100% menganggap dokumen ini bermanfaat (2 suara)
236 tayangan20 halaman

Parafrase Buku Manajemen Pendidikan Islam

Dokumen tersebut memberikan ringkasan singkat tentang beberapa bab dari buku manajemen pendidikan karakter karya Hendri Handoko. Ringkasannya mencakup: 1) Definisi pendidikan sebagai upaya untuk mengembangkan potensi manusia secara mental, moral, dan fisik. 2) Manajemen pendidikan adalah aktivitas memadukan sumber daya untuk mencapai tujuan pendidikan. 3) Perencanaan (planning) adalah kegiatan pengamb

Diunggah oleh

Fahmi Legawa
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (2 suara)
236 tayangan20 halaman

Parafrase Buku Manajemen Pendidikan Islam

Dokumen tersebut memberikan ringkasan singkat tentang beberapa bab dari buku manajemen pendidikan karakter karya Hendri Handoko. Ringkasannya mencakup: 1) Definisi pendidikan sebagai upaya untuk mengembangkan potensi manusia secara mental, moral, dan fisik. 2) Manajemen pendidikan adalah aktivitas memadukan sumber daya untuk mencapai tujuan pendidikan. 3) Perencanaan (planning) adalah kegiatan pengamb

Diunggah oleh

Fahmi Legawa
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

TUGAS MEMBUAT PARAFRASE

JUDUL BUKU
(MANAJEMEN PENDIDIKAN KARAKTER)
Dosen Pengampu: Hendri Handoko, M. Pd.

Disusun oleh:
HADHONA FATMAH SYAKIRA
NIM : 2008105052

JURUSAN TADRIS MATEMATIKA


FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN (FITK)
INSTITUT AGAMA ISLAN NEGERI (IAIN) SYEKH NURJATI CIREBON
2020
PARAFRASE

JUDUL BUKU
(MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM)
Penulis:
Dr (C). Irjuz Indrawan [Link].I.,[Link].I dkk

BAB I
(HAKIKAT MANUSIA)

1. Kalimat Asli : “ Manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa, secara
kodrati dianugerahkan hak dasar yang disebut hak HP asasi tanpa perbedaan antara
satu dengan yang lainnya.
Parafrase : “ Tuhan Yang Maha Esa menciptakan mahkluk yang secara
hakikatnya diberi suatu kebebasan yang didapat sejak lahir bahkan sebelum lahir yang
tidak membedakan antara satu dengan lainnya biasanya dikenal dengan sebutan hak
asasi manusia. ” Surya (Indrawan, 2020:3)

2. Kalimat Asli : Keinginan hendak mengetahui kebenaran merupakan salah satu dari
gerak asli pikiran manusia, demikian menurut S. Takdir Alisjahbana. Kebenaran dari
dunia yang dilihat, didengar, dan dipikirkan merupakan kebenaran yang hendak dicari
oleh manusia. Manusia belum puas dengan kenyataan yang dihadapinya secara
langsung dengan panca inderanya. Ia mencari kebenaran yang tersembunyi
dibaliknya. Manusia akan berusaha mendapatkan kebenaran yang ia cari dengan
pengetahuan yang dimilikinya.³
Parafrase : “ Kedudukan asli pikiran manusia diantaranya ialah rasa keingin
tahuan mengenai kebenaran. Takdir Alisjahbana berpendapat mengenai hal tersebut
bahwa Kebenaran yang selama ini dicari dan ditelusuri oleh kebanyakan manusia
ialah kebenaran yang berkaitan dengan dunia yang keberadaannya dapat dilihat,
didengar oleh indra dan dapat dipikirkan.. Namun demikian manusia biasanya tidak
puas dengan apa yang didapatkan atau yang terekam oleh panca inderanya. Biasanya
ia akan terus mencari kebenaran yang berada dibaliknya. Ia akan selalu mencari
dengan gigih hingga ia menemukan kebenaran yang selama ini ia cari dengan
kemampuannya sendirii. (Indrawan, 2020 : 5)

3. Kalimat Asli: “ Faktor lingkungan ikut berperan dalam pembentukan kharakteristik


yang khas dari [Link] lingkungan merujuk pada lingkungan fisik dan
lingkungan [Link] fisik seperti kondisi alam sekitarnya, baik itu
lingkungan buatan seperti tempat tinggal (rumah) dan lingkungan bukan buatan.
Lingkungan sosial merujuk pada lingkungan dimana seseorang individu melakukan
interaksi sosial.
Parafrase : “ Karakteristik Manusia bisa disebabkan oleh faktor lingkungan dan
sudah menjadi hal yang sering ditemukan atau terjadi karena sangat memiliki
pengaruh dalam pembentukan karakter seseorang, adapun sebutan lingkungan bisa
meliputi lingkungan sosial maupun lingkungan fisik. Lingkungan fisik itu sendiri
ialah tempat dimana seorang individu Berhubungan dengan manusia lainnya. Dan
adapun maksud dari lingkungan fisik ialah suatu wilayah yang kita tinggali atau
kondisi alam sekitar contoh sederhananya rumah atau lingkungan yang bisa
diciptakan oleh seseorang.” Setiadi (dalam Indrawan, 2020 : 6)

4. Kalimat Asli : “ Manusia dikatakan sebagai makhluk sosial juga dikarenakan pada
diri manusia ada dorongan untuk berhubungan (Berinteraksi) dengan orang [Link]
kebutuhan sosial (Social need) untuk hidup berkelompok dengan orang lain. Ada
kebutuhan sosial (Social need) untuk hidup berkelompok dengan orang lain. Manusia
berbeda dengan hewan, untuk mempertahankan hidupnya ia dibekali dengan akal.
Insting yang dimiliki manusia sangat terbatas, ketika bayi lahir misalnya, ia hanya
memiliki insting menangis, jika bayi lapar maka ia akan menangis, kedinginan pun ia
akan menangis, pipis pun ia akan menangis. Manusia memiliki potensi akal untuk
mempertahankan hidupnya. Namun potensi yang ada dalam diri manusia itu hanya
mungkin berkembang bila ia hidup dan belajar ditengah-tengah manusia.
Parafrase : “Adanya keinginan untuk melakukan hubungan atau komunikasi
dengan oranglain menjadikan salah satu ciri manusia sebagai mahkluk social dan
terciptanya kebutuhan sosial antara dirinya dengan oranglain. Manusia bisa bertahan
hidup menggunakan akalnya yang sudah tertanam dalam dirinya berbeda dengan
hewan yang tidak dibekali akal. Naluri yang dimiliki setiap individu sangatlah
terbatas, saat masih bayi dilahirkan, ia hanya bisa menangis, ketika ia merasa haus
atau hanya sekedar pipis pun ia akan menangis. Akal digunakan sebagai potensi
manusia untuk bisa bertahan hidup dan potensi akan bisa dikembangkan jika ia
belajar dan beriteraksi disekitar manusia lainnya.” Setiadi (Indrawan, 2020 : 7)

