1
2.4.4 Implementasi Keperawatan
Implementasi (Pelaksanaan) adalah realisasi rencana tindakan untuk
mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Kegiatan dalam pelaksanaan juga meliputi
pengumpulan data berkelanjutan, mengobservasi respon klien selam dan sesudah
pelaksanaan tindakan, serta menilai data yang baru (Rohmah & Saiful, 2016).
Pada tahap ini, perawat mengasuh keluarga sebaiknya tidak bekerja sendiri, tetapi
perlu melibatkan secara integrasi semua profesi kesehatan yang menjadi tim
perawatan kesehatan dirumah. Ada 3 tahap dalam tindakan keperawatan keluarga,
yaitu :
1. Tahap 1 : Persiapan
a. Persiapan ini meliputi kegiatan-kegiatan :
b. Kontrak dengan keluarga (kapan dilaksanakan, berapa lama waktunya,
materi yang akan didiskusikan, siapa yang melaksanakan, anggota
keluarga yang perlu mendapatkan informasi).
c. Mempersiapkan peralatan yang diperlukan.
d. Mempersiapkan lingkungan yang kondusif.
e. Mengindentifikasi aspek-aspek hukum dan etik.
f. Kegiatan ini bertujuan agar keluarga dan perawat mempunyai
kesiapan secara fisik dan psikis pada saat implemantasi.
2. Tahap 2 : Intervensi
Tindakan keperawatan keluarga berdasarkan kewenangan dan tanggung
jawab perawat secara professional adalah :
2
a. Independent
Adalah suatu kegiatan yang dilaksanakan oleh perawat sesuai dengan
kompetensi keperawatan tanpa petunjuk dan perintah dari tenaga
kesehatan lainnya. lingkup tindakan independent ini adalah :
1) Mengkaji terhadap klien dan keluarga melalui riwayat
keperawatan dan pemeriksaan fisik untuk mengetahui status
kesehatan klien.
2) Merumuskan diagnosa keperawatan.
3) Mengindentifikasi tindakan keperawatan.
4) Melaksanakan rencana pengukuran.
5) Merujuk kepada tenaga kesehatan lain.
6) Mengevaluasi respon klien.
7) Partisipasi dengan konsumen atau tenaga kesehatan lainnya dalam
meningkatkan mutu pelayanan kesehatan.
Tipe tindakan independent keperawatan dapat dikatagorikan menjadi
yaitu :
1. Tindakan diagnostik
a) Wawancara dengan klien.
b) Observasi dan pemeriksaan fisik
c) Melakukan pemeriksaan laboratorium sederhana, misalnya
(Hb) dan membaca hasil pemeriksaan laboratorium tersebut.
2. Tindakan terapeutik
Tindakan untuk mencegah mengurangi dan mengatasi masalah
klien.
3
a) Tindakan edukatif
Tindakan untuk merubah perilaku klien melalui promosi
kesehatan dan pendidikan kesehatan kepada klien.
b) Tindakan merujuk
Tindakan kerjasama dengan tim kesehatan lainnya.
b. Interdependent
Yaitu suatu kegiatan yang memerluka suatu kerja sama dengan tenaga
kesehatan lainnya, misalnya tenaga sosial, ahli gizi, fisioterapi dan
dokter yang lainnya.
c. Dependent
Yaitu pelaksanaan rencana tindakan medis. Misalnya dokter
menuliskan “perawatan kateter”. Tindakan keperawatan adalah
mendefinisikan perawatan kateter berdasarkan kebutuhan individu
dari klien.
3. Tahap 3 : Dokumentasi
Pelaksanaan tindakan keperawatan harus diikuti oleh pencatatan yang
lengkap dan akurat terhadap suatu kejadian dalam proses keperawatan.
Diagnosa/ Masalah Tanggal/Pukul Tindakan Paraf
Kolaboratif
Tabel 2.12 Format Implementasi Keperawatan
4
1. Nomer diagnosa /masalah kolaboratif
Tuliskan nomor diagnosa keperawatan/masalah kolaboratif sesuai dengan
masalah yang sudah teridentifikasi dalam format diagnosis keperawatan.
2. Tanggal/jam
Tuliskan tanggal, bulan, tahun dan jam pelaksanaan tindakan keperawatan.
3. Tindakan
a. Tuliskan nomor urut tindakan
b. Tindakan dituliskan yang dilakukan beserta hasil/respon pasien
dengan jelasJangan lupa menuliskan nama/jenis obat, dosis, cara
memberikan, dan instruksi medis yang lain dengan jelas.
c. Jangan menuliskan istilah sering, kecil, besar, atau istilah lain yang
dapat menimbulkan persepsi yang berbeda atau masih menimbulkan
pertanyaan. Contoh: “memberikan makan lebih sering dari biasanya”.
