0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
85 tayangan44 halaman

Optimalisasi Laporan Hasil Pemeriksaan PNS

Rancangan aktualisasi ini membahas upaya meningkatkan kinerja aparatur sipil negara di Puskesmas Sabbang melalui pelatihan dasar calon pegawai negeri sipil. Pelatihan ini diharapkan dapat membangun karakter ASN yang kompeten dan mampu memberikan pelayanan prima kepada masyarakat sesuai harapan.

Diunggah oleh

SriWahyuni Masjaya
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
85 tayangan44 halaman

Optimalisasi Laporan Hasil Pemeriksaan PNS

Rancangan aktualisasi ini membahas upaya meningkatkan kinerja aparatur sipil negara di Puskesmas Sabbang melalui pelatihan dasar calon pegawai negeri sipil. Pelatihan ini diharapkan dapat membangun karakter ASN yang kompeten dan mampu memberikan pelayanan prima kepada masyarakat sesuai harapan.

Diunggah oleh

SriWahyuni Masjaya
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

RANCANGAN AKTUALISASI

PELATIHAN DASAR CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL


GOLONGAN III

Optimalisasi Penyelesaian Penyusunan Laporan Hasil Pemeriksaan


Inspektorat Daerah Kabupaten Bone

Oleh :
NAMA : Andi Nelmy Ratu Dwiyani Putri Aswar, SE
NIP : 19941114 201903 2 029
UNIT KERJA : INSPEKTORAT DAERAH

PEMERINTAH KABUPATEN BONE


BEKERJASAMA DENGAN
BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA
PROVINSI SULAWESI SELATAN
LATIHAN DASAR CPNS 2019
ANGKATAN LXVI
TAHUN 2019
LEMBAR PERSETUJUAN
RANCANGAN AKTUALISASI
PELATIHAN DASAR CPNS GOLONGAN III

Nama : Andi Nelmy Ratu Dwiyani Putri Aswar, SE

NIP : 19941114 201903 2 029

Unit Kerja : Inspektorat Daerah

Gagasan Pemecahan Isu : Penyusunan Laporan Hasil Pemeriksaan


Inspektorat Daerah

Disetujui untuk Diseminarkan


Pada Seminar Rancangan Aktualisasi Latsar CPNS
Golongan III Tahun 2019 Pada Tanggal Oktober
2019

Makassar, 4 Oktober 2019

Menyetujui

Coach, Mentor,

Dr. Agustinus, [Link] Hj. Nur Zulaeha Damai, SE., [Link]


NIP. 19650807 199702 1 001 NIP. 19690626 199303 2 010

Mengetahui:

a.n Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan


Sumber Daya Manusia (BKPSDM)
Kabupaten Bone
Kabid Pengembangan Kompetensi dan Penilaian Kinerja Aparatur

Drs. Ilham, [Link]


NIP. 19671231 198202 1 023
ii
LEMBAR PENGESAHAN
RANCANGAN AKTUALISASI
PELATIHAN DASAR CPNS GOLONGAN III

Nama : Andi Nelmy Ratu Dwiyani Putri Aswar, SE

NIP : 19941114 201903 2 029

Unit Kerja : Inspektorat Daerah


Gagasan Pemecahan Isu : Penyusunan Laporan Hasil Pemeriksaan
Inspektorat Daerah

Telah Diseminarkan pada


Seminar Rancangan Aktualisasi Latsar CPNS
Golongan III Tahun 2019 Pada Tanggal 5 Oktober
2019

Makassar, 5 Oktober 2019

Menyetujui

Coach, Penguji,

Dr. Agustinus, [Link] Andi Herianto, [Link], MM


NIP. 19650807 199702 1 001 NIP. 19630125 198403 1 007

Mengetahui:

a.n Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia


Provinsi Sulawesi Selatan
Kabid Diklat Kepemimpinan Aparatur

Ir. H. Imran Jauzi, [Link]


NIP. 19641126 198901 1 0
KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah Subhanallahu wa ta’ala


Karena masih diberi nikmat tiada tara, yaitu kesehatan dan kesempatan, sehingga
penulis dapat menyelesaikan penulisan rancangan aktualisasi nilai – nilai dasar
Aparatur Sipil Negara (ASN) di Puskesmas Sabbang Kabupaten Luwu Utara,
tepat waktu. Tidak lupa pula penulis kirimkan shalawat dan salam kepada
Baginda Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam Sebagai Nabi penyempurna
akhlak manusia.
Pada kesempatan ini, penulis ingin mengucapkan banyak terima kasih
yang tak terhingga kepada kedua orang tua, suami, dan teman-teman atas segala
kontribusi, dukungan, motivasi, serta doa-doa yang tak terhingga kepada penulis.
Terima kasih kepada semua pihak yang selalu memberikan arahan yang baik dan
juga selalu memotivasi penulis dalam menggapai cita-cita menjadi Pegawai
Negeri Sipil yang Profesional. Selain itu penulis juga mengucapkan banyak terima
kasih kepada:

1. Bapak Hairul Muslimin, SKM selaku Kepala UPT Puskesmas Sabbang


sekaligus sebagai mentor dalam melaksanakan aktualisasi;
2. Bapak [Link] Nasrum Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten
Luwu Utara;
3. Bapak [Link], [Link] selaku Kepala Badan Kepegawaian dan
Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah Kabupaten Luwu Utara;
4. Bapak Ir. H. Imran Jausi, [Link] selaku Kepala Badan Pengembangan
Sumber Daya Manusia Provinsi Sulawesi Selatan ;
5. Bapak Dr. Agustinus, [Link]. selaku coach yang senantiasa membimbing
dan memberikan arahan serta petunjuk untuk menyelesaikan Rancangan
Aktualisasi ini ;
6. Para pengajar dan widyaiswara Latihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil
Golongan III pemerintah Kabupaten Luwu Utara ;
7. Para teman bimbingan kelompok dan angkatan XI dan XII yang
mendukung dan memotivasi terselesaikannya laporan aktualisasi ini.
Bagaimanapun, rancangan aktualisasi ini tetap memiliki banyak
kekurangan, sehingga penulis memohon kritik dan saran dari pembaca untuk
memberikan masukan demi perbaikan di masa yang akan datang.

Makassar, 4 Juli 2019


Penulis,

dr. Fadiah Fathaniah Mustamin


DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL ................................................................................. i
LEMBAR PERSETUJUAN ..................................................................... ii
LEMBAR PENGESAHAN ...................................................................... iii
KATA PENGANTAR .............................................................................. iv
DAFTAR ISI ............................................................................................. vi

BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang ............................................................................. 1
B. Tujuan Aktualisasi ....................................................................... 3
C. Manfaat Aktualisasi ..................................................................... 3
D. Gambaran Umum Unit Kerja ..................................................... 3
E. Tugas Pokok dan Fungsi Jabatan Fungsional dan Uraian Tugas 7

BAB II NILAI-NILAI DASAR APARATUR SIPIL NEGARA,


KEDUDUKAN DAN PERAN PNS DALAM NKRI
A. Nilai-Nilai Dasar Aparatur Sipil Negara...........................................10
B. Kedudukan dan Peran PNS dalam NKRI.........................................14

