BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang dan Rumusan Masalah
1.1.1 Latar Belakang
Dalam kehidupan sehari hari yaitu sebagai mahasiswa, transportasi
menjadi kebutuhan primer, sebagai mahasiswa kendaraan dijadikan
sarana transportasi untuk membawa mahasiswa ke tempat tujuannya
seperti kampus atau tempat lainnya.
Sebagai pengguna kendaraan,mahasiswa pasti selalu berhadapan
dengan kondisi lalu lintas baik dari lalu lintas yang padat hingga sepi.
Kondisi lalu lintas dipengaruhi oleh kuantitas kendaraan dalam suatu
jalan. Menumpuknya kuantitas kendaraan dalam suatu tempat dapat
dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti kemacetan, kecelakaan dan
faktor lainnya.
Kepadatan lalu lintas merupakan sebuah masalah yang cukup besar
bagi sebagian mahasiswa, oleh sebab itu masalah kepadatan lalu lintas
tersebut harus diperbaiki. Permasalahan kepadatan ini banyak dialami di
wilayah Bandung namun masalah ini difokuskan di daerah Cisitu karena
daerah cisitu merupakan daerah tempat mahasiswa bertempat tinggal
sementara. Masalah kepadatan lalu lintas tersebut berdampak terhadap
1
keterlambatan mahasiswa di daerah tersebut.. Melalui permasalahan ini
diharapkan dapat diketahui penyebab kepadatan di jalan cisitu dan dapat
ditentukan solusi untuk mengatasi permasalahan serta dampak yang
dihasilkan dari permasalahan tersebut.
1.1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas maka diajukan beberapa rumusan masalah
atas masalah yang dihadapi sebagai berikut :
1. Apa penyebab dari kepadatan lalu lintas di Jalan Cisitu?
2. Bagaimana pengaruh kepadatan lalu lintas terhadap keterlambatan mahasiswa?
3. Bagaimana solusi untuk mengatasi kepadatan lalu lintas di Jalan Cisitu?
1.2. Ruang Lingkup Kajian
Untuk menjawab rumusan masalah di atas maka penulis akan
mengkaji hal hal berikut :
1. Mengidentifikasi karakteristik jalan di Jalan Cisitu.
2. Mengidentifikasi kondisi jalan di Jalan Cisitu.
3. Mengidentifikasi mayoritas jenis kendaraan yang berlalu
lintas di Jalan Cisitu.
4. Mengidentifikasi waktu-waktu tertentu saat terjadinya
kepadatan lalu lintas di Jalan Cisitu.
2
1.3 Tujuan Penulisan
Bedasarkan latarbelakang masalah di atas, tujuan yang hendak
dicapai melalui penulisan laporan penelitian ini adalah untuk memahami
penyebab permasalahan kepadatan lalu lintas di Jalan Cisitu serta
menentukan solusi dari permasalahan tersebut, dan terakhir untuk
menuntaskan tugas besar dari mata kuliah Tata Tulis Karya Ilmiah.
1.4 Anggapan Dasar
Boediningsih (2011) menyatakan bahwa kemacetan lalu lintas terjadi
karena beberapa faktor, seperti banyak pengguna jalan yang tidak tertib,
memakai jalan melawan arus, kurangnya petugas lalu lintas yang
mengawasi, adanya mobil yang parkir di badan jalan, permukaan jalan
tidak rata, tidak ada jembatan penyeberangan, dan tidak ada pembatasan
jenis kendaraan. Banyaknya pengguna jalan yang tidak tertib,
seperti adanya pedagang kaki lima yang berjualan di tepi
jalan, dan parkir liar. Selain itu, ada pemakai jalan yang melawan arus.
Hal ini terjadi karena kurangnya jumlah petugas lalu lintas dalam
mengatasi jalannya lalu lintas terutama di jalan-jalan yang rawan macet.
3
Penyebab lainnya adalah permukaan jalan yang tidak rata. Sebaiknya
dilakukan perbaikan jalan agar jalan kembali rata. Selain itu, jenis
kendaraan yang lewat di jalan-jalan tertentu sebaiknya ada pembatasan,
misalnya untuk mobil truk tidak boleh melewati jalan yang rawan macet
pada jam-jam sibuk dengan tujuan untuk menghindari kemacetan lalu
lintas.
1.5 Hipotesis
Berdasarkan rumusan masalah yang ada di atas, menurut kami,
kemacetan yang ada di Jalan Cisitu disebabkan ukuran jalan yang kecil
dan padatnya transportasi yang ada di Jalan Cisitu serta angkutan umum
yang sering berhenti di Jalan Cisitu yang menyebabkan kemacetan di
belakangnya. Untuk masalah tersebut, solusi yang mungkin adalah
memperlebar ukuran jalan Cisitu, mengurangi volume kendaraan yang
melewati Jalan Cisitu dengan pembatasan waktu kendaraan melalui jalan
tersebut.
