0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
202 tayangan14 halaman

Proses Menuju Kedewasaan Rohani

Dokumen tersebut membahas tentang proses pertumbuhan menuju kedewasaan yang benar secara rohani berdasarkan ajaran Alkitab. Terdapat penjelasan bahwa kedewasaan sejati lebih bersifat rohani daripada fisik, dan perlu mengikuti proses belajar untuk menjadi dewasa rohani yang kuat sehingga tidak mudah digoyahkan oleh ajaran sesat.

Diunggah oleh

Anitto
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
202 tayangan14 halaman

Proses Menuju Kedewasaan Rohani

Dokumen tersebut membahas tentang proses pertumbuhan menuju kedewasaan yang benar secara rohani berdasarkan ajaran Alkitab. Terdapat penjelasan bahwa kedewasaan sejati lebih bersifat rohani daripada fisik, dan perlu mengikuti proses belajar untuk menjadi dewasa rohani yang kuat sehingga tidak mudah digoyahkan oleh ajaran sesat.

Diunggah oleh

Anitto
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

BERTUMBUH MENUJU KEDEWASAAN

YANG BENAR
KELAS X
Setelah mengikuti kegiatan Pembelajaran
menggunakan model pembelajaran Discovery
Learning, peserta didik diharapkan dapat
menunjukan perilaku sebagai pribadi yang
terus bertumbuh menuju kedewasaan yang
benar dan menjelaskan bahwa kedewasaan
fisik harus di ikuti oleh kedewasaan yang
benar, melalui pemahaman:
1. Proses menjadi Dewasa

2. Kedewasaan Penuh menurut Alkitab


JIKA (Rudyard Kipling)
Jika kau bisa bersabar ketika semua orang sekitarmu Hilang sabar dan mempersalahkanmu;
Jika kau bisa percaya diri ketika semua orang meragukanmu, Namun berilah juga celah bagi keraguan mereka;
Jika kau bisa menunggu dan tak lelah menanti,
Atau, dibohongi, janganlah berdamai dengan kebohongan, Atau, dibenci, janganlah balas membenci,
Namun janganlah kelihatan terlalu baik, atau berbicara
terlalu bijaksana;
Jika kau dapat bermimpi – dan tidak membiarkan mimpi menguasaimu; Jika kau dapat berpikir – dan tidak menjadikan pikiranmu sebagai tujuan; Jika kau dapat
meraih kemenangan dan menderita musibah kekalahan Dan memperlakukan sama kedua tipuan semu itu;
Jika kau rela mendengarkan kebenaran yang kau ucapkan
Yang tersandra oleh para penipu yang membuat perangkap bagi orang bodoh, Atau menyaksikan hancur luluhnya segala yang kau pertaruhkan untuk hidupmu,
Dan membungkuklah dan bangunlah puing-puing itu dengan peralatan rusak yang tersisa;

Jika kau dapat mempertaruhkan semua kemenanganmu


Dan mengambil risiko untuk satu giliran ‘lempar-dan-tangkap’, Dan ternyata kalah, dan harus mulai lagi dari awal
Dan janganlah pernah mengeluhkan kekalahanmu sepatah kata pun;

Jika kau bisa memaksa jantung dan saraf dan ototmu


Untuk melakukan giliran pukulan service-mu lama setelah semua kekalahanmu, Dan ya bertahanlah bila tiada lagi apa pun dalam dirimu
Kecuali Kemauan yang berujar kepada mereka: “Tunggu.”

Jika kau dapat berbicara kepada rakyat jelata dan mempertahankan kebajikanmu, Atau berjalan dengan raja-raja – tanpa kehilangan hubungan dengan rakyat biasa;
Jika tiada musuh atau teman tercinta dapat melukaimu;
Jika semua orang menghargaimu, tapi tak berlebihan;

