0% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
277 tayangan33 halaman

Masalah Umum Siswa SMK 62 Jakarta

Berdasarkan frekuensi masalah yang dialami siswa SMK 62 Jakarta, tiga masalah utama adalah: (1) kesulitan memahami penjelasan guru (26,66%), (2) khawatir memperoleh nilai rendah dalam ujian (26,66%), dan (3) kurang mampu berkonsentrasi dalam pelajaran (26,66%).
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
277 tayangan33 halaman

Masalah Umum Siswa SMK 62 Jakarta

Berdasarkan frekuensi masalah yang dialami siswa SMK 62 Jakarta, tiga masalah utama adalah: (1) kesulitan memahami penjelasan guru (26,66%), (2) khawatir memperoleh nilai rendah dalam ujian (26,66%), dan (3) kurang mampu berkonsentrasi dalam pelajaran (26,66%).
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

HASIL AUM UMUM TAMPILAN BERDASARKAN FREKUENSI

AUM UMUM
AUM UMUM Tampilan 4:

SLTA Frekuensi Masalah Setiap Itemem

DATA KELOMPOK

Sekolah : SMK 62 JAKARTA

Kelas : XII

Jurusan : Perhotelan

JumlahSiswa : 30

Tgl. Pengadministrasian : 24/9/2019

JUMLAH SISWA YANG MENGALAMI MASALAH DALAM SETIAP ITEM

NO. PERNYATAAN SINGKAT MASALAH YANG DIALAMI JUMLAH


ITE F %
M
001 Badan terlalu kurus atau terlalu gemuk 8 26,66
002 Warna kulit kurang memuaskan 4 13,33
003 Berat badan terus berkurang 6 20
004 Badan terlalu pendek atau terlalu tinggi 3 10
005 Sacara jasmaniah kurang menarik 2 6,66
006 Belum memikirkan/memilih pekerjaan yang akan dipilih 1 33,33
0
007 Belum tahu bakat untuk jabatan pekerjaan 9 30
008 Kurang memiliki pengetahuan tentang pekerjaan 1 40
2
009 Ingin peroleh bantuan mendapat pekerjaan sambulan untuk melatih diri bekerja 9 30
sambil sekolah
010 Khawatir pekerjaan nantinya 1 40
2
011 Terpaksa atau ragu-ragu memasuki sekolah ini 7 23,33
012 Meragukan kemanfaatan memasuki sekolah 7 23,33
013 Sukar menyesuaikan diri dengan keadaan sekolah 3 10
014 Kurang meminati pelajaran/jurusan program yang diikuti 5 16,66
015 Khawatir tidak menamatkan sekolah seperti yang di rencanakan 0 0
016 Fungsi atau kondisi mata kurang baik 7 23,33
017 Mengalami gangguan tertentu karena cacat jasmani 1 3,33
018 Fungsi atau kondisi hidung kurang baik 2 6,66
019 Kondisi kesehatan kulit kurang baik 4 13,33
020 Gangguan pada gigi 1 3,33
021 Ragu akan kemampuan sukses dalam bekerja 7 23,33
022 Belum mampu merencanakan masa depan 4 13,33
023 Takut akan bayangan masadepan 4 13,33
024 Membanding-bandingkan pekerjaan yang layak/tidak untuk dijabati 4 13,33
025 Khawatir diperlakukan tidak wajar dalam melamar pekerjaan 7 23,33
026 Sering tidak masuk sekolah 0 0
027 Tugas-tugas pelajaran tidak selesai pada waktunya 7 23,33
028 Sukar memahami penjelasan guru sewaktu pelajaran berlangsung 8 26,66
029 Mengalami kesulitan dalam membuat catatan pelajaran 1 3,33
030 Terpaksa mengikuti mata pelajaran yang tidak disukai 1 40
2
031 Fungsi atau kondisi kerongkongan kurang baik 1 3.33
032 Gagap dalam berbicara 1 3,33
033 Fungsi atau kondisi kesehatan telinga kurang baik 2 6,66
034 Kurang mampu berolahraga karena kondisi jasmani 0 0
035 Gangguan pada pencernaan 2 6,66
036 Kurang yakin pendidikan dalam menyiapkan jabatan 9 30
037 Ragu tentang memperoleh pekerjaan dengan pendidikan yang diikuti 4 13,33
038 Ingin mengikuti latihan khusus yang benar-benar tunjang mencari pekerjaan 7 23,33
039 Cemas kalau menjadi pengangguran selama pendidikan ini 1 43,33
3
040 Ragu apakah setamat pendidikan ini dapat bekerja secara mandiri 4 13,33
041 Gelisah atau tidak menentu selama pelajaran berlangsung 7 23,23
042 Sering malas belajar 1 40
2
043 Kurang konsentrasi dalam mengikuti pelajaran 8 26,66
044 Khawatir tugas pelajaran hasilnya kurang memuaskan /rendah 1 40
2
045 Masalah karena hasil belajar diberitahukan pada akhir caturwulan 0 0

