DAYA TERIMA KUE PUKIS DENGAN SUBSTITUSI TEPUNG
PANGI (Pangium edule reinw)
DISUSUN
NURUL ANNISA
PO.[Link].1.032
KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA
JURUSAN GIZI POLITEKNIK KESEHATAN MAKASSAR
PROGRAM STUDI D3 GIZI
TAHUN 2019
DAYA TERIMA KUE PUKIS DENGAN SUBSTITUSI TEPUNG
PANGI (Pangium edule reinw)
DISUSUN
NURUL ANNISA
PO.[Link].1.032
Tugas Akhir
Diajukan pada Ujian Tugas Akhir
Sebagai Salah Satu Syarat untuk Menyelesaikan Pendidikan Program D3 Gizi
Tahun Akademik 2018/2019
KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA
JURUSAN GIZI POLITEKNIK KESEHATAN MAKASSAR
PROGRAM STUDI DIPLOMA-3 GIZI
MAKASSAR
2019
i
ii
RINGKASAN
NURUL ANNISA. “Daya Terima Kue Pukis dengan Substitusi Tepung Pangi
(Pangium edule reinw)” (dibimbing oleh Rudy Hartono dan Hijrah Asikin)
Pangi merupakan salah satu tumbuhan dimana semua bagian
tanaman dapat dimanfaatkan salah satunya sebagai kebutuhan pangan (Sari
& Suhartati, 2015). Biji pangi dapat dibuat minyak goreng (minyak kepayang)
dan memiliki sifat anti bakteri. Kulit bagian dalam pangi (dagingnya) dapat
diolah menjadi sayur, bumbu dapur dan makanan ringan (Parissing, 2015).
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya terima kue pukis
dengan substitusi tepung pagi.
Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Panelis dari
penelitian ini terdiri dari 20 orang Mahasiswa Jurusan Gizi Poltekkes
Kemenkes Makassar. Penilaian berdasarkan aspek warna, aroma, tekstur
dan rasa dari produk pukis dengan substitusi tepung pangi 15%, 20% dan
25% dengan kriteria suka, cukup suka, kurang suka, dan tidak suka.
Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa daya terima pukis
dengan substitusi tepung pangi dari segi aspek warna pada konsentrasi 15%
yaitu suka sebanyak 40,0% , aspek aroma pada konsentrasi 20% yaitu suka
sebanyak 65,0%, aspek tekstur pada konsentrasi 20% yaitu suka sebanyak
90,0%, dan pada aspek rasa pada konsentrasi 20% yaitu suka sebanyak
75,0%. Daya terima pukis dengan substitusi tepung pangi yang menunjukkan
tingkat kesukaan tertinggi yaitu pada konsentrasi 20%.
Sebaiknya pada penelitian selanjutnya dilakukan penelitian
penyimpanan untuk mengetahui daya simpan dan analisis nilai gizi kue pukis
dengan substitusi tepung pangi untuk mengetahui kandungan gizi produk.
.
Kata kunci : Daya terima, pukis, pangi
DaftarPustaka : 16 (2004 – 2019)
iii
KATA PENGANTAR
Bismillahirrahmanirahiim
Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT atas segala
limpahan rahmat dan karunia-Nya yang telah memberikan kesehatan dan
kesempatan sehingga penulis mampu menyelesaikan proposal yang berjudul
“Daya Terima Kue Pukis dengan Substitusi Tepung Pangi (Pangium edule
reinw)”. Pada kesempatan ini penulis menyampaikan terimakasih kepada:
1. Dr. Ir. H. Agustian Ipa [Link] selaku Direktur Poltekkes Kemenkes
Makassar.
2. Dr. Nadimin, SKM, [Link] selaku Ketua Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes
Makassar.
3. Dr. Rudy Hartono, SKM, [Link], dan Hijrah Asikin, S,SiT, [Link]
masing-masing selaku pembimbing utama dan pembimbing pendamping
yang telah banyak membantu dalam penyelesaian proposal ini.
4. Seluruh Staf Dosen dan Staf Administrasi Jurusan Gizi Poltekkes
Kemenkes Makassar yang telah memberi bantuan moril bagi penulis, baik
dalam proses pendidikan maupun dalam penyusunan proposal ini.
5. Sahabat-sahabat yang telah bersedia bertukar pikiran hingga proposal
saya selesai.
iv
6. Terkhusus kepada kedua orang tua serta keluarga yang telah mendukung
dan mendoakan saya selama pengerjaan proposal ini.
Penulis menyadari bahwa sepenuhnya proposal ini masih jauh dari
kesempurnaan, oleh karena itu diharapkan kritikan dan saran yang bersifat
membangun demi perbaikan proposal ini. Semoga proposal ini dapat
bermanfaat bagi pembaca pada umumnya dan terkhusus bagi penulis.