BAB III RANCANGAN AKTUALISASI


A. Identifikasi Isu.....................................................................................22
B. Deskripsi Isu.........................................................................................22
C. Dampak dari Isu..................................................................................24
D. Isu yang Diangkat................................................................................24
E. Gagasan Pemecahan Isu.....................................................................25
F. Kegiatan dan Tahapan Kegiatan.......................................................27
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Aparatur Sipil Negara mempunyai


peran yang amat penting untuk
menyelenggarakan kebijakan pemerintah dan
pelayanan publik dalam rangka menciptakan
masyarakat madani yang taat hukum,
berperadaban modern, demokratis, makmur,
adil, dan bermoral tinggi secara adil dan
merata, menjaga persatuan dan kesatuan
bangsa dengan penuh kesetiaan kepada
pancasila dan Undang-Undang Dasar Tahun
1945. Untuk itu diperlukan karakter ASN
yang kompeten dalam menjalankan tanggung
jawab dan pekerjaannya. Namun dalam
kenyataannya birokrasi masih menjadi
hambatan pelayanan serta persepsi negatif
tentang kinerja ASN yang selama ini dinilai
publik masih belum memenuhi harapan dan
belum mampu menjawab kebutuhan
masyarakat luas akan tata kelola
pemerintahan yang bersih dan profesional.
Untuk itu Undang-undang No. 5 Tahun
2014 tentang Aparatur Sipil Negara
menimbang bahwa diperlukan pembangunan
aparatur sipil Negara yang memiliki interitas,
profesional, netral dan bebas dari intervensi
politik, bersih dari praktik korupsi, kolusi dan
nepotisme, serta mampu menyelenggarakan
pelayanan publik bagi masyarakat dan
mampu menjalankan peran sebagai unsur
1
p Demi mewujudkan pembangunan
e tersebut, berdasarkan Peraturan Kepala
r Lembaga Administrasi Negara nomor 12
e tahun 2018 tentang Pelatihan Dasar CPNS,
k diperlukan pembinaan melalui Pelatihan
a Dasar (Latsar). Dengan demikian diharapkan
t terbentuk karakter ASN yang kuat, yaitu
p ASN yang mampu bersikap dan bertindak
e professional dalam melayani masyarakat.
r Pelatihan Dasar Golongan III tahun
s 2019 telah memperkenalkan dan
a melaksanakan pola yang baru, yaitu
t merancang aktualisasi di unit kerja peserta
u
a
n
d
a
n
k
e
s
a
t
u
a
n
b
a
n
g
s
a
2
pelatihan dasar, dimana salah satu unit kerjanya adalah puskesmas yaitu
Puskesmas Sabbang. Setiap peserta pelatihan dasar dituntut untuk membuat
rancangan aktualisasi berdasarkan isu-isu yang terdapat di lingkungan kerjanya
dimana sasaran dari pola ini adalah pemantapan internalisasi nilai-nilai dasar
profesi ASN kepada para Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Proses
internalisasi melalui aktualisasi ini diharapkan dapat menanamkan pemahaman
tentang nilai-nilai dasar profesi ASN yakni Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika
Publik, Komitmen Mutu, Anti Korupsi yang diakronimkan menjadi ANEKA.
Pembaharuan ini diharapkan dapat menciptakan profesionalisme aparatur sipil
negara.

Penyakit infeksi masih merupakan salah satu masalah kesehatan di dunia,


termasuk Indonesia. Ditinjau dari asal atau didapatnya infeksi dapat berasal
dari komunitas atau berasal dari lingkungan pelayanan kesehatan. Tindakan
medis yang dilakukan oleh tenaga kesehatan yang dimaksudkan untuk tujuan
perawatan atau penyembuhan pasien, bila dilakukan tidak sesuai prosedur
berpotensi untuk menularkan penyakit infeksi, baik bagi pasien (yang lain) atau
bahkan pada petugas kesehatan itu sendiri. Tidak terbatas infeksi pada pasien
saja, tetapi juga infeksi pada petugas kesehatan yang didapat pada saat
melakukan tindakan perawatan pasien.

Sarana pelayanan kesehatan wajib memberikan jaminan keamanan


kesehatan baik bagi tenaga kesehatan maupun masyarakat yang dilayani.
Prinsip penting dari keberadaan institusi pelayanan kesehatan berkualitas
adalah perlindungan bagi pasien, tenaga kesehatan, tenaga pendukung, dan
komunitas masyarakat disekitarnya dari penularan infeksi. Hal ini dapat
diwujudkan dengan penerapan pencegahan dan pengendalian penyakit infeksi
yang efektif dan efisien (MDGs ke-6 dan 7).
Rancangan aktualisasi ini dibuat berdasarkan pada isu yang berkembang
di Puskesmas Sabbang yang masih belum optimalnya pencegahan dan
pengendalian infeksi. Hal ini dapat mengakibatkan orang lain (pasien dan
tenaga pelayanan kesehatan) menghadapi resiko terkena penyakit infeksi.

B. Tujuan Aktualisasi
Adapun tujuan kegiatan aktualisasi ini antara lain:
1. Mampu melaksanakan kegiatan sebagai upaya untuk meningkatkan
penyelesaian Laporan Hasil Pengawasan secara tepat waktu di Inspektorat
Kabupaten Bone.
2. Mengaktualisasikan dan mengimplementasikan nilai-nilai dasar ASN
sebagai Abdi Negara dan pelayanan masyarakat yaitu nilai ANEKA,
WoG, Manajemen ASN dan Pelayanan Publik ke dalam setiap kegiatan
yang dilakukan di Inspektorat Daerah Kabupaten Bone.
3. Mampu mengetahui kontribusi kegiatan terhadap visi, misi dan nilai di
Inspektorat Daerah Kabupaten Bone.
4. Membentuk PNS professional, berkomitmen, beretika, dan berintegritas

C. Manfaat Aktualisasi
Manfaat kegiatan pengaktualisasian nilai-nilai dasar PNS adalah
sebagai berikut:
1. Bagi Calon Pegawai Negeri Sipil
Meningkatkan pemahaman dan mampu untuk mengimplementasikan nilai-
nilai dasar ANEKA (Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen
Mutu dan Anti Korupsi) sebagai landasan dalam menjalankan tugas dan
fungsinya.
2. Bagi Satuan Kerja
Membantu meningkatkan penyelesaian LHP secara tepat waktu di
Inspektorat Daerah Kabupaten Bone
3. Bagi Pihak Lain
Obrik menjadi mengerti bahwa koordinasi mereka yang baik dan lancar bisa
membantu penyelesaian tugas-tugas yang ada di Inspektorat. Selain itu,
rekomendasi yang diperlukan untuk perbaikan kinerja obrik dapat segera
diperoleh.

D. Gambaran Umum Unit Kerja


Proses penulisan rancangan aktualisasi ini dibatasi pada kegiatan yang
melingkupi nilai-nilai akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen
Mutu dan Anti Korupsi, serta nilai Pelayanan Publik, Manajemen Aparatur
Sipil Negara (ASN) Dan Whole Of Government (WOG).

Kegiatan rancangan aktualisasi dan habituasi ini akan dilaksanakan di


Inspektorat Daerah Kabupaten Bone.
1. Profil Instansi
Penulis akan melaksanakan aktualisasi nilai-nilai dasar ASN (ANEKA)
serta kedudukan dan peran ASN di instansi penulis yaitu Inspektorat Daerah
Kabupaten Bone. Inspektorat Daerah Kabupaten Bone merupakan Unsur
Pengawas Penyelenggaraan Urusan Pemerintahan Daerah yang melaksanakan
tugas dan fungsinya berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Bone Nomor 08
Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah dan
Peraturan Bupati Bone Nomor 59 Tahun 2016 tentang Kedudukan, Susunan
Organisasi, Tugas dan Fungsi serta Tata Kerja Inspektorat. Landasan hukum
tersebut merupakan peraturan pengganti dari Peraturan Daerah Kabupaten
Bone Nomor 4 Tahun 2008 Tentang Pembentukan Organisasi Lembaga Teknis
Daerah Kab. Bone dan Peraturan Bupati Bone Nomor 16 Tahun 2014
Tentang Rincian Tugas, Fungsi dan Tata Kerja Jabatan Struktural dan
Fungsional pada Inspektorat Daerah Kab. Bone. Perubahan peraturan ini
merupakan pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2016 tentang
Perangkat Daerah yang menggantikan Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun
2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah.