046 Sering pusing dan/atau mudah sakit 3 10


047 Mengalami gangguan setiap datang bulan 0 0
048 Secara umum merasa tidak sehat 0 0
049 Khawatir mengidap penyakit turunan 3 10
050 Selera makan sering terganggu 5 16,66
051 Hasil belajar atau nilai-nilai kurang memuaskan 5 16,66
052 Mengalami masalah dalam belajar kelompok 0 0
053 Kurang berminat/ kurang mampu mempelajari buku pelajaran 5 16,66
054 Takut/kurang mampu berbicara di dalam/luar kelas 2 6,66
055 Kesulitan dalam ejaan/tata bahasa/perbendaharaan 1 3,33
056 Mengalami masalah dalam menjawab pertanyaan ujian 4 13,33
057 Tidak tahu dan/atau tidak mampu menerapkan cara-cara belajar 5 16,66
058 Kekurangan waktu untuk belajar 2 6,66
059 Masalah dalam menyusun makalah/laporan/karya tulis 3 10
060 Sukar mendapatkan buku pelajaran yang diperlukan 3 10
061 Mengidap penyakit kambuhan 1 3,33
062 Alergi terhadap makanan atau keadaan tertentu 5 16,66
063 Kurang atau susah tidur 7 23,33
064 Mengalami gangguan karena merokok/minuman/obat-obatan 1 3,33
065 Khawatir tertular penyakit yang diderita orang lain 6 20
066 Kesulitan dalam Bahasa Inggris/bahasa asing 1 33,33
0
067 Kesulitan membaca cepat/memahami isi buku pelajaran 3 10
068 Takut menghadapi ulangan/ujian 0 0
069 Khawatir memperoleh nilai rendah dalam ulangan/ujian/tugas 8 26,66
070 Kesulitan dalam mengingat materi pelajaran 3 10
071 Seringkali tidak siap menghadapi ujian 3 10
072 Sarana belajar di sekolah kurang memadai 6 20
073 Orang tua kurang peduli/membantu kegiatan belajar 2 6,66
074 Anggota keluarga kurang peduli/membantu kegiatan belajar 1 3,33
075 Sarana belajar di rumah kurang memadai 2 6,66
076 Sering mimpi buruk 0 0
077 Cemas atau khawatir tentang sesuatu yang belum pasti 1 36,66
1
078 Mudah lupa 1 53,33
6
079 Sering melamun atau berkhayal 1 33,33
0
080 Ceroboh atau kurang hati-hati 7 23,33
081 Cara guru menyajikan pelajaran terlalu baku dan/atau membosankan 1 40
2
082 Guru kurang bersahabat dan/atau kurang membimbing siswa 4 13,33
083 Mengalamai masalah karena disiplin yang diterapkan oleh guru 6 20
084 Dirugikan karnea guru kurang objektik 2 6,66
085 Guru kurang memberikan tanggung jawab kepada siswa 1 3,33
086 Guru kurang adil dan pilih kasih 6 20
087 Ingin dekat dengan guru 5 16,66
088 Guru kurang memperhatikan kebutuhan/keadaan siswa 4 13,33
089 Mendapat perhatian khusus dari guru tertentu 2 6,66
090 Sikap dan/atau tindakan guru serin berubah-ubah sehingga membingungkan siswa 6 20
091 Sering murung dana ataua merasa tidak bahagia 2 6,66
092 Mengalami kerugidan atau kesulitan karena terlampau hatihati 0 0
093 Kurang serius menghadapi sesutau yang penting 3 10
094 Merasa hidup kurang berarti 2 6,66
095 Sering gagal dan/atau mudah patah semangat 2 6,66
096 Khawatir akan dipaksa melanjutkan pelajaran setamat sekolah ini 2 6,66
097 Kekurang infromasi tentang pendidikan lanjutan 3 10
098 Ragu tentang kemanfaatan pendidikan lanjutan setamat sekolah ini 0 0
099 Khawatir tidak mampu melanjutkan pelajaran setamat sekolah ini 4 13,33
100 Ragu apakah sekolah sekarang ini mampu memberikan modal 2 6,66
101 Khawatir tidak tersedia bisaya untuk melanjutkan pelajaran 4 13,33
102 Sulit keputusan mencari pekerjaan/melanjutkan pelajar 4 13,33
103 Khawatir tuntuta pendidikan lanjuta sangat berat 3 10
104 Pertentangan dengan orangtua/anggota keluarga tentang melanjutkan pelajaran 2 6,66
105 Khawatir bersaing dalam memasuki pendidikan lanjutan 3 10
106 Gentar/khawatr dalam menghapai/mengemukakan sesuatu 2 6,66
107 Penakut, pemalu, dan/atau mudah menjadi bingung 3 10
108 Sukar mengubah pendapat meskipun kata orang salah 6 20
109 Takut mencoba sesuatu yang baru 4 13,33
110 Mudah marah atau tidak mampu mengendalikan diri 4 13,33
111 Mengalami masalah untuk pergi ketempat peribadahan 2 6,66
112 Pandangan dan/atau kebiasaan tidak sesuai keagamaan 2 6,66
113 Tidak mampus melaksanakan tuntutan keagamaan 2 6,66
114 Kurang menyukai pembicaraan tentang agama 0 0
115 Ingin memperoleh penjelasan tentang kaidah-kaidah agama 5 16,66
116 Mengalami kesulitan dalam mendalami agama 1 3,33
117 Tidak memiliki kecakapan melaksanakan agama 0 0
118 Masalah karena membandingkan agama 1 3,33
119 Bermasalah karena anggota keluarga tidak seagama 0 0
120 Belum menjalankan ibadah agama sebagaiana diharapkan 1 33,33
0
121 Merasa kesepian dan/atau takut ditinggal sendiri 0 0
122 Sering bertingkah laku/bertindak/bersikap kekanak-kanakan 4 13,33%
123 Rendah diri atau kurang percaya diri 8 26,66%
124 Kurang terbuka terhadap orang lain 4 13,33%
125 Sering membesar-besarkan sesuatu yang sebenarnya tidak perlu 0 0
126 Berkata dusta/tidak jujur untuk tujuan-tujuan tertentu 6 20%
127 Kurang mengetahui yang dianggap baik/buruk/benar/salah 3 10%
128 Sulit mengambil keputusan tentang baik/buruk/benar/salahnya 2 6.66%
129 Merasa terganggu oleh kesalahan atau keburukan orang lain 5 16,66%
130 Tidak tahu cara untuk mengatakan tentang baik/buruk/benar/salah 3 10%
131 Khawatir akibat perbuatan melanggar 4 13,3%
132 Kurang menyukai pembicaraan di tempat peribadatan 0 0
133 Kurang taat /khusyuk dalam menjalankan agama 8 26,6%
134 Masalah karena cenderung fanatic atau berprasangka 2 6,66%
135 Meragukan manfaat ibadah dan/atau upacara keagamaan 0 0
136 Tidak menyukai atau tidak disukai seseorang 3 10%
137 Merasa diperhatikan, dibicarakan, atau diperolokkan orang lain 4 13,33%
138 Masalah karena ingin lebih terkenal/menarik/lebih menyenangkan 3 10%
139 Mempunyai kawan yang kurang disukai orang lain 2 6,66%
140 Tidak punya kawan akrab, hubungan sosial terbatas/terisolir 1 3,33%
141 Terganggu karena lakukan yang jadikan orang lain tidak senang 3 10%
142 Terlanjur berbicara/bertindak/bersikap yang tidak layak 4 13,33%
143 Ditegur karena melakukan kesalahan/pelanggaran/sesuatu yang tidak layak 1 3,33%
144 Mengalami masalah karna berbohong/berkata tidak layak 4 13,33%
145 Tidak melakukan sesuatu yang sesungguhnya perlu dilakukan 1 3,33%
146 Takut dipersalahkan karena melanggar adab 2 6,66%
147 Masalah karena kebiasaan berbeda dari orang lain 2 6,66%
148 Melakukan perbuatan salah/melanggar nilai-nilai moral/adat 0 0
149 Merasa bersalah karna mengingkari janji 3 10%
150 Mengalami persoalan karna berbeda pendapat tentang aturan dalam adat 0 0
151 Kurang peduli terhadap orang lain 5 16,66%
152 Rapuh dalam berteman 1 3,33%
153 Merasa tidak di anggap penting/diremehkan/dikecam orang lain 5 16,66%
154 Masalah dengan orang lain karena kurang perduli terhadap diri 2 6,66%
155 Canggung/tidak lancer berkomunikasi 3 10%
156 Butuh keterangan tentang persoalan seks/pacaran/perkawinan 3 10%
157 Malu/kurang terbuka dalam bicara soal seks/pacar/jodoh 2 6,66%
158 Khawatir tidak dapat pacar/jodoh yang baik/cocok 6 20%
159 Memikirkan seks/percintaan/pacaran/perkawinan 2 6,66%
160 Masalah karena dilarang/merasa tidak patut berpacaran 1 3,33%
161 Bermasalah karena kedua orang tua hidup berpisah atau cerai 1 3,33%
162 Mengalami masalah karena ayah dan ibu kandung telah meninggal 3 10%
163 Mengkhawatirkan kondisi kesehatan anggota keluarga 4 13,33%
164 Masalah karena keadaan dan perlengkapan tempat tinggal kurang memadai 2 6,66%
165 Mengkhawatirkan kondisi orang tua yang bekerja terlalu berat 7 23,33%
166 Tidak lincah dan kurang mengetahui tentang tata krama pergaulan 0 0
167 Kurang pandai memimpin dan/atau mudah dipengarui orang lain 4 13,33%
168 Sering membantah/tidak suka yang dikatakan/dirasakan orang lain/ dikatakan 3 10%
sombong
169 Mudah tersinggung atau sakit hati dalam hubungan dengan orang lain 2 6.66
170 Lambat menjalin persahabatan 2 6,66
171 Kurang mendapat perhatian dari jenis kelamin lain/pacar 2 6,66%
172 Mengalami masalah karena ingin mempunyai pacar 0 0
173 Canggung dalam menghadapi jenis kelamin lain, pacar 2 6.66%
174 Sukar mengendalikan dorongan seksual 0 0
175 Mengalami masalah dalam memilih teman akrab dari jenis kelamin lain/pacar 1 3.33%
176 Keluarga mengeluh tentang keadaan keluarga 5 16.66%
177 Mengkhawatirkan keadaan keuangan 1 3,33%
178 Bermasalah karena ibu atau bapak akan kawin lagi 1 3,33%
179 Khawatir tidak mampu memenuhi tuntutan/ harapan orang tua / anggota keluarga lain 2 6,66%
180 Membayangkan menjadi anak dari keluarga lain 3 10%
181 Kurang mampu berhemat/kemampuan keuangan tidak mencukupi 3 10%
182 Khawatir tidak menamatkan sekolah ini/putus sekolah dan harus bekerja 1 3.33%
183 Terlalu berhemat/ingin menabung 6 20%
184 Kekurangan keuangan menyebabkan pengembangan diri terhambat 3 10%
185 Untuk memenuhi keuangan terpaksa sekolah sambal bekerja 2 6,66%
186 Takut atau terlalu jauh berhubungan dengan jenis kelamin lain/pacar 0 0
187 Bertepuk sebelah tangan dengan kawan akrab/pacar 3 10%
188 Takut ditinggalkan pacar/ patah hati / cemburu / cinta segitiga 4 13,33%
189 Khawatir akan dipaksa kawin 2 6,66%
190 Mengalami masalah karena seringdan mudah jatuh cinta / rindu kepada pacar 1 3.33%
191 Kurang perhatian dan pengertian dari orang tua / anggota keluarga 3 10%
192 Mengalami kesulitan dengan bapak atau ibu tiri 0 0
193 Diperlakukan tidak adil oleh orang tua/ anggota keluarga 2 6,66%
194 Khawatirnya akan terjadinya / percekcocan dalam keluarga 3 10%
195 Hubungan dengan orang tua kurang hangat/kurang harmonis/kurang menggembirakan 2 6,66
196 Mengalami maslah karena ini berpenghasilan sendiri 4 13,33%
197 Berhutang yang cukup memberatkan 2 6,66%
198 Besarnya uang yang diperoleh dan sumber – sumbernya tidak menentu 3 10%
199 Khawatir keuangan orang tua/orang yang menjadi sumber keuangan 1 3.33%
200 Mengalami masalah karena uang dikendalikan oleh orang lain 0 0
201 Kekurangan waktu senggang 5 16.66%
202 Kurang bebasmenggunakan waktu senggang 3 10%
203 Masalah untuk mengikuti acara – acara gembira dan santai 2 6,66%
204 Tidak punya kawan akrabuntuk mengisi waktu senggang 1 3,33%
205 Mengalami masalah karena memikirkan kesempatan waktu berlibur 1 3,33%
206 Mengalami masalah karena menjadi anak tunggal,sulung,atau bungsu 4 13,33%
207 Hubungan kurang harmonis dengan keluarga 0 0
208 Orang tua atau anggota lainnya terlalu berkuasa 1 3,33%
209 Dicurigai oleh orang tua atau keluarga lain 1 3,33%
210 Bermasalah karena dirumah orang tua tinggal atau anggota keluarga lain 1 3,33%
211 Mengalami masalah karena membanding-bandingkan kondisi keuangan dengan org 1 3,33%
lain
212 Kesulitan dalam mendapatkan penghasilan sendiri 6 20%
213 Mempertanyakan kemungkinan memperoleh beasiswa atau dana bantuan belajar 4 13,33%
214 Orang lain menganggap pelit/tidak mau bantu kawan yang sedang mengalami 1 3,33%
kesusahan
215 Terpaksa berbagi pengeluaran keuangan dengan keluarga lain 0 0
216 Tidak mengetahui cara menggunakan waktu senggang yang ada 4 13,33%
217 Kekurangan sarana seperti biaya, kendaraan, dan lain lain 4 13,33%
218 Mengalami masalah karena cara melaksanakan kegiatan/acara kurang tepat 0 0
219 Mengalami masalah dalam menggunakan waktu senggang karena tidak memiliki 1 3,33%
keterampilan
220 Kurang berminat/tidak ada hal yang menarik dalam memanfaatkan waktu senggang 1 3,33%
221 Tinggal dilingkungan keluarga/tetangga yang kurang menyenangkan 1 3,33%
222 Tidak sependapat dengan orang tua/anggota keluarga tentang sesuatu yang 4 13,33%
direncanakan
223 Orang tua kurang senang kawan-kawan datang kerumah 1 3,33%
224 Mengalami masalah karena rindu dan ingin bertemu dengan orang tua/keluarga lain 2 6,66%
225 Tidak betah dan ingin meninggalkan rumah karena keadaannya tidak menyenangkan 2 6,66%
Data Kelompok
Sekolah : SMK 62 JAKARTA
       Kelas : XII
Jurusan : perhotelan 
Jumlah Siswa : 30
       Tgl. Pengadministrasian : 24/9/2019

