0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
405 tayangan12 halaman

Penyebab dan Pencegahan Stunting Balita

Makalah ini membahas tentang stunting pada balita. Faktor penyebab stunting antara lain gizi ibu hamil dan menyusui yang kurang, asupan gizi balita yang tidak seimbang, penyakit berulang, dan faktor lingkungan. Dampak stunting meliputi gangguan pertumbuhan fisik dan perkembangan mental jangka panjang, kesulitan belajar, dan lamanya masa sekolah. Upaya pencegahan stunting adalah dengan meningkatkan gizi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
405 tayangan12 halaman

Penyebab dan Pencegahan Stunting Balita

Makalah ini membahas tentang stunting pada balita. Faktor penyebab stunting antara lain gizi ibu hamil dan menyusui yang kurang, asupan gizi balita yang tidak seimbang, penyakit berulang, dan faktor lingkungan. Dampak stunting meliputi gangguan pertumbuhan fisik dan perkembangan mental jangka panjang, kesulitan belajar, dan lamanya masa sekolah. Upaya pencegahan stunting adalah dengan meningkatkan gizi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

STUNTING PADA BALITA

MAKALAH

Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Mata Kuliah Bahasa Indonesia

Oleh :
Kelompok 3

Fifany Lingga Prillia (184102017)


Sinta Andra Lupita (184102022)
Dhea Berlia Sribudiutami (184102032)
Siti Nurma Mutmainah (184102038)
Nurul Mega Utami (184102039)
Siti Dewi Hermansyah Putri (184102041)
Anindita Dwi Permata (184102048)

JURUSAN GIZI
FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS SILIWANGI
2018
LEMBAR PENGESAHAN/PENERIMAAN

Makalah ini telah diterima pada hari...................tanggal...................

oleh

Dosen Mata Kuliah Bahasa Indonesia,

Ai Siti Nurjamilah, [Link].


KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami panjatkan kepada Allah swt., karena berkat rahmat
dan karunia-Nya kami dapat menyelesaikan makalah ini. Selawat serta salam
semoga tetap tercurah kepada Nabi Muhammad saw., beserta keluarganya, para
sahabatnya, dan umatnya hingga akhir zaman.

Makalah ini berjudul " Stunting pada Balita ", dengan tujuan penulisan
untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Bahasa Indonesia. Makalah ini
menjelaskan faktor–faktor penyebab stunting, dampak yang terjadi akibat
stunting, dan upaya pencegahan stunting pada balita.

Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah


memberikan bimbingan dan bantuan kepada kami dalam menyelesaikan makalah
ini. Kami menyadari keterbatasan kemampuan dan pengetahuan sehingga makalah
ini masih jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu kami mengharapkan saran dan
kritik yang membangun sebagai bekal tambahan untuk kami di masa depan.

Kami berharap makalah ini bisa bermanfaat khususnya bagi penulis dan
umumnya bagi semua orang.

Tasikmalaya, 30 September 2018

Penulis
DAFTAR ISI

KATA
PENGANTAR..............................................................................................i
DAFTAR ISI...........................................................................................................ii
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang.......................................................................................1
B. Rumusan Masalah..................................................................................1
C. Tujuan Penulisan .................................................................................1
D. Manfaat Penulisan................................................................................1
E. Prosedur Makalah................................................................................2

BAB II PEMBAHASAN
A. Kajian Teoritis......................................................................................3
B. Pembahasan .........................................................................................3
a. Faktor Penyebab Stunting................................................................3
b. Dampak dari Stunting......................................................................4
c. Pencegahan Stunting...................................................................5

BAB III PENUTUP


A. Kesimpulan.............................................................................................7
B. Saran.........................................................................................................7

DAFTAR PUSTAKA.................................................................................8
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Masalah gizi adalah masalah keadilan karena merupakan dampak dari
kegagalan seseorang untuk memenuhi haknya. Perkembangan status gizi di
indonesia dapat dikelompokkan menjadi 3 yaitu: Masalah yang telah dapat
diselesaikan; Masalah yang belum selesai ( un-finished ); dan Masalah baru yang
mengancam kesehatan masyarakat ( emerging ).
Masalah yang telah dapat diselesaikan adalah Kekurangan Vit A,
Gangguan Akibat Kurang Yodium, dan Anemia Gizi pada anak 2-5 tahun. Untuk
masalah yang belum selesai adalah Gizi Kurang, dan Stunting. Dan untuk masalah
baru yang mengancam kesehatan masyarakat adalah Gizi Lebih ( Obesitas ).
Untuk stunting sendiri, Indonesia menduduki peringkat ke-5 dengan
stunting terbanyak di dunia, sekitar 8.8 juta balita mengalami stunting.
Berdasarkan hasil Pemantauan Status Gizi tahun 2017, menyebutkan prevalensi
balita stunting adalah 29,6% sedangkan untuk baduta stunting adalah 20,1%.
Melalui Peraturan Presiden no 42 tahun 2013 tentang Gerakan Nasional
Percepatan Perbaikan Gizi, pemerintah telah memfokuskan pada gizi 1000 Hari
Kehidupan Pertama (HPK). Perpres tersebut diharapkan mampu yang salah
satunya dapat meningkatkan kapasitas sumber daya manusia serta partisipasi
masyarakat untuk menerapkan norma – norma sosial yang mendukung perilaku
sadar gizi.