BAB II
(MANAJEMEN PENDIDIKAN)

1. Kalimat Asli : “Pendidikan adalah segala upaya, latihan dan sebagainya untuk
menumbuh kembangkan segala potensi yang ada dalam diri manusia baik secara
mental, moral dan fisik untuk menghasilkan manusia yang dewasa dan bertanggung
jawab sebagai makhluk yang berbudi luhur. Pendidikan sebagai usaha membina dan
mengembangkan peribadi manusia dari aspek-aspek rohaniah dan jasmaniah juga
harus berlangsung secara bertahap.”
Parafrase : “ Adanya Usaha, Latihan, dan lainnya yang diciptakan untuk
mengembangkan potensi yang dimiliki oleh manusia seperti pada batin, moral dan
jasmani untuk menjadikan manusia lebih dewasa dan bertanggungjawab sebagai insan
yang bijaksana biasanya disebut dengan pendidikan. Pendidikan memiliki fungsi
membina dan mengembangkan sisi kerohaniah (Mental) dan jasmaniah (Fisik) yang
berlangsung dengan melewati beberapa tahapan.” Arifin (dalam Indrawan, 2020 : 14)

2. Kalimat Asli : “Manajemen pendidikan dapat juga diartikan sebagai aktifitas yang
memadukan sumber-sumber pendidikan agar terpusat dalam usaha mencapai tujuan
pendidikan yang telah ditentukan. Sedangkan Sondang P. Siagian mengartikan
manajemen sebagai kemampuan atau keterampilan untuk memperoleh suatu hasil
dalam rangka mencapai tujuan melalui kegiatan-kegiatan orang lain. ¹³
Parafrase : “ Manajemen pendidikan bisa didefinisikan dengan kata lain yaitu
kegiatan menggabungkan sumber pendidikan menjadikan fokus utama untuk
mencapai tujuan pendidikan ada . Menurut Sondang P Siagian mendefiniskan
manajemen sebagai kemampuan atau keterampilan untuk mencapai tujuan melalu
kegiatan yang dilakukan individu lain.” Siagian (Indrawan, 2020 : 14)
3. Kalimat Asli : “Planning adalah aktivitas pengambilan keputusan mengenai sasaran
apa yang akan dicapai, tindakan apa yang akan diambil dalam rangka pencapaian
tujuan dan siapa yang akan melaksanakan tugas-tugasnya. Dalam dunia pendidikan,
perencanaan merupakan pedoman yang harus dibuat dan dilaksanakan sehingga usaha
pencapaian tujuan lembaga itu dapat efektif dan efisien.¹6
Parafrase : “Perencanaan (Planning) yaitu kegiatan untuk mengambil suatu
keputusan berisi tentang sasaran yang akan dicapai, usaha pencapaian tujuan dan
mengenai siapa yang akan melaksanakan tugasnya . Dalam ruang lingkup pendidikan,
planning ialah ketetapan atau petunjuk yang harus dibuat dan dilaksanakan guna
mencapai tujuan lembaga agar lebih efektif dan efisien. Kurniadi (Indrawan, 2020 :
16)

4. Kalimat Asli: “Organisasi diartikan sebagai kumpulan orang dengan sistem kerja
sama untuk mencapai tujuan bersama. Dalam sistem kerja sama secara jelas diatur
siapa yang menjalankan apa, siapa bertanggung jawab atas siapa, arus komunikasi dan
memfokuskan sumber daya pada tujuan. Pengorganisasian adalah proses, membagi
kerja kedalam tugas-tugas yang lebih kecil, membebankan tugas-tugas itu kepada
orang yang sesuai dengan kemampuannya, dan mengalokasikan sumber daya, serta
mengkoordinasikannya dalam rangka efektifitas pencapaian tujuan organisasi.¹8
Parafrase : “ Organisasi adalah kumpulan dari orang yang memiliki tujuan yang
sama dan berkerja dengan bersama-sama. Adapun dalam sistem bekerja sama dengan
jelas sudah ditetapkan siapa yang menjalankan dan siapa yang bertanggung jawab,
arah komunikasi dan meluruskan sumber daya terhadap tujuan utama. Proses
mengefisienkan tugas kedalam yang lebih kecil, memberikan tugas sesuai
kemampuannya dan mangatur sumber daya, serta mengaturnya dalam bidang
efektifitas pencapaian tujuan organisasi. Fattah (Indrawan,2020 : 17)

BAB III
(ORGANISASI DALAM PENDIDIKAN)

1. Kalimat Asli : “Organisasi di pandang sebagai rangkaian herarki kedudukan jabatan


yang menggambarkan secara jelas garis wewenang dan tanggung jawab dan
organisasi di pandang sebagai alat pencapaian tujuan telah di tentukan. Atas dasar
inilah dapat di katakan bahwa organisasi dalam arti statis adalah wadah tempat
penyelenggaraan berbagai kegiatan dengan penggambaran yang jelas tentang hierarki
kedudukan, jabatan, serta jaringan saluran wewenang dan pertanggungjawaban.
Parafrase : “ Organisasi adalah serangkaian herarki yang garis wenang dan
tanggung jawab sangan jelas adanya sebagai media atau wadah untuk menuju kepada
tujuan bersama yang telah di tentukan. Dengan begitu Organisasi memiliki arti statis
ialah tempat terselenggaranya kegiatan dengan rangkaian yang jelas, jabatan serta
wewenang dan tanggung jawab. (Indrawan, 2020 : 24)

