0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
638 tayangan5 halaman

Kalkulasi Biaya Proses Produksi

Dokumen tersebut membahas tentang Process Costing yang merupakan metode penentuan harga pokok produksi untuk barang-barang yang diproduksi secara massal melalui beberapa proses. Metode ini mengumpulkan biaya produksi untuk setiap proses dan menghitung biaya per unit dengan membagi total biaya dengan jumlah unit yang dihasilkan.

Diunggah oleh

depi nur
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
638 tayangan5 halaman

Kalkulasi Biaya Proses Produksi

Dokumen tersebut membahas tentang Process Costing yang merupakan metode penentuan harga pokok produksi untuk barang-barang yang diproduksi secara massal melalui beberapa proses. Metode ini mengumpulkan biaya produksi untuk setiap proses dan menghitung biaya per unit dengan membagi total biaya dengan jumlah unit yang dihasilkan.

Diunggah oleh

depi nur
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PROCESS COSTING

RANGKUMAN
UNTUK MEMENUHI TUGAS MATA KULIAH
Akuntansi Biaya
Yang diampu oleh Ibu Makaryanawati

Disusun Oleh :
Amalia Rahma Putri 180422623180
Bagas Ainur 180422623147
Devani Nindia Putri 180422623022

UNIVERSITAS NEGERI MALANG


FAKULTAS EKONOMI
S1 AKUNTANSI
SEPTEMBER 2019
PENGERTIAN
Process Costing merupakan cara penentuan harga pokok dimana biaya-biaya produksi
dikumpulkan untuk mengolah produknya secara massa. Dalam metode ini, biaya produksi
dikumpulkan untuk setiap proses selama jangka waktu tertentu, dan biaya produksi per satuan
dihitung dengan cara membagi total biaya produksi dalam proses tertentu, selama periode
tertentu, dengan jumlah satuan produk yang dihasilkan dari proses tersebut selama jangka waktu
yang bersangkutan.

KARATERISTIK
Karakteristik perusahaan yang berproduksi massa :
 Produk yang dihasilkan merupakan produk standar
 Produk yang dihasilkan dari bulan ke bulan adalah sama
 Kegiatan produksi dimulai dengan diterbitkannya perintah produksi yang berisi rencana
produksi produk standar untuk jangka waktu tertentu

Metode biaya proses digunakan untuk barang-barang yang diproduksi melalui


pengolahan yang berkesinambungan atau melalui proses produksi massal. Keadaan
seperti ini terdapat dalam perusahaan industri yang menghasilkan komoditi seperti
plastik, minyak bumi, tekstil, baja, gandum, dan gula. Metode biaya proses juga
digunakan oleh perusahaan yang memproduksi barang-barang seperti sekrup, alat-alat
elektronik ringan, dan oleh industri perakitan (mobil, pesawat terbang, dan perkakas
rumah tangga). Beberapa perusahaan umum (gas, air minum, dan listrik) juga
mengkalkulasi biaya produksinya dengan metode biaya proses.

CIRI-CIRI BIAYA KALKULASI:


1. Biaya dibebankan ke perkiraan barang dalam proses pada setiap departemen.
2. Laporan biaya produksi digunakan untuk mengumpulkan, mengikhtisarkan, dan
menghitung biaya per unit dan biaya total.
3. Barang dalam proses pada akhir periode akan dinilai kembali dalam satuan unit
ekuivalen (artinya, dihitung berapa unit barang jadi yang setara dengan barang
dalam proses tersebut).
4. Biaya-biaya dari unit-jadi pada suatu departemen akan ditransfer ke departemen
pengolahan berikutnya agar pada akhirnya dapat diketahui biaya total untuk barang
jadi selama satu periode, dan biaya yang harus dibebankan ke barang dalam proses.