B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas maka yang menjadi rumusan masalah
adalah sebagai berikut:
a. Bagaimana faktor penyebab stunting pada balita ?
b. Bagaimana dampak dari stunting pada balita ?
c. Bagaimana upaya pencegahan stunting pada balita ?

C. Tujuan Penulisan
Tujuan penulisan makalah ini diantaranya :
a. Mengetahui faktor penyebab stunting pada balita
b. Mengetahui dampak dari stunting pada balita
c. Mengetahui upaya pencegahan stunting pada balita

D. Manfaat Penulisan
Makalah ini diharapkan bisa bermanfaat bagi semua pihak, baik untuk
penulis sebagai ajang menambah wawasan maupun bagi pembaca. Dan
diharapkan bisa menumbuhkan kesadaran akan pentingya gizi bagi kehidupan
manusia, khususnya gizi 1000 Hari Kehidupan Pertama sebagai upaya preventif
stunting pada balita.
E. Prosedur Makalah
Data teoritis makalah ini dikumpulkan dengan teknik pustaka,
yaitu mengambil data melalui kegiatan membaca berbagai literatur yang
berhubungan dengan tema makalah.
BAB II
PEMBAHASAN

A. Kajian Teoritis
Stunting merupakan bentuk kegagalan pertumbuhan ( growth faltering )
akibat akumulasi ketidakcukupan nutrisi yang berlangsung lama mulai dari
kehamilan sampai usia 24 bulan ( Hoffman et al, 2000; Bloem et al, 2013).
Stunting atau pendek adalah suatu gangguan pertumbuhan linier yang digunakan
secara luas untuk mengukur status gizi individu maupun kelompok masyarakat.

Periode 0-24 bulan merupakan periode yang menentukan kualitas


kehidupan sehingga disebut dengan periode emas. Periode ini merupakan periode
yang sensitif karena akibat yang ditimbulkan terhadap bayi pada masa ini akan
bersifat permanen dan tidak dapat dikoreksi.

Indikator yang digunakan untuk mengidentifikasi stunting adalah berdasarkan


indeks Tinggi Badan menurut umur ( TB/U ) menurut standar WHO child growth
standart dengan kriteria stunting jika nilai z score TB/U < - 2 Standar Deviasi
( SD ) ( Picauly dan Toy, 2013; Mucha, 2013 ).

B. Pembahasan

a. Faktor Penyebab Stunting


Menurut beberapa penelitian, kejadian stunting pada anak
merupakan suatu proses kumulatif yang terjadi sejak kehamilan, masa
kanak-kanak dan sepanjang siklus kehidupan. Pada masa ini merupakan
proses terjadinya stunting pada anak dan peluang peningkatan stunting
terjadi dalam 2 tahun pertama kehidupan.

Faktor gizi ibu sebelum dan selama kehamilan merupakan


penyebab tidak langsung yang memberikan kontribusi terhadap
pertumbuhan dan perkembangan janin. Ibu hamil dengan gizi kurang akan
menyebabkan janin mengalami intrauterine growth retardation (IUGR),
sehingga bayi akan lahir dengan kurang gizi, dan mengalami gangguan
pertumbuhan dan perkembangan.

Anak-anak yang mengalami hambatan dalam pertumbuhan


disebabkan kurangnya asupan makanan yang memadai dan penyakit
infeksi yang berulang, dan meningkatnya kebutuhan metabolic serta
mengurangi nafsu makan, sehingga meningkatnya kekurangan gizi pada
anak. Keadaan ini semakin mempersulit untuk mengatasi gangguan
pertumbuhan yang akhirnya berpeluang terjadinya stunting (Allen and
Gillespie, 2001).

Gizi buruk kronis (stunting) tidak hanya disebabkan oleh satu


faktor saja seperti yang telah dijelaskan diatas, tetapi disebabkan oleh
banyak faktor, dimana faktor-faktor tersebut saling berhubungan satu sama
lainnnya.