1.6 Metode dan Teknik Pengambilan Data
1.6.1 Metode
4
Metode yang digunakan adalah deskriptif analitis karena penelitian
ini bertujuan mendeskripsikan data yang diperoleh baik dari berbagai
rujukan maupun dari lapangan kemudian dianalisis.
1.6.2 Teknik Pengambilan Data
Teknik yang digunakan dalam mengumpulkan data adalah
1. Pengamatan ( observasi )
2. Survei dalam bentuk kuesioner
1.7 Sistematika Penulisan
Penulisan laporan penelitian ini terbagi atas empat bab. Pembicaraan
dimulai dengan pendahuluan sebagai bab pertama memuat latar belakang
dan rumusan masalah, ruang lingkup kajian, tujuan penelitian, anggapan
dasar, hipotesis, metode dan teknik pengumpulan data, serta sistematika
penulisan.
Selanjutnya, pada bab dua dijabarkan teori-teori mengenai kepadatan
lalu lintas dan penyebabnya dan keadaan daerah Jalan Cisitu.
Pada bab tiga dikemukakan pembuktian-pembuktian hipotesis
beserta pembahasannya dalam hal ini keadaan jalan dan lalu lintas di
5
Jalan Cisitu misalnya kondisi dan ukuran jalan, volume kepadatan alat
transportasi, dan waktu padat jalan tersebut. Kemudian, semua keadaan
ini dibahas dengan menggunakan teori sebagai alat ukur untuk mengkaji
kemungkinan solusi-solusi yang diperlukan untuk menyelesaikan
masalah yang ada di Jalan Cisitu. Bab tiga ini merupakan bab inti.
Bab empat, bab terakhir merupakan simpulan dari pembuktian-
pembuktian hipotesis dan hasil pembahasan. Pada bab ini dikemukakan
juga saran-saran atas penyebab dan solusi yang diperoleh dari hasil
pembahasan yang telah diuraikan pada bab sebelumnya (bab tiga).
6
BAB II
TEORI DASAR LALU LINTAS DAN SARANA
PENDUKUNGNYA
2. 1. Pengertian Lalu Lintas
Secara tidak langsung, kita sering melakukan kegiatan lalu lintas
dalam kehidupan sehari-hari. Kita pergi dari suatu tempat ke tempat
lainnya menggunakan kendaraan ataupun tanpa kendaraan (jalan kaki)
untuk melakukan kegiatan rutinitas kita. Secara tidak langsung, lalu lintas
berpengaruh di kehidupan manusia seperti mempercepat mobilisasi kita
ke suatu tempat.
Lalu lintas memiliki ciri khas dan kelebihan sehingga perlu
dikembangkan dan dimanfaatkan agar mampu menjangkau seluruh
wilayah dengan mobilitas tinggi. Pengembangan lalu lintas diperlukan
dengan mengintegrasikan unsurnya seperti jaringan transportasi,
pengemudi kendaraan, serta peraturan dan metode lalu lintas.
7
Menurut Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu
Lintas dan Angkutan Jalan, menurut Pasal 1 Undang-Undang Nomor 22
tahun 2009, lalu lintas didefinisikan sebagai gerak kendaraan dan orang
di ruang lalu lintas jalan, adalah prasarana yang diperuntukkan bagi gerak
pindah kendaraan, orang, dan/atau barang yang berupa jalan dengan
fasilitas pendukungnya.
Menurut Poerwadarminta dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia
(1993:55) menyatakan bahwa lalu lintas adalah berjalan bolak-bali, hilir
mudik dan perihal perjalanan di jalan dan sebagainya serta berhubungan
antara sebuah tempat dengan tempat lainnya.
Menurut Muhammad Ali, lalu lintas adalah berjalan, bolak balik,
perjalanan di jalan. Ramdlon Naning juga menguraikan pengertian
tentang lalu lintas yaitu gerak pindah manusia dengan atau tanpa alat
penggerak dari satu tempat ke tempat lainnya. Sedangkan menurut W.J.S.