Makassar, 18 Juni 2019
Penulis
v
DAFTAR ISI
Halaman
HALAMAN JUDUL ...................................................................................... i
LEMBAR PENGESAHAN .......................................................................... ii
RINGKASAN ............................................................................................ iii
KATA PENGANTAR ................................................................................. iv
DAFTAR ISI .............................................................................................. vi
DAFTAR TABEL ..................................................................................... viii
DAFTAR GRAFIK ..................................................................................... ix
DAFTAR LAMPIRAN ................................................................................. x
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang ............................................................................ 1
B. Rumusan Masalah ...................................................................... 4
C. Tujuan Penelitian ........................................................................ 4
D. Manfaat Penelitian ...................................................................... 5
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
[Link] ........................................................................................... 6
[Link] Buah Pangi ................................................................... 11
[Link] Pukis .................................................................................. 12
[Link] Terima .............................................................................. 18
BAB III KERANGKA KONSEP
A. Dasar Pemikiran ....................................................................... 23
B. Kerangka Konsep ..................................................................... 23
vi
[Link] Variabel ..................................................................... 24
BAB IV METODE PENELITIAN
A. Jenis Penelitian ......................................................................... 25
[Link] dan Tempat Penelitian .................................................... 25
[Link] Pengumpulan Data ........................................................... 30
D. Pengolahan dan Analisis Data ................................................. 31
BAB V HASIL DAN PEMBAHASAAN
A. Hasil Penelitian ......................................................................... 32
B. Pembahasan ............................................................................. 40
BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan ............................................................................... 45
B. Saran ........................................................................................ 45
DAFTAR PUSTAKA. ............................................................................... 46
LAMPIRAN.............................................................................................. 48
vii
DAFTAR TABEL
Tabel.1Kandungan Gizi Daging Biji Pangi Segar per 100 gram ...............11
Tabel.2 Komposisi Rata-rata Kandungan Kue Pukis per Buah ................13
Tabel.3 Formula Kue Pukis Bahan Dasar Tepung ...................................13
Tabel.4 Komposisi Kandungan Gizi TepungTerigu per 100 gram ............15
Tabel.5 Bahan Kue Pukis dengan Subtitusi Tepung Pangi ......................27
Tabel.6 Persentase Daya Terima Kue Pukis dengan Substitusi Tepung
Pangi Berdasarkan Aspek Warna .............................................32
Tabel.7 Persentase Daya Terima Kue Pukis dengan Substitusi Tepung
Pangi Berdasarkan Aspek Aroma .............................................34
Tabel.8 Persentase Daya Terima Kue Pukis dengan Substitusi Tepung
Pangi Berdasarkan Aspek Tekstur ............................................36
Tabel.9 Persentase Daya Terima Kue Pukis dengan Substitusi Tepung
Pangi Berdasarkan Aspek Rasa................................................38
viii
DAFTAR GRAFIK
Grafik.1 Distribusi Rata-rata Panelis Terhadap Warna Kue Pukis dengan
Substitusi Tepung Pangi .............................................................33
Grafik.2 Distribusi Rata-rata Panelis Terhadap Aroma Kue Pukis dengan
Substitusi Tepung Pangi .............................................................35
Grafik.3 Distribusi Rata-rata Panelis Terhadap Tekstur Kue Pukis dengan
Substitusi Tepung Pangi .............................................................37
Grafik.4 Distribusi Rata-rata Panelis Terhadap Rasa Kue Pukis dengan
Substitusi Tepung Pangi .............................................................39
ix
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran.1 Surat Izin Penelitian .............................................................. 48
Lampiran.2 Kuesioner Penelitian ............................................................. 50
Lampiran.3 Master Tabel Penelitian ........................................................ 51
Lampiran. 4 Hasil Analisis Data Penelitian ............................................... 53
Lampiran.5 Dokumentasi ......................................................................... 59
x
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Indonesia merupakan negara dengan luas hutan hujan tropis
terbesar keempat di dunia setelah Brazil, Kongo dan Peru, serta
terletak di daerah khatulistiwa dengan iklim tropis yang memiliki
musim hujan dan musim kemarau. Kawasan yang berada di daerah
sekitar khatulistiwa memiliki hutan hujan tropis dengan
keanekaragaman jenis tumbuhan yang sangat tinggi.
Hutan memiliki peran penting bagi kehidupan manusia,
terutama bagi masyarakat yang bermukim di sekitar hutan. Hutan
merupakan salah satu sumber pencaharian untuk kebutuhan
pangan (Sari & Suhartati, 2015).
Pangi merupakan salah satu tumbuhan dimana semua
bagian tanaman dapat dimanfaatkan salah satunya sebagai
kebutuhan pangan (Sari & Suhartati, 2015). Biji pangi dapat dibuat
minyak goreng (minyak kepayang) dan memiliki sifat anti bakteri.
Kulit bagian dalam pangi (dagingnya) dapat diolah menjadi
sayur,bumbu dapur dan makanan ringan (Parissing, 2015).
Kandungan dari buah pangi terdiri dari: protein, lemak, karbohidrat,
vitamin C, ion besi, betakaroten, asam glorat, fosfor dan tanin yang
merupakan polifenol alami (Agustine, dkk. 2017).
1
Tumbuhan pangi ini termasuk dalam family Flacourtiaceae,
spesies Pangium edule reinwyang tersebar di wilayah Malesia,
(Malaysia, Indonesia dan Papua Nugini) (Sari & Suhartati, 2015).
Usaha pengolahan pangandalam pembuatan makanan ringan atau
cemilan sudah banyak beredar yang mempunyai rasa, warna, dan
tampilan yang berbeda-beda mulai dari makanan tradisional sampai
dengan makanan modern.
Pada penelitian sebelumnya telah dibuat dodol pangi
dengan konsentrasi 25%, 50% dan 75% daging biji pangi dengan
uji daya terima. Dodol buah terbuat dari daging buah matang yang
dihancurkan, kemudian dimasak dengan penambahan gula dan
bahan makanan lainnya, seperti santan, tepung ketan, tepung
tapioka, tepung hungkue, bahan pewarna makanan, maupun bahan
pengawet. Berdasarkan hasil uji daya terima aspek warna, aroma
dan rasa yang paling banyak disukai yaitu pada penambahan 75%
daging biji pangi, dan aspek tekstur yang paling banyak disukai
yaitu pada penambahan 50% daging biji pangi (Awildana Rabiatul,
2017).
Kue pukis merupakan cemilan tradisional yang berasal dari
Kabupaten Banyumas di Jawa Tengah yang sudah tersebar ke
daerah Surabaya, Jakarta bahkan seluruh Nusantara. Kue pukis
sendiri dibuat dengan adonan yang berasal dari tepung terigu, gula
2
pasir, telur, santan, dan ragi. Diaduk menjadi satu lalu dituangkan
ke dalam cetakan pukis dan dipanggang.
