100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
1K tayangan6 halaman

Teori Manajemen Ilmiah Taylor dan Tokoh

Teori manajemen ilmiah dikembangkan oleh Taylor, Gantt, dan pasangan Gilbreth untuk meningkatkan produktivitas dengan menganalisis efisiensi gerakan dan waktu kerja, serta melalui seleksi, pelatihan, dan insentif bagi pekerja. Teori ini memperkenalkan konsep dasar manajemen ilmiah seperti pendekatan ilmiah untuk meningkatkan kinerja organisasi dan keharmonisan antara manajemen dan pekerja.

Diunggah oleh

Astri Rahmalia
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
1K tayangan6 halaman

Teori Manajemen Ilmiah Taylor dan Tokoh

Teori manajemen ilmiah dikembangkan oleh Taylor, Gantt, dan pasangan Gilbreth untuk meningkatkan produktivitas dengan menganalisis efisiensi gerakan dan waktu kerja, serta melalui seleksi, pelatihan, dan insentif bagi pekerja. Teori ini memperkenalkan konsep dasar manajemen ilmiah seperti pendekatan ilmiah untuk meningkatkan kinerja organisasi dan keharmonisan antara manajemen dan pekerja.

Diunggah oleh

Astri Rahmalia
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

A.

SCIENTIFIC MANAGEMENT THEORY(Teori Manajemen Ilmiah)


Frederick W Taylor, Henry L Gantt, Frank Bunker Gillberth dan Lilian Gillberth adalah
tokoh-tokoh dibalik teori manajemen ilimiah. Mereka memikirkan suatu cara meningkatkan
produktivitas dengan menangani kondisi kekurangan tenaga terampil melalui efisiensi para
pekerja. Berikut penjelasan mengenai teori manajemen ilmiah menurut para ahli.
1. Frederick W. Taylor ( 1856-1915 )
Manajemen ilmiah mula-mula dikembangkan oleh Federick Winslow Taylor sekitar
tahun 1900an. Taylor terkenal sebagai Bapak Manajemen Ilmiah karena hasil penelitiannya yang
telah dibukukan dalam karyanya “principles scientific management” tentang usaha-usaha untuk
meningkatkan produktivitas kerja berdasarkan waktu dan gerak pada tahun 1886, dijadikan
sebagai pegangan penting bagi para buruh dan manajer. Dalam penelitiannya itu, ia berpendapat
bahwa efesiensi perusahaan rendah karena banyak waktu dan gerak-gerak buruh yang tidak
produktif.
Arti pertama, manajemen ilmiah merupakan penerapan ilmiah metode studi,analisa dan
pemecahan masalah-masalah organisasi. Arti kedua, manajemen ilmiah adalah seperangkat
mekanisme–mekanisme atau teknik–teknik “a bag of trick” untuk meningkatkan efisiensi kerja
organisasi dan untuk mencapai efisiensi dan keefektifan organisasi. Ia berasumsi bahwa manusia
harus diperlakukan seperti mesin. Dalam bekerja, setiap manusia harus
diawasi oleh supervisor secara efektif dan efisien.
Gerakan Taylor terkenal dengan gerakan efisiensi kerja. Untuk
menjawab berbagai pertanyaan seperti apakah ada satu cara kerja terbaik
“the one best way of doing job” dia mengajukan sekelompok prinsip-
prinsip yang menjadi intinya manajemen ilmiah. Taylor terkenal dengan
rencana peng-upahan yang merangsang “differential rate system”, yang
menghasilkan turunnya biaya dan meningkatnya produktivitas, mutu,
pendapatan pekerja dan semangat kerja karyawan.
Taylor menuangkan gagasan-gagasannya dalam tiga judul makalah, yaitu : Shop
Management, The Principle of Scientific Management, dan Testimony Before the Special House
Committee, yang dirangkum dalam sebuah buku yang berjudul Scientific Management.
Filsafat dibelakang konsep Taylor terletak diatas 4 prinsip yang dikenal dengan “Empat prinsip
dasar Taylor” yaitu :
a. Pengembangan Manajemen Ilmiah yang benar dapat di gunakan untuk menentukan
metode terbaik untuk menjalankan setiap tugas.
b. Seleksi ilmiah untuk karyawan,agar setiap karyawan dapat diberikan taggung jawab atas
sesuatu tugas sesuai dengan kemampuannya.
c. Pendidikan dan pengembangan ilmiah para karyawan.
d. Kerjasama yang baik antara manajemen dan tenaga kerja.
Untuk menerapkan keempat prinsip ini, Taylor mensyaratkan perlunya satu revolusi
mental dikalangan manajer dan karyawan.
Prinsip-prinsip dasar yang menurut dia mendasari pendekatan manajemen ilmiah adalah :
a. Menggantikan cara yang asal-asalan dengan ilmu (pengetahuan yang sistematis).
b. Mengusahakan keharmonisan dalam gerakan kelompok dan bukannya perpecahan.
c. Mencapai kerjasama manusia dan bukanlah individualisme yang kacau.
d. Bekerja untuk keluaran yang maksimum dan bukan keluaran yang terbatas.
e. Mengembangkan semua karyawan sampai taraf yang setinggi-tingginya, untuk
kesejahteraan maksimum mereka sendiri dan perusahaan mereka.