2. Kalimat Asli : “Organisasi informal merupakan sisi lain yang berada dalam
organisasi formal yang mempengaruhi tumbuh kembangnya hubungan dan aktivitas
antara orang-orang didalam organisasi yang tidak diatur di dalam struktur organisasi.
Organisasi ini terbentuk dari tingkah laku, perasaan, hasrat, dan hubungan yang
bersifat pribadi antara orang-orang.
Parafrase : “Organisasi ini ada dalam bentuk tingkah laku, perasaan, hasrat dan
hubungan yang bersifat pribadi antara orang tertentu. Sisi lain yang mempemgaruhi
perkembangan hubungan dengan aktifitas diantara orang-orang dalam berorganisasi
yang tidak diatur dalam struktur organisai merupakan organisasi informal. (Indrawan,
2020 : 25 )”

3. Kalimat Asli : “Ciri-ciri yang dapat dilihat antara lain organisasinya besar dan
bersifat komplek, daerah kerjanya luas, jumlah kariyawannya banyak, hubungan kerja
bersifat langsung makin mengecil, pimpinan dan karyawan tidak lagi semuanya saling
mengenal dan terdapat spesialisasi tugas diantara para pegawainya.
Parafrase : “Adanya suatu organisasi yang besar, komplek, wilayah kerja luas,
karyawan yang berjumlah banyak, hubungan kerja yang mengecil namun bersifat
langsung, pemimpin dengan karyawan tidak saling mengenal, dan terdapat
keistimewaan antara satu pegawai dengan pegawai lainnya, itu merupakan ciri dari
suatu organisasi garis dan staf. (Indrawan, 2020 : 26)

4. Kalimat Asli : “kekuasaan imbalan (reward power), didasarkan kepada kemampuan


untuk memberi imbalan kepada orang lain. Makin besar kekuasaan imbalan, makin
besar pengaruh yang memberi perintah.
Parafrase : “Kemampuan memberikan upah atau imbalan kepada seseorang,
sangat berpengaruh semakin besarnya kekuasaan imbalan maka akan sakin
berpengaruh terhadap yang memberi perintah. (Indrawan, 2020 : 29)

BAB IV
(KONSEP DASAR BERPENDIDIKAN BERKARAKTER)

1. Kalimat Asli : “Karakter merupakan struktur antropologis manusia, disanalah


manusia menghayati kebebasan dan menghayati keterbatasan dirinya. Dalam hal ini
karakter bukan hanya sekedar tindakan saja, melainkan merupakan suatu hasil dan
proses.
Parafrase : “ Struktur antrapologis manusia yang dikenal dengan sebutan
karakter, yang dijadikan sebagai pengahayatan kebebasan juga mengahayati
keterbatasan diri. Suatu hasil dan proses itu pun bagian dari karakter, jadi karakter
tidak hanya tentang tindakan saja. (Indrawan, 2020 : 33)

2. Kalimat Asli : Menurut Sudirman N. pendidikan adalah usaha yang dijalankan oleh
seseorang atau sekelompok orang untuk mempengaruhi seseorang atau sekelompok
orang lain agar menjadi dewasa atau mencapai tingkat hidup dan penghidupan yang
lebih tinggi dalam arti mantap.³°
Parafrase : “Disebutkan bahwa pendidikan ialah suatu bentuk usaha yang
dilakulan oleh seseorang atau kelompok yang bertujuan menjadi pribadi lebih dewasa
ataupun menempuh tingkat hidup yang lebih tinggi dan mapan. Sudirman N. (dalam
Indrawan, 2020 : 34)

3. Kalimat Asli : “Thomas Lickona mendefinisikan orang yang berkarakter sebagai


sifat alami seseorang dalam merespons situasi secara bermoral yang dimanifestasikan
dalam tindakan nyata melalui tingkah laku yang baik, jujur, bertanggung jawab,
menghormati orang lain dan karakter mulia lainnya.

Parafrase : “ seorang Thomas Lickona mendefinisikan seorang yang memiliki


sifat karakter yang alami dalam merespon kwadaan dengan moral yang dicerminkan
dalam tingkah laku, jujur, memiliki rasa tanggung jawab, menghormati sesama dan
berkarakter mulia lainnya. Lickona, (dalam Indrawan, 2020 : 35)

4. Kalimat Asli : “Nilai-nilai pendidikan karakter yang dapat dihayati dalam penelitian
ini adalah religius, nasionalis, cerdas, tanggung jawab, disiplin, mandiri, jujur, dan
arif, hormat dan santun, dermawan, suka menolong, gotong-royong, percaya diri,
kerja keras, tangguh, kreatif, kepemimpinan, demokratis, rendah hati, toleransi,
solidaritas dan peduli.
Parafrase : “ Ada beberapa nilai-nilai pendidikan berkarakter yang mampu
dihayati dalam situasi ini ialah keagamaan, nasionalisme, kecerdasan, tanggung
jawab, disiplin, berdiri sendiri,jujur, arif, sopan dn santun , deemawan, memiliki jiwa
yang tangguh, demokratis, rendah hati, dan yang terpenting memiliki sifat toleransi,
solidaritas dan kepedulin. Khan, (dalam Indrawan, 2020 : 36)

BAB V
(MENCIPTAKAN RUANG KELAS YANG BERKARAKTER)

1. Kalimat Asli : “Sekolah merupakan salah satu agen sosialisasi bagi siswa.
Kecenderungan mereka untuk berbuat menyimpang akan terjadi seiring masa
peralihan dari anak-anak menjadi remaja terutama bagi siswa SMP dan SMA. Hal ini
juga terjadi dikarenakan masa remaja adalah proses pencarian jati diri bagi mereka.
Namun jangan sampai masa emas mereka justru dinodai oleh tindakan menyimpang
yang sifatnya sangat merugikan. Baik bagi diri sendiri, keluarga, sekolah maupun
masyarakat.
Parafrase : “Keberadaan Sekolah menjadikan agen untuk bersosialisasi bagi
siswanya. Pada masa peralihah sering terjadi perbuatan menyimpang pada rwmaja
terutama bagi siswa SMP dan MTS. Adapun alasan lain ,di karenakan masa remaja
bagian dari proses pencarian jati diri bagi mereka. Akan tetapi tidak menyimpang
juga sangat merugikan, baik bagi dirinya, keluarga, sekolah maupun masyarakat.
(Indrawan, 2020 : 46)