Tabulasi Data AUM 


Berdasarkan Jumlah Peserta Didik Yang Memiliki Masalah

LAYANAN YANG
BUTIR
MASALAH YANG DIUNGKAP F % DIMUNGKINKAN &
SOAL
TOPIK LAYANANNYA
078 Mudah lupa 1 L. info: Jangan Lupakan Aku
53,33
6
039 Cemas kalau menjadi penganggur setamat 1 L. info: Optimis Dalam
43,33
pendidikan ini 3 Mencari Pekerjaan
008 Kurang memiliki pengetahuan yang luas L. info: Apa itu dunia kerja?
1
tentang lapangan pekerjaan dan seluk beluk 40
2
jenis-jenis pekerjaan
010 Khawatir akan pekerjaan yang dijabatnya L. info: Cara Memiliki Sikap
1
nanti; jangan-jangan memberikan 40 Optimisme
2
penghasilan yang tidak mencukupi
030 Terpaksa mengikuti mata pelajaran yang 1 L. info: Kesadaran Untuk
40
tidak disukai 2 Siap Belajar
042 Sering malas belajar 1 L. info: Motivasi Belajar
40
2
044 Khawatir tugas-tugas pelajaran hasilnya 1
40
kurang memuaskan atau rendah 2
081 cara guru menyajikan pelajaran terlalu kaku 1 L. info: Tips Mudah
40
dan/ membosankan 2 Memahami Pelajaran
077 Cemas atau khawatir tentang sesuatu yang 1
36,66
belum pasti 1
006 Belum mampu memikirkan dan memilih 1 33,33 L. info: Pekerjaan Apa yang
pekerjaan pekerjaan yang akan dijabat 0 Cocok Untuk Saya
nantinya
066 Mengalami kesulitan dalam pemahaman dan
1
pengetahuan istilah dan/ bahasa inggris dan/ 33,33
0
bahasa asing lainnya
120 Belum menjalankan ibadah agama 1 L. info: Meningkatkan
33,33
sebagaimana diharapkan 0 Keimanan
079 Sering melamun atau berkhayal 1 L. info: Tetap Berkonsentrasi
33,33
0
007 Belum mengetahui bakat diri sendiri untuk L. info: Ayo Kenali Bakatmu
9 30
jabatan/pekerjaan apa
009 Ingin memperoleh bantuan dalam [Link] konten:
mendapatkan pekerjaan sambilan untuk 9 30 Membangun Relasi Dengan
melatih diri sendiri sambil bekerja Orang Lain
036 Kurang yakin terhadap kemampuan
pendidikan sekarang ini dalam menyiapkan 9 30
jabatan tertentu nantinya
001 Badan terlalu kurus, atau terlalu gemuk 8 26,66 L. info: Kesehatan Tubuh
028 Sukar memahami penjelasan guru sewaktu
8 26,66
pelajaran berlangsung
043 Kurang konsentrasi dalam mengikuti L. info: Tetap Fokus Belajar
8 26,66
pelajaran
069 Khawatir memperoleh nilai rendah dalam L. info: Kiat Sukses Dalam
8 26,66
ulangan/ujian ataupun tugas-tugas Belajar
123 Rendah diri atau kurang percaya diri L. info: Membangun Rasa
8 26,66
Percaya Diri
133 Kurang taat dan/ kurang khusyuk dalam L. info: Menambah Wawasan
8 26,66
menjalankan ibadah agama Tentang Ilmu Agama
011 Terpaksa atau ragu-ragu memasuki sekolah
7 23,33
ini
012 Meragukan kemanfaatan memasuki sekolah
7 23,33
ini
016 Fungsi dan/ kondisi kesehatan mata kurang
7 23,33
baik
021 Ragu akan kemampuan saya untuk sukses [Link]: Optimis dan
dalam bekerja 7 23,33 Konsisten dengan yang
diminati
025 Khawatir diperlakukan secara tidak wajar L. penguasaan konten: Cara
atau tidak adil dalam mencari dan/ melamar 7 23,33 Membuat Surat Lamaran dan
pekerjaan Daftar Riwayat Hidup
038 Ingin mengikuti kegiatan pelajaran dan/
latihan khusus tertentu yang benar-benar
7 23,33
menunjang proses mencari dan melamar
pekerjaan setamat pendidikan ini
041 Gelisah dan/ melakukan kegiatan tidak 7 23,33
menentu sewaktu pelajaran berlangsung,
misalnya membuat coret-coretan dalam
buku, cenderung mengganggu teman
063 Kurang atau susah tidur 7 23,33
080 Ceroboh atau kurang hati-hati 7 23,33
165 Mengkhawatirkan kondisi orangtua yang
7 23,33
bekerja terlalu berat
003 Berat badan terus berkurang, atau
6 20
bertambah
065 Khawatir tertular penyakit yang diderita
6 20
orang lain
072 Sarana belajar disekolah kurang memadai 6 20
083 Mengalami masalah karena disiplin yang
6 20
diterapkan oleh guru
086 Guru kurang adil atau pilih kasih
6 20

090 Dalam memberikan pelajaran dan/


berhubungan dengan siswa sikap dan/
tindakan guru sering berubah-ubah sehingga
membingungkan siswa

6 20

108 Keras kepala atau sukar mengubah


pemdapat sendiri meskipun kata orang lain
pendapat itu salah

6 20
126 Berkata dusta dan/ berbuat tidak jujur untuk
tujuan-tujuan tertentu, seperti membohongi
teman, berlaku curang dalam ujian

6 20

158 Khawatir tidak mendapatkan pacar atau


jodoh yang baik/cocok
6 20

183 Mengalami masalah karena terlalu berhemat


dan/ ingin menabung

6 20

212 Kesulitan dalam mendapatkan penghasilan


sendiri sambil sekolah
6 20

014 Kurang meminati pelajaran atau jurusan


atau program yang diikuti

5 16,66

050 Selera makan sering terganggu


5 16,66

051 Hasil belajar atau nilai-nilai kurang


memuaskan 5 16,66

053 Kurang berminat/ kurang mampu


mempelajari buku pelajaran 5 16,66
057 Tidak tahu dan/atau tidak mampu
menerapkan cara-cara belajar 5 16,66

062 Alergi terhadap makanan atau keadaan


tertentu 5 16,66

087 Ingin dekat dengan guru


5 16,66

115 Ragu dan ingin memperoleh penjelasan


lebih banyak tentang kaidah-kaidah agama 5 16,66

129 Merasa terganggu oleh kesalahan atau


keburukan orang lain 5 16,66

151 Kurang peduli terhadap orang lain


5 16,66

153 Merasa tidak dianggap penting, diremehkan


atau dikecam oleh orang lain 5 16,66

176 Keluarga mengeluh tentang keadaan


keuangan 5 16,66

201 Kekurangan waktu senggang, seperti waktu


istirahat, waktu luang di sekolah ataupun
dirumah, waktu libur untuk bersikap santai 5 16,66
dan/atau melakukan kegiatan yang
menyennangkan atau rekreasi
002 Warna kulit kurang memuaskan
4 13,33