2. Henry L. Gantt ( 1861-1919 )


Henry [Link] (1861-1919) mempertimbangkan kembali system perangsang Taylor,
dengan memperkenalkan sistem bonus harian dan bonus ekstra untuk para mandor. Setiap
pekerja yang dapat menyelesailan tugas yang dibebankan kepadanya dalam sehari berhak
menerima bonus.
Beliau juga memperkenalkan system "Charting" yang terkenal dengan "Gant Chart". Ia
menekankan pentingnya mengembangkan minat hubungan timbal balik antara manajernen dan
para karyawan, yaitu kerja sama yang harmonis. Henry beranggapan bahwa unsur manusia
sangat penting sehingga menggaris bawahi pentingnya mengajarkan, mengembangkan
pengertian tentang sistem pada pihak karyawan dan manajemen, serta perlunya penghargaan
dalam segala masalah manajemen. Metodenya yang terkenal adalah rnetode grafis dalam
menggambarkan rencana-rencana dan memungkinkan adanya pengendalian manajerial yang
lebih baik. Dengan menekankan pentingnya waktu maupun biaya dalam merencanakan dan
mengendalikan pekerjaan. Hal ini yang menghasilkan terciptanya "Gantt Chart" yang terkenal
tersebut. Teknik ini pelopor teknik-teknik modern seperti PERT (Program
Evaluation and Review Techique). Gantt menekankan pentingnya
mengembankan minat timbal balik antara manajemen dan karyawan, yaitu
kerjasama yang harmonis. Dia menggaris bawahi pentingnya mengajarkan,
mengembangkan pengertian tentang sistem pada pihak karyawan dan
manajemen, serta perlunya penghargaan bahwa “dalam segala masalah
manajemen unsur manusia yang paling penting”.
Seperti Taylor, Henry L. Gantt mengemukakan gagasan-gagasan,yaitu :
a. Saling menguntungkan antar tenaga kerja dengan manajemen.
b. Seleksi kerjasama ilmiah tenaga kerja
c. Sistem insentif (bonus) untuk merangsang produktivitas.
d. Pengunaan-pengunaan,instruksi- instruksi kerja yang terperinci.
Kontribusi terbesar dari Gantt adalah dengan menghasilkan metode grafik sebagai teknik
scheduling produksi untuk perencanaan, koordinasi dan pengawasan produksi yang terkenal
dengan “Gantt Chart” yang memuat jadwal kegiatan produksi karyawan supaya tidak terjadi
pemborosan.

