0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
156 tayangan3 halaman

Memahami Ambiguitas dalam Bahasa

Dokumen tersebut membahas tentang ambiguitas dan jenis-jenis kalimat ambigu. Terdapat tiga jenis ambiguitas yaitu fonetik, gramatikal, dan leksikal. Dokumen juga memberikan contoh kalimat ambigu beserta perbaikannya.

Diunggah oleh

Ike Rahmawita
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
156 tayangan3 halaman

Memahami Ambiguitas dalam Bahasa

Dokumen tersebut membahas tentang ambiguitas dan jenis-jenis kalimat ambigu. Terdapat tiga jenis ambiguitas yaitu fonetik, gramatikal, dan leksikal. Dokumen juga memberikan contoh kalimat ambigu beserta perbaikannya.

Diunggah oleh

Ike Rahmawita
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia, ambigu berarti mempunyai makna lebih dari

satu. Keambiguan ini dapat menimbulkan keraguan atau ketidakjelasan dalam kalimat yang
diucapkan atau ditulis. Keambiguan lebih sering muncul dalam bahasa tulisan. Hal ini dapat
terjadi apabila penanda ejaan tidak diletakkan secara tepat, maka akan timbul makna ganda.
Keambiguan ini dapat terjadi pada kata, frasa, atau kalimat. Biasanya, untuk menghidari
ambigu maka harus menentukan pemilihan kata yang tepat atau dengan meletakkan tanda
baca di tempat yang semestinya.

Jenis Jenis Kalimat Ambigu

Kalimat ambigu terbagi menjadi beberapa jenis berdasarkan bentuknya, yaitu ambiguitas
fonetik, ambiguitas gramatikal, dan ambiguitas leksikal.

1. Ambiguitas Fonetik

Jenis ambigu yang pertama yaitu ambiguitas fonetik. Jenis keambiguan ini terjadi akibat
persamaan bunyi yang diucapkan. Karena keambiguan ini terjadi saat percakapan, maka jenis
ini sering terjadi dalam dialog sehari-hari. Contoh:

 Putri datang ke sini memberi tahu.

Frasa “memberi tahu” dapat mengandung dua arti yaitu memberi tahu (makanan yang terbuat
dari kedelai), ataukah memberikan suatu informasi.

Keambiguan ini muncul karena bunyi yang diucapkan antara “memberi tahu” yang berarti
memberikan makanan dan “tahu” yang berarti “memberikan informasi” sama. Oleh karena
itu perlu didengarkan pembicaraan secara lengkap.

2. Ambiguitas Gramatikal

Sesuai dengan namanya, ambiguitas gramatikal terjadi karena proses pembentukan


ketatabahasaannya. Akan tetapi, kata-kata yang mengalami ambiguitas jenis ini akan hilang
jika sudah masuk dalam konteks kalimat. Contoh:

 Orang tua

Kata tersebut memiliki dua arti yaitu (1) orang yang sudah tua, dan (2) ibu bapak.
Ketidakjelasan ini akan sirna setelah adanya kalimat berikut :

 Orang tua kandung Budi belum diketahui keberadaannya.  (makna: ibu bapak)
 Kemarin maghrib aku bertemu orang tua bertongkat hitam.  (makna: orang yang
sudah tua)

3. Ambiguitas Leksikal

Jenis ambigu yang ketiga adalah ambiguitas leksikal. Keambiguan jenis ini disebabkan oleh
faktor kata itu sendiri. Contoh:

 Anton berlari dengan sangat kencang ketika lomba maraton.


 Anton lari dari kenyataan hidup yang pahit.

Kata “lari” pada kedua kalimat di atas memiliki beda makna. Pada kalimat pertama, “lari”
berarti aktivitas lari, sedangkan kalimat kedua “lari” berarti menjauh.

Contoh Kalimat Ambigu

Untuk lebih menambah pemahaman para pembaca terkait kalimat ambigu, berikut diberikan
contoh kalimat ambigu dalam Bahasa Indonesia.

