100% menganggap dokumen ini bermanfaat (3 suara)
145 tayangan22 halaman

Panduan Pemodelan Mike 11 Sungai

Pembuatan model hidrodinamika sungai membutuhkan berbagai data seperti jaringan sungai, penampang melintang, kondisi batas, dan hidrologi. Data-data tersebut diolah menjadi berbagai file input untuk simulasi di Mike 11. Hasil simulasi kemudian dikalibrasi dengan memodifikasi koefisien Manning (n) untuk mendapatkan kesesuaian antara model dan data observasi.

Diunggah oleh

Alan Wijaya
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (3 suara)
145 tayangan22 halaman

Panduan Pemodelan Mike 11 Sungai

Pembuatan model hidrodinamika sungai membutuhkan berbagai data seperti jaringan sungai, penampang melintang, kondisi batas, dan hidrologi. Data-data tersebut diolah menjadi berbagai file input untuk simulasi di Mike 11. Hasil simulasi kemudian dikalibrasi dengan memodifikasi koefisien Manning (n) untuk mendapatkan kesesuaian antara model dan data observasi.

Diunggah oleh

Alan Wijaya
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PENYIAPAN DATA NETWORK SUNGAI

1. Dalam pembuatan Network Sungai pada Mike 11 dibutuhkan data situasi sungai berupa verktor (.shp, .dwg, dll), yang
mana pada kasus ini digunakan data Shapefile “Sungai_Bengawan_Solo_Rev05.shp” dan
“Sungai_Madiun_Rev05.shp”.
2. Setelah itu, dengan bantuan Software Quantum GIS data shapefile di atas di extract menjadi point-point yang kemudian
dari point-point tersebut dimunculkan koordinat X dan Y untuk keperluan membuat Network Sungai pada Mike 11.

Menu untuk mengextract point dari


data shapefile yang merupakan jenis
polyline.

Setelah itu pada layer point hasil extract, munculin Attribute Contoh hasil menampilkan
Table dan kemudian pilih field calculator. Sesuaikan seperti koordinat X dan Y dan point-point
gambar di atas, pada menu “Geometry” pilih $x untuk yang di extract sebelumnya.
3. Setelah itu, membuat file baru pada Software
menampilkanMike Zero
koordinat X dandengan menu File>Mike
$y untuk menampilkan 11>River Network (.nwk11), save
dengan nama “Network_Sungai”. koordinat Y.
Batas koordinat Maximum dan
Minimum X dan Y pada sungai.
4. Memasukan nilai koordinat pada network sungai
5. Klik menu View-Tabular View selanjutnya expand pada network dan arahkan kursor pada point, bloklah tab x coord. &
y coord.
6. Tambahkan Raw secara manual dengan menekan tombol TAB sampai jumlah Raw yang dibutuhkan
7. Paste nilai koordinat x dan y misalnya dari file excel yang telah dibuat
8. Setelah titik-titik tadi masuk ke dalam jaringan, maka langkah selanjutnya adalah mendefinisikan branch atau sungai
atau saluran.
9. Pendefinisian branch dilakukan dari arah hulu ke hilir
10. Bisa dilakukan dengan 2 cara : Icon Auto Route Branch atau dengan Define Branch
Define Branch :
Klik pada point hulu dan Auto Route Branch :
langsung dilanjutkan pada Klik pada point hulu – tahan - dan klick
point2 selanjutnya pada point paling hilir
11. Connect Branch dari 2 sungai atau lebih dengan menggunakan Icon Connect Branch
12. Pilih point hilir sungai madiun lalu klick point di Sungai bengawan solo dari hilir sungai madiun.

Icon Connect Branch

13. Data-data point yg telah jadi pada network, Chainage Type –nya dirubah menjadi User Defined.
14. Hal ini menjaga agar chainage (jarak langsung) dari posisi-posisi point tersebut tidak berubah. System Defined akan
otomatis merubah chainage (jarak langsung) jika salah satu point kita geser posisinya.
15. Posisi chainage merupakan letak dari patok-patok penampang melintang sungai atau saluran.
Rubah System
Defined ke User
Defined
DATA CROSS SECTION SUNGAI
1. Buat file baru pada MikeZero dengan menu File New>Mike11>Cross Section (.xns11). Save dengan nama
“Cross_Section”.

2. Klik insert cross section.


3. Isikan River Name, Topo ID, Chainage dan Croo Section ID sesuai dengan input River Network sebelumnya
4. Masukan nilai jarak datar dan elevasi pada kolom x dan z
5. Kemudian tekan Update Markers, Update marker adalah untuk penentu tinggi tanggul kiri dan kanan serta elevasi
terendah pada penampang.
Note :
Insert cross section di sesuaikan dengan jumlah data cross dari Sungai Bengawan Solo dan Sungai Madiun.
PENYIAPAN DATA HIDROLOGI
1. Buat file baru dengan menu New>Mike Zero>Times Series (.dfs0) – pilih Blank Time Series
Setelah itu isikan sesuai dengan gambar dibawah ini. Setting waktu sesuai dengan data yang tersedia dan copy paste
data yang telah di olah sebelumnya. Type data inputan adalah merupakan “Water Level”.

