0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
42 tayangan43 halaman

Analisis Kepadatan Lalu Lintas Cisitu

Bab 1 dokumen tersebut membahas latar belakang masalah kepadatan lalu lintas di Jalan Cisitu yang mempengaruhi keterlambatan mahasiswa. Rumusan masalah yang diangkat adalah penyebab kepadatan, dampaknya terhadap keterlambatan, dan solusi yang dapat diambil. Tujuan penelitian ini adalah memahami penyebab dan menentukan solusi atas permasalahan tersebut.

Diunggah oleh

kadekadyatma
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
42 tayangan43 halaman

Analisis Kepadatan Lalu Lintas Cisitu

Bab 1 dokumen tersebut membahas latar belakang masalah kepadatan lalu lintas di Jalan Cisitu yang mempengaruhi keterlambatan mahasiswa. Rumusan masalah yang diangkat adalah penyebab kepadatan, dampaknya terhadap keterlambatan, dan solusi yang dapat diambil. Tujuan penelitian ini adalah memahami penyebab dan menentukan solusi atas permasalahan tersebut.

Diunggah oleh

kadekadyatma
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang dan Rumusan Masalah

1.1.1 Latar Belakang

Dalam kehidupan sehari hari yaitu sebagai mahasiswa, transportasi

menjadi kebutuhan primer, sebagai mahasiswa kendaraan dijadikan

sarana transportasi untuk membawa mahasiswa ke tempat tujuannya

seperti kampus atau tempat lainnya.

Sebagai pengguna kendaraan,mahasiswa pasti selalu berhadapan

dengan kondisi lalu lintas baik dari lalu lintas yang padat hingga sepi.

Kondisi lalu lintas dipengaruhi oleh kuantitas kendaraan dalam suatu

jalan. Menumpuknya kuantitas kendaraan dalam suatu tempat dapat

dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti kemacetan, kecelakaan dan

faktor lainnya.

Kepadatan lalu lintas merupakan sebuah masalah yang cukup besar

bagi sebagian mahasiswa, oleh sebab itu masalah kepadatan lalu lintas

tersebut harus diperbaiki. Permasalahan kepadatan ini banyak dialami di

wilayah Bandung namun masalah ini difokuskan di daerah Cisitu karena

daerah cisitu merupakan daerah tempat mahasiswa bertempat tinggal

sementara. Masalah kepadatan lalu lintas tersebut berdampak terhadap

1
keterlambatan mahasiswa di daerah tersebut.. Melalui permasalahan ini

diharapkan dapat diketahui penyebab kepadatan di jalan cisitu dan dapat

ditentukan solusi untuk mengatasi permasalahan serta dampak yang

dihasilkan dari permasalahan tersebut.

1.1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang diatas maka diajukan beberapa rumusan masalah

atas masalah yang dihadapi sebagai berikut :

1. Apa penyebab dari kepadatan lalu lintas di Jalan Cisitu?

2. Bagaimana pengaruh kepadatan lalu lintas terhadap keterlambatan mahasiswa?

3. Bagaimana solusi untuk mengatasi kepadatan lalu lintas di Jalan Cisitu?

1.2. Ruang Lingkup Kajian

Untuk menjawab rumusan masalah di atas maka penulis akan

mengkaji hal hal berikut :

1. Mengidentifikasi karakteristik jalan di Jalan Cisitu.

2. Mengidentifikasi kondisi jalan di Jalan Cisitu.

3. Mengidentifikasi mayoritas jenis kendaraan yang berlalu

lintas di Jalan Cisitu.

4. Mengidentifikasi waktu-waktu tertentu saat terjadinya

kepadatan lalu lintas di Jalan Cisitu.

2
1.3 Tujuan Penulisan

Bedasarkan latarbelakang masalah di atas, tujuan yang hendak

dicapai melalui penulisan laporan penelitian ini adalah untuk memahami

penyebab permasalahan kepadatan lalu lintas di Jalan Cisitu serta

menentukan solusi dari permasalahan tersebut, dan terakhir untuk

menuntaskan tugas besar dari mata kuliah Tata Tulis Karya Ilmiah.

1.4 Anggapan Dasar

Boediningsih (2011) menyatakan bahwa kemacetan lalu lintas terjadi

karena beberapa faktor, seperti banyak pengguna jalan yang tidak tertib,

memakai jalan melawan arus, kurangnya petugas lalu lintas yang

mengawasi, adanya mobil yang parkir di badan jalan, permukaan jalan

tidak rata, tidak ada jembatan penyeberangan, dan tidak ada pembatasan

jenis kendaraan. Banyaknya pengguna jalan yang tidak tertib,

seperti  adanya pedagang kaki lima yang berjualan di tepi

jalan, dan parkir liar. Selain itu, ada pemakai jalan yang melawan arus.