2. Kalimat Asli : “Mendapat kesepahaman tentang karakter dan nilai yang diajarkan
tentunya tidak akan menjamin bahwa orang-orang akan sepaham mengenai
bagaimana mengaplikasikan karakter dan nilai tersebut di dalam setiap kesempatan.
Itu adalah hal yang paling utama dalam pendidikan karakter dan nilai, khususnya
ketika terjadi konflik yang disebabkan oleh perbedaan pandangan moral atau adanya
sebuah kecenderungan dari pihak lain.
Parafrase : “Ketika kita telah memahami tentang karakter dan nilai yang diajar
tentunya tidak bisa menjamin bahwa oranglain akan sepemahaman untuk
mengaplikasikan karakter dan nilai dalam peluang yang ada. Ini merupakan hal utama
dari pendidikan karakter dan nilai, terkhusus pada suatu masalah yang dipicu oleh
perbedaan pandangan moral atau terjadi kecenderungan pihak lain. ( Indrawan, 2020 :
47)

3. Kalimat Asli : “Kompetensi profesional seorang guru adalah seperangkat


kemampuan yang harus dimiliki oleh seorang guru agar dapat melaksanakan tugas
mengajarnya dengan berhasil.
Parafrase : “ yang disebut dengan kompetensi keprofesionalan seorang guru ialah
serangkaian kemampuan yang diharuskan dimiliki oleh seorang guru guna
terlaksananya tugas kegiatan belajar mengajar dengan berhasil atau menempuh
pencapaian sesuai ketentuan (Indrawan, 2020 : 51)

4. Kalimat Asli : “ Mengembangkan Sistem Pembelajaran dengan mengoptimalisasi


potensi peserta didik, meningkatkan wawasan kemampuan diri sendiri dan
mengembangkan program pembelajaran lebih lanjut. Dengan demikian dapat
diartikan bahwa untuk menjadi guru profesional yang memiliki akuntabilitas dalam
melaksanakan ketiga kompetensi tersebut, dibutuhkan tekad dan keinginan yang kuat
dalam diri setiap calon guru dan guru untuk mewujudkannya.
Parafrase : “Sistem perkembangan pembelajaran dengan mengoptimalkan
potensi yang dimiliki oleh peserta didik, meningkatkan pengetahuan tentang keahlian
diri sendiri dan bisa mengembangkan program pembelajaran yang selajutnya.
Kemudian dapat diambil kesimpulan bahwa guru profesional memiliki akunstabilitas
dalam melaksanakan kompetensi tersebut, tekad da keinginan yang kuat yang sangat
dibutuhkan dalam diri setiap calon guru dan guru untuk mewujudkannya. (Indrawan,
2020 : 52)
BAB VI
(STRATEGI PENGEMBANGAN RUANG KELAS BERKARAKTER)

1. Kalimat Asli : “Pengembangan ruang kelas berkarakter sangat dibutuhkan guna


menciptakan suatu ruang kelas yang aktif dan kreatif serta berpotensi guna
menjadikan peserta didik agar menjadi orang yang berkarakter yang baik. Dalam hal
ini guru sangat berperan penting dalam pengembangan ruang kelas yang berkarakter
tersebut.
Parafrase : “Menciptkan suatu ruang kelas yang di dalamnya aktif serta kreatif
yang berpotensi menjadikan peserta didik menjadi orang yang memiliki karakter yang
sangat baik adalah bentuk dari pengembangan runah kelas berkarakter. Didalam hal
ini peran guru sangat penting dalam meningkatkan pengembangan kelas berkarakter.
(Indrawan, 2020 : 56 )

2. Kalimat Asli : “Dalam membangun disiplin kelas berbasis karakter dibutuhkan kerja
sama guru dan peserta didik. Mereka harus saling melengkapi satu sama lain. Guru
dapat membantu atau sangat berperan penting dalam jalannya disiplin kelas tersebut.
Guru dapat memberi sanksi atau sekedar peringatan pada peserta didik yang
melanggarnya.
Parafrase : “Kerja sama antara guru dengan peserta didiknya dibutuhkan untuk
membangun kedisiplinan kelas berkrakter. Adanya rasa saling melengkapi diantara
satu dengan yang lainnya. Jalannya kedisiplinan kelas tidak lepas dari peran dan
bantuan seorang guru tersebut. Adanya sanksi atau hanya peringatan pada peserta
didik yang telah melanggar kedisiplinan. (Indrawan, 2020 : 56)

3. Kalimat Asli : “Untuk menciptakan interaksi antara siswa dan guru dalam
melakukan proses komunikasi yang harmonis sehingga tercapai suatu hasil yang
diinginkan dapat dilakukan contact-hours atau jam-jam bertemu antara guru dan
siswa, dimana guru dapat menanyai dan mengungkapkan keadaan siswa dan
sebaliknya siswa mengajukan persoalan-persoalan dan hambatan-hambatan yang
dihadapinya.
Parafrase : “proses komunikasi yang harmonis antara guru dan peserta didiknha
akan menumbuhkan interaksi yang menunjang kepada pencapaian hasil yang
diinginkan bisa melewati contact hours (jam-jam bertemu). Dengan cara guru
menanyakan juga mengungkapkan keadaan peserta didiknya, juga sebaliknha peserta
didik mengajukann semua yang terjadi baik dari segi persoalan atau hambatan yang ia
hadapi. (Indrawan, 2020 : 57)

4. Kalimat Asli : “Kerjasama dalam pandangan sosiologi adalah aktifitas yang


dilakukan bersama demi mencapai hasil yang saling menguntungkan.
Parafrase : “ Suatu kegiatan yang hanya bisa dilakukan dengan bersama-sama
guna mencapai keuntungan antar satu orang dengan yang lainya itu dissebut dengan
kerjasama dalam pandangan sosiologi. (Indrawan, 2020 : 58)

BAB VII
(MENCIPTAKAN PROSES PEMBEJARAN BERBASIS)