019 Kondisi kesehatan kulit kurang baik


4 13,33

022 Belum mampu merencanakan masa depan


4 13,33

023 Takut akan bayangan masa depan


4 13,33

024 Membanding-bandingkan pekerjaan yang


layak/tidak untuk dijabati 4 13,33
037 Ragu tentang memperoleh pekerjaan dengan
pendidikan yang diikuti 4 13,33

040 Ragu apakah setamat pendidikan ini dapat


bekerja secara mandiri  4 13,33

056 Mengalami masalah dalam menjawab


pertanyaan ujian 4 13,33

082 Guru kurang bersahabat dan/atau


membimbing siswa 4 13,33

088 Guru kurang memperhatikan kebutuhan


dan/atau keadaan siswa 4 13,33

099 Khawatir tidak mampu melanjutkan


pelajaran setamat dari sekolah ini dan/atau
4 13,33
terlalu memikirkan pendidikan lanjutan
setamat sekolah ini
101 Khawatir tidak tersedia biaya untuk
melanjutkan pekerjaan setamat sekolah ini 4 13,33

102 Tidak dapat mengambil keputusan tentang


apakah akan mencari pekerjaan atau 4 13,33
melanjutkan pelajaran setamat sekolah ini
109 Takut mencoba sesuatu yang baru
4 13,33

110 Mudah marah atau tidak mampu


mengendalikan diri 4 13,33

122 Sering bertingkah laku, bertindak, atau


bersikap kekanak-kanakan 4 13,33

124 Kurang terbuka terhadap orang lain


4 13,33

131 Khawatir atau merasa ketakutan akan akibat


perbuatan melanggar kaidah-kaidah agama 4 13,33

137 Merasa diperhatikan, dibicarakan atau


diperolokan orang lain 4 13,33
142 Terlannjur berbicara, bertindak atau
bersikap yang tidak layak kepada orang tua 4 13,33
dan/atau orang lain
144 Mengalami masalah karena berbohong atau
berkata tidak layak meskipun sebenarnya
4 13,33
dengan maksud sekedar berolok-olok atau
menimbulkan suasana gembira
163 Mengkhawatirkan kondisi kesehatan
keluarga  4 13,33

167 Kurang pandai memimpin dan/atau mudah


dipengaruhi orang lain 4 13,33

188 Takut ditinggalkan pacar atau patah hati,


cemburu atau cinta sejati 4 13,33

196 Mengalami masalah karena ingin


berpenghasilan sendiri 4 13,33

206 Mengalami masalah karena menjadi anak


tunggal, anak sulung, anak bungsu, satu-
4 13,33
satunya anak laki-laki atau satu-satunya
anak perempuan
213 Mempertanyakan kemungkinan
memperoleh beasiswa atau dana bantuan 4 13,33
belajar lainnya
216 Tidak mengetahui cara menggunakan waktu
senggang yang ada 4 13,33

217 Kekurangan sarana, seperti biaya,


kendaraan, televisi, buku-buku bacaan, dan
4 13,33
lain-lain untuk memanfaatkan waktu
senggang
222 Tidak sependapat dengan orang tua atau
anggota keluarga tentang sesuatu yang 4 13,33
direncanakan
004 Badan terlalu pendek atau terlalu tinggi
3 10

013 Sukar menyesuaikan diri dengan keadaan


sekolah 3 10
046 Sering pusing dan/atau mudah sakit
3 10

49 Khawatir mengidap penyakit turunan


3 10

59 Masalah dalam menyusun


3 10
makalah/laporan/karyatulis
60 Sukar mendapatkan buku pelajaran yang
3 10
diperlukan
67 Kesulitan membaca cepat/memahami isi
3 10
buku pelajaran
70 Kesulitan dalam mengingat materi pelajaran 3 10
71 Sering kali tidak siap menghadapi ujian 3 10
93 Kurang serius menghadapi sesuatu yang
3 10
penting
97 Kekurangan informasi tentang pendidikan
3 10
lanjutan
103 Khawatir tuntutan pendidikan lanjuta sangat
3 10
berat
105 Khawatir bersaing dalam memasuki
3 10
pendidikan lanjutan
107 Penakut, pemalu, dan/atau mudah menjadi
3 10
bingung
122 Sering bertingkah laku/bertindak/bersikap
3 10
kekanak-kanakan
130 Tidak tahu cara untuk mengatakan tentang
3 10
baik/buruk/benar/salah
136 Tidak menyukai atau tidak disukai
3 10
seseorang
138 Masalah karena ingin lebih
3 10
terkenal/menarik/lebih menyenangkan
141 Terganggu karena lakukan yang jadikan
3 10
orang lain tidak senang
149 Terganggu karena lakukan yang jadikan
3 10
orang lain tidak senang
155 Canggung/tidak lancar berkomunikasi 3 10
156 Butuh keterangan tentang persoalan
3 10
seks/pacaran/perkawinan
162 Butuh keterangan tentang persoalan
3 10
seks/pacaran/perkawinan
168 Sering membantah/tidak suka yang
dikatakan/dirasakan orang lain/ dikatakan 3 10
sombong
180 Membayangkan menjadi anak dari keluarga 3 10
lain
181 Kurang mampu berhemat/kemampuan
3 10
keuangan tidak mencukupi
184 Kekurangan  keuangan menyebabkan
3 10
pengembangan diri terhambat
187 Bertepuk sebelah tangan dengan kawan
3 10
akrab/pacar
191 Bertepuk sebelah tangan dengan kawan
3 10
akrab/pacar
194 Khawatirnya akan terjadinya / percekcocan
3 10
dalam keluarga
198 Besarnya uang yang diperoleh dan sumber –
3 10
sumbernya tidak menentu
202 Kurang bebas menggunakan waktu
3 10
senggang
5 Secara jasmaniah kurang menarik 2 6,66
18 Fungsi atau kondisi hidung kurang baik 2 6,66
33 Fungsi atau kondisi kesehatan telinga
2 6,66
kurang baik
35 Gangguan pada pencernaan 2 6,66
54 Takut/kurang mampu berbicara di
2 6,66
dalam/luar kelas
58 Kekurangan waktu untuk belajar 2 6,66
73 Orang tua kurang peduli/membantu kegiatan
2 6,66
belajar
75 Sarana belajar di rumah kurang memadai 2 6,66
84 Dirugikan karena guru kurang objektik 2 6,66
89 Mendapat perhatian khusus dari guru
2 6,66
tertentu
91 Sering murung dana atau merasa tidak
2 6,66
bahagia
94 Merasa hidup kurang berarti 2 6,66
95 Sering gagal dan/atau mudah patah
2 6,66
semangat
96 Sering gagal dan/atau mudah patah
2 6,66
semangat
100 Ragu apakah sekolah sekarang ini mampu
2 6,66
memberikan modal
104 Pertentangan dengan orangtua/anggota
2 6,66
keluarga tentang melanjutkan pelajaran
Gentar/khawatir dalam
106 2 6,66 Konseling Individu
menghadapi/mengemukakan sesuatu
Mengalami masalah untuk pergi ketempat
111 2 6,66 Konseling Individu
peribadatan
113 Tidak mampu melaksanakan tuntunan 2 6,66 Konseling Individu
agama
Sulit mengambil keputusan tentang
128 2 6,66 Konseling Individu
baik/buruk/benar/salahnya
Masalah karena cenderung fanatic atau
134 2 6,66 Konseling Individu
berperasangka
Mempunyai kawan yang kurang disenangi
139 2 6,66 Konseling Individu
orang
146 Takut dipersalahkan karena melanggar adat 2 6,66 Konseling Individu
Masalah karena kebiasaan berbeda dari
147 2 6,66 Konseling Individu
orang lain
Masalah dengan orang lain karena kurang
154 2 6,66 Konseling Individu
peduli terhadap diri
Mau/kurang terbuka dalam berbicara soal
157 2 6,66 Konseling Individu
seks/pacar/jodoh
159 Memikirkan seks/percintaan/pacaran/jodoh 2 6,66
Masalah karena keadaan dan perlengkapan
164 2 6,66 Konseling Individu
tempat tinggal kurang memadai
170 Lambat menjalin persahabatan 2 6,66 Konseling Individu
Kurang mendapat perhatian dari lawan jenis
171 2 6,66 Konseling Individu
kelamin/pacar
Canggung dalam menghadapi jenis kelamin
173 2 6,66 Konseling Individu
lain atau pacar
Khawatir tidak mampu memenuhi tuntunan
179 atau harapan orang tua/anggota keluarga 2 6,66 Konseling Individu
lain
Untuk memenuhi keuangan terpaksa harus
185 2 6,66
bekerja
189 Khawatir akan dipaksa kawin 2 6,66
Diperlakukan tidak adil oleh orang Konseling Individu
193 2 6,66
tua/anggota keluarga lain
Hubungan dengan orang tua kurang
195 hangat/kurang harmonis/kurang 2 6,66 Konseling Individu
menggembirakan
197 Berhutang yang cukup memberatkan 2 6,66 Konseling Individu
Masalah untuk mengikuti acara-acara
203 2 6,66 Konseling Individu
gembira dan santai
Rindu/ingin bertemu orang tua/anggota
224 2 6,66
keluarga lainnya
Tidak betah dan ingin meninggalka rumah
225 2 6,66 Konseling Individu
karena keadaan tidak menyenangkan
Mengalami gangguan tertentu karena cacat
017 1 3,33 Konseling Individu
jasmani
020 Gangguan pada gigi 1 3,33
Mengalami kesulitan dalam membuat
029 1 3,33
catatan pelajaran
Fungsi/atau kondisi kerongkongan kurang
031 1 3,33
baik/terganggu
032 Gagap dalam berbicara 1 3,33 Konseling Individu
Kesulitan dalam ejaan/tata
055 1 3,33
bahasa/perbendaharaan
061 Mengindap penyakit kambuhan 1 3,33
Mengalami gangguan dalam
064 1 3,33
merokok/minuman/obat-obatan
Anggota keluarga kurang peduli/membantu
074 1 3,33 Konseling Individu
kegiatan belajar
Guru kurang memberikan tanggung jawab
085 1 3,33
kepada siswa
Mengalami kesulitan dalam mendalami
116 1 3,33 Konseling Individu
agama
118 Masalah karena membandingkan agama 1 3,33 Konseling Individu
Tidak punya kawan akrab,hubungan social
140 1 3,33 Konseling Individu
terbatas/terisolir
Ditegur karena melakukan
143 kesalahan/pelanggaran/sesuatu yang tidak 1 3,33 Konseling Individu
layak
Tidak melakukan sesuatu yang
145 1 3,33
sesungguhnya perlu dilakukan
152 Rapuh dalam berteman 1 3,33
Masalah karena dilarang/merasa tidak patut
160 1 3,33
berpacaran
Bermasalah karena orang tua hidup berpisah
161 1 3,33 Konseling Individu
atau bercerai
Mengalami masalah dalam memilih teman
175 1 3,33
akrab dari jenis kelamin lain/pacar
Menghawatirkan keadaan orang tua yang
177 1 3,33
bertempat tinggal jauh
Bermasalah karna ibu atau bapak akan
178 1 3,33
kawin lagi
Khawatir tidak menamatkan sekolah
182 1 3,33
ini/putus sekolah dan harus bekerja
Mengalami masalah karna sering dan
190 1 3,33
mudah jatuh cinta/rindu kepada seseorang
Kawatir keuangan orang tua/orang yang
199 1 3,33
menjadi sumber keuangan
Tidakmempunyai kawan akrab untuk
204 1 3,33
mengisi waktu senggang
Memikirkan kesempatan berlibur di tempat
205 1 3,33
yang jauh/tenang/indah
Orang tua/keluarga terlalu berkuaa/kurang
208 1 3,33
meberikan kebebsan
209 Dicurigai oleh orangtua/anggota keluarga 1 3,33
lain
Bermasalah karna di rumah orangtua tinggal
210 1 3,33
orang/anggota lain
Bermasalah karna membandingkan kondisi
211 1 3,33
orang lain
Dianggap pelit/tidak membantu kawan yang
214 1 3,33
kesulitan uang
Masalah dalam menggunakan waktu
219 1 3,33
senggang
Kurang berminat dalam memanfaatkan
220 1 3,33
waktu senggang
Tingga di lingkungan keluarga/tetangga
221 1 3,33
yang kurang menyenangkan
Orang tua kurang senang kawan-kawan
223 1 3,33
datang ke rumah
Kawatir tidak menamatkan sekolah seperti
015 0 0
yang di rencanakan
026 Sering tidak masuk sekolah 0 0
Kurang mampu berolahraga karna kondisi
034 0 0
jasmani
Masalah karna hasil belajar diberitahukan
045 0 0
pada akhir catur wulan
Mengalami gangguan pada saat datang
047 0 0
bulan
048 Secara umum merasa tidak sehat 0 0
052 Mengalami masalah pada belajar kelompok 0 0
068 Takut menghadapi ulangan/ujian 0 0
076 Sering mimpi buruk 0 0
Mengalami kerugian atau kesulitan karna
092 0 0
terlampau hati-hati
Ragu tentang kemanfaatan pendidikan lanjut
098 0 0
setamat sekolah ini
Kurang menyukai pembicaraan tentang
114 0 0
agama
Tidak memiliki kecakapan melaksanakan
117 0 0
agama
Bermasalah karna anggota keluarga tidak
119 0 0
seagama
Merasa kesepian dan/atau takut ditinggal
121 0 0
sendiri
Sering membesar besarkan sesuatu yang
125 0 0
sebenarnya tidak perlu
Kurang menyukai pembicaraan di tempat
132 0 0
pribadatan
135 Meragukan manfaat ibadah dan/atau 0 0
upacara keagamaan
Melakukan perbuatan salah/melanggar nilai-
148 0 0
nilaimoral/adat
Mengaami persoalan karena beda pendapat
150 0 0
tentang aturan dalam adat
Tidak lincah dan kurang menegetahui
166 0 0
tentang tata krama pergaulan
Mengalami masalah karna ingin punya
172 0 0
pacar
174 Sukar mengendalikan dorongan seksual 0 0
Takut atau terlalu jauh berhubungan dengan
186 0 0
jenis klamin lain/pacar