Terbatasnya teknik pengolahan buah pangi yang hanya
dikonsumsi sebagai bahan makanan dalam bentuk bumbu pada
masakan dan dibuat sayur. Disamping itu, dalam kehidupan sehari-
hari masyarakat kurang memanfaatkannya menjadi produk yang
bernilai ekonomis. Dengan melakukan substitusi tepung pangi yang
diolah menjadi kue pukis diharapkan dapat meningkatkan citra
buah pangi dalam kualitas dan kuantitasnya. Pencampuran tepung
terigu dan tepung pangi diharapkan dapat mengurangi
ketergantungan terhadap tepung terigu yang merupakan bahan
impor dan menduduki porsi terbesar dalam pembuatan kue pukis.
Salah satu program pemerintah adalah revitalisasi
penganekaragaman berbasis pangan lokal. Oleh karena itu peneliti
berinisiatif mewujudkan program tersebut dengan membuat olahan
pangan lokal daerah Kabupaten Enrekang yang disebut buah
pangi. Sebagai salah satu alternatif dalam pengolahan buah pangi
agar lebih disukai dan diminati masyarakat dibuat dalam bentuk
tepung pangi pada adonan kue pukis. Dengan penambahan tepung
pangi maka akan memperkaya kandungan zat gizi yang ada pada
kue pukis tersebut.
3
Dari uraian diatas maka dilakukan penelitian mengenai daya
terima pukis dengan penambahan tepung pangi (Pangium edule
reinw).
B. Rumusan masalah
Bagaimana daya terima pukis dengan substitusi tepung pangi.
C. Tujuan penelitian
1. Tujuan Umum
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya terima kuepukis
dengan substitusi tepung pangi.
2. Tujuan Khusus
Adapun tujuan khusus dari penelitian ini :
a. Untuk mengetahui daya terima kue pukis dengan substitusi
tepung pangi dengan konsentrasi 15%, 20% dan 25%
berdasarkan aspek warna.
b. Untuk mengetahui daya terima kue pukis dengan substitusi
tepung pangi dengan konsentrasi 15%, 20% dan 25%
berdasarkan aspek rasa.
c. Untuk mengetahui daya terima kue pukis dengan substitusi
tepung pangi dengan konsentrasi 15%, 20% dan 25%
berdasarkan aspek aroma.
d. Untuk mengetahui daya terima kue pukis dengan substitusi
tepung pangi dengan konsentrasi 15%, 20% dan 25%
berdasarkan aspek tekstur.
4
D. Manfaat Penelitian
1. Manfaat bagi peneliti
Mengaplikasikan ilmu pengetahuan dan teknologi khususnya
ilmu teknologi pangan selama pendidikan serta menambah
wawasan dalam ilmu gizi.
2. Manfaat bagi peneliti lain
Dapat memberikan informasi dan sebagai acuan dasar bagi
peneliti selanjutnya.
3. Bagi Masyarakat
Dapat memberikan informasi dan pengetahuan tentang
pembuatan pukis dengan substitusi tepung pangi.
5
BAB III
KERANGKA KONSEP
A. Dasar Pemikiran
Kue pukis dengan substitusitepung pangi merupakan produk
olahan kue pukis biasa tetapi dimodifikasi dengan penambahan
tepung [Link] buah pangi adalah tepung yang dibuat dari
buah pangi dimana bagian yang diambil yaitu bagian biji buah
pangi yang masih segar yang dikeringkan kemudian digiling,
sehingga dilakukan membuat produk kue pukis dengan
penambahan tepung pangi.
B. Kerangka Konsep
Penambahan
tepung pangi
15%
Daya
terima
kue pukis
Penambahan pangi
tepung pangi Kue pukis pangi
20% Warna
Rasa
Aroma
Tekstur
Penambahan
tepung pangi
25%
23
C. Klasifikasi Variabel
1. Variabel berpengaruh : Tepung pangi
2. Variabel terpengaruh : Daya terima
24
BAB IV
METODE PENELITIAN
A. Jenis Penelitian
1. Jenis Penelitian
Jenis penelitian ini adalah laboratorium.
B. Waktu dan Tempat Penelitian
1. Waktu Penelitian
Waktu penelitian dilakukan pada bulan Desember 2018– Mei
2019.
2. Tempat penelitian
Tempat penelitian dilakukan di Kampus Jurusan Gizi
Poltekkes Makassar.
3. Alat dan Bahan Pembuatan Tepung Pangi
a. Alat
1) Pisau
2) Baskom
3) Blender
4) Ayakan
b. Bahan
1) Daging biji pangi
4. Prosedur kerja pembuatan tepung pangi
25
a. Penelitian ini dimulai dari prosedur pembuatan tepung
pangi (Purnamasari, 2013) :
1) Pangi dicuci bersih.
2) Pangi dipotong kecil-kecil.
3) Pangi di blanching sampai 5 menit pada suhu 100o C.
4) Pangi dimasukkan ke dalam oven pengering dengan
suhu 60o C.
5) Pangi kering digiling sampai menjadi tepung.
6) Tepung pangi diayak.
7) Tepung pangi telah jadi.
Diagram alir pembuatan tepung pangi
Pangi kualitas baik
Pencucian
Pengecilan Ukuran
Blanching dengan suhu perebusan 100o
Pengeringan dengan suhu oven 60o C
Penggilingan
Pengepungan dan pengayakan
Tepung Pangi
26
b. Proses pembuatan kue pukis dengan substitusi tepung
pangi :
1) Alat :
a) Timbangan Makanan
b) Sendok
c) Baskom kecil
d) Mixer
e) Cetakan kue
f) Gelas ukur
g) Saringan
2) Bahan yang digunakan pada penelitian ini yaitu:
Tabel 5
Bahan kue pukis dengan substitusi tepung Pangi
Tepung pangi Tepung pangi Tepung pangi
15% 20% 25%
Tepung terigu Tepung terigu Tepung terigu
212,5 g 200 g 187,5 g
Tepung pangi Tepung pangi Tepung pangi
37,5 g 50 g 62,5 g
Gula pasir 200 g Gula pasir 200 g Gula pasir 200 g
Telur 3 butir Telur 3 butir Telur 3 butir
Santan 300 ml Santan 300 ml Santan 300 ml
Ragi 1 sdm Ragi 1 sdm Ragi 1 sdm
Vanili 1 sdt Vanili 1 sdt Vanili 1 sdt
Air hangat 50 ml Air hangat 50 ml Air hangat 50 ml
27
3) Prosedur kerja
a) 1 sdt ragi dilarutkan dengan 50 ml air hangat,
diamkan ±10 menit hingga berbusa.