1. Kalimat Asli : “Pendidikan formal merupakan suatu proses yang dilaksanakan


secara terencana dan sistematis. Tujuan penyelenggaraan pendidikan formal yaitu
untuk mendorong meningkatnya kualitas peserta didik dan memiliki kesiapan hidup di
masyarakat.
Parafrase : “Tujuan dari terselenggaranya pendidikan yang formal adalah
meningkatkan dorongan kualitas peserta didik dan memiliki kesiapan untuk hidup
ditengah masyarakat. Suatu proses yang dilaksanakan secara terencana dan terstruktur
itu merupakan salah satu arti dari pendidikan formal. (Indrawan, 2020 : 59)

2. Kalimat Asli : “Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan
suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif
mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan,
pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, ahlak mulia, serta keterampilan yang
diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.
Parafrase : “Pendidikan adalah usaha yang terencana guna menciptakan suasana
kegiatan belajar mengajar yang menjadikan peserta didiknya aktif dalam proses
pengembangan potensi yang dimilikinya baik kekuatan spiritual keagamaan,
pengontrolan diri, kepribadian, tingkat kecerdasan, ahklak mulia dan kemampuan
yang dibutuhkan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. ( Indrawan, 2020 : 59)
3. Kalimat Asli : “Salah satu masalah yang umum ditemui dalam penyelenggaraan
pendidikan adalah lemahnya sistem penjaminan mutu internal dalam tata kelola
sekolah termasuk dalam pendidikan karakter. Pendidikan karakter merupakan salah
satu fokus pemerintah. Pendidikan karakter memiliki makna sangat strategis bagi
kehidupan bangsa. Para siswa belajar untuk mematuhi norma-norma, memelihara
pranata-pranata berdasarkan kesadaran kritis terhadap nilai tersebut serta realitas
kehidupannya.
Parafrase : “Dalam penyelenggaraan pendidikan ditemukannya suatu masalah
yang meliputi sistem penjaminan mutu internal yang bersifat lemah, dalam tata kelola
sekolah sistem itu termasuk kedalam pendidikan karakter. Pendidikan karakter salah
satu kegiatan pengembangan focus pemerintah. Makna yang stategis dari pendidikan
karakter bagi bangsa. Para peserta didik diajarkan untuk mematuhi norma-norma,
melestarikan pranata berdasarkan kesadaran kritis terhadap nilai serta realititas pada
kehidupannya. (Indrawan, 2020 : 60)

4. Kalimat Asli : “Sekolah belum memiliki perencanaan dan pengorganisasian


pendidikan karakter secara formal. Sekolah lebih banyak menyerahkan proses
pendidikan karakter kepada para guru sebagai tenaga fungsional. Sekolah belum
memiliki struktur internal yang menjamin bahwa implementasi pendidikan karakter
sesuai dengan tujuan pendidikan karakter.
Parafrase : “Perencanaan dan pengorganisaan pendidikan berkarakter secara
formal masih banyak sekolah yang tidak memiliki perencanaan dan pengorganisasian
tersebut. Guru sebagai tenaga fungsional diberikan tugas untuk menciptakan
pendidikan berkarakter yang diserahkan oleh pihak sekolah. Sekolah pun belum
memiliki struktur internal yang bisa menjamin bahwa pengembangan pendidikan
karakter telah sesuai dengan tujuan pendidikan karakter. (Indrawan, 2020 : 61)

BAB VIII
(MENCIPTAKAN SEKOLAH BERKARAKTER)

1. Kalimat Asli : “Visi adalah gambaran peran lembaga atau organisasi di masa depan.
Ditinjau dari visi dan misi sekolah ketiga sekolah tersebut merumuskan visi dengan
tepat. Tetapi visi seyogyanya menggambarkan bagaimana peran visioner lembaga
dalam mewujudkan peserta didik yang sesuai dengan harapan di masa depan.
Parafrase : “Suatu gambaran peran lembaga atau organisasi dimasa yang akan
datang biasa dikenal dengan sebutan visi. Dilihat dari ketiga sekolah tersebut
merumuskan visi dan misi dengan tepat. Akan tetapi biasanya visi menggambarkan
peran visioner lembaga untuk mewujudkan siswa yang sesuai dengan harapan dimasa
yang akan datang.” (Indrawan, 2020 : 81)

2. Kalimat Asli : “Kebijakan-kebijakan kepala sekolah sebagai alternatif pemecahan


masalah-masalah dalam penyelenggaraan kegiatan pendidikan karakter agar lebih
bermutu. Kepala sekolah lebih banyak mengeluarkan kebijakan untuk memastikan
terpenuhinya kebutuhan peserta didik dalam pembelajaran serta membangun suasana
yang menyenangkan dan aman bagi siswa.
Parafrase : “Jalan pemecahan suatu masalah dalam kegiatan pendidikan yang
sedang terselenggara pada pemdidikan karakter agar lebih bemutu terletak pada
kebijakan atau wewenang yang berada didalam keputusan kepala sekolah. Kebijakan
kepala sekolah guna memastikan tercapainya kebutuhan siswa dalam kegiatanan
belajar serta membangun suasana yang aman dan menyenangkan.” ( Indrawan, 2020 :
87)

3. Kalimat Asli : “ Sekolah fokus pada pengembangan kualitas program. Hasil evaluasi
unit penjaminan mutu menjadi salah satu dasar dalam merumuskan program-program
yang relevan dengan pendidikan karakter. Hasil evaluasi unit penjaminan mutu
merupakan landasan dalam mengembangkan tujuan program menjadi lebih spesifik
dan jelas.
Parafrase : “Sekolah difokuskan untuk pengembanhan kualitas program. Hasil
dari kegiatan mengevaluasi unit penjaminan mutu menjadi sumber dasar
meurumuskna program yang berkaitan dengan pendidikan karakter. Unit penjaminan
mutu juga menjadi landasan dalam pengembangan tujuan program menjadi lebih jelas
dan khusus.” (Indrawan, 2020, : 108)

4. Kalimat Asli : “Pengendalian sistem manajemen karakter akan berjalan optimal


dengan adanya dukungan sumber daya baik sistem penjaminan mutu yang terus
diperbaiki, SDM yang memadai dan memahami bagaimana kualitas serta atmosfer
sekolah, anggaran dan kewenangan dalam pengendalian mutu yang dirumuskan
secara jelas.
Parafrase : “Adanya dukungan sumber daya sistem penjaminan mutu yang
diperbaiki secara terus menerus, SDM yang memadai dan mengenal kualitas dan
lingkungan sekolah, anggaran dan kebijakan-kebijakanndalam pengendalian mutu
yang secara jelas akan berpengaruh kepada pengendalian sistem manajemen karakter
dan akan berjalan secara optimal.” ( Indrawan, 2020 : 110)

