Sistem Informasi Retensi Rekam Medis
Sistem Informasi Retensi Rekam Medis
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk merancang sistem informasi retensi rekam medis menggunakan
Microsoft Visual Studio 2010 Di Rumah Sakit Umum Daerah Cicalengka.. Teknik pengumpulan data
yang digunakan dengan cara melakukan observasi dan dilengkapi dengan kajian pustaka yang
memiliki relevansi dengan pokok permasalahan. Metode pengembangan sistem informasi yang
digunakan adalah [Link] penelitian yang dilakukan, penulis menemukan beberapa
permasalahan diantaranya: (1) proses pemilahan berkas inaktif dan pembuatan laporannya belum
terkomputerisasi sehingga penyampaian informasinya lambat, sulit, tidak efektif, dan tidak efisien. (2)
Kurang nya ruang penyimpanan berkas rekam medis inaktif dan nonaktif. (3) kurang nya sumber
daya manusia dalam mengelola retensi rekam medis. Adapun saran yang diberikan untuk mengatasi
masalah yang timbul adalah dengan cara: (1) Dibuatkan sistem komputerisasi yang baik untuk
pelaksanaan retensi rekam medis di rumah sakit umum daerah cicalengka. (2) diperlukan ruang yang
lebih memadai dan perlunya rak penyimpanan yang cukup untuk rekam medis inaktif dan nonaktif (3)
menambah sumber daya manusia dibagian rekam medis supaya dalam pelaksanaan retensi berkas
rekam medis jelas dan ada karyawan yang bertanggung jawab terhadap berkas yang diretensi.
Kata Kunci: Perancangan, Sistem Informasi, Rekam Medis, Retensi, Microsoft Visual Studio 2010
ABSTRACK
This research aimed to design of medical record retention information system used Microsoft
Visual Studio 2010 at Rumah Sakit Umum Daerah Cicalengka.. The data collection techniques used
were by observations and completed by literature study which had related with the problems.
Software development methods was made using prototype.. From the research, the writer found
several problems such as : (1) Processes of sorting out inactive files and preparation of reports were
not computerized so that the delivery information was slow, difficult, ineffective, and inefficient, (2)
lack of storage space inactive and off medical record file. (3) lack of human resource in managing
medical record retention.. Suggenstion were given by (1). An appropriate computerized system for
the implementation of medical record retention should be built. (2). An adequate more space and
adequate storage racks for active medical records should be provided. (3). Increasing the human
resource section of the medical record so that in the implementation of medical record retention file
is clearly and there are employees who are responsible for the file retention,
Keywords : Design, Information System, Medical Record, Retention, Microsoft Visual Studio 2010
1
produktivitas kerja serta menguatkan merupakan Keterangan baik yang tertulis
fungsi stratejik organisasi kesehatan dan terekam tentang identitas, anamnesa,
masyarakat dengan memanfaatkan pemeriksaan fisik, laboratorium,
informasi kesehatan dari berbagai diagnosa, serta pelayanan dan tindakan
sumber. Sehingga, seorang praktisi medis yang di berikan kepada pasiendan
kesehatan masyarakat harus mampu pengobatan baik yang dirawat inap,
menggunakan informasi kesehatan rawat jalan maupun yang mendapatkan
secara efektif, memanfaatkan teknologi pelayanan gawat darurat. Selain itu,
informasi secara efektif serta rekam medis berguna sebagai bukti
mengembangkan, mengelola dan tertulis atas tindakan pelayanan terhadap
memelihara program teknologi informasi seorang pasien serta mampu melindungi
kesehatan masyarakat secara efektif kepentingan hukum bagi pasien yang
pula. bersangkutan, rumah sakit maupun
Dunia kesehatan (medis) merupakan dokter dan tenaga kesehatan lainnya. Di
bidang yang bersifat information- rumah sakit yang besar, frekuensi keluar
intensive, akan tetapi adopsi teknologi masuknya rekam medis sangat tinggi,
informasi relatif tertinggal. Sebagai sehingga dalam waktu yang lama
contoh, ketika transaksi financial ruangan penyimpanan akan penuh dan
secara elektronik sudah menjadi salah tidak mencukupi lagi untuk rekam medis
satu prosedur standar dalam dunia yang baru. Penyusutan, pemusnahan dan
perbankan, sebagian besar rumah sakit jadwal masa penyimpanan rekam medis
di Indonesia baru dalam tahap merupakan salah satu upaya yang
perencanaan pengembangan billing dilakukan oleh pihak rumah sakit dengan
sistem. Meskipun fasilitas pelayanan tujuan mengurangi penumpukan rekam
kesehatan dikenal sebagai organisasi medis dalam ruangan.