b) Telur dan gula pasir dikocok hingga berwarna putih
dan mengembang.
c) Tepung terigu 212,5 gram, 200 gram, 187,5 gram
dan tepung pangi 37,5 gram, 50 gram, 62,5 gram
dengan konsentrasi 15%, 20%, 25% yang telah di
ayak dimasukkan kedalam kocokan telur dan gula
putih, aduk rata. Santan 300 ml, vanili 1 sdt dan
ragi dimasukkan ke dalam adonan, tutup dengan
lap basah dan diamkan ± 30 menit.
d) Adonan diaduk agar gelemung-gelembung adonan
menghilang.
e) Cetakan pukis dioleskan dengan margarin atau
minyak goreng. Adonan dimasukkan ke dalam
cetakan dan tutup. Masak hingga matang.
28
Diagram alir pembuatan kue pukis dengan substitusi tepung
pangi
Ragi 1 sdm, 50 ml air hangat
Dilarutkan
Telur 3 butir, gula pasir 200 gram
Dimixer
Formula I (15%) Formula II (20%) Formula III (25%)
Masukkan tepung terigu dan tepung tepung pangi
Aduk
Tambahkan santan dan vanili
Aduk
Diamkan ± 30 menit
Panggang
Pukis Tepung Pangi
29
C. Jenis dan Pengumpulan Data
1. Jenis Data
Data primer yang diperoleh dalam penelitian ini adalah data
primer yaitu daya terima terhadap kue pukis pangi. Formulir
daya terima berisi 4 aspek penilaian yaitu warna, aroma,
rasa dan tekstur.
2. Cara pengumpulan data
a. Tahap-tahap dalam penelitian ini adalah :
1) Persiapan
a) Pembuatan tepung pangi
b) Pembuatan kue pukis penambahan tepung pangi
2) Daya Terima
a) Sebelum penelitian dilakukan, terlebih dahulu
produk yang akan dinilai diletakkan dalam wadah.
b) Formulir penelitian dan produk yang akan dinilai
diletakkan di meja panelis.
c) Panelis berjumlah 20 orang, diberikan penjelasan
singkat sehubungan dengan yang akan dinilai.
d) Panelis diberi minum air putih dan waktu selama ±
15 menit untuk menilai produk.
b. Kriteria panelis
1) Panelis konsumen terdiri dari mahasiswa lebih
mampu mengenal warna, aroma, rasa dan tekstur.
30
2) Panelis terdiri dari mahasiswa Jurusan Gizi Poltekkes
Makassar sebanyak 20 orang.
3) Panelis memahami atribut yang akan dinilai.
4) Panelis dalam keadaan sehat.
D. Pengolahan dan Analisis Data
1. Pengolahan Data
Data yang telah dikumpul dikelompokkan dan diolah secara
manual dengan kalkulator dan aplikasi SPSS.
2. Penyajian Data
Disajikan dalam bentuk narasi dan tabel.
3. Analisis data
Hasil uji daya terima ditabulasi dalam tabel kemudian
dianalisis dengan uji deskriptif.
31
BAB V
HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian
1. Daya Terima
a. Aspek Warna
Daya terima masyarakat terhadap aspek warna pukis
dengan substitusi tepung pangi berbagai konsentrasi
memiliki nilai yang bervariasi menunjukkan bahwa panelis
memiliki kesan yang berbeda-beda dengan demikian
diperoleh sangat beragam. Tingkat kesukaan panelis
terhadap warna dapat dilihat pada tabel 6.
Tabel 6
Persentase daya terima kue pukis dengan substitusi tepung
pangi berdasarkan aspek warna
15% 20% 25%
Warna P
n (%) N (%) n (%)
Tidak suka 2 10,0 1 5 0 0
Kurang suka 10 50,0 3 15,0 1 5
0,006
Cukup suka 6 30,0 9 45,0 11 55,0
Suka 2 10,0 7 35,0 8 40,0
Jumlah 20 100 20 100 20 100
Sumber : Data Primer, 2019
Uji Friedman
Tabel 6 menunjukkan penilaian panelis terhadap daya
terima pukis dengan subtitusi tepung pangi pada
konsentrasi 15% pada kategori tidak suka 2 panelis
32
(10,0%), kurang suka 10 panelis (50,0%), cukup suka 6
panelis (30,0%), dan suka 2 panelis (10,0%). Konsentrasi
20% pada kategori tidak suka 1 (5,0%), kurang suka 3
panelis (15,0%), cukup suka 9 panelis (45,0%), dan suka 7
panelis (35,0%). Konsentrasi 25% pada kategori kurang
suka 1 panelis (5,0%), cukup suka 11 panelis (55,0%), dan
suka 8 panelis (40,0%).
Hasil analisis uji Friedman menunjukkan nilai P<0,05
(0,006), yang berarti terdapat perbedaan kesukaan warna
pukis di setiap konsentrasi tepung pangi, sehingga
dilakukan uji lanjut. Berdasarkan uji lanjut Wilcoxon, P<0,05
(0,032) yang menunjukkan perbedaan pada konsentrasi
15% dengan 20%, dan P<0,05 (0,003) yang menunjukkan
perbedaan pada konsentrasi 15% dengan 25%.
3.5
3 3
3
2.5 2
2
1.5
1
0.5
0
konsentrasi konsentrasi konsentrasi
15% 20% 25%
WARNA
Grafik 1. Distribusi rata-rata panelis terhadap warna kue
pukis dengan substitusi tepung pangi.
