0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
236 tayangan12 halaman

Proses Asuhan Gizi Pasien DM dan Hipoalbumin

Dokumen tersebut membahas tentang proses asuhan gizi terstandar untuk Ny. S, pasien usia 60 tahun dengan diagnosis septic condition, DM tipe 2, hipoglikemia berat, hipoalbuminemia berat, dan ulkus dekubitus. Ringkasan diagnosa gizi pasien adalah kekurangan zat gizi, energi, dan protein yang disebabkan oleh asupan makanan dan zat gizi yang kurang.

Diunggah oleh

pnr 02
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
236 tayangan12 halaman

Proses Asuhan Gizi Pasien DM dan Hipoalbumin

Dokumen tersebut membahas tentang proses asuhan gizi terstandar untuk Ny. S, pasien usia 60 tahun dengan diagnosis septic condition, DM tipe 2, hipoglikemia berat, hipoalbuminemia berat, dan ulkus dekubitus. Ringkasan diagnosa gizi pasien adalah kekurangan zat gizi, energi, dan protein yang disebabkan oleh asupan makanan dan zat gizi yang kurang.

Diunggah oleh

pnr 02
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PROSES ASUHAN GIZI TERSTANDAR

Untuk memenuhi tugas matakuliah


Dietetika Penyakit Tidak Menular
Yang dibina oleh Ibu Dr. Etik Sulistyowati, SST, [Link], [Link].

Kelompok 4 :
Rahma Hayu Novianti (P17110181026)
Nindia Kumala Sinta Bela (P17110181027)
Amalia Larasati (P17110181028)
Siti Nurul Hasanah (P17110181029)
Annisa Dwi Ayuindhira (P17110181030)
Putri Nur Rahmatila (P17110181031)
Lu’lu’ Berlya Nabilah W.Q (P17110181032)
Kholilah (P17110181033)

POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES MALANG


JURUSAN GIZI
PROGRAM STUDI DIPLOMA III GIZI
September 2020
KASUS

Ny. S, usia 60 tahun dirawat di ruang IPD, dengan diagnosis Septic condition + DM Lauk Nabati:
Type II + Post Hipoglikemia + Severe Hipoalbumin + Ulkus dekubitus. Hasil Tahu & tempe @4-6x/minggu (@1 potong sedang), diolah dengan cara digoreng.
pengukuran antropometri menunjukkan hasil LILA=19 cm, TL= 45 cm. Hasil
laboratorium: GDA= 300 mg/dL, Hb = 6,7 g/dL dan albumin = 1,63 g/dL, Sayuran:
sedangkan kondisi fisik klinis pasien menunjukkan: Daun papaya, pare, pokak @2-3x/hari yang diolah dengan cara direbus / dioseng
KS = GCS 456 Wortel. Kentang, buncis @2x/minggu yang diolah menjadi sayur sop
TD = 130/80 mmHg
N = 87x/menit Buah:
RR = 21x/menit Alpukat 2-3x/minggu @1 buah
Suhu = 36,2oC Anggur merah 1x/minggu @5-7 buah
Buah naga 2-3x/minggu @1 buah
Hasil anamnesis riwayat makan saat di rawat di RS adalah sebagai berikut: Mangga 2x/hari @1 buah (jika musim)
Nafsu makan menurun, tidak mual dan muntah. Manggis 1x/minggu @1 buah
Hasil recall:
Energi = 634,1 Kkal (48,8%) Lain-lain:
Protein = 15,5 g (31,8%) Tidak mengkonsumsi teh, kopi, minuman bersoda.
Lemak = 13,4 g (37,1%) Konsumsi jamu rebusan daun 1x/hari.
KH = 110,7 g (56,8%) Pohung/singkong/gothe rebus 2-3x/minggu @1 potong
Air putih 6-7 gelas/hari
Sedangkan riwayat gizi dahulu adalah sebagai berikut:
Frekuensi makan 3-4x makan / hari. Adapun riwayat personal pasien menunjukkan:
Makanan Pokok: Dahulu:
Nasi putih 3-4x/hari (@1 centong) Pasien memiliki riwayat penyakit DM sejak 1 tahun yang lalu dan tidak rutin
mengkonsumsi obat. Pasien 3 bulan yang lalu pernah di rawat di Klinik Cahaya
Lauk Hewani: Medika karena glukosa darah yang naik turun (tidak terkontrol).
Ayam 1x/minggu (@1 potong sedang)
Daging sapi 1x/bulan (@ 1 potong) Sekarang:
Ikan asin 1x/minggu (@1 potong), Pasien datang dengan kondisi penurunan kesadaran, sering mengalami hipoglikemi
Biasa diolah dengan cara digoreng, soto, bumbu merah terulang, ada luka di pinggang kiri. Pasien mengaku lemas dan muntah 3x sejak 2
hari sebelum MRS
FORMULIR ASUHAN GIZI TERSTANDAR