Hal ini terjadi karena kurangnya jumlah petugas lalu lintas dalam

mengatasi jalannya lalu lintas terutama di jalan-jalan yang rawan macet.

3
Penyebab lainnya adalah permukaan jalan yang tidak rata. Sebaiknya

dilakukan perbaikan jalan agar jalan kembali rata. Selain itu, jenis

kendaraan yang lewat di jalan-jalan tertentu sebaiknya ada pembatasan,

misalnya untuk mobil truk tidak boleh melewati jalan yang rawan macet

pada jam-jam sibuk dengan tujuan untuk menghindari kemacetan lalu

lintas.

1.5 Hipotesis

Berdasarkan rumusan masalah yang ada di atas, menurut kami,

kemacetan yang ada di Jalan Cisitu disebabkan ukuran jalan yang kecil

dan padatnya transportasi yang ada di Jalan Cisitu serta angkutan umum

yang sering berhenti di Jalan Cisitu yang menyebabkan kemacetan di

belakangnya. Untuk masalah tersebut, solusi yang mungkin adalah

memperlebar ukuran jalan Cisitu, mengurangi volume kendaraan yang

melewati Jalan Cisitu dengan pembatasan waktu kendaraan melalui jalan

tersebut.

1.6 Metode dan Teknik Pengambilan Data

1.6.1 Metode

4
Metode yang digunakan adalah deskriptif analitis karena penelitian

ini bertujuan mendeskripsikan data yang diperoleh baik dari berbagai

rujukan maupun dari lapangan kemudian dianalisis.

1.6.2 Teknik Pengambilan Data

Teknik yang digunakan dalam mengumpulkan data adalah

1. Pengamatan ( observasi )

2. Survei dalam bentuk kuesioner

1.7 Sistematika Penulisan

Penulisan laporan penelitian ini terbagi atas empat bab. Pembicaraan

dimulai dengan pendahuluan sebagai bab pertama memuat latar belakang

dan rumusan masalah, ruang lingkup kajian, tujuan penelitian, anggapan

dasar, hipotesis, metode dan teknik pengumpulan data, serta sistematika

penulisan.

Selanjutnya, pada bab dua dijabarkan teori-teori mengenai kepadatan

lalu lintas dan penyebabnya dan keadaan daerah Jalan Cisitu.

Pada bab tiga dikemukakan pembuktian-pembuktian hipotesis

beserta pembahasannya dalam hal ini keadaan jalan dan lalu lintas di

5
Jalan Cisitu misalnya kondisi dan ukuran jalan, volume kepadatan alat

transportasi, dan waktu padat jalan tersebut. Kemudian, semua keadaan

ini dibahas dengan menggunakan teori sebagai alat ukur untuk mengkaji

kemungkinan solusi-solusi yang diperlukan untuk menyelesaikan

masalah yang ada di Jalan Cisitu. Bab tiga ini merupakan bab inti.

Bab empat, bab terakhir merupakan simpulan dari pembuktian-

pembuktian hipotesis dan hasil pembahasan. Pada bab ini dikemukakan

juga saran-saran atas penyebab dan solusi yang diperoleh dari hasil

pembahasan yang telah diuraikan pada bab sebelumnya (bab tiga).

6
BAB II

TEORI DASAR LALU LINTAS DAN SARANA

PENDUKUNGNYA

2. 1. Pengertian Lalu Lintas

Secara tidak langsung, kita sering melakukan kegiatan lalu lintas

dalam kehidupan sehari-hari. Kita pergi dari suatu tempat ke tempat

lainnya menggunakan kendaraan ataupun tanpa kendaraan (jalan kaki)

untuk melakukan kegiatan rutinitas kita. Secara tidak langsung, lalu lintas

berpengaruh di kehidupan manusia seperti mempercepat mobilisasi kita

ke suatu tempat.

Lalu lintas memiliki ciri khas dan kelebihan sehingga perlu

dikembangkan dan dimanfaatkan agar mampu menjangkau seluruh

wilayah dengan mobilitas tinggi. Pengembangan lalu lintas diperlukan

dengan mengintegrasikan unsurnya seperti jaringan transportasi,

pengemudi kendaraan, serta peraturan dan metode lalu lintas.

7
Menurut Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu

Lintas dan Angkutan Jalan, menurut Pasal 1 Undang-Undang Nomor 22

tahun 2009, lalu lintas didefinisikan sebagai gerak kendaraan dan orang

di ruang lalu lintas jalan, adalah prasarana yang diperuntukkan bagi gerak

pindah kendaraan, orang, dan/atau barang yang berupa jalan dengan

fasilitas pendukungnya.

