Optimalisasi Laporan Hasil Pemeriksaan PNS
Optimalisasi Laporan Hasil Pemeriksaan PNS
Oleh :
NAMA : Andi Nelmy Ratu Dwiyani Putri Aswar, SE
NIP : 19941114 201903 2 029
UNIT KERJA : INSPEKTORAT DAERAH
Menyetujui
Coach, Mentor,
Mengetahui:
Menyetujui
Coach, Penguji,
Mengetahui:
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang ............................................................................. 1
B. Tujuan Aktualisasi ....................................................................... 3
C. Manfaat Aktualisasi ..................................................................... 3
D. Gambaran Umum Unit Kerja ..................................................... 3
E. Tugas Pokok dan Fungsi Jabatan Fungsional dan Uraian Tugas 7
B. Tujuan Aktualisasi
Adapun tujuan kegiatan aktualisasi ini antara lain:
1. Mampu melaksanakan kegiatan sebagai upaya untuk meningkatkan
penyelesaian Laporan Hasil Pengawasan secara tepat waktu di Inspektorat
Kabupaten Bone.
2. Mengaktualisasikan dan mengimplementasikan nilai-nilai dasar ASN
sebagai Abdi Negara dan pelayanan masyarakat yaitu nilai ANEKA,
WoG, Manajemen ASN dan Pelayanan Publik ke dalam setiap kegiatan
yang dilakukan di Inspektorat Daerah Kabupaten Bone.
3. Mampu mengetahui kontribusi kegiatan terhadap visi, misi dan nilai di
Inspektorat Daerah Kabupaten Bone.
4. Membentuk PNS professional, berkomitmen, beretika, dan berintegritas
C. Manfaat Aktualisasi
Manfaat kegiatan pengaktualisasian nilai-nilai dasar PNS adalah
sebagai berikut:
1. Bagi Calon Pegawai Negeri Sipil
Meningkatkan pemahaman dan mampu untuk mengimplementasikan nilai-
nilai dasar ANEKA (Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen
Mutu dan Anti Korupsi) sebagai landasan dalam menjalankan tugas dan
fungsinya.
2. Bagi Satuan Kerja
Membantu meningkatkan penyelesaian LHP secara tepat waktu di
Inspektorat Daerah Kabupaten Bone
3. Bagi Pihak Lain
Obrik menjadi mengerti bahwa koordinasi mereka yang baik dan lancar bisa
membantu penyelesaian tugas-tugas yang ada di Inspektorat. Selain itu,
rekomendasi yang diperlukan untuk perbaikan kinerja obrik dapat segera
diperoleh.
2. Struktur Organisasi
Susunan Struktur Organisasi Inspektorat Kabupaten Bone dalam
pelaksanaan tugas dan fungsinya, terdiri dari :
1. Inspektur (Eselon II.b)
2. Sekretaris (Eselon III.a) yang membawahi :
Sub Bagian Perencanaan (Eselon IV.a)
Sub Bagian Administrasi dan Umum (Eselon IV.a)
Sub Bagian Evaluasi dan Pelaporan (Eselon IV.a)
Inspektur Pembantu Wilayah I(Eselon III.a)
Inspektur Pembantu Wilayah II (Eselon III.a)
Inspektur Pembantu Wilayah III (Eselon III.a)
Inspektur Pembantu Wilayah IV (Eselon III.a)
Kelompok Jabatan Fungsional, meliputi :
Auditor
Auditor Kepegawaian (Audiwan)
Pengawas Penyelenggaraan Urusan Pemerintahan Daerah (P2UPD)
Gambar 1.
Struktur Organisasi Inspektorat Kab. Bone
INSPEKTUR
SEKRETARIAT
KELOMPOK
JABATAN
FUNGSIONAL SUB BAGIAN ADM SUB BAGIAN SUB BAGIAN
& UMUM PERENCANAAN EVALUASI &
PELAPORAN
5. Nilai Organisasi
Dalam mewujudkan visi dan misi UPTD Puskesmas Sabbang,
dilaksanakan pelaksanaan pelayanan kesehatan dengan berpegang pada tata
nilai yang mendasari setiap perilaku kerja petugas Puskesmas Sabbang
Kabupaten Luwu Utara yakni :
• Optimal
Mengerahkan segala kemampuan untuk memberikan pelayanan
kesehatan seoptimal mungkin menuju hasil yang optimal pula.