Poerwodarminto bahwa lalu lintas adalah:
1. Perjalanan bolak-balik
2. Perihal perjalanan di jalan dan sebagainya
3. Perhubungan antara sebuah tempat
8
2. 2. Sarana Pendukung Lalu Lintas
Lalu lintas biasanya identik dengan adanya jalan. Jalan
merupakan unsur utama dalam lalu lintas. Jalan memiliki berbagai sarana
untuk memfasilitasi lalu lintas di jalan. Dalam Undang-Undang Nomor
14 Tahun 1992 tentang Persyaratan Jalan pada pasal 8 dijelaskan jalan
wajib dilengkapi dengan rambu, marka, alat pemberi isyarat, alat
pengendali dan alat pengaman pemakai jalan, alat pengawasan dan
pengaman jalan serta fasilitas pendukung lainnya. Sarana perlengkapan
jalan ini tentu dimaksudkan untuk keselamatan, keamanan, ketertiban
dan kelancaran lalu lintas serta kemudahan pemakai jalan.
Dalam undang-undang tersebut dijelaskan bahwa sarana pendukung
dari lalu lintas merupakan rambu, marka jalan, alat pemberi isyarat, dan
sebagainya. Fasilitas ini juga tercantum dalam Peraturan Pemerintah
Nomor 26 Tahun 1985 tentang Perlengkapan Jalan pada pasal 15.
9
Gambar lampu lalu lintas dan zebra cross
Sumber : [Link]
lampu-lalu-lintas-di-medan-hub-082114306072/
Gambar rambu lalu lintas
Sumber : [Link]
lintas/
Gambar marka jalan
Sumber : [Link]
10
2. 3. Faktor Terjadinya Kepadatan Lalu Lintas
Kepadatan lalu lintas sering sekali menjadi masalah di jalan. masalah
utama dalam kepadatan lalu lintas adalah timbulnya kemacetan di jalan
tersebut.
Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) definisi kemacetan
ialah tidak dapat bekerja dengan baik, tersendat, serat, terhenti dan tidak
lancar. Selain itu, Hoeve (1990) juga mengatakan bahwa “Kemacetan
merupakan masalah yang timbul akibat pertumbuhan dan kepadatan
penduduk” sehingga arus kendaraan bergerak sangat lambat.
Boediningsih (2011) menyatakan, “Kemacetan lalu lintas terjadi
karena beberapa faktor, seperti banyak pengguna jalan yang tidak tertib,
pemakai jalan melawan arus, kurangnya petugas lalu lintas yang
mengawasi, adanya mobil yang parkir di badan jalan, permukaan jalan
tidak rata, tidak ada jembatan penyeberangan, dan tidak ada pembatasan
jenis kendaraan. Banyaknya pengguna jalan yang tidak tertib,
seperti adanya pedagang kaki lima yang berjualan di tepi
jalan, dan parkir liar. Selain itu, ada pemakai jalan yang melawan arus.
11
Hal ini terjadi karena kurangnya jumlah petugas lalu lintas dalam
mengatasi jalannya lalu lintas terutama di jalan-jalan yang rawan macet.
Penyebab lainnya adalah permukaan jalan yang tidak rata.
Sebaiknya dilakukan perbaikan jalan agar jalan kembali rata. Selain itu,
jenis kendaraan yang lewat di jalan-jalan tertentu sebaiknya ada
pembatasan, misalnya untuk mobil truk tidak boleh melewati jalan yang
rawan macet pada jam-jam sibuk dengan tujuan untuk menghindari
kemacetan lalu lintas.”
Dalam permasalahan yang terjadi di Jalan Cisitu, teori yang dapat
kami kemukaan dalam faktor kepadatan lalu lintas di jalan tersebut
sebagai berikut.
Kapasitas jalan yang lebih kecil dibandingkan dengan jumlah
kendaraan yang melewati jalan tersebut.
Kenaikan jumlah kendaraan yang meningkat tajam di daerah
tersebut.
Kondisi jalan yang rusak sehingga memengaruhi laju
kendaraan yang melewati jalan tersebut.
Angkutan umun yang berhenti seenaknya untuk menunggu
ataupun mencari calon penumpang di jalan tersebut.
Sedikitnya ketersediaan lahan parkir sehingga banyak
kendaraan yang parkir dengan memakai badan jalan utama.
12
Faktor yang sangat berpengaruh dalam kepadatan lalu intas di Jalan
Cisitu adalah angkutan umum yang berhenti seenaknya untuk menunggu
calon penumpang dan kebiasaan pengendara memarkirkan kendaraan
dengan sembarangan sehingga memakai badan jalan utama sebagai lahan
parkir karena keterbatasan lahan parkir yang ada di Jalan Cisitu.
Kedua faktor tersebut sangat memengaruhi kepadatan lalu lintas
yang ada di Jalan Cisitu. Arus lalu lintas yang seharusnya memiliki
kecepatan yang normal menjadi berkurang mengakibatkan jumlah
kendaraan yang lewat akan bertambah dan menimbulkan kemacetan.