Lebih baik tuliskan pada jam berapa saja memberikan makan dan
dalam berapa porsi makanan diberikan.
d. Untuk tindakan pendidikan kesehatan, tuliskan “melakukan penkes
tentang….., laporan penkes terlampir
e. Bila penkes dilakukan secara singkat, tuliskan tindakan dan respon
pasien setelah penkes dengan jelas.
4. Paraf
Tuliskan paraf dan nama terang (Rohmah & Saiful, 2016).
5
2.4.5 Evaluasi Keperawatan
Tahap penilaian atau evaluasi adalah perbandingan yang sistematis dan
terencana tentang kesehatan keluarga dengan tujuan yang telah ditetapkan,
dilakukan dengan cara bersinambungan dengan melibatkan klien dan tenaga
kesehatan lainnya. Tujuan evaluasi adalah untuk melihat kemamuan keluarga
dalam mencapai tujuan. Evaluasi dapat dibagi dalam 2 jenis, yaitu :
1) Evaluasi Proses (Formatif)
Evaluasi jenis ini dilakukan setiap selesai tindakan dan berorientasi pada
etiologi. Evaluasi ini dilakukan secara terus menerus sampai tujuan yang
telah ditentukan tercapai.
a. Metode Evaluasi
Metode yang dipakai dalam evaluasi antara lain adalah :
1. Observasi langsung
2. Wawancara
3. Memeriksa laporan
4. Latihan stimulasi
b. Mengukur pencapaian keluarga
Faktor yang dievaluasi ada beberapa komponen, meliputi : Lingkup
evaluasi kognitif adalah :
1. Pengetahuan keluarga mengenai penyakitnya.
2. Mengontrol gejala-gejalanya.
3. Pengobatan.
4. Diet, aktivitas, persediaan alat-alat.
5. Risiko komplikasi.
6
6. Gejala yang harus dilaporkan.
7. Pencegahan.
Informasi ini dapat diperoleh dengan cara :
1) Interview
Dengan menggunakan cara :
a) Menanyakan kepada keluarga untuk mengingat beberapa fakta
yang sudah diajarkan.
b) Menanyakan kepada keluarga untuk menyatakan informasi yang
spesifik dengan kata-kata keluarga sendiri (pendapat keluarga
sendiri).
c) Mengajak keluarga pada situasi hipotesa dan tanyakan tindakan
yang tepat terhadap apa yang ditanyakan.
2) Kertas dan pensil
Perawat menggunakan kertas dan pensil untuk mengevaluasi
pengetahuan keluarga terhadap hal-hal yang telah diajarkan.
3) Afektif
Dengan cara observasi langsung, yaitu dengan cara observasi wajah,
postur tubuh, nada suara, isi pesan verbal pada waktu melakukan
wawanncara.
4) Psikomotor
Dengan cara melihat apa yang dilakukan keluarga sesuai dengan yang
diharapkan.
7
c. Penentuan keputusan pada tahap evaluasi
Ada tiga kemungkinan pada tahap ini, yaitu :
1. Keluarga telah mecapai hasil yang ditentukan dalam tujuan,
sehingga rencana mungkin dihentikan.
2. Keluarga masih dalam proses mencapai hasil yang ditentukan,
sehingga perlu penambahan waktu, reseources, intervensi
sebelum tujuan berhasil.
3. Keluarga tidak dapat mencapai hasil yang telah ditentukan,
sehingga perlu :
a) Mengkaji ulang masalah atau respon yang lebih akurat.
b) Membuat outcome yang baru, mungkin outcome pertama
tidak realistis atau
c) Mungkin keluarga tidak menghendaki terhada tujuan yang
disusun oleh perawat.
d) Intervensi keperawatan harus dievaluasi dalam hal
ketepatan untuk mencapai tujuan sebelumnya.
2) Evaluasi Hasil (Sumatif)
Evaluasi jenis ini dikerjakan dalam bentuk pengisian format catatan
perkembangan dengan berorientasi kepada masalah yang dialami oleh
keluarga. Format yang dipakai adalah format SOAP : Subjektif, Objektif,
Analisis, Planing. Komponen SOAP/SOAPIER (Subjektif, Objektif, Analisis,
Planing, Implementasi, Evaluasi, Reassesment). Untuk memudahkan perawat
mengevaluasi atau memantau perkembangan klien, digunakan komponen
SOAPIER (Subjektif, Objektif, Analisis, Planing, Implementasi, Evaluasi,
8
Reassesment). Penggunaanya tergantung dari kebijakan setempat. Pengertian
SOAPIER (Subjektif, Objektif, Analisis, Planing, Implementasi, Evaluasi dan
Reassesment) adalah sebagai berikut ;
a. S : Data Subjektif
Perawat menuliskan keluhan pasien yang masih dirasakan setelah
dilakukan tindakan keperawatan.