Faktor penyebab stunting yaitu sebagai berikut :


a) Asupan makanan tidak seimbang (berkaitan dengan kandungan zat
gizi dalam makanan yaitu karbohidrat, protein,lemak, mineral,
vitamin, dan air).
b) Riwayat berat badan lahir rendah (BBLR).
c) Riwayat penyakit.
d) Pemberian makan yang tidak sesuai.
e) Faktor kemiskinan.

b. Dampak dari Stunting

Menurut laporan UNICEF (1998) beberapa fakta terkait stunting dan


pengaruhnya antara lain sebagai berikut :
a) Anak-anak yang mengalami stunting lebih awal yaitu sebelum usia
enam bulan, akan mengalami stunting lebih berat menjelang usia
dua tahun. Stunted yang parah pada anak-anak akan terjadi
defisit  jangka panjang dalam perkembangan fisik dan mental
sehingga tidak   mampu untuk belajar secara optimal di sekolah,
dibandingkan anak- anak dengan tinggi badan normal. Anak-anak
dengan stunting cenderung lebih lama masuk sekolah dan lebih
sering absen dari sekolah dibandingkan anak-anak dengan status
gizi baik. Hal ini memberikan  konsekuensi terhadap kesuksesan
anak dalam  kehidupannya dimasa yang akan datang.

b) Stunting akan sangat mempengaruhi kesehatan dan


perkembanangan anak. Faktor dasar yang menyebabkan stunting
dapat mengganggu pertumbuhan dan perkembangan intelektual.
Penyebab dari stunting adalah bayi berat lahir rendah, ASI yang
tidak memadai, makanan  tambahan yang tidak sesuai, diare
berulang, dan infeksi pernapasan. Berdasarkan penelitian sebagian
besar anak-anak dengan stunted mengkonsumsi makanan yang
berada di bawah ketentuan  rekomendasi kadar gizi, berasal dari
keluarga miskin dengan jumlah keluarga banyak, bertempat tinggal
di wilayah pinggiran kota dan komunitas pedesaan.

c) Pengaruh gizi pada anak usia dini yang mengalami stunting dapat
mengganggu pertumbuhan dan perkembangan kognitif
yang  kurang. Anak stunting pada usia lima tahun cenderung
menetap sepanjang hidup, kegagalan pertumbuhan anak usia dini
berlanjut pada masa remaja dan kemudian tumbuh menjadi wanita
dewasa yang stunting dan mempengaruhi secara langsung pada
kesehatan dan produktivitas, sehingga meningkatkan peluang
melahirkan anak  dengan BBLR. Stunting terutama berbahaya pada
perempuan, karena lebih cenderung menghambat dalam proses
pertumbuhan dan berisiko lebih besar meninggal saat melahirkan.
Stunting dapat mengakibatkan penurunan intelegensia (IQ), sehingga
prestasi belajar menjadi rendah dan  tidak dapat melanjutkan sekolah. Bila
mencari pekerjaan, peluang gagal tes wawancara pekerjaan  menjadi besar
dan tidak mendapat pekerjaan yang baik, yang berakibat penghasilan
rendah (economic productivity hypothesis) dan tidak dapat mencukupi
kebutuhan pangan. Karena itu anak yang menderita stunting berdampak
tidak hanya pada fisik yang lebih pendek saja, tetapi juga pada kecerdasan,
produktivitas dan prestasinya kelak setelah dewasa, sehingga akan menjadi
beban negara. Selain itu dari aspek estetika, seseorang yang tumbuh
proporsional akan kelihatan lebih menarik dari yang tubuhnya pendek.

Stunting yang terjadi pada masa anak merupakan faktor risiko


meningkatnya angka kematian, kemampuan kognitif, dan perkembangan
motorik yang rendah serta fungsi-fungsi tubuh yang tidak seimbang (Allen
& Gillespie, 2001). Gagal tumbuh yang terjadi akibat kurang gizi pada
masa-masa emas ini akan berakibat buruk pada kehidupan berikutnya dan
sulit diperbaiki.

c. Upaya Pencegahan Stunting


Asupan gizi merupakan salah satu hal penting yang dapat
memengaruhi tumbuh kembang Si Kecil, terutama di 1.000 hari
pertamanya (mulai dari janin hingga anak berusia dua tahun). Sebab, di
tahap usia ini ia mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang pesat.
Berdasarkan rekomendasi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Ibu
perlu memastikan kebutuhan gizi anak di 1.000 hari pertama tercukupi
agar kelak tumbuh kembang Si Kecil tidak mengalami gangguan,
contohnya seperti stunting.