Mengalami kesulitandengan bapak atau ibu


192 0 0
tiri

Mengalami masalah karna keuangan


200 0 0
dikendalikan oleh orang lain

Kurang harmonis dengn kakak/adik/kluarga


207 0 0
lainnya

Terpaksa berbagi pengeluaran keuangan


215 0 0
dengan kakak/adik/keluarga lainnya

Masalah karen kurang tepat dalam


218 0 0
menggunakan waktu senggang

RPL

RENCANA PELAKSANAAN LAYANAN


KONSELING FORMAT KLASIKAL
I. IDENTITAS
a. Satuan Pendidikan : SMK 62 Jakarta
b. Tahun Ajaran : 2018/2020
c. Kelas : Siswa Kelas XII
d. Pelaksana : Muhammad Rahmadani
e. Pihak Terkait : Guru BK

II. WAKTU DAN TEMPAT


a. Tanggal : 11 April 2020
b. Jam Pembelajaran/Pelayanan : (Sesuai Jadwal)
c. Volume/Alokasi waktu (JP) : Dialokasikan waktu 45 menit (1 x JP)
d. Tempat : Ruang Kelas

III. MATERI PEMBELAJARAN


a. Tema/Subtema : 1. Tema : Menambah wawasan tentang
ilmu agama
2. Subtema : Mendalami ilmu keagamaan

IV. TUJUAN/ARAH PENGEMBANGAN


a. Pengembangan KES : Agar siswa memahami pentingnya ilmu
keagamaan dalam kehidupan serta
mampu mengubah dirinya menjadi
lebih baik.
b. Penanganan KES-T : Untuk mencegah siswa dalam melakukan
hal-hal yang melanggar norma
agama
c. Tujuan Layanan : 1)Siswa dapat memahami pentingnya ilmu
keagamaan
2)Siswa dapat menambah wawasan
tentang keagamaan
3) Siswa dapat menjadi pribadi yang lebih
baik lagi

V. MODEL/PENDEKATAN : Ceramah, curah pendapat dan Tanya jawab


VI. FUNGSI LAYANAN : Pemahaman

VII. JENIS LAYANAN DAN KEGIATAN PENDUKUNG


a. Jenis Layanan : Layanan Informasi
b. Kegiatan Pendukung : AUM Umum Format SMA/Sederajat

VIII. SARANA
a. Media dan Perlengkapan : lembar kerja siswa
b. Sumber Kepustakaan : 1. Slamet, dkk 2016, Materi Layanan Klasikal
Bimbingan dan Konseling untuk SMA-MA kelas 10, Yogyakarta, Paramitha
Publishing
2. [Link]

IX. SASARAN PENILAIAN HASIL PEMBELAJARAN/PELAYANAN


Diperolehnya hal-hal baru oleh siswa terkait KES (Kehidupan Efektif Sehari-hari)
dengan unsur-unsur AKURS (Acuan, Kompetensi, Usaha, Rasa, Sungguh-sungguh)

A. KES
1. Acuan (A) : Siswa memiliki pengetahuan tentang keagamaan
2. Kompetensi (K) : Siswa dapat membekali dirinya dengan ilmu keagamaan
3. Usaha (U) : Siswa menerapkan ilmu keagamaanya
4. Rasa (R) : Perasaan tertarik untuk mendalami ilmu keagamaan yang
dimilikinya.
5. Sungguh-sungguh (S) : Kesungguhan dan keseriusan dalam mendalami
ilmu agama.

B. KES-T, yaitu terhindarkannya kehidupan efektif sehari-hari yang terganggu,


dalam kiat sukses dalam ujian, berupa:
1. Agar tidak melanggar norma agama.
2. Tidak mengetahui cara menerapkan dan mendalami ilmu keagamaan.
3. Tidak dimilikinya pemahaman tentang pentingnya ilmu keagamaan di
kehidupan.