Didukung dengan kondis jalan yang tidak terlalu luas menyebabkan jalan
menjadi cepat padat oleh kendaraan.
13
Foto Jalan Cisitu
Sumber : Koleksi Pribadi
2. 4. Keterlambatan Mahasiswa Terkait Kepadatan Lalu Lintas
Pengertian keterlambatan menurut Ervianto (1998) adalah sebagai
waktu pelaksanaan yang tidak dimanfaatkan sesuai dengan rencana
kegiatan sehingga menyebabkan satu atau beberapa kegiatan mengikuti
menjadi tertunda atau tidak diselesaikan tepat sesuai jadwal yang telah
direncanakan.
Kepadatan lalu lintas menyebabkan lama perjalanan bertambah
sehingga dapat menyebabkan keterlambatan, khususnya pada mahasiswa.
Keterlambatan mahasiswa yang dipengaruhi oleh kepadatan lalu lintas
biasanya terjadi karena drastisnya kenaikan populasi kendaraan di jalan
tersebut yang menyebabkan berkurangnya laju rata-rata kendaraan pada
jam tertentu khususnya pada jam berangkat kuliah.
14
BAB III
ANALISIS LOKASI DAN KEPADATAN LALU LINTAS
JALAN CISITU TERKAIT KETERLAMBATAN MAHASISWA
3. 1. Lokasi dan Kondisi Jalan Cisitu
Jalan Cisitu merupakan jalan yang sangat banyak dilalui oleh banyak
orang khususnya mahasiswa-mahasiswa yang kuliah berdekatan dengan
jalan tersebut, contohnya Institut Teknologi Bandung (ITB).
Jalan ini terletak di Propinsi Jawa Barat, Kota Bandung, Kecamatan
Coblong. Jalan ini sering diminati oleh mahasiswa karena berdekatan
dengan kampus dan juga memiliki banyak kamar sewa untuk mahasiswa
sebagai tempat tinggal.
Karena banyaknya mahasiswa yang tinggal di jalan tersebut, warga
Jalan Cisitu juga menggunakan hal tersebut sebagai peluang untuk
berjualan contohnya makanan keseharian.
15
Kondisi pada jalan tersebut memiliki ukuran lebar jalan yang tidak
terlalu besar sekitar 4m dan hampir tidak memiliki lahan parkir untuk
kendaraan roda empat. Jalan tersebut juga tidak terlalu rusak pada bagian
aspal dan memiliki banyak polisi tidur di jalan.
Berikut merupakan foto-foto dan denah lokasi dan kondisi Jalan
Cisitu.
Foto Denah Jalan Cisitu, Bandung
Sumber : Google Maps
16
Foto Jalan Cisitu
Sumber : Koleksi Pribadi
3. 2. Populasi Mahasiswa di Jalan Cisitu
Berdasarkan pengamatan kami, penduduk jalan cisitu memiiki
populasi yang lumayan besar. Sebagian besar merupakan warga dan
mahasiswa. Sebagian besar mahasiswa dari Institut Teknologi Bandung
juga tinggal di sana. Berikut hasil survei kependudukan mahasiswa
Institut Teknologi Bandung yang tinggal di Jalan Cisitu.
17
Grafik Survei Kependudukan Mahasiswa ITB
Kami mendapatkan data berupa 24,3% dari hasil survei kami
menunjukkan mahasiswa Institut Teknologi Bandung tinggal di Jalan
Cisitu. Data tersebut dapat dijadikan sampel perbandingan populasi
mahasiswa Institut Teknologi Bandung yang tinggal di Jalan Cisitu.
3. 3. Kepadatan Lalu Lintas di Jalan Cisitu
Kepadatan lalu lintas merupakan suatu masalah bagi jalan atau lalu
lintas yang ada. Kepadatan lalu lintas mengakibatkan melambatnya arus
lalu lintas sehingga dapat menyebabkan kemacetan pada jalan. karena itu,
kepadatan lalu lintas juga dapat menyebabkan masalah baru, salah
satunya adalah keterlambatan.
Dalam hal ini, kami akan membahas kepadatann lalu lintas yang
terjadi di Jalan Cisitu. Ada beberapa hal yang kami perhatikan yang
18
memengaruhi kepadatan lalu lintas di Jalan Cisitu, yaitu jam padatnya
jalan, jenis kendaraan yang mendominasi, dan perilaku pengendara di
jalan tersebut.