2. Struktur Organisasi
Susunan Struktur Organisasi Inspektorat Kabupaten Bone dalam
pelaksanaan tugas dan fungsinya, terdiri dari :
1. Inspektur (Eselon II.b)
2. Sekretaris (Eselon III.a) yang membawahi :
Sub Bagian Perencanaan (Eselon IV.a)
Sub Bagian Administrasi dan Umum (Eselon IV.a)
Sub Bagian Evaluasi dan Pelaporan (Eselon IV.a)
Inspektur Pembantu Wilayah I(Eselon III.a)
Inspektur Pembantu Wilayah II (Eselon III.a)
Inspektur Pembantu Wilayah III (Eselon III.a)
Inspektur Pembantu Wilayah IV (Eselon III.a)
Kelompok Jabatan Fungsional, meliputi :
Auditor
Auditor Kepegawaian (Audiwan)
Pengawas Penyelenggaraan Urusan Pemerintahan Daerah (P2UPD)

Gambar 1.
Struktur Organisasi Inspektorat Kab. Bone

INSPEKTUR

SEKRETARIAT
KELOMPOK
JABATAN
FUNGSIONAL SUB BAGIAN ADM SUB BAGIAN SUB BAGIAN
& UMUM PERENCANAAN EVALUASI &
PELAPORAN

INSPEKTUR INSPEKTUR INSPEKTUR INSPEKTUR


PEMBANTU PEMBANTU PEMBANTU PEMBANTU
WILAYAH I WILAYAH II WILAYAH III WILAYAH IV

Struktur organisasi Puskesmas Sabbang Kab. Luwu Utara dapat


dilihat pada diagram berikut ini :
3. Visi Misi
Visi:
Terwujudnya pelayanan kesehatan yang optimal menuju masyarakat
Kecamatan Sabbang yang mandiri untuk hidup sehat di Tahun 2021
Misi:
• Meningkatkan upaya kesehatan yang optimal dan terjangkau.
• Meningkatkan kualitas sumber daya manusia kesehatan dalam pelayanan
kesehatan.
• Menggerakkan dan meningkatkan pemberdayaan masyarakat.
• Mengoptimalkan pelaksanaan kebijakan dan manajemen
pembangunan kesehatan yang inovatif.
4. Motto

Pelayanan yang Optimal, Kompetensi, Empati, dan Beretika

5. Nilai Organisasi
Dalam mewujudkan visi dan misi UPTD Puskesmas Sabbang,
dilaksanakan pelaksanaan pelayanan kesehatan dengan berpegang pada tata
nilai yang mendasari setiap perilaku kerja petugas Puskesmas Sabbang
Kabupaten Luwu Utara yakni :
• Optimal
Mengerahkan segala kemampuan untuk memberikan pelayanan
kesehatan seoptimal mungkin menuju hasil yang optimal pula.
• Kompetensi
Pelayanan kesehatan dilaksanakan sesuai kompetensi petugas
puskesmas dan senantiasa meningkatkan kompetensinya melalui
pendidikan dan pelatihan.
• Empati
Ikut merasakan apa yang dirasakan oleh pasien/klien dan
memperlakukan pasien/klien seperti diri sendiri.
• Beretika
Petugas puskesmas dalam pelayanan kesehatan senantiasa menjunjung
tinggi etika pelayanan.

Dengan berpedoman pada Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 75


tahun 2014 tentang Puskesmas, maka tugas pokok Puskesmas Puskesmas yaitu
melaksanakan kebijakan kesehatan untuk mencapai tujuan pembangunan
kesehatan di wilayah kerja dalam rangka mendukung terwujudnya kecamatan
sehat.
Untuk melaksanakan tugas pokok tersebut di atas, maka UPT
Puskesmas Sabbang menyelenggarakan fungsi :
1. Penyelenggaraan Upaya Kesehatan Masyarakat tingkat pertama di wilayah
kerja.
2. Penyelenggaraan Upaya Kesehatan Perseorangan tingkat pertama di
wilayah kerja
Upaya Kesehatan Masyarakat yang selanjutnya disingkat UKM adalah
setiap kegiatan untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan serta
mencegah dan menanggulangi timbulnya masalah kesehatan dengan sasaran
keluarga, kelompok, dan masyarakat. Upaya Kesehatan Perseorangan yang
selanjutnya disingkat UKP adalah suatu kegiatan dan/atau serangkaian
kegiatan pelayanan kesehatan yang ditujukan untuk peningkatan, pencegahan,
penyembuhan penyakit, pengurangan penderitaan akibat penyakit dan
memulihkan kesehatan perseorangan.

E. Tugas Pokok dan Fungsi Jabatan Fungsional dan Uraian Tugas


Peserta latsar merupakan dokter umum ahli pertama di UPT Puskesmas
Sabbang. Berdasarkan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara
Tahun 2003 Tentang Jabatan Fungsional Dokter dan Angka Kreditnya, tugas
pokok Dokter adalah memberikan pelayanan kesehatan ada sarana pelayanan
kesehatan yang meliputi promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif untuk
meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, serta membina peran serta
masyarakat dalam rangka kemandirian di bidang kesehatan kepada
masyarakat.
Rincian kegiatan dokter pertama, yaitu:
1. Melakukan pelayanan medik umum rawat jalan tingkat pertama;
2. Melakukan pelayanan spesialistik rawat jalan tingkat pertama;
3. Melakukan tindakan khusus tingkat sederhana oleh Dokter umum;
4. Melakukan tindakan khusus tingkat sedang oleh Dokter umum;
5. Melakukan tindakan spesialistik tingkat sederahana;
6. Melakukan tindakan spesialistik tingkat sedang;
7. Melakukan tindakan darurat medik/pertolongan pertama pada kecelakaan
(P3K) tingkat sederhana;
8. Melakukan kunjungan (visite) kepada pasien rawat inap;
9. Melakukan Pemulihan mental tingkat sederhana;
10. Melakukan Pemulihan mental kompleks tingkat I;
11. Melakukan Pemulihan fisik tingkat sederhana;
12. Melakukan Pemulihan fisik kompleks tingkat I;
13. Melakukan pemeliharaan kesehatan ibu;
14. Melakukan pemeliharaan kesehatan bayi dan balita;
15. Melakukan Pemeliharaan kesehatan anak;
16. Melakukan pelayanan keluarga berencana;
17. Melakukan pelayanan imunisasi;
18. Melakukan pelayanan gizi;
19. Mengumpulkan data dalam rangka pengamatan epidemiologi penyakit;
20. Melakukan penyuluhan medik;
21. Membuat catatan Medik rawat jalan;
22. Membuat catatan Medik rawat inap;
23. Melayani atau menerima konsultasi dari luar atau keluar;
24. Melayani atau menerima konsultasi dari dalam;
25. Menguji kesehatan individu;
26. Menjadi Tim Penguji Kesehatan;
27. Melakukan Visum et repertum tingkat sederhana;
28. Melakukan Visum et repertum kompleks tingkat I;
29. Menjadi saksi ahli;
30. Mengawasi penggalian mayat untuk pemeriksaan;
31. Melakukan otopsi dengan pemeriksaan laboratorium;
32. Melakukan Tugas jaga panggilan/on call;
33. Melakukan tugas jaga di tempat/rumah sakit;
34. Melakukan tugas jaga di tempat sepi pasien;
35. Melakukan kaderisasi masyarakat dalam bidang kesehatan tingkat
sederhana.
BAB II
NILAI-NILAI DASAR APARATUR SIPIL NEGARA, KEDUDUKAN DAN
PERAN PNS DALAM NKRI

A. NILAI-NILAI DASAR APARATUR SIPIL NEGARA

Gambaran umum tentang aktualisasi meliputi nilai-nilai dasar profesi


PNS yang meliputi ANEKA, antara lain :
1. Akuntabilitas
Akuntabilitas adalah kewajiban bagi individu atau kelompok/ instansi
untuk memenuhi tanggung jawabnya sesuai dengan amanah yang
diberikan. Adapun nilai-nilai yang terkandung di dalam akuntabilitas
yakni:
a) Kepemimpinan
Lingkungan yang akuntabel tercipta dari atas ke bawah dimana
pimpinan memainkan peranan yang penting dalam menciptakan
lingkungannya

b) Transparansi
Keterbukaan atas semua tindakan dan kebijakan yang dilakukan
oleh individu maupun kelompok/instansi.

c) Integritas
Dengan adanya integritas menjadikan suatu kewajiban untuk
menjunjung tinggi dan mematuhi semua hukum yang berlaku, Undang-
Undang, Kebijakan, dan peraturan yang berlaku.

d) Tanggung Jawab
Tanggung jawab adalah sebuah perbuatan yang dilakukan oleh
setiap individu yang berdasarkan atas kewajiban maupun panggilan hati
seseorang. Yaitu sikap yang menunjukkan bahwa seseorang tersebut
memiliki sifat kepedulian dan kejujuran yg sangat tinggi.
e) Keadilan
Keadilan harus dipromosikan oleh pimpinan dan harus dihindari karena
dapat enghancurkan kepercayaan dan kredibilitas organisasi.