Menurut Poerwadarminta dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia

(1993:55) menyatakan bahwa lalu lintas adalah berjalan bolak-bali, hilir

mudik dan perihal perjalanan di jalan dan sebagainya serta berhubungan

antara sebuah tempat dengan tempat lainnya.

Menurut Muhammad Ali, lalu lintas adalah berjalan, bolak balik,

perjalanan di jalan. Ramdlon Naning juga menguraikan pengertian

tentang lalu lintas yaitu gerak pindah manusia dengan atau tanpa alat

penggerak dari satu tempat ke tempat lainnya. Sedangkan menurut W.J.S.

Poerwodarminto bahwa lalu lintas adalah:

1. Perjalanan bolak-balik

2. Perihal perjalanan di jalan dan sebagainya

3. Perhubungan antara sebuah tempat

8
2. 2. Sarana Pendukung Lalu Lintas

Lalu lintas biasanya identik dengan adanya jalan. Jalan

merupakan unsur utama dalam lalu lintas. Jalan memiliki berbagai sarana

untuk memfasilitasi lalu lintas di jalan. Dalam Undang-Undang Nomor

14 Tahun 1992 tentang Persyaratan Jalan pada pasal 8 dijelaskan jalan

wajib dilengkapi dengan rambu, marka, alat pemberi isyarat, alat

pengendali dan alat pengaman pemakai jalan, alat pengawasan dan

pengaman jalan serta fasilitas pendukung lainnya. Sarana perlengkapan

jalan ini tentu dimaksudkan untuk keselamatan, keamanan, ketertiban

dan kelancaran lalu lintas serta kemudahan pemakai jalan.

Dalam undang-undang tersebut dijelaskan bahwa sarana pendukung

dari lalu lintas merupakan rambu, marka jalan, alat pemberi isyarat, dan

sebagainya. Fasilitas ini juga tercantum dalam Peraturan Pemerintah

Nomor 26 Tahun 1985 tentang Perlengkapan Jalan pada pasal 15.

9
Gambar lampu lalu lintas dan zebra cross
Sumber : [Link]
lampu-lalu-lintas-di-medan-hub-082114306072/

Gambar rambu lalu lintas


Sumber : [Link]
lintas/

Gambar marka jalan


Sumber : [Link]

10
2. 3. Faktor Terjadinya Kepadatan Lalu Lintas

Kepadatan lalu lintas sering sekali menjadi masalah di jalan. masalah

utama dalam kepadatan lalu lintas adalah timbulnya kemacetan di jalan

tersebut.

Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) definisi kemacetan

ialah tidak dapat bekerja dengan baik, tersendat, serat, terhenti dan tidak

lancar. Selain itu, Hoeve (1990) juga mengatakan bahwa “Kemacetan

merupakan masalah yang timbul akibat pertumbuhan dan kepadatan

penduduk” sehingga arus kendaraan bergerak sangat lambat.

Boediningsih (2011) menyatakan, “Kemacetan lalu lintas terjadi

karena beberapa faktor, seperti banyak pengguna jalan yang tidak tertib,

pemakai jalan melawan arus, kurangnya petugas lalu lintas yang

mengawasi, adanya mobil yang parkir di badan jalan, permukaan jalan

tidak rata, tidak ada jembatan penyeberangan, dan tidak ada pembatasan

jenis kendaraan. Banyaknya pengguna jalan yang tidak tertib,

seperti  adanya pedagang kaki lima yang berjualan di tepi

jalan, dan parkir liar. Selain itu, ada pemakai jalan yang melawan arus.

11
Hal ini terjadi karena kurangnya jumlah petugas lalu lintas dalam

mengatasi jalannya lalu lintas terutama di jalan-jalan yang rawan macet.

     Penyebab lainnya adalah permukaan jalan yang tidak rata.

Sebaiknya dilakukan perbaikan jalan agar jalan kembali rata. Selain itu,

jenis kendaraan yang lewat di jalan-jalan tertentu sebaiknya ada

pembatasan, misalnya untuk mobil truk tidak boleh melewati jalan yang

rawan macet pada jam-jam sibuk dengan tujuan untuk menghindari

kemacetan lalu lintas.”

Dalam permasalahan yang terjadi di Jalan Cisitu, teori yang dapat

kami kemukaan dalam faktor kepadatan lalu lintas di jalan tersebut

sebagai berikut.

 Kapasitas jalan yang lebih kecil dibandingkan dengan jumlah

kendaraan yang melewati jalan tersebut.

 Kenaikan jumlah kendaraan yang meningkat tajam di daerah

tersebut.

 Kondisi jalan yang rusak sehingga memengaruhi laju

kendaraan yang melewati jalan tersebut.

 Angkutan umun yang berhenti seenaknya untuk menunggu

ataupun mencari calon penumpang di jalan tersebut.