b. O : Data Objektif
Data objektif adalah data berdasarkan hasil pengukuran atau
observasi perawat secara langsung kepada klien, dan yang
dirasakan klien setelah dilakukan tindakan keperawatan.
c. A : Analisis
Interprestasi dari data subjektif dan data objektif. Analisis
merupakan suatu masalah atau diagnosis keperawatan yang masih
terjadi atau juga dapat dituliskan masalah/diagnosis baru yang
terjadi akibat perubahan status kesehatan klien yang telah
teridentifikasi datanya dalam data subjektif dan objektif.
d. P : Planning
Perencanaan keperawatan yang akan dilanjutkan, dihentikan,
dimodifikasi, atau ditambahkan dari rencana tindakan keperawatan
yang telah ditentukan sebelumnya. Tindakan yang telah
menunjukkan hasil yang memuaskan dan tidak memerlukan
tindakan ulang pada umunya dihentikan. Tindakan yang perlu
dilanjutkan adalah tindakan yang masih kompeten untuk
menyelesaikan masalah klien dan membutuhkan waktu untuk
9
mencapai keberhasilanya. Tindakan yang perlu dimodifikasi adalah
tindakan yang dirasa dapat membantu menyelesaikan masalah
klien, tetapi perlu ditingkatkan kualitasnya atau mempunyai
alternative pilihan yang lain yang diduga dapat membantu
mempercepat proses penyembuhan. Sedangkan, rencana tindakan
yang baru/sebelumnya tidak dapat ditentukan bila timbul masalah
baru atau rencana tindakan yang ada sudah tidak kompeten lagi
untuk menyelesaikan masalah yang ada.
e. I : Implementasi
Implementasi adalah tindakan keperawatan yang dilakukan sesuai
dengan intruksi yang telah teridentifikasi dalam komponen P
(perencanaan). Jangan lupa menuliskan tanggal dan jam
pelaksanaan.
f. E : Evaluasi
Evaluasi adalah respons klien setelah dilakukan tindakan
keperawatan.
g. R : Reassesment
Reassessment adalah pengkajian ulang yang dilakukan terhadap
perencanaan setelah diketahui hasil evaluasi, apakah dari rencana
tindakan perlu dilanjutkan, dimodifikasi, atau dihentikan (Rohmah,
2018).
10
Tabel 2.13 Format Evaluasi Keperawatan
Masalah Kep/Kolaboratif Tanggal/Jam Catatan Perkembangan Paraf
Pedoman Pengisian Format Evaluasi/Catatan Perkembangan
1. Masalah Keperawatan/Masalah Kolaboratif
Tulislah masalah keperawatan/masalah kolaboratif (hanya problem saja).
2. Tanggal/Jam
Tulislah tanggal, bulan, tahun, dan jam waktu evaluasi dilakukan.
3. Catatan Perkembangan (Menggunakan SOAP)
a. Tulislah data perkembangan yang diperoleh dari catatan tindakan
keperawatan.
b. Tulislah data dalam kelompok data subjektif dan objektif (S-O).
c. Tulislah data perkembangan hanya data yang bersesuaian dengan
kriteria hasil, jadi jangan menuliskan data yang tidak perlu atau
meniadakan data yang diperlukan.
d. Tulislah masalah keperawatan/kondisi masalah keperawatan dalam
analisis (A) untuk evaluasi proses. Contoh : nyeri akut berlanjut/nyeri
akut masih terjadi.
e. Tulislah dalam analisis (A) tujuan teratasi, teratasi sebagian, tidak
teratasi untuk evaluasi hasil.
f. Bila ditemukan masalah yang baru, tuliskan masalah dalam bentuk
diagnosis keperawatan dengan formulasi yang tepat.
11
g. Tulislah dalam perencanaan (P) nomor dari rencana tindakan
keperawatan untuk rencana tindakan yang dikehendaki untuk
dilanjutkan/dipertahankan atau dihentikan.
h. Tulislah rencana tindakan baru bila dikehendaki sebagaimana teknik
penulisan rencana tindakan.
i. Bila menggunakan SOAPIE/SOAPIER, tulislah pelaksanaan tindakan
dalam item I/implementasi dan respons klien dituliskan dalam item
E/evaluasi, kemudian tentukan rencana berikutnya pada item
R/reassessment.
4. Paraf
Tulislah paraf dan nama terang (Rohmah, 2018).