f) Kepercayaan
Rasa keadilan akan membawa pada sebuah kepercayaan. Kepercayaan
ini yang akan melahirkan akuntabilitas.

g) Keseimbangan
Diperlukan keseimbangan antara akuntabilitas dan kewenangan serta
harapan, dan kapasitas. Setiap individu harus dapat menggunakan
kewenangannya untuk meningkatkan kerja.
h) Kejelasan
Agar individu atau kelompok dalam melaksanakan wewenang harus
emiliki gambaran yang jelastentang apa yang menjadi tujuan dan hasil
yang diharapkan.

i) Konsistensi
Penerapan yang tidak konsisten dari sebuah kebijakan, prosedur,
sumber daya akan memiliki konsekuensi terhadap tercapainya
lingkungan kerja yang tidak akuntabel

2. Nasionalisme
Yakni pandangan atau faham kecintaan manusia terhadap bangsa
dan tanah airnya yang didasarkan pada nilai-nilai Pancasila. Adapun nilai-
nilai yang terkandung di dalam nasionalisme di bagi atas 5 Pancasila
dengan butir-butirnya sebagai berikut :
a) Sila Pertama : (Ketuhanan yang maha esa)
 Percaya dan taqwa kepada Tuhan yang maha esa sesuai dengan
agama dan keprcayaan masing-masing
 Hormat menghormati dan bekerja sama antar pemeluk agama
 Saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan
agama dan kepercayaan
 Tidak memaksakan suatu agama dan kepercayaan kepada orang lain
b) Sila Kedua : (Kemanusiaan yang adil dan beradab)
 Berani membela kebenaran dan keadilan
 Mengakui persamaan hak dan persamaan kewajiban antar sesama
manusia
 Mencintai sesama manusia
 Mengembangkan sikap tenggang rasa
 Tidak semena-mena terhadap orang lain
c) Sila Ketiga : (Persatuan Indonesia)
 Menempatkan kesatuan, persatuan, kepentingan dan keseimbangan
bangsa dan Negara di atas kepentingan pribadi dan golongan
 Rela berkorban untuk kepentingan bangsa dan Negara
 Cinta tanah air dan bangsa
 Bangga sebagai bangsa Indonesia, bertanah air Indonesia
 Memajukan persatuan dan kesatuan bangsa yang ber bhineka tunggal
ika

d) Sila Keempat : (Kerakyatan yang dimpimpin oleh hikmat kebijaksanaan


dalam permusyawaratan perwakilan)
 Mengutamakan kepentingan Negara dan masyarakat
 Tidak memaksakan kehendak kepada orang lain
 Mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan untuk
kepentingan bersama
 Musyawarah untuk mencapai mufakat diliputi semangat
kekeluargaan

e) Sila Kelima : (Keadilan social bagi seluruh rakyat Indonesia)


 Mengembangkan perbuatan yang luhur yang mencerminkan sikap
dan suasana kekeluargaan gotong royong
 Bersikap adil
 Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban
 Menghormati hak-hak orang lain
 Suka memberi pertolongan kepada orang lain

3. Etika Publik
Yakni tata krama/sopan santun dalam berkelakuan sesuai lingkungan
setempat, adapun nilai-nilai yang terkandung di dalam etika publik yaitu :
a) Memegang teguh nilai-nilai dalam ideologi Negara Pancasila
b) Menjalankan tugas secara profesional dan tidak berpihak
c) Membuat keputusan berdasarkan prinsip keahlian
d) Menciptakan lingkungan kerja yang non diskriminatif
e) Memelihara dan menjujung tinggi etika luhur
4. Komitmen Mutu,
Yakni cara bekerja yang menggunakan pembaharuan demi kemajuan
dan kepentingan bersama. Adapun nilai-nilai yang terkandung di
Komitmen Mutu yaitu :
a) Efektifitas, efisiensi, mutu dan inovasi
b) Komitmen dalam pemberian pelayanan yang prima
c) Pemberian layanan yang cepat, tepat dan ramah
d) Pelayanan yang menyentuh hati
e) Orientasi mutu :
 Tangible (nyata)
 Realibility (kehandalan)
 Responsive (cepat tanggap)
 Coutesy (keramahan)
 Communication (komunikasi dalam menjalin kerjasama yang baik)

5. Anti Korupsi
Perilaku yang mencerminkan keterhindaran diri dari kerusakan dan
kebobrokan yang dampaknya bisa menyebabkan kerusakan baik dalam
ruang lingkup pribadi, keluarga, masyarakat dan kehidupan yang lebih luas.
Adapun nilai-nilai yang terkandung di Anti Korupsi yaitu :
a) Jujur
b) Peduli
c) Mandiri
d) Disiplin
e) Tanggung jawab
f) Kerja keras
g) Sederhana
h) Berani
i) Adil

B. KEDUDUKAN DAN PERAN PNS DALAM NKRI

1. Manajemen ASN
Manajemen ASN adalah pengelolaan ASN untuk menghasilkan
Pegawai ASN yang profesional, memiliki nilai dasar, etika profesi, bebas
dari intervensi politik, bersih dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme.
Manajemen ASN lebih menekankan kepada pengaturan profesi pegawai
sehingga diharapkan agar selalu tersedia sumber daya aparatur sipil Negara
yang unggul selaras dengan perkembangan jaman. Berdasarkan jenisnya,
Pegawai ASN terdiri atas Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Pegawai
Pemerintah dengan Perjanjian Kontrak (PPPK).

a. Kedudukan, Peran, Hak dan Kewajiban serta Kode Etik ASN


Pegawai ASN berkedudukan sebagai aparatur sipil Negara yang
menjalankan kebijakan yang ditetapkan oleh pimpinan instansi
pemerintah serta harus bebas dari pengaruh dan intervensi semua
golongan dan partai [Link] menjalankan kedudukannya tersebut,
maka Pegawai ASN berfungsi sebagai pelaksana kebijakan publik,
pelayan publik dan perekat dan pemersatu bangsa. Selanjutnya ASN
bertugas :
1) Melaksanakan kebijakan yang dibuat oleh Pejabat Pembina
Kepegawaian sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan
2) Memberikan pelayanan publik yang profesional dan berkualitas
3) Mempercepat persatuan dan kesatuan Negara Kesatuan Republik
Indonesia
Selain kedudukan, tugas dan fungsi ASN juga mempunyai hak dan
kewajiban agar dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya
dengan baik dapat meningkatkan produktivitas, menjamin kesejahteraan
ASN dan akuntabel, maka setiap ASN diberikan hak sesuai dengan UU
ASN sebagai berikut :
PNS berhak memperoleh :
1) Gaji, tunjangan dan fasilitas
2) Cuti
3) Jaminan pension dan jaminan hari tua
4) Perlindungan
5) Pengembangan kompetensi
Sedangkan PPPK berhak memperoleh
:
1) Gaji dan tunjangan
2) Cuti
3) Perlindungan
4) Pengembangan kompetensi
Berdasarkan pasal 92 UU ASN Pemerintah juga wajib
memberikan perlindungan berupa :
1) Jaminan kesehatan
2) Jaminan kecelakaan kerja
3) Jaminan kematian
4) Bantuan hukum
Setelah mendapatkan haknya maka ASN juga berkewajiban sesuai
dengan tugas dan tanggung jawabnya berdasarkan UU ASN sebagai
berikut:
a) Setia dan taat pada Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara
Republik Indonesia Tahun 1945, NKRI dan Pemerintah yag sah
b) Menjaga Persatuan dan Kesatuan Bangsa
c) Melaksanakan kebijakan yang dirumuskan pejabat pemerintah yang
berwenang
d) Menaati ketentuan peraturan perundang-undangan
e) Melaksanakan tugas kedinasan dengan penuh pengabdian, kejujuran,
kesadaran dan tanggung jawab
f) Menunjukkan integritas dan keteladanan dakam sikap, perilaku,
ucapan dan tindakan kepada setiap orang, baik di dalam maupun di
luar kedinasan
g) Menyimpan rahasia jabatan dan hanya dapat mengemukakan rahasia
jabatan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan
h) Bersedia ditempatkan di seluruh Wilayah NKRI
Dalam UU ASN disebutkan bahwa ASN sebagai profesi
berlandaskan pada kode etik dan kode perilaku. Kode etik dan kode
perilaku ASN bertujuan untuk menjaga martabat dan kehormatan ASN.
Kode etik dan kode perilaku yang diatur dalam UU ASN menjadi acuan
bagi para ASN dalam penyelenggaraan birokrasi pemerintah.