BAB IX
(PEMBELAJARAN MODEL ASSURE UNTUK PENDIDIKAN KARAKTER)

1. Kalimat Asli : “Pembelajaran di zaman milenial ini pastinya tidak dapat terlepas dari
pemanfaatan teknologi dan multimedia yang saat ini sangat dekat dengan generasi
muda saat ini. Dirasakan pembelajaran Model ASSURE sangat cocok karena
merupakan sebuah formulasi untuk kegiatan pembelajaran yang berorientasi di kelas
yang menekankan pemanfaatan teknologi dan media dengan baik agar siswa
belajar secara aktif.”
Parafrase : “Pada jaman sekarang pembelajaran tidak dapat terlepas dari adanya
pemanfaatan teknologi dan social media yang sangat dekat dengan generasi muda
milenial. Pembelajaran menggunakan model ASSURE sangatlan tepat karena
kegaiatan yang berorientasi menekankan pemanfaatan teknologi dan media dengan
sebuah formulasi guna menjadikan peserta didik belajar secara aktif.” (Indrawan,
2020 : 112)

2. Kalimat Asli : “Menurut Lesle J. Brigges dalam Sanjaya (2008 : 204) menyatakan
bahwa media adalah alat untuk perangsang bagi peserta didik dalam proses
pembelajaran. Selanjutnya Rossi dan Breidle dalam Sanjaya (2008 : 204)
mengemukakan bahwa media pembelajaran adalah seluruh alat dan bahan yang dapat
dipakai untuk tujuan pendidikan, seperti computer, gadget, radio, televisi, buku,
koran, majalah dan sebagainya.
Parafrase : “Lesle J. Brigges dalam sanjaya (2008 : 204) mengemukakan bahwa
media merupakan alat atau sarana untuk penarik bagi siswa dalam kegiatan belajar
mengajar. Kemudian Rossi dan Breidle dalam sanjaya (2008 : 204) mengatakan
bahwa media pembelajaran ialah seluruh alat dan abahan yang bisa dipakai untuk
tujuan pendidikan, diantaranya seperti adanya computer, handpone, radio, televisi,
buku, koran, dan lainnya.”Brigges dkk, Sanjaya (2008 : 204) (dalam Indrawan, 2020 :
117).

3. Kalimat Asli : “Bentuk media adalah bentuk fisik dari tampilan dari sebuah atau
beberapa pesan yang digabungkan. contoh: diagram (gambar dan teks), slide (gambar
lewat proyektor), video (gambar bergerak dalam TV), dan multimedia komputer
(grafik, teks, dan barang bergerak dalam TV). Dari setiap bentuk media yang
disebutkan di atas tentunya memiliki keterbatasan, manfaat berbeda karena sesuai
dengan bentuk tipe dari pesan yang ditampilkan.
Parafrase : “Bentuk fisik dari sebuah tampilan dari salah satu atau beberapa dari
gabungan pesan ini merupakan definisi dari bentuk media. Contohnya diantaranya
gambar dan teks (diagram), gambar lewat proyektor (slide), gambar yang bergerak
dalam layar (video), dan grafik, teks, dan gambar yang bergerak dalam TV
(multimedia komputer). Semua multimedia yang ada pada contoh diatas tentu
mempunyai keterbatasan, kegunaan berbeda karena sidah seuai dengan tipe dari pesan
yang bisa ditampilkan.” (Indrawan, 2020 : 117)

4. Kalimat Asli : “Menyusun atau merancang materi baru tentunya membutuhkan lebih
banyak waktu. Misalnya untuk memikirkan konsep, mendesain, mengembangkan dan
uji coba serta evaluasi materi yang dibuat sendiri.”
Parafrase : “Memikirkan sebuah konsep, membuat desain, mengembangkan dan
menguji coba serta membuat penilaian pada materi yang dibuat sendiri merupakan
rangkaian dari menyusun atau merancang materi baru yang membutuhkan waktu yang
cukup lama.”(Indrawan, 2020 : 119)

BAB X
(MENCIPTAKAN KELUARGA BERKARAKTER)

1. Kalimat Asli : “Kedudukan dan fungsi agama sangatlah mendasar dalam kehidupan
manusia, sehingga agama dapat dijadikan nilai dasar bagi pendidikan, termasuk
pendidikan karakter.
Parafrase : “Fungsi agama dan kedudukannya menjadi dasar yang paling
mendasar dalam kehidupan manusia, kemudian agama pun bisa dijadikan sebagai
nilai-nilai dasar bagi pendidikan, baik dalam pendidikan lainnya, salah satunya dalam
bidang pendidikan karakter.”(Indrawan, 2020 : 123)

2. Kalimat Asli : “Sejatinya nilai-nilai karakter tidak diajarkan (dalam bentuk


pengetahuan), jika hal tersebut diintegrasikan ke dalam mata pelajaran. Kecuali bila
dalam bentuk mata pelajaran agama (yang di dalamnya mengandung ajaran) maka
tetap diajarkan dengan proses, pengetahuan (knowing), melakukan (doing), dan
akhirnya membiasakan (habit).”
Parafrase : “Pada dasarnya nilai karakter tidak ada pada bentuk pengetahuan, jika
nilai karakter ada pada program mata pelajaran. Akan tetapi, bila ada dalam mata
Pelajaran ysng didalamnya mengandung pengetahuan atau ajaran agama maka tetap
diajarkan dengan proses tertentu, knowing (pengetahuan), doing (melakukan), dan
habit (kebiasaan).” (Indrawan, 2020 : 126)

3. Kalimat Asli : “Pendidikan yang baik adalah ketika mampu memberi nilai pada
perubahan. Perubahan yang dimaksud tentu mencakup ketiga ranah pendidikan.
Disadari atau tidak, selama ini pendidikan kita didominasi oleh penguatan pada aspek
pengetahuan saja, dan cenderung mengabaikan ranah sikap.”
Parafrase : “Suatu pendidikan yang dinilai baik ialah ketika mampu memberikan
nilai dalam perubahan. Arti dari perubahan itu sendiri mencakup ketiga ranah
pendidikan. Sejauh ini pendidikan cenderung di perkuat hanya dalam pengetahuan
saja dan mengabaikan aspek Sikap dan lainnya.” ( Indrawan,2020 : 127)