• Kompetensi
Pelayanan kesehatan dilaksanakan sesuai kompetensi petugas
puskesmas dan senantiasa meningkatkan kompetensinya melalui
pendidikan dan pelatihan.
• Empati
Ikut merasakan apa yang dirasakan oleh pasien/klien dan
memperlakukan pasien/klien seperti diri sendiri.
• Beretika
Petugas puskesmas dalam pelayanan kesehatan senantiasa menjunjung
tinggi etika pelayanan.
b) Transparansi
Keterbukaan atas semua tindakan dan kebijakan yang dilakukan
oleh individu maupun kelompok/instansi.
c) Integritas
Dengan adanya integritas menjadikan suatu kewajiban untuk
menjunjung tinggi dan mematuhi semua hukum yang berlaku, Undang-
Undang, Kebijakan, dan peraturan yang berlaku.
d) Tanggung Jawab
Tanggung jawab adalah sebuah perbuatan yang dilakukan oleh
setiap individu yang berdasarkan atas kewajiban maupun panggilan hati
seseorang. Yaitu sikap yang menunjukkan bahwa seseorang tersebut
memiliki sifat kepedulian dan kejujuran yg sangat tinggi.
e) Keadilan
Keadilan harus dipromosikan oleh pimpinan dan harus dihindari karena
dapat enghancurkan kepercayaan dan kredibilitas organisasi.
f) Kepercayaan
Rasa keadilan akan membawa pada sebuah kepercayaan. Kepercayaan
ini yang akan melahirkan akuntabilitas.
g) Keseimbangan
Diperlukan keseimbangan antara akuntabilitas dan kewenangan serta
harapan, dan kapasitas. Setiap individu harus dapat menggunakan
kewenangannya untuk meningkatkan kerja.
h) Kejelasan
Agar individu atau kelompok dalam melaksanakan wewenang harus
emiliki gambaran yang jelastentang apa yang menjadi tujuan dan hasil
yang diharapkan.
i) Konsistensi
Penerapan yang tidak konsisten dari sebuah kebijakan, prosedur,
sumber daya akan memiliki konsekuensi terhadap tercapainya
lingkungan kerja yang tidak akuntabel
2. Nasionalisme
Yakni pandangan atau faham kecintaan manusia terhadap bangsa
dan tanah airnya yang didasarkan pada nilai-nilai Pancasila. Adapun nilai-
nilai yang terkandung di dalam nasionalisme di bagi atas 5 Pancasila
dengan butir-butirnya sebagai berikut :
a) Sila Pertama : (Ketuhanan yang maha esa)
Percaya dan taqwa kepada Tuhan yang maha esa sesuai dengan
agama dan keprcayaan masing-masing
Hormat menghormati dan bekerja sama antar pemeluk agama
Saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan
agama dan kepercayaan
Tidak memaksakan suatu agama dan kepercayaan kepada orang lain
b) Sila Kedua : (Kemanusiaan yang adil dan beradab)
Berani membela kebenaran dan keadilan
Mengakui persamaan hak dan persamaan kewajiban antar sesama
manusia
Mencintai sesama manusia
Mengembangkan sikap tenggang rasa
Tidak semena-mena terhadap orang lain
c) Sila Ketiga : (Persatuan Indonesia)
Menempatkan kesatuan, persatuan, kepentingan dan keseimbangan
bangsa dan Negara di atas kepentingan pribadi dan golongan
Rela berkorban untuk kepentingan bangsa dan Negara
Cinta tanah air dan bangsa
Bangga sebagai bangsa Indonesia, bertanah air Indonesia
Memajukan persatuan dan kesatuan bangsa yang ber bhineka tunggal
ika
3. Etika Publik
Yakni tata krama/sopan santun dalam berkelakuan sesuai lingkungan
setempat, adapun nilai-nilai yang terkandung di dalam etika publik yaitu :
a) Memegang teguh nilai-nilai dalam ideologi Negara Pancasila
b) Menjalankan tugas secara profesional dan tidak berpihak
c) Membuat keputusan berdasarkan prinsip keahlian
d) Menciptakan lingkungan kerja yang non diskriminatif
e) Memelihara dan menjujung tinggi etika luhur
4. Komitmen Mutu,
Yakni cara bekerja yang menggunakan pembaharuan demi kemajuan
dan kepentingan bersama. Adapun nilai-nilai yang terkandung di
Komitmen Mutu yaitu :
a) Efektifitas, efisiensi, mutu dan inovasi
b) Komitmen dalam pemberian pelayanan yang prima
c) Pemberian layanan yang cepat, tepat dan ramah
d) Pelayanan yang menyentuh hati
e) Orientasi mutu :
Tangible (nyata)
Realibility (kehandalan)
Responsive (cepat tanggap)
Coutesy (keramahan)
Communication (komunikasi dalam menjalin kerjasama yang baik)
5. Anti Korupsi
Perilaku yang mencerminkan keterhindaran diri dari kerusakan dan
kebobrokan yang dampaknya bisa menyebabkan kerusakan baik dalam
ruang lingkup pribadi, keluarga, masyarakat dan kehidupan yang lebih luas.