3. Frank dan Lillian Gilbreth ( 1868-1924 dan 1878-1972)


Frank B. Gilbreth (1868-1924) dan Lilian Gilbreth (1878-1972). Pasangan suami istri ini
bekerjasama mempelajari aspek kelelahan dan gerak (fatique and motion studies). Disamping itu
Lilian juga tertarik dengan usaha membantu pekerja, menurut Lilian, sasaran akhir manajemen
ilmiah adalah usaha membantu karyawan menampilkan kemampuannya yang penuh sebagai
mahluk manusia.
Contributor utama dalam aliran ini adalah pasangan suami istri Frenk Bungker dan Lilian
Gilbreth. Dalam aliran ini Frank lebih cenderung terhadap masalah yang sangat efisien, terutama
untuk menemukan “cara yang terbaik untuk mengerjakan suatu tugas”.
Konsep Gilbreth adalah gerakan dan kelelahan saling berkaitan. Setiap langkah yang
dapat menghasilkan gerak dapat mengurangi kelelahan, hal ini dapat meningkatkan semangat
karyawan.
Sedangkan istrinya Lillian Gilbreth lebih tertarik pada aspek-aspek manusia dalam kerja
,seperti seleksi,penempatan dan latihan [Link] menuangkan
gagasannya dalam buku yamg berjudul” The Psychology of
Management”.
Pasangan ini juga terkenal dengan konsep “Three position plan
of promotion” (rencana tiga kedudukan untuk suatu promosi), Menurut
konsep ini setiap karyawan memiliki tiga peran yaitu sebagai pelaku,
pelajar dan pelatih yang senantiasa mencari kesempatan baru. Pada saat
yang sama karyawan melakukan pekerjaan saat ini, ia juga
mempersiapkan diri untuk jabatan yang lebih tinggi dan sekaligus melatih penggantinya (be a
doer, a learner and teacher). Banyak manfaat dan jasa yang diberikan oleh Manajemen Ilmiah,
namun satu hal yang dilupakan oleh manajemen ini, yaitu kebutuhan social manusia dalam
berkelompok, karena terlalu mengutamakan keuntungan dan kebutuhan ekonomis dan fisik
perusahaan dan karyawan. Aliran ini melupakan kepuasan pekerjaan karyawan sebagai manusia
biasa.

4. Harrington Emerson (1853-1931)


Prinsip pokoknya adalah tentang tujuan, dimana dan hasil penelitiannya menunjukkan
kebenaran prinsip yaitu bahwa uang akan lebih berhasil bila mengetahui tujuan penggunaannya.
Bukti dan pendapat Emerson yaitu adanya istilah Manage ment by Objective (MBO).
Emerson mengemukakan 12 (dua belas) prinsip-prinsip efisiensi yang sangat terkenal,
yang secara ringkas adalah sebagai berikut:
a. Tujuan-tujuan dirumuskan dengan jelas.
b. Kegiatan yang dilakukan masuk akal.
c. Adanya staf yang cakap.
d. Disiplin.
e. Balas jasa yang adil.
f. Laporan-laporan yang terpercaya, segera, akurat dan ajeg – sistem
informasi dan akuntansi.
g. Pemberian perintah-perencanaan dan pengurusan kerja.
h. Adanya standar-standar dan skedul-skedul – metoda dan waktu
setiap kegiatan.
i. Kondisi yang distandardisasi.
j. Operasi yang distandarisasi.
k. Instruksi- instruksi praktis tertulis yang standar.
l. Balas jasa efisiensi-rencana intensif.
B. KONTRIBUSI TEORI MANAJEMEN ILMIAH
Berikut adalah beberapa kontribusi teori manajemen, yaitu:
a. Metode-metode yang dikembangkan dapat diterapkan pada berbagai kegiatan organisasi.
b. Teknik-teknik efisiensi (studi gerak dan waktu) telah menyadar kan para manajer bahwa
gerak fisik dan alat yang diguna kan dalam menjalankan tugas dapat menjadi efisien.
c. Penekanan pada seleksi dan pengembangan karyawan dengan cara ilmiah
d. pentingnya kemampuan dan faktor pelatihan dalam meningkatkan efektivitas kerja seorang
karyawan.
e. Manajemen ilmiah yang menekankan pentingnya rancangan kerja mendorong manajer
mencari cara terbaik untuk pelaksanaan tugas.
f. Manajemen ilmiah tidak hanya mengembangkan pendekat an rasional dalam memecahkan
masalah organisasi, tetapi lebih dari itu manajemen ilmiah menunjukan jalan kearah
profesionalisasi manajemen.