Kalkulasi Biaya per Departemen


Pada perusahaan pabrikan, proses produksi dapat berlangsung melalui beberapa
departemen. Setiap departemen melaksanakan suatu operasi yang spesifik atau suatu proses yang
mengarah pada penyelesaian suatu produk. Contohnya, dalam situasi di mana digunakan metode
biaya proses, departemen pertama melaksanakan fase pengerjaan awal atas suatu barang dan
kemudian mentransfer unit-unit produksinya ke departemen kedua. Departemen kedua
menyelesaikan bagian pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya, lalu mentransfer unit-unit
produksinya ke departemen ketiga yang merampungkan barang terse but secara tuntas dan
kemudian menyampaikannya ke gudang barang jadi. Unit produksi yang ditransfer dari satu
departemen ke departemen berikutnya juga akan disertai dengan biaya-biaya yang
diakumulasikan di departemen yang bersangkutan. Biaya bahan, upah pekerja, dan overhead
pabrik akan dibebankan ke perkiraan barang dalam proses yang diselenggarakan untuk setiap
departemen.
Dalam kalkulasi biaya proses, biaya total dan biaya per unit pada setiap departemen akan
diikhtisarkan dalam laporan biaya produksi. Dalam laporan ini, biaya unit jadi akan digunakan
untuk menghitung biaya unit-unit yang masih dalam proses. Pemisahan biaya untuk unit yang
ditransfer dan untuk persediaan barang dalam proses pada setiap departemen diperlukan untuk
pengendalian biaya.

LAPORAN BIAYA PRODUKSI


Dalam kalkulasi biaya proses, semua biaya yang dibebankan ke sebuah departemen akan
diikhtisarkan dalam laporan biaya produksi untuk departemen tersebut. Laporan ini merupakan
sarana guna menyajikan jumlah biaya yang diakumulasikan dan rinciannya selama satu bulan. Di
samping itu, laporan ini merupakan sumber informasi guna menyiapkan ayat jumal ikhtisar yang
mencatat aktivitas dalam setiap perkiraan biaya.
Laporan biaya produksi untuk sebuah departemen akan memperlihatkan (1) biaya total
dan biaya per unit yang ditransfer dari departemen sebelumnya, (2) biaya bahan, upah pekerja,
dan overhead pabrik yang ditambahkan di departemen tersebut, (3) biaya per unit yang
ditambahkan di departemen tersebut, (4) biaya total dan biaya per unit yang diakumulasikan pada
akhir operasi departemen tersebut, (5) nilai (harga pokok) persediaan awal dan akhir barang
dalam proses yang berada dalam salah satu tahap penyelesaian kerja, dan (6) biaya yang
ditransfer ke departemen berikutnya atau ke gudang barang jadi. Perhitungan biaya dalam
laporan ini biasanya dibagi dalam dua bagian : pertama, menunjukan biaya total yang harus
dipertanggungjawabkan oleh departemen yang bersangkutan, dan kedua, memperlihatkan
pembagian biaya tersebut. Laporan biaya produksi atau skedul pendukung dibutuhkan untuk
mengendalikan biaya dan untuk menentukan nilai persediaan akhir barang dalam proses, karena
laporan ini menyajikan unsur-unsur biaya serta rinciannya untuk setiap departemen.
Dalam laporan biaya produksi juga tercakup data produksi yang harus
dipertanggungjawabkan oleh departemen yang bersangkutan dan disposisi jumlah total dari unit-
unit ini. Informasi dalam skedul ini, setelah disesuaikan menurut produksi ekuivalen, akan
digunakan untuk menghitung biaya per unit yang ditambahkan oleh departemen yang
bersangkutan, biaya persediaan akhir barang dalam proses, dan biaya produksi yang akan
ditransfer dari departemen tersebut.

VARIASI KASUS DALAM PROCESS COSTING


a. Metode harga pokok proses pada perusahaan yang produksinya diolah hanya melalui satu
departemen produksi.
b. Metode harga pokok proses pada perusahaan yang produksinya diolah melalui lebih dari
satu departemen produksi.
c. Pengaruh terjadinya produk hilang dalam proses produksi terhadap perhitungan harga
pokok produksi per unit.
d. Metode harga pokok proses pada perusahaan yang mempunyai persediaan produk dalam
proses awal.

Langkah-langkah perhitungan dalam process costing :


1. Biaya produksi dibagi menjadi tiga : biaya bahan baku, biaya tenaga kerja
langsung, dan biaya overhead pabrik.
2. Menentukan besarnya biaya produksi, ditentukan berdasarkan biaya yang
sesungguhnya terjadi.
3. Menghitung besarnya unit ekuivalensi, dengan cara :

∑ produk jadi+(∑ produk dalam proses x % penyelesaian )


4. Menghitung besarnya biaya produksi per unit, dengan cara membagi masing-
masing biaya produksi dengan unit ekuivalannya, kemudian menjumlahkannya.
5. Menghitung nilai produk jadi :

∑ produk jadi x biaya produksi per unit


6. Menghitung nilai produk dalam proses :
( ∑ produk dalam proses x % penyelesaiannya ) x biaya produksi per unit

Anda mungkin juga menyukai