C. Ridho Tuhan, Bersyukur, Ikhlas dan Tabah:


Memohon ridho Tuhan Yang Maha Esa untuk suksesnya siswa tersebut
mewujudkan dan mengembangkan konsep diri positif dalam ujian
X. LANGKAH KEGIATAN
Pertemuan ke-1

Kegiatan Kegiatan Guru Kegiatan Siswa Alokasi


Waktu
Pendahuluan  Melakukan  Menjawab salam 5 menit
penstrukturan:  Mendengarkan
 Ucapkan salam penjelasan guru
 Ungkapkan rasa senang  Menjawab
 Penjelasan yang pertanyaan guru
dimaksud dengan  Berdoa
layanan informasi
 Memberikan ilustrasi
untuk menjelaskan topic
yang akan dibahas yaitu
“Kiat Sukses dalam
Ujian”
 Menjelaskan manfaat dari
sukses dalam ujian
 Menjelaskan asas
kegiatan, asas
keterbukaan, asas
kenormatifan, dan asas
kerahasiaan
 Menjelaskan aturan atau
tatacara kegiatan layanan
informasi yang diberikan
 Berdoa untuk memulai
kegiatan inti
Inti  Guru BK menjelaskan  Mendengarkan dan 30 menit
topik layanan ilmu memahami
keagamaan informasi yang
 Guru BK atau Konselor telah dipaparkan
menannyakan pada siswa oleh guru BK
apa saja yang siswa  Bertanya apa saja
sudah ketahui tentang yang belum
ilmu agama dipahami
 Guru BK mengajak curah  Menjawab
pendapat pertanyaan yang
 Guru BK mengadakan diberikan guru BK
sesi tanya jawab
 Siswa bertanya kepada
guru BK
 Guru BK menanggapi
pertanyaan siswa
Penutup  Guru  Menyampaikan 10 menit
BK /Konselor bersama- kesan-kesan
sama dengan siswa mengenai kegiatan
menyimpulkan layanan
isi tema yang telah  Bersyukur dan
disampaikan berdoa
 Guru  Menjawab salam
BK/Konselormenutup guru
pertemuan dengan berdoa
bersama dan salam.

Penilaian
1. Penilaian Proses
Melalui pengamatan dilakukan penilaian proses pembelajaran/pelayanan memperoleh
gambaran tentang aktivitas siswa dan efektifitas pembelajaran/pelayanan yang telah
diselenggarakan dengan dinamika BMB3.

1) Penilaian Hasil BMB3:


Konsep BMB3:
Berpikir; hal-hal apa yang dipikirkan siswa tentang materi kiat sukses dalam ujian
Merasa; bagaimana perasaan siswa setelah mengikuti materi kiat sukses dalam
ujian
Bersikap; bagaimana sikap siswa terkait materi kiat sukses dalam ujian
Bertindak; hal-hal apa yang akan dilakukan siswa terkait dengan materi kiat
sukses dalam ujian
Bertanggung jawab, hal-hal apa yang menjadi tanggung jawab setelah mengikuti
materi kiat sukses dalam ujian

2. LAPELPROG Dan Tindak Lanjut


Setelah kegiatan pembelajaran atau pelayanan selesai, disusunlah Laporan Pelaksanaan
Program Layanan (LAPELPROG) yang memuat data penilaian hasil dan proses, dengan
disertai arah tindak lanjutnya.