Adapun nilai-nilai yang terkandung di Anti Korupsi yaitu :
a) Jujur
b) Peduli
c) Mandiri
d) Disiplin
e) Tanggung jawab
f) Kerja keras
g) Sederhana
h) Berani
i) Adil
1. Manajemen ASN
Manajemen ASN adalah pengelolaan ASN untuk menghasilkan
Pegawai ASN yang profesional, memiliki nilai dasar, etika profesi, bebas
dari intervensi politik, bersih dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme.
Manajemen ASN lebih menekankan kepada pengaturan profesi pegawai
sehingga diharapkan agar selalu tersedia sumber daya aparatur sipil Negara
yang unggul selaras dengan perkembangan jaman. Berdasarkan jenisnya,
Pegawai ASN terdiri atas Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Pegawai
Pemerintah dengan Perjanjian Kontrak (PPPK).
3. Pelayanan Publik
Amanat UUD 1945 bahwa layanan untuk kepentingan publik
menjadi tanggung jawab pemerintah. Pelayanan publik yang bermutu akan
menciptakan kepercayaan publik kepada pemerintah. Keberhasilan institusi
pemerintah memberikan layanan kepada masyarakat akan sangat bergantung
pada mutu sumber daya manusia serta bagaimana potensi mereka. ASN
sebagai sumber daya manusia yang dimiliki oleh pemerintah untuk
melaksanakan amanah UUD 1945 memiliki fungsi sebagai pelayan publik
yang bertanggung jawab untuk memberikan pelayanan prima kepada
masyarakat.
Undang-undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik
menyatakan bahwa pelayanan publik adalah kegiatan atau rangkaian
kegiatan dalam rangka pemenuhan kebutuhan pelayanan sesuai dengan
peraturan perundang-undangan bagi setiap warga Negara dan penduduk atas
barang, jasa, dan atau pelayanan administrative yang disediakan oleh
penyelenggara pelayanan publik. Tiga unsur penting dalam pelayanan
publik, yaitu organisasi penyelenggara pelayanan publik, penerima layanan
(pelanggan) yaitu orang, masyarakat atau organisasi yang berkepentingan,
dan kepuasan yang diberikan dan atau diterima oleh penerima layanan
(pelanggan).
Sembilan prinsip pelayanan publik yang baik untuk mewujudkan
pelayanan prima yaitu :
a) Partisipatif;
b) Transparan;
c) Responsif;
d) Non diskriminatif;
e) Mudah dan murah;
f) Efektif dan efisien;
g) Aksesibel;
h) Akuntabel;
i)Berkeadilan.
A. Unit Kerja
Inspektorat Daerah Kabupaten Bone
B. Identifikasi Isu
Isu merupakan masalah yang dikedepankan dan penting untuk segera ditanggapi.
Dalam suatu organisasi isu merupakan suatu hal yang terjadi baik di dalam maupun di
luar organisasi yang apabila tidak ditangani secara baik akan memberikan dampak negatif
terhadap organisasi dan berlanjut pada tahap krisis. Dalam menemukan isu dan
permasalahan yang terjadi di lembaga/instansi, peserta dituntut untuk mendapatkan
dukungan teoritik dari mata pelatihan yang telah diperoleh peserta pada materi diklat
agenda kedudukan dan peran PNS dalam NKRI, yang memiliki keterkaitan baik secara
langsung atau tidak langsung dengan aktivitas peserta di tempat kerja. Melalui orientasi
dalam pelaksanaan tugas selama kurang lebih 1 bulan di Inspektorat Daerah Kabupaten
Bone, ditemukan beberapa isu atau problematika dalam melaksanakan tugas
sebagai auditor ahli pertama di Inspektorat Daerah Kabupaten Bone. Sumber isu
yang diangkat dapat berasal dari individu, unit kerja, maupun organisasi. Isu-isu
yang menjadi dasar laporan aktualisasi ini bersumber dari aspek:
a. Whole of government (WoG),
b. Pelayanan publik, dan
c. Manajemen ASN.