 Sedikitnya ketersediaan lahan parkir sehingga banyak

kendaraan yang parkir dengan memakai badan jalan utama.

12
Faktor yang sangat berpengaruh dalam kepadatan lalu intas di Jalan

Cisitu adalah angkutan umum yang berhenti seenaknya untuk menunggu

calon penumpang dan kebiasaan pengendara memarkirkan kendaraan

dengan sembarangan sehingga memakai badan jalan utama sebagai lahan

parkir karena keterbatasan lahan parkir yang ada di Jalan Cisitu.

Kedua faktor tersebut sangat memengaruhi kepadatan lalu lintas

yang ada di Jalan Cisitu. Arus lalu lintas yang seharusnya memiliki

kecepatan yang normal menjadi berkurang mengakibatkan jumlah

kendaraan yang lewat akan bertambah dan menimbulkan kemacetan.

Didukung dengan kondis jalan yang tidak terlalu luas menyebabkan jalan

menjadi cepat padat oleh kendaraan.

13
Foto Jalan Cisitu
Sumber : Koleksi Pribadi

2. 4. Keterlambatan Mahasiswa Terkait Kepadatan Lalu Lintas

Pengertian keterlambatan menurut Ervianto (1998) adalah sebagai

waktu pelaksanaan yang tidak dimanfaatkan sesuai dengan rencana

kegiatan sehingga menyebabkan satu atau beberapa kegiatan mengikuti

menjadi tertunda atau tidak diselesaikan tepat sesuai jadwal yang telah

direncanakan.

Kepadatan lalu lintas menyebabkan lama perjalanan bertambah

sehingga dapat menyebabkan keterlambatan, khususnya pada mahasiswa.

Keterlambatan mahasiswa yang dipengaruhi oleh kepadatan lalu lintas

biasanya terjadi karena drastisnya kenaikan populasi kendaraan di jalan

tersebut yang menyebabkan berkurangnya laju rata-rata kendaraan pada

jam tertentu khususnya pada jam berangkat kuliah.

14
BAB III

ANALISIS LOKASI DAN KEPADATAN LALU LINTAS

JALAN CISITU TERKAIT KETERLAMBATAN MAHASISWA

3. 1. Lokasi dan Kondisi Jalan Cisitu

Jalan Cisitu merupakan jalan yang sangat banyak dilalui oleh banyak

orang khususnya mahasiswa-mahasiswa yang kuliah berdekatan dengan

jalan tersebut, contohnya Institut Teknologi Bandung (ITB).

Jalan ini terletak di Propinsi Jawa Barat, Kota Bandung, Kecamatan

Coblong. Jalan ini sering diminati oleh mahasiswa karena berdekatan

dengan kampus dan juga memiliki banyak kamar sewa untuk mahasiswa

sebagai tempat tinggal.

Karena banyaknya mahasiswa yang tinggal di jalan tersebut, warga

Jalan Cisitu juga menggunakan hal tersebut sebagai peluang untuk

berjualan contohnya makanan keseharian.

15
Kondisi pada jalan tersebut memiliki ukuran lebar jalan yang tidak

terlalu besar sekitar 4m dan hampir tidak memiliki lahan parkir untuk

kendaraan roda empat. Jalan tersebut juga tidak terlalu rusak pada bagian

aspal dan memiliki banyak polisi tidur di jalan.

Berikut merupakan foto-foto dan denah lokasi dan kondisi Jalan

Cisitu.

Foto Denah Jalan Cisitu, Bandung


Sumber : Google Maps

16
Foto Jalan Cisitu
Sumber : Koleksi Pribadi

3. 2. Populasi Mahasiswa di Jalan Cisitu

Berdasarkan pengamatan kami, penduduk jalan cisitu memiiki

populasi yang lumayan besar. Sebagian besar merupakan warga dan

mahasiswa. Sebagian besar mahasiswa dari Institut Teknologi Bandung

juga tinggal di sana. Berikut hasil survei kependudukan mahasiswa

Institut Teknologi Bandung yang tinggal di Jalan Cisitu.

17
Grafik Survei Kependudukan Mahasiswa ITB

Kami mendapatkan data berupa 24,3% dari hasil survei kami

menunjukkan mahasiswa Institut Teknologi Bandung tinggal di Jalan

Cisitu. Data tersebut dapat dijadikan sampel perbandingan populasi

mahasiswa Institut Teknologi Bandung yang tinggal di Jalan Cisitu.

3. 3. Kepadatan Lalu Lintas di Jalan Cisitu

Kepadatan lalu lintas merupakan suatu masalah bagi jalan atau lalu

lintas yang ada. Kepadatan lalu lintas mengakibatkan melambatnya arus

lalu lintas sehingga dapat menyebabkan kemacetan pada jalan. karena itu,

kepadatan lalu lintas juga dapat menyebabkan masalah baru, salah

satunya adalah keterlambatan.

