PRAKTIKUM SALURAN TRANSMISI
LAPORAN SIMULASI
VSWR
Disusun Untuk Memenuhi Tugas
Mata Kuliah Praktikum Saluran Transmisi
semester 4
Penyusun:
Nama : Hillyatul Aulia
No / NIM : 13 / 1841160062
Kelas : JTD 2C
Kelompok : 2
JARINGAN TELEKOMUNIKASI DIGITAL
TEKNIK ELEKTRO
POLITEKNIK NEGERI MALANG
2020
SIMULASI VSWR
A. Teori Dasar
VSWR (Voltage Standing Wave Ratio) VSWR adalah rasio perbandingan antara
gelombang datang dan gelombang pantul dimana kedua gelombang tersebut membentuk
gelombang berdiri. Gelombang berdiri (Standing Wave) merupakan gabungan antara
refleksi dan interferensi yaitu geombang pantul menginterferensi gelombang datang
sehingga fasa gelombang datang terganggu oleh gelomabang pantul yang mengakibatkan
gelombang datang mengalami kerusakan. Semakin tinggi nilai VSWR berarti
performansi dari antena tersebut semakin tidak baik atau gelombang yang terinterferensi
semakin besar.
VSWR juga dapat di artikan sebagai perbandingan antara gelombang maksimum
dengan gelombang minimum. VSWR merupakan parameter yang juga sebagai penentu
matching antara antena dan transmitter.
Kondisi yang paling di harapkan untuk nilai VSWR terbaik yaitu bernilai 1 namun
untuk nilai VSWR paling besar yang bisa di toleransi berdasarkan teori yaitu bernailai 2.
Mengapa demikian akan dijelaskan berdasarkan perumusan di bagian Retrun Loss :
Gambar 1. Grafik VSWR area yang bernilai 1 sampai dengan 2
Berdasarkan perhitungan dan teori niali VSWR diproleh dengan rumus dasar sebagai
berikut :
V MAX Γ =koefisien pantul
VSWR= VR
V MIN Γ=
VT
−¿
V
+¿+ −¿
+¿−V ¿
¿
V
VSWR=V ¿
¿ P
1+| Γ| Γ= R
VSWR= PT
1−|Γ| V −¿
Γ = +¿ ¿
V ¿
V R=Tengangan Pantul
V T =Tegangan yang ditransmisikan
P R=Daya Pantul
PT =Daya yang ditransmisikan
V 0+¿=Tegangan Gelombang yang ditransmisikan ¿
V 0−¿=TeganganGelombang yang di pantulkan¿
Return Loss
Return loss adalah salah satu parameter yang digunakan untuk mengetahui berapa
banyak daya yang hilang pada beban dan tidak kembali sebagai pantulan. Retrurn loss
pada dasarnya memiliki asal yang saling bersinergi dengan VSWR yaitu terjadi
disebabkan oleh pencampuran antara gelombang yang ditransmisikan dan gelombang
yang di panutulkan yang sama-sama menentukan matching antara perangkat transmiter
dengan antena. Return loss juga dapat digunakan untuk melihat atau mengindikasi
hilangannya suatu daya yang ditransmisikan dan seberapa besar Recaiver menerima daya
yang di transmisikan. Dan juga dalam penentuan nilai performansi berbanding lurus
dengan VSWR yaitu semakin kecil nilai Return lossnya maka akan semakin baik pula
performansi antena tersebut. Hal ini dapat di simpulkan bahwa semakin sedikit daya
yang hilang pada pentransmisian antena maka akan semakin bagus antena tersebut.
Kondisi yang paling di harapkan untuk nilai Return loss terbaik yaitu kurang dari
-10dB karena menyatakan nilai kehilangan suatu daya namun jika dilihat dalam
pengolahan data matematis nilai dari return loss dinyatakan dengan nilai positif. Jadi
nilai return loss maksimum yang di perbolehkan adalah bernilai 10dB. Lain halnya jika
dilihat dalam grafik ukur maka yang di pakai adalah kurang dari -10 dB, bisa kita lihat
pada grafik.
Gambar 2. Grafik Return Loss diawah 10dB
Ada beberapa hal yang memperngaruhi return loss:
Tidak samanya Impedansi saluran dengan impedansi antenna
Kerusakan pada feeder antenna
Kerusakan pada connector media transmisi
Tidak sesuai antara connector antenna dengan connector media transmisi
Rumus Return Loss:
RL(db)=20 log Γ
Dalam perumusan, daya pantul maksimum antena berjumlah 10% = 10/100 dari daya
yang ditransmisikan. Maka dapat di simpulkan dalam suatu rumus, menggunkan rumus
nilai daya, mengenai alasan mengapa niali return loss maksimal adalah 10dB:
Rumus nilai daya:
PR
RL(db) ¿ 10 log
PT
10
¿ 10 log
100
¿ 10 log 0.1
¿ 10 dB
B. Software yang Digunakan
Software simulasi VSWR = [Link]
C. Hasil Simulasi
Tabel 1. Hasil Simulasi
Fwd Reflected Refflection Match
Return Missmatch
No Power Power VSWR Coefficient Efficiency
Loss (dB) (dB)
(Watt) (Watt) (Γ) (%)
1 50 1.7 1.452:1 0.184 -14.684 96.6 0.15
2 75 2.4 1.436:1 0.179 -14.948 96.8 0.141
3 90 1.5 1.296:1 0.129 -17.781 89.33 0.073
4 100 2.3 1.358:1 0.152 -16.382 97.7 0.101
5 120 3.6 1.419:1 0.173 -15.228 97 0.132
Gambar 3. Hasil Simulasi dengan Forward Power 50 W dan Reflected Power 1.7 W
Gambar 4. Hasil Simulasi dengan Forward Power 75 W dan Reflected Power 2.4 W
Gambar 5. Hasil Simulasi dengan Forward Power 90 W dan Reflected Power 1.5 W
Gambar 6. Hasil Simulasi dengan Forward Power 100 W dan Reflected Power 2.3 W
Gambar 7. Hasil Simulasi dengan Forward Power 120 W dan Reflected Power 3.6 W
Pembuktian dengan Perhitungan:
Dengan mengambil contoh pada table pertama
Forward Power = 50
Reflected Power = 1.7
VSWR−1 1.452−1
Reflected Coefficient ( Γ )= =
VSWR+1 1.452+1
= 0.18433
Returnloss=20 log Γ
¿ 20 log 0.18433
¿−14.68dB
2
VSWR−1
MisMatch Loss =−10 log 1− { [ VSWR+1 ]}
=−10 log {1− [ 0.1 8433 ]2 }
=0.15 dB
D. Kesimpulan
Dari hasil simulasi dan hasil perhitungan diatas dapat disimpulkan bahwa nilai VSWR
berbanding lurus dengan nilai Reflection Coefficient dan Mismatch Loss namun
berbanding terbalik dengan nilai Return Loss. Selain itu, hasil percobaan juga
membuktikan bahwa nilai VSWR yang ideal adalah < 2 dengan nilai return loss di bawah
-10 dB
E. Referensi
Mujahidin, “VSWR (Voltage Standing Wave Ratio) dan Return loss,”
[Link]
[Link]. 2018.
Mujahidin, I. 2018. “VSWR (Voltage Standing Wave Ratio) Dan Return Loss.”
[Link]
[Link].