Hal pertama yang kami perhatikan, yaitu jam padatnya jalan, adalah
hal yang paling sering terlihat. Berikut hasil survei mengenai jam padat
jalan pada Jalan Cisitu.
Gambar grafik jam padat Jalan Cisitu menurut mahasiswa yang tinggal di Jalan
Cisitu
Sumber : Google Form
19
Gambar grafik jam padat Jalan Cisitu menurut mahasiswa yang lewat di Jalan
Cisitu
Sumber : Google Form
Berdasarkan hasil survei di atas, jam padat yang paling banyak
dipilih adalah pada jam 06.00 – 08.00 dan 17.00 – 18.00. Pada jam 06.00
– 08.00, aktivitas mahasiswa maupun masyarakat akan dimulai dengan
berangkatnya mereka ke tujuan untuk bekerja ataupun yang lainnya.
Dengan aktivitas-aktivitas tersebut, populasi kendaraan di Jalan Cisitu
akan meningkat didukung dengan kondisi jalan yang tidak begitu lebar
sehingga dapat menimbulkan kepadatan lalu lintas.
Pada jam 17.00 – 18.00, mahasiswa dan masyarakat akan
mengakhiri aktivitas mereka dan pulang ke tempat tinggal nya sehingga
jalan tersebut akan memadat kembali dengan pulangnya mereka.
Hal kedua yang kami perhatikan adalah jenis kendaraan yang
mendominasi dilewati di Jalan Cisitu. Berikut adalah hasil survei kami
mengenai jenis kendaraan yang sering melewati Jalan Cisitu.
20
Gambar grafik jenis kendaraan dominasi Jalan Cisitu menurut mahasiswa yang
tinggal di Jalan Cisitu
Sumber : Google Form
Gambar grafik jenis kendaraan dominasi Jalan Cisitu menurut mahasiswa yang
lewat di Jalan Cisitu
Sumber : Google Form
Berdasarkan hasil survei di atas, dominasi kendaraan yang melewati
Jalan Cisitu adalah motor. Kepadatan lalu lintas yang terjadi di Jalan
Cisitu didominasi oleh motor. Kebanyakan mahasiswa dan juga pekerja-
pekerja memakai motor sebagai kendaraannya sehingga pada pagi hari
sekitar pukul 06.00 – 08.00 akan terjadi kepadatan lalu lintas dan yang
mendominasinya adalah motor.
21
Hal ketiga yang kami perhatikan adalah perilaku pengendara di jalan
tersebut. Ada banyak perilaku pengendara yang menyebabkan kepadatan
lalu lintas. Yang kami perhatikan adalah parkir sembarangan khususnya
untuk roda empat, angkutan umum yang berhenti seenaknya demi
menunggu calon penumpang, dan pengendara yang tidak sabar dan
mengambil jalur kanan sehingga dapat menyebabkan arus jalur yang
berlawanan tidak teratur.
Berikut beberapa kritik, saran, dan keluhan mengenai perilaku
pengendara dan kondisi Jalan Cisitu.
Gambar tanggapan mengenai Jalan Cisitu
Sumber : Google Form
22
Gambar tanggapan mengenai Jalan Cisitu
Sumber : Google Form
Ketiga hal diatas merupaakan hasil analisis kami terhadap kepadatan
lalu lintas di Jalan Cisitu. Berikut skala kepadatan lalu lintas di Jalan
Cisitu berdasarkan hasil survei yang kami berikan.
23
Gambar grafik skala kepadatan Jalan Cisitu
Sumber : Google Form
Dalam survei, kami juga menambahkan beberapa solusi, yaitu
beberapa pilihan penambahan aturan, untuk dipilih dalam data survei
untuk digunakan sebagai salah satu solusi masalah kepadatan Jalan
Cisitu. Berikut hasil surveinya.
Gambar grafik pemilih beberapa solusi
Sumber : Google Form
24
Solusi atau penambahan aturan yang paling banyak dipilih adalah
penertiban parkir sembarangan dan penertiban angkutan umum yang
berhenti seenaknya untuk menunggu calon penumpang.
3. 4. Keterlambatan yang Dialami Mahasiswa
Sebagian dari mahasiswa yang tinggal di kawasan Jalan Cisitu
mengalami keterlambatan yang disebabkan oleh kepadatan lalu lintas di
jalan tersebut. Berikut hasil survei mengenai keterlambatan mahasiswa
terkait kepadatan lalu lintas jalan tersebut.
Gambar grafik keterlambatan mahasiswa
Sumber : Google Form
25
BAB IV
KESIMPULAN DAN SARAN
4. 1. Kesimpulan
Dari hasil analisis dan pembahasan yang telah disajikan, dapat
diambil kesimpulan. jika dilihat dari hasil survei kuesioner yang penulis
adakan, persentasi mahasiswa yang terlambat diakibatkan kepadatan lalu
lintas di Jalan Cisitu masih cukup besar.