Telah dipetakan beberapa isu atau problematika, antara lain:
1. Belum terlaksananya digitalisasi dokumen pemeriksaan (KKP, PKA, LTP);
2. Belum tersedianya pelatihan bagi auditor dalam proses mendigitalisasi
dokumen pemeriksaan;
3. Belum update nya website Inspektorat Daerah Kabupaten Bone;
4. Masih rendahnya level kapabilitas APIP Inspektorat Daerah Kabupten Bone
yang masih berada di level 2;
5. Masih minimnya jumlah auditor yang tidak sesuai dengan beban tupoksi
Inspektorat Daerah;
6. Masih adanya keterlambatan waktu dalam penyusunan Laporan Hasil
Pengawasan;
7. Belum sesuainya pelaksanaan PKPT dengan jadwal yang telah ditetapkan di
Inspektorat Daerah Kabupten Bone.
C. Deskripsi Isu
Adapun penjelasan terkait isu tersebut sehingga dapat ditarik dan disimpulkan
dengan menggunakan metode APKL.
Deskripsi:
Digitilasi adalah adalah proses pemberian atau pemakaian sistem digital
sehingga memudahkan untuk diproduksi, disimpan, dikelola dan distribusikan.
Di Inspektorat Daerah pengarsipan dokumen dilakukan secara manual
sehingga dokumen banyak yang rusak, hilang serta membutuhkan
penyimpanan atau storage yang besar serta berpotensi penumpukan dokumen.
Sehingga perlunya dilakukan digitalisasi dokumen pemeriksaan guna
memudahkan pengarsipan.
Kontribusi Penguatan
No Output/Hasil Keterkaitan Substansi Mata
Kegiatan Tahapan Kegiatan terhadap Visi Misi Nilai
. Kegiatan Pelatihan
Organisasi Organisasi
1 2 3 4 5 6 7
1. Konsultasi 1. Menyiapkan bahan Bahan konsultasi Kontribusi kegiatan Dalam
dengan mentor konsultasi telah disiapkan. ini adalah sebagai kegiatan ini
perwujudan visi : memperkuat
2. Melakukan Mendapat nilai
konsultasi mentor saran/masukan organisasi:
dari mentor Beretika,
Kompetensi
Mendapatkan ijin
3. Mempersiapkan dalam
surat izjn yang melaksanakan
menerangkan kegiatan
rencana kegiatan
dan jadwal
3. Menyiapkan surat
persetujuan isu oleh
27
Kontribusi Penguatan
No Output/Hasil Keterkaitan Substansi Mata
Kegiatan Tahapan Kegiatan terhadap Visi Misi Nilai
. Kegiatan Pelatihan
Organisasi Organisasi
1 2 3 4 5 6 7
pimpinan Isu telah disetujui
oleh pimpinan
3. Pembuatan 1. Menyiapkan data- Data LHP yang 1. Akuntabilitas Kontribusi kegiatan Dalam
register LHP data LHP yang belum terbit telah ini adalah sebagai kegiatan ini
yang belum belum terbit beserta disiapkan (transparan) perwujudan visi : memperkuat
selesai jatuh tempo Diwujudkan dengan Menjadi aparatur nilai
(Inovasi) penyelesaiannya keterbukaan dalam mendata pengawasan yang organisasi:
dan merekapitulasi LHP yang professional, Memiliki
belum terbit. mandiri dan integritas,
berintegritas Profesional,
2. Membuat Terwujudnya data (kepercayaan) Obyektif
rekapitulasi terkait LHP yang belum Kontribusi kegiatan
Diwujudkan dengan adanya
data LHP yang selesai ini adalah sebagai
partisipasi pihak terkait.
belum selesai perwujudan Misi ke
2. Nasionalisme 1:
Mendorong dan
(kerjasama) memberikan
3. Membuat kartu
kontrol LHP per Diharapkan adanya kerjasama kontribusi bagi
wilayah pengawasan dengan pihak terkait terselenggaranya
manajemen
3. Etika Publik pemerintahan
yang baik.