Nama : Ny. S Jenis Kelamin : Perempuan


Usia : 60 Tahun No. Register :
Diagnosis Medis : Septic condition + DM Type II + Post Hipoglikemia + Severe
Tanggal MRS :
Hipoalbumin + Ulkus dekubitus

Assesment
Diagnosa Gizi Rencana Intervensi Monitoring dan Evaluasi
Data Dasar Identifikasi Masalah

- Dx : Septic condition + DM Type II + Post


Hipoglikemia + Severe Hipoalbumin +
Ulkus decubitus
- Keluhan utama :
- Penurunan kesadaran
- Sering mengalami hipoglikemi
terulang
- Ada luka di pinggang kiri
- Pasien mengaku lemas dan muntah 3x
sejak 2 hari sebelum MRS
- Riwayat penyakit
1. Dulu :
- Pasien memiliki riwayat penyakit
DM sejak 1 tahun yang lalu dan
tidak rutin mengkonsumsi obat.
- Pasien 3 bulan yang lalu pernah di
rawat di Klinik Cahaya Medika
karena glukosa darah yang naik
turun (tidak terkontrol).

2. Sekarang :
- Septic condition + DM Type II +
Post Hipoglikemia + Severe
Hipoalbumin + Ulkus dekubitus

- Riwayat makan
1. Dulu :
- Frekuensi makan 3-4x makan / hari.
Makanan Pokok:
- Nasi putih 3-4x/hari (@1 centong)
Lauk Hewani: FH [Link] variasi makanan NI 5.7.1 kekurangan intake protein yang ND. 1.2 Modifikasi FH Asupan makan
- Ayam 1x/minggu (@1 potong sedang) kurang berkaitan dengan pemilihan makanan distribusi, jenis, jumlah
- Daging sapi 1x/bulan (@ 1 potong) yang tidak tepat yang ditandai dengan makanan dan zat gizi
- Ikan asin 1x/minggu (@1 potong), konsumsi lauk hewani yang kurang (Diet DM)
- Biasa diolah dengan cara digoreng,
soto, bumbu merah
Lauk Nabati:
- Tahu & tempe @4-6x/minggu (@1
potong sedang), diolah dengan cara
digoreng.
Sayuran:
- Daun papaya, pare, pokak @2-3x/hari
yang diolah dengan cara direbus /
dioseng
- Wortel. Kentang, buncis @2x/minggu
yang diolah menjadi sayur sop
Buah:
- Alpukat 2-3x/minggu @1 buah
- Anggur merah 1x/minggu @5-7 buah
- Buah naga 2-3x/minggu @1 buah
- Mangga 2x/hari @1 buah (jika
musim)
- Manggis 1x/minggu @1 buah
- Konsumsi jamu rebusan daun 1x/hari.
- Pohung/singkong/gothe rebus 2-
3x/minggu @1 potong
- Air putih 6-7 gelas/hari
2. Sekarang :
Hasil recall: FH [Link] Jumlah makanan NI 2.1 Kekurangan intake makanan dan ND. 1.2 Modifikasi FH Asupan makan
Energi : 634,1 Kkal (48,8%) yang dikonsumsi kurang minuman oral yang berkaitan dengan distribusi, jenis, jumlah
Protein : 15,5 g (31,8%) peningkatan kebutuhan energi karena makanan dan zat gizi
Lemak : 13,4 g (37,1%) penyakit metabolisme yang ditandai (Diet DM)
KH : 110,7 g (56,8%) dengan hasil recall kurang dari 80%

- Antropometri (AD) AD.1.1.5 IMT dibawah normal NC.3.1 Berat badan kurang dari normal RC.1.2 Rujukan ke RD AD Status gizi
- LiLA : 19 cm yang berkaitan dengan intake energi
- TL : 45 cm kurang ditandai IMT 18,2 dibawah
- Status gizi : gizi kurang normal
Koreksi TB : 84,88 + (1,83 x 45) –
(0,24 x 60)
= 84,88 + 82,35 – 14,4
= 153 cm
BB : LLA/23,5 x (TB – 100)
= 19/23,5 x (153 – 100)
= 0,80 x 53
= 42,8 kg
IMT : 18,2