Guru BK dan Konselor

Muhammad Rahmadani

LAMPIRAN
1. Uraian materi
2. Instrumenta penilaian

Lampiran 1 : Uraian Materi

1. Pentingnya Ilmu Keagamaan


Ilmu keagamaan adalah ilmu yang mempelajari tentang penting nya agama dalam
seseorang, Keagamaan adalah sifat-sifat yang terdapat dalam agama atau segala sesuatu
mengenai agama, misalnya perasaan keagamaan, atau soal-soal keagamaan.
[Link]
Menurut Pulan : Agama ialah segenap kepercayaan kepada Tuhan, Dewa dan sebagainya
serta dengan ajaran kebhaktian dan kewajiban-kewajiban yang bertalian dengan kepercayaan, 
Menurut D. Hendropuspito, O.C :  Agama ialah suatu jenis sistem sosial yang dibuat oleh
penganut-penganutnya yang berporos kepada kekuatan non impiris yang dipercayainya dan
didayagunakannya untuk mencapai keselamatan bagi mereka dan masyarakat luas umumnya
Kesimpulannya tentang agama ialah agama di sini adalah sikap seseorang mempercayai kepada
non impiris yang biasa digunakan sebagai sumber inspirasi dan motivasi pada akhirnya akan
mengarahkan mereka ke arah keselamatan. 
[Link] 
Pengertian Keagamaan-Secara Etimologi, istilah keagamaan itu berasal dari kata
“Agama” yang mendapat awalan “ke” dan akhiran “an” sehingga menjadi keagamaan. Kaitannya
dengan hal ini, W.J.S. Poerwadarminta (1986 : 18), memberikan arti keagamaan sebagai berikut :
Keagamaan adalah sifat-sifat yang terdapat dalam agama atau segala sesuatu mengenai agama,
misalnya perasaan keagamaan, atau soal-soal keagamaan.
Adapun secara istilah H.M. Arifin (1985 : 69) memberi pengertian “Agama” dapat dilihat dari
dua (2) aspek yaitu : a. Aspek Subyektif (pribadi manusia), b. Aspek Objektif.
Aspek subyektif agama mengandung pengertian tingkah laku manusia yang dijiwai oleh nilai-
nilai keagamaan yang berupa getaran batin yang dapat mengatur dan mengarahkan tingkah laku
tersebut kepada pola hubungan antar manusia dengan Tuhannya dan pola hubungan dengan
masyarakat serta alam sekitarnya.
Aspek objektif agama dalam pengertian ini mengandung nilai-nilai ajaran Tuhan yang
bersifat manuntun manusia kearah tujuan sesuai dengan kehendak ajaran tersebut.
Keagamaan adalah sifat yang terdapat dalam agama segala sesuatu mengenai agama
atau usaha yang dilakukan seseorang atau perkelompok yang dilaksanakan secara kontinu (terus-
menerus) maupun yang ada hubungannya dengan nilai-nilai keagamaan .
Contoh : ceramah keagamaan, peringatan hari-hari besar Islam, shalat berjama’ah, shalat sunat
rawatib, tadarus Al Qur’an dan lain-lain.
jadi Kesimpulanya ialah segala bentuk kegiatan yang terencana dan terkendali berhubungan
dengan usaha untuk menanamkan bahkan menyebarluaskan nilai-nilai keagamaan dalam tahap
pelaksanaannya dapat dilakukan oleh orang perorang atau kelompok. Dengan usaha yang
terencana dan terkendali di dalam menanamkan dan menyebarluaskan nilai-nilai keagamaan
tersebut diharapkan akan mencapai tujuan dari usaha itu sendiri, yang dalam hal ini penanaman
nilai-nilai keagamaan.
2. Pentingnya Belajar Ilmu Agama
Ilmu atau pengetahuan adalah wujud dari aktivasi nikmat Allah berupa otak. Otak kita
diciptakan Allah, berfungsi untuk berpikir, mengingat, menafsirkan, menganalisa,
menginterpretasikan banyak hal. Adalah wujud syukur kepada Allah, jika manusia menggunakan
otaknya seoptimal mungkin, untuk kemaslahatan baik bagi dirinya maupun orang lain.
Allah ‘Azza wa Jalla telah berfirman,
ۖ‫ص ْي َر ٍة أَنَا َو َم ِن اتَّبَ َعنِى‬ ۚ ‫قُلْ هَـ ِذ ِه َسبِ ْيلِى أَ ْدعُواإِلَى‬
ِ َ‫هللاِ َعلَى ب‬
Artinya: “Katakanlah (Muhammad), ‘Inilah jalanku yang lurus, aku dan orang-orang yang
mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan ilmu.’” (QS. Yusuf: 108)
Demikianlah Allah telah memerintahkan kepada Rasulullah Muhammad shalallahu
‘alaihi wasallam untuk mengajak seluruh umatnya untuk bertawakkal kepada Allah, dan
senantiasa menggunakan akal dan keilmuannya untuk senantiasa mendekatkan diri kepada Allah,
menjalankan semua perintahNya dan menjauhi laranganNya.
Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam sabdanya, menegaskan dalam
sabdanya
َ ‫ طَلَبُ ْال ِع ْل ِم فَ ِر ْي‬.
‫ضةٌ َعلَى ُكلِّ ُم ْسلِ ٍم‬
“Menuntut ilmu wajib bagi setiap Muslim.” (Riwayat Ibnu Majah)
Dalam firman Allah dan hadits Rasulullah terdapat pembelajaran kehidupan yang
paripurna bagi manusia. Di dalamnya banyak rahasia kehidupan dan dunia, yang dapat
membimbing kita untuk memperkuat keimanan kita. Tapi, jika manusia, orang yang beriman
malas dalam membacanya, mengkajinya dengan panduan ilahiyyah yang benar, maka rahasia-
rahasia tersebut sulit diungkap.
Bahkan seorang nonmuslim seperti Albert Einstein pun pernah mengatakan “Science without
religion is lame, religion without science is blind.”, yang artinya Ilmu pengetahuan tanpa ilmu
agama akan lumpuh, ilmu agama tanpa ilmu pengetahuan adalah buta. Secara keimanan kita,
bisa kita katakan bahwa ilmu pengetahuan dapat digunakan untuk semakin menguatkan dasar-
dasar keagamaan yang sudah disampaikan secara tersirat dalam Al Qur’and an Hadits.
Ilmu adalah sayyidul ‘amal (penghulunya amal), sehingga tidak ada satu amalan pun
yang dapat dilakukan dengan benar, tanpa didasari dengan ilmu. Sebagaimana disebutkan dalam
sebuah kaidah yang telah disepakati ummat,
‫ اَ ْل ِع ْل ُم قَب َْل ْالقَوْ ِل َو ْال َع َم ِل‬.
“Ilmu dahulu sebelum berkata dan berbuat.” (Shahih Al-Bukhari, Kitab Al-Ilmu)
Dalam kitab Majmu’ Fatawa, bahwa Yahya bin ‘Ammar rahimahullah mengatakan ilmu itu ada
lima (jenis),
1. Ilmu yang menjadi ruh (kehidupan) bagi agama, yaitu ilmu tauhid;
2. Ilmu yang merupakan santapan agama, yaitu ilmu yang mempelajari tentang makna-
makna Al-Qur’an dan hadits;
3. Ilmu yang menjadi obat (penyembuh) bagi agama, yaitu ilmu fatwa.
4. Ilmu yang menjadi penyakit dalam agama, yaitu ilmu kalam dan bid’ah;
5. Ilmu yang merupakan kebinasaan bagi agama, yaitu ilmu sihir dan yang semisalnya.
Maksudnya, kita dalam menuntut ilmu tidak bisa sembarangan, dan harus sesuai dengan
kebutuhannya. Jangan sampai menuntut ilmu yang malah menjerumuskan kita pada kesesatan,
kebingungan, dan membiaskan hati kita dari keimanan dan ketakwaan.
Rasulullah sudah memberikan panduan dalam menuntut ilmu
َ ‫ ِكت‬: ‫ضلُّوْ ا أَبَدًا‬
‫َاب هللاِ َو ُسنَّةَ نَبِيِّ ِه‬ ُ ‫إِنِِّ ْي قَ ْد تَ َر ْك‬.
َ ‫ت فِ ْي ُك ْم َما إِ ِن ا ْعت‬
ِ َ‫َص ْمتُ ْم ب ِه فَلَ ْن ت‬
“Sesungguhnya aku telah meninggalkan di antara kalian sesuatu yang apabila kalian berpegang
teguh kepadanya, niscaya kalian tidak akan tersesat selama-lamanya, yaitu Kitabulloh dan
Sunnah NabiNya.” (HR. Hakim I/71
Imam Syafi’i rahimahullah telah membuat perumpamaan bagi penuntut ilmu syar’i yang tidak
berdasarkan hujjah (dasar yang benar):
ْ‫ب َوفِ ْي ِه أَ ْف َعى ت َْل َد ُغهُ َوه َُو الَ يَ ْد ِري‬
ٍ َ‫ يَحْ ِم ُل ح ُْز َمةَ َحط‬،‫ب لَ ْي ٍل‬ ْ َ‫ َمثَ ُل الَّ ِذيْ ي‬.
ِ ‫طلُبُ ْال ِع ْل َم بِالَ ُح َّج ٍة َك َمثَ ِل َح‬
ِ ‫اط‬
“Perumpamaan orang yang mencari ilmu tanpa hujjah adalah seperti orang yang mencari kayu
bakar pada malam hari, ia membawa seikat kayu, di mana di dalamnya terdapat ular yang siap
mematuknya, sedangkan dia tidak mengetahuinya.” (Manaqib Syafi’i, karya al-Baihaqi, jilid 2,
hal. 143)
Maksudnya. para penuntut ilmu harus selalu merujuk kepada hujjah yang berasal dari Al-Qur`an
dan Sunnah Rasululloh shalallahu ‘alaihi wasallam. Jika kita mempelajari ilmu agama, namun
tidak merujuk kepada sumber yang benar, yaitu Kitabullah dan Sunnah Rasulullah shalallahu
‘alaihi wasallam, maka bisa saja ia akan menemukan perihal yang disangka termasuk agama,
padahal bukan, sehingga akibatnya dapat terjatuh ke dalam penyimpangan.
Bahkan Imam Syafi’i menambahkan lagi
‫ َو َم ْن‬،ُ‫ط ْب ُعه‬ َ ‫ق‬ َّ ‫ َو َم ْن نَظَ َر فِي اللُّ َغ ِة َر‬،ُ‫ت ُح َّجتُه‬ َ ‫َب ْال َح ِدي‬
ْ َ‫ْث قَ ِوي‬ َ ‫ َو َم ْن َكت‬،ُ‫ َو َم ْن نَظَ َر فِي ْالفِ ْق ِه نَبُ َل قَ ْد ُره‬،ُ‫ت قِ ْي َمتُه‬
ْ ‫َم ْن تَ َعل ََّم ْالقُرْ آنَ َعظُ َم‬
ْ
ُ‫ لَ ْم يَ ْنفَ ْعهُ ِع ْل ُمه‬،ُ‫ َو َم ْن لَ ْم يَص ُْن نَ ْف َسه‬،ُ‫ب َج ُز َل َرأيُه‬ِ ‫نَظَ َر فِي ْال ِح َسا‬.
“Barangsiapa yang mempelajari al-Qur`an maka kedudukannya menjadi agung,
barangsiapa yang belajar fiqih maka kehormatannya menjadi mulia, barangsiapa yang menulis
Hadits maka hujjahnya menjadi kuat, barangsiapa yang belajar bahasa maka tabiatnya menjadi
lembut, barangsiapa yang belajar berhitung maka pendapatnya menjadi kuat, barangsiapa yang
tidak menjaga dirinya maka ilmunya tidak dapat memberi manfaat kepadanya.
3. Manfaat dan Pentingnya Ilmu Agama Islam
Sejak dari kandungan sampai ke liang lahat menuntut ilmu merupakan kewajiban bagi
kita, tidak pandang itu perempuan, laki-laki, kecil, dewasa, baik tua maupun muda. Apalagi pada
zaman yang penuh dengan penyimpangan dan fitnah ini. Ilmu yang dimaksud ialah ilmu diniyah
atau ilmu syariat, sebuah ilmu yang menjelaskan mengenal Allah SWT dan para Rasul-Nya.
Dalam sebuah hadis menyebutkan “ hukum mencari ilmu pengetahuan ( agama Islam ) adalah
fardu’ain ”
Pengertian fardu’ain ialah setiap kewajiban yang mengena pada stiap individu. Artinya
setiap orang wajib mencari ilmu pengetahuan tanpa terkecuali, baik ilmu tersebut menyangkut
urusan akhirat seperti ibadah wajib, salat dan lain-lain, maupun menyangkut urusan duniawi.
Jika seseorang menekuni profesi tertentu agar seseorang tidak terjerumus dalam subhat, yakni
perkara yang belum jelas halal haramnya, tentu harus tahu ilmunya. Dengan belajar ilmu syariat,
seorang hamba akan lebih memperhatikan segala macam kemaslahatan dan kemudaratan
sebelum ia melakukan sesuatu. Ia juga akan lebih hati-hati dalam memahami sesuatu masalah
sebelum memvonis dirinya atau jamaah tertentu.
Orang yang mencari ilmu telah dijanjikan kenaikan derajat oleh Allah SWT dalam firmannya :
“Allah SWT akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang
diberi ilmu beberapa derajat.” (QS. Al-Mujadillah: 11)
Dengan pendidikan syariat segala aspek kehidupan dapat terkoordinir dengan baik. Saat
ini materialisme telah membutakan sebagian orang terhadap makna masa depan. Masa depan
tereduksi hanya pada usia tua, padahal hidup di dunia ini hanya satu episode kehidupan untuk
sampai kekehidupan sesungguhnya, yakni akhirat. Akibatnya, banyak orang tua yang lupa akan
pentingnya pendidikan agama bagi anak-anak mereka yang sebenarnya adalah kunci
kebahagiaan para ortu sendiri, terutama juga bagi anak-anaknya. Kelupaan ini membuat benteng
budaya yang sudah bagus secara norma dan agama hancur berserakan.
Padahal, Allah SWT telah memberikan kode-kode penting terkait perlunya orang tua
memberikan pendidikan agama kepada putra-putrinya. Sebagai contoh, Nabi Ya’kub AS
menjelang wafatnya beliau mengumpulkan seluruh keluarga dan anak-anaknya. “... apa yang
kamu sembah sepeninggalku?” Mereka menjawab : “ Kami akan menyembah Tuhanmu dan
Tuhan nenek moyangmu, Ibrahim, Ismail, Ishaq, (yaitu) Tuhan Yang Maha Esa dan kami hanya
tunduk dan patuh kepada-Nya.” (QS. al-Baqarah: 133). Sejatinya pendidikan akidah harus
diutamakan di atas segala macam jenis pendidikan. Oleh karena itu, langkah yang tepat bagi
kehidupan selanjutnya adalah menempatkan garis pendidikan diniyah di garis terdepan. Jika kita
melihat kenyataan yang sedang dialami oleh generasi saat ini yang banyak melakukan tindakan
tindakan anarkis, maupun melenceng dari pendidikan agama, seperti tawuran, berfoya-foya, dan
lain sebagainya, mesti merupakan bukti pudarnya ilmu agama. Lebih percaya dengan
menyekolahkan mereka untuk mendahulukan ilmu umum. Oleh karena itu, pendidikan agama
harus dijaga sampai kapanpun. Apalagi di era globalisasi sekarang.
Mestinya, disamping mempersiapkan peserta didik untuk meningkatkan ilmu
pengetahuan dan teknologi, juga harus diimbangi oleh keimanan dan ketaqwaan terhadap Tuhan
Yang Maha Esa. Peningkatan imtaq dilakukan untuk mengantisipasi dampak negatif dari
perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi masa kini. Tetapi, tragisnya pendidikan agama
yang diperoleh dari sekolah umum kurang memadai untuk jam pelajarannya.
Terima kasih sudah berkunjung di website saya. Kalau artikelnya membantu tolong like dan
subscribe (di pojok kanan atas dan samping terdapat beberapa ikon), kalau artikelnya kurang
membantu tolong berikan saran yang baik, dilarang spam dan bertasbih kotor di website ini.

