DIARE AKUT
No Dokumen :
S [Link]/181/[Link]/2020
O No Revisi : 01
P Tanggal Terbit : 14 Januari 2020
Halaman : 1/5
PUSKESMAS dr. Hj. Widi Utami, MM
PEKAPURAN NIP. 19701028 200003 2
RAYA 007
1. Pengertian Definisi :
Peradangan mukosa lambung dan usus halus yang ditandai
dengan Buang air besar (defekasi) dengan tinja berbentuk
cair atau setengahcair (setengahpadat) dengan frekuensi 3
kali atau lebih dalam waktu 24 jam. diare yang biasanya
berlangsung selama 3 – 7 hari tetapi dapat pula
berlangsung sampai 14 hari
Penyebab :
- Infeksi : Bakteri, virus, parasit, cacing, jamur
- Alergisusuataupunmakanantertentu
- Malabsorbsi/maldigestikarbohidrat, protein, lemak,
vitamin dan mineral
- Intoksikasimakanan
- Imunodefisiensi
- Therapiobat, antibiotik, kemoterapi, antasid, dll
- Neuropatiautonomik (neuropatidiabetik),
sindromZollinger-Ellison
Kriteria Diagnosis
Gejala dan tanda :
- Buang air besar (BAB) dengan konsistensi lembek
atau cair, dapat bercampur darah atau lendir, dengan
frekuensi 3 kali atau lebih dalam waktu 24 jam
- rasa tidak nyaman di perut (nyeri atau kembung)
- mual, muntah serta tenesmus.
- Dapat disertai demam dan lemas pada seluruh tubuh
-
Faktor Risiko
1. Higiene pribadi dan sanitasi lingkungan yang kurang.
2. Riwayat intoleransi laktosa, riwayat alergi obat.
3. Infeksi HIV atau infeksi menular seksual.
Perjalanan Penyakit :
Dehidrasi dapat timbul jika diare berat dan asupan oral
terbatas karena mual dan muntah, terutama pada anak
kecil dan usia lanjut. Dehidrasi bermanifestasi sebagai rasa
haus yang meningkat, berkurangnya jumlah BAK dengan
warna urin gelap, tidak mampu berkeringat dan perubahan
ortostatik
Klasifikasi dehidrasi dewasa
Dehidrasi Ringan (kehilangan cairan: 40-50 ml/kg BB)
Gejala klinis:
Keadaan umum: Haus, sadar, gelisah
Nadi, respirasi, tekanandarah, turgor, mata, urine:
Normal, mukosabasah
Dehidrasi Sedang (kehilangan cairan: 60-90 ml/kg BB)
Gejala klinis:
Keadaan umum: Haus dan gelisah
Nadi cepat dan kecil, respirasi agak cepat, tekanan
darah normal/turun, turgor kurang, mata cekung,
mukosa kering, urinasi kurang
Dehidrasi Berat (kehilangan cairan: 100-120 ml/kg BB)
Gejala klinis:
Keadaan umum: ngantuk, lemah, koma
Nadi tidak teraba, respirasi cepat dan dalam, tekanan
darah < 80 mmHg / tak terukur, turgor kurang
sekali, mata cekung sekali, mukosa kering sekali,
urinasi tidak ada
Klasifikasi dehidrasi pada Bayi dan Anak
Dehidrasi Ringan Kekurangan cairan 0-5% (25 ml/Kg BB)
Gejala Klinis:
Kesadaran compos mentis
Nadi: 120 x/menit
Pernapasan normal
Ubun-ubun besar agak cekung
Mata agak cekung
Turgor dan tonus normal
Dehidrasi Sedang Kekurangan cairan 5-10% (75 ml/Kg BB)
Gejala Klinis:
Kesadaran gelisah
Nadi 120-130 x/menit
Pernapasan agak cepat
Ubun-ubun besar cekung
Mata cekung
Turgor dan tonus: agak kurang
Dehidrasi Berat Kekurangan cairan > 10% (125 ml/Kg BB)
Gejala Klinis:
Kesadaran apatis, koma
Nadi> 140 x/menit
Pernapasan kusmaull
Ubun-ubun besar cekung sekali
Mata cekung sekali
Turgor dan tonus kurang sekali
2. Tujuan Sebagai acuan penerapan langkah-langkah diagnosa dan
penatalaksanaan penyakit Diare akut
3. Kebijakan Keputusan Kepala Puskesmas Nomor 041 Tahun 2020
Tentang Kebijakan Penyelenggaraan Pelayanan Klinis
Puskesmas Pekapuran Raya Perubahan Atas Keputusan
Kepala Puskesmas Pekapuran Raya Nomor 006 Tahun 2017
Tentang Kebijakan Penyelenggaraan Pelayanan Klinis
Puskesmas Pekapuran Raya
4. Referensi Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor
HK.02.02/Menkes/514/2015 Tentang Panduan Praktik
Klinis Bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan
Tingkat Pertama
5. Prosedur/ 1. Anamnesa
Langkah- - Diare cair sudah berapa hari? Berapa sering?
langkah
- Apakah disertai demam?