C. KELEBIHAN TEORI MANAJEMEN ILMIAH


a. Metode ilmiah dapat diterapkan pada bermacam-macam kegiatan organisasi, selain
organisasi industri.
b. Teknik efisiensi dan penelitian waktu dan gerak (time and motion study) mampu
meningkatkan efisiensi dan produktivitas tenaga kerja.
c. Metode pemilikan dan pengembangan tenaga kerja menunjukkan pentingnya latihan dan
pendidikan untuk meningkatkan efektivitas kerja.
d. Metode ini juga mampu memberikan rancangan kerja dan mendorong manajer untuk
mencari alternatif terbaik dalam melaksanakan suatu pekerjaan.
e. Manajemen klasik menyediakan banyak teknik dan pendekatan terhadap manajemen yang
masih relevan saat ini sebagai contoh pemahaman secara menyeluruh mengenai sifat dari
pekerjaan yang dilaksanakan, pemilihan orang yang tepat untuk melakukan pekerjaan
tersebut, dan melakukan pendekatan keputusan secara rasional semuanya adalah ide yang
berguna dan maing-masing dikembangkan selama periode ini.
f. Beberapa konsep inti dari model birokratif masih dapat digunakan di dalam rancangan
organisasi modern selama keterbatasan mereka diakui. Manajer seharusnya mengakui
bahwa efisiensi dan produktivitas dapat diukur dan dikendalikan dalam banyak situasi
D. KEKURANGAN TEORI MANAJEMEN ILMIAH
a. Peningkatan produksi tidak disertai dengan peningkatan pendapatan.
b. Upah yang tinggi dan kondisi kerja yang baik bukan hanya disebabkan oleh peningkatan
laba perusahaan.
c. Hubungan manajemen dan karyawan tetap jauh.
d. Memandang manusia sebagai sesuatu yang rasional yang hanya dapat dimotivasi dengan
pemuasan kebutuhan ekonomi dan fisik. Aliran ini tidak memandang kebutuhan sosial
karyawan.
e. Mengabaikan kebutuhan manusia untuk mendapatkan kepuasan dari hasil kerjanya.
f. Peningkatan produktivitas memungkinkan peningkatan hasil, tetapi sering mengakibatkan
pemberhentian pekerja atau diubahnya upah.
g. teori ini kurang melihat kebutuhan sosial para pekerja dan tidak pernah melihat
ketegangan-ketegangan yang terjadi karena kebutuhan itu tidak terpenuhi. Hal ini terjadi
karena manajer yang mengikuti aliran ini hanya memperhatikan aspek material dan fisik.
h. Manajer juga harus mengakui keterbatasan dari perspektif klasik dan menghindari fokus
sempitnya terhadap efisiensi dari perspektif penting lainnya. Kekurangan dari manajemen
klasik ialah prespektif tersebut menganggap remeh peran individu dalam organisasi.

Common questions

Didukung oleh AI

Pendekatan Frank dan Lillian Gilbreth dalam memahami hubungan antara gerakan dan kelelahan sangat efektif dalam meningkatkan produktivitas karyawan. Mereka menyatakan bahwa setiap langkah yang dapat mengurangi kelelahan berpotensi meningkatkan semangat kerja. Lillian juga menyoroti pentingnya aspek manusia dalam kerja, mengembangkan strategi untuk meningkatkan kemampuan penuh pekerja . Namun, meskipun efisien, pendekatan tersebut kurang memperhatikan aspek sosial dan kepuasan karyawan sebagai manusia .

Prinsip-prinsip efisiensi dari teori manajemen ilmiah tetap relevan dalam organisasi modern dengan beberapa penyesuaian. Sistem seperti studi gerak dan waktu (time and motion studies) dapat diimplementasikan menggunakan teknologi baru untuk optimalisasi proses. Dengan demikian, teknik scheduling seperti Gantt Chart dapat diterapkan menggunakan perangkat lunak manajemen proyek untuk merencanakan waktu dan sumber daya secara efisien. Selain itu, fokus pada seleksi dan pengembangan karyawan dapat diterjemahkan ke dalam program pelatihan dan keterampilan serta pendekatan holistik terhadap kesejahteraan karyawan .