- Biokimia (BD) BD 1.5.2 Glukosa sewaktu NC 2.2 perubahan nilai laboratuirum RC 1.4 rujukan ke BD Profil glukosa
- GDA= 300 mg/dL (N : dibawah 200 tinggi (diatas 200 mg/dl) yang berkaitan dengan ketidaknormalan provider lain
mg/dL) kadar gula yang ditandai dengan kadar
- Hb = 6,7 g/dL (N : 12 – 16 g/dL) gula darah sewaktu lebih dari 200 mg/dl
- Albumin = 1,63 g/Dl (N: diatas 3,5
g/dL) BD 1.10.1 Hemoglobin rendah NI 5.10.1 Kekurangan intake mineral ND 1.3 Kelompok BD profil anemia gizi
(Fe/Zat Besi) berkaitan dengan makan makanan tinggi (protein) (hemoglobin)
tidak teratur yang ditandai kadar Hb dan zat gizi mikro (Fe)
dibawah normal.

BD 1.11.1 kadar albumin NI 5.2 Malnutrisi protein energi yang ND 1.3 Kelompok BD Albumin
dibawah 3,5 (mengalami nyata berkaitan dengan diagnose post makanan/zat gizi khusus
Hipoglikemia) Hipoglikemia ditandai dengan kadar (protein)
albumin dibawah 3,5 g/dl

- Fisik/Klinis (PD) PD.1.1.9 Tekanan darah tinggi NI.5.4 Penurunan kebutuhan natrium ND.1.3 Kelompok PD Tekanan darah
- KS : GCS 456 (prehipertensi) yang berkaitan dengan perubahan makanan/zat gizi (rendah
- TD : 130/80 mmHg (N: 120/80 metabolisme ditandai dengan tekanan Na)
mmHg) darah meningkat
- N : 87x/menit (N : 60 – 100x/menit)
- RR : 21x/menit (N : 14 -24x/menit)
- Suhu : 36,2oC (N : 36 - 37 oC)
- Ada luka di pinggang kiri
- Lemas dan muntah 3x sejak 2 hari
sebelum MRS
- Penurunan kesadaran

- Client History (CH)


-

A. RENCANA INTERVENSI
1. INTERVENSI DIET (ND)
a. Tujuan Intervensi:
- Memberikan energi dan zat gizi sesuai kebutuhan dan penyakit pasien
- Memperbaiki status gizi pasien

b. Prinsip Diet
- Tinggi energi
- Tinggi Fe
- Tinggi serat
- Cukup vitamin
- Cukup mineral
- Cukup cairan

c. Syarat Diet
- Energi sesuai kebutuhan 1.780 kalori
- Protein diberikan sebesar 10-15% kebutuhan energi total, untuk memenuhi kebutuhan protein sehari-hari
- Lemak diberikan sebesar 20-25% kebutuhan energi, untuk memenuhi kebutuhan lemak sehari-hari dengan total kolesterol dalam menu <300 mg/hari
- Karbohidrat diberikan sebesar 45-60% kebutuhan energi total, untuk memenuhi kebutuhan karbohidrat sehari-hari dengan sukrosa (gula pasir) tidak lebih dari 5%
kebutuhan energi total dan serat minimal 25% gram/hari
- Fe diberikan tinggi untuk menaikkan kadar hemoglobin
- Vitamin dan mineral sesuai kecukupan gizi yang dianjurkan, khusus sodium per hari direkomendasikan <2400 mg
- Cairan dalam minumn atau kuah makanan sesuai dengan kecukupan lebih kurang 2 liter per hari
- Na diberikan rendah karena edema dan menurunkan tekanan darah
- Bentuk makanan adalah makanan biasa
- Rute makanan dan minuman secara oral
- Frekuensi pemberian 3 kali makan utama, 3 kali selingan
- Jenis diet DM 1700 Kalori
- Makanan yang dianjurkan dan tidak dianjurkan