4. Kalimat Asli : “Nilai-nilai kemandirian mendukung masa depan anak ketika dituntut
untuk bertanggung jawab terhadap dirinya dan keluarganya kelak. Untuk mewujudkan
kemandirian tersebut, tentu didukung dengan kerja keras, tidak mudah menyerah,
tahan banting, memiliki semangat juang yang tinggi, bersikap professional, memilki
kreatifitas, berani mengambil resiko, dan siap untuk terus belajar.”
Parafrase : “ Aspek dari nilai-nilai kemandirian mendukung masa depan anak
apabila dituntut untuk bisa bertanggung jawab atas dirinha dan keluarganya
[Link]. Adapun dukungan untuk mewujudkan kemandirian diantaranya
dengan kerja keras, tidak mudah putus asa, teguh pendirian, memiliki jiwa yang
memiliki semangat tinggi, memilki pribadi yang profesional, mempunyai kreatifitas,
berani mengambil keputusan dan bersedia untuk terus belajar.” (Indrawan, 2020 :
139)

BAB XI
(MENCIPTAKAN MASYARAKAT BERKARAKTER)

1. Kalimat Asli : “Manusia dalam masyarakat memiliki hubungan yang saling


mempengaruhi, bahkan terjadi pertumbuhan nilai hingga pergeseran nilai di
dalamnya. Istilah masyarakat dalam KamusUmum Bahasa Indoensia diartikan sebagai
pergaulan hidup manusia atau sehimpunan orang yang hidup bersama dalam suatu
tempat dengan ikatan-ikatan aturan yang tentu.”
Parafrase : “Dalam lingkungan bermasyarakat manusia memiliki tali hubungan
yang saling berkaitan,bahkan terciptanya pertumbuhan nilai hingga bergesernya nilai-
nilai didalamnya. Dalam kamus Umum Bahasa Indonesia masyarakat sebagai
pergaulan hidup manusia indivu atau sekelompok orang yang hidup bersama dalam
suatu tempat dengan hubungan aturan ysng tentu.” (Indrawan, 2020 : 179)

2. Kalimat Asli : “Masyarakat memiliki hubungan erat dengan pendidikan, karena


pendidikan juga dibentuk dalam masyarakat. Demikian pula jika berkenaan dengan
karakter, masyarakat memiliki peran penting dalam mewujudkan nilai-nilai karakter.”
Parafrase : “Pendidikan tidak terlepas dari peran masyarakat dan saling
menghubung eratkan satu sama lain, karena pendidikan terbentuk dalam lingkungan
masyarakat. Dengan demikian, apabila ada hal yang berkenaan dengan karakter,
masyarakat memiliki peran yang penting dalam mewujudkan nilai-nilai karakter.”
(Indrawan, 2020 : 180)

3. Kalimat Asli : “Antara sekolah dan masyarakat selalu terjadi hubungan timbal balik.
Sekolah memiliki kewajiban untuk memberikan penjelasan kepada masyarakat
tentang tujuan pendidikan, program pendidikan, kebutuhan pendidikan dan
sebagainya. Demikian sebaliknya masyarakat harus mengetahui secara jelas
kebutuhan, harapan dan tuntutan sekolah.”
Parafrase :“Masyarakat dengan sekolah memiliki hubungan yang menjadi timbal
balik anamtar keduanya. Sekolah mempunyai keharusan untuk menjelaskan kepada
mssyarakat tentang tujuan adanya pendidikan, program pendidikan, kebutuhan
pendidikan dan lainnya. Sedangkan masyarakat diharuskan memahami secara jelas
kebutuhan, harapan, dan tuntutan sekolah.” (Indrawan, 2020 : 184)

4. Kalimat Asli : “Untuk mencetak generasi cerdas berkarakter, harus dimulai dari
lingkungan yang berkarakter pula. Masyarakat berkarakter merupakan aset penting
bagi sebuah bangsa, untuk itu diperlukan strategi yang matang dalam
mewujudkannya.
Parafrase : “Masyarakat yang berkarakter mempunyai pengaruh terhadap aset
bangsa. Karena untuk mencetak generasi cerdas berkarakter harus dimulai dari alam
sekitar yang berrkarakter juga. Dengan demikian sangat diperlukan stategi untuk
mewujudkanya.” ( Indrawan, 2020 : 188)

BAB XII
(PENILAIAN OTENTIK DALAM KONTEKS PENILAIAN KARAKTER)

1. Kalimat Asli : “Penilaian merupakan aspek penting dalam pembelajaran. Penilaian


hasil belajar oleh pendidik adalah proses pengumpulan informasi/bukti tentang
capaian pembelajaran peserta didik dalam kompetensi sikap spiritual dan sikap sosial,
kompetensi pengetahuan, dan kompetensi keterampilan yang dilakukan secara
terencana dan sistematis, selama dan setelah proses pembelajaran .”
Parafrase : “Aspek terpenting dalam metode pembelajaran merupakan arti dari
sebuah penilaian. Adapun penilaian hasil belajar oleh guru adalah proses
pengumpulan mengenai informasi atau bukti nyata tentang pencapaian pembelajaran
siswa baik dalam aspek pengetahuan ataupun keterampilan yang telah dilaksanakan
dengan terencana dan sistematis, ketika masih proses atau setelah pembelajaran.”
(Indrawan, 2020 : 208)

2. Kalimat Asli : “Salah satu tujuan penilaian ini adalah memotivasi siswa untuk
melakukan yang terbaik melalui pemberian angka yang tinggi, hadiah, juara kelas atas
usaha yang telah dilakukan.”
Parafrase : “Dari berbagai macam tujuan penilaian salah satunya ialah
memberikan energi semangat bagi peserta didik guna melakakukan yang terbaik
melalui pemberian nilai (angka) yang tinggi, hadiah, juara kelas atau penghargaan
lainnya untuk mengapresiasikan usaha yang telah dilakukannya.” (Indrawan, 2020 :
209)