33
Grafik 1 menunjukkan hasil analisis deskiriptif
berdasarkan aspek warna terhadap kue pukis dengan nilai
median yang diperoleh dengan konsentrasi 15% yaitu 2,
konsentrasi 20% dan 25% dengan nilai median 3.
b. Aspek Aroma
Daya terima masyarakat terhadap aspek aroma pukis
dengan substitusi tepung pangi berbagai konsentrasi
memiliki nilai yang bervariasi menunjukkan bahwa panelis
memiliki kesan yang berbeda-beda dengan demikian
diperoleh sangat beragam. Tingkat kesukaan panelis
terhadap aroma dapat dilihat pada tabel 7.
Tabel 7
Persentase daya terima kue pukis dengan substitusi
tepung pangi berdasarkan aspek aroma
15% 20% 25%
Aroma p
n (%) N (%) n (%)
Tidak suka 1 5,0 0 0 2 10,0
Kurang
7 35,0 7 35,0 5 25,0
suka 0,856
Cukup suka 7 35,0 11 55,0 9 45,0
Suka 5 25,0 2 10,0 4 20,0
Jumlah 20 100 20 100 20 100
Sumber : Data Primer, 2019
Uji Friedman
Tabel 7 menunjukkan penilaian panelis terhadap
daya terima pukis dengan substitusi tepung pangi pada
34
konsentrasi 15% dengan kategori tidak suka 1 panelis
(5,0%), kurang suka 7 panelis (35,0%), cukup suka 7
panelis (35,0%), dan suka 5panelis (25,0%). Konsentrasi
20% pada dengan kategori suka 2 panelis (10,0%), cukup
suka 11 panelis (55,0%), dan kurang suka 7 panelis
(35,0%). Konsentrasi 25 dengan kategori tidak suka 2
panelis (10,0%), kurang suka 5 panelis (25,0%), cukup
suka 9 panelis (45,0%), dan suka 4panelis (20,0%).
Hasil analisis uji Friedman menunjukkan nilai
P>0,05 (0,856), yang berarti tidak terdapat perbedaan
kesukaan aroma pukis di setiap konsentrasi tepung pangi,
sehingga tidak dilakukan uji lanjut.
3.5
3 3 3
3
2.5
1.5
0.5
0
Konsentrasi 15% Konsentrasi 20% Konsentrasi 25%
AROMA
Grafik 2. Distribusi rata-rata panelis terhadap aroma kue
pukis dengan substitusi tepung pangi.
35
Grafik 2 menunjukkan hasil analisis uji deskriptif
berdasarkan aspek aroma terhadap kue pukis pada
konsentrasi 15% , 20% dan 25% diperoleh nilai median
yang sama yaitu 3.
c. Aspek Tekstur
Daya terima masyarakat terhadap aspek tekstur
pukis dengan substitusi tepung pangi berbagai konsentrasi
memiliki nilai yang bervariasi menunjukkan bahwa panelis
memiliki kesan yang berbeda-beda dengan demikian
diperoleh sangat beragam. Tingkat kesukaan panelis
terhadap tekstur dapat dilihat pada tabel 8.
Tabel 8
Persentase daya terima kue pukis dengan substitusi
tepung pangi berdasarkan aspek tekstur
15% 20% 25%
Tekstur p
n (%) n (%) n (%)
Tidak suka 0 0 1 5,0 1 5,0
Kurang suka 5 25,0 1 5,0 2 10,0
0,406
Cukup suka 6 30,0 11 55,0 7 35,0
Suka 9 45,0 7 35,0 10 50,0
Jumlah 20 100 20 100 20 100
Sumber : Data Primer, 2019
Uji Friedman
Tabel 8 menunjukkan penilaian panelis terhadap
daya terima pukis dengan substitusi tepung pangi pada
konsentrasi 15% dengan kategori kurang suka 5 panelis
36
(25,0%), cukup suka 6 panelis (30,0%), dan suka 9 panelis
(45,0%). Konsentrasi 20% dengan kategori tidak suka 1
(5,0%), kurang suka 1 panelis (5,0%), cukup suka 1
panelis (5,0%), dan suka 9 panelis (45,0%). Konsentrasi
25% dengan kategori tidak suka 1 panelis (5,0%), kurang
suka 2 panelis (10,0%), cukup suka 7 panelis (35,0%), dan
suka 10 panelis (50,0%).
Hasil analisis uji Friedman menunjukkan nilai P>0,05
(0,406), yang berarti tidak terdapat perbedaan kesukaan
tekstur pukis di setiap konsentrasi tepung pangi, sehingga
tidak dilakukan uji lanjut.
3.6 3.5
3.5
3.4
3.3
3.2
3.1 3 3
3
2.9
2.8
2.7
Konsentrasi 15% Konsentrasi 20% Konsentrasi 25%
TEKSTUR
Grafik 3. Distribusi rata-rata panelis terhadap tekstur kue
pukis dengan substitusi tepung pangi.
Grafik 3 menunjukkan hasil analisis uji deskriptif
berdasarkan aspek tektur terhadap kue pukis dengan nilai
37
median yang didapatkan pada konsentrasi 15% dan 20%
yaitu 3 dan konsentrasi 25% yaitu 3,5.
d. Aspek Rasa
Daya terima masyarakat terhadap aspek rasa pukis
dengan substitusi tepung pangi berbagai konsentrasi
memiliki nilai yang bervariasi menunjukkan bahwa panelis
memiliki kesan yang berbeda-beda dengan demikian
diperoleh sangat beragam. Tingkat kesukaan panelis
terhadap rasadapat dilihat pada tabel 9.
Tabel 9
Persentase daya terima kue pukis dengan subtitusi tepung
pangi berdasarkan aspek aasa
15% 20% 25%
Rasa p
n (%) n (%) n (%)
Tidak suka 3 15,0 2 10,0 3 10,0
Kurang suka 4 20,0 3 15,0 5 25,0
0,602
Cukup suka 6 30,0 12 60,0 4 20,0
Suka 7 35,0 3 15,0 5 40,0
Jumlah 20 100 20 100 20 100
Sumber : Data Primer, 2019
Uji Friedman
Tabel 9 menunjukkan penilaian panelis terhadap
daya terima pukis dengan substitusi tepung pangi pada
konsentrasi 15% dengan kategori tidak suka 3 panelis
(15,0%), kurang suka 4 panelis (20,0%), cukup suka 6
panelis (30,0%), dan suka 7panelis (35,0%). Konsentrasi
38
20% dengan kategori tidak suka 2 panelis (10,0%), kurang
suka 3 panelis (15,0%), cukup suka 12 panelis (60,0%),
dan suka 3panelis (15,0%). Konsentrasi 25% dengan
kategori tidak suka 3 panelis (15,0%), kurang suka 5
panelis (25,0%), cukup suka 4 panelis (20,0%), dan suka 9
panelis (40,0%).