Penyebab kepadatan lalu lintas yang terjadi di Jalan Cisitu
dipengaruhi oleh jam padatnya Jalan Cisitu, jenis kendaraan yang
mendominasi Jalan Cisitu, dan perilaku pemakai jalan yang ada di Jalan
Cisitu.
Jam padat Jalan Cisitu berada pada pukul 06.00 – 08.00 pagi. Pada
saat jam tersebut, aktivitas masyarakat dan mahasiswa akan dimulai
26
dengan mobilisasi masyarakat dan mahasiswa ke tujuan mereka masing-
masing. Hal tersebut mengakibatkan menigkatnya jumlah kendaraan
yang ada di Jalan Cisitu. Dengan didukungnya kondisi jalan yang ada di
Jalan Cisitu, memungkinkan jalan tersebut semakin padat karena lebar
jalan yang tersedia di Jalan Cisitu hanya sekitar kurang lebih 4 m dengan
kondisi aspal yang tidak terlalu rusak dan banyaknya polisi tidur yang
berfungsi mengurangi kecepatan kendaraan yang melalui Jalan Cisitu.
Jenis kendaraan yang mendominasi Jalan Cisitu adalah motor. Pada
saat pagi hari pada jam 06.00 – 08.00, Jalan Cisitu akan dipadati oleh
banyaknya motor. Disamping itu juga ada mobil dan angkutan umum.
Perilaku pemakai jalan memberikan efek samping pada padatnya jalan,
seperti mengambil jalur seenaknya agar si pengendara lebih cepat sampai
tujuan. Ini dapat mengakibatkan arus lalu lintas yang ada menjadi lebih
berantakan. Lalu, perilaku angkutan umum, seperti berhenti seenaknya
untuk menuggu calon penumpang yang ada di Jalan Cisitu, dapat
menghambat arus lalu lintas yang ada sehingga menimbulkan kemacetan
di Jalan Cisitu.
Perilaku yang selanjutnya adalah pemakai jalan yang memarkirkan
kendaraannya dengan sembarangan, mengingat Jalan Cisitu memiliki
lahan parkir yang sangat terbatas, khususnya untuk kendaraan roda
empat. Akibatnya, mereka yang parkir harus memakai badan jalan utama
Jalan Cisitu dan menghambat arus lalu lintas.
27
Ketiga hal tersebut merupakan penyebab dari kepadatan lalu lintas
yang terjadi di Jalan Cisitu sehingga menyebabkan kemacetan dan
memengaruhi keterlambatan pada mahasiswa.
Pengaruh kepadatan lalu lintas terhadap keterlambatan mahasiswa
cukup besar persentasinya. Berdasarkan survei yang kami lakukan,
persentasi mahasiswa yang tinggal di Jalan Cisitu yang mengalami
keterlambatan sebesar 37,5%. Dari perbandingan persentasi tersebut
dapat disimpulkan bahwa kepadatan lalu lintas yang terjadi di Jalan
Cisitu cukup berpengaruh terhadap keterlambatan mahasiswa yang ada di
Jalan Cisitu sehingga pengaruh kedua hal tersebut berbanding lurus.
Skala yang diberikan mahasiswa terhadap kepadadatan lalu lintas di jalan
tersebut adalah 6 satuan ( skala dari 1 sampai dengan 7 ). Semakin tinggi
kepadatan lalu lintas yang ada di Jalan Cisitu, semakin tinggi pula
persentasi keterlambatan mahasiswa yang ada di Jalan Cisitu.
Untuk mengatasi kepadatan lalu lintas yang terjadi di Jalan Cisitu,
kami memiliki beberapa solusi dari hasil analisis kami. Pertama,
penertiban angkutan umum yang sering berhenti seenaknya untuk
menugggu calon penumpang yang ada di Jalan Cisitu. Hal ini sangat
berpengaruh terhadap arus lalu lintas mengingat banyaknya angkutan
umum yang ada di Jalan Cisitu. Peneriban dilakukan dengan memberikan
pengawas lalu lintas seperti polisi lalu lintas atau petugas dari Dinas
Perhubungan untuk mengatur lalu lintas dan mengawasi angkutan umum
yang bertindak seenaknya di Jalan Cisitu.
28
Kedua, penertiban kendaraan yang parkir sembarangan di Jalan
Cisitu. Berdasarkan survei yang kami terima, penertiban ini memiliki
suara yang terbesar kedua dari solusi pertama yang kami terima.