Berikut beberapa cara pencegahan stunting :


a) Penuhi kebutuhan gizi selama  masa kehamilan
b) Kebutuhan gizi Ibu  saat menyusui
c) Kebutuhan gizi bayi 0 – 12 bulan
d) Kebutuhan gizi anak 1 – 2 tahun
e) Pastikan asupan gizi anak 6 bulan ke atas terpenuhi dengan MP-
ASI
f) Pantau pertumbuhan anak
g) Jaga kebersihan lingkungan

Zat Gizi Mikro yang berperan untuk


menghindari stunting (Pendek)
a) Kalsium
b) Yodium
c) Zink
d) Zat Besi
e) Asam Folat
Untuk membantu pemerintah dalam melakukan perbaikan gizi
pada balita Stunting,   menurut Unicef Indonesia perhatian khusus harus
diberikan pada:

a) Penciptaan dan penguatan mekanisme koordinasi nasional dan


daerah untuk mengimplementasikan Rencana Aksi Nasional
Pangan dan Gizi, dan untuk melakukan koordinasi dengan sektor-
sektor non-gizi. 
b) Pengembangan, pemantauan dan penegakan peraturan
nasional untuk mengawasi pemasaran produk pengganti ASI.

c) Revisi standar minimal pelayanan kesehatan untuk mencakup aksi-


aksi dan sasaran gizi,seperti aksi-aksi yang berhubungan dengan
konseling gizi, makanan pendamping ASI dan gizi ibu.
d) Penguatan sistem informasi kesehatan untuk meningkatkan
keandalan data, promosi pengawasan suportif terhadap program
kesehatan dan gizi, dan promosi penggunaan data oleh petugas
kesehatan secara terus-menerus untuk meningkatkan dampak
program. 
e) Penguatan program fortifikasi pangan nasional dengan
memperbarui standar fortifikasiuntuk terigu, pengharusan
fortifikasi minyak, dan peningkatan penegakan legislasi yang ada;
tentang iodisasi garam. 
f) Implementasi langkah-langkah untuk merekrut, mengembangkan
dan mempertahankan ahli gizi  yang memenuhi syarat, termasuk
insentif bagi mereka yang bekerja di daerah-daerah yang kurang
terlayani. 
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Stunting merupakan bentuk kegagalan pertumbuhan ( growth faltering )
akibat akumulasi ketidakcukupan nutrisi yang berlangsung lama mulai dari
kehamilan sampai usia 24 bulan ( Hoffman et al, 2000; Bloem et al, 2013).
Stunting atau pendek adalah suatu gangguan pertumbuhan linier yang digunakan
secara luas untuk mengukur status gizi individu maupun kelompok masyarakat.

Faktor gizi ibu sebelum dan selama kehamilan merupakan penyebab


tidak langsung yang memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan dan
perkembangan janin. Ibu hamil dengan gizi kurang akan menyebabkan janin
mengalami intrauterine growth retardation (IUGR), sehingga bayi akan lahir
dengan kurang gizi, dan mengalami gangguan pertumbuhan dan perkembangan.

Pengaruh gizi pada anak usia dini yang mengalami stunting dapat
mengganggu pertumbuhan dan perkembangan kognitif yang  kurang. Anak
stunting pada usia lima tahun cenderung menetap sepanjang hidup, kegagalan
pertumbuhan anak usia dini berlanjut pada masa remaja dan kemudian tumbuh
menjadi wanita dewasa yang stunting dan mempengaruhi secara langsung pada
kesehatan dan produktivitas, sehingga meningkatkan peluang melahirkan
anak  dengan BBLR. Stunting terutama berbahaya pada perempuan, karena lebih
cenderung menghambat dalam proses pertumbuhan dan berisiko lebih besar
meninggal saat melahirkan.

Penguatan sistem informasi kesehatan untuk meningkatkan keandalan data,


promosi pengawasan suportif terhadap program kesehatan dan gizi, dan promosi
penggunaan data oleh petugas kesehatan secara terus-menerus untuk
meningkatkan dampak program. 

B. Saran
Perlu adanya metode penelitian lebih lanjut akan upaya pencegahan stunting
untuk mengurangi presentase angka balita yang mengalami stunting setiap tahun.
DAFTAR PUSTAKA

[Link]
mencukupi-kebutuhan-gizi-si-kecil#

[Link]
[Link]
[Link]
Masalah-Gizi-dan-Penguatan-Pelayanan-Gizi-dalam-Pencegahan-Stunting-di-
Indonesia%20(1).pdf

[Link]

[Link]

[Link]
[Link]/

Mitra. 2015. Permasalahan Anak Pendek (Stunting) dan Intervensi untuk


Mencegah Terjadinya Stunting. Jurnal Kesehatan Komunitas. 2(6):254-261.

Khoirun Ni'mah, dan Siti Rahayu Nadhiroh. 2015. Faktor yang Berhubungan
dengan Kejadian Stunting pada Balita. Jurnal Media Gizi Indonesia. 10(1):13-19.

Anda mungkin juga menyukai