Hasil analisis uji Friedman menunjukkan nilai P>0,05
(0,602), yang berarti tidak terdapat perbedaan kesukaan
rasa pukis di setiap konsentrasi tepung pangi, sehingga
tidak dilakukan uji lanjut.
3.5
3 3 3
3
2.5
2
1.5
1
0.5
0
Konsentrasi 15% Konsentrasi 20% Konsentrasi 25%
RASA
Grafik 4. Distribusi rata-rata panelis terhadap rasa kue pukis
dengan substitusi tepung pangi.
Grafik 4 menunjukkan hasil analisis uji deskriptif berdasarkan
aspek rasa terhadap kue pukis diperoleh nilai median yang
sama pada konsentrasi 15%, 20% dan 25% yaitu 3.
39
B. Pembahasan
Hasil penelitian utama adalah kue pukis dengan substitusi
tepung pangi konsentrasi 15%, 20%, dan 25%. Masing-masing kue
pukis dengan konsentrasi yang berbeda diuji daya terimanya
berdasarkan 4 aspek yakni warna, aroma, tekstur, dan rasa. Uji
daya terima dilakukan oleh panelis sebanyak 20 orang yakni
mahasiswa Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Makassar, Panelis
mengisi formulis penilaian organoleptik.
1. Warna
Faktor yang sangat penting dalam mengelola makanan
antara lain warna. Warna merupakan hal yang pertama kali
mempengaruhi sesorang untuk menentukan suka atau tidak
suka terhadap makanan tersebut. Penilaian warna yang
berbeda lebih banyak melibatkan panca indra yaitu mata
dengan melihat secara langsung. Pancaran sinar yang keluar
dari produk langsung ke retina mata dan mempengaruhi sistem
sensorik untuk melihat atau memilih serta menentukan warna
yang menarik untuk dipilih (Winarno, 2004).
Berdasarkan hasil uji daya terima terhadap aspek warna
pukis dengan substitusi tepung pangi menunjukkan bahwa
tingkat kesukaan tertinggi adalah konsentrasi 25% yang terdiri
40
dari cukup suka sebanyak 55,0% dan suka sebanyak 40,0%.
Hal ini dikarenakan pukis dengan konsentrasi 25% warna yang
dihasilkan lebih kecoklatan.
Hasil penelitian Tria Andriani 2019 tentang pukis ekstrak
daun kelor menunjukkan bahwa produk terbaik dengan
penambahan 5% ekstrak daun kelor dan 100% sari daun kelor.
Dari hasil penelitian terhadap produk pukis daun kelor diperoleh
bahwa dengan penambahan ekstrak daun kelor sebanyak 5%
dapat diterima oleh konsumen.
Setelah uji statistik, pukis dengan substitusi tepung pangi
15%, 20% dan 25%nilai signifikan berdasarkan aspek warna
yaitu P<0,05 (0,006), yang berarti bahwa terdapat perbedaan
dari semua konsentrasi sehingga dilakukan uji lanjut.
Berdasarkan uji lanjut Wilcoxon, P<0,05 (0,032) yang
menunjukkan perbedaan pada konsentrasi 15% dengan 20%,
danP<0,05 (0,003) yang menunjukkan perbedaan pada
konsentrasi 15% dengan 25%.
2. Aroma
Hal yang mempengaruhi daya terima konsumen terhadap
suatu produk adalah dari segi aroma. Aroma adalah bau yang
ditimbulkan oleh rangsangan kimia yang tercium oleh syaraf-
syaraf alfaktori yang berada dalam rongga hidung ketika
makanan masuk ke dalam mulut (Winarno, 2004).
41
Berdasarkan hasil uji daya terima terhadap aspek aroma
pukis dengan substitusi tepung pangi menunjukkan bahwa
tingkat kesukaan tertinggi adalah konsentrasi 20% yang terdiri
dari cukup suka 55,0% dan suka 10,0%. Hal ini dikarenakan
tepung pangi konsentrasi 20% menghasilkan aroma khas
seperti minyak kelapa.
Setelah uji statistik, pada umumnya pukis dengan
substitusi tepung pangi 15%, 20% dan 25% nilai signifikan
berdasarkan aspek aroma yaitu P>0,05 (0,856), yang berarti
tidak terdapat perbedaan dari semua konsentrasi.
Dari hasil penelitian Tria Andriani (2019) tentang pukis
ekstrak daun kelor menunjukkan bahwa produk pukis daun kelor
diperoleh dengan penambahan ekstrak daun kelor sebanyak
5% dapat diterima oleh konsumen.
3. Tekstur
Tekstur merupakan gambaran yang memperlihatkan
kekuatan suatu produk untuk mempertahankan suatu tekanan.
Tekstur dari suatu produk makanan dipengaruhi oleh bahan
dasar dari perlakuan selama proses dan pengolahan, di mana
tekstur mempengaruhi cita rasa yang ditimbulkan oleh bahan
tersebut (Winarno, 2004).
Berdasarkan hasil uji daya terima terhadap aspek tekstur
pukis dengan substitusi tepung pangi menunjukkan bahwa
42
tingkat kesukaan tertinggi adalah konsentrasi 20% terdiri dari
cukup suka 55,0% dan suka 35,0%. Dari hasil penelitian Tria
Andriani 2019 tentang pukis ekstrak daun kelor menunjukkan
bahwa produk pukis daun kelor diperoleh dengan penambahan
ekstrak daun kelor sebanyak 5% dapat diterima oleh
konsumen.