Dalam hal ini, kami akan membahas kepadatann lalu lintas yang

terjadi di Jalan Cisitu. Ada beberapa hal yang kami perhatikan yang

18
memengaruhi kepadatan lalu lintas di Jalan Cisitu, yaitu jam padatnya

jalan, jenis kendaraan yang mendominasi, dan perilaku pengendara di

jalan tersebut.

Hal pertama yang kami perhatikan, yaitu jam padatnya jalan, adalah

hal yang paling sering terlihat. Berikut hasil survei mengenai jam padat

jalan pada Jalan Cisitu.

Gambar grafik jam padat Jalan Cisitu menurut mahasiswa yang tinggal di Jalan
Cisitu
Sumber : Google Form

19
Gambar grafik jam padat Jalan Cisitu menurut mahasiswa yang lewat di Jalan
Cisitu
Sumber : Google Form

Berdasarkan hasil survei di atas, jam padat yang paling banyak

dipilih adalah pada jam 06.00 – 08.00 dan 17.00 – 18.00. Pada jam 06.00

– 08.00, aktivitas mahasiswa maupun masyarakat akan dimulai dengan

berangkatnya mereka ke tujuan untuk bekerja ataupun yang lainnya.

Dengan aktivitas-aktivitas tersebut, populasi kendaraan di Jalan Cisitu

akan meningkat didukung dengan kondisi jalan yang tidak begitu lebar

sehingga dapat menimbulkan kepadatan lalu lintas.

Pada jam 17.00 – 18.00, mahasiswa dan masyarakat akan

mengakhiri aktivitas mereka dan pulang ke tempat tinggal nya sehingga

jalan tersebut akan memadat kembali dengan pulangnya mereka.

Hal kedua yang kami perhatikan adalah jenis kendaraan yang

mendominasi dilewati di Jalan Cisitu. Berikut adalah hasil survei kami

mengenai jenis kendaraan yang sering melewati Jalan Cisitu.

20
Gambar grafik jenis kendaraan dominasi Jalan Cisitu menurut mahasiswa yang
tinggal di Jalan Cisitu
Sumber : Google Form

Gambar grafik jenis kendaraan dominasi Jalan Cisitu menurut mahasiswa yang
lewat di Jalan Cisitu
Sumber : Google Form

Berdasarkan hasil survei di atas, dominasi kendaraan yang melewati

Jalan Cisitu adalah motor. Kepadatan lalu lintas yang terjadi di Jalan

Cisitu didominasi oleh motor. Kebanyakan mahasiswa dan juga pekerja-

pekerja memakai motor sebagai kendaraannya sehingga pada pagi hari

sekitar pukul 06.00 – 08.00 akan terjadi kepadatan lalu lintas dan yang

mendominasinya adalah motor.

21
Hal ketiga yang kami perhatikan adalah perilaku pengendara di jalan

tersebut. Ada banyak perilaku pengendara yang menyebabkan kepadatan

lalu lintas. Yang kami perhatikan adalah parkir sembarangan khususnya

untuk roda empat, angkutan umum yang berhenti seenaknya demi

menunggu calon penumpang, dan pengendara yang tidak sabar dan

mengambil jalur kanan sehingga dapat menyebabkan arus jalur yang

berlawanan tidak teratur.

Berikut beberapa kritik, saran, dan keluhan mengenai perilaku

pengendara dan kondisi Jalan Cisitu.

Gambar tanggapan mengenai Jalan Cisitu


Sumber : Google Form

22
Gambar tanggapan mengenai Jalan Cisitu
Sumber : Google Form

Ketiga hal diatas merupaakan hasil analisis kami terhadap kepadatan

lalu lintas di Jalan Cisitu. Berikut skala kepadatan lalu lintas di Jalan

Cisitu berdasarkan hasil survei yang kami berikan.

23
Gambar grafik skala kepadatan Jalan Cisitu
Sumber : Google Form

Dalam survei, kami juga menambahkan beberapa solusi, yaitu

beberapa pilihan penambahan aturan, untuk dipilih dalam data survei

untuk digunakan sebagai salah satu solusi masalah kepadatan Jalan

Cisitu. Berikut hasil surveinya.

Gambar grafik pemilih beberapa solusi


Sumber : Google Form

24
Solusi atau penambahan aturan yang paling banyak dipilih adalah

penertiban parkir sembarangan dan penertiban angkutan umum yang

berhenti seenaknya untuk menunggu calon penumpang.

3. 4. Keterlambatan yang Dialami Mahasiswa

Sebagian dari mahasiswa yang tinggal di kawasan Jalan Cisitu

mengalami keterlambatan yang disebabkan oleh kepadatan lalu lintas di

jalan tersebut. Berikut hasil survei mengenai keterlambatan mahasiswa

terkait kepadatan lalu lintas jalan tersebut.