1. Gedung sekolah yang baru diresmikan oleh Bapak Bupati.

Keambiguan terletak pada kata yang dicetak miring. Kalimat di atas dapat diperbaiki menjadi
kalimat berikut:

 Gedung-sekolah yang baru itu diresmikan oleh Bapak Bupati.


 Gedung di sekolah yang baru itu diresmikan oleh Bapak Bupati.

2. Saya membaca buku sejarah puisi yang baru.

Kalimat di atas dapat diperbaiki menjadi kalimat berikut:

 Saya membaca buku-sejarah-puisi yang baru.  (bukunya yang baru)


 Saya membaca buku tentang sejarah-puisi yang baru. (sejarahnya yang baru)
 Saya membaca buku sejarah tentang-puisi yang baru.  (puisinya yang baru)

3. Putra konglomerat yang pandai itu kuliah di UGM.

Kalimat di atas dapat diperbaiki menjadi kalimat berikut:

 Putra-konglomerat yang pandai itu kuliah di UGM. (putranya yang pandai)


 Putra dari konglomerat yang pandai itu kuliah di UGM. (konglomeratnya
yang pandai)

4. Putri paman yang berbaju merah itu berasal dari Bali.

Kalimat di atas dapat diperbaiki menjadi kalimat berikut:

 Putri-paman yang berbaju merah itu berasal dari Bali.  (putrinya yang berbaju
merah)
 Putri dari paman yang berbaju merah itu berasal dari Bali.  (pamannya yang
berbaju merah)

5. Teman Andre yang gemuk itu tidak masuk sekolah hari ini.

Kalimat di atas dapat diperbaiki menjadi kalimat berikut:

 Teman-Andre yang gemuk itu tidak masuk sekolah hari ini.  (temannya yang
gemuk)
 Andre yang gemuk itutemannya tidak masuk sekolah hari ini. (Andre yang
gemuk)

6. Pembacaan cerita baru dilaksanakan nanti malam.

Kalimat di atas dapat diperbaiki menjadi kalimat berikut:

 Pembacaan-cerita baru dilaksanakan nanti malam.  (Pembacaannya baru


dilaksanakan)
 Pembacaan cerita yang baru dilaksanakan nanti malam. (ceritanya baru)

7. Sumbangan ke dua sekolah itu dibajak  pencuri.

Kalimat di atas dapat diperbaiki menjadi kalimat berikut:

 Sumbangan yang ke dua kalinya itu dibajak  pencuri.  (sumbangan yang ke-2)
 Sumbangan untuk dua sekolah itu dibajak  pencuri.  (sumbangan untuk 2
sekolah)
 Sumbangan kedua-sekolah itu dibajak  pencuri.  (sumbangan dari dua sekolah)

8. Putri tampil cantik dan mempesona dalam panggung sandiwara kehidupan.

Kalimat di atas dapat diperbaiki menjadi kalimat berikut:

 Putri tampil cantik dan mempesona dalam panggung Sandiwara Kehidupan.


(pementasan drama)
 Putri tampil cantik dan mempesona dalam panggung sandiwara kehidupan.
(makna konotasi panggung sandiwara)

9. Istri pegawai yang gemuk itu mondar-mandir di kantor sambil celingak celinguk.

Kalimat di atas dapat diperbaiki menjadi kalimat berikut:

 Istri-pegawai yang gemuk itu mondar-mandir di kantor sambil celingak


celinguk. (yang gemuk adalah istrinya)
 Pegawai yang gemuk itu istrinya mondar-mandir di kantor sambil celingak
celinguk. (yang gemuk adalah pegawainya)

10. Teman Hana yang cantik dan alim itu sedang sakit di rumah sakit.

Kalimat di atas dapat diperbaiki menjadi kalimat berikut:

 Teman-Hana yang cantik dan alim itu sedang sakit di rumah sakit. (yang
cantik dan alim adalah temannya Hana)
 Teman dari Hana yang cantik dan alim itu sedang sakit di rumah sakit. (yang
cantik dan alim adalah Hana)

Anda mungkin juga menyukai