Penertiban ini dilakukan sama halnya dengan solusi pertama, yaitu
dengan memberikan pengawas lalu lintas seperti polisi lalu lintas maupun
petugas dari Dinas Perhubungan untuk mengatur lalu lintas di Jalan
Cisitu.
4. 2. Saran
Seiring dengan tema karya tulis kami yaitu dampak kepadatan lalu
lintas terhadap keterlambatan mahasiswa, kami ingin memberikan saran
mengenai lalu lintas yang yada di Jalan Cisitu.
Saran kami mengenai lalu lintas di jalan tersebut adalah dengan
menerapkan sistem satu arah pada Jalan Cisitu pada jam tertentu dan
pada hari tertentu. Pada sistem ini, jam yang dipakai adalah jam 06.00 –
08.00 pagi karena jam tersebut merupakan jam tersibuk di Jalan Cisitu.
Untuk hari yang digunakan, kami menentukan hari Senin – Kamis karena
hari tersebut adalah hari tersibuk juga.
Penerapan sistem satu arah pada Jalan Cisitu dilakukan dengan
rekayasa lalu lintas di daerah tersebut. Lalu lintas searah dilakukan ke
arah Jalan Siliwangi yang mengarah pada Jalan Dago agar arus padat lalu
lintas yang ada di Jalan Cisitu menjadi netral. Untuk kembali ke Jalan
29
Cisitu kembali, jalan yang dilalui adalah jalan dari Kompleks Dago Asri
yang dapat tembus menuju Jalan Cisitu kembali.
Pada dasarnya, jalan yang ada di dalam Kompleks Dago Asri
bukanlah jalan umun, melainkan jalan khusus dalam kompleks. Namun,
setelah lama diperhatikan, pemakaian jalan yang ada di dalam kompleks
tersebut sering dilalui masyarakat umum agar dapat pergi ke Jalan Cisitu.
Alangkah baiknya jika Pemerintah Kabupaten Sekeola yang
mengelola Jalan Cisitu dan sekitarnya dapat bekerja sama dengan pihak
Kompleks Dago Asri agar mngizinkan sistem satu arah dngan rekayasa
lalu lintas melalui jalan kompleks tersebut.
Dengen penerapan sistem ini, arus lalu lintas di sekitar Jalan Cisitu
juga tidak terganggu dan stabil, dan Jalan Cisitu pun tidak menjadi padat
seperti sebelumnya.
30
DAFTAR PUSTAKA
Cariawan, Unggul. 2010. Fungsi Sarana dan Prasarana Jalan Dalam Strategi
Pengaturan Lalu Lintas. Lampung.
“Manajemen Lalu Lintas dan Definisi Lalu Lintas.” Wiki Buku. 4 Oktober 2016.
[Link]
Dikunjungi 2 Mei 2018.
Jumadi, Edo. 2017. Jasa Lampu Lalu Lintas.
[Link]
lalu-lintas-di-medan-hub-082114306072/. Dikunjungi 2 Mei 2018.
Redaksi, PUBinfo. 2015. “Apa Iya, Anda Tau Arti Marka Jalan Ini?”.
[Link]
Dikunjungi 5 Mei 2018.
31
Redaksi. 2017. “Dishub Bolmong Pasang Rambu Lalu Lintas”. [Link]
[Link]/ktgonline/2017/02/dishub-bolmong-pasang-rambu-lalu-
lintas/. Dikunjungi 5 Mei 2018.
Helen. 2012. Kemacetan. [Link]
[Link]. Dikunjungi 5 Mei 2018.
LAMPIRAN
32
33
34
35
36
37
RIWAYAT HIDUP PENULIS 1
38
Reynaldi Javier Purba lahir di Medan, 17 Oktober 1998. Ia adalah anak
pertama dari tiga bersaudara. Ia adalah anak dari pasangan Putra Jani Purba dan
Candra Bulan. Ia berdomisili di Medan dengan alamat di Jalan Karya Wisata
Perumahan Johor Katelia Indah blok D3/189, Medan Johor. Ia dapat dikontak
dengan nomor telepon 08116555445 atau dengan email
javierpurba17@[Link].
Reynaldi Javier Purba yang akrab dipanggil dengan Rey menempuh
Pendidikan dasar di SD Primbana Medan Johor, Medan, Sumatera Utara dan lulus
pada tahun 2010. Ia melanjutkan pendidikannya di SMP W. R. Supratman 2
Medan, Sumatera Utara dan lulus pada tahun 2013. Lalu ia melanjutkan
pendidikannya di SMAN 1 Medan, Sumatera Utara.