Hasil uji statistik, menunjukkan nilai signifikan berdasarkan
aspek aroma yaitu P>0,05 (0,406), yang berarti tidak terdapat
perbedaan kesukaan tekstur pukis di setiap konsentrasi tepung
pangi, sehingga tidak dilakukan uji lanjut. Hal ini dikarenakan
penambahan tepung pangi pada konsentrasi 20% menghasilkan
pukis yang memiliki tekstur yang empuk.
4. Rasa
Cita rasa pada bahan pangan terdiri dari 3 komponen,
antara lain bau, rasa, dan ransangan mulut. Rasa merupakan
salah satu aspek penting dalam menentukan kualitas rasa dari
makanan yaitu indra pengecap. Setiap orang memiliki batas
kepekaan yang berbeda-beda, dengan kata lain rasa dan selera
setiap orang berbeda (Winarno, 2004).
Berdasarkan hasil uji daya terima terhadap aspek rasa
pukis dengan substitusi tepung pangi menunjukkan bahwa
tingkat kesukaan tertinggi adalah konsentrasi 20% yang terdiri
dari cukup suka 60,0% dan suka 15,0%. Hasil penelitian Tria
43
Andriani 2019 tentang pukis ekstrak daun kelor menunjukkan
bahwa produk terbaik dengan penambahan 5% ekstrak daun
kelor dan 100% sari daun kelor. Dari hasil penelitian terhadap
produk pukis daun kelor diperoleh bahwa dengan penambahan
ekstrak daun kelor sebanyak 5% dapat diterima oleh
konsumen.
Hasil uji statistik, menunjukkan nilai signifikan
berdasarkan aspek rasa yaitu nilai P>0,05 (0,602), yang berarti
tidak terdapat perbedaan kesukaan rasa pukis di setiap
konsentrasi tepung pangi, sehingga tidak dilakukan uji lanjut.
44
BAB VI
KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
1. Daya terima kue pukis dengan substitusi tepung pangi
terhadap aspek warna menunjukkan tingkat kesukaan
tertinggi yaitu pada konsentrasi 15%.
2. Daya terima kue pukis dengan substitusi tepung pangi
terhadap aspek aroma menunjukkan tingkat kesukaan
tertinggi yaitu pada konsentrasi 20%.
3. Daya terima kue pukis dengan substitusi tepung pangi
terhadap aspek tekstur menunjukkan tingkat kesukaan
tertinggi yaitu pada konsentrasi 20%.
4. Daya terima kue pukis dengan substitusi tepung pangi
terhadap aspek rasa menunjukkan tingkat kesukaan
tertinggi yaitu pada konsentrasi 20%.
5. Daya terima kue pukis dengan substitusi tepung pangi
yang menunjukkan tingkat kesukaan tertinggi yaitu pada
konsentrasi 20%.
B. Saran
1. Sebaiknya pada penelitian selanjutnya dilakukan
penelitian penyimpanan untuk mengetahui daya simpan
dan analisis nilai gizi kue pukis dengan substitusi tepung
pangi untuk mengetahui kandungan gizi produk.
45
DAFTAR PUSTAKA
Agustine, Cindy. (2017). Bahan Tambahan Pangan, Kluwak. Jakarta.
Aliem, I.M. 1995. Dalam Agoes Nuroso. 2015. Teori Pastry. Akademi
Kesejahteraan Sosial Tarakanita. Yogyakarta.
Aprianti, D. (2012). Aktifitas Antibakteri Ekstrak Biji Picung (pangium edule
reinw) dan Pengaruhnya Terhadap Stabilitas Fisika Kimia. Skripsi.
Program Studi Kimia. Fakultas Sains dan teknologi. Universitas
Islam Negeri Syarif Hidayatullah. Jakarta.
Arini, D.I.D. (2012). Potensi Pangi (pangium edule reinw) Sebagai Bahan
Pengawet Alami dan Prospek Pengembangannya di Sulawesi
Utara. Balai Penelitian Kehutanan Manado, Vol. 2, No. 2, Hal. 103-
113.
Astuti. (2001). Dalam Rabiatul Awildana. 2017. Daya Terima Dodol
dengan Penambahan Daging Biji Pangi. Jurusan Gizi. Makassar.
Awildana, Rabiatul. (2017). Daya Terima Dodol dengan Penambahan
Daging Biji Pangi. Jurusan Gizi. Makassar.
Buckle KA, RA Edwars, GH Fleet, M Wooton. (2010). Ilmu Pangan
penerjemah: Hari Purnomo dan Adiono. Jakarta.; Universitas
Indonesia Press.
Feryanto, Agung. (2007). Membuat Tepung Secara Sederhana. Klaten;
Saka Mitra Kompetensi.
Heruwati, Sri, Endang (2007). Pengawetan Ikan Segar Menggunakan Biji
Picung. Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan
Perikanan Vol. 2 No. 1.
Heryanto, N.M dan E. Subiandono. (2008). Etiologi Pohon Kluwak/Pakem
(pangium edule reinw). Taman Nasional Meru Betiri, Jawa Timur.
Buletin Plasma Nutfah, Vol. 14, No. 1, Hal. 33-42.
Irmansyah. J dan Kusnadi. (2009). Sifat listrik telur ayam kampung selama
penyimpanan. Media Peternakan 32 (1) : 22-30
Koswara, S. 2009. Teknologi Pengolahan Beras (Teori dan Praktek).
Produksi [Link]. Akses Tanggal 22 Oktober 2012,
Tembilahan.
46
Larasati, Anggi. (2015). Pengaruh Proporsi Pasta Ubi Jalar Ungu
(ipomoea batalas L) dan Tepung Terigu Terhadap Kualitas Fisik,
Kimia dan Organoleptik Kue Pukis. Skripsi. Jurusan Ilmu dan
Teknologi Pangan. Universitas Muhammadiyah Malang.