b. Mekanisme Pengelolaan ASN


Pengelolaan atau manajemen ASN pada dasarnya adalah
kebijakan dan praktek dalam mengelola aspek sumber daya manusia
dalam organisasi termasuk dalam hal ini adalah pengadaan, penempatan,
mutasi, promosi, pengembangan, penilaian dan penghargaan.
Manajemen ASN terdiri dari Manajemen PNS dan Manajemen
PPPK. Manajemen PNS meliputi penyusunan dan penetapan kebutuhan,
pengadaan, pangkat dan jabatan, pengembangan karir, pola karir,
promosi, mutasi, penilaian kinerja, penggajian dan tunjangan,
penghargaan, disiplin, pemberhentian, jaminan pensiun dan hari tua, dan
perlindungan. Manajemen PPPK meliputi penetapan kebutuhan,
pengadaan, penilaian kinerja, penggajian dan tunjangan, pengembangan
kompetensi, pemberian penghargaan, disiplin, pemutusan hubungan
perjanjian kerja, dan perlindungan.
Pegawai ASN dapat menjadi pejabat Negara, pegawai ASN dari
PNS yang diangkat menjadi pejabat Negara diberhentikan sementara dari
jabatannya dan tidak kehilangan status sebagai PNS. Pegawai ASN
berhimpun dalam wadah korps profesi pegawai ASN Republik Indonesia.

2. Whole of Government (WoG)


WoG adalah sebuah pendekatan penyelenggaraan pemerintahan
yang menyatukan upaya-upaya kolaboratif pemerintahan dari keseluruhan
sektor dalam ruang lingkup koordinasi yang lebih luas guna mencapai
tujuan-tujuan pembangunan kebijakan, manajemen program dan pelayanan
public. Oleh karena WoG juga dikenal sebagai pendekatan interagency,
yaitu pendekatan yang melibatkan sejumlah kelembagaan yang terkait
dengan urusan-urusan yang relevan.
WoG ditekankan pada pengintegrasian upaya-upaya kementerian
atau lembaga pemerintah dalam mencapai tujuan-tujuan bersama dalam
bentuk kerjasama antar seluruh elemen pemerintahan. Karakteristik
pendekatan WoG dapat dirumuskan dalam prinsip-prinsip kolaborasi,
kebersamaan, kesatuan, tujuan bersama, dan mencakup keseluruhan aktor
dari seluruh sector dalam pemerintahan. Karakteristik WoG tersebut
dirumuskan dalam prinsip KISS yaitu koordinasi, integrasi (kolaborasi atau
kerjasama), sinergitas dan simplikasi. Berdasarkan karakteristik WoG, maka
dapat dipraktekkan dalam kontinum koordinasi merger, dimana pelaksanaan
WoG mulai dari koordinasi, maka kelembagaan yang terlibat dalam
pendekatan WoG tidak mengalami perubahan struktur organisasi. Praktek
WoG dalam pelayanan publik adalah :

a. Pelayanan yang bersifat administratif


Pelayanan publik yang menghasilkan berbagai produk dokumen
resmi yang dibutuhkan warga masyarakat seperti KTP, SIUP, izin trayek,
izin usaha, sertifikat tanah dan lain sebagainya. Praktek WoG dalam jenis
pelayanan administrative dapat dilihat dalam praktek penyatuan
penyelenggaraan izin dalam satu pintu seperti PTSP atau samsat.
b. Pelayanan jasa
Pelayanan yang menghasilkan dalam bentuk jasa seperti
pendidikan, kesehatan, perhubungan, ketenagakerjaan dan lain
sebagainya.
c. Pelayanan barang
Pelayanan yang menghasilkan dalam bentuk barang seperti jalan,
perumahan, jaringan telepon, listrik dan seterusnya.
d. Pelayanan regulatif
Pelayanan melalui penegakan hukum dan peraturan perundang-
undangan maupun kebijakan publik yang mengatur sendi-sendi
kehidupan bermasyarakat.

3. Pelayanan Publik
Amanat UUD 1945 bahwa layanan untuk kepentingan publik
menjadi tanggung jawab pemerintah. Pelayanan publik yang bermutu akan
menciptakan kepercayaan publik kepada pemerintah. Keberhasilan institusi
pemerintah memberikan layanan kepada masyarakat akan sangat bergantung
pada mutu sumber daya manusia serta bagaimana potensi mereka. ASN
sebagai sumber daya manusia yang dimiliki oleh pemerintah untuk
melaksanakan amanah UUD 1945 memiliki fungsi sebagai pelayan publik
yang bertanggung jawab untuk memberikan pelayanan prima kepada
masyarakat.
Undang-undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik
menyatakan bahwa pelayanan publik adalah kegiatan atau rangkaian
kegiatan dalam rangka pemenuhan kebutuhan pelayanan sesuai dengan
peraturan perundang-undangan bagi setiap warga Negara dan penduduk atas
barang, jasa, dan atau pelayanan administrative yang disediakan oleh
penyelenggara pelayanan publik. Tiga unsur penting dalam pelayanan
publik, yaitu organisasi penyelenggara pelayanan publik, penerima layanan
(pelanggan) yaitu orang, masyarakat atau organisasi yang berkepentingan,
dan kepuasan yang diberikan dan atau diterima oleh penerima layanan
(pelanggan).
Sembilan prinsip pelayanan publik yang baik untuk mewujudkan
pelayanan prima yaitu :
a) Partisipatif;
b) Transparan;
c) Responsif;
d) Non diskriminatif;
e) Mudah dan murah;
f) Efektif dan efisien;
g) Aksesibel;
h) Akuntabel;
i)Berkeadilan.

4. Indikator Nilai-Nilai Dasar


Berdasarkan nilai-nilai dasar yang telah diuraikan diatas maka pada bagian
ini akan dijabarkan indikator nilai dasar sebagai berikut:
Tabel 1. Indikator Nilai- Nilai Dasar
No. NILAI DASAR INDIKATOR

1. AKUNTABILITAS - Tanggung jawab


- Jujur
- Kejelasan Target
- Netral
- Mendahulukan kepentingan public
- Adil
- Transparan
- Konsisten
- Partisipatif
2. NASIONALISME - Religious (patuh kepada ajaran agama)
- Hormat menghormati
- Kerjasama
- Tidak memaksakan kehendak
- Jujur
- Amanah (dapat dipercaya)
- Adil
- Persamaan derajat
- Tidak diskriminatif
- Mencintai sesama manusia
- Tanggang rasa
- Membela kebenaran
- Persatuan
- Rela berkorban
- Cinta tanah air
- Memelihara ketertiban
- Displin
- Musyawarah
- Kekeluargaan
- Menghormati keputusan
- Tanggung jawab
- Kepentingan bersama
- Gotong royong
- Social
- Tidak menggunakan hak yang bukan miliknya
- Hidup sederhana
- Kerja keras
- Menghargai karya orang lain
3. ETIKA PUBLIK - Jujur
- Bertanggung jawab
- Integritas tinggi
- Cermat
- Disiplin
- Hormat
- Sopan
- Taat pada peraturan perundang-undangan
- Taat perintah
- Menjaga rahasia
4. KOMITMEN MUTU - Efektivitas
- Efesiensi
- Inovasi
- Berorientasi mutu
5. ANTI KORUPSI - Jujur
- Disiplin
- Tanggung jawab
- Kerja keras
- Sederhana
- Mandiri
- Adil
- Berani
- Peduli
6 MANAJEMEN ASN - Profesional
- Memiliki nilai dasar
- Etika profesi
- Bebas dari intervensi politik
- Anti korupsi
- Unggul
- Berkualitas
- integritas
- Tanggung jawab
- Berorientasi pada pelayanan publik
7 WOG - Kolaborasi
- Kebersamaan
- Kesatuan
- Tujuan bersama
8 PELAYANAN - Kepuasan masyarakat
PUBLIK - Partisipatif
- Transparan
- Responsif
- Non diskriminatif
- Mudah dan murah
- Efektif dan efisien
- Aksesibel
- Akuntabel
- Berkeadilan
BAB III
RANCANGAN AKTUALISASI

