidang sintesis organik pembentukan ikatan C-C dan pengubahan


gugus fungsi seperti roda kendaraan. Tidak pantas menanyakan mana yang lebih
penting. Berbagai reaksi pembentukan ikatan C-C telah dilaporkan. Berdasarkan
gaya dorong reaksinya, reaksi ini dapat digolongkan atas tiga jenis, kondensasi
aldol, reaksi Grignard dan reaksi Diels-Alder. Pada sintesa organik melibatkan
banyak reaksi-reaksi kimia, antara lain: halogenasi, Nitrasi, Sulfonasi, diazotasi,

13
reaksi Friedel-Crafts yang meliputi reaksi alkilasi dan reaksi asilasi, Reaksi
Substitusi Nukleofilik terhadap senyawa aromatik.

Ahli kimia organik sering melakukan sintesis senyawa dalam


laboratorium. Sintesis itu dapat dilakukan secara sederhana dan langsung atau
dapat dengan cara yang sangat rumit. Sintesis sederhana dan langsung misalnya
pembuatan alkohol sederhana, sedangkan sintesis yang sangat rumit missalnya
sintesis molekul biologi yang komplek (Fessenden & Fessenden, 1994).

Sintesis organik dimulai dengan pemilihan senyawa kimia yang biasa


dikenal dengan sebutan reagen atau reaktan. Proses ini membutuhkan
pengadukan dan dilakukan di suatu wadah reaksi seperti reaktor kimia atau
sebuah labu reaksi sederhana. Beberapa reaksi membutuhkan prosedur tertentu
sebelum menghasilkan produk yang diinginkan. Jumlah produk yang dihasilkan
dalam suatu sintesis kimia dikenal dengan istilah perolehan reaksi (dalam bahasa
Inggris dikenal dengan istilah yield). Umumnya, perolehan reaksi dinyatakan
sebagai berat dalam satuan gram atau sebagai persentase dari jumlah produk yang
secara teoritis dapat dihasilkan.

Dibandingkan dengan sintesis senyawa anorganik, sintesis senyawa


organik jauh lebih sukar. Kelahiran kimia organik dinisbahkan pada sintesis urea
CO(NH2)2 (suatu senyawa organik umum) dengan memanaskan amonium sianat
(senyawa anorganik), pertama dilakukan oleh kimiawan Friedrich Wöhler (1800-
1882). Hanya akhir-akhir ini saja desain dan sintesis senyawa yang diinginkan
mungkin dilakukan.

Hasil-hasil penyelidikan pada waktu itu menyimpulkan bahwa ada


perbedaan yang nyata antara senyawa organik dan anorganik, yaitu bahwa
senyawa organik lebih rumit strukturnya dan mempunyai sifat yang lebih mudah
terbakar daripada senyawa anorganik. Oleh seorang ilmuwan Swedia yang
bernama Berzelius (tahun 1815) dinyatakan bahwa pembentukan senyawa organik
mengikuti hukum-hukum kimia yang berbeda dengan yang berlaku dalam
pembentukan senyawa anorganik. Hal inilah yang melahirkan anggapan bahwa

14
senyawa organik hanya dapat terjadi bila ada pengaruh dari daya yang dimiliki
oleh makhluk hidup (teori vis vitalis). Dengan dasar anggapan semacam itu
maka timbul pandangan bahwa senyawa organik tidak dapat dibuat melalui
eksperimen di laboratorium.

Dengan memperhatikan uraian di atas akhirnya dapat dikemukakan dua


hal penting, yaitu:
a. Cabang dari ilmu kimia yang secara khusus mempelajari hal-hal yang
berkaitan dengan senyawa organik dinamakan kimia organik,
b. Pengertian senyawa organik pada waktu sekarang berbeda dengan
pengertian semula, dalam arti bahwa senyawa organik bukan hanya
senyawa yang dihasilkan oleh makhluk hidup.
Dalam suatu sintesa kimia, terdapat kemungkinan adanya reaksi samping yang
menghasilkan produk yang tidak diinginkan. Reaksi samping menyebabkan
turunnya perolehan produk yang diinginkan. Bila menginginkan produk dengan
kemurnian yang tinggi, tahap pemurnian perlu dilakukan dengan melakukan
proses pemisahan.

Namun, tiga tantangan yang harus dipenuhi dalam merancang sebuah


sintesis untuk senyawa tertentu:
a. kerangka atom karbon atau kerangka yang ditemukan di kompleks yang
diinginkan harus dirakit (disusun);
b. gugus fungsional yang menjadi ciri senyawa yang diinginkan harus
diperkenalkan atau dirubah (difranformasikan) dari gugus lain pada posisi
yang tepat, dan
c. jika pusat stereogenik muncul, mereka harus diperbaiki dengan cara yang
tepat.

5. Pelaksanaan Praktikum
Ceramah dan diskusi
6. Evaluasi
Pre test dan Post test

15
7. Soal Latihan
a. Apa yang dimaksud dengan sintesis senyawa organik?
b. Apa perbedaan sintesis dan isolasi bahan alam, sebutkan kelebihan dan
kekurangan masing-masing
c. Faktor apa saja yang menjadi peranan penting keberhasilan sintesis
senyawa organik?
d. Reaksi apa saja yang banyak digunakan pada sintesis senyawa organik?

8. Daftar Pustaka
a. Moffat, A. C., Ed. Clarke’s Isolation And Identification Of Drugs in
Pharmaceutical, body fluids and post-mortem materials, second edition,
1986, The Pharmaceutical Press, London.
b. Reksohadiprodjo, M.S. 1975. Kuliah dan Praktika Kimia Farmasi
Preparatif. Yogyakarta. Toko Buku Gunung Agung.
c. Kar, Ashutosh. 2007. Medicinal Chemistry. 4th edition. New Age
International.
d. Li, Jie Jack. 2004. Contemporary Drug Synthesis. A John wiley & sons,
inc., publication
e. Fessenden & Fessenden, 1982, Kimia Organik Jilid 2 Edisi III, Erlangga,
Jakarta.

16

Anda mungkin juga menyukai