Halaman : 2/5
- Apakah ada perasaan mual dan muntah?
- Apakah tinja bercampur dengan darah atau
berlendir?
- Apakah ada nyeri perut atau perasaan melilit terus
menerus
2. PemeriksaanFisik
- Keadaan umum lemas
- Nyeri tekan pada perut
- Gerakan peristaltik usus meningkat
3. Diagnosis Diferensial
- Mencret psikologi
- Crohn Disease
- Malabsorpsi
4. PemeriksaanPenunjang
- Pemeriksaan rutin tinja
5. Terapi
a. Dehidrasi ringan
1) Oralit 60ml/kgBB dalam 4-8 jam
pertama,dilanjutkan 5-10ml/kgBB tiap BAB
2) diit lunak (tidak merangsang peristaltik usus)
b. Dehidrasi sedang dan berat, pasien dianjurkan
untuk rawat inap,
1) medikamentosa :
Obat anti diare (attapulgite, loperamide) , Antibiotik
bila ada indikasi :
Metronidazole 3x500mg untuk 5-10 hari (giardia,
[Link])
Cotrimoxazol 2x2 tablet untuk 5-7 hari atau
Ciprofloxacin 2x500mg untuk 3-5 hari
c. Penatalaksanaan pada Pasien Anak
1) Rehidrasi menggunakan Oralit osmolalitas rendah
2) dengan dosis:
3) Diare tanpa dehidrasi
4) Umur < 1 tahun: ¼ - ½ gelas setiap kali anak
mencret (50– 100 ml)
5) Umur 1 – 4 tahun: ½-1 gelas setiap kali anak
mencret (100–200 ml)
6) Umur diatas 5 Tahun: 1–1½ gelas setiap kali
anak mencret (200– 300 ml)
7) Diare dengan dehidrasi ringan sedang
8) Dosis oralit 3 jam pertama 75 ml/ kg bb dan
selanjutnya diteruskan dengan pemberian oralit
seperti diare tanpa dehidrasi.
9) Diare dengan dehidrasi berat
10) Penderita diare yang tidak dapat minum harus
segera diinfus.
11) Zinc diberikan selama 10 hari berturut-turut
Halaman : 3/5
Dosis pemberian Zinc pada balita:
i. Umur < 6 bulan : ½ tablet (10 mg) per
hari selama 10 hari.
ii. Umur > 6 bulan : 1 tablet (20 mg) per
hari selama 10 hari.
12) Teruskan pemberian ASI dan Makanan
13) Antibiotik Selektif
14) Nasihat kepada orang tua/pengasuh
OUT PUT
- Keluhan diare berkurang
- Keadaan umum membaik
6. Diagram Alir
anamnesa
Pemeriksaan Fisik
- Keadaan umum lemas
- Nyeri tekan pada perut
- Gerakan peristaltik usus meningkat
Pemeriksaan penunjang bila diperlukan:
Rutin feses
Penatalaksanaan :
1. Diare dehidrasi ringan
2. Dehidrasi Sedang berat
3. Diare pada anak
Pasien pulang / di rujuk
7. Unit Terkait
1. Ruang Pemeriksaan Umum
2. Ruang KIA,KB,Imunisasi dan PKPR
Pelayanan Konsultasi Gizi
3. Laboratorium
8. Rekaman No Yang diubah Tanggal
Historis mulai
Perubahan diberlakukan
Isi Perubahan
Halaman : 4/5
1. Kebijakan Keputusan Kepala 14 Januari
Puskesmas Nomor 2020
041 Tahun 2020
Tentang Kebijakan
Penyelenggaraan
Pelayanan Klinis
Puskesmas
Pekapuran Raya
Perubahan Atas
Keputusan Kepala
Puskesmas
Pekapuran Raya
Nomor 006 Tahun
2017 Tentang
Kebijakan
Penyelenggaraan
Pelayanan Klinis
Puskesmas
Pekapuran Raya
2. Referensi Keputusan Menteri 14 Januari
Kesehatan Republik 2020
Indonesia Nomor
HK 02.02/Menkes/
514/2015 Tentang
Panduan Praktis
Klinis Bagi Dokter di
Fasilitas Pelayanan
Kesehatan Tingkat
Pertama
3. Diagram alir Menambahkan 14 Januari
diagram alir 2020
Halaman : 5/5