A. Unit Kerja
Inspektorat Daerah Kabupaten Bone

B. Identifikasi Isu
Isu merupakan masalah yang dikedepankan dan penting untuk segera ditanggapi.
Dalam suatu organisasi isu merupakan suatu hal yang terjadi baik di dalam maupun di
luar organisasi yang apabila tidak ditangani secara baik akan memberikan dampak negatif
terhadap organisasi dan berlanjut pada tahap krisis. Dalam menemukan isu dan
permasalahan yang terjadi di lembaga/instansi, peserta dituntut untuk mendapatkan
dukungan teoritik dari mata pelatihan yang telah diperoleh peserta pada materi diklat
agenda kedudukan dan peran PNS dalam NKRI, yang memiliki keterkaitan baik secara
langsung atau tidak langsung dengan aktivitas peserta di tempat kerja. Melalui orientasi
dalam pelaksanaan tugas selama kurang lebih 1 bulan di Inspektorat Daerah Kabupaten
Bone, ditemukan beberapa isu atau problematika dalam melaksanakan tugas
sebagai auditor ahli pertama di Inspektorat Daerah Kabupaten Bone. Sumber isu
yang diangkat dapat berasal dari individu, unit kerja, maupun organisasi. Isu-isu
yang menjadi dasar laporan aktualisasi ini bersumber dari aspek:
a. Whole of government (WoG),
b. Pelayanan publik, dan
c. Manajemen ASN.
Telah dipetakan beberapa isu atau problematika, antara lain:
1. Belum terlaksananya digitalisasi dokumen pemeriksaan (KKP, PKA, LTP);
2. Belum tersedianya pelatihan bagi auditor dalam proses mendigitalisasi
dokumen pemeriksaan;
3. Belum update nya website Inspektorat Daerah Kabupaten Bone;
4. Masih rendahnya level kapabilitas APIP Inspektorat Daerah Kabupten Bone
yang masih berada di level 2;
5. Masih minimnya jumlah auditor yang tidak sesuai dengan beban tupoksi
Inspektorat Daerah;
6. Masih adanya keterlambatan waktu dalam penyusunan Laporan Hasil
Pengawasan;
7. Belum sesuainya pelaksanaan PKPT dengan jadwal yang telah ditetapkan di
Inspektorat Daerah Kabupten Bone.

C. Deskripsi Isu

Adapun penjelasan terkait isu tersebut sehingga dapat ditarik dan disimpulkan
dengan menggunakan metode APKL.

1. Belum terlaksananya digitalisasi dokumen pemeriksaan;

Deskripsi:
Digitilasi adalah adalah proses pemberian atau pemakaian sistem digital
sehingga memudahkan untuk diproduksi, disimpan, dikelola dan distribusikan.
Di Inspektorat Daerah pengarsipan dokumen dilakukan secara manual
sehingga dokumen banyak yang rusak, hilang serta membutuhkan
penyimpanan atau storage yang besar serta berpotensi penumpukan dokumen.
Sehingga perlunya dilakukan digitalisasi dokumen pemeriksaan guna
memudahkan pengarsipan.

2. Belum tersedianya pelatihan bagi auditor dalam proses mendigitalisasi


dokumen pemeriksaan
Deskripsi:
Sebagai Aparat Pengawas Internal Pemerintah (APIP), Inspektorat Daerah memiliki peran
dan unit kerja yang sangat strategis baik ditinjau dari aspek fungsi dan tanggung jawab
dalam manajemen maupun dari segi pencapaian visi dan misi serta program-program
pemerintah. Dari segi fungsi-fungsi dasar manajemen, Inspektorat Daerah mempunyai
kedudukan yang setara dengan fungsi perencanaan atau fungsi pelaksanaan. Sedangkan
dari segi pencapaian visi, misi dan program-program pemerintah, Inspektorat Daerah
menjadi pilar yang bertugas dalam melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan
pembinaan atas penyelenggaraan pemerintahan Kabupaten/Kota dan pelaksanaan urusan
pemerintahan Kabupaten/Kota, berdasarkan asas desentralisasi, dekonsentrasi, dan tugas
pembantuan. Inspektorat Daerah sebagai Aparat Pengawasan Internal Pemerintah berperan
sebagai Quality Assurance yaitu menjamin bahwa suatu kegiatan dapat berjalan secara
efisien, efektif dan sesuai dengan aturannya dalam mencapai tujuan organisasi. Titik berat
pelaksanaan tugas "pengawasan dan pemeriksaan" adalah melakukan tindakan preventif
yaitu mencegah terjadinya kesalahan-kesalahan dalam pelaksanaan program dan kegiatan
oleh Satuan Kerja Pemerintah Daerah (SKPD). Sebagai aparat pengawas dan pemeriksa,
auditor dalam menjalankan tugas akan meminta dokumen-dokumen yang
dibutuhkan terkait kebutuhan Audit. Akan tetatpi dokumen-dokumen yang
dibutuhkan tersebut terkadang rusak dan susah untuk di back-up sehingga
pelatihan digitalisasi dokumen dibutuhkan guna memudahkan APIP dalam
melakukan pengawasan dan pemeriksaan.

3. Belum update nya website Inspektorat Daerah Kabupaten Bone


Deskripsi:
Pelayanan Publik adalah bentuk kegiatan pelayanan umum yang
dilaksanakan oleh Instansi Pemerintah di Pusat dan di Daerah, dan di
lingkungan BUMN/BUMD dalam bentuk barang/atau jasa, baik dalam
pemenuhan kebutuhan masyarakat. Dalam penyelenggaraan pelayanan publik,
pemerintah sebagai penyelenggara pelayanan publik harus menyediakan akses
bagi warga negara untuk mengetahui segala hal yang terkait dengan pelayanan
publik yang diselenggarakan tersebut. Masyarakat juga harus diberi akses yang
sebesar-besarnya untuk mempertanyakan dan menyampaikan pengaduan
apabila mereka merasa tidak puas dengan pelayanan publik yang
diselenggarakan oleh pemerintah. Sebagai Aparat Pengawasan Intern
Pemerintah (APIP), Inspektorat Daerah Kab. Bone pada dasarnya memiliki
peran strategis untuk mendorong terwujudnya tata kelola pemerintahan yang
baik dan bersih (good governance & clean government) guna mewujudkan visi
dan misi pembangunan daerah yang berkeadilan dalam mensejahterakan
masyarakat Kab. Bone. Salah satu cara yang dapat mewujudkan hal tersebut
ialah dengan adanya Website Inspektorat yang menyajikan berita terkini terkait
program-program yang telah dan akan dilaksanakan sehingga publik dapat
update mengetahui kegiatan yang dilakukan Inspektorat Daerah.

4. Masih rendahnya level kapabilitas APIP Inspektorat Daerah Kabupten


Bone yang masih berada di level 2
Deskripsi :
5. Masih minimnya jumlah auditor yang tidak sesuai dengan beban tupoksi
Inspektorat Daerah
Deskripsi :

6. Masih adanya keterlambatan waktu dalam penyusunan Laporan Hasil


Pengawasan
Deskripsi :
Dalam mewujudkan tujuan Inspektorat dalam rangka Meningkatkan
Kapabilitas Aparatur Pengawasan Internal dalam Penyelenggaraan
Pemerintahan Daerah serta Meningkatkan Kualitas Tata Kelola Pengawasan
Internal atas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah, sehingga Inspektorat
Daerah memerlukan adanya koordinasi yang lancer baik dengan Objek
Pemeriksaan maupun dengan internal tim pemeriksa internal guna
menyelesaikan Laporan Hasil Pengawasan yang seringkali tidak sesuai dengan
waktu yang telah ditentukan.