Gambar grafik keterlambatan mahasiswa


Sumber : Google Form

25
BAB IV

KESIMPULAN DAN SARAN

4. 1. Kesimpulan

Dari hasil analisis dan pembahasan yang telah disajikan, dapat

diambil kesimpulan. jika dilihat dari hasil survei kuesioner yang penulis

adakan, persentasi mahasiswa yang terlambat diakibatkan kepadatan lalu

lintas di Jalan Cisitu masih cukup besar.

Penyebab kepadatan lalu lintas yang terjadi di Jalan Cisitu

dipengaruhi oleh jam padatnya Jalan Cisitu, jenis kendaraan yang

mendominasi Jalan Cisitu, dan perilaku pemakai jalan yang ada di Jalan

Cisitu.

Jam padat Jalan Cisitu berada pada pukul 06.00 – 08.00 pagi. Pada

saat jam tersebut, aktivitas masyarakat dan mahasiswa akan dimulai

26
dengan mobilisasi masyarakat dan mahasiswa ke tujuan mereka masing-

masing. Hal tersebut mengakibatkan menigkatnya jumlah kendaraan

yang ada di Jalan Cisitu. Dengan didukungnya kondisi jalan yang ada di

Jalan Cisitu, memungkinkan jalan tersebut semakin padat karena lebar

jalan yang tersedia di Jalan Cisitu hanya sekitar kurang lebih 4 m dengan

kondisi aspal yang tidak terlalu rusak dan banyaknya polisi tidur yang

berfungsi mengurangi kecepatan kendaraan yang melalui Jalan Cisitu.

Jenis kendaraan yang mendominasi Jalan Cisitu adalah motor. Pada

saat pagi hari pada jam 06.00 – 08.00, Jalan Cisitu akan dipadati oleh

banyaknya motor. Disamping itu juga ada mobil dan angkutan umum.

Perilaku pemakai jalan memberikan efek samping pada padatnya jalan,

seperti mengambil jalur seenaknya agar si pengendara lebih cepat sampai

tujuan. Ini dapat mengakibatkan arus lalu lintas yang ada menjadi lebih

berantakan. Lalu, perilaku angkutan umum, seperti berhenti seenaknya

untuk menuggu calon penumpang yang ada di Jalan Cisitu, dapat

menghambat arus lalu lintas yang ada sehingga menimbulkan kemacetan

di Jalan Cisitu.

Perilaku yang selanjutnya adalah pemakai jalan yang memarkirkan

kendaraannya dengan sembarangan, mengingat Jalan Cisitu memiliki

lahan parkir yang sangat terbatas, khususnya untuk kendaraan roda

empat. Akibatnya, mereka yang parkir harus memakai badan jalan utama

Jalan Cisitu dan menghambat arus lalu lintas.

27
Ketiga hal tersebut merupakan penyebab dari kepadatan lalu lintas

yang terjadi di Jalan Cisitu sehingga menyebabkan kemacetan dan

memengaruhi keterlambatan pada mahasiswa.

Pengaruh kepadatan lalu lintas terhadap keterlambatan mahasiswa

cukup besar persentasinya. Berdasarkan survei yang kami lakukan,

persentasi mahasiswa yang tinggal di Jalan Cisitu yang mengalami

keterlambatan sebesar 37,5%. Dari perbandingan persentasi tersebut

dapat disimpulkan bahwa kepadatan lalu lintas yang terjadi di Jalan

Cisitu cukup berpengaruh terhadap keterlambatan mahasiswa yang ada di

Jalan Cisitu sehingga pengaruh kedua hal tersebut berbanding lurus.

Skala yang diberikan mahasiswa terhadap kepadadatan lalu lintas di jalan

tersebut adalah 6 satuan ( skala dari 1 sampai dengan 7 ). Semakin tinggi

kepadatan lalu lintas yang ada di Jalan Cisitu, semakin tinggi pula

persentasi keterlambatan mahasiswa yang ada di Jalan Cisitu.

Untuk mengatasi kepadatan lalu lintas yang terjadi di Jalan Cisitu,

kami memiliki beberapa solusi dari hasil analisis kami. Pertama,

penertiban angkutan umum yang sering berhenti seenaknya untuk

menugggu calon penumpang yang ada di Jalan Cisitu. Hal ini sangat

berpengaruh terhadap arus lalu lintas mengingat banyaknya angkutan

umum yang ada di Jalan Cisitu. Peneriban dilakukan dengan memberikan

pengawas lalu lintas seperti polisi lalu lintas atau petugas dari Dinas

Perhubungan untuk mengatur lalu lintas dan mengawasi angkutan umum

yang bertindak seenaknya di Jalan Cisitu.