Pada tahun 2016, ia lulus di Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara.
Kerena tidak cocok dengan fakultas tersebut, ia kembali mencoba masuk
universitas lain. Ia masuk ke Institut Teknologi Bandung pada tahun 2017.
Sekarang ia menginap di Jalan Bangbayang Kompleks Dago Bangbayang
Residence blok B2 kamar 33 selama berkuliah di Institut Teknologi Bandung.
39
RIWAYAT HIDUP PENULIS 2
Kadek Adyatma Widyamartha yang biasa dipanggil
Kadek merupakan anak ke dua dari dua bersaudara dari
pasangan Ketut Gede Mudiarta dan Ni Wayan Sri Agustini yang
dilahirkan di Bogor pada tanggal 17 September 1998. Penulis
yang memiliki hobi bermain basket ini menempuh pendidikan
dari jenjang TK sampai SMP di yayasan yang sama yaitu
Regina Pacis Bogor, namun memutuskan untuk menempuh
pendidikan SMA di tempat yang berbeda yaitu di SMAN 1 Bogor. Saat ini,
penulis memiliki alamat tetap di Bumi Menteng Asri Blok BG No 26, Bogor.
Nomor teleponn aktif yang dapat dihubungi adalah 085697276712 atau bisa
mengontak email kadekadyatma@[Link].
Ketika menempuh pendidikan Sekolah Dasar, penulis aktif menorehkan
prestasi di bidang akademik berupa Juara 3 Lomba Siswa Berprestasi Kota Bogor,
Juara 3 Olimpiade IPA Kota Bogor, serta mendapat predikat Juara Umum Nila
Akhir di SD Regina Pacis Bogor. Ketika melanjutkan jenjang pendidikan di
tingkat menengah, penulis lebih banyak menorehkan prestasi di bidang olahraga
yang notabenenya merupakan hobi penulis seperti Juara 3 Bogor Basketbal
League dan Juara 2 Futsal Competition SMA Gonzaga [Link] prestasi
akademik yang dicapai yaitu sebagai peraih Peringkat Ketiga Nilai UN di SMP
Regina Pacis [Link] tersebut digunakan sebagai bekal untuk diterima di
SMA 1 Bogor yang merupakan sekolah favorit di daerah Bogor.
40
Penulis memiliki minat pada bidang teknologi infrakstruktur sehingga
memutuskan untuk memilih Institut Teknologi Bandung pada Fakultas Teknik
Sipil dan Lingkungan sebagai tempat untuk melanjutkan pendidikan [Link]
ITB, penulis aktif mengikuti unit olahraga basket dan menjabat sebagai anggota
divisi kekeluargaan. Adapun, penulis aktif mengikuti kepanitiaan seperti menjadi
anggota divisi logistik acara Wisuda Oktober.
RIWAYAT HIDUP PENULIS 3
41
Harry Wahyudi Engka biasa dipanggil Harry, lahir di Jakarta, pada 22
Oktober 1999 silam. Merupakan anak pertama dari dua bersaudara dari pasangan
Rini Setiawati dan Djoli Engka. Penulis bertempat tinggal di Jalan Pramuka
Bhakti II nomor 8, Utan Kayu Utara, Matraman, Jakarta Timur. Penulis
menempuh pendidikan sekolah dasar hingga sekarang sedang menjalani kuliah di
Institut Teknologi Bandung. Memiliki hobi berolahraga yang dimulai sejak kecil.
Penulis dapat dikontak melalui nomor telepon 08118667118 atau melalui email
harrywahyudi99@[Link].
Memulai pendidikan di Sekolah Dasar Tarakanita 5, Jakarta. Dilanjutkan
ke Sekolah Menengah Pertama Tarakanita 4, Jakarta, yang berada tidak jauh dari
sekolah dasarnya. Selama menempuh pendidikan di SMP Ta rakanita 4, penulis
memperoleh prestasi akademik seperti juara kelas di setiap tingkatan kelas yang
ditempuhnya. Jenjang pendidikan selanjutnya ditempuh di sekolah negeri di
Jakarta yaitu SMAN 21 Jakarta, dan terakhir penulis sedang menempuh jenjang
perkuliahan di Institut Teknologi Bandung, penulis yang tertarik dengan
perkembangan infrastruktur menempuh perkuliahan di Fakultas Teknik Sipil dan
Lingkungan. Di dalam proses perkuliahannya, saat ini, penulis aktif dalam
berorganisasi yaitu dalam organisasi olahraga bola basket yaitu Unit Basket
Ganesha sebagai anggota divisi kekeluargaan.
42
43