7. Belum sesuainya pelaksanaan PKPT dengan jadwal yang telah ditetapkan


di Inspektorat Daerah Kabupten Bone.
Deskripsi :
Program Kerja Pengawasan Tahunan (PKPT) merupakan upaya untuk
meningkatkan efisiensi dan efektivitas pelaksanaan pengawasan dalam rangka
mendukung capaian kinerja Inspektorar serta sebagai dasar untuk menilai/
mengevaluasi kinerja Pejabat Fungsional Auditor dalam pelaksanaan kegiatan
pengawasan. Rencana Pengawasan tahunan disusun dalam bentuk Program
Kerja Pengawasan Tahunan (PKPT) dengan berpedoman pada kebijakan
pengawasan dan ditetapkan dengan Keputusan Menteri Dalam Negeri.
Sedangkan penyusunan PKPT atas penyelenggaraan pemerintahan daerah
Kabupaten dan Kota dikoordinasikan oleh Inspektur Provinsi dan ditetapkan
dengan Keputusan Gubernur. Penyusunan Program Kerja Pengawasan
Tahunan (PKPT) harus didasarkan atas prinsip keserasian dan keterpaduan
yaitu untuk menghindari kemungkinan terjadinya tumpang tindih dan
pemeriksaan berulang-ulang serta memperhatikan efesiensi dan efektivitas
dalam penggunaan sumber daya pengawasan. Di Inspektorat Daerah
Kabupaten Bone seringkali terdapat tugas mendesak yang harus segera
diselesaikan. Hal ini membuat rencana kerja yang dibuat tidak konsisten
dengan strategi dan kebijakan audit Inspektorat yang telah ditetapkan sehingga
mengakibatkan penundaan pelaksanaan Program Kerja Pengawasan Tahunan
(PKPT) bulan tertentu.

D. Dampak dari Isu

1. Belum terlaksananya digitalisasi dokumen pemeriksaan


a. Risiko terjadinya dokumen yang rusak dan hilang
b. Risiko penggunaan kertas/ hardcopy yang menumpuk
2. Belum tersedianya pelatihan bagi auditor dalam proses mendigitalisasi dokumen
pemeriksaan
Risiko
Risiko
3. Belum update nya website Inspektorat Daerah Kabupaten Bone
a. Risiko
b. Risiko
4. Masih rendahnya level kapabilitas APIP Inspektorat Daerah Kabupten Bone yang masih
berada di level 2;
a. Risiko
b. Risiko
5. Masih minimnya jumlah auditor yang tidak sesuai dengan beban tupoksi Inspektorat
Daerah;
a. Risiko
b. Risiko
6. Masih adanya keterlambatan waktu dalam penyusunan Laporan Hasil Pengawasan;
a. Risiko
b. Risiko
7. Belum sesuainya pelaksanaan PKPT dengan jadwal yang telah ditetapkan di Inspektorat
Daerah Kabupten Bone.
a. Risiko
b. Risiko
E. Isu yang Diangkat
Untuk mengangkat beberapa isu maka dibuatlah core isu dengan
analisis USG untuk menyaring dari 3 isu menjadi satu core isu yang diangkat
dalam aktualisasi ini. Berikut tabel dari core isu yang diangkat:

Tabel 2. Penilaian Isu dengan USG


KRITERIA JUMLA
NO ISU-ISU
H
U S G

Belum Optimalnya Pencegahan dan


1 Pengendalian Infeksi pada Pelayanan Medik 4 5 4 13
di Puskesmas Sabbang.
Pertolongan Pertama pada Kecelakaan di
2 3 5 4 12
Puskesmas Sabbang belum berjalan optimal
Pelayanan Medik Rawat Jalan di Puskesmas
3 5 3 3 11
belum Memuaskan
Keterangan:
U : URGENCY (seberapa mendesak suatu isu yang harus dibahas, dianalisa,
dan ditindaklanjuti)
S : SERIOUSNESS (Seberapa serius suatu isu harus dibahas dikaitkan
dengan akibat yang ditimbulkan)
G : GROWTH (sberapa besar kemungkinan memburuknya isu tersebut jika
tidak ditindaklanjuti sebagaimana mestinya.
 Angka 5 : Sangat gawat/mendesak/cepat
 Angka 4 : Gawat/mendesak/cepat
 Angka 3 : Cukup gawat/mendesak/cepat
 Angka 2 : Kurang gawat/mendesak/cepat
 Angka 1 : Tidak gawat/mendesak/cepat

Berdasarkan tabel data isu-isu diatas, ditemukan core issue berdasarkan


poin paling banyak dengan jumlah 13 yaitu isu “Belum Optimalnya
Pencegahan dan Pengendalian Infeksi pada Pelayanan Medik di
Puskesmas Sabbang”

F. Gagasan Pemecahan Isu


Gagasan pemecahan isu dari hasil penilaian USG dan dampak yang
ditimbulkan dari isu yang telah dibahas diatas sekaligus menjadi judul
aktualisasi yakni “Optimalisasi Pencegahan dan Pengendalian Infeksi pada
Pelayanan Medik di Puskesmas Sabbang”.
Kegiatan yang akan dilakukan untuk gagasan pemecahan isu, yaitu:
1. Melakukan koordinasi dan meminta persetujuan pimpinan
2. Berkoordinasi dengan penanggung jawab terkait
3. Berkoordinasi dengan petugas kesehatan yang terlibat langsung dalam
pelayanan medis
4. Menyiapkan alat dan bahan
5. Melakukan kegiatan sosialisasi Pencegahan dan Pengendalian Infeksi
6. Penyiapan sarana dan alat yang mendukung pelaksanaan Pencegahan dan
Pengendalian Infeksi
7. Evaluasi kegiatan
[Link] dan Tahapan Kegiatan

Tabel 3. Kegiatan Pemecahan Isu

Kontribusi Penguatan
No Output/Hasil Keterkaitan Substansi Mata
Kegiatan Tahapan Kegiatan terhadap Visi Misi Nilai
. Kegiatan Pelatihan
Organisasi Organisasi
1 2 3 4 5 6 7
1. Konsultasi 1. Menyiapkan bahan Bahan konsultasi Kontribusi kegiatan Dalam
dengan mentor konsultasi telah disiapkan. ini adalah sebagai kegiatan ini
perwujudan visi : memperkuat
2. Melakukan Mendapat nilai
konsultasi mentor saran/masukan organisasi:
dari mentor Beretika,
Kompetensi
Mendapatkan ijin
3. Mempersiapkan dalam
surat izjn yang melaksanakan
menerangkan kegiatan
rencana kegiatan
dan jadwal

2. Penyampaian 1. Menyiapkan Rancangan isu


Isu Kepada rancangan isu telah disiapkan
Pimpinan
2. Menyampaikan isu Mendapat arahan
kepada pimpinan dan saran dari
pimpinan