Note :
Data yang tersedia berupa Water Depth (dalam centimeter), sehingga data di konversi ke meter kemudian di jumlahkan dengan elevasi bottom
dari cross section hulu baik dari sungai Bengawan Solo maupun sungai Madiun.
Jadi, terdapat 3 file nantinya yaitu “Elevasi Air 1” untuk Sungai Bengawan Solo, “Elevasi Air 2” untuk Sungai Madiun, dan “Pasut” untuk
inputan di hilir Sungai Bengawan Solo.
MEMBUAT BOUNDARY CONDITION
1. Setelah semua data time series disiapkan filenya, Langkah selanjutnya adalah setup boundary file yang mendefinisikan
file-file time series yang digunakan sebagai boundary.
2. Buat file baru dengan menu New>Mike11>Boundary Condition (.bnd11), save dengan nama “Boundary”.
3. Untuk data time series Water Level yang ditempat di ujung branch/ sungai/ saluran pada boundary description dipilih
jenis open.
4. Pada boundary type ditentukan jenis/tipe dari boundary. Untuk boundary type berupa Water Level.
5. Branch Name dan Chainage adalah nama sungai/saluran dan posisi tempat berada boundary yang dimaksud. Sesuaikan
dengan sungai yang ada yaitu Sungai Bengawan Solo dan Sungai Madiun.
6. File data timeseries dimasukkan dari File/value dengan cara klik menu browse.

7. Setelah itu buat file baru dengan menu New>Mike11>HD Parameter (.hd11), save dengan nama “HD Parameter”.
8. Pada HD Parameter ini akan dilakukan setting untuk nilai koefisien Manning (n) pada beberapa titik chainage. Pada
kasus ini terdapat 121 titik, 115 titik pada Sungai Bengawan Solo dan 6 titik pada Sungai Madiun.
9. Untuk keperluan kalibrasi Model dengan Data Observasi dilakukan modifikasi nilai Manning (n) pada HD Parameter
(pada tab Bed Resist.) hingga diperoleh kesesuaian antara data dan model. Seperti pada gambar di bawah ini.
SETUP MODEL SIMULASI
Setup Model.
1. Buat file baru dengan menu New>Mike11>Simulation (.sim11), save dengan nama “Simulasi”.
2. Mendefinisikan jenis pemodelan dan mode simulasi yang akan dilaksanakan.
3. Pada simulasi ini jenis simulasi adalah hidrodinamik dan mode simulasi adalah unsteady.

Setup File Input Simulasi


Untuk model simulasi hydrodynamic, jenis file input yang harus
ada adalah, sebagai berikut:
 *.nwk11 yang berisi data jaringan sungai
 *.xns yang berisi data penampang melintang sungai
 *.bnd11 yang berisi data kondisi batas simulasi
 *.hd11 yang berisi data parameter hidrodinamik
Setup file input ini dilakukan pada tab iput,
 Tab input berfungsi untuk memasukkan file input dan
editing file input.
 Disarankan untuk selalu menggunakan fasilitas toolbar
edit untuk melakukan editing file input sehingga
perubahan-perubahan yang dibuat langsung diupdate pada
file sim.
 Untuk itu maka file sim ini disarankan agar selalu terbuka.

Setup Simulasi Propety


 Menentukan simulation property, simulation property ini terdiri dari
time step type, jumlah time step dan satuannya, periode simulasi, dan
initial condition.
 Time Step type : dipilih Fixed Time Step
 Time Step : yaitu ukuran waktu per time step
 Periode : Klik apply default (periode disesuaikan dengan data hidrologi pada file time series
 Type of condition : digunakan Paramater File
 Lebih kecil time step, maka simulasi akan lebih detail dan lebih lama
 Paling kecil time step adalah 1 detik

Menyimpan Hasil Simulasi


Menentukan file untuk menyimpan hasil simulasi dan setup data yang akan disimpan pada file hasil simulasi (*.res11),
tentukan folder sebagai tempat penyimpanan hasil simulasi. Untuk settingannya dapat disesuaikan dengan gambar
berikut ini.

MENGEKSEKUSI SIMULASI HIDRODINAMIK MIKE 11


 Untuk mengeksekusi model ini dilakukan dengan mengklik toolbar start.
 Apabila semua data input telah sesuai dengan permintaan dan setup telah benar maka pada box validation status akan
berwarna hijau
 Dan jika masih ada yang salah akan berwarna merah atau kuning dan terdapat pesan error pada validation messages.
HASIL SIMULASI & KALIBRASI
Untuk melihat hasil simulasi terlebih dahulu aktifkan Mike View pada toolbar Mike Zero. Setelah itu open hasil simulasi
dari Mike. Dengan menu Select Gridpoints kemudian arahkan kursor ke posisi TMA yang digunakan untuk kalibrasi. Hasil
running model dan kalibrasi model pada pos TMA Bojonegoro adalah sebagai berikut :

HASIL PEMODELAN KALIBRASI

Anda mungkin juga menyukai