yang padat modal, padat karya, tetapi Dengan memanfaatkan
investasi teknologi informasi masih teknologi serta sumber daya yang ada,
merupakan bagian kecil. Seiring maka suatu kegiatan rekam medis dapat
dengan berkembangnya ilmu berlangsung dengan lebih efektif dan
pengetahuan dan teknologi kedokteran, efisien, tidak terkecuali pada kegiatan
fungsi pelayanan kesehatan klinik pun penyusutan (retensi) data rekam medis.
mengalami perkembangan, maka yang Kendala yang sering dialami pada
disebut fasilitas pelayanan kesehatan kegiatan retensi adalah pada saat proses
tidak terbatas hanya pada dokter dan pendokumentasian data rekam medis
pemakai jasa pelayanan saja, tetapi baik itu data identitas pasien maupun
juga berbagai tenaga kesehatan data medis pasien seperti diagnosa,
lainnya. mengingat meskipun data rekam medis
Pengelolaan fasilitas telah di retensi namun kemungkinan data
pelayanan kesehatan telah begitu tersebut digunakan kembali sangat besar
meluasnya, maka munculah kebutuhan ketika pasien yang bersangkutan kembali
akan jenis tenaga lain karena pekerjaan- berobat.
pekerjaan administrasi tidak mungkin Pendokumentasian Proses data
hanya ditangani oleh dokter dan perawat rekam medis yang telah di retensi di
saja. Maka diperlukan tenaga yang Rumah Sakit Umum Daerah Cicalengka
menangani administrasi dan pengolahan masih manual, yaitu dengan
data yaitu khususnya di bidang rekam mengarsipkannya kedalam buku yang
medis. Tenaga kesehatan yang dimaksud disebut buku retensi. Hal ini jelas sangat
salah satunya adalah Perekam Medis dan tidak efektif dan efisien apabila
Informatika Kesehatan yang merupakan diperlukan dikemudian hari, selain itu
tenaga kesehatan sesuai dengan yang jika dihubungkan dengan kemajuan
tercantum dalam Peraturan Pemerintah teknologi saat ini, kegiatan retensi yang
No.32 tahun 1996 tentang tenaga dilakukan sangat ketinggalan jaman.
kesehatan. Berdasarkan kenyataan yang
Menurut Depkes Dirjen ditemukan di lapangan, peneliti tertarik
Yanmed (2006 : 11) “rekam medis untuk mengetahui lebih jauh bagaimana
3
A. Tujuan Retensi
Menurut Nugroho et. Al (2014:6)
kualitas informasi tergantung dari 3
(tiga hal penting), yaitu :
a. Akurat
b. Tepat pada waktunya
c. Bermanfaat (Relevan)
A. Konsep Data Flow Diagram
1. Pengertian Data Flow Diagram
Menurut Ladjamuddin (2005:64)
data flow diagram merupakan
“model dari sistem untuk
menggambarkan pembagian
sistem ke modul yang lebih
kecil”. Macam-macam Data
Flow Diagram menurut
Ladjamuddin
(2005:64) dilihat dari tingkatan Sumber : Ladjamudin
levelnya : (2005:72)
a. Diagram Konteks 3. Larangan Dalam DFD
Diagram konteks Menurut Ladjamuddin
adalah diagram yang terdiri (2005:75) dalam
dari suatu proses yang menggambarkan / mendesain
menggambarkan ruang DFD ada beberapa hal yang
lingkup suatu sistem. harus dihindari, sehingga DFD
Diagram konteks merupakan tersebut menggambarkan secara
Level tertinggi. keseluruhan sistem yang akan
b. Diagram Nol/Zero (Overview dirancang, hal-hal tersebut
Diagram) adalah:
Diagram nol yaitu a. Arus data tidak boleh dari
diagram yang entitas luar langsung menuju
menggambarkan proses dari entitas luar lainnya tanpa
fakta data flow diagram. melalui proses.