28
Kedua, penertiban kendaraan yang parkir sembarangan di Jalan

Cisitu. Berdasarkan survei yang kami terima, penertiban ini memiliki

suara yang terbesar kedua dari solusi pertama yang kami terima.

Penertiban ini dilakukan sama halnya dengan solusi pertama, yaitu

dengan memberikan pengawas lalu lintas seperti polisi lalu lintas maupun

petugas dari Dinas Perhubungan untuk mengatur lalu lintas di Jalan

Cisitu.

4. 2. Saran

Seiring dengan tema karya tulis kami yaitu dampak kepadatan lalu

lintas terhadap keterlambatan mahasiswa, kami ingin memberikan saran

mengenai lalu lintas yang yada di Jalan Cisitu.

Saran kami mengenai lalu lintas di jalan tersebut adalah dengan

menerapkan sistem satu arah pada Jalan Cisitu pada jam tertentu dan

pada hari tertentu. Pada sistem ini, jam yang dipakai adalah jam 06.00 –

08.00 pagi karena jam tersebut merupakan jam tersibuk di Jalan Cisitu.

Untuk hari yang digunakan, kami menentukan hari Senin – Kamis karena

hari tersebut adalah hari tersibuk juga.

Penerapan sistem satu arah pada Jalan Cisitu dilakukan dengan

rekayasa lalu lintas di daerah tersebut. Lalu lintas searah dilakukan ke

arah Jalan Siliwangi yang mengarah pada Jalan Dago agar arus padat lalu

lintas yang ada di Jalan Cisitu menjadi netral. Untuk kembali ke Jalan

29
Cisitu kembali, jalan yang dilalui adalah jalan dari Kompleks Dago Asri

yang dapat tembus menuju Jalan Cisitu kembali.

Pada dasarnya, jalan yang ada di dalam Kompleks Dago Asri

bukanlah jalan umun, melainkan jalan khusus dalam kompleks. Namun,

setelah lama diperhatikan, pemakaian jalan yang ada di dalam kompleks

tersebut sering dilalui masyarakat umum agar dapat pergi ke Jalan Cisitu.

Alangkah baiknya jika Pemerintah Kabupaten Sekeola yang

mengelola Jalan Cisitu dan sekitarnya dapat bekerja sama dengan pihak

Kompleks Dago Asri agar mngizinkan sistem satu arah dngan rekayasa

lalu lintas melalui jalan kompleks tersebut.

Dengen penerapan sistem ini, arus lalu lintas di sekitar Jalan Cisitu

juga tidak terganggu dan stabil, dan Jalan Cisitu pun tidak menjadi padat

seperti sebelumnya.

30
DAFTAR PUSTAKA

Cariawan, Unggul. 2010. Fungsi Sarana dan Prasarana Jalan Dalam Strategi

Pengaturan Lalu Lintas. Lampung.

“Manajemen Lalu Lintas dan Definisi Lalu Lintas.” Wiki Buku. 4 Oktober 2016.

[Link]

Dikunjungi 2 Mei 2018.

Jumadi, Edo. 2017. Jasa Lampu Lalu Lintas.

[Link]

lalu-lintas-di-medan-hub-082114306072/. Dikunjungi 2 Mei 2018.

Redaksi, PUBinfo. 2015. “Apa Iya, Anda Tau Arti Marka Jalan Ini?”.

[Link]

Dikunjungi 5 Mei 2018.

31
Redaksi. 2017. “Dishub Bolmong Pasang Rambu Lalu Lintas”. [Link]

[Link]/ktgonline/2017/02/dishub-bolmong-pasang-rambu-lalu-

lintas/. Dikunjungi 5 Mei 2018.

Helen. 2012. Kemacetan. [Link]

[Link]. Dikunjungi 5 Mei 2018.

LAMPIRAN

32
33
34
35
36
37
RIWAYAT HIDUP PENULIS 1

38
Reynaldi Javier Purba lahir di Medan, 17 Oktober 1998. Ia adalah anak

pertama dari tiga bersaudara. Ia adalah anak dari pasangan Putra Jani Purba dan

Candra Bulan. Ia berdomisili di Medan dengan alamat di Jalan Karya Wisata

Perumahan Johor Katelia Indah blok D3/189, Medan Johor. Ia dapat dikontak

dengan nomor telepon 08116555445 atau dengan email

javierpurba17@[Link].

Reynaldi Javier Purba yang akrab dipanggil dengan Rey menempuh

Pendidikan dasar di SD Primbana Medan Johor, Medan, Sumatera Utara dan lulus

pada tahun 2010. Ia melanjutkan pendidikannya di SMP W. R. Supratman 2

Medan, Sumatera Utara dan lulus pada tahun 2013. Lalu ia melanjutkan

pendidikannya di SMAN 1 Medan, Sumatera Utara.