Bahan Makanan Dianjurkan Tidak Dianjurkan


Sumber karbohidrat Beras, ubi singkong, kentang, roti tawar, tepung terigu, sagu dan -
kompleks tepung singkong *diutamakan yang berserat tinggi
Sumber karbohidrat - Gula, madu, sirup, jam, jeli, dodol, tarcis, kue-kue manis,
sederhana buah yang diawetkan dengan gula, susu kental manis,
minuman botol ringan, es krim
Sumber protein Dianjurkan yang tidak mengandung tinggi lemak, seperti daging Sumber protein yang tinggi kolesterol, seperti jeroan dan
rendah lemak, ikan, ayam tanpa kulit, susu rendah lemak, keju otak
rendah lemak, kacang-kacangan, tahu tempe
Sayuran Rendah kalium seperti kangkung, sawi, wortel dan terong Tinggi kalium seperti tomat, kol, bayam, daun bawang,
kacang buncis
Buah-buahan Rendah kalium seperti jambu, kedondong, manga, markisa, Tinggi kalium seperti anggur, arbei, belimbing, duku, jambu
semangka biji, jeruk, pepaya
Lemak Dalam jumlah terbatas. Makanan yang dianjurkan diolah dengan Sumber protein yang banyak mengandung lemak jenuh, dan
cara dipanggang, dikukus, ditumis, disetup, direbus dan dibakar lemak trans antara lain daging berlemak dan susu full cream.
Makanan siap saji, cake, goreng-gorengan
Minuman - Minuman bersoda dan beralkohol
Mineral - Sumber natrium antara lain garam dapur, vetsin, soda dan
bahan pengawet seperti benzoate dan natrium nitrit. Hindari
bahan makanan yang mengandung ikan asin, telur asin,
makanan yang diawetkan
Bumbu semua bumbu, kecuali gula Bumbu yang berbau tajam dan menyengat

d. Perhitungan Kebutuhan Energi dan Zat Gizi


BBI = (TB dalam m)² x 21
= (1,53) x 21
= 49,1 kg/m²

Energi basal = BBI x 25 kalori


= 49,1 x 25
= 1.227,5 kalori

Koreksi Penyesuaian
Koreksi umur = 5% x 1.227,5
= 61,3 Kkal kalori

Aktivitas ringan = 10% x 1.227,5


= 122,75 kalori

BB kurang = 20% x 1.227,5


= 245,5 kalori
Stress = 20% x 1.227,5
= 245,5 kalori

Energi Total = Energi basal – koreksi umur + aktifitas ringan + BB kurang + stress
= 1.227,5 – 61,3 + 122,75 + 245,5 + 245,5
= 1.779,95 kalori
= 1.780 kalori

60
Karbohidrat = x 1.780
100
= 1.068 : 4
= 267 gram

15
Protein = x 1.780
100
= 267 : 4
= 67 gram

25
Lemak = x 1.780
100
= 445 : 9
= 49 gram

2. INTERVENSI EDUKASI/KONSELING
a. Tujuan : Untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman pasien dan keluarga tentang pentingnya kepatuhan diet untuk membantu
mengendalikan kadar glukosa darah dan tekanan darah dalam batas normal dan mencegah komplikasi
b. Metode : Diskusi dan Tanya jawab
c. Waktu : 30 – 45 menit
d. Tempat : Ruang rawat inap
e. Alat dan bahan : leaflet
f. Sasaran : Pasien dan keluarga
g. Materi : - Pentingnya diet yang tepat bagi pasien dengan tekanan darah
- Kebutuhan energi dan zat gizi
- Menu diet pasien

B. PERENCANAAN MENU
Distribusi energi sehari
Waktu Presentase dari energi total (%) Energi (kkal)
Makan pagi (07.00) 20% 356 kkal
Selingan siang (10.00) 10% 178 kkal
Makan siang (13.00) 30% 534 kkal
Selingan sore (16.00) 10% 178 kkal
Makan malam (18.00) 20% 356 kkal
Selingan malam (20.00) 10% 178 kkal
Total 100% 1.780 kkal

Pagi (07.00) Snack Pagi (10.00) Siang (12.00) Snack Sore (16.00) Malam (18.00) Snack Malam (20.00)
- Nasi putih - Bubur kacang hijau - Nasi putih - - -
- Semur daging giling - Botok ayam
- Tahu bumbu kuning - Tempe bacem
- Cah sawi + wortel - Bening kelor + labu
- Buah mangga potong siam
- Buah semangka potong
Nilai gizi menu sehari
FORM MONEV DALAM ASUHAN GIZI TERSTANDAR

Biokimia Identifikasi Rencana Tindak


Tgl. Antropometri Fisik/Klinis Riwayat Makan Edukasi
Masalah Baru Lanjut
Pemeriksaan N

Anda mungkin juga menyukai