Diagram nol memberikan b. Arus data tidak boleh dari
pandangan secara menyeluruh simpanan data langsung
mengenai sistem yang menuju entitas luar tanpa
ditangani, menunjukkan melalui suatu proses.
tentang fungsi-fungsi utama, c. Arus data tidak boleh dari
aliran data dan eksternal simpanan data langsung
entity. menuju simpanan data lainnya
c. Diagram Rinci (Level tanpa melalui suatu proses.
Diagram) d. Arus data dari satu proses
Diagram rinci adalah langsung menuju proses yang
diagram yang menguraikan e. lainnya, tanpa melalui suatu
proses apa yang ada didalam simpanan data,
diagram zero atau diagram sebaliknya/sebisa
level diatasnya. mungkin dihindari.
2. Simbol Data Flow Diagram yang B. Konsep Entity Relationship Diagram
sering digunakan: (ERD)
Tabel 2.1 Menurut Ladjamuddin
Simbol-simbol DFD (2005:142) adalah suatu model
jaringan
yang menggunakan susunan data yang
disimpan dalam abstrak.
BAB III
Sejarah Singkat Rumah Sakit Umum Daerah
Cicalengka Kabupaten Bandung
9
lahan 24.604 m2 dan luas bangunan 6.294 m2.. Petugas RM 1.0 Login Username, Pasword Pass
A. Rancangan Flowmap
5.0 Proses
Untuk menggambarkan Data Retensi
Data Retensi Retensi
Keterangan
Gambar 5.4
DFD Level 1 Proses 1.0
Sumber : Penulis (2020)
Gambar 5.1.
Flowmap Sistem Retensi
Sumber : Penulis (2020)
B. Diagram Konteks
Sistem
SPV Rekam
Pasien Data Pasien Informasi Lap Retensi
Medis
Retensi
Gambar 5.2.
Diagram Konteks Sistem Retensi
Sumber : Penulis 2020
5.1 Tambah
Data RM Non Aktif
Data Retensi
Petugas RM
Data Pasien 2.2 Simpan Data Expedisi
Data Retensi
5.2 Simpan
Data Retensi Data Retensi
Data Expedisi
Data Pasien 2.3 Ubah
Data Expedisi
2.6 Sort
5.5 Reset Data Retensi Retensi
2.7 Cari
2.8 Filter
2.9 Cetak
2.10 Export
Data Retensi
SPV Rekam
Lap. Retensi
Gambar 5.5
Medis
5.10 Export
Lap. Retensi Format Excel
Data Retensi
3.5 Cetak
yang menggambarkan seluruh fakta
dari sistem yang ditinjau.
Sumber : Penulis (2020)
4.1 Filter RM
Kunjungan Data Kunjungan Lap. RM Inaktif Petugas RM
Inaktif
Tanggal Kunjungan
E. Rancangan Masukan
11
Gambar 5.14
Gambar 5.11 Rancangan Form Kunjungan
Rancangan Form Login Sumber : Penulis (2020)
Sumber : Penulis (2020)
A. RANCANGAN KELUARAN
2. Rancangan Form Menu Utama 1. Laporan Data rekam
medis in aktif
Gambar 5.12
Rancangan Form Menu Utama
Sumber : Penulis 2020