Lijas. (2011). Dalam Irmayani. (2015). Daya Terima dan Kandungan Cake
Subtitusi Dangke dan Labu Kuning. Karya Tulis. Jurusan Gizi
Politeknik Kesehatan Makassar.
Muchtadi, et al. 2003. Teknologi Proses Pengolahan Pangan. Institut
Pertanian Bogor. Hal 97.
Nisa, Z. (2013). Bioper (Bio-Pangium edulis Reinw) : Insektisida Nabati
Pembasmi Hama yang Praktis, Ekonomis dan Ramah Lingkungan.
Program Studi Pendidikan Biologi. Jurusan Biologi. Fakultas
Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Universitas Negeri
Semarang. Semarang.
Nuroso, Agoes. (2015). Kue Pukis Dari Tepung Kembang Tahu. Jakarta.
Oz, Jeolong. (2014). Pembuatan Kue Pukis. Akses tanggal 7 Januari
2019.
Paran, Sangkan. (2009). 100 Tip Anti Gagal Bikin Roti, Cake dan Kue
Kering. Kawan Pustaka. Jakarta.
Parissing, S, Christina. (2015) Pangi (Kepayang) Tanaman Istimewa.
Jakarta
Purnamasari, Riska. (2013). Pengaruh Subtitusi Tepung Buah Pare
(Momordica charantia L) Terhadap Daya Terima Brownies Kukus.
Jurusan Gizi. Makassar.
Sari. R, Suhartati. (2015). Pangi (Pangium edule Reinw) sebagai
Tanaman Serbaguna dan Sumber Pangan. Info teknis EBONI.
Volume 12.
Tirto, King. (2012). Kluwak (Pangium edule reinw). Jakarta.
Winarno, F. G., (2004). Kimia Pangan dan Gizi. Gramedia Pustaka Utama,
Jakarta.
Zakaria, dkk. (2009). Pedoman Praktikum Ilmu Teknologi Pangan.
Poltekkes Jurusan Gizi Makassar.
47
LAMPIRAN
Lampiran 1
48
49
Lampiran 2. Kuesioner
DAYA TERIMA KUE PUKIS DENGAN SUBSTITUSI TEPUNG PANGI
Nama :
Tanggal :
Produk : Kue Pukis Tepung Pangi
Petunjuk :
Dihadapan saudara disajikan tiga sampel kue pukis tepung pangi. Lalu
saudara diminta untuk mencicipi dan menilai berdasarkan atas kesukaan
saudara terhadap sampel tersebut dengan memberikan tanda cek (√)
pada kolom yang tersedia.
Cara Penilaian :
Saudara minum air putih yang telah disediakan terlebih dahulu. Mulai
mencicipi sampel yang disajikan lalu menilai sampel tersebut dengan
mengisi kolom yang tersedia. Setiap selesai mencicipi satu sampel, harap
berkumur terlebih dahulu dengan air putih yang telah disediakan
kemudian lanjutkan dengan mencicipi sampel berikutnya.
NO TINGKAT BOBOT SAMPEL
KESUKAAN 123 231 321
1. Warna
a. Suka 4
b. Cukup suka 3
c. Kurang suka 2
d. Tidak suka 1
2. Aroma
a. Suka 4
b. Cukup suka 3
c. Kurang suka 2
d. Tidak suka 1
3. Tekstur
a. Suka 4
b. Cukup suka 3
c. Kurang suka 2
d. Tidak suka 1
4. Rasa
a. Suka 4
b. Cukup suka 3
c. Kurang suka 2
d. Tidak suka 1
50
Lampiran 3
MASTER TABEL PENELITIAN
Formulasi Warna Aroma Tekstur Rasa
1 2 3 4 4
1 3 2 2 1
1 2 4 4 4
1 4 3 4 3
1 2 3 3 3
1 2 2 2 1
1 3 2 3 1
1 4 3 4 4
1 2 3 3 3
1 2 3 4 3
1 3 2 2 2
1 2 1 4 2
1 2 4 2 3
1 3 4 2 3
1 3 3 3 2
1 2 2 3 4
1 1 2 3 2
1 1 2 4 4
1 2 4 4 4
1 3 4 4 4
2 3 2 3 2
2 2 3 1 1
2 4 3 3 3
2 4 3 4 2
2 4 2 3 2
2 3 2 2 1
2 1 3 3 3
2 3 2 4 3
2 2 3 3 3
2 3 3 3 4
2 3 3 4 4
2 4 2 4 3
2 3 4 3 3
2 3 3 4 3
2 4 3 3 3
2 3 3 3 3
2 4 2 3 3
2 3 2 3 3
2 4 4 4 4
51
2 2 3 4 3
3 4 1 4 2
3 3 2 3 1
3 3 3 2 2
3 3 2 4 2
3 3 3 3 4
3 3 2 3 2
3 3 3 4 3
3 3 2 4 3
3 2 3 3 3
3 3 3 1 1
3 4 3 3 3
3 4 3 4 4
3 3 4 3 4
3 4 3 4 4
3 3 1 3 1
3 4 4 4 4
3 4 4 4 4
3 4 2 2 4
3 3 4 4 2
3 4 3 4 4
Keterangan :
1 : Tidak suka
2 : Kurang suka
3 : Cukup suka
4 : Suka
Formulasi 1 : 15%
Formulasi 2 : 20%
Formulasi 3 : 25%
52
Lampiran 4
Data Analisis Penelitian
53
54
55
56
57
58
Lampiran 5
Dokumentasi
Proses pengeringan buah pangi
Buah pangi yang Buah pangi Buah pangi yang
telah di cuci berisih dikeringkan sudah kering
lalu di Blanching
Tepung pangi
59
Proses pembuatan kue pukis tepung pangi
Tepung terigu Tepung pangi Telur
Santan Gula Pasir Ragi & Vanili
Telur, gula pasir dimixer hingga mengembang
60
Tepung terigu dan tepung pangi Santan, vanili dan ragi dimasukkan
dimasukkan ke dalam adonan ke dalam adonan, aduk.
Pemanggangan kue pukis Kue pukis tepung pangi
tepung pangi
61
Penelitian
62