3. Kalimat Asli : “Sesungguhnya penilaian otentik bukan merupakan penilaian yang


asing lagi bagi pra pendidik, karena sebagain pendidik di Indonesia sudah melakukan
ini termasuk pemilihan bentuk penilaiannya. Akan tetapi memang para pendidik lebih
dekat dengan model penilaian tradisional.
Parafrase : “Pada dasarnya penilaian otentik bukan penilaian yang asing lagi
bagin tenaga pendidik, sebab di Indonesia sebagian pendidik melakukan ini termasuk
pemilihan bentuk penilaiannya. Namun para pedidik lebib sering dan kenal dekat
dengan merode penilaian tradisional” (Indrawan, 2020 : 215)

4. Kalimat Asli : “Tugas otentik adalah tugas yang diberikan kepada siswa yang
dirancang untuk mengukur kemampuan menerapkan pengetahuan dan keterampilan
dalam pencapaian kompetensi. “
Parafrase : “Sebuah tugas yang diberikan pendidik kepada siswa yang dibuat
guna untuk mengetahui kemampuan penerapan pengetahuan juga keterampilan dalam
pencapaian suatu tujuan atau kompetensi merupakan pengertian dari tugas otentik“
(Indrawan, 2020 : 218)
Daftar Puskata
Indrawan, Irjus dkk. 2020. Manajemen Pendidikan Karakter. Purwokerto:
Pena Persada

………………………………………………………………………………….

Common questions

Didukung oleh AI

Penting bagi pendidikan formal untuk diselenggarakan secara sistematis dan terencana agar tujuan utama, yaitu peningkatan kualitas peserta didik dan kesiapan hidup di masyarakat, dapat tercapai dengan efektif. Proses terencana dan struktur sistem pendidikan membantu dalam memantau, mengevaluasi, dan meningkatkan kualitas pembelajaran, menyediakan umpan balik yang dapat digunakan untuk penyesuaian yang diperlukan agar hasil pendidikan optimal .

Pendidikan formal berperan dalam mempersiapkan individu untuk hidup di masyarakat dengan meningkatkan kualitas peserta didik secara keseluruhan. Pendidikan ini dilakukan secara terencana dan terstruktur, yang bertujuan untuk mendorong peningkatan potensi diri, sehingga peserta didik memiliki kesiapan spiritual, mental, dan fisik yang diperlukan dalam kehidupan bermasyarakat .

Kerjasama antara guru dan siswa penting dalam membangun disiplin berbasis karakter karena keduanya saling melengkapi dalam proses tersebut. Guru memiliki peran signifikan dalam memberikan panduan dan batasan, sementara siswa berkontribusi dengan mengikuti dan berpartisipasi dalam aturan yang ditetapkan. Dengan kerjasama ini, disiplin kelas tidak hanya dibentuk oleh implementasi dari atas ke bawah tetapi juga melalui partisipasi aktif siswa, yang memperkuat kebiasaan baik dan karakter .

Manajemen pendidikan mengacu pada aktivitas yang menggabungkan sumber-sumber pendidikan untuk memfokuskan upaya mencapai tujuan pendidikan. Ini penting karena memastikan bahwa berbagai aspek pendidikan seperti tenaga pengajar, infrastruktur, dan materi pelajaran diselaraskan dengan baik untuk mendukung proses pendidikan yang efisien dan tepat sasaran .

Faktor lingkungan berperan penting dalam pembentukan karakter individu. Lingkungan, yang mencakup lingkungan sosial dan fisik, mempengaruhi perkembangan karakter seseorang. Lingkungan fisik meliputi kondisi alam sekitar seperti tempat tinggal, sedangkan lingkungan sosial adalah di mana individu melakukan interaksi sosial. Lingkungan ini mempengaruhi karakteristik yang khas dari setiap orang .

Masyarakat berkarakter berkontribusi terhadap pembentukan generasi cerdas berkarakter dengan menyediakan lingkungan yang mendukung bagi perkembangan positif individu. Dengan nilai-nilai moral yang kuat dan budaya masyarakat yang mendorong pendidikan karakter, generasi muda memiliki contoh nyata dan konteks sosial yang positif untuk mengembangkan karakter baik mereka, menjadikannya aset berharga bagi bangsa .

Organisasi digunakan sebagai alat yang efektif dalam mencapai tujuan pendidikan dengan mengatur hierarki, tanggung jawab, dan komunikasi secara jelas. Dalam organisasi pendidikan, pengorganisasian tugas-tugas kecil kepada orang-orang berdasar pada kemampuan mereka, serta alokasi sumber daya, membantu mencapai tujuan pendidikan secara efektif dan efisien. Proses ini memastikan bahwa semua elemen dalam pendidikan bekerja sama untuk mencapai hasil yang diinginkan .

Kompetensi profesional guru adalah sekumpulan kemampuan yang harus dimiliki oleh guru untuk melaksanakan tugas mengajarnya dengan berhasil. Kompetensi ini mencakup kemampuan dalam merancang dan mengimplementasikan pembelajaran, dan sangat mempengaruhi kinerja guru baik dalam mendidik siswa maupun dalam pencapaian hasil belajar. Dengan kompetensi yang baik, guru bisa lebih efektif dalam menyesuaikan metode pengajaran dengan kebutuhan siswa, serta mengevaluasi dan meningkatkan kualitas proses belajar mengajar .

Hubungan timbal balik antara sekolah dan masyarakat menciptakan generasi berkarakter dengan memastikan bahwa pendidikan yang diberikan oleh sekolah selaras dengan harapan dan kebutuhan masyarakat. Sekolah menjelaskan tujuan dan program pendidikan kepada masyarakat, sementara masyarakat memahami dan mendukung usaha pendidikan. Kolaborasi ini memastikan bahwa generasi yang dibentuk memiliki karakter sesuai dengan nilai-nilai yang diharapkan dalam masyarakat .

Penilaian otentik mendukung pembelajaran berbasis karakter dengan menyediakan informasi mengenai capaian pendidikan peserta didik dalam berbagai kompetensi termasuk sikap spiritual, sikap sosial, dan keterampilan. Dilakukan secara sistematis dan terencana, penilaian ini memberi umpan balik yang berharga bagi pengembangan karakter siswa, memungkinkan pendidik menilai sejauh mana siswa menginternalisasi dan mempraktikkan nilai-nilai karakter selama dan setelah proses pembelajaran .

Anda mungkin juga menyukai