Jika kau bisa mengisi menit yang menentukan


Dengan menempuh jarak lari enam puluh detik yang tak ternilai – Bumi dan segala isinya akan menjadi milikmu,
Dan – yang lebih penting – kau akan menjadi Seseorang anakku!
Pelajaran apa yang dapat kita peroleh dari puisi di atas tentang pertumbuhan:
Pada ketiga bait pertama puisi di atas, kita menemukan pelajaran tentang
“kesabaran”, “rasa percaya diri”, “berani menghadapi keraguan orang”, “sabar
menunggu”, “tidak membalas kejahatan dengan kejahatan”, “cerdas dan waspada”
(tidak kelihatan terlalu baik atau bijaksana), “tidak tenggelam dalam mimpi-
mimpi”, “sanggup berpikir demi mencapai sesuatu”, “tidak mudah terhanyut oleh
kemenangan, atau hancur karena kekalahan.”
 Coba tambahkan lagi pelajaran-pelajaran lain yang dapat kamu temukan
dalam bait-bait yang lainnya dari puisi tersebut tentang pertumbuhan.......
Dari Puisi Kipling kita bisa melihat bahwa
kedewasaan terutama sekali adalah masalah
kematangan jiwa dan kepribadian dan bukan
berapa tingginya badan seseorang atau seberapa
pintarnya orang itu. Kematangan jiwa itu dapat
dilihat dari bagaimana seseorang menghadapi
kekalahan, bahkan kehancuran kariernya. Orang
yang matang dan berkarakter kuat tidak akan
mudah takluk oleh hal-hal seperti itu. Ia akan
segera bangkit dan membangun kembali dari
puing-puing kehancurannya.
Surat Efesus 4:14-15 yang mengingatkan kita bahwa
orang yang dewasa tidak akan mudah diombang-
ambingkan oleh berbagai pengaruh atau ajaran yang
palsu, seperti yang saat ini semakin banyak
bertebaran di mana-mana.
Dalam Surat Efesus yang menjadi dasar bahan kita
kali ini, Rasul Paulus mengingatkan jemaat di kota
itu bahwa Yesus Kristus telah menyediakan
pemimpin-pemimpin umat, seperti rasul, nabi,
pemberita Injil, gembala, pengajar, dll. untuk
menolong umat Kristen agar diperlengkapi untuk
melayani Tuhan dan membangun tubuh Kristus,
yaitu gereja, kumpulan umat Allah sendiri.
Setelah kamu mempelajari tentang Proses menjadi dewasa
dan Kedewasaan Penuh Menurut Alkitab, silahkan kamu
diskusikan dengan kelompokmu pertanyaan di bawah ini:
1. Kedewasaan terutama sekali adalah masalah
kematangan jiwa dan [Link]
bagaimana proses seseorang itu tumbuh menjadi
dewasa? Dan berikan contohnya dalam kehidupan
sehari-hari
2. Dewasa ini banyak sekali bermunculan ajaran-ajaran
palsu yang menyimpang dari pengajaran Tuhan
Yesus Kristus,berikan beberapa contoh ajaran-ajaran
palsu,dan bagaimana cara siswa supaya tidak
digoyahkan oleh ajaran-ajaran palsu tersebut...
 Berdasarkan hasil diskusi kelompok, silahkan
Siswa mempresentasikan temuanmu tentang
Proses Menjadi Dewasa dan Kedewasaan
Penuh menurut Alkitab
 Silahkan antar kelompok saling
menanggapi......
 Silahkan kamu sampaikan
kesimpulan dari pembelajaran
kita hari ini, mengenai Proses
Menjadi Dewasa dan
Kedewasaan Penuh menurut
Alkitab......
Peserta didik dibimbing untuk memahami
bahwa yang terpenting adalah bagaimana
seseorang mencapai kematangan dalam bersikap
dan berperilaku. Bahwa kedewasaan terutama
sekali adalah masalah kematangan jiwa dan
kepribadian dan bukan berapa tingginya badan
seseorang atau seberapa pintarnya orang itu.
Dari Kitab Efesus 4:13-16 kita dapatkan suatu rhema
yaitu:
Dengan pengenalan semakin dalam dengan pribadi
TUHAN,maka semakin kita dewasa rohani, sehingga
tidak akan mudah untuk digoncangkan dengan ajaran-
ajaran manusia yang menyesatkan, karena dengan
mendengar yang sehat maka dengan sendirinya rohani
kita semakin dewasa dan kedewasaan itu akan terus
menuju kepada kepenuhan KRISTUS,menjadi sama
dengan KRISTUS, karena kita terbentuk menjadi tubuh
KRISTUS.
Mari Kita Berdoa

Anda mungkin juga menyukai