4. Pentingnya Pendidikan Agama Islam pada Generasi Muda


Pendidikan bertujuan untuk membentuk suatu perilaku yang baik pada generasi muda
muslim, yang berdasarkan dengan aqidah Islam serta ketauhidannya kepada Allah swt., bergaul
dengan teman yang mempunyai akhlak yang baik pula, memperdalam gama dengan berbagai
cara, misalnya saja mempelajari hadits-hadits yang berkaitan dengan hukum-hukum Islam agar
pengetahuannya bertambah semakin luas.
Islam mempunyai tujuan untuk menanamkan jiwa kemasyarakatan yang sangat penting
dan berguna kelak ketika sudah berkeluarga, dan sekarang seorang pemuda mempunyai tugas
untuk berlatih dalam masyasakat sedikit demi sedikit agar kelak tidak kesulitan ketika terjun
langsung dalam masyarakat. Hal itu memerlukan kesadaran yang muncul dalam diri sendiri, atau
ada juga dorongan dari luar misalnya saja keluarga atau teman di sekelilingnya sehingga dengan
begitu ada perasaan yang membangkitkan semangat untuk mau keluar dan belajar bermasyarakat
demi tercapainya masa depan yang menjanjikan.
Manusia itu dilahirkan dalam keadaan tidak mengetahui apapun, kemudian Allah swt.
menugaskan manusia untuk mencari tahu apa yang ada di sekelilingnya serta mempelajari setiap
perubahan-perubahan yang terjadi melalui panca indra. Sudah seharusnya sebagai generasi muda
untuk menerapkannya pada kehidupan sehari-hari dan mencintai setiap proses yang terjadi.
Sehingga sejak dini sudah tercipta suatu karakter individu yang bisa menghadapi hambatan-
hambatan yang suatu saat pasti akan terjadi.
Melalui pendidikan dan pengajaran, berdampak pada akhlak yang baik. Apabila
seseorang yang pada awalnya belum begitu mengetahui tentang ilmu agama, kemudian ia
mempunyai niat untuk memperdalam ilmu agamanya dengan cara menuntut ilmu di sekolahan
yang berbasis agama, maka dengan seiring berjalannya waktu ia akan mengerti tentang ilmu
agama. Selain itu moralnya juga menjadi lebih baik lagi dari pada sebelumnya. Kemudian ketika
di dalam masyarakat ia sudah siap apabila di minta tolong untuk melakukan suatu hal yang
berhubungan dengan agama. Pendidikan juga sebagai sarana untuk mempelajari aspek-aspek
dalam kehidupan yang menjadikan para pemuda mempunyai dasar pemikiran yang kokoh.
Karena dengan dengan itu seseorang menjadi terbiasa dalam berfikir secara kritis dan dengan
dasar-dasar pendidikan agama Islam seseorang dapat berfikir secara jernih dan tidak bingung
apabila menghadapi persoalan kehidupan. Dengan terwujutnya suatu karakter pada generasi
muda akan berdampak positif baik untuk dirinya sendiri maupun untuk orang-orang di
sekitarnya, dan menjadikan perubahan dalam masyarakat, yang dulunya sangat pasif, tidak
mengetahui agama secara keseluruhan, dan berakhlak yang kurang, sekarang menjadi aktif
dalam segala hal, berwawasan luas, berakhlak yang baik. Karena jika seseorang kepribadiannya
masih sangat kuno, pasti akan banyak sekali masalah-masalah yang muncul yang mengakibatkan
pertentangan antar individu atau antar kelompok. Mereka tidak bisa berfikir positif dan menjadi
semena-mena dalam menentukan keputusan.
Islam memiliki rahasia di dalamnya. Islam membawa kebahagiaan dunia akhirat yang
mempunyai dampak yang sangat baik bagi manusia. Islam menjelaskan setiap aspek-aspek
dalam kehidupan. Seperti yang dijelaskan oleh (hafidz, kastolani, 2009:11) bahwa agama islam
yang hanif merupakan pedoman dalam kehidupan, individu atau masyarakat, aspek material atau
spiritual secara bersamaan. Islam memperjelas makna ibadah dan mempertegas nilai kerja,
memperhatikan segala aspek kehidupan, mengatur urusan duniawi seluruhnya sebagai jalan satu-
satunya menuju kehidupan [Link] memperhatikan seluruh aspek kehidupan dengan
berbagai aturannya. Baik aspek ekonomi, politik, pemerintahan, ilmu, kemasyarakatan dan lain
sebagainya.
Maka untuk itu pentingnya pendidikan agama Islam pada generasi muda ialah untuk
mewujudkan cita-cita masyarakat Islam yang sesuai dengan perintah Allah swt. dan
menanamkan Akhlakul Karimah sebagai bekal menuju jalan yang telah disiapkan oleh allah swt.
untuk hamba-hambanya yang mau dengan ikhlas belajar sesuai dengan ajaran Islam.
Lampiran 2 : Instrumen Penilaian

INSTRUMEN PENILAIAN:
1. Apa yang anda pikirkan/terlintas dalam penilaian dalam peikiran anda setelah mengikuti
kegiatan ini?
………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………

2. Menurut pendapat anda, setelah mengikuti kegiatan ini, apakah anda sudah cukup
memahami hal-hal yang berkaitan dengan ilmu keagamaan?
………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………

3. Seberapa pentingkah ilmu keagamaan berpengaruh dalam kehidupan anda? Mengapa?


Berikan argumentasi atas jawaban anda!
………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………

4. Menurut anda, hal-hal apa sajakah yang perlu anda persiapkan untuk mendalami ilmu
keagamaan dalam diri anda?
………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………

5. Bagaimana kesan anda mengenai kegiatan ini? Berikan pendapat anda!


………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………

PENILAIAN HASIL
LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING

1. Topik-topik atau kegiatan apakah yang telah dibahas melalui layanan bimbingan
konseling? Tuliskan dengan singkat:
………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………
2. Kapan, dengan cara apa dan oleh siapa layanan itu diberikan?
Tanggal layanan: …………………………………………………………………………...
Jenis layanan: ………………………………………………………………………………
Pemberi layanan: …………………………………………………………………………..
3. Perolehan apakah yang anda dapatkan dari layanan tersebut? jawablah dengan singkat
pertanyaan-pertanyaan berikut:
a. Hal apakah yang anda peroleh dari layanan yang telah anda jalani?
…………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………….
b. Setelah mendapatkan layanan, bagaimanakah perasaan anda?
…………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………….
c. Setelah mendapatkan layanan, hal-hal apa yang anda laksanakan untuk
mengembangkan diri anda?
…………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………
4. Apakah layanan yang anda ikuti berkaitan langsung dengan masalah yang sedang anda
alami?
a. Apabila ya, keuntungan apakah yang anda peroleh?
…………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………
b. Apabila tidak, keuntungan apakah yang anda peroleh?
…………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………
5. Apa tanggapan, saran, pesan, atau harapan yang ingin anda sampaikan kepada pemberi
layanan?
………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………
Tanggal mengisi : ………………………………………………..
Nama pengisi : ………………………………………………..

Anda mungkin juga menyukai