(Respect)
Diwujudkan dengan sikap
respect/ menghormati oleh
bawahan kepada atasan
(Kepedulian) Diwujudkan
dengan semua pihak terkait
bersedia memberikan data
nya)
28
Kontribusi Penguatan
No Output/Hasil Keterkaitan Substansi Mata
Kegiatan Tahapan Kegiatan terhadap Visi Misi Nilai
. Kegiatan Pelatihan
Organisasi Organisasi
1 2 3 4 5 6 7
4. Komitmen Mutu
(Inovatif) Diwujudkan dengan
pembuatan register LHP yang
belum ada.
5. Anti Korupsi
(Jujur) Diwujudkan dengan
pengakuan dari pihak terkait
tentang LHP yang belum
terselesaikan
4. Observasi dan 1. Melakukan diskusi Hasil diskusi1. Akuntabilitas Kontribusi kegiatan Dalam
identifikasi dengan atasan dengan atasan ini adalah sebagai kegiatan ini
(Transparansi) Diwujudkan perwujudan visi : memperkuat
masalah yang dalam keterbukaan dalam
menghambat Menjadi aparatur nilai organisasi
mengungkap permasalahan pengawasan yang :
penyelesaian
[Link] dengan Hasil wawancara 2. Nasionalisme professional, Integritas,
LHP
tim penyusun LHP mengenai (musyawarah untuk mufakat) mandiri dan Independen,
masalah hambatan hambatan masalah Diwujudkan dengan berintegritas perbaikan
yang terjadi yang terjadi melakukan diskusi dengan terus-
atasan Kontribusi kegiatan menerus
ini adalah sebagai
3. Etika Publik perwujudan Misi ke
4:
[Link] Daftar masalah (Keluwesan) Diwujudkan dengan
Menumbuhkan
masalah yang yang menghambat dapat mengetahui sinkronisasi dan
menghambat penyelesaian LHP permasalahan sinergi
penyelesaian LHP
pengawasan di
4. Komitmen Mutu
lingkungan.
(efektif) Diwujudkan dengan
mengetahui permasalahan
29
Kontribusi Penguatan
No Output/Hasil Keterkaitan Substansi Mata
Kegiatan Tahapan Kegiatan terhadap Visi Misi Nilai
. Kegiatan Pelatihan
Organisasi Organisasi
1 2 3 4 5 6 7
secara benar
5. Anti Korupsi
(Berani) Diwujudkan dengan
berani menanyakan hal hal
yang menjadi hambatan
5. Membuat 1. Konsultasi dengan Hasil konsultasi Akuntabilitas Kontribusi kegiatan Dalam
pembenahan atasan dengan atasan ini adalah sebagai kegiatan ini
atas (Kejelasan) perwujudan visi : memperkuat
permasalahan (Diwujudkan dengan pemecahan Menjadi aparatur nilai organisasi
yang ditemukan masalah yang jelas sesuai pengawasan yang :
dalam observasi kewenangannya professional, Profesional,
2. Melaporkan hasil Laporan hasil mandiri dan Obyektif,
Nasionalisme berintegritas Independen,
identifikasi dan identifikasi
melakukan diskusi perbaikan
(Musyawarah) Diwujudkan
mengenai Kontribusi kegiatan terus-
dengan pengamalan pancasila
pembenahan ini adalah sebagai menerus
sila ke 4 yaitu permusyawaratan
masalah dengan perwujudan Misi ke
perwakilan
pihak yang 1:
berwenang (rela berkorban) Diwujudkan Mendorong dan
dengan rela menyelesaikan memberikan
30
Kontribusi Penguatan
No Output/Hasil Keterkaitan Substansi Mata
Kegiatan Tahapan Kegiatan terhadap Visi Misi Nilai
. Kegiatan Pelatihan
Organisasi Organisasi
1 2 3 4 5 6 7
3. Menindaklanjuti hasil Penyelesaian LHP tugasnya bersama-sama kontribusi bagi
diskusi untuk yang terlambat terselenggaranya
penyelesaian Etika Publik manajemen
masalah (kearifan) Diwujudkan melalui pemerintahan
sikap menghargai,komunikasi, yang baik.