3. Menyiapkan surat
persetujuan isu oleh
27
Kontribusi Penguatan
No Output/Hasil Keterkaitan Substansi Mata
Kegiatan Tahapan Kegiatan terhadap Visi Misi Nilai
. Kegiatan Pelatihan
Organisasi Organisasi
1 2 3 4 5 6 7
pimpinan Isu telah disetujui
oleh pimpinan
3. Pembuatan 1. Menyiapkan data- Data LHP yang 1. Akuntabilitas Kontribusi kegiatan Dalam
register LHP data LHP yang belum terbit telah ini adalah sebagai kegiatan ini
yang belum belum terbit beserta disiapkan (transparan) perwujudan visi : memperkuat
selesai jatuh tempo Diwujudkan dengan Menjadi aparatur nilai
(Inovasi) penyelesaiannya keterbukaan dalam mendata pengawasan yang organisasi:
dan merekapitulasi LHP yang professional, Memiliki
belum terbit. mandiri dan integritas,
berintegritas Profesional,
2. Membuat Terwujudnya data (kepercayaan) Obyektif
rekapitulasi terkait LHP yang belum Kontribusi kegiatan
Diwujudkan dengan adanya
data LHP yang selesai ini adalah sebagai
partisipasi pihak terkait.
belum selesai perwujudan Misi ke
2. Nasionalisme 1:
Mendorong dan
(kerjasama) memberikan
3. Membuat kartu
kontrol LHP per Diharapkan adanya kerjasama kontribusi bagi
wilayah pengawasan dengan pihak terkait terselenggaranya
manajemen
3. Etika Publik pemerintahan
yang baik.
(Respect)
Diwujudkan dengan sikap
respect/ menghormati oleh
bawahan kepada atasan
(Kepedulian) Diwujudkan
dengan semua pihak terkait
bersedia memberikan data
nya)
28
Kontribusi Penguatan
No Output/Hasil Keterkaitan Substansi Mata
Kegiatan Tahapan Kegiatan terhadap Visi Misi Nilai
. Kegiatan Pelatihan
Organisasi Organisasi
1 2 3 4 5 6 7
4. Komitmen Mutu
(Inovatif) Diwujudkan dengan
pembuatan register LHP yang
belum ada.
5. Anti Korupsi
(Jujur) Diwujudkan dengan
pengakuan dari pihak terkait
tentang LHP yang belum
terselesaikan
4. Observasi dan 1. Melakukan diskusi Hasil diskusi1. Akuntabilitas Kontribusi kegiatan Dalam
identifikasi dengan atasan dengan atasan ini adalah sebagai kegiatan ini
(Transparansi) Diwujudkan perwujudan visi : memperkuat
masalah yang dalam keterbukaan dalam
menghambat Menjadi aparatur nilai organisasi
mengungkap permasalahan pengawasan yang :
penyelesaian
[Link] dengan Hasil wawancara 2. Nasionalisme professional, Integritas,
LHP
tim penyusun LHP mengenai (musyawarah untuk mufakat) mandiri dan Independen,
masalah hambatan hambatan masalah Diwujudkan dengan berintegritas perbaikan
yang terjadi yang terjadi melakukan diskusi dengan terus-
atasan Kontribusi kegiatan menerus
ini adalah sebagai
3. Etika Publik perwujudan Misi ke
4:
[Link] Daftar masalah (Keluwesan) Diwujudkan dengan
Menumbuhkan
masalah yang yang menghambat dapat mengetahui sinkronisasi dan
menghambat penyelesaian LHP permasalahan sinergi
penyelesaian LHP
pengawasan di
4. Komitmen Mutu
lingkungan.
(efektif) Diwujudkan dengan
mengetahui permasalahan
29
Kontribusi Penguatan
No Output/Hasil Keterkaitan Substansi Mata
Kegiatan Tahapan Kegiatan terhadap Visi Misi Nilai
. Kegiatan Pelatihan
Organisasi Organisasi
1 2 3 4 5 6 7
secara benar
5. Anti Korupsi
(Berani) Diwujudkan dengan
berani menanyakan hal hal
yang menjadi hambatan
5. Membuat 1. Konsultasi dengan Hasil konsultasi Akuntabilitas Kontribusi kegiatan Dalam
pembenahan atasan dengan atasan ini adalah sebagai kegiatan ini
atas (Kejelasan) perwujudan visi : memperkuat
permasalahan (Diwujudkan dengan pemecahan Menjadi aparatur nilai organisasi
yang ditemukan masalah yang jelas sesuai pengawasan yang :
dalam observasi kewenangannya professional, Profesional,
2. Melaporkan hasil Laporan hasil mandiri dan Obyektif,
Nasionalisme berintegritas Independen,
identifikasi dan identifikasi
melakukan diskusi perbaikan
(Musyawarah) Diwujudkan
mengenai Kontribusi kegiatan terus-
dengan pengamalan pancasila
pembenahan ini adalah sebagai menerus
sila ke 4 yaitu permusyawaratan
masalah dengan perwujudan Misi ke
perwakilan
pihak yang 1:
berwenang (rela berkorban) Diwujudkan Mendorong dan
dengan rela menyelesaikan memberikan

30
Kontribusi Penguatan
No Output/Hasil Keterkaitan Substansi Mata
Kegiatan Tahapan Kegiatan terhadap Visi Misi Nilai
. Kegiatan Pelatihan
Organisasi Organisasi
1 2 3 4 5 6 7
3. Menindaklanjuti hasil Penyelesaian LHP tugasnya bersama-sama kontribusi bagi
diskusi untuk yang terlambat terselenggaranya
penyelesaian Etika Publik manajemen
masalah (kearifan) Diwujudkan melalui pemerintahan
sikap menghargai,komunikasi, yang baik.
dan kerjasama
Komitmen mutu
(berorientasi mutu)
Diwujudkan dengan hasil diskusi
pemecahan masalah
Anti Korupsi
(Kerja Keras) Diwujudkan
dengan terselesainya
permasalahan
6. Membuat email 1. Melakukan diskusi Hasil diskusi dengan Akuntabilitas Kontribusi kegiatan Dalam
khusus untuk dengan atasan atasan ini adalah sebagai kegiatan ini
pengingat Tanggungjawab Diwujudkan perwujudan visi : memperkuat
penyelesaian dengan membuat LHP tepat Menjadi aparatur nilai
LHP (Inovasi) waktu pengawasan yang organisasi:
Konsisten Diwujudkan dengan professional, Profesional,
2. Membuat email Alamat email dengan mandiri dan obyektif,
selalu memberi peringatan
khusus yang akan otoritas pengelola berintegritas Independen,
kepada penyusun LHP
digunakan untuk email perbaikan
mengingatkan (Kejelasan) Diwujudkan dengan Kontribusi kegiatan terus-
penyusun LHP kejelasan alamat pengiriman ini adalah sebagai menerus
email perwujudan Misi ke
Nasionalisme 2:
31
Kontribusi Penguatan
No Output/Hasil Keterkaitan Substansi Mata
Kegiatan Tahapan Kegiatan terhadap Visi Misi Nilai
. Kegiatan Pelatihan
Organisasi Organisasi
1 2 3 4 5 6 7
3. Mengumpulkan Email penyusun LHP (musyawarah) Diwujudkan Mengembangkan
email tim penyusun telah terdata dengan melakukan musyawarah kapasitas
LHP kepada atasan pengawasan
intern pemerintah
Etika Publik yang profesional
(Kebersamaan) Diwujudkan dan kompeten.
dengan memberikan pengingat
4. Mengirim email ke Email terkirim agar yang bersangkutan
penyusun LHP saat menyelesaikan tugasnya
jatuh tempo kurang
satu minggu, 3 hari Komitmen Mutu
dan 1 hari (Inovatif) Diwujudkan dengan
adanya hal yang baru
Anti Korupsi
(peduli) Diwujudkan dengan
peduli terhadap belum
terselesaikan nya tugas teman
5.7. Membuat usulan 1. Melakukan diskusi Hasil diskusi Akuntabilitas Kontribusi kegiatan Dalam
pembenahan dengan atasan dengan atasan ini adalah sebagai kegiatan ini
SOP tentang (Konsistensi) Diwujudkan perwujudan visi : memperkuat
penyelesaian dengan jadwal yang jelas Menjadi aparatur nilai
LHP (keadilan) Diwujudkan dengan pengawasan yang organisasi:
bekerja sesuai dengan tupoksi professional, Menjunjung
2. Mengkaji SOP yang Hasil kajian SOP mandiri dan integritas,
nya
sudah ada berintegritas independen,
perbaikan
terus-
menerus

32
Kontribusi Penguatan
No Output/Hasil Keterkaitan Substansi Mata
Kegiatan Tahapan Kegiatan terhadap Visi Misi Nilai
. Kegiatan Pelatihan
Organisasi Organisasi
1 2 3 4 5 6 7
3. Membenahi poin Rancangan SOP Nasionalisme Kontribusi kegiatan
poin SOP hasil kajian hasil kajian ini adalah sebagai
(musyawarah) Diwujudkan perwujudan Misi ke
dengan sila 4 yaitu musyawarah 3:
kepada atasan Meningkatkan
Etika Publik integritas dan
kemandirian
(Orientasi organisasi) dalam
4. Mengusulkan Nota Usulan SOP Diwujudkan dengan mengkajian pelaksanaan
rancangan SOP pelaporan LHP SOP pengawasan
yang baru kepada secara
Komitmen mutu
pihak yang menyeluruh,
berwenang (efisien) Diwujudkan dengan transparan dan
peraturan yang akan digunakan berkelanjutan.
untuk menjalankan tugas tanpa
pemborosan
Anti korupsi
(disiplin) Diwujudkan dengan
bekerja sesuai aturan yang
berlaku

33

Anda mungkin juga menyukai