Pada tahun 2016, ia lulus di Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara.

Kerena tidak cocok dengan fakultas tersebut, ia kembali mencoba masuk

universitas lain. Ia masuk ke Institut Teknologi Bandung pada tahun 2017.

Sekarang ia menginap di Jalan Bangbayang Kompleks Dago Bangbayang

Residence blok B2 kamar 33 selama berkuliah di Institut Teknologi Bandung.

39
RIWAYAT HIDUP PENULIS 2

Kadek Adyatma Widyamartha yang biasa dipanggil

Kadek merupakan anak ke dua dari dua bersaudara dari

pasangan Ketut Gede Mudiarta dan Ni Wayan Sri Agustini yang

dilahirkan di Bogor pada tanggal 17 September 1998. Penulis

yang memiliki hobi bermain basket ini menempuh pendidikan

dari jenjang TK sampai SMP di yayasan yang sama yaitu

Regina Pacis Bogor, namun memutuskan untuk menempuh

pendidikan SMA di tempat yang berbeda yaitu di SMAN 1 Bogor. Saat ini,

penulis memiliki alamat tetap di Bumi Menteng Asri Blok BG No 26, Bogor.

Nomor teleponn aktif yang dapat dihubungi adalah 085697276712 atau bisa

mengontak email kadekadyatma@[Link].

Ketika menempuh pendidikan Sekolah Dasar, penulis aktif menorehkan

prestasi di bidang akademik berupa Juara 3 Lomba Siswa Berprestasi Kota Bogor,

Juara 3 Olimpiade IPA Kota Bogor, serta mendapat predikat Juara Umum Nila

Akhir di SD Regina Pacis Bogor. Ketika melanjutkan jenjang pendidikan di

tingkat menengah, penulis lebih banyak menorehkan prestasi di bidang olahraga

yang notabenenya merupakan hobi penulis seperti Juara 3 Bogor Basketbal

League dan Juara 2 Futsal Competition SMA Gonzaga [Link] prestasi

akademik yang dicapai yaitu sebagai peraih Peringkat Ketiga Nilai UN di SMP

Regina Pacis [Link] tersebut digunakan sebagai bekal untuk diterima di

SMA 1 Bogor yang merupakan sekolah favorit di daerah Bogor.

40
Penulis memiliki minat pada bidang teknologi infrakstruktur sehingga

memutuskan untuk memilih Institut Teknologi Bandung pada Fakultas Teknik

Sipil dan Lingkungan sebagai tempat untuk melanjutkan pendidikan [Link]

ITB, penulis aktif mengikuti unit olahraga basket dan menjabat sebagai anggota

divisi kekeluargaan. Adapun, penulis aktif mengikuti kepanitiaan seperti menjadi

anggota divisi logistik acara Wisuda Oktober.

RIWAYAT HIDUP PENULIS 3

41
Harry Wahyudi Engka biasa dipanggil Harry, lahir di Jakarta, pada 22

Oktober 1999 silam. Merupakan anak pertama dari dua bersaudara dari pasangan

Rini Setiawati dan Djoli Engka. Penulis bertempat tinggal di Jalan Pramuka

Bhakti II nomor 8, Utan Kayu Utara, Matraman, Jakarta Timur. Penulis

menempuh pendidikan sekolah dasar hingga sekarang sedang menjalani kuliah di

Institut Teknologi Bandung. Memiliki hobi berolahraga yang dimulai sejak kecil.

Penulis dapat dikontak melalui nomor telepon 08118667118 atau melalui email

harrywahyudi99@[Link].

Memulai pendidikan di Sekolah Dasar Tarakanita 5, Jakarta. Dilanjutkan

ke Sekolah Menengah Pertama Tarakanita 4, Jakarta, yang berada tidak jauh dari

sekolah dasarnya. Selama menempuh pendidikan di SMP Ta rakanita 4, penulis

memperoleh prestasi akademik seperti juara kelas di setiap tingkatan kelas yang

ditempuhnya. Jenjang pendidikan selanjutnya ditempuh di sekolah negeri di

Jakarta yaitu SMAN 21 Jakarta, dan terakhir penulis sedang menempuh jenjang

perkuliahan di Institut Teknologi Bandung, penulis yang tertarik dengan

perkembangan infrastruktur menempuh perkuliahan di Fakultas Teknik Sipil dan

Lingkungan. Di dalam proses perkuliahannya, saat ini, penulis aktif dalam

berorganisasi yaitu dalam organisasi olahraga bola basket yaitu Unit Basket

Ganesha sebagai anggota divisi kekeluargaan.

42
43

Anda mungkin juga menyukai