dan kerjasama
Komitmen mutu
(berorientasi mutu)
Diwujudkan dengan hasil diskusi
pemecahan masalah
Anti Korupsi
(Kerja Keras) Diwujudkan
dengan terselesainya
permasalahan
6. Membuat email 1. Melakukan diskusi Hasil diskusi dengan Akuntabilitas Kontribusi kegiatan Dalam
khusus untuk dengan atasan atasan ini adalah sebagai kegiatan ini
pengingat Tanggungjawab Diwujudkan perwujudan visi : memperkuat
penyelesaian dengan membuat LHP tepat Menjadi aparatur nilai
LHP (Inovasi) waktu pengawasan yang organisasi:
Konsisten Diwujudkan dengan professional, Profesional,
2. Membuat email Alamat email dengan mandiri dan obyektif,
selalu memberi peringatan
khusus yang akan otoritas pengelola berintegritas Independen,
kepada penyusun LHP
digunakan untuk email perbaikan
mengingatkan (Kejelasan) Diwujudkan dengan Kontribusi kegiatan terus-
penyusun LHP kejelasan alamat pengiriman ini adalah sebagai menerus
email perwujudan Misi ke
Nasionalisme 2:
31
Kontribusi Penguatan
No Output/Hasil Keterkaitan Substansi Mata
Kegiatan Tahapan Kegiatan terhadap Visi Misi Nilai
. Kegiatan Pelatihan
Organisasi Organisasi
1 2 3 4 5 6 7
3. Mengumpulkan Email penyusun LHP (musyawarah) Diwujudkan Mengembangkan
email tim penyusun telah terdata dengan melakukan musyawarah kapasitas
LHP kepada atasan pengawasan
intern pemerintah
Etika Publik yang profesional
(Kebersamaan) Diwujudkan dan kompeten.
dengan memberikan pengingat
4. Mengirim email ke Email terkirim agar yang bersangkutan
penyusun LHP saat menyelesaikan tugasnya
jatuh tempo kurang
satu minggu, 3 hari Komitmen Mutu
dan 1 hari (Inovatif) Diwujudkan dengan
adanya hal yang baru
Anti Korupsi
(peduli) Diwujudkan dengan
peduli terhadap belum
terselesaikan nya tugas teman
5.7. Membuat usulan 1. Melakukan diskusi Hasil diskusi Akuntabilitas Kontribusi kegiatan Dalam
pembenahan dengan atasan dengan atasan ini adalah sebagai kegiatan ini
SOP tentang (Konsistensi) Diwujudkan perwujudan visi : memperkuat
penyelesaian dengan jadwal yang jelas Menjadi aparatur nilai
LHP (keadilan) Diwujudkan dengan pengawasan yang organisasi:
bekerja sesuai dengan tupoksi professional, Menjunjung
2. Mengkaji SOP yang Hasil kajian SOP mandiri dan integritas,
nya
sudah ada berintegritas independen,
perbaikan
terus-
menerus
32
Kontribusi Penguatan
No Output/Hasil Keterkaitan Substansi Mata
Kegiatan Tahapan Kegiatan terhadap Visi Misi Nilai
. Kegiatan Pelatihan
Organisasi Organisasi
1 2 3 4 5 6 7
3. Membenahi poin Rancangan SOP Nasionalisme Kontribusi kegiatan
poin SOP hasil kajian hasil kajian ini adalah sebagai
(musyawarah) Diwujudkan perwujudan Misi ke
dengan sila 4 yaitu musyawarah 3:
kepada atasan Meningkatkan
Etika Publik integritas dan
kemandirian
(Orientasi organisasi) dalam
4. Mengusulkan Nota Usulan SOP Diwujudkan dengan mengkajian pelaksanaan
rancangan SOP pelaporan LHP SOP pengawasan
yang baru kepada secara
Komitmen mutu
pihak yang menyeluruh,
berwenang (efisien) Diwujudkan dengan transparan dan
peraturan yang akan digunakan berkelanjutan.
untuk menjalankan tugas tanpa
pemborosan
Anti korupsi
(disiplin) Diwujudkan dengan
bekerja sesuai aturan yang
berlaku
33