Prinsip-prinsip efisiensi Harrington Emerson lebih menekankan pada tujuan yang jelas dan sistem pencapaian yang terstruktur, termasuk dalam hal disiplin dan balas jasa adil . Sementara itu, prinsip-prinsip Taylor fokus pada metode ilmiah untuk memaksimalkan efisiensi dan produktivitas melalui pengurangan gerakan dan waktu, serta struktur kerja yang ketat . Emerson menyoroti pentingnya perencanaan yang baik dan pengendalian manajerial, berbeda dari pendekatan Taylor yang lebih menitikberatkan pada efisiensi gerakan fisik.

Kekurangan utama teori manajemen ilmiah adalah kurangnya perhatian pada kebutuhan sosial karyawan, yang dapat menyebabkan relasi antara manajemen dan karyawan tetap jauh. Teori ini memandang karyawan secara rasional, hanya memotivasi mereka melalui kebutuhan ekonomi dan fisik, serta mengabaikan kepentingan sosial dan emosional yang penting dalam membangun hubungan yang harmonis .

Untuk mengatasi kekurangan terkait kebutuhan sosial, manajer dapat mengintegrasikan pendekatan emosional dan sosial ke dalam sistem manajemen. Salah satunya adalah dengan mempromosikan komunikasi terbuka dan kerjasama antar tim. Menambahkan program pengakuan yang menyoroti pencapaian individu dan kelompok juga dapat membantu. Selain itu, menyediakan pelatihan yang mendukung kesejahteraan emosional akan memungkinkan manajer menciptakan lingkungan kerja yang lebih seimbang, yang dapat memenuhi kebutuhan sosial serta meningkatkan motivasi dan produktivitas karyawan .

Teori manajemen ilmiah terutama memotivasi karyawan melalui aspek ekonomi dan fisik, tanpa memberikan perhatian yang memadai pada kebutuhan sosial dan emosional mereka. Hal ini mengarah pada kepuasan kerja yang rendah, karena karyawan tidak merasa dihargai secara sosial dan tidak memiliki peluang untuk pengembangan emosional dan sosial, yang penting dalam menyadari potensi mereka sepenuhnya .

Konsep 'Three position plan of promotion' oleh Frank dan Lillian Gilbreth menyoroti pentingnya peran multi-fungsi karyawan sebagai pelaku, pelajar, dan pelatih. Ini memungkinkan karyawan berkontribusi langsung dan bersiap untuk promosi, sambil secara aktif melatih penggantinya. Hal ini menciptakan struktur pengembangan karier yang dinamis dan memberi insentif pada peserta untuk terus belajar dan mengajar rekan kerja mereka .

Gantt Chart menyediakan alat grafis yang memungkinkan perencanaan, koordinasi, dan pengawasan produksi yang lebih baik. Dengan menekankan pentingnya waktu dan biaya dalam merencanakan serta mengendalikan pekerjaan, Gantt Chart membantu mengurangi pemborosan dan meningkatkan efisiensi manajerial dengan memungkinkan manajer untuk melihat jadwal kegiatan dan memastikan proyek berjalan sesuai garis waktu yang ditentukan .

Empat prinsip dasar manajemen ilmiah menurut Frederick W. Taylor meliputi pengembangan metode ilmiah untuk tugas-tugas, seleksi ilmiah dan pengembangan karyawan, kerja sama yang baik antara manajemen dan karyawan, serta pembagian kerja yang adil . Penerapan prinsip-prinsip ini dapat meningkatkan produktivitas organisasi dengan mengurangi waktu dan gerakan kerja yang tidak efisien, serta memastikan setiap karyawan bekerja sesuai kemampuannya .

Metode 'differential rate system' dikemukakan oleh Taylor sebagai cara merangsang produktivitas melalui pembagian upah yang berbeda berdasarkan kinerja. Ini mendorong karyawan untuk meningkatkan efisiensi kerja mereka dengan harapan memperoleh upah yang lebih tinggi. Sebagai hasilnya, interaksi antara manajer dan karyawan lebih berfokus pada pencapaian target produktivitas yang ditetapkan, dan karyawan lebih termotivasi untuk bekerja efisien .

Anda mungkin juga menyukai